Success Protocol – Ippho Santosa

image

Kerja itu ibadah. Itu adalah salah satu kalimat yang sering disampaikan Bapak Muhammad Nasih, atasan saya. Eh mantan atasan saya di PT NICI. Sekarang beliau sudah pindah ke Surabaya. Di akhir bulan Juni 2016, beliau pamit. Mudik sekaligus pindah kerja. Di hari terakhirnya beliau menghadiahkan timnya buku-buku. Setelah perpisahan yang sendu dan mengharu, beliau berpesan pentingnya menjaga ibadah sekalipun dalam waktu kerja, pentingnya usaha mandiri dan keinginan yang mulia harus diikuti dengan tindakan yang tepat.
Buku ini kuterima dan walau bukan genre-ku saya berjanji akan membacanya sampai kelar. Saya kurang suka buku-buku motivasi, buku inspirasi, buku muluk-muluk tips sukses, apapun bentuknya apapun nasehatanya. Saran terbaik ya dari dalam bukan dari luar. Guru terbaik ya hati sendiri dalam menghadapi waktu, bukan petuah-petuah luar. Nah, sebagai penghormatan beliau ya tetap saya baca dan review. Dan benar saja, isinya sederhana. Tujuan Iphho saya tahu, sharing dan mengajak pembaca maju dalam iftah agama. Namun cara penyampaiannya buruk. Bayangkan dalam tiap halaman kalian akan melihat gambar Menara-menara dunia beserta patung Liberti. Seolah bilang, ‘nah gue sudah sampai sini coy!’. Beberapa lembarnya lebih parah lagi, foto-foto selfie dan beberapa foto bersama orang terkenal di berbagai belahan dunia. Gaya pamer untuk memotivasi untuk orang lain kurasa bukan ide bagus. Kalau di sosmed sih masih mending, tapi kalau dalam cetakan buku berharga mahal. Duh! Kata Rhoma terlalu. Sebenarnya sudah tertebak sih, lihat aja kovernya. Narsis gitu. Kalau ada pemilihan kover buku terburuk, kamu pasti memasukkan buku dalam daftar TOP TEN.
Apakah hanya itu keluhan utamanya? Bukan! Isinya dangkal sekali. Tak banyak vitamin yang bisa saya serap. Mayoritas sudah saya baca di tempat lain. Buruknya, itu bukan ide dan pemikiran dia namun tak memberi kredit, jelas kesalahan fatal. Prediksi saya bahwa buku ini akan mengecewakan, sah terbukti.
Dalam sekali duduk di hari Minggu yang gerimis, saya kelar membacanya. Hambar. Sampulnya aja yang tebal dan mentereng, isinya tipis dan sangat biasa. Kopi yang saya minum bahkan belum habis ketika buku ini sampai di penghujung. Benar-benar tidak worth it dibeli. Karena ini hadiah, maka yah tak terlalu rugi. Buku dibuka dengan persembahan, lalu ucapan terima kasih atas terpilihan Ippho dalam berbagai penghargaan. Bukti pamer dan – maaf – terkesan sombong kan. Lalu pengantar dari Dr. Aries Mufti seorang pakar MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) yang memuji Ippho yang sukses. Akhir pesannya: ‘… buku ini akan menjelaskannya. Dan Anda beruntung, karena telah memilikinya.’ Wuih, absurb!
Lalu Ippho menjelaskan singkat buku-buku beliau sebelumnya. #7KejaibanRezeki yang sudah diseminarkan hampir di 20 negara di 4 benua. Satu nama disebut, bung Jamil Azzaini. Yah, saya sudah baca Kubik Leadership. Nah itu baru buku motivasi yang bagus. Padat. Bervitamin. Tak seperti ini. Tipis dan simple.
Lalu apa itu Success protocol? Ialah rumus 7i, semacam corporate sufi – widih istilahnya sufi coy. Bakalan berat? Enggak juga. 7i itu rumus. Ikhtiar, Itqan, Indibath, Itikaf, Ihsan, Ikram, dan Ittihad. Semua menuju Ijabah. Sebagai pusat aktifitas professional slide. Kemudian dijelaskannya satu per satu. Di pembuka adalah ihktiar (work with workship). Bahagia itu mudah. Yah saya setuju. Bahagia itu dari dalam, kita sendiri yang menetukan. Itu kata Mahatma Ghandi dan Dalai Lama. Berdasar survey waktu paling bahagia itu jam 19:26 di Sabtu Malam. Kata Daily mail, usia paling bahagia itu di angka 34 tahun. Namun tentu saja, kita bisa menentukan bahagia dengan waktu dan cara sendiri. Kita bisa menyusun takdir dan keberuntung sendiri!
Nabi Saw bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, yang darinya tubuh diciptakan dan disusun kembali.” Tulang ekor disebut ajbudz dzanab, relics, dan coccyx. Disebut juga saririka datu dalam agama Hindu dan Budha. Dalam tradisi Hindu, mayat dibakar sampai menjadi abu dan abu yang dicari itu adalah tulang ekornya. Lazimnya warna abu itu putih atau hitam, tergantung selama hidupnya apakah baik atau buruk.
Buya Hamka pernah bilang kalau sekedar kerja, kera juga kerja. Kalau sekedar makan, babi juga makan.  Bukan hanya sekedar ‘kerja kerja kerja’ namun juga ‘berkah, berkah, berkah.’  Ingat kerja akan dinilai ibadah apabila diringi dengan niat yang benar, sikap yang benar dan cara yang benar. Dengan menyadari kerja adalah ibadah berarti kerja adalah bekal bukan beban yang dengan izinNya dapat membantu meringankan kita saat dihisab kelak di Hari Pembalasan.
I kedua adalah ittihad (work with network). Pembukanya tentang joke suami istri yang sebelum berangkat kerja sang istri minta sun. Joke jadul ini jelas sekali bukan pemikiran murni sang Penulis. 10 tahun lalu temanku pernah bercanda dengan kalimat yang mirip.
Pertanyaan kenapa manusia dibuat bersuku-suku dan berbangsa-bangsa? Ya biar saling mengenal, itu jelas ada di kitab suci. Jadi kalau mau bahagia dan panjang umur ya bersilaturahmilah. Ini jelas ada dalam hadits. Silaturahmi penting kok, sebelum baca ini buku kita semua juga tahu. Perbedaan itu wajar, asal ga mau menang sendiri. Rumus + x + = +, + x – = -, – x + = -, dan – x – = + bukan barang baru juga. Di briefing pagi NICI, pak Endang sudah sangat sering dibahas dan diungkap.
I yang ketiga itqan (perfection for satisfaction). Itqan itu bekerja dengan teliti dan hati-hati, sepenuh hati, dan bermutu tinggi (dengan eksekusi terbaik, fokus terbaik, spirit terbaik dan material terbaik). Dalam proses film Taken 2 di Turki, aktor Liam Neeson bilang terpana dan terpesona dengan suara adzan yang pernah diberitakan oleh the Sun.
Kalian tahu Simdrom 15P? ya, joke itu sudah wara-wiri di web. Kali ini dinukil di sini. ‘Pergi pagi, pulang petang, pinggang pegal-pegal, pala pening-pening, pendapatan pas-pasan, potong pajak pula.’ Lalu Anda harus menghindari BEJO: Blame-menyalahkan orang lain, Excuse-mencari-cari alasan, Justify-membenarkan diri sendiri, dan Ostrich-tidak mau tahu. Yah, itu semua buruk. Kemudian sejarah terciptanya sepeda oleh Karl Drais di Jerman akibat kuda pada mati karena letusan gunung Tambora di Indonseia tahun 1817. Itu juga info basi. Pernah muncul di kuis Hexagon war, dan tentu saja saya menjawab dengan tepat.
I yang keempat adalah itikaf (introspection for improvement). Semacam plan v realisasi kemudian dievaluasi hasil kerjanya. Kalau secara umum muhasabah yang berasal dari kata hasiba yahsabu hisab yang artinya melakukan perhitungan.
“Tidak perlu bersedih. Semua itu ada waktunya. Ada masa di atas, ada pula masa di bawah. Jadi kita tinggal menjalanainya saja. Yang terpenting adalah saat berada di atas jangan sombong.” Jleeb! Lalu foto-foto pamer keliling dunia dipajang.  (
I yang kelima adalah indibath (persistency with consistency). Ah konsisten, sampai kapanpun akan jadi kunci. Joke sholat nomor dua apalagi, ini garing sekali. Pertama dengar pas SMP, jadi sekitar hhmm… 15 tahun lalu? Alamak. Dipajang di buku berharga mahal lho. Yah, iman seseorang naik turun. Wajar. Sehebat apapun pasti pernah down. Rumus 3S: Sabar + Sholat = Solusi. Ini juga sederhana karena sudah ada di dalam ayat Al Quran, di mana Sabar dan Sholat untuk dijadikan penolong. Walau pelaksanaannya tentu saja tak sesederhana yang dikira. Kegagalan itu wajar. Orang sukses pastilah pernah mengalami berbagai kegagalan dulu.
I yang keenam adalah ihsan (productivity with spirituality). Kita semua tahu arti ihsan-kan. Allah maha melihat jadi setiap gerak-gerik kita diawasi, jadi jaga sikap jaga hati. Yakin akan keberadaan Allah di mana pun berada bukan hanya di tempat ibadah.
Cara bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: dahi, kedua telapak tangan yang sejajar dengan hidung, dua lutut, dan dua ujung dua kaki. Penjelasan keistimewaan sholat silakan baca di web, sudah banyak sekali tersebar. Buku ini hanya nukil. Copy-pas-edit. Jangan lupa JUAL. Royalty.
I yang ketujuh adalah ikram (productivity with sincerity). Ketulusan itu sikap yang sangat bijak. Tingkatannya tinggi. Pengorbanan seorang ayah untuk mencari nafkah demi keluarga juga sebuah tindakan yang bernilai tinggi. Ikhlas apalagi, rasa syukur yang luar biasa atas apapun yang terjadi. Dan yang terakhir sedekah. Ahhh keistimewaan sedekah sudah banyak dibahas. Silakan goggling.
Dengan banyaknya konten yang sudah umum kenapa buku ini bisa sukses dan mahal? Jawabnya adalah nama Penulisnya yang bisa menjual. Ibaratnya Ippho bikin buku motivasi selebar buku saku-pun akan laku. Ahh nama, sebuah brand yang terkadang menipu. Jelas brand tidak berbanding lurus dengan kualitas. Dan buku ini membuktikannya. Mending baca di net deh, ada ratusan ribu tips yang jauh lebih hebat ketimbang mengeluarkan uang membeli buku ini. Dan benar, menikmati fiksi jauh lebih menarik daripada membaca gambar pamer orang keliling dunia. Yakinlah!
Success Protocol: Mencapai Target Ala Sufi Korporat | oleh Ippho Santosa | kontributor Tendi, Ardi & Datie | copyright 2015 | Penerbit Elex Media Komputindo – Kompas Gramedia | 234151081 | ISBN 978-602-02-6614-5 | Cetakan ke-2, Januari 2016 | Skor: 1.5/5
Ruang Hr – NICI, Karawang, 211016 #Sherina Munaf – Singing Pixie

Iklan

One thought on “Success Protocol – Ippho Santosa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s