Doctor Strange: Dormammu Kita Perlu Berunding

image

The Ancient One: You want to know what I see in your future? Possibility.
Kesan pertama kelar nonton adalah film ini weird, wild, trippy, amazing dan tentu saja jawdropping. Coba tontonlah dalam versi IMAX, sepertinya akan semakin membuatmu berdecak kagum atau malahan pusing? Film terbaru Marvel yang kutonton semalam benar-benar film Marvel yang tak biasa. Pertama kalinya mereka menggunakan sihir dalam cerita. Kisahnya dibuka dengan bagus guna membuat first impress penonton melonjak. Seorang pustakawan dikerumuni rampok, dipenggal lalu para rampok mengambil sebuah buku dan merobek selembar. Aksi itu diketahui, adegan berikutnya mereka berkejaran. Bukan aksi biasa. Lubang api ‘pintu kemana saja’ dibuat. Kota dilipat. Tembok layaknya sedatar lantai buat bergelut. Sampai aksi saling lempar mantra sihir seperti kisah-kisah Harry Potter. Dan tentu saja ini pembuka yang sangat menjanjikan. Kalau kalian beruntung dan teliti kalian akan melihat salah satu gedung yang dilipat adalah gedung Starks Avengers di Manhattan.
Setelah opening scene tanpa teks sama sekali, tanpa judul. Kita langsung diajak ke New York, Amerika menemui Doctor Stephen Vincent Strange (Benedict Cumberbatch) seorang dokter ahli bedah terkemuka, ia sedang melakukan operasi dengan alunan musik ‘Feels So Good’. Dialog kocak tentang tahun rilis album tahun 1977 ataukah 1978 memberi bukti bahwa Strange adalah orang cerdik dan teliti, bukan hanya di bidang kedokteran namun di aspek pengetahuan umum. Seorang pasien yang dinyatakan meninggal oleh dokter lain pun bisa diselamatkan setelah operasi pengambilan peluru di kepala. Dibantu dokter Christine Palmer (Rachel McAdams) sekaligus kekasihnya.
Suatu malam dalam perjalanan dengan mobil mewahnya dia mendapat telpon dari rumah sakit, bahwa ada pasien luka parah. Beberapa ditolak karena berbagai alasan, sampai akhirnya salah satu yang mungkin bisa ditangani. Salah seorang yang pasien yang mungkin ditanganinya adalah seorang kolonel US Army yang terluka saat mencoba armour. Jelas ini adalah link ke serial Iron Man. Namun sayang sekali, dia kehilangan fokus menyetir sehingga terjadi kecelakaan fatal. Mobilnya terguling luluh lantak masuk jurang. Kecelakaan itu mengubah hidupnya. Luka yang diderita sangat parah. Berbagai operasi menghasilkan keputusan final, jari tangannya tak bisa disembuhkan, jarinya tak bisa digerakkan sempurna. Jari yang sangat berharga bagi seorang dokter bedah, kiamat.
Palmer menghiburnya, namun karena emosi mereka bertengkar. Dia teringat seorang pasien Jonathan Pangborn (Benjamin Bratt) – kalian pasti pangling, di sini Bratt terlihat sangat tua dengan uban — yg dulu ditolaknya karena luka yang mustahil disembuhkan. Nyatanya kini ia berhasil pulih. Penasaran Strange menemuinya. Dengan merendahkan ego ia memohon info, kuncinya ada di Kamar-Taj, di kaki gunung Himalaya, Nepal. Sebuah perjalanan jauh ditempuh. Dengan wajah brewok dan kumal, ia mencari harapan terakhirnya. Di sebuah kampung yang sepi dia dibegal, karena tak beruang begal meminta jam yang ia kenakan, jam kenang-kenangan dari Palmer. Dia diselamatkan oleh Karl Mordo (Chiwetel Ejiofor), namun sayangnya jam Palmer rusak. Diantarnya Strange ke padepokan.
Di sana ia bertemu the Ancient One (diperankan dengan sangat bagus oleh Tilda Swinton). Dijelaskan berbagai metode yang rasanya mustahil di dunia kedokteran ala Barat. Pengobatan tradisional mulai dari akupuntur, metafisik, refleksi, spiritual heal sampai kerokan (mungkin). Tentu saja Si Strange tak percaya. Lalu the One kasih hentakan ke tubuhnya yang membuat roh Strange melayang di dimensi lain. Melayang di langit, terjatuh, terjerebab. Hentakan yang membuka matanya, ada dunia lain selain dunia kita. Bahwa ada ilmu kasat mata yang luar biasa. Ada keajaiban bahwa kepercayaan diri itu sangat penting dalam penyembuhan. Ketika akhirnya ia takjub dan memohon, ‘Teach me!’, sang dokter didepak keluar pintu. No!
Scene berikutnya kita tahu, ternyata The One pernah kecewa terhadap murid yang membelot. Kaecillius (dimainkan dengan luar biasa oleh musuh James Bond di Casino Royale– Mads Mikkelsen yang berkuncir dan maskara hitam di sekeliling matanya) dan kawan-kawan. Dialah pasukan yang ada di adegan pembuka. Namun kali ini kenapa ga dicoba? Apalagi kali ini sang tamu sampai 5 jam terpekur di depan pintu, memohon. Bukan sembarangan orang tentunya sampai punya tekad baja gitu. Kesempatan itu datang juga, Strange diterima. Ditunjukkan kamar lalu diberi selembar kertas bertuliskan ‘Shamballa’. Bingung, ‘kertas opo iki?’, semacam mantra? Haha.. penonton ketawa. Password wifi ternyata. Asem! Yup, kata itu diambil dari serial komiknya berjudul, ‘Into Shamballa’.
Karena pada dasarnya ia cerdas, maka proses belajarnya sangat cepat. Buku-buku tebal dilahap dengan rakus. Belajar ketenangan, mediasi sampai pembentukan lingkaran ‘pintu ke mana saja’ yang awalnya dirasa rumit muncul percikan doang, perlahan ia berhasil mencipta. Saat percikan yang dia buat belum 100% jadi, The Ancient One mengajaknya ke puncak Efferest, sambil ngobrol bahwa pemandangan di sana sangat indah dan dingin. Hanya butuh waktu kurang dari sejam untuk membuatmu beku dan tewas. Lalu the One masuk ke lingkaran dan menutupnya, meninggalkan Strange dalam kesendirian dan memaki dia belum siap. Di kuil The One dan Mordo menunggu, awalnya mereka mulai cemas juga karena sang dokter ga muncul-muncul, bahwa kipas sudah siap dikibas untuk menjemputnya, namun taadaaa… Strange muncul dari lingkaran dengan tubuh menggigil. Yes, he did it!
Mulailah ia belajar lebih intens, brewoknya dicukur, jambangnya dibersihkan. Menyisakan kumis tips dengan dua garis ke bawah. Saya langsung nyeletuk, wah gmana kalau brewokku dibuat gitu juga. Kebetulan besok mau cukur menyambut ‘No Shave November’. Sang pustakawan baru, Wong (Benedict Wong) menjelaskan bahwa Kaecillius mencuri selembar kertas dari kitab terlarang. Perkenalan dengan Wong sendiri berisi joke yang aneh, menggelitik. Tak ada tawa, padahal sang dokter suka melucu. Orang-orang terkenal dengan satu kata disebut Eminem, Beyonce, dll. Ah tahu saja Marvel cara bercanda. Walau jayus tetap saja sukses membuat penonton tergelak. Dari penjelasan dan buku-buku yang dia sikat, ia tahu ada tiga kuil suci di dunia ini yang perlu dijaga: Hongkong, London dan New York. Ada musuh besar yang coba dibangkitkan Kaecillius dan kawan-kawan. Dread Dormammu yang abadi, timeless.
Saat malam hari ia menyelinap masuk (mengingatkanku pada kebiasaan trio Harry Potter yang suka kelayapan malam di Hogwarts), di perpustakaan itu juga akhirnya Doctor Strange menemukan Eye of Agamotto, sebuah benda kuno yang bisa memajumundurkan waktu. Masuk ke dunia looping time. Apel yang ia gigit bisa kembali utuh, kroak lagi, utuh lagi, somplak lagi, utuh lagi. Wow! Kini ia punya kekuatan sihir. The Sorcerer Supreme. Buku yang kertasnya dicuri pun bisa dicipta dalam bayang, dan tahulah ia rencana busuk Kaecillius. Mengincar hidup abadi dan waktu dihentikan.
Tarung itu terjadi, terlempar ke London. Saling sikat, saling kejar dan adu taktis. Di kuil London itulah Si Strange bertemu jubah merah yang ikonic itu, mengingatkanku pada jubah gaib Potter. The Cloak of Levitation yang bisa membuatnya terbang. Jubahnya sendiri seperti bisa berfikir. Pertarungan itu ditampilkan dengan dahsyat. Kota-kota dilipat, dinding buat lari-larian, jalanan digebrak. Bagian terbaik film ini ada di sini. Inception what? 3D-nya juara sekaligus bikin pusing. Kamera diputer-puter melawan gravitasi. Gedung-gedung seakan dihadapkan cermin sehingga jungkir balik. Sampai mereka terlempar ke sebuah bus dengan seorang penumpang tua sedang membaca buku ‘The Doors of Perception’ karya Aldous Huxley – yup Penulis fenomenal The Brand New World, bapak tua Stan Lee berujar ‘ini sungguh menggelikan’. Dan saya tepuk tangan, keren!
Kaecillius bisa ditaklukkan dengan sturdy gag, sebuah perangkap besi yang mengingatkanku pada perangkap Hannibal Lecter, yang anehnya si Mads juga main sebagai Lecter. Sayangnya Strange terluka. Butuh operasi secepatnya. Ambulan? Oh mereka tak butuh. Tinggal buat lubang di udara lalu cus ke rumah sakit New York dan minta bantuan Palmer. Di rumah sakit itu roh-roh berantem, saling lempar mantra dan adu hebat. Dan tentu saja Strange menang. Setelah segala sedikit mereda, disusun rencana bagaimana mencegah Kaecillius memanggil Dormammu. Namun saat kekuatan sedang dibentuk, Mordo ikut meragu. Ia curiga the One punya rahasia dan mencuri keabadian milik dimensi lain lalu menyimpannya dari semua orang. Tak ada kompromi, kuil-kuil keburu dihancurkan pasukan Kaecillius. Waktu semakin mendesak, berhasilkah ia mengundang dewa kegelapan? Apakah jari sang dokter bisa sembuh? Apakah benar the Ancient One abadi? Bisakah Dormammu masuk ke bumi?
Well, sangat seru. Sekali lagi Marvel berhasil memuaskan dahaga. Film ini laiknya perpaduan Inception untuk permainan grativasi gedung-gedung diputar seperti Magic Square. Bahkan Strange membuat Inception terlihat seperti papan tes beta anak magang. Mirip Batman Begins untuk permainan pikiran. Mirip Iron Man yang sombong akan kecerdikan dan ego lalu bangkit dengan menyusun kekuatan, lihat saja jambang dan kumisnya dah sama si Tony Stark. Mirip The Matrix yang rumit antar dimensi. (Spoilert!!!—– maaf ga nahan buat diketik juga yang ini). Mirip Source Code dan Edge of Tomorrow di mana waktu bisa diputar ulang. Karena tujuan Kaecillius memang melawan waktu. Timeless. Jadi dua film itu wajib disebut. Dan emang jadi kunci penting film ini. Dan tentu saja sangat mirip dunia sihir Harry Potter untuk banyak hal. Mulai jubah gaib, pintu kemana saja, mantra-mantra, sampai niat membangkitkan Lord Voldemort. Hebatnya Scott Derrickson sukses besar menggabungkannya. Sebuah pembuka yang bagus untuk phase tiga Avengers.
The Ancient One aslinya adalah seorang kakek tua, karena digambarkan hidup lama namun dalam film dirubah dan diperankan perempuan tanpa rambut. Saya sih Ok saja, siapa yang bisa menolak Tilda? Saya pertama mengenal Tilda di Narnia: Siang, Penyihir dan Lemari. Karena saya fan berat buku CS Lewis, tentu saja sepak terjang Tilda patut diikuti. Dan syukurlah kali ini ia sukses.
Benedict Cumberbatch sendiri sangat pas memerankan si dokter aneh. Mimiknya memang masih sangat Sherlock, namun gayanya yang slengekan dirasa kocak. Ingat dialog awal sama Kaecillius? Mister? Dokter. Oh Mister dokter. Bukan, dokter Strange. Mister dokter Strange. Terlihat sepele, namun sungguh lucux. Karena pada dasarnya si Strange ini cerdas, orangnya optimis dan sangat arogan. Hal kecil mau dipanggil pak – siapa – gitu ia ga mau. Maunya Dokter Strange. Dan Sherlock Holmes sukses bertransformasi.
Endingnya sendiri bikin greget. Antiklimak. Ga khas Marvel yang ancur-ancuran. Setelah semua babak yang panjang dan melelahkan dalam aksi, film malah diakhiri adegan snob. Layak disebut sebagai ‘WTF moment of the year’. Yah, itulah hebatnya dunia Marvel yang begitu rumit. Namun karena saya bukan pembaca komiknya saya begitu menikmati. Scene after credit tentu saja layak dinanti saat akhirnya film kelar. Saya kok ngerasa film ini singkat, tahu-tahu bubar. Dan tampilan Thor sepintas membuka asa. Menyambung ke Thor3: Ragnarok? Final scene-nya sendiri memastikan Doctor Strange gabung di Infinity War. Makin menggila ini Marvel Cinematic Universe (MCU). Waspadalah, Marvel sedang menguasai dunia!
Doctor Strange | Year 2016 | Directer by Scott Derrickson | based on comic book by Stan Lee and Steve Ditko | Writters Jon Spaihts, Scott Derrickson, Thomas Dean Donnelly, Joshua Oppenheimer | Cast Benedict Cumberbatch, Chiwetel Ejiofor, Rachel McAdams, Benedict Wong, Mads Mikkelsen, Tilda Swinton, Benjamin Bratt, Scott Adkins, Michael Stuhlbarg, Stan Lee | Skor: 4,5/5
Karawang, 011116 – Michael Jackson – You Rock My World
Thanks temans: Deddy Tri, Dewi Nur, Rani Wulandari

Iklan

Ayo Lazio!

image

image

image

Prakiraan formasi lawan Sassuolo
4-3-3
Marchetti;
Basta, Wallace, Hoedt, Radu;
Milinkovic, Parolo, Lulic;
Felipe Anderson, Immobile, Keita.
A disp. Strakosha, Patric, Prce, Vinicius, Murgia,
Cataldi, Biglia, Leitner, Luis Alberto, Djordjevic,
Kishna, Lombardi.
All. Inzaghi.

LBP
3-0
Tren positif Lazio berlanjut. Modal menang buat pekan-pekan gawat berikutnya. Napoli, Genoah, Romlah. Tridente IKA – Immobile, Keita, Anderson makin padu. Forza Lazio!

Panji
Lazio – SAS 2-1 Immobile
Lazio coba menempel klasemen. Pertandingan yg gak mudah, tapi di pertandingan beginilah Immobile diperlukan.

DC
Lazio 2-0 Sassuolo, Immobile
Biru langit lagi panas. 3 poin lg di home. Kebetulan melawan tim medio jadi wajar menang.

Arief
Lazio 3-1 sassuolo. Immobile. Ada kemungkinan lazio mengakhiri pekan ke 11 di posisi 3 klasemen. Performa sassuolo tak cukup meyakinkan musim ini. Trisula lazio lagi 🔥.
Sassuolo ujian tepat bagi duet bek muda yg sama2 berusia 22 tahun.

Takdir
Lazio 2 sasuolo 1. Lord jorje merajalele. Partai mudah bagi lajio. Hidup bu ani!

Widy
Lazio 2-2 SAS, Felipe
Lazio dalam euphoria abis menang besar. Sekarang laga vs Sas. Menang diharapkan tapi malah seri hasilnya.

Huang
Lazio 2-2 Sassuolo, Felipe Bale
Analisis : Sassuolo akan menang atau minimal draw. Gak mungkin Lazio menang terus terus menang. Imposibel. Koyok Sassuolo ki tim pekok opo.

Karawang, 301016

Menjaga Asa Persaingan Juara, Wajib Tiga Poin

image

Prakiraan formasi lawan cagliari
(4-3-3):
Marchetti;
Patric, Wallace, Hoedt, Radu;
Parolo, Cataldi, Lulic;
Felipe Anderson, Immobile, Keita.
A disp. Strakosha, Vargic, Basta, Prce, Vinicius,
Murgia, Leitner, Milinkovic, Kishna, Luis Alberto,
Lombardi, Djordjevic.
All. Inzaghi

1. DC
Lazio 2-0 Cagliari, Immobile
Kemenangan akan kembali. Faktor lawan medio. Dan juga bermain di rumah sendiri

2. Widy
Lajio 2-1 Cagliari. Immobile
Kemarin draw. Sekarang laga Home. Poin penuh diyakini didapat dengan skor 2-1 aja.

3. Arief
Lazio 1-0 Cagliari, Immobile.
Kekalahan dari Fiorentina masih membekas di kubu Cagliari. Lazio tentu ingin kembali ke jalur kemenangan. Immobile semakin menggila.

4. Huang
Lazio 2-0 Cagliari, Keita Balde
Analisis: Sebenarnya saya ingin menebak Immobile lagi sebagai skorer, tapi ternyata sudah dijawab duluan oleh Bli DC. Siapa itu Bli DC? Bli DC adalah teman saya yang berasal dari Bali dan kebetulan menjadi penebak pertamax pada kuis kali ini. Akhirnya saya terpaksa menebak Keita Balde sebagai skorernya. Kebetulan kemarin dia kemarin ditarik keluar untuk diistirahatkan. Jadi ada kemungkinan nanti dialah yang akan nyekor, hahaha…. :mrgreen:

5. Hit & Run
Lazio 1-1 Cagliari, Immobile
Nampaknya Lazio masih susah menang. Ya sudah seri saja. Seri nggit dua ringgit, fabulous fabulous, persaingan semakin sedikit.

6. Panji
Lazio 1-0 cagliari, Felipe
Lazio winless dua pertandingam terakhir, harus menang karena di kandang. Kalau gak menang, tren positif kemaren fix php saja.

7. Jack
Lazio 1-1 Cagliari, Keita.
Lama ga ikut kuis lazio ini. Karena susah nebak skorernya. Ga ada lagi nama-nama familiar sperti Klose, Candreva. Tinggal Keita (layang-layang) dalam depan.

8. Pap Win
Lajio 1-2 Cagliari, Immobile
Lajio kalah. Cagliari menang. Saya pun senang.

9. LBP 3-0,
Tak ada kata lain selain Menang. Ga peduli skor berapapun. Ga peduli siapa yang cetak gol. Tiga poin di Olimpico wajib diraih.

Bung Tak mana.
Karawang, 251016

Bob Dylan Raih Nobel Sastra 2016

image

Seminggu sudah pengumuman pemenang penghargaan tertinggi dunia sastra itu diumumkan, seminggu sudah pula saya masih bimbang. Kabar kemenangan seorang penyanyi akan Nobel Sastra membuat banyak dahi berkerut, termasuk saya. Seminggu ini saya ragu, apakah akan saya posting kabar ini atau tidak? Namun setelah diskusi dengan beberapa teman, ngobrol ngalor ngidul akhirnya saya sempatkan diri untuk sedikit mengulasnya.
Pertama jelas, saya tidak mengenal Bob Dylan. Beda jauh generasi, dan saya bukan penikmat musik-musiknya. Pertama tahu dan benar-benar mendengarkanya adalah saat salah satu lagunya ‘The Times They Are A-Changin’ mengisi soundtrack film Watchmen. Dan karena saya suka sekali film ini, maka saya dengar berulang-ulang adegan pembuka saat lagu itu berkumadang. Adegan saat The Comedian dilempar keluar dari gedung bertingkat. Lagu ini sejatinya bertutur tentang ‘anak lelaki dan perempuanmu diluar kendalimu’ bagi gerakan protes menentang perang Vietnam. Lalu lagu Knockin’ On Heaven’s Door, tahu gara-gara pernah dinyayikan ulang oleh Avril Lavigne. Dan tentu saja lagu “I Shall To Be Free No. 10” yang didedikasikan untuk Cassius Clay alias petinju Muhham Ali tahun 1964 yang kala itu sukses menghempaskan Sony Liston. Yah, sebatas itu.
Kedua. Setelah saya telusuri di berbagai web dan hasil diskusi, Bob Dylan adalah seorang penyanyi pertama yang memenangkan penghargaan tersebut. Nah ini adalah poin utama yang nanti akan saya kupas. Kok bisa? Dua lagu yang diklaim kenapa ia berhak hadiah ini adalah Blowing in the Wind dan The Times They Are A-Changin’.
Ketiga, pro-kontra akan selalu muncul. Bukan hanya tahun ini, beberapa tahun belakangan juga muncul sinisme akan Nobel Sastra. Kalau saya sendiri hanya karena jagoanku, penulis favoritku belum menang aja yang membuat kesal. Haruki Murakami contohnya, mau sampai kapan? Philip Roth, Lazio Krasznahorkai sampai Milan Kudera. Daftar Penulis hebat masih sangat panjang. Yah, mereka lebih layak, mau sampai kapan? Dylan sendiri adalah sosok yang kontoversial dalam kehiduapn pribadinya. Lahir sebagai Yahudi lalu tahun 1970an pindah agama Kristen lalu pada suatu ketika bilang tidak menganut agama tertentu.
Keempat, efek kemenangan ini membuatku berburu lagu-lagu beliau. Lirik-lirik yang katanya puitis, yang menghiptotis dan sarat makna. Well, beberapa iya. Kalau kata bung Tak – teman ngerumpi, Bob Dylan ini semacam Iwan Fals-nya Amerika. Jadi yah, kalau kalian sulit membayangkan seberapa besar Bob di luar, bayangkan aja seberapa besar Iwan Fals di sini. Legendaris! Jangan-jangan suatu saat ketika bung Iwan merilis album baru, dia dinobatkan pemenang Kusala Satra Khatulistiwa? Nah kalau yang ini jangan dibayangkan. Anehkan?
Oke, mari kita kupas perlahan satu demi satu. Sebagian kukutip dari Wikipedia. Robert Allen Zimmerman adalah nama asli Bob Dylan. Lahir di Duluth, Minnesota, USA pada tanggal 24 Mei 1941. Ia adalah penyanyi sekaligus penulis lagu. Majalah Rolling Stones menempatkannya di urutan kedua dalam daftar Greatest Artists of All Time di bawah The Beatless. Sejak kecil ia sudah bisa memainkan gitar dan harmonika. Ia belajar secara otodidak. Waaa mirip Iwan Fals ya. Sewaktu SMA membentuk band the Golden Chord. Kehidupan remajanya diwarnai dengan tampil di berbagai kafe. Musiknya lebih banyak bergenre blues. Memakai nama Bob Dylan karena terpengaruh penyair Dylan Thomas.
Dylan melakukan debut albumnya pada tahun 1962 dengan hanya dua lagu asli sedangkan yang lainnya gubahan, mayoritas lagu rakyat. Setelah debut itulah ia mulai menulis lagu-lagunya sendiri. Di album kedua The Freewheelin’ Bob Dylan ia banyak memasukkan protes politik dan menyentil para petinggi. Album itu sukses dan mulai dinyanyikan ulang beberapa musisi. Tahun 1964 lagu The Times They Are A-Changin’ rilis.
Di tahun 1965 ia mengalami kecelakaan motor di dekat rumahnya di Woodstock, New York. Kecelakaan itu membuatnya harus dirawat seminggu dan ia mengalami amnesia. Kejadian itu membuatnya menyepi berbulan-bulan dan fokus dengan keluarga. Kejadian ini sempat membuat orang mengira ia shock karena jadi orang terkenal baru. Tahun 1969 ia merilis album yang lebih bernuasa country berjudul Nashville Skyline. Album yang lebih mengenalkan hit lagu Lay Lady Lay. Lagu yang sukses di penjuru dunia.
Setahun berselang ia merilis album ganda Self Portrait lalu New Morning yang didaulat sebagai album comeback-nya. Tahun 1970 ia merilis buku Tarantula. Dua tahun kemudian ia tampil dalam film Pat Garret dan Billy the Kid. Di film itulah ia mengisi soundtrack lagu paling fenomenalnya, Knockin’ On Heaven’s Door. Setelahnya Bob Dylan aktif dalam berbagai tur yang sukses. Tahun 1980an ia melakukan tur yang kemudian disebut sebagai ‘Never Ending Tour’.
Sampai akhirnya tanggal 29 Mei 2012, presiden Barrack Obama menganugerahinya Presidential Medal of Freedom di Gedung Putih. Dan tanggal 13 Oktober 2016 mengguncang dunia literasi dengan menyabet Nobel Sastra. Tanggal 13 Oktober dipilih sebagai hari pengumuman pemenang untuk memperingati hari kematian seniman drama asal Italia, Dario Fo tahun 1997.
Klaim dari Akademi Sains Kerajaan Swedia, Bob Dylan menang karena dinilai liriknya mempengaruhi dari berbagai generasi. “Puisi bagi telinga”. Lagunya ada di berbagai tema dari cinta, agama, sosial sampai politik. Beberapa kali dirinya sudah pernah dinominasikan, namun baru tahun ini benar-benar menyabetnya. Kemenangan ini tentu saja membuat banyak pihak terkejut, namun saat diumukan terjadi tepuk tangan panjang drai para jurnalis yang hadir. Hadiah sebesar 8 juta Kronor atau setara Rp 12 milliar. Dia memang pernah menulis buku Tarantula, namun tak ada gaung sama sekali. Pernah juga membuat Writings and Drawings (1973) namun tetap itu bukan ‘sastra’ yang kita kenal. Satu hal yang saya pegang dan harus digarisbawahi adalah para penyanyi sudah punya wadah untuk ajang penghargaan bergensi mereka, Grammy Award misalnya, jadi kenapa ‘menyerobot’ lahan Sastrawan? Bermuatan politis? Entah, namun terasa aneh penyanyi menang Sastra. Kalau patokannya lirik-lirik lagu yang mengena, banyak sekali pesaingnya. Ebith G Ade, Rhoma Irama, sampai Iwan Fals punya lagu-lagu berpengaruh dengan lirik menawan. Penjabarannya akan melebar kemana-mana.
Ok, sastra memang luas. Namun harus digaris tebal, dunia literasi dan dunia musik adalah dimensi yang berbeda. Piala ini lazimnya diterima Novelis atau Penulos puisi. Pihak Swedish Academy mengklaim, “Selama 54 tahun ia selalu menciptakan karya baru dan melahirkan identitas baru.” Lalu Per Wastberg, anggota Swedish Academy berujar, “Ia mungkin adalah penyair paling hebat hingga saat ini.”
Kini Bob Dylan bisa disandingkan dengan Rabindranath Tagore penulis asal India, Rudiant Kipling, penulis The Jungle Book, Gabriel Garcia Marquez, penulis One Hundred Years of Solitude. Sampai Penulis tersohor dari China Mo Yan. Dari tahun 1901 sampai 2016 total 109 hadiah nobel sastra sudah diberikan kepada 113 individu.
Upacara penganugerahan akan dilakukan pada tanggal 10 Desember 2016 di Stockholm, Swedia yang diberikan langsung oleh Raja Carl XVI Gustaf. Tanggal 10 Desember dipilih karena memperingati hari kematian Alfred Nobel yang meinggal tahun 1896. Penghargaan yang diberikan meliputi sains, sastra, dan perdamaian.
Namun hingga saat ini Bob Dylan tak bisa dihubungi walau sudah dikirim surel dan ditelpon berkali-kali. Dylan bahkan tak berkomentar sama sekali atas Nobel ini. Jangan-jangan seperti kita, beliau juga bingung kok bisa menang ya?
Well, akhir kata kemenangan Bob Dylan mungkin masih akan diperdebatkan. Namun kemenangan ini setidaknya sedikit saya syukuri karena beliau mengalahkan Adonis, Ngugi wa Thiong’o dan Penulis kontrovesial Salman Rushdie. Masih protes dengan kemenangan uncle Bob? Sudahlah.
Karawang, 231016 – Paris Hilton – Turn It Up
Dikutip dari berbagai sumber.

A Hollogram For A King: How Did I Get Here

image

Dari posternya sudah terlihat unik. Tom Hanks mengenakan setelan jas ke kantor lengkap dengan tas jinjing dan dasi di tengah gurun. Dengan tagline How Far Will You Go? To Find Yourself. Dengan kondisi saya rapatkan telinga tak tahu ini film tentang apa, di Selasa sore yang mendung. Hari itu saya sedang kurang fit, tidak masuk kerja di musim hujan yang flu, sehingga memutuskan mendekam di kamar dan mencoba menikmati film yang kudapat dari copy teman kerja, Rani Wulan.
Film dibuka dengan ambigu. Alan Clay (Tom Hanks) seorang salesman berjalan sambil berdendang terhadap penonton tentang iklan investasi. Tanpa uang. Rumah. Mobil. Istri. Dan bertanya ‘bagaimana saya sampai di sini?’ Sambil berteriak menengadah ke atas. Situasi menempatkan Alan harus ke Kerajaan Saudi Arabia.
Dengan rollercoaster yang aneh, ia terduduk di sebuah pesawat terbang bersama rombongan haji dengan suara menggema ‘Laibaika Allahuma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda, wanni’mata…” Pesawat melintasi gurun dengan kepulan dua asap di ekornya. Alan sampai di hotel Hyatt, Jedah. Tampak frustasi dan terbebani. Menatap malam Timur Tengah dari kaca hotel lalu menutup mata dan mengatukkan kepala di kaca gedung, ‘huuuuufffhhh…’ seakan bilang. Kenapa saya bisa sampai di sini? Lalu judul utama film muncul. Kita tahu Alan sampai di sana karena terpaksa, bosnya bilang kau ada di bangku cadangan dan ini bukan hari Schwinn.
Di hari pertama di Arab, Alan bangun kesiangan jam 09:14. Bertanya ke lobi, dan tadaaa…. Yang jawab orang Jakarta, Indonesia! Minta mobil dan sopirnya untuk diantar ke gedung KMET – Pusat Metropolis Ekonomi dan Perdagangan. Dengan mobil butut yng dikendarai oleh Yousef (Alexander Black), orang aneh yang drop out kuliah di Alabama, Amerika. Men-stater mobil gagal, ternyata ada kunci rahasia. Takut dicuri? Bukan, takut diledakkan! Waaa…, bukan. Bukan karena teroris tapi takut karena selingkuhan. Saya bukan sopirmu, saya pemandumu. Sopir. Pemandu. Pahlawan.
Selama perjalanan, mereka saling berkenalan. Dengan iringan musik Chicago – You’re The Inspiration bersuara besar dan si Yousef terus saja ngoceh. Lalu musik lain ga jelas. Percakapan ambigu itu berakhir juga. Sesampai di sana Alan bertemu Sayed (Waleed Elgadi) dan setelahnya diminta bertemu dengan Karim Al-Ahmad (Khalid Laith), sebagai kontak utama tender IT. Di sana semua juga absurb. Seorang laki-laki duduk di dekat mobil cakruk, melamun. Alan kemudian bertemu dengan timnya, timnya bukan mempersiapkan slide presentasi di gedung, tapi hanya di tenda seadanya. Ada tiga orang dari Reyland Grup yang ditempatkan di sana. Cayley, Brad, dan Rachel. Mereka bertiga sepertinya tertekan dengan fasilitas seadanya, tak ada makanan, tak ada wifi. Jadi untuk persiapan presentasi nantinya bagaimana? Semua tim jelas terlalu berharap banyak pada Alan, yang mana ia sendiri ragu akankah bisa menjadi vendor proyek ini. Di sgedung divisi pengembangan ia disapa resepsionis Maha (Amira El Sayed). Bahwa Karim tidak ada di tempat, diminta datang lagi besok. Apa jadinya FISH tanpa eye (i) – Fssshhhhh….!
Sekembali ke hotel, dia dihubungi bosnya Eric. Kenapa tidak bisa ketemu Karim dan bagaimana perkembangannya. Sepatunya penuh pasir. Hufh… Ia bermasalah dengan putrinya Kitty Clay (Tracey Fairway). Ia menjalani kelulusan SMU dengan bekerja paruh waktu sebagai pramu saji karena tak ada biaya untuk kuliah. Mengalami perceraian yang menyedihkan, mantan istrinya selalu menyalahkannya. ‘Masalah ada di sini, apa yang dilakukannya di padang pasir?’ Lalu bermasalah dengan ayahnya, yang optimis dalam menjalani hidup, maka ketika tahu ia di Arab, apa yang kau lakukan di sana? Sedang menjual sistem IT telekonfresi kepada Raja? Hei alan, jembatan Oklahoma sedang dibuat di China. Jadi ketika masalah ekonomi sedang pelik, segalanya bisa terjadi. Malam itu kita tahu, Alan frustasi akan kehidupan. Dengan akting hebat Tom Hanks, kepelikan masalah jadi begitu bernyawa.
Besoknya sama. Ia bangun kesiangan. Dijemput oleh Yousef lagi. Dan sesampai di gedung, sama saja. Mr. Karim tidak ada di tempat. Kemarin di Jeddah, hari ini di Riyard. Hufh, wifi masih bermasalah, makanan tidak ada. Carut marut. Mereka kan vendor, kenapa tidak didukung sengan fasilitas memadai? Lalu ia pun mengambil tindakan nekad. Masuk gedung ketika Maha sedang mendapat perhatian lain. Di lantai atas ia bertemu seorang wanita dari Denmark, Hanne (Sidse Babett Knudsen). Dari Hanne kita tahu, raja tidak di sana karena sudah 18 bulan janji-jani itu kosong. Malam itu kita pun tahu ada masalah di punggung Alan. Benjolan sebesar telur ayam itu sudah dideritanya lama dan kini semakin sakit.
Esoknya Yousef mengajaknya jalan-jalan untuk merasakan masakan lokal. Wah, nekad bolos? Tenang, dari koran kita tahu Raja sedang di Yemen jadi santai saja hari ini dipastikan ia tak akan datang. Masakan lokal itu hanya berisi ikan dan nasi. Kemudian ia pun pergi ke dokter untuk periksa. Disambut dokter Hakem Zahra (Sarita Choudhury), seorang wanita. Hasil pemeriksaan akan diberitahukan hari Minggu. Ketika hal itu diceritakan kepada Yousef, ia kaget. Wow, dokter perempuan. Alan berjalan di kesempatan pertama.
Malamnya ia malah diajak jalan Hanne ke sebuah diskotik tersembunyi. Dengan musik menghentak. Alkohol. Wanita-wanita seksi. Dan itu berada tepat di negara Arab. Wow! Esoknya, lagi-lagi Karim tak ada. Ia di New York. Haha.. shock. Namun ada kejutan ketika Alan memaksa masuk lagi, ternyata Karim ada di kantor. Weleh. Semakin hari semakin membingungkan. Seperti di negeri wonderland saja.
Dengan kondisi serba sulit Alan didesak waktu. Presentasi harus segera siap karena setiap saat raja bisa datang. Alan juga sedang sakit berat sehingga harus segera operasi. Hal ini menjadikannya dekat dengan dokter Hakem lalu tumbuh benih cinta diantara mereka. Kedekatannya dengan Yousef juga beresiko. Seperti ketika ia secara tak sengaja menyelundupkannya ke kota Mekkah.
Berhasilkah timnya Alan dalam presentasi hologram di hadapan raja? Bisakah Reyland Grup memenangi persaingan untuk memenangkan proyek itu? Bagaimana kisah cinta Alan dengan dokter Zahra berujung? Dengan perbedaan kebudayaan yang begitu tinggi.
Well, beberapa bagian tak membuatku terkejut karena saya muslim. Seperti bagian ketika aturan memasuki kota suci Mekah yang harus seorang muslim. Sholat lima waktu. Wanita berhijap. Suami beristri empat. Sampai cara salam kepada saudara. Yang mengejutkanku justru, script cerita ini. Film ini berdasarkan novel karya Dave Eggers. Cara penyampaian kepada penonton ada yang janggal. Di awal seperti film Cloud Atlas (yang juga diperankan oelh Tom Hanks) dimana kita diajak menyelami dilema pikiran Alan. Pembagian porsi pikiran nyata dan maya yang sangat menggoda. Awal yang bagus. Tapi menuju pertengahan, kehilangan kendali karena masalah merebet kemana-mana. Kekuatan untuk stabil bagus terguncang. Cinta Alan kepada warga asli, penyakitnya yang harus dioperasi segera. Benturan masalah dengan sopirnya, yang dibuat rumit sendiri sampai keputusan akhir inti alasan Alan ke sana.
Kekuatan utama jelas di akting Hanks. Kualitas prima. Juara. Memainkan mimik orang bingung di negeri antah dengan sangat meyakinkan. Setiap adegan sunyi, kesepian dan tatapan kosongnya. Benar-benar aplikasi sukses kalimat, ‘kenapa saya bisa sampai terdampar di sini?’
Ada trivia unik ketika Alan bilang, ‘mereka hanya dapat membunuhku dengan peluru emas’. Sebuah kutipan dari film legendaris Lawrence of Arabia. Nah itu pula pikiran Alan di sana. Syeik. Unta. Gurun. Laki-laki di mana-mana. Arab sekali. Lalu trivia aneh di adegan pembuka, Tim Hanks menyanyikan sendiri lagu dari Talking Heads, ‘Once in a lifetime’. Nyeleneh, dan patut diacungi jempol.
Ini adalah film Tom Hanks ketiga yang kutonton dalam sebulan ini. Sully yang biasa. Inferno yang biasa. Dan Hollogram yang biasa. Waduh, aktor sebesar Hanks ditonton beruntun dengan skor biasa? Aneh rasanya. Salahkan pada script! Saya yakin sekali bukunya jauh lebih menawan. Dan seandaikan ada kesempatan saya pasti sangat amat tertarik membaca buku-buku Dave Eggers.
A Hollogram For A King | Year 2016 | Directed by Tom Tykwer | Script Tom Tykwer | Cast Tom Hanks, Sarita Choudhury, Omar Elba, Tracey Fairway | Skor: 3/5
Karawang, 041016 – Sheila On 7 – Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Optimisme Menumbangkan Torino Di Turin

image

Prakiraan formasi lawan torino
4-3-3
Marchetti
Basta-Wallace-Hoedt-Patric
Parolo-Cataldi-Lulic
FA-Immobile-Keita

LBP 0-3
Sayang seribu sayang. Stefan mulai malam ini absen. Kemungkinan sampai awal tahun. Tapi lini depan sedang on fire. Bisalsh berharap pada tridente IKA – Immobila, Keita, Anderson. Tiga poin bungkus!

Bli DC Torino 1-0 Lazio
Ljajic
Pertarungan 2 tim papan tengah. Mungkin lokasi baksl menentukan hasil. Dan tuan rumah yang menang

Hit&Run Torino 3-1 Lazio, Belloti
Torino lagi bagus. Bagus vokalisnya ben NTRL. Walah.

Pak pres Torino 4-0 lazio, Ljajic
Hart klinsit. Bukan bullsit. Tang penting jangan ngisit.

Pap Win, Torino 2-0 Lajio ( Ljajic)
Immobile grogi. Hart nyantai. Emprit ditanduk.

Bung Arif Torino v Lazio 1-1. Immobile. Torino belum terkalahkan di kandang. Lazio ingin menang. Immobile tidak akan merayakan gol.

Bung Widy: Torino 2-1 Lazio. FELIPE
Hart lagi bagus. Cleansheet semoga. Torino bangga punya Hart semoga menang

Bung Panji: Torino 0-1 Lazio, Felipe
Lazio abis seri. Lazio coba bangkit. Gol menit-menit terakhir setelah dibuat frustasi Hart.

Bung Huang: Torino 2-2 Lazio, Immobile
Analisis: Ciro Immobile, yang namanya di Indonesia dipakai menjadi merk gadget terkenal, imo mobile, kembali ke klub yang telah membesarkan namanya. Merasa tidak enak hati, ciro bermain setengah hati. Demi tidak menyakiti bekas klubnya, ia lalu berpura-pura jatuh dan mengerang. Ia ditandu keluar. Tapi Sinisa Mihaljovic memberi tahu adik kelasnya Simone Inzaghi agar tetap memainkan immobile sampai akhir, karena ia meyimpan kado istimewa untuknya. Benar saja, ketika torino unggul 2-1 sampai menit 89, tiba-tiba saja seorang bek el toro dengan tampak sengaja namun ditutupi akting yang luar biasa, menjatuhkan immobile di kotak terlarang. Inilah kado itu! Immobile sungkan untuk membuat gol ke gawang el toro. Dia pun kemudian menyepak bola dengan 1/100 tenaga kuda sehingga bola meluncur lemah. Namun apa yang terjadi? Joe Hart meloncat setinggi-tingginya ke arah yang salah padahal bola disepak dengan sangat rendah dan lemah. Gol! Immobile dikerubungi para pemain lazio dan kemudian disalami bekas teman2nya. Immobile menangis lalu melambaikan tangan kepada penonton. skor 2-2 bertahan sampai akhir. Semua penonton senang karena pertandingan banyak golnya. Mereka tak sadar bahwa ini hanyalah sandiwara. Immobile yang tak mau menyakiti Torino dan Sinisa yang juga tak mau menyakiti Lazio. Di balik layar, kedua kubu bersalaman karena berhasil menyajikan drama yang menarik. Semua pemain dan official yang hadir pada pertandingan itu malam harinya diundang untuk merayakan keberhasilan pertunjukan ini. 😎

Bung Mads: Torino 3 – 0 Lazio, Ljajic
Torino berburu sekudeto, emprit jadi korban. Berguru dari Leicester dan Montpellier. Apapun bisa. Kemenangan 1 – 0, sudah cukup bagi Torino. Tapi sekor 1 nol maupun 2 nol udah didahului orang. Maka 3- nol juga ga papa. Pemain Torino tenang menyerang. Karena punya kiper jos gandos. Empritpun merana dibuatnya

Deni
Torino v lazio 0-1 Immobile
Lajio main tandang. Laajio main menyerang. Lajio akhirnya menang 👍🏻

Bung Tak
Torino 2 lazio 5. Immobile.
Sementara sinar surya perlahan kian tenggelam. Suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta. Ada damai mengalun dalam jiwamu. Getar seluruh jiwa. Kemesraan ini janganlah cepat berlalu (yang baca sambil nyanyi…tua).

Karawang, 221016

Success Protocol – Ippho Santosa

image

Kerja itu ibadah. Itu adalah salah satu kalimat yang sering disampaikan Bapak Muhammad Nasih, atasan saya. Eh mantan atasan saya di PT NICI. Sekarang beliau sudah pindah ke Surabaya. Di akhir bulan Juni 2016, beliau pamit. Mudik sekaligus pindah kerja. Di hari terakhirnya beliau menghadiahkan timnya buku-buku. Setelah perpisahan yang sendu dan mengharu, beliau berpesan pentingnya menjaga ibadah sekalipun dalam waktu kerja, pentingnya usaha mandiri dan keinginan yang mulia harus diikuti dengan tindakan yang tepat.
Buku ini kuterima dan walau bukan genre-ku saya berjanji akan membacanya sampai kelar. Saya kurang suka buku-buku motivasi, buku inspirasi, buku muluk-muluk tips sukses, apapun bentuknya apapun nasehatanya. Saran terbaik ya dari dalam bukan dari luar. Guru terbaik ya hati sendiri dalam menghadapi waktu, bukan petuah-petuah luar. Nah, sebagai penghormatan beliau ya tetap saya baca dan review. Dan benar saja, isinya sederhana. Tujuan Iphho saya tahu, sharing dan mengajak pembaca maju dalam iftah agama. Namun cara penyampaiannya buruk. Bayangkan dalam tiap halaman kalian akan melihat gambar Menara-menara dunia beserta patung Liberti. Seolah bilang, ‘nah gue sudah sampai sini coy!’. Beberapa lembarnya lebih parah lagi, foto-foto selfie dan beberapa foto bersama orang terkenal di berbagai belahan dunia. Gaya pamer untuk memotivasi untuk orang lain kurasa bukan ide bagus. Kalau di sosmed sih masih mending, tapi kalau dalam cetakan buku berharga mahal. Duh! Kata Rhoma terlalu. Sebenarnya sudah tertebak sih, lihat aja kovernya. Narsis gitu. Kalau ada pemilihan kover buku terburuk, kamu pasti memasukkan buku dalam daftar TOP TEN.
Apakah hanya itu keluhan utamanya? Bukan! Isinya dangkal sekali. Tak banyak vitamin yang bisa saya serap. Mayoritas sudah saya baca di tempat lain. Buruknya, itu bukan ide dan pemikiran dia namun tak memberi kredit, jelas kesalahan fatal. Prediksi saya bahwa buku ini akan mengecewakan, sah terbukti.
Dalam sekali duduk di hari Minggu yang gerimis, saya kelar membacanya. Hambar. Sampulnya aja yang tebal dan mentereng, isinya tipis dan sangat biasa. Kopi yang saya minum bahkan belum habis ketika buku ini sampai di penghujung. Benar-benar tidak worth it dibeli. Karena ini hadiah, maka yah tak terlalu rugi. Buku dibuka dengan persembahan, lalu ucapan terima kasih atas terpilihan Ippho dalam berbagai penghargaan. Bukti pamer dan – maaf – terkesan sombong kan. Lalu pengantar dari Dr. Aries Mufti seorang pakar MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) yang memuji Ippho yang sukses. Akhir pesannya: ‘… buku ini akan menjelaskannya. Dan Anda beruntung, karena telah memilikinya.’ Wuih, absurb!
Lalu Ippho menjelaskan singkat buku-buku beliau sebelumnya. #7KejaibanRezeki yang sudah diseminarkan hampir di 20 negara di 4 benua. Satu nama disebut, bung Jamil Azzaini. Yah, saya sudah baca Kubik Leadership. Nah itu baru buku motivasi yang bagus. Padat. Bervitamin. Tak seperti ini. Tipis dan simple.
Lalu apa itu Success protocol? Ialah rumus 7i, semacam corporate sufi – widih istilahnya sufi coy. Bakalan berat? Enggak juga. 7i itu rumus. Ikhtiar, Itqan, Indibath, Itikaf, Ihsan, Ikram, dan Ittihad. Semua menuju Ijabah. Sebagai pusat aktifitas professional slide. Kemudian dijelaskannya satu per satu. Di pembuka adalah ihktiar (work with workship). Bahagia itu mudah. Yah saya setuju. Bahagia itu dari dalam, kita sendiri yang menetukan. Itu kata Mahatma Ghandi dan Dalai Lama. Berdasar survey waktu paling bahagia itu jam 19:26 di Sabtu Malam. Kata Daily mail, usia paling bahagia itu di angka 34 tahun. Namun tentu saja, kita bisa menentukan bahagia dengan waktu dan cara sendiri. Kita bisa menyusun takdir dan keberuntung sendiri!
Nabi Saw bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, yang darinya tubuh diciptakan dan disusun kembali.” Tulang ekor disebut ajbudz dzanab, relics, dan coccyx. Disebut juga saririka datu dalam agama Hindu dan Budha. Dalam tradisi Hindu, mayat dibakar sampai menjadi abu dan abu yang dicari itu adalah tulang ekornya. Lazimnya warna abu itu putih atau hitam, tergantung selama hidupnya apakah baik atau buruk.
Buya Hamka pernah bilang kalau sekedar kerja, kera juga kerja. Kalau sekedar makan, babi juga makan.  Bukan hanya sekedar ‘kerja kerja kerja’ namun juga ‘berkah, berkah, berkah.’  Ingat kerja akan dinilai ibadah apabila diringi dengan niat yang benar, sikap yang benar dan cara yang benar. Dengan menyadari kerja adalah ibadah berarti kerja adalah bekal bukan beban yang dengan izinNya dapat membantu meringankan kita saat dihisab kelak di Hari Pembalasan.
I kedua adalah ittihad (work with network). Pembukanya tentang joke suami istri yang sebelum berangkat kerja sang istri minta sun. Joke jadul ini jelas sekali bukan pemikiran murni sang Penulis. 10 tahun lalu temanku pernah bercanda dengan kalimat yang mirip.
Pertanyaan kenapa manusia dibuat bersuku-suku dan berbangsa-bangsa? Ya biar saling mengenal, itu jelas ada di kitab suci. Jadi kalau mau bahagia dan panjang umur ya bersilaturahmilah. Ini jelas ada dalam hadits. Silaturahmi penting kok, sebelum baca ini buku kita semua juga tahu. Perbedaan itu wajar, asal ga mau menang sendiri. Rumus + x + = +, + x – = -, – x + = -, dan – x – = + bukan barang baru juga. Di briefing pagi NICI, pak Endang sudah sangat sering dibahas dan diungkap.
I yang ketiga itqan (perfection for satisfaction). Itqan itu bekerja dengan teliti dan hati-hati, sepenuh hati, dan bermutu tinggi (dengan eksekusi terbaik, fokus terbaik, spirit terbaik dan material terbaik). Dalam proses film Taken 2 di Turki, aktor Liam Neeson bilang terpana dan terpesona dengan suara adzan yang pernah diberitakan oleh the Sun.
Kalian tahu Simdrom 15P? ya, joke itu sudah wara-wiri di web. Kali ini dinukil di sini. ‘Pergi pagi, pulang petang, pinggang pegal-pegal, pala pening-pening, pendapatan pas-pasan, potong pajak pula.’ Lalu Anda harus menghindari BEJO: Blame-menyalahkan orang lain, Excuse-mencari-cari alasan, Justify-membenarkan diri sendiri, dan Ostrich-tidak mau tahu. Yah, itu semua buruk. Kemudian sejarah terciptanya sepeda oleh Karl Drais di Jerman akibat kuda pada mati karena letusan gunung Tambora di Indonseia tahun 1817. Itu juga info basi. Pernah muncul di kuis Hexagon war, dan tentu saja saya menjawab dengan tepat.
I yang keempat adalah itikaf (introspection for improvement). Semacam plan v realisasi kemudian dievaluasi hasil kerjanya. Kalau secara umum muhasabah yang berasal dari kata hasiba yahsabu hisab yang artinya melakukan perhitungan.
“Tidak perlu bersedih. Semua itu ada waktunya. Ada masa di atas, ada pula masa di bawah. Jadi kita tinggal menjalanainya saja. Yang terpenting adalah saat berada di atas jangan sombong.” Jleeb! Lalu foto-foto pamer keliling dunia dipajang.  (
I yang kelima adalah indibath (persistency with consistency). Ah konsisten, sampai kapanpun akan jadi kunci. Joke sholat nomor dua apalagi, ini garing sekali. Pertama dengar pas SMP, jadi sekitar hhmm… 15 tahun lalu? Alamak. Dipajang di buku berharga mahal lho. Yah, iman seseorang naik turun. Wajar. Sehebat apapun pasti pernah down. Rumus 3S: Sabar + Sholat = Solusi. Ini juga sederhana karena sudah ada di dalam ayat Al Quran, di mana Sabar dan Sholat untuk dijadikan penolong. Walau pelaksanaannya tentu saja tak sesederhana yang dikira. Kegagalan itu wajar. Orang sukses pastilah pernah mengalami berbagai kegagalan dulu.
I yang keenam adalah ihsan (productivity with spirituality). Kita semua tahu arti ihsan-kan. Allah maha melihat jadi setiap gerak-gerik kita diawasi, jadi jaga sikap jaga hati. Yakin akan keberadaan Allah di mana pun berada bukan hanya di tempat ibadah.
Cara bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: dahi, kedua telapak tangan yang sejajar dengan hidung, dua lutut, dan dua ujung dua kaki. Penjelasan keistimewaan sholat silakan baca di web, sudah banyak sekali tersebar. Buku ini hanya nukil. Copy-pas-edit. Jangan lupa JUAL. Royalty.
I yang ketujuh adalah ikram (productivity with sincerity). Ketulusan itu sikap yang sangat bijak. Tingkatannya tinggi. Pengorbanan seorang ayah untuk mencari nafkah demi keluarga juga sebuah tindakan yang bernilai tinggi. Ikhlas apalagi, rasa syukur yang luar biasa atas apapun yang terjadi. Dan yang terakhir sedekah. Ahhh keistimewaan sedekah sudah banyak dibahas. Silakan goggling.
Dengan banyaknya konten yang sudah umum kenapa buku ini bisa sukses dan mahal? Jawabnya adalah nama Penulisnya yang bisa menjual. Ibaratnya Ippho bikin buku motivasi selebar buku saku-pun akan laku. Ahh nama, sebuah brand yang terkadang menipu. Jelas brand tidak berbanding lurus dengan kualitas. Dan buku ini membuktikannya. Mending baca di net deh, ada ratusan ribu tips yang jauh lebih hebat ketimbang mengeluarkan uang membeli buku ini. Dan benar, menikmati fiksi jauh lebih menarik daripada membaca gambar pamer orang keliling dunia. Yakinlah!
Success Protocol: Mencapai Target Ala Sufi Korporat | oleh Ippho Santosa | kontributor Tendi, Ardi & Datie | copyright 2015 | Penerbit Elex Media Komputindo – Kompas Gramedia | 234151081 | ISBN 978-602-02-6614-5 | Cetakan ke-2, Januari 2016 | Skor: 1.5/5
Ruang Hr – NICI, Karawang, 211016 #Sherina Munaf – Singing Pixie