The Ghost #12

image

Inilah buku pertama Robert Harris yang kubaca tahun 2009 dan saya langsung terpesona. Buku ini sudah diadaptasi film oleh Roman Polanski berjudul the Ghost Writer, film yang sukses sekali. Terutama secara kualitas yang membuatku terkagum-kagum. Saat itu saya berprediksi harusnya masuk ajang Oscar, sayang tak terwujud. Roman pernah bermasalah di Amerika dan kena cekal sehingga ia hanya berjaya di Eropa. Perbedaan paling mencolok di eksekusi ending, di film Roman lebih berani sehingga lebih masuk diakal. Nah buku ini kubaca hanya beberapa hari sebelum saya menontonnya. Baru 6 tahun kemudian saya mengulasnya.
Setiap bab dipasang kutipan tentang Ghost Writer, di bagian akhir cacatan ini akan saya kutip secara menyeluruh biar bisa dianalisis. Dibuka dengan kutipan dari buku Bridehead Revisited karya Evelyn Waugh, “Aku bukanlah aku: Engkau bukanlah dia: Mereka bukanlah mereka.”
Sebenarnya kisah sederhana. Adam Lang mantan perdana menteri Inggris menghadapi tuduhan kejahatan perang. Dia mencoba melawan dengan membuat autobiografi dengan dibantu Penulis bayangan. Sayang, sang ‘hantu’ McAra meninggal. Sehingga tulisan itu terbengkelai, ia mencari Penulis lain untuk melanjutkan. Nah Penulis yang ditunjuk itulah sang Aku yang menjadi tokoh utama kisah ini. Namun ketika sang Aku itu menemukan banyak fakta yang menyimpang, kisah sederhana itu menjadi penuh intrik. Konfliknya ternyata berat, menyeret banyak pihak dan ketika masa lalu sang Adam terkuak, banyak hal harus dibenahi.
Kisah dibuka dengan meyakinkan. ‘Begitu aku mendengar bagaimana McAra menemui ajalnya, seharusnya aku langsung pergi jauh-jauh.’ Sebuah ironi. Rick sang agen menawari pekerjaan sebagai Penulis bayangan. Kisahnya rada absurb ketika sang Penulis bertemu Kate, kekasihnya. Saya sempat membayangkan ini tidak nyata karena percakapan mereka seolah hanya ilusi. Lalu ketika Kate pergi, sang Penulis kembali membumi. Memutuskan mengambil kesempatan, dan perjalanan pun dimulai.
Aku bertemu Amelia, sang asisten yang mengatur semuanya. Lalu bertemu dengan Ruth, istri sang mantan perdana menteri Adam Lang. Pertemuan dengan Ruth membuatku heran. Ternyata ialah yang mengusulkan Aku melanjutkan menulis kisah ini. Ia terpesona dengan buku memoar Christy Costello, best seller pertamaku. Jelas Ruth punya peranan sangat penting di sini, “Aku hantu Anda.”
Ketika akhirnya Aku bertemu dengan Adam Lang, awalnya tampak gugup. “Aku akan mewawancarai Anda. Aku akan mengubah jawaban Anda menjadi prosa. Kalau perlu aku mungkin harus menambahkan kalimat-kalimat pengantar, berusaha menyamai suara Anda. Yang perlu Anda tahu, apa pun yang kutulis dapat menaruh kata-kata di mulut Anda, yang sebenarnya tidak ingin Anda katakan.”
Di wawancara pertama, Aku langsung mendapatkan topik yang luar biasa mengejutkan. “ Demi Tuhan, tidak! Tidak satupun. Aku sama sekali tidak memiliki minat di bidang politik, baik waktu masih kecil atau ketika remaja. Menurutku orang yang terobsesi pada politik adalah orang aneh. Sesungguhnya aku masih beranggapan demikian. Aku suka main sepak bola. Aku suka teater dan film. Tak lama kemudian aku mulai suka pergi keluar dengan gadis. Aku tak pernah membayangkan akan menjadi politikus. Kabanyakan mahasiswa yang aktif di politik kampus kuanggap anak-anak yang kurang pergaulan.”
“Memori manusia adalah rumah harta karun, Amelia. Yang diperlukan hanya menemukan kunci yang pas.” – halaman 97
“Tentu saja tidak!” Suaraku selalu naik satu oktaf jika aku berbohong. Aku tidak pernah bisa menjadi politikus: aku akan terdengar seperti Donald Bebek. “Aku hanya ingin menulis apa yang telah kami bicarakan hari ini.” – 121
Kurasa aku takut, dan ketakutan dapat mengacaukan penilaian manusia, melampaui alkohol dan keletihan. Aku merasa dikelabuhi, ditinggalkan, dimaafkan. – 130
“Tapi hampir semua negara di dunia ini mengakui Mahkamah Internasional.” Kata Lang. | “Tidak,” jawab Josh. “Cina, Korea Utara, Indonesia.” Kami menunggu dia melanjutkan, tapi ia diam. – 140
Dari semua aktivitas manusia, menulis adalah salah satu kegiatan yang paling mudah dicarikan dalih untuk tidak dimulai – mejanya terlalu besar, mejanya terlalu kecil, terlalu ramai, terlalu sepi, terlalu panas, terlalu dingin, terlalu telat. Sudah bertahun-tahun aku belajar mengabaikan semuanya, pokoknya mulai bekerja. Kucolokan laptop-ku, kuhidupkan lampu Anglepoise, dan aku pun menekuri layar yang kosong dengan kursor berkedip-kedip. – 151
Barang-barang milik orang meninggal selalu membuatku galau. Adakah yang lebih mengenaskan daripada benda-benda yang mereka tinggalkan? Siapa yang mengatakan bahwa kita mati meninggalkan cinta? – 155
Namun, rasa penasaran adalah dorongan manusia yang kuat. – agak di bawah seks dan keserakahan, memang tapi jauh di atas altruisme – dan aku memang benar-benar penasaran. – 162
Dengan cepat ia menyeka pipi dengan tangan. Wajahnya terlalu basah sehingga aku tak bisa yakin apakah ia menangis atau tidak. – 173
Dan terjadilah affair. Terjadi tragedi. Terjadi banyak hal diluar nalar sang Aku. Sehingga ketika akhirnya buku itu selesai, Aku merasa hampa. Banyak hal yang perlu diungkap, banyak hal yang tak layak diketahui publik. Namun kisah ini menyimpan banyak misteri yang sayang kalau kuungkap. Saran saya bagi yang menyukai dunia tulis-menulis, mekomendasikan baca buku ini. Bagi yang suka dunia detektif, silakan menikmati. Yang pasti buku sangat layak dikoleksi dan diperdebatkan baik secara moral atau intuisi. Terakhir, berikut kutipan yang ada di pembuka tiap bab yang sangat bagus untuk dibagi.
Bab 1: Dari segala kelebihan menjadi Penulis bayangan, salah satunya pastilah kesempatan bagi Anda untuk bertemu orang-orang yang menarik. – Andrew Crofts, Ghostwriting
Bab 2: Penulis bayangan yang hanya memiliki pengetahuai awam mengenai subjek akan dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin juga akan diajukan pembaca awam, dan oleh karenanya membuka daya baca potensial buku tersebut kepada audiens yang lebih luas. – Ghostwriting
Bab 3: Kalau Anda orang yang amat sangat pemalu atau kesulitan membawa orang lain masuk ke dalam suasana santai yang penuh kepercayaan, mungkin pekerjaan sebagai Penulis bayangan bukan bidang yang tepat bagi Anda. – Ghostwriting
Bab 4: Penulis bayangan juga mendapat tekanan dari pihak penerbit untuk menggali sesuatu yang kontroversial, yang dapat mereka gunakan untuk menjual hak penerbitan berseri dan menciptakan publikasi pada saat buku diluncurkan. – Ghostwriting
Bab 5: Sangat penting bagi Penulis bayangan untuk membuat subjek merasa nyaman sepenuhnya ketika mereka bersama. – Ghostwriting
Bab 6: Sering kali, pada akhir riset, subjek memberitahu bahwa mereka merasa seperti baru saja menjalani terapi. – Ghostwriting
Bab 7: Sering kali, terutama jika Anda sedang membantu mereka menuliskan memoar atau autobiografi, sang Penulis akan menangis saat menceritakan kisah hidupnya… tugas Anda dalam situasi seperti ini adalah memberikan tisu, tetap diam, dan tetap merekam. – Ghostwriting
Bab 8: Para Penulis kebanyakan adalah orang-orang yang sibuk dan sulit dipegang buntutnya; terkadang mereka temperamental. Karena itu pihak Penerbit mengandalkan Penulis bayangan untuk membuat proses penerbitan berjalan semulus mungkin. – Ghostwriting
Bab 9: Bagaimana kalau mereka berbohong? “Bohong” mungkin adalah kata yang terlalu keras. Kebanyakan dari kita merajut kenangan agar sesuai dengan citra diri yang ingin kita tunjukan pada dunia. – Ghostwriting
Bab 10: Menuliskan buku untuk seseorang tanpa melakukan apapun selain mendengarkan cerita tentang mereka, bukanlah sesuatu yang mustahil; tetapi riset tambahan sering kali membantu menyedikan materi dan gagasan deskristif yang lebih lengkap. – Ghostwriting
Bab 11: Ada kalanya subjek memberitahukan sesuatu yang berlawanan dengan hal lain yang pernah mereka katakan, atau yang telah diketahui oleh si Penulis bayangan. Bila hal yang demikian terjadi, sangat penting untuk menyatakan hal itu dengan segera. – Ghostwriting
Bab 12: Buku tersebut bukan landasan bagi Penulis bayangan untuk menyiarkan pandangan mereka mengenai apapun juga. – Ghostwriting
Bab 13: Karena aku sangat antusias menjadi Penulis bayangan, barangkali aku telah memberitahukan kesan bahwa pekerjaan ini mudah. Bila demikian, aku harus membatasi kata-kataku dengan peringatan. – Ghostwriting
Bab 14: Pekerjaan Penulis bayangan itu setengahnya adalah mencari tahu tentang orang lain. – Ghostwriting
Bab 15: Pengarang membutuhkan Penulis bayangan yang tidak akan mengonfrontasi mereka, tapi mendengarkan apa yang mereka katakan dan pahami mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. – Ghostwriting
Bab 16: Kalau Anda merasa sedikit saja rasa kecewa karena nama Anda tidak tercantum di buku atau di daftar undangan peluncuran buku, maka Anda akan mengalami saat-saat penderitaan selama menjadi Penulis bayangan. – Ghostwriting
Bab 17: “Hantu” tidak pantas mengharapkan kejayaan. – Ghostwriting
Sang Penulis Bayangan | by Robert Harris | diterjemahkan dari The Ghost | copyright 2007 | alih bahasa Siska Yuanita | design sampul Eduard Iwan Mangopang | GM 402 08.057 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan pertama, November 2008 | 320 hlm; 23 cm | ISBN-10: 979-22-4134-5 | ISBN- 13: 978-979-22-4134-1 | Untuk Gill | Skor: 5/5
Karawang, 120616 – The Cranberries – Promises
#12 #Juni2016 #30HariMenulis #ReviewBuku – Happy birthday Sinna Sherina Munaf, gadisku!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s