Chelsea On Fire

image

image

image

image

image

Conte: Kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol. Juga capaian clinsit kelima secara beruntun. Ini sangat fantastis, terutama jika kita melihat capaian di masa lalu, sangat luar biasa bisa menorehkan hasil ini.”
Lama sekali saya tak menyaksikan permainan Chelsea semenggairahkan ini. Oke, dua pekan lalu menumbangkan Manchester United 4 gol tak berbalas, namun permainan semalam jauh melebihi ekspektasi. Sungguh ofensif, efektif dan sedap dilihat. Permainan satu dua sentuhan, dari kaki ke kaki berjalan lancar. Main bola-bola pendek, penempatan posisi pemain yang pas. Dan sungguh luar biasa, pressing ketat pemain lain. Hebat sekali Antonio Conte, mengubah pemain biasa menjadi istimewa. Dengan pola tiga bek, 3-4-3. Sentralnya ada Gary Cahill yang kini lebih sering memakai ban kapten. Imbas strategi ini John Terry tersingkir jadi ban serep. Kedua sayap bek diisi oleh Azpilicueta dan David Luiz. Posisi tengah merata, dengan dua gelandang bertahan Kante dan Matic yang begitu kuat antara bertahan dan membantu menyerang. Lalu pemain lain, saya tak kenal Alonso jadi tak bisa menganalisisnya. Satu pemain tengah lagi, Victor Moses. Pemain so so ini jua yang dirubah Conte jadi beringas. Setelah era Di Matteo, Moses adalah spesialis pemain pra-musim sebelum dipinjamkan ke tim lain yang mau menampung. Musim ini dipercaya starter dan menjelma jadi pemain penting. Willian yang begitu menonjol di dua musim era Mourinho senasib JT26. Will setipe dengan Hazard, jadi memang harus dipilih salah satu. Hazard pantas berpesta, pantas menjadi man of the match, pantas merayakan kembalinya. Musim lalu ia hanya cetak empat gol, kini saat musim baru berjalan November totalnya sudah menyamai. Whoscored mencatat rating yang sangat tinggi 9,93 dengan melakukan tiga shots semuanya on target. Kalau sampai Hazard on fire sampai akhir musim, bisa-bisa Klopp menunda pecah telur The Reds.
Main di malam Minggu setelah lewat tengah malam, pas banget hanya jeda beberapa menit sebelum laga the Great digelar. Coba jadwal kedua tim selalu beruntun gini, akhir pekanku sempurna. Dengan memakai bunga di dada sebagai simbol untuk menghormati pahlawan Inggris yang gugur di medan perang. Setelah sukses pakai pola 3-4-3 di empat partai tentu saja malam ini Conte kembali menerapkannya. Pola yang sejujurnya tak lumrah di sepakbola modern. Sebelum kick-off The Blues menerima kabar bagus, sang rival Manchester City terpeleset setelah menit injury time The Boro menyamakan skor 1-1. Hasil yang memposisikan ‘menang adalah puncak’. Benar saja saat babak pertama kelar, everton sudah mengibarkan bendera putih karena diberondong tiga gol.
Gol pertama dicetak Eden Hazard, melalui liukan maut dan menyepaknya di pojok gawang. Selebrasi gol pertama ini sedikit banyak simbolis rasa sayangnya pada Willian karena ia berlari memeluknya. Simpati jadi pemain cadangan. Semenit berselang Marcos Alonso menambah gol. Prosesnya manis sekali. Sebuah sepakan lambung Pedro ke depan gawang mengarah ke Diego, namun tahu dibelakangnya ada Marcos ia membiarkan bola melaju dan dengan sekali sentak bola meluncur masuk. Alonso who? Baru tahu akhir-akhir ini. Namun melihat penampilannya rasanya cocok sekali melakukan passing-passing akurat dengan Matic. Sedang gol ketiga tercipta oleh Diego Costa menit 42. Costa yang sempat cidera karena kakinya kena terjang hingga berdarah, malam ini benar-benar buas.
Babak kedua Chelsea tak menurunkan tempo. Koeman mencoba meniru gaya dengan mengganti lima bek ke empat bek guna meredam lini tengah. Dan tentu saja berantakan. Gol Hazard tercipta karena memang buah kerja sama tim dan skill individu yang mumpuni. One two dengan tumit lalu menggoreng bola dan lagi-lagi menempatkannya di pojok gawang. Empat gol awal ini tercipta dari kreasi bersih bola hidup dari bawah. Empat sentuhan yang dimulai dari kiper Thibaut Courtois! Amazing kan. Gol penutup lebih seru lagi. Macam main PS1, giring ke arah gawang shoot kenceng, blok kiper, bola muntah tinggal menyepak. Benar-benar khas PS1. Sumpah mainnya The Blues mirip banget game PS, setiap bola bergulir kita seakan menekan ‘tombol kanan + O’ untuk terus mengejar bola. Setelah gol kelima baru, Chelsea santai. Tak ngotot lagi karena 3 poin sudah dikunci.
Tiga pergantian yang terjadi juga sekedar memberi menit pemain lain. Oscar masuk menit 70 mengganti Pedro. Lanjut Hazard yang keluar menit 80 memberi menit waktu bermain pemain muda Mitchy Batshuayi. Ketika tinggal 5 menit, sang kapten barulah menginjak rumput yang disambut appalus seisi Stanform Bridge. Mudah-mudahan Terry tak ngambek dan bersabar di bangku cadangan hingga kontrak terus diperpanjangn dan pensiun di sini.
Melihat permainan anak asuh Conte, saya jadi kasihan sama tim lawan. Tak ada perlawanan sama sekali. Tak ada suplai bola ke Lukaku, yang digadang akan pamer kebolehan sama mantan. Malam ini tak berkutit. Pemain Everton benar-benar tak ada gairah, hanya menonton dominasi Trueblue. Cahill punya kuasa central bek. Dua bek sayap Luiz dan Azpilicueta sangat rajin menyerang. Dua gelandang bertahan terbaik saat ini Matic dan Kante. Matic juara udara, Kante menggasak bola datar dengan sangat lincah. Kombinasi atas bawa yang sempurna. Keduanya rajin membantu pertahanan dan begitu menyerang mereka langsung berderap maju. Keduanya sukses meng-kover Luiz yang walau seorang bek tahu-tahu sudah di kotak pinalti lawan. Luiz jadi begitu terlihat sangat bagus. Pondasi pertahan dengan sistem ini sangat kokoh, pantas saja Thibaut Courtois semalam sangat santai. Tak ada peluang bersih dari Everton, hanya satu shot itupun tendangan lemah tanpa daya. Bisa-bisa dia ngopi di bawah mistar. Pertanyaannya bisakah ia melampaui rekor Edwin Van Der Sar yang punya rekor 14 laga?
Pada saat tim lain inkonsisten, The Blues dan The Reds sedang on fire. MU jelas sudah bisa dicoret dari kandidat juara, jangankan mau merangsek naik, mau bikin gol aja berat sekali. Mereka seakan kehilangan sosok kepemimpinan di lapangan, sampai-sampai pemain macam Smalling aja jadi kapten. Haha.. City sedang muram. Setelah awal yang manis, mereka perlahan menemukan bentuk aslinya saat berhadapan lawan sepadan. Kata Andhika –  teman diskusi FOC – City belum ketemu lawan berat. Dan memang benar, mereka terus kehilangan poin. Drop poin dari waktu ke waktu jadi hal lumrah, hingga akhirnya pekan 11 mereka terdepak dari puncak. Nah, kini kuda pacu layak diantisipasi dua kubu. Chelsea dan Liverpool sedang seru-serunya pamer permainan cantik. Klopp semalam menang meyakinkan 6-1 atas Wattford sehingga kini The Reds-lah yang menguasai nomor satu. Adaptasi Conte dan Klopp di Premiere League sangat cepat, salutlah buat kalian berdua berhasil membangun kembali kepercayaan diri kedua tim.
Sampai sekarang total gol The Reds 30, Chelsea di posisi 2 dengan 26. Liverpool sedang hot-hotnya bersama trio Firminho, Coutinho dan Mane. Chelsea sedang bergairah bersama Costa, Hazard dan Pedro. Dalam lima pertandingan, The Blues menggila semua disapu rata, tak kebobolan serta mendulang 16 gol. Rekor hebat.
Skorer kedua tim merata, tanda-tanda tim bagus karena tak ada ketergantungan. Conte tipikal pelatih yang rendah hati. Walau sudah menang beruntun dan masuk persaingan rebut piala, ia tak koya banyak nggambleh. Lebih banyak melihat ke dalam tim ketimbang lawan-lawannya. “Kami tak mengirim pesan ke tim lain. Yang penting adalah mengirim pesan untuk diri sendiri, agar berfikir dan fokus pada tugas kami. Bukan melihat yang lain.” Sementara Klopp pun tak jumawa. Pekan masih sangat panjang. Kedua pelatih menerapkan kesamaan dalam keharmonisan tim. Lihatlah pasca laga setiap pemain coba dipeluk satu per satu. Lalu keduanya juga selalu memuji pemainnya ketika memberi pernyataan pada pers. Lihat pula betapa ekspresinya mereka akan setiap gol yang terjadi. Sebuah hiburan tiada dua.
“Jangan selebrasi seperti itu saat Anda sudah menang 4-0?” Lupakan nasehat busuk itu! Klopp-Conte kalian berhak sejadi-jadinya jungkir balik! Patut ditunggu saat keduanya bersua, siapa yang akan banyak tingkah polah mengepalkan kedua tangan ke atas. Akankah banyak gol tercipta?
Koeman pasca laga berujar, “Sangat sulit bermain melawan Chelsea yang manajernya telah menularkan mentalitas kemenangan ke dalam diri pemainnya. Mereka lapar kemenangan dan pasti akan berjuang untuk juara.”
Apakah ada yang komplain Arsenal tak masuk persaingan? Arsenal semalam imbang, dan rasanya tak perlu memasukkan mereka dalam daftar kandidat juara, habitat 4 besar sudah cukup menyenangkan fan Gunners. Ya to?!
Chelsea 5-0 Everton.
Gol: Hazard (19, 55), Alonso (20), Costa (42), Pedro (62).
Susunan Pemain
Chelsea: Courtois; Azpilicueta, David Luiz, Cahill, (Terry 84′); Moses, Kante, Matic, Alonso; Pedro (Oscar 70′), Diego Costa, Hazard (Batshuayi 80′).
Everton: Stekelenburg; Williams, Jagielka, Funes, Mori; Coleman, Cleverley, Barry (Davies 66′), Barkley, Oviedo; Bolasie (Lennon 60′), Lukaku
HR Room NICI – Karawang, 071116
Note: Judul asli artikel ini awalnya adalah “Fantastic The Blues, Amazing Win – Five Cleansheet, Very Dominant”, tapi karena dirasa lebai saya rubah seperti yang Anda baca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s