Strawberry Cheesecake #17

image

“Di mana kamu menyimpan lilin?” | “Di salah satu laci di dapur ini, tapi aku lupa laci yang mana.” | “Kalau begitu korek api di mana?” | “Di tempat yang sama dengan lilin.” | “Pinjam ponselmu, aku mau buka satu per satu laci itu.” | “Ambil saja.” | “Di mana? Jangan bilang ponselmu juga ada di kamar.” | “Enggak, kok. Ada di kantong belakang celanaku.” | Yang benar saja! Ponsel ada di kantong belakangnya dan aku yang harus mengambilnya. “Kenapa bukan kamu yang ambil?” | “Nggak, aku nggak mau lepasin tanganku! | “Tanganmu kan ada dua?” – halaman 102 -103
Kisahnya ala sinetron lokal dengan bumbu strawberry. Ada reality show, adu masak dan segelintir gosip seleb yang wara-wiri di tv swasta. Saya tak suka sama tayangan prime time tv nasional kita. Betapa sinetron mendominasi. Saya sendiri korban sinetron. Ketika anggota keluarga berkumpul untuk makan malam sambil menonton tv, acara pilihan mereka adalah drama remaja yang lebai dari adu motor anak jalan, pak haji jual bubur sampai manusia ketujuh singa. Saya terpaksa ikut menjadi saksi kisah-kisah tak jelas itu. Kalian bisa komplain betapa generasi muda kita berantakan, namun kalian masih saja memproduksi cerita tv berantakan. Ironi.
Di Strawberry Cheesecake, Ayu dengan acuan itu menyajikannya. Lika-liku seleb remaja dengan problematika cinta monyet. Jangan harap menemukan konflik berat, semuanya cheesy. Dengan mengambil sudut pandang dua karakter utama, Alana dan Regan kita akan dipandu betapa hura-hura remaja memang banyak sia-sia. Alana adalah seleb sinetron kejar tayang yang menyukai strawberry cheesecake. Hhmm… bukan bukan. Bukan dia ternyata, Alana terpaksa ‘cinta’ itu kue karena cowoknya Aidan menyukainya. Sehingga di adegan pembuka di sebuah kafe, dia marah pada sang penjaga kafe kenapa bisa habis. Di Orchid Cafe itu kebetulan ada sekelompok geng motor yang sedang pesta ulang tahun, melihat ada kue yang diincarnya di sana Alana menawar beli dengan harga tiga kali lipat. Tentu saja ditolak, akhir drama itu tentu tak enak. Alana yang ingin membawa kue strawberry ke Aidan berakhir manyun dan memutuskan cari di tempat lain. Di tempat Aidan saat bermasyuk makan sambil ngerumpi betapa enak keju di sela gigi, muncullah Jovan pembawa acara reality show bahwa Alana pintar masak, bahwa dia ditantang adu masak. “Kue-kue buatanmu nggak kalah kok sama kue-kue buatan chef hotel berbintang sekalipun.” Alana dijebak. Alana yang tak tahu menahu dunia dapur akan muncul di acara Celebrity Cake Show. Demi menyenangkan pacar, kanap tidak dicoba?
Lalu bab berganti dan sudut pandang pun berubah. Regan, salah satu korban ‘berantem berebut cake’ di Orchid Cafe adalah seorang pemuda yang galau. Ayahnya kena kasus penyuapan sehingga di bui, tante Miranda pemilik kafe mencoba menenangkan, Mauren saudaranya ikut khawatir. Regan berbohong harus pergi ke Hongkong, ia melarikan diri ke Bandung. Nah keisengannya menemukan sebuah deli di tengah kebun adalah awal dari kisah ini. Di Strawberry Garden Deli itulah ia ‘tertahan’. Dengan penampilan rambut baru, Regan bekerja dan belajar banyak hal.
Karena ini cerita remaja, skenario ringan itu mengantar Alana ke Bandung juga untuk pengambilan gambar di deli tempat Regan belajar. Alurnya menurutku salah, terlalu datar maju terus. Tak ada tanya tak ada permainan plot. Sampai di bagian ini saja saya sudah bisa menebak ending cerita. Acara reality adu masak di deli itu berujung pada persahabatan. Ilmu cekak Alana yang belajar memasak instan dari internet diasah Regan. Regan yang sedang mencari jati diri jatuh hati kepadanya. Regan cemburu akan cinta Alana pada Aidan, seleb papan bawah.
Dalam penuturan lambat kita digiring fakta bahwa: 1. Aidan sebenarnya lebih cinta Belinda, status dengan Alana hanya untuk mendongkrak karirnya. 2. Regan yang jatuh hati mencoba membahagiakan Alana dengan membantu memenangkan adu masak di tv sekalipun itu pahit. 3. Alana sebagai sentral cerita mulai ragu akan cinta Aidan yang gamang. Ketiga fakta itu nantinya akan dipecahkan sebuah klimak yang standar remaja di sebuah acara rahasia makan malam. Seberapa seru? Kalau kalian rajin nonton ftv dan terkesan, bisa jadi kalian akan bersorak girang. Kalau kalian suka cerita cinta happy ending ala Disney, kalian akan mencium penuh cinta buku ini. Kalau kalian berharap Boy bersatu dengan Reva sekalipun terganggu karakter kanan-kiri termasuk si Adriana, kalian akan tersenyum. Kisah ini sederhana, sangat sederhana. Jadi akankah Alana memenangkan lomba masak? Dan kepada siapa hati Alana berlabuh?
Kue strawberry hanya template. Inti cerita adalah cinta remaja yang warna-warni. Karena masa itu sudah lewat, jelas masalah yang disodorkan Ayu terlampau simpel. Memang ada resep bikin kue di akhir halaman, namun siapa yang mau coba? Resep seperti itu dengan mudah kita ambil di internet, dengan gampang dipelajari dengan asal dan singkat. Tak perlu kening berkerut seperti lomba masak di tv dengan bentakan chef-chef gila layaknya dunia dalam darurat kebakaran.
Hebatnya cerita remaja seperti ini ditulis oleh seorang ibu. Sekarang, di usia kelapa tiga saya sendiri tak akan bisa menggambarkan kisah cinta remaja dengan lika likunya. Terlanjur baca buku-buku yang gemar mematikan tokoh penting, konflik tak logis namun menghentak atau terjemahan buku Eropa Timur. Strawberry Cheesecake bisa jadi akan cetak ulang, namun buku-buku sejenis ini akan cepat tergerus waktu. Jangankan lima tahun lagi, tahun depan saja akan senyap dalam perbincangan. Kalaupun ada bahasan, itu hanya satu-dua lalu tenggelam. Karena akan ada buku sejenis yang rilis dengan tema yang sama. Begitu terus, buku-buku remaja akan terus dibuat karena memang ada pangsa pasarnya, namun hanya buku unik dan tak lazim yang akan dibicarakan sepuluh tahun lagi. Dan jelas ini bukan diantaranya.
Strawberry Cheesecake | oleh Ayu Widya | Cetakan pertama, Maret 2016 | Penyunting Hutami Suryaningtyas dan Dila Maretihaqsari | Perancang sampul Noctuvis | Ilustrasi isi Labusiam | Pemeriksa aksara Kiki Riskita Sari | Penata aksara Anik Nurcahyati dan Martin Buczer | Penerbit Bentang | iv + 304 hlm; 20,5 cm | ISBN 978-602-291-138-8 | Skor: 3/5
Karawang, 180616 – All Americans Reject– Fast and Slow
#17 #Juni2016 #30HariMenulis #ReviewBuku – Happy birthday Sinna Sherina Munaf, gadisku!

Iklan