Selamat Hari Raya Idul Adha 1437 H – Ceramah Hari Ini

image

image

image

image

Selamat Idul Adha 1437 H – Ceramah Hari Ini

Sekali lagi saya memulai tulisan hari ini dengan bilang, saya bukan msulim yang baik. Jarang-jarang saya mengikuti ceramah sampai akhir. Jumatan nyaris selalu datang saat iqomah menjelang. Biasanya kelar sholat ied saya segera membuka HP untuk mengusir bosan. Namun entah kenapa pagi ini lain. Setelah semalam COC-Clash Of Clans-ku dirampok dark elixer 4.000 yang membuatku suntuk, hari ini saya belum serang siapapun. Maka kelar sholat, saya duduk dengan manis mendengar ceramah. Pagi ini di masjid Perumnas blok H, Karawang Barat yang mengisi adalah pak ustadz Romli. Ceramahnya memang bagus-bagus. Setiap malam taraweh Ramadan beliau sering mengisi kultum, dan isi ceramahnya selalu diselingi humor segar. Nah, hari ini saya takjub dengan materinya. Maka kelar acara, saat jamaah bersalam-salaman saya menghampiri beliau dan meminta izin meminjam materi khutbah. Dan atas seizin beliau, saya ketik ulang dan posting di blog. Berikut garis besar isinya.

  1. Mukaddimah – Ajakan Bertakwa
  2. Isi Khutbah iedul Adha / Qurban – takbir tiga kali
  3. Defisini / Taarif
    • menurut makna bahasa

Pemberian untuk menyatakan kebaikan (kerelaan hati, dst)

  • Menurut istilah

(tulisan Arab) – yang artinya: Apa yang dberikan manusia dari sesuatu (harta benda) atau binatang ternak dengan makna mendekatkan diri keada Allah SWT. (Prof Farid Wadj dalam Diratul Ma’arif Qarnil Isyrin)

  1. Dalil-dalil – takbir tiga kali
    • Al Quran

(tulisan Arab) – yang artinya Maka dirikanlah sholat karena Rob-mu dan berkurbanlah.

(tulisan arab) – yang artinya Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan kurban, supaya mereka ingat kepada Allah atas nikmat yang telah dirizkikan kepada mereka berupa binatang ternak.

(tulisan Arab) – yang artinya Barangsiapa yang mendapat kelapangan untuk berkurban, lalu ia tidak berkurban maka janganlah dia mendekati tempat sholat kami.

(tulisan Arab) – yang artinya Tidak ada amalan Bani Adam yang lebih dicintai Allah ketika Idul Adha selain menyembelih hewan kurban.

  1. Kisah Tentang Kurban – QS. Ash-Shaffat: 106-107

(tulisan Arab berisi 12 kalimat) – yang artinya Maka takkala anak itu sampai umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim. Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat mimpiku bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?

Ismail menjawab Hai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar.

Takkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim telah membaringkan anaknya atas pelipisnya (nyatalah kesabaran keduanya). Kami panggillah dia, ‘hai Ibrahim sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpimu. Sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

  1. Hikmah Kurban
    • Hikmah vertikal dan horizontal

Vertikal: Bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SAW

Horizontal: Hewan kurban dengan menyembelihnya, dagingnya dapat dinikmati oleh orang-orang yang membutuhkan sehingga terbentuklah solidaritas dan kesetiakawanan sosial.

  • hikmah sosial, moral dan spiritual

Sosial: Kurban berdampak strategis bagi ikhtiar membangun kebersamaan dan pemerataan masyarakat. Misal dalam bermasyarakat ada orang yang belum tentu dapat memakan daging setahun sekali. Kurban dapat dijadikan sarana membangun kebersamaan dan keharmonisan hubungan antara yang kaya dengan yang tidak punya.

Moral: Perintah kurban mengingatkan bahwa pada hakikatnya kekayaan itu hanyalah titipan Allah sehingga sadar bahwa ada hak orang lain kepada harta yang kita miliki, maka harus dikeluarkan berupa zakat, sedekah termasuk kurban.

Spiritual: Secara bahasa kurban berarti qaraba – yaqrobu- qurbanan (dekat) dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara mendekatkan diri kepada sesama manusia melalui ibadah qurban.

(tulisan Arab)

Setiap kita adalah Ibrahim

Setiap kita adalah Ibrahim dan setiap Ibrahim punya Ismail. Ismail kita mungkin hartamu, jabatanmu, gelar kita, ego kita. Ismail adalah sesuatu yang kita sayangi dan pertahankan bahkan kita banggakan di dunia ini.

Ibrahim tidak diperintah membunuh Ismail. Ibrahim hanya diperintah oleh Allah untuk membunuh rasa memiliki (sense of belonging) terhadap Ismail karena hakikatnya semua adalah milik Allah.

Semoga Allah menganugerahkan kesalehan nabi Ibrahim dan keikhlasan nabi Ismail kepada kita semua supaya kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan merendahkan dan menghinakan orang lain dengan harta kita, jabatan kita, gelar kita karena di hadapan Allah hanya ketakwaan kita yang diterimaNya.

Tujuan penyembelihan kurban

Manusia adalah hewan yang berfikir. Maka harusnya lebih beradap. Sifat-sifat jelek hewan: rakus, senang berkelahi, malas, senang kawin, egois, dll. Sifat-sifat buruk manusiapun dimisalkan kepada hewan.

Laki-laki dan perempuan tinggal bersama tanpa menikah – kumpul kebo

Ngomong ke A gini ngomong ke si B gitu akhirnya berkelahi – adu domba

Mencari orang untuk dipersalahkan – kambing hitam

Orang mencla-mencle ga jelas – bunglon

Ikut arus tanpa punya pegangan – kebo dicocok hidungnya, dst, dst

Maka dengan berkurban, mari kita lepas sifat hewani yang buruk itu. Semoga bermanfaat.

(tulisan Arab)

(penutup)

Well, begitulah. Saya ketik sama dengan catatan pak Ustadz. Pastinya beda mendengar langsung dengan membaca tulisan ini. Karena dalam berceramah beliau melakukan improvisasi dengan jokes yang segar.

Setiap idul Adha saya selalu ingat lagu dari Snada: Belajar Dari Ibrahim. Lagu yang booming saat saya masih sekolah. Di album Neo Shalawat, lagu ini selalu mengiang bertahun-tahun. Berikut liriknya (diambil dari liriknasyid.com):

Sering kita merasa taqwa
Tanpa sadar terjebak rasa
Dengan sengaja mencuri-curi
Diam-diam ingkar hati

Pada Allah mengaku cinta
Walau pada kenyataannya
Pada harta, pada dunia
Tunduk seraya menghamba

Reff:
Belajar dari Ibrahim
Belajar taqwa kepada Allah
2x
Belajar dari Ibrahim
Belajar untuk mencintai Allah

Malu pada Bapak para Anbiya
Patuh dan taat pada Allah semata
Tanpa pernah mengumbar kata-kata
Jalankan perintah tiada banyak bicara

Diketik di laptop Dian-Mega di Blok H/279 – Perumnas BTJ – Karawang, 120916

Uji Nyali Di Marc Antonio Bentegodi

image

Big match. Big match. Big match.
Perkiraan formasi:
Chievo : S. Sorrentino, D. Dainelli, I. Radovanović, B. Cesar, M. Gobbi, L. Castro, V. Birsa, F. Cacciatore, R. Inglese, P. Hetemaj, R. Meggiorini
Lazio : F. Marchetti, S. de Vrij, J. Lukaku, D.
Basta, Felipe Anderson, Bastos, M. Parolo,  C. Immobile, S. Lulić, L. Biglia, Ş. Radu

Prediksi FOCCER:
LBP
0-3
Kunjungan ke kota Verona selalu berat. Tahun lalu saat ke sana gawang Berisha diberondong 4 gol. Tahun ini dengan komposisi yang lebih bagus, harusnya bisa dapat poin. Tridente maut; Immobile, Felipe Anderson dan Kisha bakalan diuji kehebatannya. Uji nyali di malam takbir di Marc Antonio Bentegodi.

Huang
Chievo 2-0 Lazio Roberto Inglese
Analisis: Felipe Bale telah kembali dari pengasingan Rio de Janeiro. Tentunya ini menjadi big boost untuk tim tamu demi mengejar mimpi meraih scudetti yang sudah 16 tahun hanya lewat di depan mata. Ayo the great, kamu bisa!

Widy
Chievo 0-2 lajio.Felipe
Laga takbiran (katanya). Lajio perkasa dengan segudang pemain berkualitas. Skor 0-2 jadi milik Lajio meski maen tandang.

Panji
Chievo 1-1 lajio. Felipe
Jangan pernah meragukan kemampuan Chievo untuk menjegal tim yang lebih besar. Apalagi mainnya di kandang. Lazio perlu waktu buat stabil

Arip
Chievo 0-1 Lazio ; Immobile.
Immobile sedang on fire. Chievo biasanya menyulitkan lazio. Tapi kali ini Lazio lebih beruntung.

Deni
Chievo 1-3 Lazio ; Immobile.
Chievo main di kandang. Chievo mendominasi serangan. Lajio sesekali bertahan. Namun akhirnya Lajio yang menang👍🏻

Erwin
Chievo 3-0 Lajio, Inglese
Hasilnya dah ketahuan. Elang dijadiin Qurban. Tower dijadiin tiang tenda Qurban.

Aditya
Chievo vs Lazio : 2-1, Pellisier.
Lazio mau kalah. Chievo tidak mau pongah. 3 poin melayang bagi yang kalah.

Karawang, 110916

Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

image

Saya bukan muslim yang baik. Namun saya berusaha menjalankan ibadah yang wajib dan menambahkan yang sunah bila mampu. Sunah yang tidak terlalu sulit (kemampuanku) dengan pahala yang luar biasa. Puasa 6 hari di bulan Syawal, 2-8 rakaat di waktu di waktu Dhuha, 2 rakaat sebagai ‘sayap’ sebelum dan sesudah Mahgrib dan Isya, kesempurnaan wudlu, dst. Dan tentu saja puasa Arafah 9 Dzulhijjah ada dalam top list yang harus diantisipasi.
Kemarin ketika dalam perjalanan pulang kerja, saat suntuk sampai tembus di malam hari karena lebur dan ingin dengar sesuatu yang lain di radio dengan siaran acak, tunning menangkap radio yang menyairkan ceramah tentang keutamaan puasa Arafah. Dari keisengan teman perjalanan itu beberapa poin saya tangkap dan karena bagus untuk dibagi maka tulisan kali ini izinkan saya bercerita masalah puasa sehari dalam setahun ini. Sekali lagi saya bukan muslim yang baik, kalau ada yang salah mohon diluruskan.
Puasa Arafah adalah puasa satu hari sebelum Idul Adha, hukumnya sunah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan). Dilakukan setiap tahun di tanggal 9 Dzulhijjah yaitu tepat ketika jamaah haji sedang melaksanakan ibadah wukuf di padang Arafah.
Rosullah SAW bersabda Puasa di hari Arafah dapat menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. (HR. Muslim).
Nabi SAW bersabda Sebaik-baiknya doa adalah doa pada hari Arafah. (HR. Tirmidzi).
Jadi silakan, di hari spesial ini kita memohon kepadaNya karena ini termasuk doa yang mustajab, dilakukan di waktu yang utama. Jangan sia-siakan. Musim ini Lazio scudetto? Kebetulan tahun ini atasan saya berangkat haji. Factory manager di hari kerja sore itu, ketika teman-teman pada minta didoakan macam-amacm mulai dari hal sepele masalah jodoh, sukses usaha, sampai hal-hal yang berat seperti doa minta naik jabatan. Ketika giliran saya, saya Cuma minta satu: ‘Doakan Lazio scudetto musim ini.’ Beliau Cuma tertawa dan bilang, ‘ah mustahil rasanya.’ Saya tetap tersenyum dan menimpali, ‘Bapak doakan saja di sana. Sisanya biar urusan Tuhan dan saya.’ So, pastikan mulai subuh besok lebih khusuk dan kirim puja-puji doa untuk memberi kekuatan kemenangan kepada pasukan Elang Biru setiap pekannya.
Tahun ini 9 Dzulhijjah 1437 H jatuh pada hari Minggu, 11 September 2016. Berdasarkan hitungan hisab, posisi hilal tanggal 1 September 2016 masih di bawah ufuk. Tepatnya berada di kisaran antara minus satu derajat 13 menit 29 detik sampai 0 derajat lima menit 58 detik. Artinya 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 3 September 2016.
Dan menurut saya puasa di hari libur itu sangat berat. Kenapa? Waktu melimpah dengan posisi perut kosong itu seakan waktu berjalan dengan lambat. Ujung-ujungnya tidur. Baca buku. Tidur lagi. Ga ada kopi untuk teman santai, ga ada cemilan sebagai pendamping. Makanya puasa itu enaknya pas kerja, waktu berjalan tak terasa. Tiap tetes keringat jadi pemicu untuk terus bertahan menanti Maghrib. Waktu di kala sibuk berlari seakan detik detak saling berkejaran.
Namun ga sepenuhnya juga. Tahun lalu saya ingat sekali. Tanggal 9 jatuh di hari kerja di tengah pekan, sudah saya niatkan puasa. Kebetulan hari itu saya dan teman-teman mendapat tugas market visit ke pasar Rengasdengklok, Karawang untuk cek produk di lapangan. Astaga, panasnya terik. Masuk ke pasar basah baunya mengerikan, mual. Jalan kaki dari satu penjual ke penjual lain untuk wawancara, bibir kering, tenggorokan meronta. Saya ingat sekali dari tim yang berjumlah enam orang itu, saya dapat satu teman seperjalanan yang juga puasa. Eh pas tengah hari mau Dhuhur, ia sudah jalan bersama yang lain ke warteg buat membatalkan. Hufh, jadinya saya sendiri ke masjid di seberang pasar untuk sholat, setelahnya sambil nunggu mereka selesai makan saya baca buku ‘How The World Works’ nya Noams Chomsky – ya saya ingat sekali, saat itu sampai di bagian kudeta Presiden Soeharto dan dalang Amerika yang menjelajah Timur jauh. Namun tak sampai dapat dua lembar saya tepar ketiduran di beranda masjid. Jadi kalau kalian berfikir puasa tahun ini bertepatan libur dan merasa berat hingga melepasnya, pikir dua kali!
Kebetulan tahun ini keputusan Pemerintah sama dengan keputusan dari Pemerintah Arab Saudi jadi aman ga ada perdebatan. Seingat saya tahun 2010 pernah tuh beda tanggal jadi selisih sehari. Kalau saya pribadi jelas puasa Arafah ikut yang di Arab sana, kenapa? Karena ini kan puasa Arafah jadi acuannya ya saat wukuf di sana bukan dari hitungan tanggal di setiap negara. Pernah saya berdiskusi dengan teman yang lebih bagus agamanya, sepintas. Dia mendebatku, saya tak taat ulil amri kalau pegangannya itu.
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RosulNya dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Quran) dan Rosul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-?Nisaa: 59).
Well, saya takutnya gap sehari yang diputuskan pemerintah itu salah terus kita niatnya puasa Arafah 9 Dzulhijjah, padahal saat itu di arab sudah pada merayakan idul adha dan puasa di hari besar ied itu Haram. Ngeri kan?! Mending cari aman. Terus teman saya ndebat lagi, kalau pemerintah salah menentukan tanggal, dosanya mereka yang nanggung. Aduh! Saya paling ga suka menyalahkan orang, saya paling ga suka menunjuk kambing hitam (mending kambingnya buat kurban), saya paling ga suka menghakim keluar. Saya lebih suka menunjuk ke dalam kepada diri sendiri. Apapun yang terjadi pada saya adalah konsekuensi tindakan saya, bukan konspirasi aura busuk di busuknya udara di sekililing kita. Terus saya diajak diskusi lebih lanjut, ‘Wah ga bisa gitu bro. Niat baik saja tak cukup. Harus punya pegangan yang benar, harus punya wawasan agama.’ Ah kita kembali ke dasar ternyata ujungnya. Niat. Saya ga membantah lebih lanjut karena saya paling ga suka berdebat sesuatu yang absurb, kembali lagi ke atas: saya bukan muslim yang baik. Jadi lakukan menurut kalian itu bagus, asal ga recokin orang lain aja deh.
Jadi kesimpulan tulisan ini apa? Ga ada, selain informasi bahwa besok kita punya momen istimewa. Ketika orang-orang yang beruntung punya kesempatan berdiam diri wukuf di Arafah sana, kita (yang berpencar di seluruh dunia) harus juga memperlakukan hari itu istimewa dengan melakukan puasa, sehari saja! Ga usah pusing-pusing hitung pahala, karena sudah ada petugasnya, ga usah memaksa orang lain ikut puasa, yang mampu dan mau aja, ga usah menyalahkan orang lain yang beda pendapat, karena keberanan hanya milik Allah SWT. Semoga bermanfaat.
“Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan Sholat sebagai penolongmu” (QS. Al-Baqarah: 153)
Karawang, 100916 – Raihan – Puasa Dulu Baru Rayal

Fantastic Beasts & Where To Find Them – Newt Scamander

image

Ketika mendengar kabar bahwa spin-off Harry Potter ini akan difilmkan, saya sebagai Potter Mania sangat antusias menyambutnya. Dengan bintang Eddie Redmayne bahkan sudah direncana dipecah dua bagian. Yeah, Hollywood selama itu menjanjikan uang akan terus diprosuksi. Sudah lama mempunyai buku tipis ini bersama Quidditch dari masa ke masa. Karena bulan November nanti adaptasinya rilis maka inilah waktu yang tepat buat mengulasnya.
Buku semacam ini adalah jenis buku yang dibaca sekali duduk. Bahkan mungkin secangkir kopi-nya belum habis tapi halaman sudah sampai di ujung. Bacaan ringan yang bisa dilahap dengan musik-musik sendu Sherina Munaf, Nikita Willy atau mungkin Fatin. Sedari awal memang JK Rowling meniatkan terbit dengan royalti untuk amal. Yah, apapun itu yang dirilis Penulis Skotlandia ini pasti sukses diserbu penggemar. Saya pertama kali membacanya ketika STM di Perpus solo. Namun saat itu hanya sekelebat, ga seperti Inu, temanku yang disikat habis. Saat itu saya meniatkan untuk membaca sekaligus mengoleksinya.
Buku ini unik, karena dalam ‘skenario’ terbit di dunia sihir. Ditulis seorang Penyihir legendaris Newt Scamander diterbitkan oleh penerbit imajinaf Obcurus. Bahkan disela-sela tulisan kalian seakan menemui tulisan tangan Harry, Ron, Hermione. Lalu ceritanya buku punya Harry ini diizinkan terbit di dunia Muggle, dunia manusia tempat kita berada. Awalnya ya terbit di negara asalnya sono di Inggris, lalu diterjemahkan ke seluruh dunia dan sampailah ke Gramedia untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia hingga akhirnya sampai di rak saya deh. Aneh? Yah, seperti itulah. JKR memang sengaja membuat dunia sihir itu seolah ada di pararel universe.
Newton ‘Newt’ Artemis Fido Scamander lahir pada tahun 1897, anak peternak Hippogriff hias. Lulusan sekolah sihir Hogwarts ini pernah bekerja di Kementerian Sihir di Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib. Lika-liku kehidupan Newt itulah yang kemungkinan jadi dasar utama cerita di film. Bagaimana pengalamannya berkeliling dunia bertemu makhluk buas. Tugasnya di Biro Riset dan Pengendalian Naga membuatnya kenyang informasi hewan buas hingga tersusunlah buku ini. Jadi pegangan pelajaran di sekolah sihir, dicetak ulang sampai 52 kali. Newt mendapat anugerah Order of Merlin kelas dua tahun 1979. Untuk kehidupan keluarganya, ia menikah dengan Porpetina dan mempunyai 3 anak: Hoppy, Milly dan Mauler. Bakalan jadi dasar film jua pastinya, walau di buku hanya sekelebat satu kalimat!
Draco dormiens nunquam titillandus – jangan mengusik naga yang sedang tidur. Adalah kalimat penutup dari Albus Dumbledore sebagai orang yang mendapat kehormatan untuk diminta menulis kata pengantar. Sang professor dengan lugas mengucapkan terima kasih karena buku ini menjadi peganganan siswa di kelas Hogwarts. Dan sumbangsih royalty dari penjulan, seperti yang dirilis Comic Relief sudah mencapai 174 juta Pound sejak tahun 1985 (34.870.000 Galleon, 14 Sickle dan 7 Knut).
Sebelum memasuki indeks, kita disuguhi pendahuluan yang berisi histori pengelompokan apa itu hewan. Lalu perdebatan dari masa ke masa. Lalu seluk beluk alasan kenapa buku ini dibuat. Dari dunia muggle, seperti yang kita kenal banyak hikayat, legenda, sampai mahkluk-mahkluk yang kita kita mitos di dunia sihir adalah nyata. Seperti naga, peri, pixie, centaurus, troll, imp, phoenix sampai yeti. Jelas mahkluk-mahkluk itu adalah fiksi, hanya ada di cerita-cerita. Namun dengan penuturan sederhana, mereka adalah hewan yang ‘terlepas’ dari dunia sihir hingga muncul di dunia kita, sehingga mereka menyamarkannya. Hehe, pinter juga JKR mengolah imajinasi. Kita dipaksa meyakini sesuatu yang absurb.
Susunan hewan dibuat sesuai abjad. Lalu dibagi dalam 5 kategori: X: bikin bosan. XX: Tidak berbahaya/bisa dijinakkan. XXX: Penyihir cakap mampu menangani. XXXX: Berbahaya/butuh pengetahuan khusus dan penanganan ahli. XXXXX: Dikenal sebagai pembunuh penyihir/mustahil dilatih atau dijinakkan.
Nah dari kriteria itu, kalian bisa menebak-nebak mahkluk yang sudah muncul di cerita Harry Potter ada di range mana. Range dimaksud adalah Klasifikasi Kementerian Sihir (KKM). Hippogrif contohnya, yang muncul di seri ketiga apakah itu berbahaya sehingga akan dieksekusi oleh pengadilan karena membahayakan Draco Malfoy? Werewolf yang menghantui penonton dalam balutan bulan purnama. Atau troll yang muncul di seri pembuka yang menyusahkan Ron dan Hermione di kamar mandi, ada di kriteria mana. Nyaris semua dijelaskan, walaupun beberapa mahkluk dari seri empat hingga tujuh tak ada seperti thestral yang membantu Dumbledore Army ke Kantor Pusat Pemerintahan. Buku yang bervitamin, luamaynlah sebagai penunjang kisah fantasi. Tentu kalian harus paham kisah-kisah Potter untuk bisa merasuk ke penjelasan, namun yang belum pun saya yakin sedikit banyak paham.
Saya ambil contoh salah satu mahkluk yang muncul di seri empat Goblet of Fire:
Grindylow: XXX – Grindylow atau monster air bertanduk berwarna hijau pucat, terdapat di danau-danau seluruh Inggris dan Irlandia. Mereka hidup dari ikan-ikan kecil dan bersikap agresif terhadap Penyihir maupun muggle, meski Manusia Duyung diketahui telah menjinakkan mereka. Grindylow punya jari-jari panjang yang bisa mencengkeram sangat kuat, namun sangat mudah patah. – halaman 56
Jadi silakan tebak mahkluk apa saja yang akan dimunculkan dalam film, dan masuk keKKM berapa?!
Prediksiku di film nanti akan ada makhluk gaib Nundu. Makhluk dengan kategori XXXXX dari Afrika Timur ini disebut sebagai hewan paling berbahaya di dunia, meski pendapat ini masih diperdebatkan. Dengan wujud macan tutul yang mampu bergerak tanpa suara, dengan ukuran tubuh raksasa. Nafasnya bisa menimbulkan penyakit yang keganasannya cukup untuk menghancurkan seluruh desa. Untuk menaklukkan Nundu, sedikitnya dibutuhkan kerja sama dari seratus Penyihir. Bayangkan, seratus penyihir! Karena hewan ini (seingat saya) belum keluar di seluruh serial Harry Potter maka di spin-off ini jelas harus ada yang baru, maka seharusnya departemen kreatif film memasukkan ke daftar utama.
Prediksi lainnya. Werewolf, manusia serigala. Karena ada karakter penting di Harry Potter and the Prisoner of Azkaban seorang manusia serigala, maka patut dinanti penampilan di layar lebar asal-usul Profesor Lupin mendapat gigitan. Harusnya jadi bagian yang seru, Lupin adalah tokoh favorit yang layak diantisipasi. Apalagi ending di Deathly Hallow begitu memilukan.
Prediksi lainnya, tentu saja penampilan naga. Dengan kategori lima X maka naga adalah binatang wajib tampil. Ga usah kesepuluh jenis murni ditampilkan, cukup naga Ekor-Berduri Hungaria rasanya bisa memporakporandakan runtutan kisah.
Mari kita lihat. Dengan pede-nya dipecah dua bagian, mudah-mudahan bisa memenuhi ekspektasi.
Hewan-Hewan Fantastis Dan Di Mana Mereka Bisa Ditemukan | by Newt Scamander aka J.K. Rowling | Bloomsbury bekerja sama dengan Obcurus  Books: 18a Diagon Alley, London dan Comic Relief | diterjemahkan dari Fantastic Beasts & Where To Find Them | copyright J.K. Rowling 2001 | alih Bahasa Komalawati Suhendra (seorang Muggle) | GM 126 02.001 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan keenam, April 2002 | 88 hlm; 20 cm | ISBN 979-686-563-7 | Skor: 3,5/5
Karawang, 090916 – Sherina Munaf – Here To Stay

Para Priyayi – Umar Kayam

image

Butuh kesabaran untuk menuntaskan kisah panjang 3 generasi Jawa yang melewati masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, kemerdekaan RI, Orde Lama sampai akhirnya menyongsong Orde Baru. Tiga generasi yang dituturkan dengan tempo sedang, bahkan beberapa bagian sangat lambat. Bermula dari sebuah ulasan menarik dari teman di Facebook, Bung Tak memberi gambaran bahwa ini buku yang tak lazim. Buku lokal yang memikat. Ketika saya tanya apakah mirip dengan Bumi Manusia, di mana orang biasa (ternyata Minke menyamar) kemudian menjadi seorang ningrat? Bukan. Buku ini lebih kepada pergolakan pribumi menghadapi perubahan-perubahan zaman. Dan kesempatan itu datang juga ketika Lebaran 2016 novel terbitan Grafiti ini sudah di tangan. Saya mulai baca tepat di HUT RI 71 tahun dan selesai di hari spesial 33 tahun, hari ini. Untuk buku unik semacam ini di mana dalam menyelesaikannya butuh waktu 2 minggu tergolong baguslah. Waktu semakin tipis untuk dibagi.
100 halaman pertama sangat berat. Pemilihan diksi yang tak lazim, sebagian menngunakan bahasa Jawa, yang seharusnya saya pahami namun terbaca aneh. Namun kesabaran itu terbayar, ketika memasuki 1/3 bagian mulai ada titik temu mau ke mana arah kisah ini. Apalagi benang merah asal usul salah satu karakter akhirnya dijelaskan dengan pola maju-mundur sehingga saat tahu nasib sebenarnya seorang karakter penunjang saya langsung bilang, ‘Wah ada twist’. Setelah itu langsung ndelujur terus tak terhenti hingga final.
Kisahnya adalah perjuangan kaum bawah untuk memperbaiki nasib. Bersetting utama di sebuah kabupaten Wanagalih, Jawa Timur. Meletakkan pondasi ceritera (di buku beberapa kata tak baku, contoh ceritera yang seharusnya cerita) yang sangat Jawa. Bagaimana masa Indonesia di zaman Belanda. Struktur Pemerintahan dan pembagian kelas sosial. Di era itu, guru adalah profesi idaman rakyat karena sebagai orang terdidik ia dihormati. Gajinya lebih dari cukup ga seperti sekarang, guru kesejahteraannya ga diperhatikan Pemerintah. Pengajar di zaman itu masuk kasta priyayi, kasta yang begitu diidamkan.
Nah kisahnya di Wanagalih, sebuah wilayah yang jadi saksi Perubahan sebuah keluarga besar. Adalah Soedarsono alias Sastrodarsono, anak tunggal Mas Atmokasan, petani desa Kedungsimo yang berhasil mengantongi beslit guru bantu di Ploso. Menjadi guru yang berarti menjadi orang pertama dalam keluarga besar itu, ia adalah sang Pemula. Pembuka jalan menjadi priyayi untuk keturunan berikutnya. Benar saja, berjalannya waktu ia begitu dipercaya gupermen untuk terus naik posisi yang akhirnya di tempatkan di Wanagalih. Menjadi guru HIS. Menikah dengan Siti Aisah alias Dik Ngaisah, anak mantri penjual candu dari Jogorogo. Proses pernikahannya sendiri sangat klasik. Dijodohkan. Pernah ketemu pas sekolah kelas dua, namun tentu saja sudah lupa. Baru jadi guru bantu di zaman itu sudah dianggap sukses, sehingga orang tua Sastro secepatnya mencari jodoh. Ketemu lagi pas acara nontoni (lamaran). Dengan berkendara dokar menempuh puluhan kilo. Amazing, what the h**l taaruf?
Setelah nikah, rejeki mereka ternyata berjalan lancar. Anak petani yang menjelma priyayi ini kini jadi warga terpandang di daerah Setenan. Mempunyai tiga orang anak yang jatmika. Noegroho sang sulung. Harjono yang cerdas dan si bungsu seorang perempuan Soemini. Saya kasih tahu sedari awal, kisah ini akan sangat panjang karena akan menempuh perjalanan hingga cucu dan cicit Soedarsono.
Selain ketiga anaknya, ia juga menampung anak-anak saudara di rumah Setenan itu untuk dididik. Nah dari beberapa anak petani saudaranya itu ada satu nama yang akan menjadi polemik panjang. Anak yang ngeyel dan susah diatur itu bernama Soenandar. Selepas sekolah ia menjadi guru bantu di Wanalawas, sekolah yag didirikan dengan jerih payah Soedarsono. Sayang ia salah langkah. Ia menitipkan Nandar ke rumah seorang janda Mbok Soemo beranak satu. Remaja bernama Ngadiyem itu kemudian hari ketahuan hamil, benih cinta terlarang itu mengguncang Setenan. Sayang sekali, Nandar bukannya tanggung jawab malah kabur.
Pencarian besar-besaran tak membuahkan hasil. Malah kabar buruk yang akhirnya tiba. Nandar bergabung dengan gerombolan perampok Samin Genjik, suatu hari kelompok kriminal ini tersudut oleh warga di sebuah rumah. Warga yang geram membakar rumah itu, membunuh semua yang ada di dalamnya. Yah, hidup memang keras. Tak ada yang mudah menghadapi tantangan.
Sastrodarsono berjanji akan merawat dan memberi bantuan kepada keluarga Soemo. Anak yatim itu akhirnya terlahir, diberi nama Wage. Nantinya ia akan bernama Lantip. Sebagai anak seorang penjual tempe keliling ia adalah seorang pekerja keras. Menjalani hidup layaknya anak desa penuh keceriaan. Segala cinta dari nenek dan ibunya tumpah kepadanya. Sesekali ia bertanya ‘di mana ayah?’ Ngadiyem selalu bilang, ‘bapakmu pergi jauh untuk mencari duit.’ Rahasia ini nantinya dibongkar dengan pilu. Maka tak heran sesekali ia kena bentak namun tak terlalu paham. Makian , ‘bedes, monyet, goblok anak kecu, gerombolan maling…’
Hebatnya buku ini. Fakta itu disimpan. Penuturannya bukan seperti yang kalian baca. Penuturannya dengan pola bolak-balik. Dari pengenalan Wanagalih, lalu Lantip, kemudian ditarik jauh ke belakang ke masa lalu Soedarsono lalu ditemukan dalam satu titik pengungkapan identitas ayah Lantip. Nah, untuk menuju ke sana butuh kesabaran karena memang dibuat acak. Dbuat terus bertanya kok bahasannya njelimet. Hebat. Dengan sudut pandang orang pertama dan sudut pandang selalu berubah tiap ganti bab.
Bergabungnya Lantip dalam keluarga besar Setenan memberi banyak warna. Ketiga anak Soedarsono sukses secara finansial. Keturuan priyayi ini mewujudkan harapan keluarga. Noegroho mengajar di Yogyakarta. Harjono mendapat tugas di Wonogiri, Jawa Tengah. Karena nantinya ia hanya punya anak satu, maka Lantip-pun diajaknya ke sana. Sedang Soemini melanjutkan pendidikan di Solo hingga akhirnya menikah dengan Hardoyo, anak priyayi yang bekerja di Pemerintahan.
Namun segalanya berubah dengan perubahan era di negara kita. Ketika Jepang akhirnya memaksa Belanda menyerah, sistem pendidikan dirombak. Mengaku sebagai saudara tua, Jepang yang awalnya disambut gegap gempita ternyata malah memperosokkan rakyat. Penjajahan ini memberi pilu. Soedarsono pensiun karena memang ga sreg untuk hormat matahari tiap pagi. Noegroho malah direkrut untuk jadi tentara Peta (Pembela Tanah Air), Harjono pindah kerja ke Mangkunegaran di Solo untuk mengabdi kepada raja Kasunanan Surakarta. Soemini dan keluarga kerja di Jakarta.
Ketika akhirnya Indonesia mendeka. Keluarga ini tentu saja dipaksa kembali menyesuaikan diri. Pasca Proklamasi, Belanda yang mencoba kembali harus dihalau. Perang di mana-mana. Salah satu karakter nantinya jadi korban. Pergolakan internal lebih mencekam. Percobaan kudeta terjadi beberapa kali. Salah satunya seperti yang kita baca di buku sejarah, di tahun 1948 di Madiun PKI (Partai Komunis Indonesia) ditumpas. Namun dengan sudut pandang yang lebih inten, kita tahu konflik itu bermula. Puncak segalanya tentu saja pemberontakan G30SPKI 15 tahu berselang.
Begitulah terus berjalan. Keluarga ini hidup di era Indonesia di zaman peralihan. Nantinya, anak tunggal Harjono bermasalah karena bergabung dengan Kesenian Lekra. Suami Soemini berselingkuh dan anak Noegroho hamil di luar nikah. Lantip-lah penyelamat nama besar keluarga ini. Anak jadah saudara jauh Soedarsono ini tampil sebagai hero. Dialah yang menunjukkan dengan caranya sendiri makdan kata ‘priyayi’ dan ‘kepriyayian’ itu.
Well, ini adalah pengalamn pertama saya membaca karya Umar Kayam. Luar biasa. Bagus sekali. Bahasa yang ditampilkan tak lazim. Aneh, namun sarat makna. Saya tersendat di awal, namun ketika kejutan itu diungkap, setelahnya buku ini tak bisa lepas. Nikmat sekali melahapnya. Bangga ada buku lokal sebagus ini. Saya pastikan tiga buku yang lain beliau masuk daftar baca berikutnya: Mangan Ora Mangan Kumpul (1990), Jalan Menikung (1999), dan Seribu Kunang-Kunang di Manhattan (2003).
Sejauh apapun anak merantau ia akan kembali juga ke asalnya. Jalan Setenan di Wanagalih ada sebuah pohon nangka yang hidup dari Seoadrsono kecil sampai ajalnya. Menjadi saksi bisu perubahan era. Memberi manfaat bagi semua orang di sekeliling. Ketika pohon nagka itu akhirnya tua dan tumbang, berakhir pula dinasti Soedarsono.
Kisah panjang seperti ini mengingatkanku pada buku Sidney Sheldon: The Master of the Game. Dari generasi kere dari Eropa, menjelajah Afrika Selatan hingga menjadi konglomerat di New York, Amerika. Mengingatkanku pada kisah panjang buku The Good Earth-nya Pearl S. Buck. Dari keluarga kere petani, mengolah sawah sepetak mengakusisi tanah majikan hingga mencapai puncak kejayaan di Cina. Yang membedakan adalah ini buku lokal. Ini buku karya anak bangsa. Sangat layak dijadikan bahas ajar. Sangat layak masuk legenda besar Umar Kayam ini. Walau kelasnya masih jauh dari legenda Pramoedya Ananta Toer, namun jelas Umar punya kelas. Setidaknya beliau juga punya legacy untuk kita dan generasi yang akan datang. Para Priyayi tinggal tunggu waktu untuk diadaptasi ke layar lebar. Kuharap nantinya saya jadi saksi segala lika-liku keluarga Sastrodarsono di gambar bergerak. Semoga.
Para Priyayi | oleh Umar Kayam | Pertama terbit Mei 1992 | Penerbit Pustaka Utama Grafiti | Cetakan XIV, Oktober 2012 | Terbitan No. 211/92 | Editor naskah Eko Endarmoko | Tata letak Sijo Sudarsono | vi, 337 hlm; 21 cm | ISBN 978-979-444-186-2 | 305 52F | Skor: 4,5/5
Note: Buku ini selesai baca tanggal 3 Sep 2016 dan langsung saya ulas, tapi baru sempat diedit dan diposting hari ini.
Karawang, 070916 – The Adams – Pahlawan Lokal

Free State Of Jones: A Great Historical Drama

image

Newton Knight: I’m tired of it. You, me, all of it! We’re all out there dying so they can stay rich!
Jones County adalah sebuah distrik di Negara bagian Mississippi, Amerika Serikat. Wilayah yang didominasi hutan dan rawa. Mississippi adalah salah satu Negara Bagian dengan wilayah luas. Kalau kalian baru tahu ada sebuah Kabupaten bernama Jones setelah membaca ini, tenang. Saya juga baru tahu setelah menonton film Free State Of Jones. Sehari sebelum ke bioskop, teman CS di kantor TH mengajak nonton film yang dibintangi Matthew McConaughey, sang pemenang Oscar tahun 2013 via film Dallas Buyers Club. Sama sepertiku, TH tak tahu ini film tentang apa. Bahkan ia juga baru tahu bahwa Jones itu bukan nama orang. Daya pikat utama tentu saja sang aktor utama dan sutradara yang punya CV dua film mengkilap The Hunger Games dan Seabiscuit, selain itu blank.
Kisahnya sendiri rumit. Drama berat. Tak ada cast and crew di pembuka. Film langsung menyuguhkan perang. Bahwa pada bulan Oktober 1862 di Jones County, Mississppi terjadi Perang Saudara. Tampak barisan pasukan maju serentak dalam ritme teratur ‘kanan-kiri’. Terlihat beberapa mayat tergeletak dan barisan pasukan ini cuek untuk tetap maju. Sesampai di bukit terlihat pasukan musuh dengan meriam dan pedang terhunus. Barisan depan tentu saja adalah orang-orang pertama yang tewas. Semakin dekat semakin membuat jantung penonton berdegub. Seram dan darah di mana-mana.
Di kamp, layar memberi gambaran yang lebih mengerikan. Mayat bergelimpangan. Tentara yang mengerang kesakitan ada di mana-mana, dokter dan perawat super sibuk. Muncullah karakter utama film ini Newton Knight (Matthew McConaughey), ia berteman dengan Jasper Collins (Christhoper Berry). Tampak wajah-wajah murung akibat perang. Ketika malam tiba, Newton dikejutkan kemunculan keponakannya yang masih sangat muda Daniel (Jacob Lofland). Dirinya terseret untuk wajib militer. Dengan ketakutan ia minta tolong perlindungan kepada pamannya. Dan tak butuh waktu lama, dalam arena perang Daniel yang masih hijau akan kehidupan dan klimak Negara tertembak hingga tewas. Ini adalah adegan pembuka yang menjanjikan. Jelas bukan film sembarangan. Kekerasan diumbar. Kepedihan. Kesedihan. Semua rasa frustasi dirajut.
Newt memutuskan mengubur ponakannya di pemakaman dekat rumah, sehingga ia-pun pulang. Dengan kuda berisi mayat ia menantang maut. Sebagai lelaki dewasa di masa perang, pulang adalah pembangkangan. Seorang deserter hukumnya gantung. Setelah pemakaman yang pilu, Newt mulai mengenal keluhan tetangga. Pasukan Konsederasi menarik pajak yang tak wajar. Seperti perampok, pemerintah mengambil hasil tani dengan rakusnya. Suatu malam Davis Knight, putra semata wayangnya terserang demam tinggi. Khawatir, namun mencari dokter yang luang di masa itu msutahil, ia lalu meminta bantuan kepada warga kulit hitam untuk memanggilkan seorang perawat, tabib atau siapapun yang bisa menangani anaknya. Malam itu datanglah Rachel (gugu Mbatha-Raw), seorang budak kulit hitam. Paginya Davis sembuh, Newt tentu saja sangat berterima kasih dan memberinya hadiah emas.
Lalu seorang warga, ibu dengan tiga anaknya dibantu Newt mengusir pemungut pajak. Tampilan adegan ini bagus. Klasik. Anak-anak memegang senjata menantang dan mengancamnya. Pemungut pajak yang dipimpin oleh Barbour (Bill Tangradi) pun balik badan. Esoknya ia mengirim pasukan dengan anjing-anjing menyalak untuk memburu sang deserter. Newt kabur, sayang sebelah kakinya kena gigit. Dalam pelarian, melalui seorang negro dia butuh pengobatan dan dikirim ke hutan dengan sekeliling rawa. Kejutan itu, yang menjemputnya adalah Rachel, I know you. Newt dibawa kepada sekelompok orang kulit hitam yang dipimpin oleh Moses Washington (Mahershala Ali). Mulailah pengenalan para karakter.
Moses adalah budak yang kabur. Mengenakan besi di leher sebagai tahanan yang kabur. Setelah benar-benar sembuh Newt mencoba berbalas budi melepas besi yang membelenggunya. Adegan pelepasan itu diwarnai tembak-tembakan pasukan pencari dan diakhiri memanggang anjing. Tak buruk jua tinggal di rawa. Lebih damai. Lebih bebas. Sementara istrinya Serena Knight dan putranya memutuskan pergi.
Berjalannya waktu semakin banyak orang yang tinggal di sana, termasuk rekan Newt, Jasper Collins. Komunitas ini bertahan hidup dari makanan yang ada di hutan, mancing ikan! Lalu melebar merampok para pemungut pajak. Menyelamatkan jagung di kebun warga sampai berseteru dengan pihak berwajib. Paguyupan ini semakin meluas dan besar hingga Newt lalu mem-proklamasi-kan 4 Sila ‘Free State Of Jones’. Perjuangan warga kulit hitam, puncaknya kota direbut. Kabar ini sampai ke pimpinan dan menugaskan Kolonel Amos McLemore (Thomas Francis Murphy) untuk menumpas gerakan pemberontakan. Nah di sinilah kisah benar-benar seru. Sang Kolonel meminta pasukan Newt menyerah dan keluar dari rawa dengan memberi pengampunan. Instruksi itu membuat salah satu warga bernama Ward berfikir dua kali dan akhirnya memutuskan mengibarkan bendera putih dengan mengajak anak-anak. Fakta yang menyerahkan diri hanya segerombolan kecil membuat Kolonel marah dan bukannya mengampuni malah menggantung keempatnya.
Newt dengan tatapan kosong dan tangis kesedihan membalas. Adegan pemakaman di Gereja pun ditampilkan dengan sungguh mempesona. Scene terbaik saat pasukan dilumpuhkan. Situasi Amerika yang memanas. Perang saudara berkepanjangan. Hak pilih warga kulit hitam diperjuangan. Berhasilkah cita-cita Newton Knight membebaskan distrik Jones dari belenggu? Akankah sejarah akan mencatatnya sebagai pahlawan ataukah sang pemberoktak?
Well, saya suka film drama dengan balutan thrilling dan sejarah panjang seperti ini. Berdasarkan kisah nyata yang diadaptasi dari buku Victoria E. Bynum berjudul: The Free State Of Jones – Mississippi’s Longest Civil War. Dikutip dari web historyvshollywood.com, beberapa hal yang ditampilkan di film hanya fiktif. Contoh karakter Daniel, bocah yang tewas di awal itu tak ada. Keputusan Bynum memberi dramatisasi. Termasuk tokoh bernama Moses Washington, itu juga fiktif. Fakta bahwa Knight pernah tertangkap dan di penjara tahun 1863 tak ditampilkan. Lalu kehidupan sekembali Serena disuguhkan dengan lebih menyentuh karena Newt sudah serumah dengan wanita lain. Padahal mereka belum bercerai.
Kisahnya terlalu panjang. Harusnya ini bisa jadi film biografi Newton Knight yang brilian. Sayang cerita malah bercabang kemana-mana. Melebar tak terkendali hingga menyantap durasi lebih dari 2 jam. Bagi yang kurang suka drama mungkin bisa mati bosan. Saya sendiri melihat beberapa penonton akhirnya tumbang di tengah cerita sehingga saat final scene hanya menyisakan tak lebih dari 10 penonton. Beberapa scene memang menggangu, seperti adegan tiba-tiba melompat tahun 1947 di Persidangan keturunan Knight. Harusnya taruh di belakang saja, bukan di tengah. Penonton yang kadung tegang dalam kisah langsung dibuat mengernyitkan dahi. Kekuatan utama jelas akting Matthew yang total. Benar-benar luar biasa.
Saya nikmati tiap detik credit title. Benar, tak ada nama familiar di sana selain sang aktor dan sutradara. Free state banyak kemiripan dengan The Revenant untuk bertahan hidup di hutan. Mirip 12 Years A Slave untuk perlawan kaum kulit hitam. Mirip Lincoln untuk masalah politik Amerika. Cinematografi bisa jadi masuk ke penghargaan, namun karena musim piala masih, kemungkinan tercoret. Aneh aja, musim panas ada film drama sejarah.
Mudah-mudahan masuk Oscar, minimal nominasi. Atau setidaknya finish entry lah, sebagai wujud ini adalah film berkualitas.
Free State Of Jones | Year 2016 | Directed by Gary Ross | Screenplay Leonard Hartman, Gary Ross | Cast Matthew McConaughey, Gugu Mbatha-Raw, Mahershala Ali, Keri Russel | Skor: 4/5
Karawang, 020916 – Backstreet Boys – Safest Place to Hide