Juve Tumbang, Papan Atas Serie A Riuh

image

image

image

image

image

image

image

“Saat kita bisa mengalahkan Genoah, saat itulah kalian berhak khawatir.” – LBP

Pekan ke 14 Serie A, Lazio The Great sukses mengkonversi poin penuh saat lawatan ke Stadio Renzo Barbera, Palermo. Kemenangan satu gol yang sangat berarti. Pasalnya papan atas sekarang jadi begitu riuh, setelah sang pemuncak Juventus digebuki hingga babak belur oleh Genoah 3 gol. Milan kembali menang meyakinkan dengan gol dari sang pemuda Lapadula. Tetangga lagi-lagi dapat pinalti untuk membungkus 3 poin saat dapat tamu Pescara. Dan laju tak terbendung Atlanta yang sekarang menempati posisi lima.

Pekan ini Laziale Karawang nonton bareng (nobar) ke rumah Coach Setiadi. Hanya 5 menit dari rumah. Lawan memang sangat berpengaruh peserta nonton. Sekalipun kini jam tayang live sangat bersahabat, kick off setelah Mahgrib, yang datang hanya 7. Nard, Nda, Hanafi, Budy, Satria, Nurr, dan tuan rumah. Padahal menu istimewa nasi kuning, karena kebetulan putri kedua Setiadi sedang ulang tahun maka masak lebih. Menu istimewa yang menemani pertaruhan Serie A.

Pengalaman buruk minggu lalu, kali ini kita membawa dua koneksi. Satu pakai laptopku dengan provider Pati-sim, satu lagi dengan provider fren-smart. (karena saya tak boleh sebut merk Simpati dan Smartpren maka saya balik penyebutannya). Untungnya kali ini keduanya lancar.

Dengan formasi paten 4-3-3 dan segudang keyakinan penuh. Kiper ada di tangan yang tepat, Thomas Strakosha membuat kita nyaman. Kiper semuda itu dengan reflek bagus dan ketenangan luar biasa. Fakta kita menginginkan dia lebih sering turun ketimbang kiper pecicilan Machetti, hingga keluar celetuk, “Selama kipernya Thomas, kita tak khawatir sektor belakang.” Ada benarnya juga, sektor vital inipun kita sudah sangat solid. 4 bek: Lulic, Radu, Wallace dan Basta. Tak diragukan lagi mereka musim ini begitu meyakinkan. Bagian tengah lebih gila lagi: Parolo, Biglia dan Sergej Milinkovic-Savic, ketiganya on fire. Ketiganya menopang tridente IKA paling diantisipasi Serie A musim ini: Immobile, Keita dan Anderson. Selama ketiga pemain ini starter, adalah jaminan ada gol. Dengan skuat semenakjubkan gini, jangankan tiket Champions, persaingan juara-pun ada dalam pandangan.

Babak Pertama
Kartu kuning pertama buat Lulic di menit 14, hati-hati kawan pekan depan DDC. Gol yang ditunggu itupun hadir. Menit 31 Dusan Basta berlari masuk kotak pinalti, menerobos barisan kiri pertahanan Palermo lalu mengirim umpan datar ke depan gawang. Savic di posisi tepat guna membelokkan si kulit bundar. Prosesnya ciamik, karena Savic hanya menyentuhkan bola dengan membelakangi gawang. 1-0. Skor tak berubah sampai separuh babak.

Istirahat jeda, langsung ramai-ramai santap nasi kuning. Nardut sampai imbuh, lahap 2 piring. Satria disela kepulan asap rokok menyikat bersih. Nurr malah ngopi. Hanafi dan tuan Rumah lebih kalem dengan diam makannya, namun ternyata habis banyak jua saking khusuknya maem. Saya dan Nda sakit perut karena kebanyakan sambel. Kayaknya ini sambel mode ultra pedas.

Babak Kedua
Inzaghi melakukan pergantian lebih cepat dari biasanya. Baru menit 65, bek keling ‘Predator’ Lukaku masuk mengganti Lulic. Tak lama berselang meni 68 Lord Drodje masuk mengganti Anderson. Langsung deh pada komen negatif. Dari matikan komputer, buang kuota aja, Djordje cuma lari-lari ga jelas, sampai yang paling ekstrem teriak pemain tak guna. Sebenarnya ini kesempatan Filip buktikan diri karena menit bermain masih lumayan panjang. Sayang memang tak bisa berkutik ia. Tak ada kesempatan emas, tak ada andil bagus yang memberi kontribusi buat tim, sejauh ini.

Kesempatan paling bagus Palermo datang menit 76, sebuah tembakan jarak jauh Illija Nestorovski setelah memainkan satu dua sentuhan dengan Robin Quaison. Tembakan on target itu dengan brilian dimentahkan oleh Thomas Strakosha. Langsung deh teriak, kereeen! Andai Machetti bisa lain ceritanya.

Pergantian terakhir diberikan kepada wonder kid Christiano Lombardi menit 81. Menarik Keita Balde, sehingga kini pola kita berubah jadi 4-4-1 (Lord Djordje tak dihitung). Menit 86 sebuah adegan aneh terjadi. Lombardi yang memang punya speed power, menggiring bola dengan kecepatan penuh dari sisi kiri. Giancarlo Gonzales bukannya menekel bola atau mencoba membendung dengan cara benar, malah menubruk Lombardi dengan ‘pelukan mesra’. Tentu saja langsung merah karena posisi tepat di depan garis pinalti, dan andai lolos bisa jadi skor berubah. Saat akhirnya peluit panjang terdengar, kita pun memantabkan kemenangan. Sekalipun hanya menang satu gol, Lazio menguasai pertandingan hingga 60% dengan membukukan 6 tendangan ke gawang. Modal bagus jelang DDC.

Palermo (3-5-1-1) : Posavec; Goldaniga (LoFaso 80), Gonzalez, Andelkovic; Morganella, Bruno Henrique (Buoy 54), Jajalo, Chochev, Aleesami; Diamanti (Quaison 46), Nestorovski
Pelatih : Roberto De Zerbi
Lazio (4-3-3) : Strakosha; Basta, Wallace, Radu, Lulic (Lukaku 65); Parolo, Biglia, Milinkovic-Savic; Felipe Anderson (Djordjevic 68), Immobile, Keita (Lombardi 81)
Pelatih : Simone Inzaghi

Milan Meyakinkan
Sehari sebelumnya AC Milan juga sudah menatap puncak. Euforia kebangkitan memang bukan hanya milik The Great. Situs Whoscored mencatat dalam team of the week, tiga pemain Lazio ada di dalamnya: Wallace, Biglia dan Savic. Tiga lagi dari Milan: Abate, Suso dan Lapadula! Si Merah Hitam menang lebih meyakinkan 1-4, dua gol dari striker yang sedang galau Gianluca Lapadula. Isunya memang Milan mulai memberi kesempatan sang pemuda guna meredam penjualan Bacca, kesempatan yang tak disia (bandingkan dengan Lord Djorje). Lapadula saat musim akan bergulir sangat santer mau ke Lazio, sampai jelang mulai kompetisi malah memilih ke kota Milan.

Tetangga Menggosok Voucher Pinalti Lagi
Dari Olimpico, Agen kita Massimo Oddo nyaris menggagalkan tiga poin tetangga. Saat separuh babak mereka unggul 2-0 lewat gol ganda Edin Dzenko. Kolaborasi keduanya via asis Perotti. Pescara sempat memperkecil skor 2-1 saat sejam berjalan lewat gol Ledian Memushaj. Hingga akhirnya lagi-lagi wasit membuat Tetangga menjauh karena pinalti Perotti. Betapa setiap pemain Srigala jatuh di kotak pinalti begitu disayang wasit, hingga seolah peluit itu bunyi sendiri punya auto-whistle dan tangan wasit kena magnet ke titik 12 pas.

Jupe Haha
Inilah kabar paling ditunggu pecinta Serie A, kecuali Juventini. Si Zebra tumbang 3-1 dari tim asal Genoa. Berkat andil anak Diego Simone, Giovanno Simone yang membuat dua gol. Langsung keluar keluar meme gaya selebrasi Gio dan Diego Simone yang mirip. Bahkan saat babak berganti, mereka unggul 3-0. Ngeri kan. Allegri berujar, mereka kehilangan daya juang berkat gol cepat. Pertahankan! Genoah menggelontor Milan 5 gol, Juve 3 gol. Saat lawan Lazio kita bisa lepas kutukan Genoah, jadi ini semacam pertanda kita dalam pole possition gelar.

Senyum Pioli
Sementara Inter akhirnya bisa menang. Baru 19 menit mereka sudah unggul 3 gol via Brozovic, Candreva dan Icardi. Fio berhasil memperkecil 3-2, yang membuat Interisti ketakutan. Gol Fio dicipta lewat kreasi Kalinic dan Illicic. Gol Kalinic bahkan terlihat cantik berkat asis Milan Badelj menit 37. Ingat saat EL lawan Hapoel-who-Sheva? Dari unggul 0-2 menjadi kalah 3-2? Itulah rasa khawatir yang menyergap seantero Meazza. Harusnya memang bisa menjadi 3-3, selain karena Fio bermain 10 pemain, salah satu seranganya Borja Valero gagal menjebol gawang Handanovic di menit-menit akhir. Ah andai saja Broja lebih tenang. Kelegaan 3 poin Interisti dipastikan di saat menit injury lewat Icardi. Kebiasaan Pioli, babak pertama begitu semangat nyerang, babak dua ndobos. Malam ini nyaris.

Kabar terbaru, semalam skuat Pioli kembali luluhlantak 3 gol di Naples. Hufh, kasihan. Baru bulan Desember, sudah kibarkan bendera putih.

Hasil lengkap Serie A pekan 14:
Torino 2-1 Chievo
Empoli 1-4 AC Milan
Palermo 0-1 SS Lazio (Milinkovic-Savic 31′)
Bologna 0-1 Atlanta
Cagliari 2-1 Udinese
Crotone 1-1 Samdoria
Genoa 3-1 Juventus
Tetangga 3-2 Pescara
Napoli 1-1 Sassuolo
Inter 4-2 Fiorentina

Kombinasi FT ini, kini gap sang pemuncak dipangkas jadi 5 dengan Lazio. Namun Lazio harus waspada jua, karena Atlanta kini menyamai poin kita berkat penampilan konsisten dan impresif Etrit Berisha dkk. Pekan ini bakal lebih panas. Derby Della Capitale akan menentukan arah papan atas, Juventus akan diuji Atlanta, ayo Lord Konko tekuk mereka! Sementara Milan dapat lawan mudah juru kunci. Kini segalanya semakin saru, andai Lazio scudetto saya bernadzar…

Karawang, 031116 – Novita Dewi – Sampai Habis Air Mataku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s