Bob Dylan Raih Nobel Sastra 2016

image

Seminggu sudah pengumuman pemenang penghargaan tertinggi dunia sastra itu diumumkan, seminggu sudah pula saya masih bimbang. Kabar kemenangan seorang penyanyi akan Nobel Sastra membuat banyak dahi berkerut, termasuk saya. Seminggu ini saya ragu, apakah akan saya posting kabar ini atau tidak? Namun setelah diskusi dengan beberapa teman, ngobrol ngalor ngidul akhirnya saya sempatkan diri untuk sedikit mengulasnya.
Pertama jelas, saya tidak mengenal Bob Dylan. Beda jauh generasi, dan saya bukan penikmat musik-musiknya. Pertama tahu dan benar-benar mendengarkanya adalah saat salah satu lagunya ‘The Times They Are A-Changin’ mengisi soundtrack film Watchmen. Dan karena saya suka sekali film ini, maka saya dengar berulang-ulang adegan pembuka saat lagu itu berkumadang. Adegan saat The Comedian dilempar keluar dari gedung bertingkat. Lagu ini sejatinya bertutur tentang ‘anak lelaki dan perempuanmu diluar kendalimu’ bagi gerakan protes menentang perang Vietnam. Lalu lagu Knockin’ On Heaven’s Door, tahu gara-gara pernah dinyayikan ulang oleh Avril Lavigne. Dan tentu saja lagu “I Shall To Be Free No. 10” yang didedikasikan untuk Cassius Clay alias petinju Muhham Ali tahun 1964 yang kala itu sukses menghempaskan Sony Liston. Yah, sebatas itu.
Kedua. Setelah saya telusuri di berbagai web dan hasil diskusi, Bob Dylan adalah seorang penyanyi pertama yang memenangkan penghargaan tersebut. Nah ini adalah poin utama yang nanti akan saya kupas. Kok bisa? Dua lagu yang diklaim kenapa ia berhak hadiah ini adalah Blowing in the Wind dan The Times They Are A-Changin’.
Ketiga, pro-kontra akan selalu muncul. Bukan hanya tahun ini, beberapa tahun belakangan juga muncul sinisme akan Nobel Sastra. Kalau saya sendiri hanya karena jagoanku, penulis favoritku belum menang aja yang membuat kesal. Haruki Murakami contohnya, mau sampai kapan? Philip Roth, Lazio Krasznahorkai sampai Milan Kudera. Daftar Penulis hebat masih sangat panjang. Yah, mereka lebih layak, mau sampai kapan? Dylan sendiri adalah sosok yang kontoversial dalam kehiduapn pribadinya. Lahir sebagai Yahudi lalu tahun 1970an pindah agama Kristen lalu pada suatu ketika bilang tidak menganut agama tertentu.
Keempat, efek kemenangan ini membuatku berburu lagu-lagu beliau. Lirik-lirik yang katanya puitis, yang menghiptotis dan sarat makna. Well, beberapa iya. Kalau kata bung Tak – teman ngerumpi, Bob Dylan ini semacam Iwan Fals-nya Amerika. Jadi yah, kalau kalian sulit membayangkan seberapa besar Bob di luar, bayangkan aja seberapa besar Iwan Fals di sini. Legendaris! Jangan-jangan suatu saat ketika bung Iwan merilis album baru, dia dinobatkan pemenang Kusala Satra Khatulistiwa? Nah kalau yang ini jangan dibayangkan. Anehkan?
Oke, mari kita kupas perlahan satu demi satu. Sebagian kukutip dari Wikipedia. Robert Allen Zimmerman adalah nama asli Bob Dylan. Lahir di Duluth, Minnesota, USA pada tanggal 24 Mei 1941. Ia adalah penyanyi sekaligus penulis lagu. Majalah Rolling Stones menempatkannya di urutan kedua dalam daftar Greatest Artists of All Time di bawah The Beatless. Sejak kecil ia sudah bisa memainkan gitar dan harmonika. Ia belajar secara otodidak. Waaa mirip Iwan Fals ya. Sewaktu SMA membentuk band the Golden Chord. Kehidupan remajanya diwarnai dengan tampil di berbagai kafe. Musiknya lebih banyak bergenre blues. Memakai nama Bob Dylan karena terpengaruh penyair Dylan Thomas.
Dylan melakukan debut albumnya pada tahun 1962 dengan hanya dua lagu asli sedangkan yang lainnya gubahan, mayoritas lagu rakyat. Setelah debut itulah ia mulai menulis lagu-lagunya sendiri. Di album kedua The Freewheelin’ Bob Dylan ia banyak memasukkan protes politik dan menyentil para petinggi. Album itu sukses dan mulai dinyanyikan ulang beberapa musisi. Tahun 1964 lagu The Times They Are A-Changin’ rilis.
Di tahun 1965 ia mengalami kecelakaan motor di dekat rumahnya di Woodstock, New York. Kecelakaan itu membuatnya harus dirawat seminggu dan ia mengalami amnesia. Kejadian itu membuatnya menyepi berbulan-bulan dan fokus dengan keluarga. Kejadian ini sempat membuat orang mengira ia shock karena jadi orang terkenal baru. Tahun 1969 ia merilis album yang lebih bernuasa country berjudul Nashville Skyline. Album yang lebih mengenalkan hit lagu Lay Lady Lay. Lagu yang sukses di penjuru dunia.
Setahun berselang ia merilis album ganda Self Portrait lalu New Morning yang didaulat sebagai album comeback-nya. Tahun 1970 ia merilis buku Tarantula. Dua tahun kemudian ia tampil dalam film Pat Garret dan Billy the Kid. Di film itulah ia mengisi soundtrack lagu paling fenomenalnya, Knockin’ On Heaven’s Door. Setelahnya Bob Dylan aktif dalam berbagai tur yang sukses. Tahun 1980an ia melakukan tur yang kemudian disebut sebagai ‘Never Ending Tour’.
Sampai akhirnya tanggal 29 Mei 2012, presiden Barrack Obama menganugerahinya Presidential Medal of Freedom di Gedung Putih. Dan tanggal 13 Oktober 2016 mengguncang dunia literasi dengan menyabet Nobel Sastra. Tanggal 13 Oktober dipilih sebagai hari pengumuman pemenang untuk memperingati hari kematian seniman drama asal Italia, Dario Fo tahun 1997.
Klaim dari Akademi Sains Kerajaan Swedia, Bob Dylan menang karena dinilai liriknya mempengaruhi dari berbagai generasi. “Puisi bagi telinga”. Lagunya ada di berbagai tema dari cinta, agama, sosial sampai politik. Beberapa kali dirinya sudah pernah dinominasikan, namun baru tahun ini benar-benar menyabetnya. Kemenangan ini tentu saja membuat banyak pihak terkejut, namun saat diumukan terjadi tepuk tangan panjang drai para jurnalis yang hadir. Hadiah sebesar 8 juta Kronor atau setara Rp 12 milliar. Dia memang pernah menulis buku Tarantula, namun tak ada gaung sama sekali. Pernah juga membuat Writings and Drawings (1973) namun tetap itu bukan ‘sastra’ yang kita kenal. Satu hal yang saya pegang dan harus digarisbawahi adalah para penyanyi sudah punya wadah untuk ajang penghargaan bergensi mereka, Grammy Award misalnya, jadi kenapa ‘menyerobot’ lahan Sastrawan? Bermuatan politis? Entah, namun terasa aneh penyanyi menang Sastra. Kalau patokannya lirik-lirik lagu yang mengena, banyak sekali pesaingnya. Ebith G Ade, Rhoma Irama, sampai Iwan Fals punya lagu-lagu berpengaruh dengan lirik menawan. Penjabarannya akan melebar kemana-mana.
Ok, sastra memang luas. Namun harus digaris tebal, dunia literasi dan dunia musik adalah dimensi yang berbeda. Piala ini lazimnya diterima Novelis atau Penulos puisi. Pihak Swedish Academy mengklaim, “Selama 54 tahun ia selalu menciptakan karya baru dan melahirkan identitas baru.” Lalu Per Wastberg, anggota Swedish Academy berujar, “Ia mungkin adalah penyair paling hebat hingga saat ini.”
Kini Bob Dylan bisa disandingkan dengan Rabindranath Tagore penulis asal India, Rudiant Kipling, penulis The Jungle Book, Gabriel Garcia Marquez, penulis One Hundred Years of Solitude. Sampai Penulis tersohor dari China Mo Yan. Dari tahun 1901 sampai 2016 total 109 hadiah nobel sastra sudah diberikan kepada 113 individu.
Upacara penganugerahan akan dilakukan pada tanggal 10 Desember 2016 di Stockholm, Swedia yang diberikan langsung oleh Raja Carl XVI Gustaf. Tanggal 10 Desember dipilih karena memperingati hari kematian Alfred Nobel yang meinggal tahun 1896. Penghargaan yang diberikan meliputi sains, sastra, dan perdamaian.
Namun hingga saat ini Bob Dylan tak bisa dihubungi walau sudah dikirim surel dan ditelpon berkali-kali. Dylan bahkan tak berkomentar sama sekali atas Nobel ini. Jangan-jangan seperti kita, beliau juga bingung kok bisa menang ya?
Well, akhir kata kemenangan Bob Dylan mungkin masih akan diperdebatkan. Namun kemenangan ini setidaknya sedikit saya syukuri karena beliau mengalahkan Adonis, Ngugi wa Thiong’o dan Penulis kontrovesial Salman Rushdie. Masih protes dengan kemenangan uncle Bob? Sudahlah.
Karawang, 231016 – Paris Hilton – Turn It Up
Dikutip dari berbagai sumber.

Iklan

One thought on “Bob Dylan Raih Nobel Sastra 2016

  1. Saya juga kaget mendengar berita ini, Mas. Saya pikir juga begitu, kalau penghargaan buat penulis kan udah ada ajngnya, mengapa juga pakai diganjar dari ranah penulisan, walaupun lirik lagu juga bisa masuk kategori karya tertulis. Kalangan penyair Nusantara juga heboh membahas kemenangan Dylan. Bahkan banyak penulis hebat dunia yang belum atau tidak mendapat penghargaan serupa. Hadiahnya gede banget ya hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s