Animal Farm – George Orwell

image

Animal Farm kubaca hanya dalam semalam saat menjaga Hermione terlelap, untuk memberi susu tiap dua jam sekali. Ceritanya sangaaaaat bagus. Dari paragraf pengantar saja sudah menarik, bahwa novel ini terinspirasi dari pengalaman Orwell saat sedang di sebuah desa melihat ada seorang anak berusia 10 tahun memegang pecut untuk kendali gerobak yang ditarik seekor kerbau yang badannya jauh lebih besar. Logikanya seandainya kerbau tersebut bisa berfikir maka dia akan melawan dan pasti menang.
Dari ide itulah muncul novel alegori Animal Farm. Dikisahkan ada sebuah peternakan di Inggris bernama Manor Farm – Peternakan Manor yang dikelola oleh Mr. Jones. Pada suatu malam seekor babi Mayor Tua mengumpulkan hewan-hewan yang ada untuk melakukan pemberontakan, dalam pidatonya dia mengajak hewan-hewan untuk bersatu guna mengusir manusia dari kehidupan.
“Kawan-kawan, sudah jelas bahwa sumber penderitaan hidup kita tak lain adalah tirani manusia. Maka hanya dengan menyingkirkan manusia-lah kita bisa menikmati hasil keringat kita. Hanya dengan mengusir manusia-lah kita jadi merdeka.” Teriak Mayor Tua. Tiga hari kemudian di awal bulan Maret, Mayor Tua meninggal.
Pidato Mayor telah menanamkan kepala binatang-binatang yang lebih cerdas di Peternakan sebuah pemahaman baru yang utuh dalam memandang kehidupan – mengingatkan kita pada legenda Karl Marx. Mereka tidak tahu kapan pemberontakan yang diramalkan Mayor Tua akan terlaksana. Pekerjaan untuk mengajar dan mengorganisasi binatang lainnya jatuh secara alami kepada pundak para babi, yang diketahui secara umum sebagai binatang cerdas. Lalu muncul dua babi yang menonjol bernama Napoleon dan Snowball. Efek pidato yang membara tersebut, cita-cita untuk menggulingkan kekuasaan manusia benar-benar terlaksana.
Pada suatu hari hewan-hewan bertingkah aneh dan puncaknya melakukan perlawanan. Bermula saat pagi hari Tuan Jones ketiduran karena mabuk dengan koran News Of The World dimukannya di atas sofa, sampai sore ia lupa tak memberi makan. Para hewan tak bisa menahan diri lagi. Seekor sapi mendobrak pintu gudang dengan tanduknya. Berhamburanlah biatang-binatang itu keluar. Saat Mr. Jones sadar dan mencoba menghalau kembali, terlambat. Walau awalnya tak seperti itu dalam rencana, namun perebutan kekuasaan itu berjalan lancar. Berhasil. Mr. Jones dan istrinya lari kalang kabut. Peternakan Manor pun pecah sorak sorai dalam kegembiraan. Dan kekuasaan  ‘dari hewan oleh hewan untuk hewan’ dimulai. Lagu ‘Binatang Inggris’ pun dikumandangkan.
Peternakan Manor dirubah nama jadi Peternakan Binatang. Napoleon dan Snowball lalu merumuskan Prinsip Binatangisme dalam tujuh perintah. Dipajang dengan cat putih besar yang dapat terbaca hampir 30 meter jauhnya. Tujuh Perintah itu adalah:
Apa pun yang bejalan dengan dua kaki adalah musuh
Apa pun yang berjalan dengan empat kaki atau memiliki sayap adalah teman
Tidak ada binatang yang boleh mengenakan pakaian
Tidak ada binatang yang boleh tidur di atas tempat tidur
Tidak ada binatang yang boleh minum alkohol
Tidak ada binatang yang boleh membunuh sesama binatang
Semua binatang sederajat
Semuanya ditulis dengan rapi kecuali kata-kata ‘teman’ yamg tertulis ‘teamn’ serta huruf ‘s’ yang salah putar. Snowball membacanya dengan keras dihadapan binatang lain. “Sekarang teman-teman mari kita ke ladang rumput! Mari kita buat awal yang membanggakan untuk memasuki masa panen lebih cepat dari yang dapat dilakukan Jones dan kawan-kawan.”
Nyaris semua binatang antusias menghadapi masa baru. Bersemangat dengan era yang menjanjikan. Mereka bekerja lebih keras dari yang mereka bisa lakukan sebelumnya. Sepanjang musim panas, pekerjaan di ladang berjalan seperti biasa. Semua bahagia sebab mereka tak menyangka hal ini akan menjadi kenyataan. Karena semua makanan adalah milik mereka sendiri, tak ada yang didermakan kepada majikan yang malas. Dengan kepergian manusia yang seperti benalu dan tidak berharga, tersedia lebih banyak kesenangan juga, walaupun binatang itu tak berpengalaman.
“Aku akan bekerja lebih keras lagi.” Kata Boxer. Seekor kuda jantan yang sangat kokoh. Benjamin tua, seekor keledai adalah satu-satunya binatang yang bergeming atas pemberontakan ini. Dia tetap melakukan aktivitas seperti biasa. “keledai hidup dalam waktu yang lama, belum ada diantara kamu yang melihat seekor keledai mati.”
Pada hari Minggu tak ada kerja. Makan pagi lebih lama satu jam dari biasanya. Ada upacara pengerekan bendera Republik Binatang. Setiap ada perselisihan, para babi-lah yang memberi solusi. Napoleon dan Snowball sejauh ini yang paling aktif dalam perdebatan. Snowball lalu membentuk komite yang mengajari para binatang untuk membaca. Namun Napoleon tak setuju, menurutnya pendidikan untuk kaum muda lebih penting daripada untuk para dewasa. Suatu kali Jessie dan Bluebell melahirkan Sembilan anak anjing yang sehat. Setelah selesai masa menyusui Napoleon membawanya untuk dididik tersendiri.
Menjelang akhir musim panas, keadaan benar-benar membaik sesuai rencana. Hanya ketakutan kembali Mr Jones-lah mereka was-was. Napoleon dan Snowball selalu mengirim burung untuk memantau keadaan sekitar. Ternyata Mr Jones terpuruk dan banyak menghabiskan waktu di bar Red Lion, Willingdon mengeluhkan betapa hidupnya tak adil. Peternakan tetangga Foxwood adalah peternakan ketinggalan zaman dengan rumput liar di mana-mana. Pemilik Mr Pilkington adalah petani terhormat yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berburu atau memancing, tergantung musimnya. Peternakan Pinchfield, lebih kecil dan terawat dengan pemilik Mr Frederick, laki-laki yang lihai dan tangguh. Mereka berdua mulai khawatir dengan pemberontakan yang terjadi di Peternakan Binatang.
Suatu hari di bulan Oktober, Mr Jones melancarkan serangan untuk merebut kembali peternakan miliknya. Namun karena kini para binatang sudah kuat dan melawan, Mr Jones kewalahan. Kehebatan kembali menghalau mantan pemilik itu sangat heroik hingga menyematkan Boxer dan Snowball menjadi ‘Pahlawan Binatang Kelas Satu’ serta ‘Pahlawan Binatang Kelas Dua’ untuk para domba yang tewas. Mereka sepakat menyebut kemenangan itu dengan Pertempuran Bangsal Sapi.
Berjalannya waktu, dua kepemimpinan Napoleon dan Snowball membuat Republik binatang goyah. Dalam rapat Snowball sering menang dengan pidatonya yang cemerlang, sementara Napoleon lebih unggul mengorganisasi massa. Hingga akhirnya ide membangun sebuah kincir angin memecah dalam dua kubu. Untuk pertama kalinya muncul keraguan di antara mereka tentang sistem pertahanan yang harus dibuat. Pada suatu Minggu diadakanlah pemungutan suara untuk perlu tidaknya dibangun kincir angin. Ketika penghitungan suara nyaris memenangkan Snowball, Napoleon berdiri dan memberi lirikan padanya seraya mengeluarkan ringkikan aneh yang tak seekor binatanpun paham. Seketika terdengar suara salakan yang mengerikan dari luar diikuti Sembilan ekor anjing yang sangat besar berkalung ban di leher kuningan, mereka mencoba menggigit Snowball yang terkejut. Snowball lari keluar Peternakan, kalang kabut. Sejak itu ia tak pernah kelihatan lagi. Perebutan kekuasaan itu memberi Napoleon hak absolut dan kini menjadi pemimpin tunggal Republik Binatang.
Dengan pemimpin baru, Peternakan Binatang mengarungi masa depan. Bagaimana kehidupan mereka setelahnya, apakah lebih makmur ataukah sebaliknya? Buku ini memiliki ending yang memilukan. Sangat bersimpati sama salah satu karakter bernama Boxer yang begitu semangat menyambut era baru, totalitas mengabdi sampai akhir pilu di hari tua. Lalu karakter unik Benjamin Tua yang sinis, ia berpendapat zaman babi nantinya tak jauh beda zaman manusia. Namun ia pun tak mau banyak cingcong, sebuah perlambangan orang-orang pintar yang bungkam, masa bodoh.
Well, buku yang luar biasa. Tipis memang, sehingga dapat dibaca hanya semalam. Poinnya terlalu luas untuk dijabarkan. Terlalu banyak simbol yang dimasukkan Orwell. Novel satiris ini layak masuk jajaran novel terbaik sepanjang masa. Novel yang pertama terbit pada tanggal 17 Agustus 1945 ini menggambarkan negara Uni Soviet dengan kediktatorannya. Namun berjalannya waktu, kritik Orwell terhadap Komunisme menjalar ke arah banyak hal. Secara umum diktator Napoleon bisa berarti diktator negara lain macam Fidel Castro, Idi amin, Saddam Husaen, Slobodan Milosevic sampai era mantan presiden kita pak Harto.
Awalnya buku ini berjudul Animal Farm: A Fairy Tale, namun ketika diterbitkan ke Amerika ‘A Fairy Tale’ nya dihapus karena tak cocok dikonsumsi anak-anak. Lalu diberbagai negara sub judulnya bervariasi. Ada yang memakai ‘A Satire’ ada pula yang menambahkan ‘A Contemporary Satire’. Di Perancis nama Napoleon dirubah ke Cesar, karena Napoleon adalah pahlawan Nasional. Untuk terbitan Indonesia ada banyak jenisnya, semuanya yang kulihat berjudul Animal Farm, tak ada embel-embel apapun. Saya beli novel ini tahun 2014 oleh penerbit Titah Surga. Waktu itu harganya lumayan mahal 50 ribu. Padahal saat saya berkunjung di beberapa toko buku, dengan terbitan lain paling 30 ribuan. Tak seperti 1984 yang rumit, kualitas terjemahan Animal Farm asyik, enjoy. Tak banyak buat dahi berkerut atau berpikir keras. Lancar, nikmati tiap lembarnya. Jelas buku ini sangat amat pantas masuk koleksi Perpus Keluarga dan dibaca Hermione. Suatu saat saya membayangkan ia berujar, ‘Terima kasih ayah, sudah mengenalkan buku keren ini sedari dini.’
Animal Farm | by George Orwell | Penerjemah Tim Penerbit | Desain sampul Ahkid El-Fahmi | Gambar sampul depan diambil dari karya AC. Andre Tanama berjudul Rinegem hing dubriksa (2014) koleksi W.K. Eka P. | Signet Classics, 1996 | ISBN 978-602-70357-0-06 | Yogyakarya, Penerbit Titah Surga | x + 150 hlm; 120 x 185 mm | Cetakan I, April 2014 | titahsurga.com | Skor: 5/5
Ruang HR NICI, Karawang, 071116 – Sherina Munaf – Lari Dari Realita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s