Mengukur Jalan, Mengulur Waktu – Yopi Setia Umbara

image

Tak banyak buku puisi di rak keluargaku. Puisi itu identik romantis, dan karena saya tidak romantis maka sejalan. Entah kenapa Lebaran lalu, dua dari delapan buku yang saya beli adalah buku puisi.
Kumpulan puisi ini terasa sederhana, sekali duduk sambil ngemil dan melahapnya selesai. Jumlah halaman lebih sederhana lagi, tak sampai seratus padahal ukuran buku hanya 13 x 19 cm yang artinya lebih lebar dikit dari buku saku. Beberapa puisi bahkan hanya sekalimat. Sederhana sekali. Dan membuatku terkejut buku seperti ini ternyata bisa dijual. Hooo…, dunia puisi memang aneh.
Kovernya bagus. Sangat bagus. Sebuah foto karya Dennis Nilsson berjudul ‘The main street of Oradour-sur Glane’. Berisi gambar jalan dengan sebelah kanan gedung tua yang runtuh, dua pria berjalan menjauh sebagian blur karena ada sebuah gerakan. Cover yang indah ini sayangnya tak disertai isi. Saya kurang bisa menikmati kata per kata yang disajikan. Entahlah. Sebagai pembuka berjudul ‘Pernyataan Cinta’ yang hanya satu kalimat ‘Aku menulis namamu berulangkali di air’. Biasa sekali kan? Walau maksudnya bercabang nan ambigu bagiku tetap biasa sekali.
Judul buku adalah salah satu judul puisi. Mungkin karena yang terbaik, atau karena unik saya ketik ulang deh.
Mengukur jalan mengulur waktu.
Denganmu mengukur jalan, diantara gedung-gedung besar di kota yang tercipta dari gairah.
Celah sempit dilalui banyak orang dan kendaraan semua bergerak beradu cepat entah ke mana.
Sepeti kita yang masih tak jelas, bergegas hendak pulang tak tahu ke mana.
Perjalanan hanya mengulur waktu, mencipta kesedihan demi kesedihan, sempurna sebagai insan ingatan.
Mungkin petualangan belum usai, namun di sepanjang jalan, aku mencium aroma kematian – 2008
Karena saya bingung mau cerita apa, saya nukilkan saja beberapa kalimat puisinya yang menurutku menarik.
Aku mencintaimu seperti mencintai kekasihku.
Di atas perahu bernama sajak, kita menuju sunyi sendiri-sendiri dan menabur air dari mata air tanah lahir.
Adalah hujan musim yang paling kutunggu, setiap kali datang melewati jalan-jalan, masuk ke dalam rumah sampai terus ke kamarku.
Hanya mengulang-ulang langkah, pada jalan yang telah jutaan kali kupijak itu. Ternyata tanpamu aku semakin tak tentu arah, hingga setiap pulangku tak lebih dari singgah
Perahu melayang bagai keranda yang diusung badai sungai juga diarak taburan air mata.
Jika kau tanya waktu padaku maka lihat saja secangkir kopi, mungkin dapat menterjemahkan perubahan arah angin. Juga pergantian lanskap ketika kau menikmati hidup. Dan membiarkan setiap tetes kopi merasuk ke dalam tubuh. Menelusuri lorong-lorong rapuh di mana riwayat bersemayam dan jadi denyut. Yang membuatku terjaga seperti jantung.
Kupungut satu daun paling regas, kusimpan dalam saku untuk kuberikan padamu. Sebagai bukti bahwa begitu panjang jalan yang harus kutempuh untuk sampai padamu, kekasihku.
Dari langit sajak-sajak turun, sebagai juru selamat bagi setiap kesunyian.
Bersyukur bagi siapa pun, yang masih mendapatkan cahaya jatuh tepat di kakinya.
Penyair Yopi Setia Umbara ini ternyata alumni Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sejak kuliah sudah gemar berpuisi dan karyanya sudah beberapa kali masuk dalam antologi puisi. Ia adalah pendiri Jalan Teater dan buruan.co
Mengukur Jalan, Mengulur Waktu | oleh Yopi Setia Umbara | copyright 2015 | Design sampul Damar N Sosodoro | Design isi Mawaidi D. Mas | Cetakan pertama, Desember 2015 | vii + 61 hlm, 13 x 19 cm | ISBN 978-602-72761-6-1 | Penerbit Gambang Buku Budaya | web: penerbitgambang.com | Skor: 2/5
Ruang HR – NICI, Karawang, 210916 – Sherina Munaf – Singing Pixie

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s