Dunia Kafka – Haruki Murakami

image

Sebagian besar pilihan yang kita buat dalam hidup memang menyakitkan. – Johnnie Walker

Buku ketiga yang saya lahap dari Haruki. Wonderful. Kisahnya sangat inspiratif. Memasuki dimensi dunia ketiga dan ketika sampai di halaman terakhir, rasanya nihilitas. Hampa. Bukunya sangat tebal, tembus 600 halaman dengan tulisan kecil-kecil. Kunikmati tiap lembarnya dengan cepat karena memang selalu penasaran nasib tiap karakter. Sedikit di bawah Norwegian yang liar, namun secara keseluruhan tetaplah mempesona.
Kisahnya sangaaaat panjang. Tentang seorang remaja bernama Kafka Tamura – nama yang aneh namun sangat mudah diingat – yang berusia lima belas tahun yang kabur dari rumah. Tentang seorang kakek bernama Nakata yang kehilangan separo ruh-nya sehingga tak bisa membaca, namun bisa bicara dengan kucing. Tentang perjalanan hidup seorang wanita kesepian yang ditinggal mati kekasihnya sehingga memutuskan tak menikah. Tentang seorang sopir yang mencari jati diri melintas kota. Tentang dunia lain, dimensi kehidupan yang berlapis dan semesta tak berbatas. Diaduk dan diramu menjadi cerita luar biasa. Nyeleneh, unik. Sungguh hebat ada kisah rumit namun sangat nikmat dilewati.

Kisahnya dibuka dengan menarik. Seorang remaja kabur dari rumah gara-gara pemikirannya yang out of the box. Ingin menikmati kebebasan, bersama imaji pemuda bernama gagak yang muncul saat dirinya butuh teman ngobrol atau jalan keluar. Kafka seorang anak di penghujung SMP pergi ke kota Shikoku – jaraknya jauh ke Selatan Tokyo. Dengan ransel untuk keperluan sehari-harinya ia naik bus tujuan Takamatsu. Perjalanan menemukan jati diri. Saat di perhentian bus ia berkenalan dengan gadis cantik dengan dua cincin di jari. Bukan cincin kawin, hanya cincin biasa yang bisa kita beli di butik murah. Gadis dengan rok mini itu lalu memutuskan duduk bersama. Gadis asyik bernama Sakura, nantinya ia akan menjadi semacam kemelut karakter di kepala yang sampai akhir kuharap ada kejadian luar biasa namun hanya selalu, hampir.

Sesampai di Takamatsu ia langsung menuju ke Perpustakaan kota, Perpustakaan Komura. Sebuah tempat baca swasta yang nyaman, impian para kutu buku ini. Perpus yang mengkhususkan pada buku-buku tertentu, terutama buku tua berisi puisi tanka dan haiku. Tentu kau tak akan menemukan buku karya sejenis Stephen King. Di meja penerima tamu, ia berkenalan dengan Oshima. Karakter penting yang akan memandu Kafka menemukan pengalaman luar biasa.
Setiap hari Selasa jam dua akan tur keliling Perpus yang dipandu pemilik Nona Saeki. Kebetulan hari pertama tiba di sana hari Selasa sehingga Kafka memutuskan ikut. Perjalanan hidup keluarga Komura, buku-buku tua, harta berharga dan penjelasan panjang itu nantinya memberi kejut identitas jati diri sang guide. Pilihan lajang dengan lukisan tua, lelaki memandang pantai. Dan lagu abadi yang menyerempet Kafka.

Hingga suatu hari Kafka tak sadarkan diri, malam itu ia berlumuran darah namun tak ada luka. Panik ia menghubungi Sakura, menanti kabar apa yang sebenarnya menimpa. Tak ada info apapun. Aneh sekali. Berjalannya waktu Kafka harus bersembunyi dari kejaran polisi karena di ujung kota lain ada pembunuhan yang ketika ditarik menyeretnya.

Sementara setiap bab kita ganti ke sudut pandang lain. Adalah kakek bernama Nakata yang bisa bicara dengan kucing. Asal usul bagaimana ia bisa menemukan keajaiban dituturkan dengan sangat panjang. Berawal dari sebuah kejadian yang tak bisa dijelaskan secara logika. Jepang Pra-Perang Dunia II, tepatnya 7 November 1944 sekelompok murid SD sedang melakukan tur ke hutan guna mencari jamur. Tak ada tanda apapun mereka tiba-tiba serentak pingsan. Peristiwa di bukit mangkuk nasi itu diambil dari sudut pandang pewawancara Letnan Robert O’Connor, dinas intelejen Amerika tahun 1946. Bahwa setelah pingsan beberapa menit, anak-anak siuman sendiri tanpa ada kejelasan. Setelah semua dibawa ke klinik sekolah ternyata semua baik-baik saja. Nyaris semua, satu anak masih tak sadarkan diri. Dia dibawa ke kota untuk dirawat lebih intensif, dialah Nakata.

Lalu zaman melompat di masa kini. Nakata yang sebelum pingsan adalah anak cerdas kini jadi begitu polos, seakan sebagian jiwanya terenggut. Di usia senjanya ia bekerja sebagai penangkap kucing. Hidup dari subsidi Pemerintah dengan uang seadanya. Ia dijauhi keluarga. Hidup sebatang kara. Nah, dalam perjalanan pencarian kucing hilang bernama Goma ia mendapat sebuah tekanan sesungguhnya.
Goma diculik oleh seorang maniak kucing the eternal Johnnie Walker – pria tinggi mengenakan topi tinggi yang aneh dan sepatu bot panjang dari kulit. Setelah dituntun seekor anjing, Nakata kini berhadapan langsung dengan Johnnie. Bagian terbaik dari novel ini ada di sini. Saya tak bisa menjelaskan detailnya, agar kalian bisa menikmati setiap kata yang tersaji. Bagaimana seorang kakek polos dipaksa mengangkat senjata. Adegan ini pas divisualisasikan nantinya pasti sangat amat dahsyat.

Setelah keputusan berat diambil, Nakata dipaksa keadaan keluar kota menuju Takamatsu. Mendatangkan hujan lintah. Mimpi-mimpi yang absurb. Batu yang berat membalikkan waktu untuk dibuka. Sepasukan tentara yang hilang di hutan. Menawarkan keabadian yang ganjil. Dan berkenalan dengan sopir nyentrik Hoshino. Penjalanan panjang ini mempertemukan kedua karakter utama dalam dimensi tak berbatas. Siapa selamat?

Dengan pola tiap bab berganti sudut panjang, novel ini sungguh hebat. Saat akhirnya mereka bertemu dalam satu titik semua malah dibuat kabur. Tak ada pertemuan tatap muka. Hanya dalam universe yang memberi opsi, pilihan. Novel bagus yang – lagi-lagi – menawarkan nihilitas. Akan jadi sesuatu yang luar biasa saat nantinya diadaptasi film. Buku wajib koleksi. Sekali lagi, Haruki kasih bukti. Nobel please…

Kutipan-Kutipan
Kakek saya pernah mengatakan, kebiasaan jelek saya adalah lari dengan orang-orang yang tidak saya kenal tanpa memikirkan apa yang sedang saya lakukan. – 393
Kami tidak bisa menjelaskan. Tetapi kesalahan merupakan bagian dari hidup, dan saya kira ada hal-hal yang tidak kita mengerti. – 34
Aku mengangguk. Menjadi orang lain mungkin sulit, tapi menggunakan nama lain adalah hal yang mudah. – 37
Bahwa peristiwa yang terjadi dalam hidup ditentukan oleh kehidupan kita sebelumnya. Bahkan dalam peristiwa kecil sekalipun tidak ada yang terjadi karena kebetulan. – 38
Akhirnya, aku memilih satu set yang terdiri dari beberapa jilid yang memiliki sampul sangat indah, karya terjemahan Burton berjudul The Arabian Night, mengambil satu jilid dan membawanya ke ruang baca. – 45
Dia tak tahu mengapa, tapi kucing bergaris coklat adalah jenis yang paling sulit dipahami. Dengan kucing hitam, biasanya berjalan lancar. Berbicara dengan kucing siam adalah yang paling mudah, tapi sayangnya mereka tidak banyak berkeliaran di jalan-jalan, sehingga kesempatan bertemu sangat jarang. – 95
Dia tidak tahu apa itu BMW, tapi dia memang melihat sebuah mobil berwarna krem. Pasti itu yang dia maksud. – 97
Sebagaimana yang Anda ketahui, kutu ibarat kebiasaan buruk – begitu Anda mendapatkannya, sulit sekali membasmi mereka. – 99
Banyak orang memandang kucing dan berfikir betapa enak hidupnya – yang kami lakukan hanyalah berbaring di bawah sinar matahari, tidak harus bekerja. Namun kehidupan kucing tidak seindah itu. Kami tidak mempunyai kekuasaan, makhluk kecil yang lemah dan mudah terluka. Kami tidak memiliki tempurung seperti kura-kura, atau sayap seperti burung. Kami tidak dapat sembunyi di dalam tanah seperti tikus tanah atau berubah warna seperti bunglon. Dunia tidak tahu berapa banyak kucing yang terluka setiap hari, berapa banyak yang mati mengenaskan. – 102
Dunia adalah tempat yang keras, dan tidak ada seorang pun yang dapat lari kekerasan itu. – 103
Menunggu adalah pekerjaan membosankan. Dia tidak memiliki petunjuk kapan orang itu datang, mungkin besok, mungkin minggu ini. Atau mungkin dia tidak datang lagi. Kemungkinan itu ada. Tapi Nakata sudah terbiasa dengan penantian yang tiada henti, dan menghabiskan waktu sendirian, tanpa melakukan apapun. Dia sama sekali tidak terganggu. – 105
Kenapa ia harus takut? Kegelapan yang tidak berujung itu, kesunyian dan kebisingan yang membebani itu, adalah teman lamanya, sudah menjadi bagian darinya. – 106
Ada banyak alasan seseorang terluka, dan seringkali kejadiannya tidak separah seperti yang terlihat. Aku perempuan, jadi aku sudah biasa melihat darah –  setidaknya setiap bulan. Kau tahu maksudku? – 110
“… maksduku, di dunia ini, satu-satunya orang yang dapat kau andalkan hanyalah dirimu sendiri.” – 111
Kau tidak perlu persetujuanku. Bagaimana aku bisa tahu apa yang ada di kepalamu? – 114
Aku mengambil sekotak susu dari lemari es, memeriksa tanggal kadaluarsanya dan menuangnya di atas semangkuk cornflakes, lalu merebus air dan membuat secangkir teh Darjeeling. – 116
Mungkin ini sekedar kenangan usang, tapi benar kata orang, waktu memang berlalu dan ternyata waktu berjalan sangat cepat. – 120
Banyak kejadian terlupakan dengan berjalannya waktu. Bahkan perang itu sendiri, perjuangan hidup dan mati yang terlewati oleh banyak orang, kini tampak hanya sebuah masa lalu. – 121
Betapapun banyaknya waktu berlalu, tidak peduli tengah apa yang terjadi dalam kehidupan kita, tetap ada hal-hal yang tidak pernah bisa kita lupakan, kenangan-kenangan yang tidak dapat kita hapus. Semuanya ada bersama kita selamanya, seperti goresan batu. Dan bagi saya apa yang terjadi di hutan pada hari itu adalah salah satunya. – 122

Overall
Terjemahannya sangat bagus. ketemu tiga-lima-typo tapi tak terlalu mengganggu. Kekuatan alih bahasa ada di pemilihan diksi yang renyah. Bagus. Cetakannya kuat, nyaman sekali buat dipegang dan dibaca untuk buku setebal ini. Terima kasih Penerbit Alvabet, ayoo kejar buku-buku Haruki yang lain untuk diterjemahkan. Dibanding kualitas terjemahan Norwegian dari KPG sangat jauh. Pemilihan kover juga menawan. Sebuah truk, seekor kucing, sekumpulan burung gagak. Seorang kakek tua memegang tongkat memandang dari kejauhan. Lanskap sureal sudah dicipta dari permulaan. Benar-benar gambar yang manis untuk dipajang di Perpus keluarga. Pecinta sastra wajib membaca dan mengoleksi buku ini. Setidaknya sepuluh tahun lagi, Hermione Yumna berkesempatan menikmati sebuah karya sastra bagus dengan memasuki dunia Kafka yang menakjubkan.

Dunia Kafka  | by Haruki Murakami | Diterjemahkan dari Kafka On The Shore | hak cipta Haruki Murakami, 2005 | Penerjemah Th. Dewi Wulansari | Editor A. Fathoni | Design sampul Ujang Prayana | Tata letak Priyanto | Cetakan ke 3, Maret 2016 | Penerbit PT. Pustaka Alvabet | 606 hlm, 13 x 20 cm | ISBN 978-602-9193-03-9 | Skor: 5/5
Karawang, 051116 – Matchbox Twenty – Unwell

Iklan

One thought on “Dunia Kafka – Haruki Murakami

  1. Ping balik: Best 100 Novels | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s