Red Jewel Of Soul #11

image

Pertama membacanya 6 tahun yang lalu, berada dalam tumpukan buku pinjam yang belum dikembalikan. Sayang sampai sekarang ternyata masih di rak-ku. Padahal saya selalu mengutuk buku pinjam yang tak dikembalikan. Setelah saya ulas akan saya kejar pemiliknya untuk kembali. Karena lost contact lama sehingga sulit. Awalnya ia pinjam bukuku, saya ‘menyandera’ pinjam juga. Ketika ia mengembalikannya 5 tahun lalu saya sedang keluar kota jadi yang menerima si May tanpa menukar miliknya.
Ini adalah kumpulan cepen yang bervitamin. Saya langsung jatuh hati di cerpen pembuka dan setelahnya. Sejarah Islam di Eropa Timur dan betapa dunia memang membuat lupa. Setelahnya ternyata bagus-bagus, cerita Islami yang sungguh menggugah. Berisi 11 cerpen yang rata-rata memang mengandung pesan moral kita diajak tur serab-serbi masalah di sekeliling kita. Dilengkapi ilustrasi yang bagus juga sehingga menunjang imajinasi Pembaca.
Surat-Surat Scandarberg
Dengan setting Yunani kala Islam awal-awal masuk Eropa. Empat sahabat yang ketika remaja memimpikan kejayaan. Alexander Rusi akan menikah dengan Helena. Segulung surat dari sahabat lama mereka, George Kastriota tak dibacanya. George dan Rusi adalah teman lama yang melewati banyak masa susah bersama. Namun segalanya berubah ketika Kastriota mendapat misi ke Albania. Pacarnya Andrea merindunya. Sesekali mengiriminya surat. “Awalnya hanya tertulis betapa rindu kampung halaman. Padaku. Tapi, surat-suratnya terakhir ia mulai berpuisi aneh. Padahal kita tahu, siapa yang pandai memainkan pedang, sangat sulit memainkan pena… Peperangan membuatnya bijaksana.”
Well, karena saya sudah membaca ‘Sultan Mehmet II sang Penakluk’ maka saya tahu arah pembicaraan ini. Bahwa George Kastriota kini menjadi muslim dan mengubah namanya menjadi Scandarberg. Bagi yang tahu sejarah Albania pasti paham apa yang terjadi setelahnya.
Tumbulensi
Ini kisah terbaik di daftar ini. Pembaca dikecoh oleh narasi singkat di pembuka. Namaku Cahaya Matahari. Karakter yang tak banyak mulut dan jadi saksi sebuah kisah mendebarkan. Karakter pendengar dan pengamat yang baik. Dan salah satu kisahnya dituturkan dengan runut seakan sang Cahaya ini mengadu.
Tentang gadis bernama Diah Pitaloka, nama yang berat sesuai tokoh dalam sejarah Majapahit. Mamanya adalah seorang yang agresif-posesif-ambisius sehingga kala remaja ia dimasukkan ke banyak les dari piano, Inggris, balet sampai kecantikan. Segalanya seakan berantakan karena nasib tak selalu berpihak pada yang cantik dan kaya. Garis takdir menulis Diah jadi pramugari. Dan kisah sesungguhnya digulirkan, pesawat 737 tujuan Jakarta-Denpasar milik maskapai penerbangan nasional itu mengudara, menuturkan suasana pesawat, interaksi penumpang, pramugari dan awaknya. Tragedi terjadi ketika terjadi badai, akankah mereka selamat dan diberi kesempatan kedua?
Duit!
Tentang mahasiswa abadi. Alwi dan aki sedang dalam kunjungan ke sebuah pesantren. Alwi adalah seorang sulung yang sudah menempuh kuliah Ekonomi tujuh tahun. Awalnya ingin ke kedokteran namun karena mahal dan takut lama, ia banting ke Ekonomi. Lulusan SMA swasta ini suka ngeband dari cafe ke cafe. Bergulirnya waktu kuliahnya tak kelar-kelar. Ayahnya yang keras lebih mencinta kedua adiknya yang lebih pintar dan penurut. Nah kunjungannya di pesantren itu, sang kiai Salim bertutur hidup ini yang penting DUIT. Lhoo… jangan kaget gitu. Ternyata Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal.
Mirah Berjiwa
Menjadi judul buku, inilah kisah unik seorang peragawati Indonesia yang sedang berlomba di Kuala Lumpur. Mencari duta ASEAN berhadiah Permata Merah Berjiwa – Red Jewel of Soul. Kisah permata itu sudah melalangbuana selewati zaman. Mirah rancangan Harry Winslow ini sudah pernah dikenakan oleh orang-orang terkemuka dari Marie Antoinette, Josephine Napoleon, Comtesse du Balmain, Lady Ann-Charlotte of Scotland, multi milyader Bouilhete. Ada sebuah kesamaan dari nama-nama itu. Permata itu sepertinya menghisap jiwa pemakainya, sehingga mereka mati tragis. Event kali ini memiliki pesaing berat dari Singapura, Namie Chou yang cantik dan pintar luar biasa. Kandidat utama pemenang. Namun sebuah tragedi terjadi dan mengubah segalanya. Kepada siapa Red Jewel Of Soul akhirnya disematkan?
Naga Dan Bidadari
Kisah kakak-beradik yang terdampar di negeri Vietnam. Negara yang pernah luluh lantak oleh perang tahun 70-an. Oka yang baru lulus kuliah masih menganggur diajak kakanya Heksa jalan-jalan. Di Vietnam kakaknya selalu menasehati, hati-hati di negeri ini. “Selalu ada orang berpikiran pintas di tempat-tempat seperti ini. Pencuri, perampok, pelacur. Jadi, hati-hati, jaga diri, kunci pintu.” Na suatu malam ketika Heksa ke KBRI dan meninggalkan Oka sendiri di hotel terjadi hal yang dikhawatirkan. Saat Oka terbangun lalu keluar untuk cari makan, makanan halal tak berdaging babi atau anjing dan minuman tak berakhohol. Sekembalinya di hotel, dia kamarnya duduk seorang wanita muda, cantik, ramping dan mencoba memikat. Apa yang terjadi? Vietnam memiliki simbol negara Naga dan Bidadari, bukan sembarang gambar tentunya.
Akhir Jahanam
Di akhir cerita kita diberitahu bahwa ini berdasar kisah nyata. Ngeri. Tentang tuan Barli, seorang mafia kelas kakap yang sepertinya tak tersentuh hukum. Kaya raya, segala keinginan tinggal tinjuk. Di usia empat puluhan memiliki segala harta, kekuasaan, perempuan. Menjalankan usaha gelap, ilegal logging, pabrik perakitan senjata, narkoba. Memiliki empat gundik Sofie, Christine, Febiola dan Delta. Nah suatu saat ia bertutur pada pengawal pribadinya, ia ingin punya anak. Keempat perempuan simpanannya tak berhasil dibuahi, sehingga akhirnya ia pun menikah dengan gadis arsitek bernama Dian. Pernikahan itu di mata tuan Barli sukses karena Dian akhirnya hamil. Dengan kegembiraan membuncah, ia memanja Dian. Namun seperti di judul ‘Akhir Jahanam’, kisah ini memiliki akhir yang pahit buat Tuan Barli. Ada apa gerangan?
Mata Bercahaya
Lisa dan Lusi adalah kakak adik dari keluarga yang sederhana. Ketika keadaan memaksa mereka tinggal seatap dengan tante Rukmini, saudara dari ibu mereka segalanya serba susah. termasuk sambutan sepupu Rendi dan Nadia. Namun dengan kesabaran dan kerja keras, mereka mengubah situasi sulit menjadi nyaman. Keuletan mereka mengantarnya ke Groningen, rupanya Yang Di Atas Mahaadil. Aku menahan nafas. Mata itu begitu redup. Aku ingin mata itu kembali bercahaya.
Peri Baik Hati
Diah dan Tio adalah kakak adik beribu seorang penjual di pasar. Profesi itu sedikit membuat malu Diah, sang tokoh utama. Sehingga saat ada undangan rapat dan halalbihalal orang tua-wali murid di sekolah, dia ketar-ketir. Hari itu ada ulangan Biologi, Diah kehilangan konsentrasi. Ayah Erna pegawai bank, mami Kris pegawai Telkom, papi Tondi pejabat teras, dan seingat Diah ibu Sofia seorang dosen. Mereka tentu terbiasa dengan pergaulan penuh etika, bukan ramah tamah zaman kolot. Aku tak tahu pasti pekerjaan orang tua temanku tapi dapat kuraba mereka kalangan menengah atas. Lalu sebuah kabar tak enak datang dari tetangga membuat Diah penuh syukur atas perjuangan seorang ibu. Kisah sejenis ini dulu sering wara-wari di majalah Annida. Penuturan penuh hikmah dan syukur atas keluarga kita.
Sekerat Cinta
Kisahnya sangat klise. Tentang lelaki begundal yang meminang Dewi, anak penjual buku yasin. Ayah Ibrahim adalah maling sehingga orang-orang menyebutnya Ibrahim bin Maling. Ayahnya jatuh hati sama pelacur dan merengek menikahinya, sayang ibunya tak bisa lepas dari profesi. Bram yang akrab sama bir, pil koplo dan barang haram mencoba berubah demi Dewi. Pernikahan yang ditentang Pak Sabri, orang tua Dewi itu tetap berlangsung. Mereka memiliki anak Yudhistira, harapan yang sesungguhnya.
Yang Tak Berubah
Ini kisah yang menyentuh, mengingatkanku setiap mudik. Si aku ini berkisah tentang suasana kampung zaman dulu dan sekarang yang banyak berubah. Selepas lulus sekolah ia merantau, nah ceritanya ia pun mudik di H min 3 naik kereta. Melihat kampungnya dengan aneh, tadarus di masjid isinya bapak-bapak tua, kemana para remaja masjid? Teman-temannya berubah. Ada yang sudah punya anak terlampau dini, ada yang jadi bandar togel, banyak hal negatif terjadi. Yah hidup terus berputar. Namun ada yang tak berubah walau diterjang waktu.
Pertemuan
Tentang si sulung yang membantu ibunya mancari uang. Selepas ayahnya meninggal, ialah jadi tumpuan keluarga ini. Cerita dibuka dengan Kresna yang kesiangan bangun, harus ke pasar membeli daging 20 kilo, ada acara besar. Di pasar ia bertemu dengan pengemis tua Paimo, buta dengan tongkat di tangan. Pengemis yang mengiba itu benar-benar menyentuh hatinya. Selepas dari pasar pikiran Kresna terpaku. Aku tak menyalahkan siapa-siapa. Aku hanya menyayangkan diriku yang tak mau sejenak mengulurkan tangan membantunya berdiri. Aku kecewa pada diriku, yang begitu cepat menjadi bagian dari sifat kekejaman manusia yang tak mau peduli, hanya demi mengejar beberapa lembar kertas!
Red Jewel Of Soul | oleh Sinta Yudisia | Penyunting Sakti Wobowo & Nurul Hidayati | Design kover Arif Yunur Rivan | Ilustrasi Syafruddin | Penerbit Lini Zikrul Remaja – Zikrul Hakim | Cetakan I, Rabiul Akhir 1427 H – Mei 2006 | 176 hlm; 11,5 cm x 17,5 cm | ISBN 979-3620-45-5 | Skor: 4/5
Karawang, 110616 – Brian Adams – Please Forgive Me
#11 #Juni2016 #30HariMenulis #ReviewBuku – Happy birthday Sinna Sherina Munaf, gadisku!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s