A Hollogram For A King: How Did I Get Here

image

Dari posternya sudah terlihat unik. Tom Hanks mengenakan setelan jas ke kantor lengkap dengan tas jinjing dan dasi di tengah gurun. Dengan tagline How Far Will You Go? To Find Yourself. Dengan kondisi saya rapatkan telinga tak tahu ini film tentang apa, di Selasa sore yang mendung. Hari itu saya sedang kurang fit, tidak masuk kerja di musim hujan yang flu, sehingga memutuskan mendekam di kamar dan mencoba menikmati film yang kudapat dari copy teman kerja, Rani Wulan.
Film dibuka dengan ambigu. Alan Clay (Tom Hanks) seorang salesman berjalan sambil berdendang terhadap penonton tentang iklan investasi. Tanpa uang. Rumah. Mobil. Istri. Dan bertanya ‘bagaimana saya sampai di sini?’ Sambil berteriak menengadah ke atas. Situasi menempatkan Alan harus ke Kerajaan Saudi Arabia.
Dengan rollercoaster yang aneh, ia terduduk di sebuah pesawat terbang bersama rombongan haji dengan suara menggema ‘Laibaika Allahuma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda, wanni’mata…” Pesawat melintasi gurun dengan kepulan dua asap di ekornya. Alan sampai di hotel Hyatt, Jedah. Tampak frustasi dan terbebani. Menatap malam Timur Tengah dari kaca hotel lalu menutup mata dan mengatukkan kepala di kaca gedung, ‘huuuuufffhhh…’ seakan bilang. Kenapa saya bisa sampai di sini? Lalu judul utama film muncul. Kita tahu Alan sampai di sana karena terpaksa, bosnya bilang kau ada di bangku cadangan dan ini bukan hari Schwinn.
Di hari pertama di Arab, Alan bangun kesiangan jam 09:14. Bertanya ke lobi, dan tadaaa…. Yang jawab orang Jakarta, Indonesia! Minta mobil dan sopirnya untuk diantar ke gedung KMET – Pusat Metropolis Ekonomi dan Perdagangan. Dengan mobil butut yng dikendarai oleh Yousef (Alexander Black), orang aneh yang drop out kuliah di Alabama, Amerika. Men-stater mobil gagal, ternyata ada kunci rahasia. Takut dicuri? Bukan, takut diledakkan! Waaa…, bukan. Bukan karena teroris tapi takut karena selingkuhan. Saya bukan sopirmu, saya pemandumu. Sopir. Pemandu. Pahlawan.
Selama perjalanan, mereka saling berkenalan. Dengan iringan musik Chicago – You’re The Inspiration bersuara besar dan si Yousef terus saja ngoceh. Lalu musik lain ga jelas. Percakapan ambigu itu berakhir juga. Sesampai di sana Alan bertemu Sayed (Waleed Elgadi) dan setelahnya diminta bertemu dengan Karim Al-Ahmad (Khalid Laith), sebagai kontak utama tender IT. Di sana semua juga absurb. Seorang laki-laki duduk di dekat mobil cakruk, melamun. Alan kemudian bertemu dengan timnya, timnya bukan mempersiapkan slide presentasi di gedung, tapi hanya di tenda seadanya. Ada tiga orang dari Reyland Grup yang ditempatkan di sana. Cayley, Brad, dan Rachel. Mereka bertiga sepertinya tertekan dengan fasilitas seadanya, tak ada makanan, tak ada wifi. Jadi untuk persiapan presentasi nantinya bagaimana? Semua tim jelas terlalu berharap banyak pada Alan, yang mana ia sendiri ragu akankah bisa menjadi vendor proyek ini. Di sgedung divisi pengembangan ia disapa resepsionis Maha (Amira El Sayed). Bahwa Karim tidak ada di tempat, diminta datang lagi besok. Apa jadinya FISH tanpa eye (i) – Fssshhhhh….!
Sekembali ke hotel, dia dihubungi bosnya Eric. Kenapa tidak bisa ketemu Karim dan bagaimana perkembangannya. Sepatunya penuh pasir. Hufh… Ia bermasalah dengan putrinya Kitty Clay (Tracey Fairway). Ia menjalani kelulusan SMU dengan bekerja paruh waktu sebagai pramu saji karena tak ada biaya untuk kuliah. Mengalami perceraian yang menyedihkan, mantan istrinya selalu menyalahkannya. ‘Masalah ada di sini, apa yang dilakukannya di padang pasir?’ Lalu bermasalah dengan ayahnya, yang optimis dalam menjalani hidup, maka ketika tahu ia di Arab, apa yang kau lakukan di sana? Sedang menjual sistem IT telekonfresi kepada Raja? Hei alan, jembatan Oklahoma sedang dibuat di China. Jadi ketika masalah ekonomi sedang pelik, segalanya bisa terjadi. Malam itu kita tahu, Alan frustasi akan kehidupan. Dengan akting hebat Tom Hanks, kepelikan masalah jadi begitu bernyawa.
Besoknya sama. Ia bangun kesiangan. Dijemput oleh Yousef lagi. Dan sesampai di gedung, sama saja. Mr. Karim tidak ada di tempat. Kemarin di Jeddah, hari ini di Riyard. Hufh, wifi masih bermasalah, makanan tidak ada. Carut marut. Mereka kan vendor, kenapa tidak didukung sengan fasilitas memadai? Lalu ia pun mengambil tindakan nekad. Masuk gedung ketika Maha sedang mendapat perhatian lain. Di lantai atas ia bertemu seorang wanita dari Denmark, Hanne (Sidse Babett Knudsen). Dari Hanne kita tahu, raja tidak di sana karena sudah 18 bulan janji-jani itu kosong. Malam itu kita pun tahu ada masalah di punggung Alan. Benjolan sebesar telur ayam itu sudah dideritanya lama dan kini semakin sakit.
Esoknya Yousef mengajaknya jalan-jalan untuk merasakan masakan lokal. Wah, nekad bolos? Tenang, dari koran kita tahu Raja sedang di Yemen jadi santai saja hari ini dipastikan ia tak akan datang. Masakan lokal itu hanya berisi ikan dan nasi. Kemudian ia pun pergi ke dokter untuk periksa. Disambut dokter Hakem Zahra (Sarita Choudhury), seorang wanita. Hasil pemeriksaan akan diberitahukan hari Minggu. Ketika hal itu diceritakan kepada Yousef, ia kaget. Wow, dokter perempuan. Alan berjalan di kesempatan pertama.
Malamnya ia malah diajak jalan Hanne ke sebuah diskotik tersembunyi. Dengan musik menghentak. Alkohol. Wanita-wanita seksi. Dan itu berada tepat di negara Arab. Wow! Esoknya, lagi-lagi Karim tak ada. Ia di New York. Haha.. shock. Namun ada kejutan ketika Alan memaksa masuk lagi, ternyata Karim ada di kantor. Weleh. Semakin hari semakin membingungkan. Seperti di negeri wonderland saja.
Dengan kondisi serba sulit Alan didesak waktu. Presentasi harus segera siap karena setiap saat raja bisa datang. Alan juga sedang sakit berat sehingga harus segera operasi. Hal ini menjadikannya dekat dengan dokter Hakem lalu tumbuh benih cinta diantara mereka. Kedekatannya dengan Yousef juga beresiko. Seperti ketika ia secara tak sengaja menyelundupkannya ke kota Mekkah.
Berhasilkah timnya Alan dalam presentasi hologram di hadapan raja? Bisakah Reyland Grup memenangi persaingan untuk memenangkan proyek itu? Bagaimana kisah cinta Alan dengan dokter Zahra berujung? Dengan perbedaan kebudayaan yang begitu tinggi.
Well, beberapa bagian tak membuatku terkejut karena saya muslim. Seperti bagian ketika aturan memasuki kota suci Mekah yang harus seorang muslim. Sholat lima waktu. Wanita berhijap. Suami beristri empat. Sampai cara salam kepada saudara. Yang mengejutkanku justru, script cerita ini. Film ini berdasarkan novel karya Dave Eggers. Cara penyampaian kepada penonton ada yang janggal. Di awal seperti film Cloud Atlas (yang juga diperankan oelh Tom Hanks) dimana kita diajak menyelami dilema pikiran Alan. Pembagian porsi pikiran nyata dan maya yang sangat menggoda. Awal yang bagus. Tapi menuju pertengahan, kehilangan kendali karena masalah merebet kemana-mana. Kekuatan untuk stabil bagus terguncang. Cinta Alan kepada warga asli, penyakitnya yang harus dioperasi segera. Benturan masalah dengan sopirnya, yang dibuat rumit sendiri sampai keputusan akhir inti alasan Alan ke sana.
Kekuatan utama jelas di akting Hanks. Kualitas prima. Juara. Memainkan mimik orang bingung di negeri antah dengan sangat meyakinkan. Setiap adegan sunyi, kesepian dan tatapan kosongnya. Benar-benar aplikasi sukses kalimat, ‘kenapa saya bisa sampai terdampar di sini?’
Ada trivia unik ketika Alan bilang, ‘mereka hanya dapat membunuhku dengan peluru emas’. Sebuah kutipan dari film legendaris Lawrence of Arabia. Nah itu pula pikiran Alan di sana. Syeik. Unta. Gurun. Laki-laki di mana-mana. Arab sekali. Lalu trivia aneh di adegan pembuka, Tim Hanks menyanyikan sendiri lagu dari Talking Heads, ‘Once in a lifetime’. Nyeleneh, dan patut diacungi jempol.
Ini adalah film Tom Hanks ketiga yang kutonton dalam sebulan ini. Sully yang biasa. Inferno yang biasa. Dan Hollogram yang biasa. Waduh, aktor sebesar Hanks ditonton beruntun dengan skor biasa? Aneh rasanya. Salahkan pada script! Saya yakin sekali bukunya jauh lebih menawan. Dan seandaikan ada kesempatan saya pasti sangat amat tertarik membaca buku-buku Dave Eggers.
A Hollogram For A King | Year 2016 | Directed by Tom Tykwer | Script Tom Tykwer | Cast Tom Hanks, Sarita Choudhury, Omar Elba, Tracey Fairway | Skor: 3/5
Karawang, 041016 – Sheila On 7 – Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Optimisme Menumbangkan Torino Di Turin

image

Prakiraan formasi lawan torino
4-3-3
Marchetti
Basta-Wallace-Hoedt-Patric
Parolo-Cataldi-Lulic
FA-Immobile-Keita

LBP 0-3
Sayang seribu sayang. Stefan mulai malam ini absen. Kemungkinan sampai awal tahun. Tapi lini depan sedang on fire. Bisalsh berharap pada tridente IKA – Immobila, Keita, Anderson. Tiga poin bungkus!

Bli DC Torino 1-0 Lazio
Ljajic
Pertarungan 2 tim papan tengah. Mungkin lokasi baksl menentukan hasil. Dan tuan rumah yang menang

Hit&Run Torino 3-1 Lazio, Belloti
Torino lagi bagus. Bagus vokalisnya ben NTRL. Walah.

Pak pres Torino 4-0 lazio, Ljajic
Hart klinsit. Bukan bullsit. Tang penting jangan ngisit.

Pap Win, Torino 2-0 Lajio ( Ljajic)
Immobile grogi. Hart nyantai. Emprit ditanduk.

Bung Arif Torino v Lazio 1-1. Immobile. Torino belum terkalahkan di kandang. Lazio ingin menang. Immobile tidak akan merayakan gol.

Bung Widy: Torino 2-1 Lazio. FELIPE
Hart lagi bagus. Cleansheet semoga. Torino bangga punya Hart semoga menang

Bung Panji: Torino 0-1 Lazio, Felipe
Lazio abis seri. Lazio coba bangkit. Gol menit-menit terakhir setelah dibuat frustasi Hart.

Bung Huang: Torino 2-2 Lazio, Immobile
Analisis: Ciro Immobile, yang namanya di Indonesia dipakai menjadi merk gadget terkenal, imo mobile, kembali ke klub yang telah membesarkan namanya. Merasa tidak enak hati, ciro bermain setengah hati. Demi tidak menyakiti bekas klubnya, ia lalu berpura-pura jatuh dan mengerang. Ia ditandu keluar. Tapi Sinisa Mihaljovic memberi tahu adik kelasnya Simone Inzaghi agar tetap memainkan immobile sampai akhir, karena ia meyimpan kado istimewa untuknya. Benar saja, ketika torino unggul 2-1 sampai menit 89, tiba-tiba saja seorang bek el toro dengan tampak sengaja namun ditutupi akting yang luar biasa, menjatuhkan immobile di kotak terlarang. Inilah kado itu! Immobile sungkan untuk membuat gol ke gawang el toro. Dia pun kemudian menyepak bola dengan 1/100 tenaga kuda sehingga bola meluncur lemah. Namun apa yang terjadi? Joe Hart meloncat setinggi-tingginya ke arah yang salah padahal bola disepak dengan sangat rendah dan lemah. Gol! Immobile dikerubungi para pemain lazio dan kemudian disalami bekas teman2nya. Immobile menangis lalu melambaikan tangan kepada penonton. skor 2-2 bertahan sampai akhir. Semua penonton senang karena pertandingan banyak golnya. Mereka tak sadar bahwa ini hanyalah sandiwara. Immobile yang tak mau menyakiti Torino dan Sinisa yang juga tak mau menyakiti Lazio. Di balik layar, kedua kubu bersalaman karena berhasil menyajikan drama yang menarik. Semua pemain dan official yang hadir pada pertandingan itu malam harinya diundang untuk merayakan keberhasilan pertunjukan ini. 😎

Bung Mads: Torino 3 – 0 Lazio, Ljajic
Torino berburu sekudeto, emprit jadi korban. Berguru dari Leicester dan Montpellier. Apapun bisa. Kemenangan 1 – 0, sudah cukup bagi Torino. Tapi sekor 1 nol maupun 2 nol udah didahului orang. Maka 3- nol juga ga papa. Pemain Torino tenang menyerang. Karena punya kiper jos gandos. Empritpun merana dibuatnya

Deni
Torino v lazio 0-1 Immobile
Lajio main tandang. Laajio main menyerang. Lajio akhirnya menang 👍🏻

Bung Tak
Torino 2 lazio 5. Immobile.
Sementara sinar surya perlahan kian tenggelam. Suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta. Ada damai mengalun dalam jiwamu. Getar seluruh jiwa. Kemesraan ini janganlah cepat berlalu (yang baca sambil nyanyi…tua).

Karawang, 221016

Success Protocol – Ippho Santosa

image

Kerja itu ibadah. Itu adalah salah satu kalimat yang sering disampaikan Bapak Muhammad Nasih, atasan saya. Eh mantan atasan saya di PT NICI. Sekarang beliau sudah pindah ke Surabaya. Di akhir bulan Juni 2016, beliau pamit. Mudik sekaligus pindah kerja. Di hari terakhirnya beliau menghadiahkan timnya buku-buku. Setelah perpisahan yang sendu dan mengharu, beliau berpesan pentingnya menjaga ibadah sekalipun dalam waktu kerja, pentingnya usaha mandiri dan keinginan yang mulia harus diikuti dengan tindakan yang tepat.
Buku ini kuterima dan walau bukan genre-ku saya berjanji akan membacanya sampai kelar. Saya kurang suka buku-buku motivasi, buku inspirasi, buku muluk-muluk tips sukses, apapun bentuknya apapun nasehatanya. Saran terbaik ya dari dalam bukan dari luar. Guru terbaik ya hati sendiri dalam menghadapi waktu, bukan petuah-petuah luar. Nah, sebagai penghormatan beliau ya tetap saya baca dan review. Dan benar saja, isinya sederhana. Tujuan Iphho saya tahu, sharing dan mengajak pembaca maju dalam iftah agama. Namun cara penyampaiannya buruk. Bayangkan dalam tiap halaman kalian akan melihat gambar Menara-menara dunia beserta patung Liberti. Seolah bilang, ‘nah gue sudah sampai sini coy!’. Beberapa lembarnya lebih parah lagi, foto-foto selfie dan beberapa foto bersama orang terkenal di berbagai belahan dunia. Gaya pamer untuk memotivasi untuk orang lain kurasa bukan ide bagus. Kalau di sosmed sih masih mending, tapi kalau dalam cetakan buku berharga mahal. Duh! Kata Rhoma terlalu. Sebenarnya sudah tertebak sih, lihat aja kovernya. Narsis gitu. Kalau ada pemilihan kover buku terburuk, kamu pasti memasukkan buku dalam daftar TOP TEN.
Apakah hanya itu keluhan utamanya? Bukan! Isinya dangkal sekali. Tak banyak vitamin yang bisa saya serap. Mayoritas sudah saya baca di tempat lain. Buruknya, itu bukan ide dan pemikiran dia namun tak memberi kredit, jelas kesalahan fatal. Prediksi saya bahwa buku ini akan mengecewakan, sah terbukti.
Dalam sekali duduk di hari Minggu yang gerimis, saya kelar membacanya. Hambar. Sampulnya aja yang tebal dan mentereng, isinya tipis dan sangat biasa. Kopi yang saya minum bahkan belum habis ketika buku ini sampai di penghujung. Benar-benar tidak worth it dibeli. Karena ini hadiah, maka yah tak terlalu rugi. Buku dibuka dengan persembahan, lalu ucapan terima kasih atas terpilihan Ippho dalam berbagai penghargaan. Bukti pamer dan – maaf – terkesan sombong kan. Lalu pengantar dari Dr. Aries Mufti seorang pakar MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) yang memuji Ippho yang sukses. Akhir pesannya: ‘… buku ini akan menjelaskannya. Dan Anda beruntung, karena telah memilikinya.’ Wuih, absurb!
Lalu Ippho menjelaskan singkat buku-buku beliau sebelumnya. #7KejaibanRezeki yang sudah diseminarkan hampir di 20 negara di 4 benua. Satu nama disebut, bung Jamil Azzaini. Yah, saya sudah baca Kubik Leadership. Nah itu baru buku motivasi yang bagus. Padat. Bervitamin. Tak seperti ini. Tipis dan simple.
Lalu apa itu Success protocol? Ialah rumus 7i, semacam corporate sufi – widih istilahnya sufi coy. Bakalan berat? Enggak juga. 7i itu rumus. Ikhtiar, Itqan, Indibath, Itikaf, Ihsan, Ikram, dan Ittihad. Semua menuju Ijabah. Sebagai pusat aktifitas professional slide. Kemudian dijelaskannya satu per satu. Di pembuka adalah ihktiar (work with workship). Bahagia itu mudah. Yah saya setuju. Bahagia itu dari dalam, kita sendiri yang menetukan. Itu kata Mahatma Ghandi dan Dalai Lama. Berdasar survey waktu paling bahagia itu jam 19:26 di Sabtu Malam. Kata Daily mail, usia paling bahagia itu di angka 34 tahun. Namun tentu saja, kita bisa menentukan bahagia dengan waktu dan cara sendiri. Kita bisa menyusun takdir dan keberuntung sendiri!
Nabi Saw bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, yang darinya tubuh diciptakan dan disusun kembali.” Tulang ekor disebut ajbudz dzanab, relics, dan coccyx. Disebut juga saririka datu dalam agama Hindu dan Budha. Dalam tradisi Hindu, mayat dibakar sampai menjadi abu dan abu yang dicari itu adalah tulang ekornya. Lazimnya warna abu itu putih atau hitam, tergantung selama hidupnya apakah baik atau buruk.
Buya Hamka pernah bilang kalau sekedar kerja, kera juga kerja. Kalau sekedar makan, babi juga makan.  Bukan hanya sekedar ‘kerja kerja kerja’ namun juga ‘berkah, berkah, berkah.’  Ingat kerja akan dinilai ibadah apabila diringi dengan niat yang benar, sikap yang benar dan cara yang benar. Dengan menyadari kerja adalah ibadah berarti kerja adalah bekal bukan beban yang dengan izinNya dapat membantu meringankan kita saat dihisab kelak di Hari Pembalasan.
I kedua adalah ittihad (work with network). Pembukanya tentang joke suami istri yang sebelum berangkat kerja sang istri minta sun. Joke jadul ini jelas sekali bukan pemikiran murni sang Penulis. 10 tahun lalu temanku pernah bercanda dengan kalimat yang mirip.
Pertanyaan kenapa manusia dibuat bersuku-suku dan berbangsa-bangsa? Ya biar saling mengenal, itu jelas ada di kitab suci. Jadi kalau mau bahagia dan panjang umur ya bersilaturahmilah. Ini jelas ada dalam hadits. Silaturahmi penting kok, sebelum baca ini buku kita semua juga tahu. Perbedaan itu wajar, asal ga mau menang sendiri. Rumus + x + = +, + x – = -, – x + = -, dan – x – = + bukan barang baru juga. Di briefing pagi NICI, pak Endang sudah sangat sering dibahas dan diungkap.
I yang ketiga itqan (perfection for satisfaction). Itqan itu bekerja dengan teliti dan hati-hati, sepenuh hati, dan bermutu tinggi (dengan eksekusi terbaik, fokus terbaik, spirit terbaik dan material terbaik). Dalam proses film Taken 2 di Turki, aktor Liam Neeson bilang terpana dan terpesona dengan suara adzan yang pernah diberitakan oleh the Sun.
Kalian tahu Simdrom 15P? ya, joke itu sudah wara-wiri di web. Kali ini dinukil di sini. ‘Pergi pagi, pulang petang, pinggang pegal-pegal, pala pening-pening, pendapatan pas-pasan, potong pajak pula.’ Lalu Anda harus menghindari BEJO: Blame-menyalahkan orang lain, Excuse-mencari-cari alasan, Justify-membenarkan diri sendiri, dan Ostrich-tidak mau tahu. Yah, itu semua buruk. Kemudian sejarah terciptanya sepeda oleh Karl Drais di Jerman akibat kuda pada mati karena letusan gunung Tambora di Indonseia tahun 1817. Itu juga info basi. Pernah muncul di kuis Hexagon war, dan tentu saja saya menjawab dengan tepat.
I yang keempat adalah itikaf (introspection for improvement). Semacam plan v realisasi kemudian dievaluasi hasil kerjanya. Kalau secara umum muhasabah yang berasal dari kata hasiba yahsabu hisab yang artinya melakukan perhitungan.
“Tidak perlu bersedih. Semua itu ada waktunya. Ada masa di atas, ada pula masa di bawah. Jadi kita tinggal menjalanainya saja. Yang terpenting adalah saat berada di atas jangan sombong.” Jleeb! Lalu foto-foto pamer keliling dunia dipajang.  (
I yang kelima adalah indibath (persistency with consistency). Ah konsisten, sampai kapanpun akan jadi kunci. Joke sholat nomor dua apalagi, ini garing sekali. Pertama dengar pas SMP, jadi sekitar hhmm… 15 tahun lalu? Alamak. Dipajang di buku berharga mahal lho. Yah, iman seseorang naik turun. Wajar. Sehebat apapun pasti pernah down. Rumus 3S: Sabar + Sholat = Solusi. Ini juga sederhana karena sudah ada di dalam ayat Al Quran, di mana Sabar dan Sholat untuk dijadikan penolong. Walau pelaksanaannya tentu saja tak sesederhana yang dikira. Kegagalan itu wajar. Orang sukses pastilah pernah mengalami berbagai kegagalan dulu.
I yang keenam adalah ihsan (productivity with spirituality). Kita semua tahu arti ihsan-kan. Allah maha melihat jadi setiap gerak-gerik kita diawasi, jadi jaga sikap jaga hati. Yakin akan keberadaan Allah di mana pun berada bukan hanya di tempat ibadah.
Cara bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: dahi, kedua telapak tangan yang sejajar dengan hidung, dua lutut, dan dua ujung dua kaki. Penjelasan keistimewaan sholat silakan baca di web, sudah banyak sekali tersebar. Buku ini hanya nukil. Copy-pas-edit. Jangan lupa JUAL. Royalty.
I yang ketujuh adalah ikram (productivity with sincerity). Ketulusan itu sikap yang sangat bijak. Tingkatannya tinggi. Pengorbanan seorang ayah untuk mencari nafkah demi keluarga juga sebuah tindakan yang bernilai tinggi. Ikhlas apalagi, rasa syukur yang luar biasa atas apapun yang terjadi. Dan yang terakhir sedekah. Ahhh keistimewaan sedekah sudah banyak dibahas. Silakan goggling.
Dengan banyaknya konten yang sudah umum kenapa buku ini bisa sukses dan mahal? Jawabnya adalah nama Penulisnya yang bisa menjual. Ibaratnya Ippho bikin buku motivasi selebar buku saku-pun akan laku. Ahh nama, sebuah brand yang terkadang menipu. Jelas brand tidak berbanding lurus dengan kualitas. Dan buku ini membuktikannya. Mending baca di net deh, ada ratusan ribu tips yang jauh lebih hebat ketimbang mengeluarkan uang membeli buku ini. Dan benar, menikmati fiksi jauh lebih menarik daripada membaca gambar pamer orang keliling dunia. Yakinlah!
Success Protocol: Mencapai Target Ala Sufi Korporat | oleh Ippho Santosa | kontributor Tendi, Ardi & Datie | copyright 2015 | Penerbit Elex Media Komputindo – Kompas Gramedia | 234151081 | ISBN 978-602-02-6614-5 | Cetakan ke-2, Januari 2016 | Skor: 1.5/5
Ruang Hr – NICI, Karawang, 211016 #Sherina Munaf – Singing Pixie