Cermin Dan Malam Ganjil #3

image

Antologi cerpen bersama FLP (Forum Lingkar Pena). Saya membaca buku ini sedekade yang lalu. Semalam saat saya lihat-pilih untuk diulas, tiba-tiba ingin buku lama. Setiap karya harus dihargai, tak harus buku dengan Penulis solo kan yang harus dapat review? Melihat daftar buku-buku 10 tahun yang lalu saya beli ternyata banyak, bahkan mayoritas adalah buku religi. Waaaahhh… betapa waktu banyak mengubah seseorang. Bandingkan dengan lima tahun terakhir, nyaris semua fiksi dan hanya segelintir buku Islami yang kubawa pulang dari toko buku. Ironi? Ga juga, karena memang kita harus terus bergerak. So berikut pandangan saya terhadap kumpulan cerpen dari Asma Nadi dkk.
Semesta Keluh – Asma Nadia
Banyak buku Asma Nadia (dan Helvi Tiana Rossa) yang dulu saya beli. Mengenalnya di majalah bulanan Annida. Sayang sekali majalah sebagus itu tutup, sekarang sih sudah bisa diakses di annida-online.com tapi tetap, tak senikmat memegang kertas. Di cerpen kali ini Asma memainkan sebuah kisah yang absurb. Sebuah kejadian imaji di padang Mahsyar, percakapan jiwa-jiwa yang kalut, Tuhan semesta alam yang menjatuhkan palu keadilan. Dialog antar Pemimpin negara dari Hitler, Mussolini, Bill Clinton sampai munculnya suara berisik kucing.
Ibu, Ibu, Ibu – Anna R. Nawaning S
Kisah yang unik tentang remaja yang hamil saat masih seharusnya belajar. Di usia 18 tahun, Hesy sudah menjadi ibu dari anaknya yang kini 14 bulan. Remaja galau yang salah gaul ini menjadi orang tua tunggal setelah teman kumpul kebo-nya tewas menelan pil setan. Ketika cerita sepertinya akan berakhir klise, muncul karater baru bernama Yuka. Yang mengubah alur perjalanan Tamara Jennifer.
Jas Putih Dan Langit Malam – Afifah Afra Amatullah
“Yang terpahit adalah darah. Banjir air hanya mampu merusak materi. Banjir darah merusak hati. Aroma dendam berjuta jiwa.” Lelaki berjas putih itu ngomongin bumi, bintang, dan bumi kita yang sedang sakit. Beberapa bagian memang agak rancu, namun tetap bisa dinikmati. Sampai akhirnya zamrud itu kini tak berkilau.
Setangkai Ranting Kering – Agustrijanto
Cerita tentang ranting kering yang terabai. Panas matahari, hembusan angin membuatnya tabah dalam cobaan dan ketergantungan dari induk pohon. “Aku bukanlah siapa-siapa. Aku adalah keputusasaan yang berkepanjangan. Samudera kepedihan telah merobek jantungku, mencabut naluri urip sejak aku masih mampu menghirup segarnya udara pagi, dan tenteramkan adzan subuh.”
Percintaan Burung Belibis – Budi P. Hatees
Tentang Jaffar yang bilang, “inilah cinta yang sebenarnya.” Ia butuh uang untuk membantu ibunya yang dililit hutang. Wak Burhan menawarinya sepuluh ribu per ekor burung belibis yang diburunya. Pemburuan yang penuh resiko karena kalau sampai ditangkap petugas, bisa berabe. Sampai akhirnya saat ia di antara rawa dan senapan di tangan, Jaffar menyaksikan sebuah keajaiban.
Selamat Datang, Cinta – El Syifa
Sebuah diari yang ditulis di akhir tahun 2000 sampai awal 2001. Tentang perdebatan remaja putri galau, cinta yang diidamkan. Seperti yang dikutip dari buku karya Agatha Christie: Drama Tiga Babak. Kutipan ini memang sangat bagus. – Gadis-gadis memang tolol. Mereka begitu percaya pada diri sendiri, yakin mereka tahu yang paling baik. Rasanya tak ada sesuatu yang mengingatkan gadis-gadis tentang tipe laki-laki tertentu dari dalam diri mereka sendiri. Orang tua mereka mengingatkan tapi tak mereka hiraukan. Seorang gadis justru semakin tertarik kalau ada yang memberitahu bahwa pacarnya bukan pria baik-baik. Dia merasa cintanya bisa mengubah laki-laki itu.
Malam Ganjil – Griven H. Putera
Tentang pasangan suami istri yang menghadapi dilema jual-ga-ya-HP-nya. Mereka melewati malam dengan aneh. Istri terlelap, sang suami tak bisa pejap. Pikirannya melalangbuana, menatap sarang laba-laba yang membangun jaring di sudut dinding. “Apakah hidup yang aku bangun ini seperti laba-laba yang membangun jaring-jaringnya?” Saat insomnia itulah HPnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Pesan singkat “Saatnya sudah tiba, Kawan!”. Malam ganjil ini akan jadi anugerah ataukah kutukan?
Kakek – Gola Gong
Siti Fatima mempunyai seorang kakek yang sangat galak. Setiap lelaki yang berkunjung akan kena interogasi macam kriminal pasar. Namun kisah dibuka dengan anomalinya, Muhammad Iqbal diajaknya main ke rumah dan ternyata ia lelaki yang berbeda. Pria santun dan pandai sekali memformulasikan gagasan-gagasan, dan betapa penting Islam diterapkan di lingkungan kerja. Nah hari kunjungan Minggu pukul sepuluh itupun terjadi. Seberbeda apa Iqbal? Ada cerita sempalan yang akan membuat kita menghargai para pahlawan Nasional.
Sang Pengutang – Izzatul Jannah
Aku tahu di negeri ini nasib paling susah adalah nasib para buruh lalu guru. Yang terakhir ini malah sudah demonstrasi mengamcam mogok mengajar. – 98. Bandi, sudah ada janji akan berkunjung sore ini. Saya sudah tahu maksudnya, ingin hutang pastinya. Dengan gaji kecil pasangan ini diminta tolong pinjam uang. Padahal Bandi masih belum bayar hutang yang lalu. Yang unik dari dia adalah guru SMU yang baik, aktivis masjid di kampung, pintar ceramah dan tindakannya banyak jadi panutan. Sampai suatu hari sebuah fakta angka di kalkulator membuat si Aku ini shock. Ini adalah cerpen terbaik di daftar.
Menunggu Mati – Ibnu HS
Dengan sudut pandang orang pertama, suatu kali semua benda di sekililing rumahnya seakan bertasbih, “Subhanallah… Subhanallah… Subhanallah…” membuatnya ketakutan. Lalu saat bercermin, bayang mengintimidasinya, “Kau menyia-nyiakan waktumu sendiri. Padahal waktu adalah rahasia besar.” Sang Aku pun akhirnya merasa mendapat firasat akan mati tepat tengah malam ini. Dia pun mencoba bertobat, meminta kerabat dan teman-temannya membacakan Yasin dan tahlil. Apakah firasatnya benar? Apakah berhasil tobatnya, kita semua menunggu mati!
Ngidam – Kinan Nasanti
Pak Lurah Kedaung membantu Pak Marto tukang kebun, pegawainya yang sedang sakit perut. Muntah-muntah lalu periksa ke puskesmas. Namun berjalannya waktu pak Lurah malah memecatnya karena ada desas desus kedekatan mereka. Pak Marto yang sudah mengabdi berpuluh-puluh tahun shock. “Bijaksana apa? Pak Lurah sekarang itu tidak lebih baik dengan lurah yang dulu; licik, pembohong, dan tukang tipu! Menyesal saya memilihnya. Menyesal saya menerima sogokannya. Benar-benar menyesal tujuh turunan.” Mbok Marto setelah berbulan-bulan tak menstruasi, ternyata hamil. Dengan apa nanti ia membayar biaya persalinan?
Aji Dewi – Muthi Masfu’ah
Cerita dibuka dengan sesak. Seorang pencuri dihajar masa sampai mati. Ternyata ia adalah kakak dari Aji Dewi, seseorang yang sebaya denganku. Lebih mengenaskan lagi, mayat itu dikubur sembarangan tanpa prosesi semestinya, tanpa pemberitahuan anggota keluarga. Keluarga Aji Dewi awalnya adalah keluarga kaya, namun sejak ayahnya meninggal segalanya berubah. Bersetting kota Tenggarong, yang berasal dari kata Tangga Arung yang berarti rumah raja. Bagaimana sang Aku ini bisa membantu AjiDewi?
Mau Kaya… Gampang! – M. Joenoes Joesoef
Dua sahabat lama bertemu selekas dari sebuah toko buku. Mereka melepas rindu, mengenang masa lalu. Ir. Johan Alamsyah Daulay, temannya itu kini kaya raya. Mengendarai BMW terbaru, mengajaknya main ke rumahnya yang luas sekali. “Johan, rumah kau ini bukan lagi sekedar rumah! Ini sudah istana.” Si Aku tentu saja takjub, bandingkan rumahnya yang bertipe BTN 36. Dan tahulah dia kenapa sahabatnya itu bisa jadi miliyuner atau mungkin biliyuner itu. Kalian pasti tahu dari mana, Yup! Uang haram.
Harta Karun Kang Sarpin – M. Arman AZ
Kang Sarpin dianggap gila sama tetangga-tetangganya. Dia menggali tanah di rumahnya untuk mencari harta karun. Dahulu keluarganya adalah keluarga kaya, dan dia percaya ada harta karun di rumahnya. Leluhurnya pasti menyembunyikan harta, dan dia penuh keyakinan mencari. “Sekarang saat yang tepat itu.” Dia terus menggali, tak peduli omongan orang, abai saran kiai Zein, istrinya minggat tak peduli. Benarkah ada harta karun kang Sarpin?
Indung – Pipiet Senja
Indung, panggilan ibu bagi karakter utama kita yang mempunyai kakak berjumlah enam. Empat perempuan, dua laki-laki menyebar di pelosok negeri. Sebagai putri kesayangan indung, dirinya dilema saat selepas sekolah. Apakah ikut merantau meninggalkan ibunya ataukah bertahan. Sementara Teh Ambar punya masalah lain. Lalu seseorang yang punya pangkat, mencoba melamarnya? Kenapa?
Dan Bara Kagum Menjadi Api – Sakti Wibowo
Ini cerita paling panjang dan paling rumit karena banyak istilah ‘asing’. Tentang sejarah Perang Diponegoro melawan Walanda – Belanda. Kalian pasti tahu dong sejarah kenapa meletus perang itu. Dari buku-buku sejarah penyebabnya adalah sengketa tanah, nah kisah ini menukil permulaan meletusnya. Ditulis dengan epic dan takjub.
Cermin – Yus R. Ismail
“Bercerminlah dengan khusuk maka kamu akan melihat diri sendiri.” Kisah absurb lagi. Tentang kita yang melawan diri sendiri. Ketika bercermin tentu yang terlihat adalah bayang kita. Nah di cerita ini muncul banyak karakter yang saling klaim siapa sebenarnya yang berhak akan tubuh ini. Percakapan antar-pribadi munculnya bayang yang ganjil dan sebilah samurai pun diasah.
Cermin Dan Malam Ganjil | Antologi cerpen FLP | Penyusun Asma Nadia | Editor Pipiet Senja – Jakarta | Fatahilah Bina Alfikri (FBA) Press, 2002 | Ilustrator & desian sampul Sofyan | Penerbit FBA Press | ISBN 979-3205-06-7 | Skor: 3.5/5
Karawang, 030616 – Sherina Munaf – Simfoni Hitam (Orchestra)
#3 #Juni2016 #30HariMenulis #ReviewBuku

Advertisements

One thought on “Cermin Dan Malam Ganjil #3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s