Prediksi Lazio v Genoah

image

Prakiraan formasi lawan Genoah
4-3-3
Marchetti
Basta, Wallace, Radu, Lulic
Parolo, Bglia, Sergej
I,K,A

Kuis the Great dibuka. Semua seperti biasa. Ditutup adzan Mahgrib besok. Karena ini lawan spesial. Nambah 10 ribu untuk tebak kartu kuning. Nambah 10 ribu lagi untuk assist.
Lazio v Genoah ko Minggu jam 21:00. Laki fearless wajib nonton!
Akumulasi kedua. Benar semua 30 ribu. Benar reguler plus salah satu 20 ribu, yg tercepat. Patokan tetap reguler. Tapi seandainya reguler zonk semua. Bonus pulsa untuk max 3 penebak masing2 5 ribu. Ga ada juga yg benar. Dipilih satu komentar terkeren 5 ribu.
Tapi semua itu Zonk kalau skor akhir 3-0. 🙂

LBP3-0
Laki fearless berani nonton lawan Genoah. Selalu ada peluang menang meski kecil. Sapa tau wasit sedang baik.

DC
Lazio 2-0 Genoa Immobile
Kandang dan menang. Sepertinya begitu. Jadi dah biasa. Opo seeh.

Arip
Lazio v genoa 2-1 Immobile. Laga yang tak mudah bagi lazio. Tapi, immobile sedang on fire. Forza lazio.

Takdir
Lazio 3 v Genoah 1. The great membuktikan dirinya. Felipe on fire. Tahu bulat digoreng dadakan 500.

Widy
Lajio 2-1 genoah
Scorer : Immobile
Card : Immobile
Assist : Djordevic
Lajio harus menang.Harga mati vs Genoah.Klo bisa menang harapan scudetto didepan mata.

Iin
Lazio 2-1 genoa
Scorer: immobile
Card: de vrij
Lazio bakal menang. Karena mereka akan mendapatkan scudetto. Selamat untuk scudetto ke 3 lazio.

Iin
*revisi*
Lazio 2-1 genoa
Scorer: biglia
Card: de vrij
Lazio bakal menang. Karena mereka akan mendapatkan scudetto. Selamat untuk scudetto ke 3 lazio.

Takdir
Scorer : Felipe
Card : Immobile
Assist : Felipe

Arip
Lazio v genoa 2-1 Immobile. Laga yang tak mudah bagi lazio. Tapi, immobile sedang on fire. Forza lazio. Card yellow : burdisso. Assist : Felipe

DC
Lazio 2-0 Genoa Immobile
Card Burdisso
Assist Felipe
Kandang dan menang. Sepertinya begitu. Jadi dah biasa. Opo seeh.

Revisi

Lelur
Lazio 2 – 0 ge noah
Gol ciro. Semangat mendapatkan scudetto lewat gugatan di MK membuat lazio bermain kesetanan.menguasai sepanjang pertandingan.dan akhirnya menang🙄

Lelur
Lazio 3 – 1ge noah
Gol ciro. Semangat mendapatkan scudetto lewat gugatan di MK membuat lazio bermain kesetanan.menguasai sepanjang pertandingan.dan akhirnya menang🙄

DC
Lazio 3-0 Genoa Immobile
Card Burdisso
Assist Felipe
Kandang dan menang. Sepertinya begitu. Jadi dah biasa. Opo seeh.

Revisi

Iin
*revisi*
Lazio 2-1 genoa
Scorer: biglia
Card: de vrij
Assist: immobile
Lazio bakal menang. Karena mereka akan mendapatkan scudetto. Selamat untuk scudetto ke 3 lazio.

Adit
Lazio 3-1 Genoa
Scorer : Immobile
Card : Rincon
Assist : Felipe Anderson
Lazio menang. Immobile matang. Inzaghi tenang.

Iin
*revisi*
Lazio 2-1 genoa
Scorer: biglia
Card: wallace
Assist: immobile
Lazio bakal menang. Karena mereka akan mendapatkan scudetto. Selamat untuk scudetto ke 3 lazio.

DC
Lazio 3-1 Genoa Immobile
Card Burdisso
Assist Felipe
Kandang dan menang. Sepertinya begitu. Jadi dah biasa. Opo seeh.

Revisi 3

Huang
*#KuisCEOTheGreat*

Lazio 2-1 Genoa
Scorer : Keita
Card : Parolo
Assist : Immobile

Analisis: Lazio dipenuhi yuforia skudeti ketiga. CEO pantas gemetar karena ternyatah genovah memang sering menang di olimpico. Kemenangan the great musim lalu pun hanya bernada kebejoan. Hai rakyat negara api, sebaiknya hindari match ini.

Imunk
Lazio 1-0 genoa, immobile.
Card: biglia
Assist: balde keita
Anal lisa: ini laga penentuan scudetto tahun 1941. Lawan sama, kekuatan mirip juga. Kita buktikan siapa yg pantas punya gelar scudetto. Genoa, atau lazio. immobile akan membuktikan.

Lelur
Om bewok jawabanku ada 2 tuh,yg dipakai yg pertama aja.ditambah assist ciro,card ciro

Karawang, 191116
Tha 4-2 Ina

Iklan

The Stepsister 2 – R.L. Stine

image

Ini adalah jenis buku yang sekali duduk kelar baca. Tipis, seru, tegang tiap ganti bab seakan mengajak Pembaca untuk tidak memenggal kisah. Saya sendiri penggemar RL Stine sejak sekolah, walau untuk seri Fear Street baru belasan yang saya baca, setidaknya saya benar-benar menikmatinya. Dulu pas sekolah saya membacanya di Perpus Kota Solo bareng Inu, teman STM, atau di persewaan Favorite, atau beli di toko buku loak Gladag. Zaman sekolah untuk buku seharga 2 ribu saja terlihat sangat mahal, kala itu.

The Stepsister 2 sudah lama di rak, baru saya buka dan baca lagi untuk refresh sebelum kuulas. Kisahnya khas banget RL Stine di mana Pembaca terus diajak terlibat tanpa menggurui. Pembaca diajak merasakan ketegangan dan penasaran, apa yang akan terjadi berikutnya. Berisi 26 bab yang pendek-pendek namun tiap bergantinya meng-elem tangan dan mata untuk terus ikut berpetualang lembar demi lembar.
Kisahnya sendiri kalau difilmkan mungkin akan jadi seperti serial remaja thrilling dengan beberapa adegan kaget-kagetan. Namun di buku ini ada kejutan. Lumayan seru sih. Tentang Emily Casey yang resah dan takut menyambut kembali pulang saudaranya Nancy dari RSJ – Rumah Sakit Jiwa. Nancy masuk RSJ karena tahun lalu mencoba membunuhnya. Nancy begitu mendendam karena kematian sang ayah. Ayah mereka tewas dalam kecelakaan perahu motor bersama Emily. Ia selamat dan Nancy begitu menyalahkannnya.

Setelah kecelakaan itu ibunya menikah lagi dengan duda anak dua, Jessie dan Rich Wallner. Kini mereka memiliki keluarga besar yang bahagia. Kecuali Rich yang berusia 14 tahun yang suka ngambek dan bertingkah aneh. Jessie, adik tirinya yang sebaya dengan Emily yang bertingkah. Dan tentu saja Nancy, kakak kandung yang dulu dihormati dan jadi panutan kini malah mencoba membunuhnya. Trauma itu membekas, dan Emily selalu coba berfikiran positif.
Emily memiliki teman karib bernama Cora-Ann, yang terkadang ikut menginap di rumahnya karena memiliki masalah dalam keluarganya. Keluarga sahabatnya hanya segelintir yang diketahui, nantinya akan jadi sebuah kejutan dalam silsilah yang membuat Emily begidik.

Emily memiliki seekor anjing kesayangan bernama Butch. Karena ini untuk remaja maka bisa ditebak, karakter pembantu seekor binatang bisa kalian tebak akan tewas. Dan benar, Butch nantinya tewas mengenaskan. Namun dari Butch-lah kunci semua teka-teki ini terkuak.

Emily memiliki kekasih bernama Josh, salahnya Josh adalah mantan kekasih kakaknya sehingga seperti kisah cinta segitiga, ada rasa tak enak hati namun kisah terus berlanjut kendati Nancy sudah kembali. Josh sendiri seorang cowok cool yang cuek dan menjalani hidup apa adanya. Dalam sebuah adegan, mereka terkejut saat Cora-Ann tiba-tiba muncul saat pacaran, kemunculan itu mengejutkan mereka, namun Josh dengan santai bilang, “hello Cora-Ann, masuklah.”

Dengan sudut pandang orang pertama, kisah digulirkan dengan sangat renyah. Namun satu demi satu kejadian buruk terjadi. Emily terjatuh dari tangga, mobilnya rem tak berfungsi, ditelukan senjata di halaman, sampai yang paling fatal menggosok gigi dengan power glue!

Ada satu nama lagi yang jadi kunci, adalah Jolie. Nama ini awalnya hanya disebut sekelebat, namun ternyata jadi poin penting di akhir. Saya yang senang kisah-kisah detektif saja masih bisa ditipu RL Stine!

Untuk buku sederhana Adik Tiri 2 termasuk sukses. Terjemahan juga Ok sehingga mengajak pembaca terus terpaku. Dan sekali lagi, untuk buku jadul RL Stine sukses membuat pembaca geram.

Adik Tiri 2 | by R.L. Stine | copyright 1995 by Parachute Press, Inc. | diterjemahkan dari The Stepsister 2 | Alih Bahasa Ramayanti | GM 308 98.261 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan ketiga, Agustus 2000 | 176 hlm; 18 cm | ISBN 978-605-261-x | Dicetak di atas kertas Koran Inforsa – Import Canada | Skor: 4/5
Ruang HR NICI – Karawang, 171116 – Sherina Munaf, Sebelum Selamanya

The Girl With All The Gifts: Human Evolution Story Wrapped In Zombies

image

image

Melanie: They’re just trying to survive

Ekspektasiku ketinggian. Nonton di Selasa malam, malam terakhir tayang sebelum layar diserbu ‘Hewan-Hewan Buas’ karena pada bilang bagus, sampai ada yang bilang sehebat 28 Days Later maka saya paksakan untuk menikmati. Harapan memang berbahaya, maka ketika api membara di akhir saya merasa anti-klimak. Jauh sekali dibanding film Danny Boyle. Kekuatan ada di skoring film yang menghantui, sayang sekali cerita so so. Memang, ini adalah film lokal dari UK yang sukses lalu mengglobal, tapi tetap first thing first adalah cerita.

Kisahnya tentang anak perempuan yang punya kemampuan khusus di dunia masa depan yang mengerikan karena ras manusia terserang virus / jamur zombie. Aturan sama dengan dunia perzombiean kebanyakan. Gigit, tertular, kejar mangsa! Beberapa bagian tentu saja menjiikkan, seperti tikus penuh belatung, manusia menggigit manusia, terkam leher sampai koyak sampai rebutan binatang untuk jadi sasaran berikutnya.

Film dibuka dengan meyakinkan. Skoring film membuat suasana begidik. Setelah logo produsen dan distributor film muncul, ada hitungan anak perempuan: ‘one, two, three,… sampai di angka 42…” hitungan terhenti. Sebuah alarm bergema, Melanie (Sennia Nanua) perempuan kecil yang berhitung tadi menyembunyikan gambar kucing ke dalam bantal lalu memakai alat dalam kursi roda. Kedua tangan diikat, kepala dikekang bagian jidat lalu sepasukan tentara masuk ke dalam ruangan. Melanie dibawa ke dalam ruang kelas bersama anak-anak lain. Semua terikat dalam kursi roda, lalu kelas pun dimulai. Sebuah gambaran kelas yang janggal.

Lalu muncullah Girl Bond Gema Arterton sebagai guru kelas Miss Helen Justineau. Dia membacakan kisah mitologi Yunani, tentang dewa-dewa, tentang konflik legenda sampai sebuah kotak pandora yang penuh keajaiban. Lalu ketika kelas bubar dan semua anak kembali ke sel, penonton masih belum diberitahu sebenarnya ada masalah apa sampai mereka harus diikat. Malamnya seorang dokter Calorine Caldwell (Glenn Close) memberi beberapa pertanyaan kepada Melanie, dan diminta menyebutkan sebuah angka 1-20. Melanie sebut 13. Esoknya anak nomor 13 menghilang dari kelas. Saat kelas mengarang, Melanie membacakan cerita buatannya tentang putri yang hidup bahagia selamanya. Cerita yang menyentuh, sampai membuat guru Helen trenyuh, hingga ia mencoba mengelus kepala Melanie. “Semua baik-baik saja kan.” Hal itu terlarang, muncullah Sgt. Eddie Parks (Paddy Considine) marah besar, kontak fisik dilarang. Ditunjukkannya tangannya diludahi dan dihadapkan kepada salsh seorang anak, dan tadaaaa… muncullah adegan memilukan. Anak-anak itu berubah beringas. Mereka terengah-engah melotot mulut siap menemkam. Kecuali Melanie. Ternyata ia adalah anak istimewa. Judul cerita jelas merujuk padanya. Ia terlahir sebagai setengah zombie setengah manusia. Jadi punya kesadaran seperti manusia namun ada DNA zombie yang tiba-tiba mengganas.

Ketika kembali ke sel dan mereka diberi makan semangkuk belatung. Ketika malamnya Helen mengunjungi Melanie untuk memberi support. Ketika dokter Caldwell menanyakan sebuah angka dan Melanie menjawab nomor 4. Dan scene menunjukkan kamar nomor 4 adalah kamar Melanie, yang berarti esoklah dirinya yang disingkirkan dari kelas. Sampai di sini penonton masih dibuat tanya, ada apa ya?
Benar saja, esoknya setelah alarm meraung, anak-anak didorong ke kelas, Melanie dibawa ke tempat lain. Ke sebuah laboratorium, ternyata dokter Caldwell sedang menganalisis setiap anak dengan membedah kepalanya dan diambil otaknya. Melanie tentu saja ketakutan. Saat pembedahan akan dimulai, muncullah Helen yang mengancam. Dengan sebuah tabung APAR dia minta Melanie untuk dikembalikan. Debat itu menghasilkan, Helen ditangkap dan pembedahan dilanjutkan. Saat akan dimulai lab menjadi kacau, sekawanan zombie berhasil masuk dan memporakporandakan. Melanie selamat, dokter kabur. Di film ini zombie disebut Hungry – laper. Sebagian lagi, junky.

Dan keadaan pangkalan kacau balau. Tentara berjibaku, zombie-zombie memburu mangsa. Zombie ataact itu melumpuhkan segalanya. Dengan sebuah truk senjata brem ditembakan membabibuta, para karakter utama kabur. Truk itu membawa: Melanie, Helen, dokter Caldwell, Sersan Parks dan dua pasukan. Dengan scene yang membuat begidik, truk jalan dengan pasukan zombie berlari di belakangnya. Gambaran masa depan yang mengerikan.

Film berikutnya ya tentang mereka yang mencoba bertahan hidup. Sebuah serangan membuat tentara Dillon terluka, ia memohon masuk kembali ke truk namun malah ditodong pistol sama Sersan. “nih bos lihat, tangan saya ga kegigit kok. Hanya tergores batu.” Namun beberapa saat kemudian ia ditembak kepalanya karena sudah terinfeksi. Menyesakkan. Nah bagian berikutnya inilah yang mirip 28 Days Later. Mencari bantuan dari satu kota ke kota lain. London lumpuh. Zombie di mana-mana. Bedanya zombie di sini tak bisa mendeteksi manusia saat tidur. Tidurnya berdiri, jadi bayangkan saja sekumpulan orang berdiri tidur berjamaah. Saat mereka akhirnya harus mencari makan ke kota ke toko-toko yang terbengkelai untuk makanan instan dan mencoba melewati pasukan zombie, kisah ini menemukan titiknya. Sebuah bangunan menjulang tinggi dengan zombie-zombie tewas disekelilingnya, zombie itu terjangkit jamur jenis ophiocordyceps dan menjdikan manusia sebagai inang, jamurnya tumbuh tinggi dengan buah di mana-mana. Kalau sampai buahnya pecah maka seluruh dunia kiamat karena tak perlu gigitan untuk menularkan, hanya lewat udara yang dihirup manusia seketika terjangkit.
Di sana gerombolan ini menemukan mobil lab tenaga surya. Dalam mobil shelter itulah mereka berlindung. Di sana sang dokter akhirnya menemukan obatnya, obat itu ada di dalam Melanie dan anak-anak yang terjangkit. Dikejar waktu, akankah mereka berhasil bertahan hidup dan mengobati yang terjangkit, ataukah dunia koma dan tak terselamatkan?

Film ini spesial hanya tayang di Cinemaxx dan Blitz. Entah kenapa XXI tak mengambilnya, sehingga tak semua kota ada. Rilis di Indonesia tanggal 9 November, hari ini sudah turun layar. Cepat sekali. Tayang terbatas, mungkin memang film yang kurang komersil. Sayang sekali ekspektasi tinggiku tak terpenuhi. Film yang predictable. Film yang sekedar bagus, tak istimewa. Entah bukunya, mudah-mudahan suatu saat bisa kulahap. Sang penulis Mike Carey tampil cameo. Kalau kalian beruntung mengamati, di awal film saat sekumpulan zombie menyerang pangkalan ia mengenakan jaket dan shirt biru. Mike juga yang menggarap skenario. Sayang sekali film ini kurang menghentak, referensi film ini sudah banyak. Selain 28 Hari, film zombie dan sejenis menjamur. Serial the Walking Dead, film Brad Pitt World War z, I am Legend-nya Will Smith, Pride and Prejudice and Zombies sampai Warm Bodies. Memang aturan tiap yang bikin cerita beda-beda, namun intinya kan ya itu, Zombie take over the world. Tak banyak hal baru dalam The Girl.

Separuh film awal sangat menjanjikan. Separuhnya lagi kehilangan arah. Sama dengan film survival lainnya. Juara utama skoring. Pemilihan cast dengan aktris pendatang baru Sennia Nanua yang jadi pemeran utama termasuk sukses membawakan karakter Melanie. Daya tarik utama ya Gema Arterton, gadis Bond mana ada yang jelek sih.
Dunia masa depan memang misteri. Banyak gambaran megah, banyak pula penuh kehancuran. Film ini hanya selipan di pilihan kedua. Tak akan lama, akan terlupa.

The Girl With All The Gifts | Year 2016 | Directed by: Colm MacCarthy | Screenplay Mike Carey | Cast Gema Arterton, Glenn Close, Paddy Considine, Dominique Tipper, Anamaria Marinca, Daniel Eghan, Sennia Nanua| Skor: 3/5
Karawang, 171116 – Linkin Park – Burn It Down

Pioli Resmi Latih Inter Dan 10 Memori Laga Tak Terlupa Bersama The Great

image

“Ya, kita bisa katakan ini adalah Inter yang saya idamkan. Saya dibesarkan dengan lagu yang didedikasikan untuk Beccalossi dan Pasinato. Saya senang dan bangga karena setelah dipecat Lazio, saya dapat melatih Inter. Klub yang saya idamkan. Keluarga saya semua Interisti”

Seminggu lalu, di sebuah acara tv Jakarta bertajuk ‘Forza Inter’ secara tak sengaja ketonton olehku. Topiknya adalah pemecatan Frank De Boer dan kemungkinan mereka dilatih mantan pelatih Lazio The Great, Stefano Pioli. Dalam narasinya mereka menganalisis berbagai kelebihan sang mantan. Dari sukses di tim junior Bologna U-16, dan jadi satu-satunya piala milik Pioli sampai track rekornya melatih banyak klub. Dan tentu saja posisi terbaik Pioli di Serie A saat membawa Lazio nomor 3 tahun 2015 ditaruh paling atas dan berulang kali disebut. Sampai akhirnya highlight itu selesai, saya mengernyitkan dahi. Mereka lupa, atau mungkin tak tahu sejatinya satu-satunya prestasi Pioli di mata kami adalah memupus kutukan Genoah. Posisi ketiga kita tetap kecewa, target scudetto bung! Masuk final Coppa Italia? Bah. Jangan singgung kompetisi kedua kalau tak juara. Jadi apa yang dibanggakan? Di musim 2014/2015 kita punya skuat juara. Bintang di berbagai lini, dan tak ada tropi sama dengan gagal. Apalagi di akhir masa baktinya, kita dikalahkan tetangga dengan sangat memalukan. Jadi wajar di kepala kami, Pioli adalah produk gagal.

Mari segarkan ingatan. Berikut 10 memori laga tak terlupa Stefano Pioli bersama kami.

1. Terbenam Dan Tersingkir Di Bay Arena – 27 Agustus 2015

“Kami belum siap untuk level ini.”

Gegap gempita Lazio menuju Liga Champion hancur lembur di Jerman. Setelah mengantongi satu gol kandang lewat Keita Balde, Pioli bukannya lebih memperkokoh pertahanan malah tetap terpaku dengan pola sama, bayangkan ke BayArena pakai 3-4-3 ya bunuh diri. Mimpi itu semu.

2. Prahara Praha – 18 Maret 2016

“Kami membuat kesalahan awal yang setelahnya jadi rumit.”

Kecewa hanya bermain di kasta kedua Eropa, saya berharap kita mending fokus di kompetisi domestik dan melepas Liga Europa, eh tak dinyana Lazio malah unbeaten. Melaju terus, saking mulusnya malah jadi satu-satunya wakil Italia di Eropa. Setelah Juventus dipastikan kandas, dan pekan sebelumnya skor 1-1, kita bisa saja lolos andai 0-0 atau menang dengan skor berapapun. Dan duuuuerrr, di Olimpico luluh lantak 3 gol. Kekalahan pertama dan satu-satunya, tersingkir.

3. 8 kemenangan Beruntun Lalu Terhempas– 18 April 2015

“Juve adalah yang terkuat, mereka telah membuktikannya dalam beberapa tahun terakhir. Saya menyelamati Allegri soal hasil di Eropa yang menjadi tumit Achiless.”

Dalam delapan pekan, Lazio menggasak semua lawan dan melompati semua kompetitor, eh maaf, nyaris kompetitor hingga nangkring di posisi kedua. Juventus yang memang sedang on fire masih di atas, walau pekan sebelumnya tumbang sama Parma yang bangkrut. Target kemenangan kesembilan adalah head-to-head dengan sang pemuncak, jadi laga itu bernilai 6 poin. Bermain di kandang, rekor itu terhenti.

4. Kutukan Genoah Patah – 24 September 2015

“Spirito guito, domani si torma in ritiro, dovevarno essere brutti, sporchi e cattivi.”

Sejak 2011 Lazio kalah sama tim antah Genoah. Bukan hanya periode 2011 sampai 2015 doang sih, sebelum-sebelumnya memang tim ini kamvret banget. Jink, dan begitu susah ditaklukkan. Jadi wajar dini hari di dinginnnya bulan September 2014 kala takbir bergema di seantero Indonesia jelang hari raya, Lazio was-was menjamu Genoah. Namun pagi itu semua berjalan tak wajar. Alam berkonspirasi. Wasit begitu memihak kami, dua kartu merah (salah satunya buat sang mantan Goran Pandev!), belasan free kick dekat garis gawang dan betapa permainannya begitu monoton. Hari  bersejarah itu berproses lewat tandukan Filip Djorjevic setelah dapat umpan matang Senad Lulic dan sebuah sepakan jarak jauh Felipe anderson. Ga peduli main seburuk dan semembosankan apa, kutukan itu akhirnya terputus.

5. Derby Paling Memalukan – 4 April 2016

“La Lazio Comunica di aver sollevato dall’incarico il Mister Pioli”

Itu adalah bunyi twitter @officialSSLazio setelah mengalami derby terburuk dalam 10 tahun terakhir. Lelah adalah kata yang mewakili laga memalukan itu, saya masih ingat malam pulang nobar. Seluruh Laziale Karawang pulang dengan gontai, tak ada salam peluk atau sekedar foto bersama. Kamu bisa kalah sama Salernitana, Cremonese atau Perugia tapi jangan sampai sama tetangga. Apalagi dengan skor telak. Tentu saja ini harus jadi hari terakhir Pioli bersama kami.

6. Matri – 21 Mei 2015

“Inilah sepak bola, tersusun atas berbagai macam insiden dan Juve memaksimalkan situasi tersebut untuk mencetak gol. Pemain saya sudah bermain dengan kualitas tinggi.”

Ada mitos di Serie A, tim yang gagal cetak gol karena bola menerpa mistar akan kalah. Malam puncak Coppa Italia 2015 jadi bukti fenomena itu. Pioli menyalahkan dewi fortuna karena dua kali bola mencium gawang. Sejatinya laga berjalan seru, Lazio unggul cepat. Sialnya kita gagal menambah skor untuk membunuh lawan, justru skor berubah sama hingga memaksa laga final ke perpanjangan waktu. Gol itu tercipta dengan buruk, Allesandro Mauri nemu bola liar di menit 97 untuk mebuat Juve double winner. Siapa sangka detik-detik akhir jendela transfer menakdirkan sang antagonis bergabung. Entah setan apa yang ada di kepala Pioli hingga memutuskan meminjam pemain ini.

7. Massive Victory 4-0 Fiorentina – 9 Maret 2015

“Gara perfetta” – “Ras sempurna”

Kalau ditolok dari cara bermain, maka laga lawan Fiorentina adalah puncak permainan Lazio era Pioli. Laga luar biasa. Dominasi, akurasi, efektif possision, sampai satu dua sentuhan yang memanjakan mata. Bisa saja Lazio menang 7 sampai 10 gol, namun 4 gol dengan cara brilian tentulah keren. Kemenangan ini adalah salah satu dari 8 rangkaian kemenangan 15 Februari 2015 sampai 15 April 2015. Lebih istimewa lagi, timnya Montella sedang dalam grafik 13 pertandingan tak terkalahkan lalu kita hempaskan di Olimpico.

8.Salto Hernanes – 11 Mei 2015

“Sepakbola ditentukan oleh insiden-insiden. Kami punya kesempatan untuk mencetak lebih banyak gol. Dua kartu merah membuat situasi lebih rumit.”

Dulu, salto Hernanes adalah hiburan tersendiri buat Laziale. Meninggalkan Formello dengan air mata buaya, sang mantan melakukan selebrasi – dua kali –  yang memuakkan. Setelah unggul cepat via gol Candreva. Lazio kehilangan bek Mauricio, langsung kartu merah. Hernanes salto setelah free kicknya masuk. Sejam berjalan, giliran Machetti yang diminta keluar. Pinalti Icardi diblok Berisha. Lazio terus ofensif kendati hanya bersembilan. Petaka itu datang lewat serangan balik, dan lagi, Hernanes salto. Busuk.

9. Verona – 12 Februari 2016

“Kami akan memenangkan banyak pertandingan dan mengambil banyak poin, tapi itu tidak mudah bagi kami untuk mengalahkan para pesaing.”

Menang lawan klub dari Verona dengan skor telak bagiku istimewa, tak peduli di kompetisi apa, tak peduli itu Chievo atau Hellas. Ingat sekali saya, saat itu saya upload gambar-gambar kemenangan 5-2 atas Hellas, Sahala teman FOC  – Football on chat – komplain. “Astaga, hanya Hellas”. Dan siapa sangka kemenangan 5 gol itu jadi pertandingan terbaik Lazio di musim suram 2015/2016.

10. Pinalti Higuain – 2 Juni 2015

“Saya selalu mengatakan tim saya spesial. Sebuah tim yang memiliki semangat juang tinggi. Kami melakukan segalanya melawan Napoli. Kami memang pantas di posisi ketiga.”

Pertandingan akhir musim 2014/2015 ini sangat menguras emosi. Bermain ke Naples yang angker, kita sudah unggul 2 gol saat separo babak. Bisa saja Gonzalo Higuain membalikkan keadaan saat pertandingan menyisakan 15 menit setelah ia cetak dua gol penyama 2-2. Seandainya pinalti itu masuk kita terdepak dari 3 besar, presure tinggi itu menempatkan bola terbang di atas tiang. Di menit injury Lazio memantapkan kemenangan penting 2-4 lewat Klose. Hasil ini membuat Klose menunda pergi, guna meladeni kompetisi elite Champion musim berikutnya. Namun harapan sang legenda pupus hingga akhirnya pensiun. Salahkan Pioli!

Well, good luck Pioli. Mudah-mudahan sukses. Sebagai kado dari kami, teman-teman Football On Chat memprediksi pada pekan berapa anda dipecat?

LBP
Pekan 31.
Lima kalah, nyaris dipecat. Yang ke 6 menang. Rumor hilang. Kalah lagi sama tim lemah. Rumor pecat. Sampai di angka keramat 31. Tamat.

Widy
Pioli : pekan 18
Pioli oh Pioli menggantikan de Boer. Dia Eks Manager Lajio. Sepertinya juga bakal didepak keluar jika tidak mulus perjalanan membawa Inter kembali kejalur yang benar. Kuisnya agak nyeleneh😁.

Huang
Pekan: 24
Pioli ndak akan dipecat. Kuis ini hanya akal-akalan sang mantan doang. Inter 2-1 Lazio.

Adit
Pioli : Giornata 27
Pioli oh Pioli. Nasibmu akan geli. Jangan lagi kembali.

Arip
Pioli : Giornata 33
Pioli ga bakal dipecat. Pioli akan bawa Inter ke UCL. Pioli lehen Lazio.

Dc
Pekan 32
Mending Matthäus, ada unsur lejennya. Ini malah nama ga jelas Pi Oli. Hihihi apaaa coba.

Bob
pekan 28.
Adaptasi lagi dengan pelatih baru menjadi kendala. Ibarat kapal udah bocor dimana-mana. Pergantian nahkoda ga ada hasilnya.

JJ
Pekan 37
Masih menunggu Simeone. Untuk performa tidak terlalu buruk. Yah paling masuk liga yurop lagi.

Jokop
Kuis Pioli.
Sampai akhir musim , pekan 36 mulai dipecat. Pekan 37 kosong pelatih.
Dilanjut Simeone/Mourinho sepertinya.

Takdir
Buset jahat banget Inter. Pekan 30 deh. Give pioli a chance. Hahhh. Ga paham dinamika inter sik hiks gimana ya. Yang jelas kalau inter mecat pioli mereka akan menyesal.

Panji
Pioli : pekan 32
Bukan apa-apa. Susah cari gantinya tunjuk pioli gak membaik, terpaksa ganti pelatih interim.

Prima
Kuis pioli
Pekan 37
Inter ga mau buang2 duit lagi. Pasrah apapun hasil musim ini. Musim depan main serie B.

“SS Lazio mengumumkan bahwa Stefano Pioli akan menjadi pelatih baru tim utama mulai 1 Juli 2014.”

Karawang, 131116 – Train – All I Hear

Chelsea On Fire

image

image

image

image

image

Conte: Kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol. Juga capaian clinsit kelima secara beruntun. Ini sangat fantastis, terutama jika kita melihat capaian di masa lalu, sangat luar biasa bisa menorehkan hasil ini.”
Lama sekali saya tak menyaksikan permainan Chelsea semenggairahkan ini. Oke, dua pekan lalu menumbangkan Manchester United 4 gol tak berbalas, namun permainan semalam jauh melebihi ekspektasi. Sungguh ofensif, efektif dan sedap dilihat. Permainan satu dua sentuhan, dari kaki ke kaki berjalan lancar. Main bola-bola pendek, penempatan posisi pemain yang pas. Dan sungguh luar biasa, pressing ketat pemain lain. Hebat sekali Antonio Conte, mengubah pemain biasa menjadi istimewa. Dengan pola tiga bek, 3-4-3. Sentralnya ada Gary Cahill yang kini lebih sering memakai ban kapten. Imbas strategi ini John Terry tersingkir jadi ban serep. Kedua sayap bek diisi oleh Azpilicueta dan David Luiz. Posisi tengah merata, dengan dua gelandang bertahan Kante dan Matic yang begitu kuat antara bertahan dan membantu menyerang. Lalu pemain lain, saya tak kenal Alonso jadi tak bisa menganalisisnya. Satu pemain tengah lagi, Victor Moses. Pemain so so ini jua yang dirubah Conte jadi beringas. Setelah era Di Matteo, Moses adalah spesialis pemain pra-musim sebelum dipinjamkan ke tim lain yang mau menampung. Musim ini dipercaya starter dan menjelma jadi pemain penting. Willian yang begitu menonjol di dua musim era Mourinho senasib JT26. Will setipe dengan Hazard, jadi memang harus dipilih salah satu. Hazard pantas berpesta, pantas menjadi man of the match, pantas merayakan kembalinya. Musim lalu ia hanya cetak empat gol, kini saat musim baru berjalan November totalnya sudah menyamai. Whoscored mencatat rating yang sangat tinggi 9,93 dengan melakukan tiga shots semuanya on target. Kalau sampai Hazard on fire sampai akhir musim, bisa-bisa Klopp menunda pecah telur The Reds.
Main di malam Minggu setelah lewat tengah malam, pas banget hanya jeda beberapa menit sebelum laga the Great digelar. Coba jadwal kedua tim selalu beruntun gini, akhir pekanku sempurna. Dengan memakai bunga di dada sebagai simbol untuk menghormati pahlawan Inggris yang gugur di medan perang. Setelah sukses pakai pola 3-4-3 di empat partai tentu saja malam ini Conte kembali menerapkannya. Pola yang sejujurnya tak lumrah di sepakbola modern. Sebelum kick-off The Blues menerima kabar bagus, sang rival Manchester City terpeleset setelah menit injury time The Boro menyamakan skor 1-1. Hasil yang memposisikan ‘menang adalah puncak’. Benar saja saat babak pertama kelar, everton sudah mengibarkan bendera putih karena diberondong tiga gol.
Gol pertama dicetak Eden Hazard, melalui liukan maut dan menyepaknya di pojok gawang. Selebrasi gol pertama ini sedikit banyak simbolis rasa sayangnya pada Willian karena ia berlari memeluknya. Simpati jadi pemain cadangan. Semenit berselang Marcos Alonso menambah gol. Prosesnya manis sekali. Sebuah sepakan lambung Pedro ke depan gawang mengarah ke Diego, namun tahu dibelakangnya ada Marcos ia membiarkan bola melaju dan dengan sekali sentak bola meluncur masuk. Alonso who? Baru tahu akhir-akhir ini. Namun melihat penampilannya rasanya cocok sekali melakukan passing-passing akurat dengan Matic. Sedang gol ketiga tercipta oleh Diego Costa menit 42. Costa yang sempat cidera karena kakinya kena terjang hingga berdarah, malam ini benar-benar buas.
Babak kedua Chelsea tak menurunkan tempo. Koeman mencoba meniru gaya dengan mengganti lima bek ke empat bek guna meredam lini tengah. Dan tentu saja berantakan. Gol Hazard tercipta karena memang buah kerja sama tim dan skill individu yang mumpuni. One two dengan tumit lalu menggoreng bola dan lagi-lagi menempatkannya di pojok gawang. Empat gol awal ini tercipta dari kreasi bersih bola hidup dari bawah. Empat sentuhan yang dimulai dari kiper Thibaut Courtois! Amazing kan. Gol penutup lebih seru lagi. Macam main PS1, giring ke arah gawang shoot kenceng, blok kiper, bola muntah tinggal menyepak. Benar-benar khas PS1. Sumpah mainnya The Blues mirip banget game PS, setiap bola bergulir kita seakan menekan ‘tombol kanan + O’ untuk terus mengejar bola. Setelah gol kelima baru, Chelsea santai. Tak ngotot lagi karena 3 poin sudah dikunci.
Tiga pergantian yang terjadi juga sekedar memberi menit pemain lain. Oscar masuk menit 70 mengganti Pedro. Lanjut Hazard yang keluar menit 80 memberi menit waktu bermain pemain muda Mitchy Batshuayi. Ketika tinggal 5 menit, sang kapten barulah menginjak rumput yang disambut appalus seisi Stanform Bridge. Mudah-mudahan Terry tak ngambek dan bersabar di bangku cadangan hingga kontrak terus diperpanjangn dan pensiun di sini.
Melihat permainan anak asuh Conte, saya jadi kasihan sama tim lawan. Tak ada perlawanan sama sekali. Tak ada suplai bola ke Lukaku, yang digadang akan pamer kebolehan sama mantan. Malam ini tak berkutit. Pemain Everton benar-benar tak ada gairah, hanya menonton dominasi Trueblue. Cahill punya kuasa central bek. Dua bek sayap Luiz dan Azpilicueta sangat rajin menyerang. Dua gelandang bertahan terbaik saat ini Matic dan Kante. Matic juara udara, Kante menggasak bola datar dengan sangat lincah. Kombinasi atas bawa yang sempurna. Keduanya rajin membantu pertahanan dan begitu menyerang mereka langsung berderap maju. Keduanya sukses meng-kover Luiz yang walau seorang bek tahu-tahu sudah di kotak pinalti lawan. Luiz jadi begitu terlihat sangat bagus. Pondasi pertahan dengan sistem ini sangat kokoh, pantas saja Thibaut Courtois semalam sangat santai. Tak ada peluang bersih dari Everton, hanya satu shot itupun tendangan lemah tanpa daya. Bisa-bisa dia ngopi di bawah mistar. Pertanyaannya bisakah ia melampaui rekor Edwin Van Der Sar yang punya rekor 14 laga?
Pada saat tim lain inkonsisten, The Blues dan The Reds sedang on fire. MU jelas sudah bisa dicoret dari kandidat juara, jangankan mau merangsek naik, mau bikin gol aja berat sekali. Mereka seakan kehilangan sosok kepemimpinan di lapangan, sampai-sampai pemain macam Smalling aja jadi kapten. Haha.. City sedang muram. Setelah awal yang manis, mereka perlahan menemukan bentuk aslinya saat berhadapan lawan sepadan. Kata Andhika –  teman diskusi FOC – City belum ketemu lawan berat. Dan memang benar, mereka terus kehilangan poin. Drop poin dari waktu ke waktu jadi hal lumrah, hingga akhirnya pekan 11 mereka terdepak dari puncak. Nah, kini kuda pacu layak diantisipasi dua kubu. Chelsea dan Liverpool sedang seru-serunya pamer permainan cantik. Klopp semalam menang meyakinkan 6-1 atas Wattford sehingga kini The Reds-lah yang menguasai nomor satu. Adaptasi Conte dan Klopp di Premiere League sangat cepat, salutlah buat kalian berdua berhasil membangun kembali kepercayaan diri kedua tim.
Sampai sekarang total gol The Reds 30, Chelsea di posisi 2 dengan 26. Liverpool sedang hot-hotnya bersama trio Firminho, Coutinho dan Mane. Chelsea sedang bergairah bersama Costa, Hazard dan Pedro. Dalam lima pertandingan, The Blues menggila semua disapu rata, tak kebobolan serta mendulang 16 gol. Rekor hebat.
Skorer kedua tim merata, tanda-tanda tim bagus karena tak ada ketergantungan. Conte tipikal pelatih yang rendah hati. Walau sudah menang beruntun dan masuk persaingan rebut piala, ia tak koya banyak nggambleh. Lebih banyak melihat ke dalam tim ketimbang lawan-lawannya. “Kami tak mengirim pesan ke tim lain. Yang penting adalah mengirim pesan untuk diri sendiri, agar berfikir dan fokus pada tugas kami. Bukan melihat yang lain.” Sementara Klopp pun tak jumawa. Pekan masih sangat panjang. Kedua pelatih menerapkan kesamaan dalam keharmonisan tim. Lihatlah pasca laga setiap pemain coba dipeluk satu per satu. Lalu keduanya juga selalu memuji pemainnya ketika memberi pernyataan pada pers. Lihat pula betapa ekspresinya mereka akan setiap gol yang terjadi. Sebuah hiburan tiada dua.
“Jangan selebrasi seperti itu saat Anda sudah menang 4-0?” Lupakan nasehat busuk itu! Klopp-Conte kalian berhak sejadi-jadinya jungkir balik! Patut ditunggu saat keduanya bersua, siapa yang akan banyak tingkah polah mengepalkan kedua tangan ke atas. Akankah banyak gol tercipta?
Koeman pasca laga berujar, “Sangat sulit bermain melawan Chelsea yang manajernya telah menularkan mentalitas kemenangan ke dalam diri pemainnya. Mereka lapar kemenangan dan pasti akan berjuang untuk juara.”
Apakah ada yang komplain Arsenal tak masuk persaingan? Arsenal semalam imbang, dan rasanya tak perlu memasukkan mereka dalam daftar kandidat juara, habitat 4 besar sudah cukup menyenangkan fan Gunners. Ya to?!
Chelsea 5-0 Everton.
Gol: Hazard (19, 55), Alonso (20), Costa (42), Pedro (62).
Susunan Pemain
Chelsea: Courtois; Azpilicueta, David Luiz, Cahill, (Terry 84′); Moses, Kante, Matic, Alonso; Pedro (Oscar 70′), Diego Costa, Hazard (Batshuayi 80′).
Everton: Stekelenburg; Williams, Jagielka, Funes, Mori; Coleman, Cleverley, Barry (Davies 66′), Barkley, Oviedo; Bolasie (Lennon 60′), Lukaku
HR Room NICI – Karawang, 071116
Note: Judul asli artikel ini awalnya adalah “Fantastic The Blues, Amazing Win – Five Cleansheet, Very Dominant”, tapi karena dirasa lebai saya rubah seperti yang Anda baca.

Animal Farm – George Orwell

image

Animal Farm kubaca hanya dalam semalam saat menjaga Hermione terlelap, untuk memberi susu tiap dua jam sekali. Ceritanya sangaaaaat bagus. Dari paragraf pengantar saja sudah menarik, bahwa novel ini terinspirasi dari pengalaman Orwell saat sedang di sebuah desa melihat ada seorang anak berusia 10 tahun memegang pecut untuk kendali gerobak yang ditarik seekor kerbau yang badannya jauh lebih besar. Logikanya seandainya kerbau tersebut bisa berfikir maka dia akan melawan dan pasti menang.
Dari ide itulah muncul novel alegori Animal Farm. Dikisahkan ada sebuah peternakan di Inggris bernama Manor Farm – Peternakan Manor yang dikelola oleh Mr. Jones. Pada suatu malam seekor babi Mayor Tua mengumpulkan hewan-hewan yang ada untuk melakukan pemberontakan, dalam pidatonya dia mengajak hewan-hewan untuk bersatu guna mengusir manusia dari kehidupan.
“Kawan-kawan, sudah jelas bahwa sumber penderitaan hidup kita tak lain adalah tirani manusia. Maka hanya dengan menyingkirkan manusia-lah kita bisa menikmati hasil keringat kita. Hanya dengan mengusir manusia-lah kita jadi merdeka.” Teriak Mayor Tua. Tiga hari kemudian di awal bulan Maret, Mayor Tua meninggal.
Pidato Mayor telah menanamkan kepala binatang-binatang yang lebih cerdas di Peternakan sebuah pemahaman baru yang utuh dalam memandang kehidupan – mengingatkan kita pada legenda Karl Marx. Mereka tidak tahu kapan pemberontakan yang diramalkan Mayor Tua akan terlaksana. Pekerjaan untuk mengajar dan mengorganisasi binatang lainnya jatuh secara alami kepada pundak para babi, yang diketahui secara umum sebagai binatang cerdas. Lalu muncul dua babi yang menonjol bernama Napoleon dan Snowball. Efek pidato yang membara tersebut, cita-cita untuk menggulingkan kekuasaan manusia benar-benar terlaksana.
Pada suatu hari hewan-hewan bertingkah aneh dan puncaknya melakukan perlawanan. Bermula saat pagi hari Tuan Jones ketiduran karena mabuk dengan koran News Of The World dimukannya di atas sofa, sampai sore ia lupa tak memberi makan. Para hewan tak bisa menahan diri lagi. Seekor sapi mendobrak pintu gudang dengan tanduknya. Berhamburanlah biatang-binatang itu keluar. Saat Mr. Jones sadar dan mencoba menghalau kembali, terlambat. Walau awalnya tak seperti itu dalam rencana, namun perebutan kekuasaan itu berjalan lancar. Berhasil. Mr. Jones dan istrinya lari kalang kabut. Peternakan Manor pun pecah sorak sorai dalam kegembiraan. Dan kekuasaan  ‘dari hewan oleh hewan untuk hewan’ dimulai. Lagu ‘Binatang Inggris’ pun dikumandangkan.
Peternakan Manor dirubah nama jadi Peternakan Binatang. Napoleon dan Snowball lalu merumuskan Prinsip Binatangisme dalam tujuh perintah. Dipajang dengan cat putih besar yang dapat terbaca hampir 30 meter jauhnya. Tujuh Perintah itu adalah:
Apa pun yang bejalan dengan dua kaki adalah musuh
Apa pun yang berjalan dengan empat kaki atau memiliki sayap adalah teman
Tidak ada binatang yang boleh mengenakan pakaian
Tidak ada binatang yang boleh tidur di atas tempat tidur
Tidak ada binatang yang boleh minum alkohol
Tidak ada binatang yang boleh membunuh sesama binatang
Semua binatang sederajat
Semuanya ditulis dengan rapi kecuali kata-kata ‘teman’ yamg tertulis ‘teamn’ serta huruf ‘s’ yang salah putar. Snowball membacanya dengan keras dihadapan binatang lain. “Sekarang teman-teman mari kita ke ladang rumput! Mari kita buat awal yang membanggakan untuk memasuki masa panen lebih cepat dari yang dapat dilakukan Jones dan kawan-kawan.”
Nyaris semua binatang antusias menghadapi masa baru. Bersemangat dengan era yang menjanjikan. Mereka bekerja lebih keras dari yang mereka bisa lakukan sebelumnya. Sepanjang musim panas, pekerjaan di ladang berjalan seperti biasa. Semua bahagia sebab mereka tak menyangka hal ini akan menjadi kenyataan. Karena semua makanan adalah milik mereka sendiri, tak ada yang didermakan kepada majikan yang malas. Dengan kepergian manusia yang seperti benalu dan tidak berharga, tersedia lebih banyak kesenangan juga, walaupun binatang itu tak berpengalaman.
“Aku akan bekerja lebih keras lagi.” Kata Boxer. Seekor kuda jantan yang sangat kokoh. Benjamin tua, seekor keledai adalah satu-satunya binatang yang bergeming atas pemberontakan ini. Dia tetap melakukan aktivitas seperti biasa. “keledai hidup dalam waktu yang lama, belum ada diantara kamu yang melihat seekor keledai mati.”
Pada hari Minggu tak ada kerja. Makan pagi lebih lama satu jam dari biasanya. Ada upacara pengerekan bendera Republik Binatang. Setiap ada perselisihan, para babi-lah yang memberi solusi. Napoleon dan Snowball sejauh ini yang paling aktif dalam perdebatan. Snowball lalu membentuk komite yang mengajari para binatang untuk membaca. Namun Napoleon tak setuju, menurutnya pendidikan untuk kaum muda lebih penting daripada untuk para dewasa. Suatu kali Jessie dan Bluebell melahirkan Sembilan anak anjing yang sehat. Setelah selesai masa menyusui Napoleon membawanya untuk dididik tersendiri.
Menjelang akhir musim panas, keadaan benar-benar membaik sesuai rencana. Hanya ketakutan kembali Mr Jones-lah mereka was-was. Napoleon dan Snowball selalu mengirim burung untuk memantau keadaan sekitar. Ternyata Mr Jones terpuruk dan banyak menghabiskan waktu di bar Red Lion, Willingdon mengeluhkan betapa hidupnya tak adil. Peternakan tetangga Foxwood adalah peternakan ketinggalan zaman dengan rumput liar di mana-mana. Pemilik Mr Pilkington adalah petani terhormat yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berburu atau memancing, tergantung musimnya. Peternakan Pinchfield, lebih kecil dan terawat dengan pemilik Mr Frederick, laki-laki yang lihai dan tangguh. Mereka berdua mulai khawatir dengan pemberontakan yang terjadi di Peternakan Binatang.
Suatu hari di bulan Oktober, Mr Jones melancarkan serangan untuk merebut kembali peternakan miliknya. Namun karena kini para binatang sudah kuat dan melawan, Mr Jones kewalahan. Kehebatan kembali menghalau mantan pemilik itu sangat heroik hingga menyematkan Boxer dan Snowball menjadi ‘Pahlawan Binatang Kelas Satu’ serta ‘Pahlawan Binatang Kelas Dua’ untuk para domba yang tewas. Mereka sepakat menyebut kemenangan itu dengan Pertempuran Bangsal Sapi.
Berjalannya waktu, dua kepemimpinan Napoleon dan Snowball membuat Republik binatang goyah. Dalam rapat Snowball sering menang dengan pidatonya yang cemerlang, sementara Napoleon lebih unggul mengorganisasi massa. Hingga akhirnya ide membangun sebuah kincir angin memecah dalam dua kubu. Untuk pertama kalinya muncul keraguan di antara mereka tentang sistem pertahanan yang harus dibuat. Pada suatu Minggu diadakanlah pemungutan suara untuk perlu tidaknya dibangun kincir angin. Ketika penghitungan suara nyaris memenangkan Snowball, Napoleon berdiri dan memberi lirikan padanya seraya mengeluarkan ringkikan aneh yang tak seekor binatanpun paham. Seketika terdengar suara salakan yang mengerikan dari luar diikuti Sembilan ekor anjing yang sangat besar berkalung ban di leher kuningan, mereka mencoba menggigit Snowball yang terkejut. Snowball lari keluar Peternakan, kalang kabut. Sejak itu ia tak pernah kelihatan lagi. Perebutan kekuasaan itu memberi Napoleon hak absolut dan kini menjadi pemimpin tunggal Republik Binatang.
Dengan pemimpin baru, Peternakan Binatang mengarungi masa depan. Bagaimana kehidupan mereka setelahnya, apakah lebih makmur ataukah sebaliknya? Buku ini memiliki ending yang memilukan. Sangat bersimpati sama salah satu karakter bernama Boxer yang begitu semangat menyambut era baru, totalitas mengabdi sampai akhir pilu di hari tua. Lalu karakter unik Benjamin Tua yang sinis, ia berpendapat zaman babi nantinya tak jauh beda zaman manusia. Namun ia pun tak mau banyak cingcong, sebuah perlambangan orang-orang pintar yang bungkam, masa bodoh.
Well, buku yang luar biasa. Tipis memang, sehingga dapat dibaca hanya semalam. Poinnya terlalu luas untuk dijabarkan. Terlalu banyak simbol yang dimasukkan Orwell. Novel satiris ini layak masuk jajaran novel terbaik sepanjang masa. Novel yang pertama terbit pada tanggal 17 Agustus 1945 ini menggambarkan negara Uni Soviet dengan kediktatorannya. Namun berjalannya waktu, kritik Orwell terhadap Komunisme menjalar ke arah banyak hal. Secara umum diktator Napoleon bisa berarti diktator negara lain macam Fidel Castro, Idi amin, Saddam Husaen, Slobodan Milosevic sampai era mantan presiden kita pak Harto.
Awalnya buku ini berjudul Animal Farm: A Fairy Tale, namun ketika diterbitkan ke Amerika ‘A Fairy Tale’ nya dihapus karena tak cocok dikonsumsi anak-anak. Lalu diberbagai negara sub judulnya bervariasi. Ada yang memakai ‘A Satire’ ada pula yang menambahkan ‘A Contemporary Satire’. Di Perancis nama Napoleon dirubah ke Cesar, karena Napoleon adalah pahlawan Nasional. Untuk terbitan Indonesia ada banyak jenisnya, semuanya yang kulihat berjudul Animal Farm, tak ada embel-embel apapun. Saya beli novel ini tahun 2014 oleh penerbit Titah Surga. Waktu itu harganya lumayan mahal 50 ribu. Padahal saat saya berkunjung di beberapa toko buku, dengan terbitan lain paling 30 ribuan. Tak seperti 1984 yang rumit, kualitas terjemahan Animal Farm asyik, enjoy. Tak banyak buat dahi berkerut atau berpikir keras. Lancar, nikmati tiap lembarnya. Jelas buku ini sangat amat pantas masuk koleksi Perpus Keluarga dan dibaca Hermione. Suatu saat saya membayangkan ia berujar, ‘Terima kasih ayah, sudah mengenalkan buku keren ini sedari dini.’
Animal Farm | by George Orwell | Penerjemah Tim Penerbit | Desain sampul Ahkid El-Fahmi | Gambar sampul depan diambil dari karya AC. Andre Tanama berjudul Rinegem hing dubriksa (2014) koleksi W.K. Eka P. | Signet Classics, 1996 | ISBN 978-602-70357-0-06 | Yogyakarya, Penerbit Titah Surga | x + 150 hlm; 120 x 185 mm | Cetakan I, April 2014 | titahsurga.com | Skor: 5/5
Ruang HR NICI, Karawang, 071116 – Sherina Munaf – Lari Dari Realita

Naples, Kami Datang!

image

PROBABILE FORMAZIONE lawan Napoli
(3-5-2):
Marchetti;
Basta, Wallace, Radu;
FA, Parolo, SMS, Biglia, Lulic;
Immobile,Keita
A disp. Strakosha, Vargic, Patric, Bastos, Prce,
Hoedt, Vinicius, Cataldi, Murgia, Leitner,
Lombardi, Kishna,
Djordjevic.
All. Inzaghi.

LBP
0-3
Napol tanpa Higu, ompong. Napol tanpa Milik, cupu. Napol didatangi The Great, luluhlantak. Forza IKA!

Bob Marlan, Naples 3-1 Lazio. Hamsik
Napoli gak mau kalah lagi. Main di rumah sendiri jd motivasi. 3 poin akhirnya terkunci.

Bung Sapin: Napoli 4-0 lazio. Hamsik.
Napoli lagi kzl. Lazio jadi korban. Memang sudah semestinya.

Bli DC, Napoli 2-0 Lazio Callejon
Saatnya Lazio kalah. Waktunya Napoli menang. Hasil yang adil buat ke duanya.

Bung Widy, Napoli 1-1 Lazio, Felipe
Rentetan hasil positif mewarnai Elang. Besok laga tandang. Tapi hasil seri saja yang dituai.

Bung Arif, Napoli 1-0 Lazio Callejon
Gonzalo higuain adalah masa lalu. Milik mesti menepi untuk waktu lama karena cedera. Gabbiadini tidak tajam. Jadi kepada siapa Napoli berharap mendapatkan gol?

Bung Panji: Napoli 1-2 Lazio Immobile
Napoli udah habis momentumnya, Lazio lagii naik. Namun keduanya sama-samq belum stabil. Pertandingan yang bisa jadi menentukan siapa di atas siapa di klasemen akhir. Striker Lazio lebih lengkap.

Bung Agus Supriyanto
Napoli 0 – 1 lazio. Ciro i🚗e. Kelelahan Napoli bermain di eropa dimanfaatkan bener oleh Lazio. Dengan tekat bulat dan didorong keinginan yang luhur. Lazio berhasil mencuri keberuntungan.👏🏾👏🏾👏🏾

Bung Huang: Napoli 3-1 Lazio ; Callejon
Analisis : Ternyata benar apa kata Bung Bob Marlan. Kuis kali ini sangat simple tidak perlu lihat performa terkini tidak perlu lihat head 2 head, tidak perlu lihat siapa absen dan siapa yang masuk dan rajin belajar. Cukup menangkan Naples dan ulasan pun selesai. Terima kasih bung bob! 🙂

Bung Tak mana

Karawang, 051116