Sherlock: Hounds Of Baskerville – Dog Day Afternoon

image

Sherlock: Yes, if I wanted poetry, I’d read John’s emails to his girlfriend. Much funnier.
Yah kutukan episode kedua nih. Seperti di season satu, di seri kedua ini juga sebuah penurunan. Setelah membumbung tinggi dengan segala daya pikatnya. Kasus yang disodorkan Hounds of Baskerville lebih sederhana. Sampai di bagian Sherlock menguji materi dan gagal itu saya sudah tahu apa penyebab semuanya, jadi tak terlalu mengejutkan saat eksekusi ending.
Kisahnya dimulai dengan sebuah traumatis masa kecil Henry Knight (Russel Tovey). Dua puluh tahun lalu ia bersama ayahnya diserang binatang misterius di lembah dekat Baskerville yang mengakibatkan ayahnya terbunuh. Mayatnya tak ditemukan, ia selamat namun kejadian itu terus menghantuinya. Malam itu ia kembali ke sana untuk menghadapi ketakutannya, seperti saran psikiaternya. Malam yang menghantarnya meminta tolong ke Baker Street. Lalu skoring khas mengalun dengan segala cast and crew episode ini.
Sherlock Holmes (Benedict Cumberbatch) bosan, tak ada kasus istimewa akhir-akhir ini. Dirinya marah-marah ga jelas mencari rokok yang disembunyikan Dokter Watson (Martin Freeman). Ternyata mencari kasus unik susah juga. Sudah cek di koran atau sampai radius beberapa mil tak ada. Muncullah Mrs Hudson (Una Stubbs) mengenakan baju baru. Debat itu menghasilkan ocehan ga jelas Sherlock bahwa Mrs Hudson bertemu dengan Mr Chatterjee, seorang pria bersuami yang tak mungkin mengajaknya berlayar. Fakta yang diketahui Sherlock dalam sekejap itu membuat sang induk semang ngambek. Watson meminta Sherlock meminta maaf. Tentu saja ia menolak dan merasa iri dengan Watson, lebih tepatnya pikiran Watson yang begitu tenang, lurus ke depan dan hampir tak digunakan. Beda sama Sherlock, pikiran bisa meledak. Haha, asem tenan si freak iki.
Lalu dalam website ada kasus masalah kelinci yang hilang, Bluebell yang kabur dari kandang. Padahal kandang masih posisi terkunci dan tak ada yang rusak. Kasus yang menarik itu membuat dahi Watson berkerut, lalu terdengarlah bel rumah. Single ring dengan tekanan penuh di bawah satu detik. Sang klien adalah Henry Knight yang diperkenalkan di awal cerita. Melawan trauma di lembah berkabut. Sebuah video menjelaskan tentang laboratorium percobaan di Baskerville yang dijaga ketat aparat, terlihat mencurigakan. Knight lalu menjelaskan lebih detail malam saat ayahnya meninggal. Ia melihat binatang itu mencabik-cabik, bermata merah menyala dengan raungan menyeramkan. Anjing? Srigala? Bukan. Kerena ditemukan jejak kaki binatang. Awalnya Mr Knight ngambek karena Sherlock terlihat mencemooh, tapi bisa ditaklukkan untuk kembali duduk untuk merokok yang asapnya ikut dihisap Sherlock. Giliran dia menceritakan lebih lanjut eh gantian Sherlock teriak ‘boring…, pulanglah ke Devon’, namun saat Mr Knight melanjutkan kisah bahwa ada jejak kaki raksasa HOUND, Sherlock terdiam dan meminta mengulanginya. Sepertinya ia mengingat suatu koneksi lain. Dan benar saja, kata hound mengubah pikirannya. Yup, kasus ini siap dipecahkan.
Duo jagoan kita berkelana ke Baskerville. Menyelidiki masyarakat sekitar, mampir ke kedai untuk ngopi ‘The cross key’ – boutique room & vegetarian cuisine, sampai akhirnya memutuskan masuk ke laboratorium. Lho kok bisa? Sherlock menggunakan kartu pass milik Mycroft (Mark Gatiss), inspeksi dadakan itu diprediksi Sherlock butuh waktu 20 menit untuk disadari. Adegan selama di lab diperlihatkan dengan segala kekocakanya. Mengelabui petugas, menanyai para peneliti sampai cek sana-sini. Kopral Lyons mungkin hanya muncul beberapa menit, namun ia begitu asyik diikuti. Adu cerdik dengan Sherlock lalu Watson yang bilang kapten Watson, ini perintah kopral! Haha, anjrit, keren keren. Autorized ke lab itu dibuat dengan memikat. Sepintas terlihat lift sampai -4 dan B, dan apa yang ada di bawah? Sebagai seksi keamanan ia lalu mengantar tur mr Holmes. Pertanyaan hilangnya Bluebell terjawab di sana. Saat waktu tur menipis dan urgent call menyambungkan dengan sang pemilik asli kartu pass, tentu saja Mycroft langsung mengirim pesan kepada sang adik, ‘apa yang kau lakukan?’ Benar saja kartu pass itu akhirnya terdeteksi saat di menit 23. Berdua ditangkap, untungnya ada dr Franland (Clive Matle). Ia memberi nomor cellphone kepada Sherlock. Kembali ke mobil Land Rover dan keluar dengan selamat. Sok misterius dan sok cool dengan menggerakkan mantel ke atas.
Mereka lalu ke rumah Mr Knight untuk menyusun siasat. Darinya Sherlock tahu, ada kalimat traumatis yang selalu terngiang, ‘liberty in…’, Sherlock nyeletuk ‘Liberty in death’ sebuah ungkapan yang berarti kebebasan yang sejati. Rencana berikutnya mereka ke lembah malam itu. Bertiga menyelidiki langsung. Ketika Sherlock dan Mr Knight sudah berjalan di depan, Watson malah tertinggal karena ada semacam kode morse dari kejauhan, kode berbunyi U – M – Q – R – A . Bagi yang sudah nonton pasti ketawa arti kode itu. Watson dengan konyol menyelidiki lebih lanjut. Sementara Sherlock akhirnya mendengar suara raungan, gemerisik binatang dan malam itu makin berkabut. Dalam kepeningan karena jarak pandangn yang berkabut, Sherlock bilang ‘aku tak melihat apapun’. Merekapun pulang.
Mr Knight sangat yakin ia melihat binatang misterius dan Sherlock jua. Pernyataan itu lalu ditelaah di depan perapian berdua. Dan tadaaa… apa yang dikatakan Sherlock membuat Watson kaget. ‘Mr Knight is right John, I saw it too. A gigantic hound!’ bahkan untuk pertama kalinya di serial ini kita melihat Sherlock sampai takut gemetaran. Gelas yang dipegangnya ikut berderak. Watson mencoba menenangkannya, namun malah semburan kata-kata (seperti biasa) yang muncul tentang orang di sekeliling. Kalimat terakhirnya begitu mengintimidasi, ‘aku baik-baik saja John dan tinggalkan aku! Aku tak punya teman’
Berikutnya Watson diminta ketemu sang terapis Dr. Mortimer (Sasha Behar). Kenapa saya? Downloading image, ‘oooh, kau pria nakal.’ Paginya segalanya lebih baik. Sherlock segar setelah menatap mentari, waaa… menyerap vitamin D nih. Pagi itu kita tahu, Sherlock memang tak punya teman kecuali satu. Duuuh… menyentuh. ketika ia menjelaskan bahwa hound sepertinya bukan kata, namun huruf: H.O.U.N.D secara tak sengaja melihat DI Lestrade (Rupert Graves) sedang minum. Wait, apa yang kau lakukan di sana inspektur? Liburan? Menyamar jadi Greg? Oohh… pasti utusan Mycroft ya. Ok, penyelidikan kembali di-reset. Dimulai dengan kedai vegetarian namun suplai daging bisa begitu banyak? Wah ini pasti ide buruk Watson jadi saranku abaikan!
Penyelidikan berikutnya mereka memtuskan kembali masuk ke lab di Baskerville. Kali ini dengan legal meminta tolong kepada sang kakak. Watson diminta untuk menyelidiki ke lab sendiri karena Sherlock harus ketemu mayor Barrymore. Watson disuruh mencari monster, dan bagian ketika ia ke lab sendirian itu adalah bagian terbaik seri ini. Mencekam, seru dan penuh ketegangan. Dan yak, Sherlock menemukan titik terang. Ayooo kita tangkap hantunya! Benarkan ada anjing raksasa?
Jelas kisah ini diadaptasi dari judul yang sama, yaitu novel The Hound of Baskerville. Dari episode ini saya tahu, di Inggris nyopirnya seperti di Indonesia. Sopir di kanan, jalan di kiri. Di script aslinya yang mengemudi adalah Watson dan ternyata Martin tak bisa mengendarai Land Rover sehingga diserahkan ke Benedict.
Kalau kalian teliti, Watson memanggil ‘Spock’ kepada Sherlock. Ini bukan sembarangan klu. Yak, Spock yang dimaksud adalah Spock-nya Star Trek. ‘Once you’ve ruled out the impossible, whatever remains, however improbable, must be true.’ Kutipan yang pernah digunakan oleh Spock di seri The Undiscovered Country tahun 1991, yang aslinya diambil di cerita The Sign of Four.
Well, kasus episode ini lebih sederhana. Tak ada musuh berat yang harus ditaklukkan, tak ada villain penting di sini. Dan sangat disayangkan si Molly tak muncul. Karakter favoritku ini tak ada dalam satu adegan pun. Masih ngambek dari malam Natal Miss Louise? Kalau kalian sudah membaca bukunya, kasus episode ini tentu saja terlihat biasa. Teka-teki sudah dibocorkan bahkan di awal, alasan kenapa Sherlock tak boleh merokok tentu masuk ke klu utama. Namun tetap, ini adalah Sherlock. Semua tentangnya tentunya menarik. Sebuah kenikmatan tersendiri menyaksikan duo kita memecahkan misteri. Misteri yang tersimpan 20 tahun itu kini terungkap.
Sherlock: Hounds Of Baskerville | Director Paul McGuigan | Screenplay Mark Gatis, Steven Moffat | Cast Benedict Cumberbatch, Martin Freeman, Rupert Graves, Una Stubbs, Louise Brealey, Mark Gatiss, Andrew Scott, Sasha Behar, Clive Mantle, Russel Tovey | Skor: 4/5
Karawang, 020816 – Sherina Munaf – Kembali ke Sekolah

Iklan

8 thoughts on “Sherlock: Hounds Of Baskerville – Dog Day Afternoon

  1. Wah, mas budy tiap hari kayaknya mosting serial SH. Mantap jaya.
    Manurut saya, daya pikat film ini juga didukung sosok Moriarty, si bebuyutan SH. Moriarty adalah tipikal musuh cerdas pesaing SH, dan perannya dalam film ini bagus sekali. Hehe

  2. Ping balik: Sherlock: Hounds Of Baskerville – Dog Day Afternoon | By the Mighty Mumford

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s