A Very Yuppy Wedding #29

image

Buku ini saya baca tahun 2008, tiga tahun kemudian ketika akan menikah saya berikan kepada May, calon istriku untuk dibaca. Untuk dimengerti bahwa hari-hari menjelang menikah itu penuh cobaan dan godaan. Tak hanya di novel atau cerita-cerita fiksi, kenyataan memang menjelang hari H kita akan sangat sibuk dengan berbagai problematika dari yang remeh sampai yang perlu menghitung ulang uang besar. Begitulah, tahun 2011 bulan 11 tanggal 11 akhirnya menjadi A Very Yuppy Wedding, dan buku ini layak digunjingkan sekedar referensi bagaimana degub jangung pasangan berdebar.
Merupakan novel perdana Ika Natassa dan jadi novel pertama dia yang kubaca. Sebagai bankir jelas apa yang ia ceritakan adalah pangalaman pribadi dibalut khayal sana sini dan jadilah buku ini. Kisahnya runut, walau banyak bagian yang super-duper-lebai. Kepanikan dikejar EO nikah itu bagian yang yah, sederhana namun dibuat pusing sendiri. Judulnya spoiler berat, karena segala tanya apakah pernikahan itu akan jadi ga-nya hanya metafora. Emang tak ada konflik berarti, tapi kalau dibaca para lajang masih layak. Terutama cowok yang biasanya cuek bebek.
Adalah Andrea, wanita karir di sebuah bank swasta terbesar di negeri ini. Berpacaran dengan Ajie yang satu atap Perusahaan. Peraturannya jelas, karyawan tak boleh menikah dengan teman satu Perusahaan. Jadi mereka pun backstreet, menjalin kasih di antara kesibukan kerja. Andre seorang account manager kredit bersama bos Karen, pak Utomo dan Ajie tentunya sedang meninjau sebuah kebun kelapa sawit ke Pekanbaru. Sekembali ke Jakarta pekerjaan menumpuk. Namun ini adalah situasi kerja kelas jetzet. Di jam kerja bisa jalan-jalan ke salon. Makannya di J.Co bukan mie ayam pinggir jalan. Mau jalan tinggal panggil sopir. Yah, kehidupan perlente. Kerja di bank, kantoran. Tak akan ada betapa tiap akhir bulan mie instanadalah makanan lezat penyambung hidup. Tak ada kepanikan sekedar masalah bayar kos, tak ada kepenatan menunggu angkot datang atau waspada copet di metromini. Kehidupan kaum hedon, bankir bro bankir.
Ajie adalah pacar posesif, minta perhatian mulu, suka cemburu. Sama anak bu Karen si Ryan yang suka nelpon dia sensi, cowok paranoid, takut Andre kanapa-kenapa. Memiliki nick name 5 o’clock shadow, jambangnya mungkin sekeren Wolverine. Andre memang jatuh hati sama godek-nya yang cool. Mereka sering hitung sana-sini karier ke depan bagaimana nanti saat menikah. Siapa yang resign mungkin untuk kerja di bank saingan, siapa yang melanjutkan karier. Segalanya penuh resiko, Andre berpendapat wanita perlu berkarier karena hobi belanjanya yang tinggi. Adjie berpendapat, sebagai laki ia harus mampu menafkahi keluarga jadi percaya saja.
Mantan Andre, Radit pernah ketemu tak sengaja di Bintan. Saat kunjungan kerja berdua sama Adjie, mereka sempat grogi karena baru putus, cepat sekali mendapat ganti. Fakta ini tentu saja bisa jadi acuan Andre seperti cewek kebanyakan alias tak istimewa, pacar adalah hal penting. Jadi siap-siap saja sifat cewek yang hobi shopping, ke salon, jalan-jalan, makan es cream atau ngambek akan kita temui sepanjang buku. Adjie? Sama saja. Ya, pasangan kita adalah cerminan diri sendiri jadi memang jodoh.
Jadi bagaimana lika-liku menuju hari H mereka menikah? Well, saya membacanya dalam posisi lajang jadi dulu asyik saja, namun kalau dibaca ulang ilfill banget. Bacaan ga berbobot. Memang semakin dewasa seseorang maka semakin susah membuat takjub dari sebuah karya. Mungkin tua dan kualitas adalah garis lurus sehingga A Very Yuppy Wedding jelas cerita biasa dengan penuturan biasa. Beberapa bagian menggunakan bahasa Inggris, dulu kayaknya bagus dikutip tapi sekarang hadeeeh ternyata jelek. Kutipan simpel kayak gitu dengan mudah dibuat dan sebenarnya ga terlalu menunjang cerita. Apalagi pasangan ini memperlihatkan peluk dan cium seperti hal yang biasa, jadi rasanya ga bagus dibaca anak remaja.
Selang seling English emang jadi kebiasaan Ika. Buku-buku berikutnya templatenya sama. Dulu sih saya masih mau beli dan baca, sekarang nggak! Ika emang pernah sekolah di Amerika. Oooo pantas. Ga heran. Karena saya besar di Jawa, maka kalian pastinya tak heran saya ngomong diselingi bahasa Jawa. Jadi yah emang ga ada istimewanya. Melihat daftar bacaanku yang sekarang, jelas ini buku kebanting. Bahkan sekedar di jejer-pun jangan.
Dan aku teringat John Lennon pernah berkata, “Sebelum saya bertemu Yoko, aku dan dia belumlah manusia utuh. Pernah dengar mitos bahwa manusia itu terlahir hanya separuh jiwa, dan separuhnya lagi ada di langit? Di surga atau di sisi lain dunia ini, atau dalam bayangan cermin. Aku dan Yoko adalah dua bagian dari separuh yang telah bersatu.”
A Very Yuppy Wedding | oleh Ika Natassa | editor rosi@gramedia.com | GM 401 07.039 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Design dan ilustrasi sampul Martin Dima | Cetakan ketiga, Oktober 2008 | 288 hlm; 20 cm | ISBN-10: 979-22-3181-1 | ISBN-13: 978-979-22-3181-6 | Skor: 3/5
Karawang, 300616 – Sherina Munaf – Ku Mau Kau Tahu
#29 #Juni2016 #30HariMenulis #ReviewBuku – Happy birthday Sinna Sherina Munaf, gadisku!

Iklan

6 thoughts on “A Very Yuppy Wedding #29

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s