30 Hari Mencari Cinta #23

image

Cheers!! Mereka bertiga mangangkat gelas tinggi-tinggi sampai Gwen harus berjinjit untuk menyentuhkan bibir gelasnya ke arah gelas kedua sobatnya. Yup, mereka bersulang bahwa persahabatan mereka tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun juga!
Tiga sahabat “sampai maut memisahkan” sedang merayakan ulang tahun Olin. Hidup dalam satu kontrakan susah senang bersama. Gwen, cewek pendek yang imut. Olih si melankolis, keturunan Chinese dan Keke si cantik semampai. Lalu ketika diminta make a wish, si Olin memejamkan matanya komat-kamit sampai dua menit yang membuat heran kedua temannya. Mau tahu harapannya? “Yaaaah… gue cuma memohon supaya kita selamanya bersatu, selalu serumah kontrakan, selalu bertiga tanpa orang keempat. Tidak perlu punya pacar.”
Harapan yang aneh sekali bukan? Yah harus diakui, hidup dalam kontrakan bersama teman-teman memang momen istimewa yang tak akan terlupa, tak akan terulang, tak akan kuhilangkan dari ingatan betapa seru dan menyenangkan itu, dulu saat muda dan semangat berapi. Dulu. Namun waktu kan terus berjalan dan kita tak selamanya muda. Saya jadi ingat keseharian hidup di kontrakan bocor bertujuh ketika pertama kali kerja, ngekos di Ruanglain_31 dan Adirfa Lamajd. Kehidupan masa muda yang luar biasa penuh lika-liku. Itu dulu, waktu tentunya mendewasakan dan menurut Olin, pasangan itu tak penting tentu saja salah. Kondrat itu pastinya berjalan, dan kini 10 tahun berselang teman-teman sekontrakan itu sudah menikah dan berkeluarga semua, mungkin sebagian sudah lupa betapa setiap hujan ruang tengah bocor dan harus bergantian mengganti ember untuk menampung air. Mungkin sebagian teman lupa, betapa saling sewot antri mandi untuk berangkat lebih pagi. Saya tentunya masih ingat, ketika cuci baju kuiringi musik Linkin Park, temanku menyalak bahwa musik haram dan mematikan tape. Dan masih sangat banyak lagi. Yah, itu kenangan hidup yang sangaaaat hebat. Dalam 30 Hari Mencari Cinta, jelas persahabatan mereka sangat erat. Tak diragukan lagi.
Muncullah karakter cowok penyeimbang diantara mereka, Bono. Ini karakter unik sekali. Culun tanpa dosa, gonta ganti pekerjaan karena memang rada ga beres kepalanya. Nah ketika akhirnya suatu hari dia bekerja sebagai pelayan kafe, dia memberi sedikit gratisan buat temannya itu. Muncul teman kuliah mereka, Barbara yang tampak berbeda. Membuat mereka beradu argumen sehingga mempraktikkan the triangle respiration – tarik nafas, tanah nafas, dan buang nafas masing-masing dalam hitungan ke enam.
Ketika mereka bermalam minggu bersama menonton vcd Titanic dan menangis tersedu-sedu akan keromantisan film. Barulah tersadar bahwa mereka dalam masalah. Barbara yang merubah penampilan demi dikelilingi cowok-cowok. Membuat pikiran mereka terbuka. “Lo pernah ngitung nggak sih, udah berapa ratus atau ribuan malam Minggu kita selalu ngelewatin bertiga di rumah nonton vcd donag?” kata Keke. “Lo nggak ingat, khan. Saking lamanya. Lo nyadar nggak sih, kalau hidup kita nggak normal?”
Setelah masuk ke alam memori untuk flashback. Ternyata cowok yang dekat sama mereka hanya Bono. Si cowok aneh itu! Dan suatu ketika ketika di kafe mereka bertemu lagi dengan si Barbara, cewek silikon itu menyadarkannya. Kemana-mana bertiga, gank kuper, dan dikira lesbian! Wew, penyataan itu membuat mereka heran. “Enak saja! Gue tuh ngefan banget sama F4, cinta banget sama Thao Ming Tse. Semua vcd Meteor Garden gue punya. Itu artinya gue cewek sejati!”
Perubahan pun dimulai. Mereka merombak penampilan, mempelajari feminisme, sampai berdandan secantik mungkin. Seminggu kemudian ketika nge-dance ke diskotik paling top di ibukota. Sayang misi mereka berantakan. Hancur lebur memalukan. Pulangnya mereka merenung di kafe 24 jam untuk membuat rencana lagi. “Sekarang kita taruhan saja, pokoknya siapa yang bisa dapat cowok dalam seminggu ini, dia yang menang? “Berani?” tantang Keke.
“Seminggu? Lo gila ya? Bukannya nggak berani, yang ini aja sudah bikin mertabat kita hancur, nggak deh. Sebulan kalo mau! Gimana? Deal?” Gwen menantang balik.
“Mmm… yang menang bakal jadi majikan di rumah selama setaon. Artinya yang kalah harus mengerjakan semua urusan rumah. Mulai dari cuci piring, nyetrika, nyiram taneman, bersihin kamar, ngepel, nyiapin makan, sampai ngurus bayar oontrakan, bayar listrik, bayar semuanya, setuju…” Keke ber-ultimatum.
Olin, “Ngiiik..”
Pertarungan pun dimulai. Gwen menandai kalender 1 Oktober, membuka-buka buku nomor telepon untuk menghubungi cowok. Keke di kamar membaca buku tentang “Dari A-Z Cara Tercepat Mencari Pacar”, “Looking for love?” sampai “Kiat Sukses Mendapatkan Pacar.” Olin tak mau ketinggalan ia membuka koran kolom jodoh. Dengan tenggat waktu sebulan, siapa yang memenangkan pertaruhan?
Well, saya terpesona sama filmnya. Saya beli kaset pitanya dan kuputar ulang sampai mleyo-mleyo suara Duta Sheila On 7. Sungguh film yang sangat berkesan. Bukunya sama persis, ya karena kan novel ini berdasarkan skenario jadi ya harus plek. Susah lho membuat cerita yang bisa bertahan sampai belasan tahun diingat fan. 30 Hari Mencari Cinta jelas menjadi salah satu yang patut dikenang. Setiap karakternya unik. Dipetakan sesuai kebutuhan cerita. Bono contohnya, karakter aneh yang nothing to lose walau terkesan ga penting tapi justru menjadi pencuri perhatian yang sesungguhnya. Endingnya mungkin ketebak, namun tetap ada pesan moral yang patut digarisbawahi. Betapa waktu akan mendewasakan.
30 Hari Mencari Cinta, dulu sama teman-teman kos diplesetkan manjadi 30 Hari Mencari Pahala, apalagi di bulan Ramadan seperti ini. Ya ya, tetap semangat Bono!
30 Hari Mencari Cinta | oleh Nova Riyanti Yusuf | berdasarkan skenario film karya Upi Avianto | Penyunting Denny Indra | Gambar sampul Rexinema | Design layout Jeffri Fernando | Penerbit Gagas Media | Cetakan ketiga, Maret 2004 | vi + 158 hlm; 18 cm | ISBN 978-3600-16-0 | Skor: 3/5
Karawang, 260616 – Justin Beiber – Baby
#23 #Juni2016 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s