#KloseDay #KloseDay #KloseDay

image

Kuis reguler the Great dibuka. Lawan Fiorentina bakal jadi #KloseDay. Analisis min tiga kalimat. Analisis terbaik dapat reward 5 ribu. Skor saya 3-0. Ditutup Minggu dini hari jam 03:00.

LBP 3-0
Klose adalah legenda besar sepak bola. Klose adalah pemain hebat yang luar biasa. Klose adalah bagian dari Lazio. Danke Klose. #KloseDay

Jj
Lajio 2-1 skorer Klose
Akhir musim tak menyenangkan. Puasa bola sebab yuro bukanlah bola. Hanyalah politik intrik fifa demi meraup uang para proletar.

Aditya
Lazio vs Fiorentina : 2-1 skorer: Klose
Card : Mauricio
Klose was the evertime Germany’s top scorer of World Cup (15 goals). Klose was great & have excellent finishing. At last, Klose was superb. Thanks for everything Der National Bomber!

Arif
Lazio 1-0. Klose.
Match perpisahan sang legenda, klose. Klose tentu ingin cetak gol. Danke, klose👍

Gentong
1-3, skorer Klose
klose sdh hebat sebelum ke lajio.tp sayangnya salah pilih klub pensiun.ya sudahlah.semoga ga kayak tare.

Mads
Lazio 3 – 0 fiorentina skorer Klose
Kepakan sayap elang ibukota terasa beda di sore itu.terasa bertenaga,sangat cepat,sangat liar.terlihat bagaikan penguasa angkasa yang sedang dilanda kemarahan,marah karna ditinggal sang pujaan.walau mulanya tak terkendali,sehingga sulit mencabik2 lawan,tapi tenaga yg terus bertambah demi memperlihatkan ke kuatan pada sang pujaan,akhirnya cakar elang mampu menerkam sang lawan,paruhny mencabik2 sang musuh..
Sang elang terbang tinggi,bukan untuk pergi,tetapi untuk kembali mencengkeram musuhnya.terong ungu lemas.terong ungu tak bernafas.

Sapin
Lazio 1-2 Fiorentina skorer Klose
Klose sisa sisa gemerlap dunia sepak bola. Lazio dengan atau tanpa Klose juga sama saja. Klose sudah klosed.

Dc
Lazio 1-0 Fio skorer Klose
Main kandang lagi. Menang lagi. Simone layak melatih dalam jangka panjang.

Deni
Lazio 2-1Fio, skorer Klose
Lajio main kandang..klose mencetak gol kemenangan..akhirnya semua fans lajio merasa senang 👍🏻..thank klose

Panji
Lazio 0-,1 skorer Klose
Fio udah gerah tercecer sementara lazio lebih tanpa beban.

Huang
Lazio 4-3 fio, skorer klose
Analisa: klose termenung dalam kloset ketika seseorang tiba2 menggedor-gedor pintu. ”Pak, maaf, kita sudah mau klosed, apa bapak baik2 saja?”
Klose terdiam sejenak. Sesaat tadi pikirannya melayang jauh di indonesia. Ia teringat ketika masih bekerja di pelabuhan, ia tinggal di rumah klost-klostan,,, atau yang mirip dengan itu namanya, ia lupa, dimana hanya ada kloso untuk alas tidurnya. Ia teringat betapa tempat itu penuh dengan kenangan yang membuatnya senang.
”Maaf pak, perut saya sakit jadi agak lama tadi” klose memberi alasan sekenanya agar tak kena marah.
”Oh begitu, ya sudah, biayanya 10 baht pak”
”Apa?” Klose bertanya setengah terkejut. ”Bukankah seharusnya 2 baht biayanya?”
”Benar, tapi bapak memakai kamar mandinya terlalu lama, jadi kena charge”
Klose tak bisa berbuat apa2, dia pergi dari toilet umum itu sambil menggerutu, ” keterlaluan, gak di indonesia gak di thailand sama saja.

Karawang,  150516 #KloseDay

Fortunately, Milk – Neil Gaiman

image

“Aku membeli susu,” kata Ayah. “Aku keluar dari toko pojok, dan mendengar suara aneh seperti: dhuum… dhuumm… aku mendongak, dan kulihat piringan perak besar menggantung di atas jalan Marshall.”
Ini adalah buku ketiga Neil yang saya baca. Setelah The Good Omens – duet dengan Terry Pratchett – yang superb sekali dan Interworld yang rumit karena terbagi-bagi banyak tempat dan karakter namun tetap menawan. Nah, Fortunely, Milk seakan adalah anomali-nya. Buku ini ringan, banyak ilustrasi yang digarap dengan indah oleh Skottie Young. Bertolak dengan namanya yang sering bertutur cerita berat, buku ini buku anak-anak dengan konflik yang sederhana. Tentang sebotol susu yang berpetualangan menjelajah waktu.
Dikisahkan sebuah keluarga, tanpa nama karakter. Sang ibu sedang mengikuti sebuah konferensi, presentasi tentang kadal. Sebelum pergi ia memperingatkan suaminya, apa yang harus dilakukannya saat dia tak ada di rumah. Sudah menyiapkan makanan beku ditandai, sehingga tinggal menghangatkan. Ayah yang terlihat cuek, mendengarkannya dengan santai. Aku – karakter utama dalam cerita ini adalah si sulung mempunyai seorang adik yang suka main biola. Tepat setelah segala pesan itu disampaikan kepada Ayah, ibu menambahkan, “Oh, susu kita hampir habis. Kau harus membelinya.”
Hari pertama berjalan buruk. Kami menghabiskan malam dengan makan di restoran India. Hari kedua di pagi hari, cerita sesungguhnya dimulai. Untuk sarapan sereal mereka memerlukan susu. “Susu habis,” kataku. | “Susu habis,” kata adikku.  | “Kasihan kalian. Aku akan pergi ke toko pojok. Aku akan membeli susu.” Kata Ayah. Dan kita menunggu.
Lama sekali Ayah tak kembali. Si aku sampai mencoba makan Toastio kering, si adik bosan sehinnga membunuh waktu dengan memainkan biolanya. Setelah jeda yang panjang itu, akhirnya Ayah datang dengan sebotol susu. Tentu saja wajar kita bertanya, “Ayah ke mana saja sih, kok lama.”
Dan dikisahkanlah alasannya. Ayah diculik alien, kabur. Terperangkap di lautan, dibawa bajak laut. Sang ibu bajak laut menawarkan bergabung atau mati. Ayah bersikeras pulang, anak-anaknya menunggu. Di atas papan hukuman, muncullah tangga tali dengan ujung atasnya sebuah balon udara. Ayah kabur diselamatkan profesor Steg. Mereka mendarat di sebuah bukit landasan penuh orang aneh. Desa mereka sedang gagal panen, dan sebuah ramalan menyebutkan suatu saat ada bola apung yang turun dari udara. Lalu menunjukkan susu, mereka harus dibawa ke gunung api dan diberi permata hijau Mata Splod.
Mereka berselisih dengar. Kabur lagi. Ditangkap, melewati kegelapan pekat di langit. Ditangkap lagi. Dan penjelajahan ini diakhir dengan happy ending. Kenapa? Karena sang Ayah berhasil kembali ke rumah, bersama susunya.
Tentu saja Aku protes, ada piranha di laut lepas. Oke, Ayah tetap tampak tenang melanjutkan cerita. Adikku meminta ada kuda poni dalam dongengnya, oke Ayah mencipta sekumpulan kuda poni warna pink dan biru di lembah. “Meskinya ada vumvir yang baik dan tampan.” Kali ini Ayah bilang, “Tak ada!”
Petualangan yang unik itu tentu saja sebuah alibi. “Ayah tahu, kami tidak percaya,” kata adikku. | “Sama sekali tidak percaya,” kataku. | “Terserah, tapi semua benar. Ada buktinya.” Kata Ayahku. | “Apa?” | “ Ya, apa?” tanya adikku. | “Hhmm…,” kata Ayah, meletakkannya di atas meja dapur. “Ini susunya.”
Dan ia kembali membaca koran. Hahaha… kisah yang hebat. Cocok sekali untuk dibacakan kepada anak balita. Nanti pasti kubacakan kepada Hermione kisah ini. Petualangan yang tak biasa. Kekuatan utama buku ini ada di ilustrasi yang memanjakan mata. Gambar coret yang tak biasa. Detailnya indah. Digambar dengan hati. Terima kasih Neil, Ayah yang pendongeng. Terima kasih Skottie, ilstrator hebat.
Untunglah, Susu | diterjemahkan dari Fortunately, Milk | by Neil Gaiman | copyright @2013 | ilustrations by Skottie Young | published by arrangement with Writers House, LLC & Maxima Creative Agency | GM 40201140122 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | alih bahasa Djokolelono | cetakan 2014 | ISBN 978-602-03-1225-5 | 128 hlm; 20 cm | untuk Ayahku, si pendongeng dan pembuat ketawa. Aku rindu banget. – S.Y. | Skor 4/5
Karawang, 140516 #Coldplay – Spies

Relentless – Dean Koontz

image

Buku kedua Dean Ray Koontz yang saya baca setelah Intensity yang memukau itu. Sah, saya masukkan beliau sebagai salah satu Penulis favorit yang buku-bukunya akan saya buru dan santap saat ada kesempatan. Sebenarnya aneh juga sih, karena saya lebih suka genre fantasi-imajinasi, novel Dean lebih ke thriller dengan penjelasan pembantaian secara gamblang. Dari sekedar iseng mencari bacaan diluar batas, akhirnya saya menemukan seorang pencerita ulung. Dari dua buku yang sudah kulahap saya bisa tarik ciri utama Dean adalah di detail karakter, tempat dan humor sadis. Keberanian bertutur kekejaman manusia yang hebatnya sangat indah disampaikan. Seorang Penulis yang tak kenal ampun membantai tokohnya.
Di Relentless, penyampainnya lebih sabar. Tidak seperti Intensity yang langsung ke puncak pembunuhan, di sini dia memakai pola standar di mana kejutan di simpan di akhir. Tak heran detail panjang itu membutuhkan lebih dari 500 halaman, tepatnya 548. Panjang sekali bukan. Di pecah dalam tiga bagian dalam 62 bab yang melelahkan. Butuh waktu seminggu untuk menuntaskannya. Kesabaran yang tak sia-sia karena memang ini buku yang sangat bagus. Tanpa daftar isi kita diajak membuka cerita dengan tiga kutipan Penulis legendaris Charles Dickens yang saling silang dengan GK Chesterton. Sebuah saling silang yang pas dengan isi cerita itu berbunyi: “Hal-hal kecillah yang menyusun jumlah kehidupan” dari buku David Copperfield lalu: “Masalahnya jelas. Ini antara cahaya dan kegelapan, dan setiap orang harus memilih pihaknya” dari GK Chesterton yang dilanjut, “Semua manusia itu tragis.. semua manusia itu lucu… setiap leki-laki itu penting jika dia kehilangan kehidupannya. Dan setiap laki-laki lucu jika dia kehilangan topinya.” Terdengar biasa? Silakan dibaca sampai tuntas buku ini biar tahu rasa.
Dibuka dengan perkenalan lembut nan aneh tentang keluarga Cullen Greenwich (dilafalkan dengan Grenitch). Beristri Penny Boom yang cerdas. Punya anak berusia 6 tahun yang jenius, Milo. Punya mertua yang tak kalah nyentrik, Clotilda dan Grimbald. Memiliki anjing gembala Australia yang memiliki warna mata berbeda, satu biru satunya abu-abu bernama Lassie. Cara penuturannya mungkin terbaca tak seru karena dijabarkan dengan satu pihak seakan tak ada jeda untuk menyela. Namun ternyata ketika selesai baca, detail itu masih sangat bagus dibaca ulang dan ulang. Cullen – dengan nama panggilan Cubby adalah Penulis buku best seller. Penny juga Penulis sekaligus ilustrator, namun lebih ke buku anak-anak. Tinggal di rumah indah di Kalifornia Selatan. Keluarga ini seakan dinaungi suka cita sepanjang waktu, sampai akhirnya Cullen merilis buku keenamnya, One O’Clock Jump. Malapetaka yang tak disangka-sangka.
Review dari USA Today dan Washington Post positif, review yang ketiga mengerikan. Review dari seorang kritikus ini ternyata berdampak panjang. Kritikus bernama Shearman Waxx yang memaksa keluarga ini berjibaku bertahan hidup. Sesuai judul bagian pertama, Penny Boom Bilang Lupakan Saja, review buruk akan membuatnya marah. Namun hasilnya bukan sekedar marah, lebih ke kengerian. Pasalnya suatu hari Cubby berkesempatan bertemu Waxx di restoran langganan. Lelaki berdasi kupu-kupu berwarna merah. Kesempatan untuk melihat sang kritikus langsung itu berakhir buruk, “Doom – malapetaka.”
Suatu sore saat Cubby membaca cerita favoritnya, A Good Man Is Hard To Find karya Frannery O’Connor sesuatu yang menakutkan membayanginya. Waxx muncul di rumahnya, hunian yang dipenuhi pengaman itu bisa diterobos tanpa ketahuan. Seperti bayangan, Waxx berjalan seakan tak melihat sekeliling, Cubby ragu akankah itu nyata atau imaji-nya. Setelah dikejar dalam ruang-ruang rumah, ia menghilang. Dari sinilah keseruan cerita ini benar-benar dimulai. Waxx ternyata asli, dia adalah pembunuh berdarah dingin. Cubby tahu itu setelah dihubungi sesama Penulis yang pernah di-review buruk olehnya. John Clitherow bercerita keluarganya dibantai Waxx satu per satu, namun polisi gagal melacaknya. Penulis lain  juga mengalami nasib serupa. Tom Landuff lebih tragis lagi setelah diulas dengan kejam Waxx. Yang paling biadap adalah mutilasi Henry Casas. Membiarkannya hidup dalam penderitaan. Mengingat pola itu, Cubby pantas waspada. Nah suatu hari setelah detail-detail mengerikan itu. Dengan penuturan cerita ala film suspence, rumah keluarga ini diledakkan. Untungnya Cubby dan keluarga berhasil kabur tepat waktu. Dengan barang seadanya, mereka berkendara menjauh dari Kalifornia.
Di bagian kedua dengan judul, Aku Adalah Pembantai Saudaraku. Adalah kisah pelarian dari kejaran Waxx, mereka tinggal di rumah tenang tepi pantai. Tak bisa lega lebih lama, rumah itu diberondong peluru. Cubby berhasil kabur lagi. Kini mereka meminta bantuan orang tua Penny. Setiap tempat yang disinggahinya selalu terdeteksi. Padahal kartu kreditnya tak digunakan. Telepon dan kartu sekali pakai, percobaan hindar yang nyatanya kecium terus seakan Waxx adalah bayangan itu sendiri. Segalanya kan memang harus dihentikan. Kisah ini membawa mereka ke Utara, ke sebuah kota Smokeville.
Di bagian ketiga judulnya sangat asing Zazu, Siapa Dia Di sini Anjing, Di Sana Anjing Doom Zoom Doom. Padahal bagian ini menyisakan seperlima namun ternyata muncul karakter baru yang mengejutkan dan fakta kata “doom zoom doom” itu memiliki makna yang konkrit. Akhirnya berhasilkah Cubby Greenwich dan kelurga selamat dari sang kritikus? Ataukah dirinya menjadi Penulis berikutnya yang menjadi daftar panjang korban Waxx?
Selesai baca pagi tadi saat Subuh menjelang. Rencana membuat review kemenangn Lazio 1-3 atas Carpi buyar saking excited-nya ending cerita ini. Speechless. Tak menyangka saja, hal remeh yang digenggam dan dipelajari Milo memiliki peranan penting eksekusi ending. Mengingatkanku pada film Funny Game, sebuah remake dibintangi Naomi Watts. Sekarang mungkin kita menanyakan secara ilmiah penemuan itu, namun saya percaya 100, 200 tahun lagi tak mustahil terwujud. Luar biasa. Shocking!
Banyak kutipan yang perlu saya bagikan. Saking banyaknya takut merusak kenikmatan teman-teman yang akan membacanya, saya nukil sebagian.
“Si gajah kecil, tikus kecil, dan kelinci kecil semuanya memiliki telinga yang benar-benar besar.” – halaman 176
“Hukuman yang paling besar bukanlah kematianmu sendiri, tapi justru rasa kehilangan orang-orang yang kau sayangi.” – 161
Dalam kekacauan ekomoni saat ini, yang disebabkan oleh para politikus yang bersikeras kalau mereka bisa memperbaikinya dengan membuat kami lebih menderita, banyak bisnis kecil yang dihancurkan. – 260
Aku benci jika orang-orang menjadi anomin di internet. – 268
Bagi beberapa orang, berpetualang adalah sebuah hobi, bagi yang lainnya merupakan sebuah filosofi yang bijaksana, bagi para sanak keluargaku, survival adalah sebuah agama. – 294
Pandangan yang Penny lemparkan padaku bukanlah pandangan yang akan kupotret dan kusimpan selamanya di dalam buku tentang memori-memori kasih sayang milik kami. – 343
Pikiran adalah penipu dengan sandiwara yang tak terbatas, dan pikiranku mengubah bau dari tembakan senjata api ini menjadi napas asam milik Tray persis seperti yang ada di malam bulan September di waktu dulu itu. – 386
Kalau laki-laki itu ingin tahu soal hal aneh, dia seharusnya melihat ke cermin. – 476
Dalam dunia abad dua puluh satu yang terbalik ini, para penguasa merupakan para penjahat kejam yang tak punya prinsip. – 494
Kau akan berfikir begitu. Shelley, Marx, Freud, Nietzche, Tolstoy, Bertrand Russel, Sartre – mereka semua adalah monster bagi orang-orang dalam kehidupan pribadi mereka. Tapi itu tidak penting saat kau mengingat kontribusi-kontribusi mereka pada dunia. – 535
Sebelum saya tutup, saya ingin bilang: bab 44 adalah sebuah masterpiece sebuah cerita. Sangat amat mengagumkan, kisah bisa begitu menyentuh dan sadisnya. Dituturkan satu bab panjang tanpa putus, membuat sesak nafas. Bagian terbaik buku ini. Bagian terbaik sebuah cerita pembunuhan yang ditulis dengan sangat memikat. Bagi penyuka suspence, wajib baca. Karena waktu adalah monyet!
Tak Kenal Ampun | Diterjemahkan dari Relentless | by Dean Koontz | copyright 2009 | Pewarna sampul vbi_djenggoten | Pewajah isi EMW-Ufukreatif Design | Penerjemah Nina Setyowati | Penyunting Premi Wahyu | Pemeriksa Aksara Olga Dories | Penerbit Ufuk Press | Cetakan I, November 2010 | ISBN 978-602-8801-53-9 | Untuk Gerda, untuk segalanya | Skor: 4,5/5
Karawang, 090516 #Trian – Breakfast in bed

Tiada Ojek Di Paris – Seno Gumila Ajidarma

image

Obrolan urban. Ini adalah buku utuh pertama yang saya baca dari bung Seno, sebelumnya hanya baca beberapa cerpen dan esai yang tersebar di media. Kini saya berkesempatan membaca secara keseluruhan dalam rangkuman esai yang dinukil dari majalah dan tabloid Djakarta!, kolom Affair (2004) sampai Kentut Kosmopolitan (2013). Selesai membacanya saya langsung teringat teman saya dari Bandung yang sekarang terdampar di Jakarta, teman dikusi film yang menjalar ke berbagai topik lain. Kenapa saya teringat Mohammad Takdir? Karena tulisan beliau yang merakyat dan sering sebut jelata, sebut kaum urban, sebut ani-nya Rhoma, sebut kaum kelas bawah dengan berbagai problematikanya. Lalu setelah membahas topik utama bung Tak – panggilan saya kepada beliau – akan menukil orang-orang besar terdahulu dari Baker, Ami Priyono, Chairil Anwar sampai penulis-penulis Eropa Timur yang asing di telinga. Nah, buku ini polanya mirip. Namun sayang bung Seno terlampau serius, kurang nada humor layaknya bung Tak sehingga jatuhnya bosan. Sehingga harapan saya yang (terlampau) tinggi kurang terpenuhi saat saya menutupnya. Buku ini lebih kepada pengamatan sang Penulis terhadap ibu kota dengan analisis dan argumennya. Ditambah beberapa istilah asing biar terlihat keren.
Berisi 44 esai semua tentang Jakarta dengan hiruk pikuknya. Beberapa bagian memang menjadi bacaan yang bervitamin, namun beberapa yang lainnya menjurus ke kebosanan, beberapa lainnya lagi unik, beberapa lainnya bahkan boleh di-skip. Yang menarik adalah setiap ganti topik kita disuguhi gambar-gambar klasik produk Indonesia. Dari kopi, rokok, keripik sampai obat-obatan. Sebuah nilai tambah. Gambar-gambar yang memanjakan mata. Sebagian tentu saja pernah mengkonsumsi, dulu waktu kecil. Patut diapresiasi bungkus produk yang di-scan itu semacam nostalgia.
Dalam kesempatan berbagi dalam meeting dan briefing pagi di kantor NICI tanggal 4 Mei 2016 lalu, saya membacakan salah satu topik yaitu tentang Zebra Cross. Sebuah gambaran nyata betapa kita kurang menghormati para pejalan kaki. Bagian itu terbaca lucu sekaligus miris. Tertulisnya begini: Di berbagai tempat di Jakarta terdapat zebra cross alias tempat pejalan kaki dianjurkan menyebrang. Menurut teori, jangankan sebelum menginjak zebra cross, orangnya baru nongol saja dan kakinya masih di trotoar, mobil yang mau lewat seharusnya berhenti dan menunggu sampai penyeberang lewat. Di berbagai kota yang sudah “tertib”, bahkan saya kadang bermain-main, seakan-akan mau menyeberang padahal tidak, sehingga  para pengemudi beradab betul-betul bingung. Di Jakarta saya sering dibingungkan oleh kejadian sebaliknya. Saya sering pura-pura beradab dan berhenti di zebra cross ketika tampak seseorang mau menyeberang, tapi ajaib. Sang penyeberang ini terlihat ragu-ragu dan tidak percaya bahwa ada mobil menunggu beliau menyeberang jalan terlebih dahulu. Sering kali keraguannya begitu lama, dan akibatnya mobil-mobil di belakang menjadi murka luar biasa, seperti ditunjukkan klasok. Ketika akhirnya beliau menyeberang, meski tampak jelas saya menunggu, larinya juga cepat sekali seolah-olah ada mobil siap meluncur menabraknya. – halaman 159
Di bab Manusia Jakarta, Manusia Mobil ada bagian yang sangat menohok: Manusia dan mobil dalam sintesis kemacetan ternyata melahirkan semesta unik. Secara teoritis waktu dalam kehidupan manusia Jakarta dibagi menjadi dua: di rumah dan di tempat kerja. Ini melahirkan dikotomi stereotip tentang talik ulur antara keluarga dan karier. Dalam praktiknya, waktu 24 jam itu ternyata dibagi tiga: waktu di rumah, waktu di kantor dan waktu dalam perjalanan yang bagi sebagian manusia Jakarta, hal ini berarti berapa dalam mobil. Andaikan secara rutin dia menghabiskan 2 jam untuk mencapai kantor dari rumah yang terjebak macet, maka berarti 4 jam sehari, masih ditambah jika segala urusan kerja dia harus ke sana kemari. Alhasil, sepertiga waktu dalam hidup manusia Jakarta dihabiskan dalam mobil. Seandainya ia bekerja mulai umur 25 tahun, dan berhenti kerja 55 tahun maka tak kurang dari 10 tahun dari masa kerjanya habis di perjalanan. – halaman 22
Di bab Mobil: Sebuah Mitos saya juga senang sekali mengetahui asal usul mobil pertama di Indonesia. Saya nukilkan: Bung Karno berkisah kepada Cindy Adams dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (1966), tentang bagaimana Republik Indonesia mendapatkan mobil resminya yang pertama. Seperti yang diketahui, setelah mengucapkan proklamasi, dan ditunjuk sebagai presiden, bung Karno pulang berjalan kaki dari Pegangsaan Timur 56 dan merayakan kemerdekaan Indonesia seorang diri di pinggir jalan dengan memesan 50 tusuk sate. Besoknya 18 Agustus 1945, seorang pengikutnya Sudiro – yang berfikir sudah sepantasnya seorang presiden menaiki mobil – berburu ke seluruh Jakarta. Dia menemukan sebuah mobil Buick besar, yang muat untuk tujuh orang, dengan tirai di jendela belakang. Sayang mobil ini milik Kepala Jawatan Kereta Api yang masih orang Jepang. Dalam semangat revolusi, tentu ini bukan masalah besar. Sudiro mendatangi mobil itu dalam garasi. “Heh, saya minta kunci mobilmu,” ujarnya kepada supir yang kebetulan dikenalnya. | “Kenapa?” tanya orang itu kaget. | “Kenapa?” Sudiro mengulangi, terguncang oleh kebodohan itu. “Karena saya bermaksud mencurinya untuk presidenmu.” Begitulah dengan cara seperti itu, mobil tersebut menjadi milik Republik Indonesia. Namun ini tak membuat masalah selesai. Apa lagi? Ternyata – dan ini khas Indonesia – tidak ada yang bisa mengendarainya! Haha! “Di mana kami bisa belajar?” Bung Karno berkata, “Orang Indonesia tidak mempunyai kendaraan di zaman Belanda, dan hanya pembesar yang dapat memakai kendaraan di zaman Jepang.” Sudiro harus mencari sopir lain untuk menjalankan mobil itu, begitulah sejarah kepemilikan mbil di negeri ini mulai ditancapkan. – halaman 170
Dalam bab Jakarta Yang Sebenarnya? Saya ikut terenyuh terhadap keponakan bung Seno, berikut saya nukil: Ketika melewati Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, keponakan saya itu bertanya: “Jadi ini Jakarta?”; dan jawaban saya pun cukup klise: “Bukan, ini Jakarta yang semu, karena deretan gedung-gedung tinggi hanya berada dalam enclave Segitiga Emas.” Jadi menurut saya yang mana Jakarta sebenarnya? “Inilah Jakarta,” kata saya ketika melewati jalan berlubang-lubang, sehingga mobil hanya merayap lambat dalam kemacetan, sementara para Mister Cepek merajalela dari segala penjuru mengulurkan tangan. – halaman 192
Dalam bab Ojek Sudirman-Thamrin saya teringat fenomena Go-Jek dan taksi Uber yang saat ini menuai pro-kontra. Tulisan beliau buat saat di Paris tahun 2007 sehingga tentu saja ide ada transpotasi motor sudah ada jauh hari. Berikut saya nukil: Apakah ide datangnya ojek datang dari seorang menteri? Sudah pasti bukan. Kalau begitu apakah datang dari seorang profesor? Tentu tidak. Ojek adalah bukti kreatifitas dalam usaha suvival kelas bawah dalam tingkat kemakmuran ekonomi seadanya yang bisa diperjuangankan negara, baik dari masa pemerintahan Orde Baru sampai Reformasi. Bahwa di satu pihak ojek dibutuhkan Jakarta adalah bukti terbatasnya jangkauan pemikiran Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota; di lain pihak bahwa manusia terpaksa jadi tukang ojek sebagai alternatif satu-satunya, adalah terbatasnya lapangan kerja dalam struktur yang mampu disediakan pemerintah Indonesia. Namun jangan khawatir, tukang ojek mengampuni Pemerintah. ( . Bukankah selalu dikatakan masyarakat tidak harus menunggu uluran tangan Pemerintah? (Karena kalau hanya menunggu pasti berarti kematian! ( ) Fenomena ojek adalah contoh terbaik bentuk kreatifitas yang tumbuh dari kebutuhan komunitasnya. Ojek ada karena ada yang membutuhkan. Begitu pula dengan segala hal yang tumbuh dari bawah: Tanpa propaganda dan tanpa pengomporan. Kepentingan tukang ojek hanyalah makan untuk hari ini; kepentingan pengguna ojek sampai tujuan secepat-cepatnya. Itulah ideologi dalam wacana ojek. – halaman 188-189
Begitulah. Buku ini walau terasa biasa, tetap sangat bervitamin. Walau kalah lucu dari tulisan-tulisan bung Tak namun tetap membumi. Kenapa? Ya jelas kalah kelas. Bung Tak adalah (yang mengklaim) jelata yang benar-benar merasa tiap minggunya akrab dengan mie instan, naik transpot umum sampai baju pakai yang itu-itu saja. Bandingkan bung Seno yang nulis masalah ojek saja inspirasinya terperangkap di Eropa. Setiap tulisan memang punya plus-minusnya. Sebenarnya tulisan bung Tak kalau mau dirangkum dan dibukukan tak akan kalah pamor dengan rangkuman Tiada Ojek ini.
Terakhir, saya masih bisa menikmati buku ini walau kurang bisa memenuhi ekspektai. Masih layak baca, beberapa istilah asing bahkan saya catat untuk referensi bacaan berikutnya. Masih layak pajang di rak bersama buku bacaan lain. Kutunggu buku bung Tak di sampingnya.
Tiada Ojek Di Paris | oleh Seno Gumila Ajidarma | Penerbit Mizan | Cetakan II, Mei 2015 | design sampul Dodi Rosadi | Gambar-gambar seni rakyat koleksi Antyo Rentjoko dan Seno Gumila Ajidarma | ISBN 978-979-433-846-9 | Untuk Nagalangit dan Lautan Cahaya | Skor: 3/5
Karawang, 080516 – Subuh Minggu pagi bersama surah Yusuf

Happy Birthday May – Ada Apa Dengan Cinta 2 – White Sabrina – Tidak Ada New York Hari Ini

image

image

image

May the Force be with You. May, istriku kebetulan ulang tahun bertepatan dengan slogan Star War. Tahun ini kita rayakan dengan lebih sederhana dari sebelum-sebelumnya. Tak ada kue dan lilin, tak ada kado berbalut bungkus pita dan tak cuti kerja. Sedari pagi, kita awali dengan rutinitas seperti biasa. Kecup lembut di kala matahari baru akan muncul, ketergesaan persiapan mengantar Hermione ke rumah nenek, mengantar May ke titik jemputan, lalu bersiap kerja. Seharian juga berlangsung apa adanya. Hanya ucapan via SMS, FB dan janji pulang kerja kujemput untuk menonton film Ada apa Dengan Cinta 2. Sehari sebelumnya teman-teman kantor sudah memesan tiket untuk 11 orang: Rani, Dewi, Yuli, Widada, MIRA, Rossi, Sheren, Rizka, Vaness dan dua tiket untuk kita. Tepat pukul 18:30 dengan popcorn di tangan kiri, Hermione dalam pelukan kanan kita masuk bioskop 6 Blitz Karawang Festive Walk. MIRA, Widada, Rossi telat masuknya. Makan dulu katanya.
Film dengan ekspektasi tinggi ini dimulai dengan hantaman yang berat. Sebuah permulaan yang berani untuk sekuel animo tinggi. 14 tahun berselang dari ending di bandara itu, kini Cinta (Dian Satrowardoyo) punya galeri dengan tiga karyawan. Berkumpul dengan genk-nya: Carmen (Adinia Wirasti) mantan pembasket nge-drug?, Maura (Titi Kamal) syuting sama suami, Milly (Sissy Priscillia) yang hamil. Mamet (Dennis Adhiswara) yang culun itu diceritakan menikah dengan si loading Milly. Titi Kamal seperti dalam kehidupan asli menikah dengan Christian Sugiono. Sempat shock, si tampan Tian masuk jajaran cast. Setelah semua berkumpul, Cinta mengumumkan dua hal. Pertama genk ini akan liburan ke Yogya. Oiya, genk ini kini tinggal empat, Alya (Ladya Cherill) dihilangkan. Sekali lagi sebuah keputusan yang berani mencoret salah satu karakter penting. Seperti yang kita ketahui, Alya adalah sohib terdekat Cinta. Dalam dunia nyata, Ladya memang mundur dari proyek ini karena sedang menempuh pendidikan, sehingga Mira Lesmana terpaksa merombak skenario. Sayang sekali draft itu menyebut Alya mustahil kembali. Kenapa ga dibuat ia sedang keluar negeri kek, sedang dalam kesibukan tingkat tinggi bekerja kek, sedang diculik alien kek sehingga kemunculannya (seandainya dibuat) film berikutnya masih bisa. Pengumuman kedua, Cinta dilamar Trian (Ario Bayu) sang pengusaha kaya dan memperlihatkan cincin pertunangan. Rani shock, penonton bergumam, saya santai saja. Santai menuju Yogyakarta.
Sementara di belahan bumi lain, Brooklyn – New York, Amerika Serikat sang tokoh utama lainnya Rangga kini sudah memiliki kedai kopi yang dirintis dengan Roberto. Roberto yang melihat Rangga punya bakat menulis mendorongnya untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Melihat Rangga yang galau, memintanya untuk mudik melepas penat serta menyebut Sally, nama ini sepintas lewat walau dalam senda gulau. Rangga keukeh tak mau. Beberapa saat kemudian muncullah adik tirinya. Mengejutakn Rangga karena ternyata ia punya saudara tiri. Rada aneh juga sih, jauh-jauh mencari sekedar menyampaikan pesa. Bercerita panjang lebar tentang keluarga. Dikisahkan ayah Rangga yang “kiri” itu sudah meninggal, sementara ibunya yang sudah sangat lama dilupakan memintanya pulang. Meminta bertemu langsung. Marah, dalam kegalauan yang berat itulah ia memutuskan pulang. Ketika kertas dibalik alamat yang tertera adalah Yogyakarta.
Sampai di sini tentu saja kita semua bisa menebak dengan mudah kisah ini kemana. Cinta and the genk liburan, Rangga mencari jawab kepada ibunya di Yogya istimewa. Saya menutup mata dan telinga sekuel ini serapat mungkin, maka saat keputusan Riri memilih Yogya pastilah tentang tempat liburan yang menakjubkan. Dalam review Wild saya mengkritisi sebuah film yang mengandalkan pemandangan sebagai daya jual utama, saya selalu mengutamakan isi cerita jadi sempat was-was juga. Karena Yogya memang destinasi liburan yang seru. Dan benar saja, kita disuguhkan banyak tempat eksotis. Setelah diputar sana-sini, dibuat semenarik mungkin sampai di adegan yang PALING ditunggu pemirsa. Cinta bertemu Rangga dalam frame layar lebar yang sesunggunnya setelah 14 tahun. Adegan dibuat (mencoba) sebagus mungkin. Dilatari pameran seni Eko Nugroho, diiringi lagu sendu, dan tatapan tanya dua insan yang merindu sekaligus sinis.
Cinta marah kepada Carmen karena merencana. Carmen beralibi apa yang jadi tanya selama ini harus dibuka. Maura sependapat. Milly berakting blo’on dengan sangat menggemaskan. Milly adalah real joker di AADC, dan berhasil. Malam itu perpecahan terjadi. Cinta yang sudah mengenakan cincin segera nikah tentu saja bimbang. Perdebatan yang andai ada Alya akan lebih bijak dalam keputusan akhir itu berujung pada: Cinta akan bertemu Rangga, sejam saja, lalu menghabiskna malam terakhir di Yogya seperti rencana: belanja oleh-oleh, makan malam bersama, besoknya balik ke ibukota. Well, kita pasti bisa menebak semua berantakan. Dan terbukti.
Scene berikutnya, Rangga dan Cinta duduk di Sellie Coffe di daerah Prawirotaman. Muncullah kalimat yang ada di trailer, yang bilang Rangga jahat itu. Frame-frame berikutnya adalah sebuah adegan roman yang memanjakan mata. Kekuatan utama film ini ya dimulai dari sini. Ke tempat-tempat yang membuat iri pecinta alam, para traveller dan penyuka liburan jalan-jalan akhir pekan. Tempat-tempat legendaris dari Istana Ratu Boko dari abad 8, Klinik Kopi di Kaliurang, Rumah Doa Bukit Rhema, scene stealer dalam pementasan Papermoon Puppet Theatre, sate Blathak pak Bari, Padepokan pak Bagong Kussudiarja dan yang paling menakjubkan Puthuk Setumbu. Teater boneka kertas itu tampak menyeramkan. Terlihat Riri mencoba meng-copy sukses trilogi Before: Sunset, Sunrise, Midnight dan serial Sex and The City. Menjual kekuatan dialog, pemandangan alam tiada dua, puisi-puisi roman Aan Mansyur, dan keimutan Dian Satro, ibu dua anak. dua remaja yang pernah saling mencinta bertemu kembali setelah lama terpisah untuk menuntaskan tanya perasaan masing-masing. Dengan kondisi Cinta yang akan menikah dan kegalauan Rangga yang akut berhasilkah kemustahilan cinta mereka disatukan?
Resah di dadaku | Dan Rahasia yang menanti di jantung puisi ini | Dipisah kata-kata, begitu pula rindu | Lihat tanda tanya itu | Jurang antara kebodohan dan keinginan untuk memilikimu, sekali lagi
Sayang sekali, harapan tinggi itu tak bisa sepenuhnya terwujud. AADC2 menampilkan banyak klise, terutama di eksekusi akhir. Ending-nya merusak sekali. Seakan-akan ada beban yang harus dilepaskan agar penonton senang. Aneh, saya kaget aja melihat Rangga yang cool itu jadi begitu bertingkah menghamba. Banyak hal yang bisa digugat, karena ketergesaan. Untuk sebuah film yang SANGAT DITUNGGU, AADC2 malah jatuh seperti FTV kejar tayang. Padahal orang-orang besar yang ada dibaliknya masih nyaris sama dari yang pertama. Lagu-lagunya memang bagus namun tak akan bisa sekuat dulu. Dua yang menurut saya istimewa adalah ‘Bimbang’ yang dinyanyikan Goodbye Felicia duet Stephani dan ‘Ratusan Purnama’ dinyanyikan Melly Goeslaw duet Marthino. Puisi yang diambil kali ini karya Aan Mansyur yang terkenal lewat bukunya, ‘Melihat Api Bekerja.’ Walaupun tentu saja tak akan bisa mengimbangi kutipan “Kulari ke hutan..” itu, untungnya bagus-bagus. Keresahan Rangga dapat ditangkap dengan lewat puisi. Banyak hal pahit dalam hidup ini, harusnya tetap membumi dengan membiarkan fakta tak menyenangkan tetap apa adanya.
Kabar bagusnya film ini dalam 8 hari sudah tembus 2 juta penonton. Kalau tujuannya utama uang dan menyenangkan Aqua, jelas sukses. Sebuah rekor fantastis untuk film lokal. Dirilis tanggal 28 april 2016 di tiga negara: Malaysia, Brunei dan lokal film ini mendobrak tatanan yang ada. Dengan berani menantang Captain America: Civil War. Sesuatu yang harus kita apresiasi.
Kelar film kita foto-foto.
Tak sengaja ketemu teman lama, Inu dan Lina istrinya. Oiya, dulu saya nonton AADC pulang sekolah bareng Inu, Yudi dan Seno. Sehingga bertemu dengan Inu saat di bioskop nonton film sekuel-nya sungguh istimewa. Foto dulu.
Rencana awal pulang mau makan malam di resto, untuk merayakan ultah May. Namun karena capek dan masih kenyang, acara dibatalkan. Kita langsung pulang, Hermione langsung pulas sesampai di rumah. May minta dibuatkan mie rebus, saya terlanjur tertidur. Ultah yang biasa kalau dilihat dari kaca mata umum, justru bagi kita luar biasa. Menghabiskan waktu dengan orang-orang tercinta dalam keadaan sehat dan ceria adalah anugerah terindah yang pernah kumiliki. Saya selalu bilang ke May, dalam keluarga kecil ini ketika ultah atau anniversary wajib bersama dalam peluk damai.
Besoknya baru deh kita sempatkan cari bunga. Seperti biasa, kado kita adalah bunga. Saat perayaan tahunan atau ultah koleksi bunga di depan rumah pasti bertambah. Setelah sebelumnya: Mawar, Melati, Asoka sampai Anggrek kesempatan ultah May kali ini adalah White Sabrina. Selamat datang Sabrina, di keluarga kecil kami. Kamu akan jadi saksi kebahagian kami, saksi pagi ketika kita memulai aktivitas serta sore di kala kita kembali. Saksi tumbuh kembang Hermione. Selamat ulang tahun May, we love you much.
Ada Apa Dengan Cinta 2 | Tahun rilis 2016 | Sutradara: Riri Riza | Skenario: Mira Lesmana, Prima Rusdi | Pemain: Dian Satrowardoyo, Nicholas Saputra, Titi Kamal, Sissy Priscillia, Dennis Adhiswara, Adinia Wirasti, Ario Bayu, Christian Sugiono, Sarita Thaib, Dimi Cindyastria | Skor:3/5
Karawang, 070516 #OST Glee vol. 2 – Endless Love

Capri dan Ambisi Lazio

image

Kuis reguler the Great dibuka. Kini tandang ke Capri. Semua seperti biasa. Ditutup Sabtu jam 00:00. Good Luck Foc-ers!

LBP 0-3 all
Klose ingin bertahan. Hanya dengan gol dirinya bisa kasih bukti. Saatnya berpesta.

1. AW
Carpi 0-2 Lazio, Candreva
Lazio masih akan merona. Carpi masih akan merana, menang tidak cetar membahana..

2. Imoenk
Capri 1-3 lazio, felipe anderson
Yuhuuiiii kacang kapri makanan empuk dan renyah buat lazio. Kali ini felipe seharga bale bakal ngamuk. Ya, ngamuk beneran, dengan mencetak sepasang goal. Catat!!! Sepasang goal dari felipe bale anderson.

3. Widy
REVISI
CARPI 1-2 LAZIO,FELIPE
duel seru menanti.Pasca sibiru menang berikutnya Carpi sasaran kemenangan.Skor 1-2 milik Lazio

4. Arief
Carpi v lazio 0-2 . Klose. Lazio sedang on fire. Carpi menuju serie B. Klose akan menutup musim dengan indah.

5. Huang
Carpi 2-2 Lazio, keita balde diao
Lazio didirikan tahun 1900. Sedangkan carpi tahun 1909 atau sembilan tahun lebih muda. Karena menghormati yang tua, carpi menahan diri utk tidak menang atas lazio.

6. DC
Carpi 0-2 Lazio candreva
Tandang lawan tim lemah. Ga bkl ada kejutan brrti. Seri adalah hasil minimal buat Lazio, tapi 3 poin akan diraih.

7. Panji
Carpi 1-3 Lazio, Candreva. Masih terbawa hegemoni vs inter kemarin. Lazio coba tampil total. Carpi ngegolin 1 deh, tuan rumah, skor yang lain udah keambil juga.

Karawang, 070516

Atletico, Hebat!

image

Fairy tale Leicester City sang juara English Premiere League (EPL) bisa jadi berlanjut ke kejuaran Eropa. Atletico Madrid selangkah lagi meraih si Kuping Besar, satu pertandingan final di Milano, jika menang jadilah mereka jawara. Tiket di dapat setelah semalam dengan luar biasa menyingkirkan Hollywood Jerman dengan keunggulan gol tandang ketika aggregate 2-2 tercipta. Langkah hebat Atletico dibuat dengan mempesona penuh drama. Hiburan tingkat tinggi yang mendebarkan jantung pemirsa. Hasil leg 1 dengan keunggulan sebiji, Atletico bisa lolos dengan skor: menang atau seri berapa-pun. Bisa juga kalah nan lolos bila gap gol satu selain skor identik leg awal. Skor istimewa yang disusun ternyata adalah 2-1. Angka yang cukup untuk membuat perpisahan Pep jadi sendu.

AtleSedari awal saya sudah antisipasi pertandingan bakal berat sebelah. Munich butuh gol cepat, Atleti diharuskan menahan gempuran. Antisipasi jadi nyata saat peluit babak pertama berakhir persentase bola adalah 71-29, njomplang. Namun sang juru taktik Atleti bilang, dirinya ga akan bertahan total. Terbukti komposisinya memasang dua striker maut: Torres-Griezman. Tetap saja ini Alianz Arena, taman bermain sang Hollywood sehingga sedari menit awal mereka langsung ofensif. 10 menit pertama saya bilang, strategi semacam ini adalah favorit Diego, tinggal tunggu waktu ketepatan efektif serangan balik, tamat Pep. Setelah basa-basi, sentuh bola sana-sini, serang berbagai sudut, muncul juga peluang bagus menit 19 Lewy mendapat umpan enak Mueller, tendangannya dengan manis ditepis Oblak. Lima menit berselang, giliran Riberry yang mengetes sang kiper dari luar kotak pinalti. Oblak pamer skill lagi, buangan bola yang ada di kaki Lewy malah ditembak lebar.

Menit 30 melalui skema bola mati, Xabi akhirnya membuka skor. Tendangan bebasnya di antara pagar betis menceplos ke jala Atleti setelah deflek. Momen keunggulan itu diawali pelanggaran Augo kepada Alaba. Tendangan tipu dimana seorang pemain berlari kecil ke bola tanpa menendang, lalu second kicker Xabi-lah yang melakukannya. 1-0. Agregat sama kuat 1-1. Semenit kemudian terjadi handball di kotak Atleti, sayang si Cakir tak melihat jelas sehingga hanya untuk tendangan pojok. Bayern berpeluang memimpin lomba raih tiket ketika Javi dijatuhkan Gimenez, kali ini si Turki tak ambil maaf. Pinalti yang bisa saja membuka lebar kelolosan itu nyatanya malah dibuang, tendangan Mueller buruk, sangat buruk. Teori saya, tendangan pinalti yang hebat adalah tendangan pinalti kencang dalam jala, ambil sisi samping. Lihatlah Batistuta, dia sering ngamuk mengarahkan amarah ke kulit bundar saat 12 pas. Eh si Mueller malah memble, dengan mudah dihalau Oblak. Menit 36 skor masih 1-0. Nah dari aksi inilah, saya kagum sama Oblak. Tahun 2014 ini kiper antah, menggantikan Courti lalu rentetan rekor dibuat, instan dia menjelma hebat. Malam penuh aksi penjaga gawang Slovenia, penonton terhibur gayanya. Babak pertama ditutup dengan aggregate sama kuat. Dengan kondisi seperti ini, peluang lolos terbuka sama. Saya masak aer bikin kopi, lalu  cari sinyal buat update pasukan COC. Asem ditinggal tidur, desa saya kena serangan 81%, kehilangan 130.000an gold dan 80.000an elixer. Kopinya jadi makin pahit.

Babak kedua sudah dimulai ketika saya tenteng segelas kopi ke depan TV. Atleti merubah gaya, Augo si biang gol ditarik dengan memasukkan Carra. Diego mencoba lebih sabar kini, walau geriknya di pinggri lapangan tak sesabar pasukannya. Serangan Bayern tetap membabi buta, bola terus dilempar ke depan untuk Lewy-Mueller. Keasyikan main serang, pertahanan Bavarian luluh. Ini dia yang kumaksud efektif attact tadi. Melalui empat sentuhan lolos offside, Atleti berhasil membalas. Rinciannya empat sentuhan serang itu adalah, bola dibuang pemain Atleti setelah serangan Die Roten gagal. Bola buang itu pertama disundul balik oleh Griez, sentuhan kedua bola di kaki diumpan balik ke depan oleh Torres. Umpan di sela bek Bayern itu sejajar sehingga lolos jebakan. Sentuhan ketiga, Griez menyepak pelan maju sambil melihat kondisi Ok ga-nya. Setelah yakin dirinya menang sang hakim garis cuek, sentuhan keempat diceploskan di pojok gawang Neuer. 1-1. Kondisi ini mengharuskan Bayern cetak dua gol. Ke gawang Oblak? Mustahil!

Menit 73 Costa ditarik diganti Coman. Semenit berselang kegigihan serangan spartan menuai hasil. Bayern mendapat angin segar via gol balasan dari sundulan Lewy. Gol berkelas itu hadir melalui skema permainan terbuka. Gol yang menghentak seisi stadion itu tercipta dengan sangat cantik. Based on best position tiap karakter Bayern. Tendangan dari sisi kiri itu mengarah ke samping gawang, Oblak melangkah mendekat, Vidal memenangi lompat sundul dengan jeli mengarahkannya ke depan gawang sisi lain. Fokus para bek yang terpecah menghasil Lewy yang berdiri bebas sehingga dengan cool menerjangkan bola ke jala. 2-1. Gol asa itu membuat pertandingan makin saru, karena satu gol saja bisa terwujud sisi suka cita berbalik.

Keadaan yang membakar emosi. Hiruk-pikuk chant, teriakan instruksi Diego, koar-koar Pep. Semua tersaji demi gengsi ke Milano. Menit 81 sang Skorer ditarik, masuk Thomas. Bukti Diego mencoba lebih defens. Dua menit berselang suasana makin runyam buat tuan rumah saat lagi-lagi serangan balik cepat itu mencipta momen Torres dijegal Javi di antara garis pinalti. TKP-nya sih di luar namun El Nino ndelosor-nya di dalam. Diwarnai komplain pemain Bayern, namun Cakir keukeh menunjuk titik putih. Anehnya, Si mantan True Blue ini malah meng-copy paste tendangan buruk Mueller. Persis. Sehingga skor tak berubah. Setelah pertandingan, Fernando Torres berujar ke wartawan: “Saya sudah melihat rekamannya dan memang jelas pelanggarannya terjadi di luar kotak tapi itu tak mengubah hasil pertandinga.”

Nah, ini salah satu gaya hebat sang kiper. Kegagalan pinalti Torres berlogika membuat down teman-temannya. Tapi tidak buat pemain 23 tahun ini. Dirinya jungkir balik bergaya menahan gempuran. Menit 87 adalah momennya, sebuah tendangan luar kotak pinalti di antara kerumunan kedua belah pemain itu nyaris masuk. Alaba nendang kenceng, bola kesenggol Thomas sehingga sedikit berbelok. Oblak dengan luar biasa sambil menjatuhkan diri menyapu. Saya geleng-geleng kepala takjub. Komentator lebai teriak-teriak, “Amazing save (bukan sate ya) Oblak.” Sisa menit jadi tegang, Bayern menyerang, Atleti menahan. Saat  memasuki injury time, Diego coba buang waktu dengan melakukan pergantian terakhir. Koke diganti Savic. Sampai peluit Cakir terdengar nyaring, tak ada gol tambahan. Bayern bukan Liverpool ternyata. Tak bisa bikin twist Nolan di Allianz Arena. Skor 2-1 itu memberi tiket tim Atletico Madrid ke final. Pep tampak gusar, berjalan gugup dengan muka cemberut menyalami Diego lalu langsung masuk lorong. Menyisakan tangis peluk pasukan Bavarian, meninggalkan euphoria Godin dkk.

Man of the match nyaris saja saya berikan kepada Torres yang melakukan nostalgia final UCL 2012. Namun konsistensinya rusak gara-gara pinalti gagal. Griezman bisa jadi punya efektifitas hebat dalam finishing. Tapi bagiku Jan Oblak-lah sejatinya manusia paling tangguh di atas lapangan. Mantan kiper Benfica B ini kasih andil besar dalam kelolosan ke final. Senang, melihat kiper muda bisa segagah ini.

Kini mereka tinggal menanti lawan antara Madrid atau City yang laganya digelar malam ini. Apakah reuni Kun ataukah derbi ulangan dua tahun lalu? Apapun itu, siapapun nanti bagiku Atleti sungguh Hebat. Kuharap perjalan panjang melelahkan di liga para juara ini memberikan gelar buat Diego Simeone, sang Laziale era Scudetto 2000. Kami tunggu Anda ke Olimpico. Go Diego go!

Komentar Diego pasca pertandingan adalah, “Sangat emosional. Bayern bermain baik di babak pertama. Mereka tim hebat. Pinalti yang gagal memberi asa kepada kami. Pada akhirnya ini seperti film, menegangkan dengan waktu tambahan lima menit.”

Bayern Munich 2-1 Atletico Madrid (aggt 2-2, Atletico lolos gol tandang)
Susunan Pemain
Bayern Munich: Neuer, Alaba, Martinez, Boateng, Alonso, Lahm, Vidal, Costa (Coman 73), Ribery, Mueller, Lewandowski.
Atletico Madrid: Oblak, Juanfran, Godín, Gimenez, Felipe Luis, Gabi, Augusto (Ferreira-Carrasco 46), Koke (Savic 90+2), Saul, Griezmann (Thomas 81), Torres.

Karawang, 040516 #Sherina Munaf – Semoga Kau Datang #Happy Birthday my lovely May #MayTheForceBeWithYou #AtletiHebat

4 Buku Baru Mei

image

Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara – Penyusun Yudhistira Ikranegara & Hendrik Nasrul
Indonesia yang dulu dikenal dengan nama Nusantara memiliki ribuan cerita rakyat. Bahkan tidak hanya di setiap provinsi saja, tetapi di setiap Kabupaten dan Kecamatan mempunyai cerita rakyat yang baik. Cerita rakyat terutama yang berkaitan dengan dongeng dan legenda, tentu saja tidak sama dengan sejarah. Dalam dongeng dan legenda terdapat hal-hal yang tidak masuk akal, misalnya Sangkuriang yang mampu menciptakan gunung Tangkubanperahu. Orang tua harus menjelaskan bahwa itu semua hanya dongeng belaka. Sedangkan sejarah ada perilaku dan tahun kejadian yang pasti serta kronologis kejadian sesungguhnya. Dongeng dan legenda memang banyak hal yang tak masuk akal, tetapi pesan moral yang terkandung di dalamnya patut dijadikan teladan. Bahkan seorang anak durhaka kepada orang tuanya akan celaka. Bahwa kejahatan pada akhirnya akan dapat ditumpas dan dikalahkan oleh kebaikan, inilah unsur penting yang patut diketahui oleh pembaca.
The DragonSlayer – Jasper Fforde
“Jangan biarkan seseorang memberitahukan bahwa masa depan sudah tertulis.” Dahulu para penyihir adalah kalangan terhormat yang melakukan banyak hal hebat seperti menyelamatkan kerajaan dari serangan naga. Namun di masa modern orang tak lagi butuh sihir. Penyihir terpaksa melakukan hal lemah seperti membersihkan saluran air tersumbat atau mengantar piza dengan karpet terbang demi bertahan hidup. Jennifer Strange anak magang di sebuah agensi penyihir nyaris bangkrut menerima sebiah ramalan besar. Menurut ramalan itu, naga terakhir di dunia akan tewas di tangan Pembantai Naga. Jennifer Strange yakin naga terkait erat dengan keberadaan sihir, jika naga terakhir tewas seluruh sihir di dunia bisa lenyap. Bertekad menghentikan ramalan itu, Jennifer melacak keberadaan sang Pembantai Naga dan melawan antek-antek raja yang menginginkan kematian sang naga.
What I Talk About When I Talk About Running – Haruki Murakami
“Rasa sakit itu tak terelakkan. Tapi penderitaan adalah pilihan.” Setelah mendedikasikan dirinya untuk menulis. Haruki Murakami mulai giat berlari supaya tetap fit. Apa yang semula hanya bertujuan sebagai olahraga berubah menjadi kegiatan yang membuatnya terobsesi. Saat berlari, ia tak hanya menemukan kebebasan, tapi juga pemikiran-pemikiran baru. Pada akhirnya Murakami memutuskan untuk ikut dalam Maraton di kota New York tahun 2005.
Strawberry Cheesecake – Ayu Widya
Selama menjadi artis terkenal, tantangan kali ini benar-benar mengusik Alana. Demi menarik simpati pujaan hatinya, alana menerima tantangan itu. Really show membuat kue! Di sinialh petaka dimulai. Alana bisa melakuakn apa saja kecuali memasak. Kalau bukan karena Aidan, mana mungkin ia bersusah payah melakukan ini.
Karawang, 040516 – HappyBirthdayMay31Years #Ungu – Embun Pagi

Supernova: Homo, Pelacur dan Tukang Selingkuh

image

Drop lagi. ‘Supernova: Akar’ saya kurang suka. ‘Filosofi Kopi’ saya kurang suka. ‘Rectoverso’ bisa jadi lebih baik, namun kini saat kesempatan datang untuk baca buku debut Dee, ‘Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh’ ekspektasi rendah-pun tak bisa diselamatkan. Lagi, saya kurang suka. Kisah yang sangat sederhana ini malah dibuat rumit dengan bahasa-bahasa yang sok intelek. Sok Enggris. Sok filsuf. Padahal intinya hanya ini: Pasangan homo lulusan luar negeri yang keminter menulis cerita. Cerita tentang pelacur tarif Dollar yang pintar namun tak cerdas, tentang lajang stress nan kaya raya yang selingkuh dengan reporter berpenyakit jantung. Sang reporter sudah menikah, bergelimang harta namun tak bahagia. Alurnya simple dan sangat ketebak. Nama-nama besar disebut dan dinukil dari filsuf, penulis terkenal, para penemu, sampai pemikir hebat. Sayangnya semua itu dibuat dengan sangat menjemukan.
Dari buku pinjaman sang Guru, saya selesaikan baca buku ini dalam dua hari. Buku yang sudah diadaptasi film ini sedari pembuka sudah (dibuat) sangat rumit bagi pembaca awam. Setelah tiga lembar cuap-cuap penerbit dan penulis kita diajak berjalan mengarungi makna hidup. Makna hidup? Yup, terasa berat sekali ya? Tenang, cerita buku ini sederhana kok. Kalimat pembuka setelah “selamat datang” sudah terkesan sombong dengan bilang, “Apa yang hendak disampaikan di Supernova buka sesuatu yang mudah dipahami.” See, apa masudnya coba? Pembaca sudah diperingatkan ini buku berat?
Keping pertama tentang Dhimas dan Ruben. Mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di George Washington University dan John Hopkins Medical School. Setelah perkenalan yang njelimet kita dihantar 10 tahun kemudian mereka berdua memutuskan tinggal seatap jadi pasangan homo. Mereka sedang menyusun cerita ‘masterpiece’. Haha.. Errgghh… maafkan daku Noam Chomsky. Padahal buku yang mereka buat tadi ya pasangan selingkuh tadi. Pasangan sombong ini begitu benci terjemahan, sehingga lebih banyak ngomongin Enggris.
Keping kedua tentang Ferre, lajang kelas kakap yang kaya. Uang bukan masalah. Seorang direktur muda penuh masa depan cerah. Sayangnya otaknya ga normal. Seabreg cewek di luar sana tak ada yang menarik minatnya. Menolak berbagai wawancara media, namun pada suatu hari tita-tiba kepalanya kena angin sepoi kupu-kupu yang membuatnya berubah pikiran mau diwawancarai oleh sebuah majalah wanita terkemuka. Reporternya Rana seorang istri dari Arwin yang punya karier bagus. Nah ini buruknya. Seorang istri kepincut lelaki lajang, buruk! Lelaki lajang yang katanya menolak banyak cewek itu kok tetiba tertarik ke istri orang, buruk! Alasan kenapa bisa begitu dituturkan dengan klise, tentang ksatria yang ketipu puteri yang menjadi bintang jatuh.
Kisah hidup Rana di masa lalu dinukil, betapa kehidupannya dikelilingi orang-orang tercinta yang dasarnya materi berlimpah. Namun ‘aneh’ di keping kelima Ruben bilang, “Manusia-Manusia Malang.” Ini adalah sebuah judul buku terkenal asal Rusia, kalian tahulah. Harusnya Ruben ke Eithopia sana, ke Zimbabwe, ke pelosok negeri terpencil yang untuk cari makan saja susah. Orang hidup dengan mareti berlimpah kok malang.
Barulah keping ketujuh, kita diperkenalkan karakter baru seorang puteri. Seorang pelacur yang berprofesi model bernama Diva. Yah, di sini kalian harus tahu dia bukan sembarangan pelacur. Pengetahuannya luas, seperti pemaparan data berikut, “Coba bayangakn, pak. Pendapatan satu bulan pekerja pabrik otomotif di Malaysia sama besarnya dengan pekerja di Illinois satu hari. Satu pekerja Prancis sama dengan 47 pekerja Vietnam. Satu montir Amerika seharga 60 montir Cina…” – halaman 51. Dia juga tahu Adam Smith lho, bapak Ekonomi Dunia asal Skotlandia. Extraordinary lady!
Selanjutnya buku ini mengkisahkan perjalanan Ruben dan Dhimas yang suka kopi dalam menyelesaikan draft cerita. Cerita tentang tiga karakter utama: Rana, Ferre, dan Diva ini diselubungi sebuah dunia maya bernama supernova. Sebuah ‘sosok’ virtual yang menjadi tumpuan tanya mereka. Seolah segala tanya bisa dipecahkan olehnya. Bagaimana akhir kisah ini? Kalian pasti bisa menebaknya saat saya bilang, Diva bertetangga dengan Ferre. That’s it! Jadi jelas sekarang kan siapa ksatria, siapa puteri dan bintang jatuhnya. Haha.
Sengaja untuk review kali ini saya tak mengutip kalimat-kalimat yang ada karena yah, memang pemikiran para karakter itu sebenarnya bukan barang baru karena banyak mengutip pemikiran orang-orang besar terdahulu. “Saya berfikir maka saya ada.” “Same  work, same pay.” “Un Sol Em Noite. Konsep juru selamat Hindu. Opto, erge sum. Faraday’s cage. Dan seterusnya, dan seterusnya. Kalian bisa cari di Google yang sudah mencantumkan itu semua.
Supernova: Ksatria, Puteri, Dan Bintang Jatuh | oleh Dee | copyright 2000 | Design sampul Teple (teple@imatrekkie.com | Penerbit Truedee Books | Pre-Press, Polar Repro – Bandung | Cetakan IV: Juni 2001 | 220 + xii hlm.; 21 cm | ISBN 979-96257-0-X | Skor: 1.5/5
Karawang, 020516 – #Sherina Munaf – Battle Dance

Lazio V Inter: Dawn Of Justice

image

LBP 3-0
Lazio harus menang. Lazio wajib menang. Lazio pasti menang.

1. huang
Lazio 0-1 Inter, Icardi
analisa: Kinerja Simone mulai menurun. Lazio kembali ke trek sejatinya yakni di papan bawah. Para pemain sudah tidak fokus pada pertandingan, mereka ingin cepat2 pulang dan nonton civil war karena hari minggu inilah hari premiere-nya di negeri pizza.
http://myhobi.blogspot.co.id/2014/10/namor-first-super-human-ever-lived-in.html

2. tez
Lazio 0-3 Intee. Icardi.
Asa lazio meraih hasil seri gagal. Ada apa dengan cinta 2 perlu waktu 14 tahun. Antek antek marvel!

3. papawin
Lajio 1-3 Inter (Icardi)
Inter semangat rebut Zona UCL. Lajio semangat doank. Simone bengong doank.

4. dc
Lazio 2-1 Inter candreva
Wah ini partai lumayan seru kynya.Masa simone kalah lagi, dikandang pulak. Klo kalah bahaya nih posisi sang pelatih

5. arief
Lazio v Inter 1-1. Jovetic. Inter masih ngotot ke 3 besar. Lazio juga masih ngotot ke 6 besar. Hasil imbang tak terelakkan.

6. widy
Lajio 0-4 Inter (Icardi)
Lajio berburu kemenangan.Modal terakhir keok.pekan berikutnya tambah keok 0-4.Posisi Simone dipertanyakan jika kalah lagi.

7. robert
Lazio 0-2 Inter, Perisic
Halah paling kalah lagi. Selalu kalah lagi. Dan selamanya akan kalah lagi.

8. panji
Lazio 1-1 Inter. felipe
Masalah mental masih jadi masalah buat inter. Pertanyaannya apakah Lazio punya mental yang cukup untuk mengalahkan inter yang bermasalah mental? #mentalception. Saya rasa hasil seri akan jadi hasil yang adil. Kasian Inzaghi kalau kalah terus.

9. Mads
LAZIO 0 – 1 Inter
Perisic
Amala
PAZZA INTER
Lo sai per un gol
io darei la vita….la mia vita
Che in fondo lo so
sarà una partita….infinita
E’ un sogno che ho
è un coro che sale….a sognare
Su e giù dalla Nord
novanta minuti …per segnare
Nerazzurri
noi saremo qui
Nerazzurri
pazzi come te
Nerazzurri
Non fateci soffrire
ma va bene… vinceremo insieme!
Amala!
Pazza Inter amala!
E’ una gioia infinita
che dura una vita
Pazza Inter amala!
Vivila!
questa storia vivila
Può durare una vita
o una sola partita
Pazza Inter amala!
E continuerò
nel sole e nel vento… la mia festa
Per sempre vivrò
con questi colori…. nella testa
Nerazzurri
io vi seguirò
Nerazzurri
sempre lì vivrò
Nerazzurri
questa mia speranza
E l’assenza
io non vivo senza!!!
Amala!
Pazza Inter amala!
E’ una gioia infinita
che dura una vita
Pazza Inter amala!
Seguila!
in trasferta o giu’ in città
Può durare una vita
o una sola partita
Pazza Inter amala!!!
Là in mezzo al campo c’è un nuovo campione
È un tiro che parte da questa canzone
Forza non mollare mai!!!
AMALA!!!
Amala
Pazza Inter amala!
È una gioia infinita
che dura una vita
Pazza Inter Amala!!!
Pazza Inter Amala!!
AMALA!!!!

10. Dicky
Lazio 1-2 Inter
Lazio ingin kembali ke performa awal Simone menggambil alih pelatih kepala. Namun apa daya Inter kembali ganas. Perisic kembali berisikz.

11. Lik Jie
Lazio 1-1 inter
Icardi
Lazio itu masih sodara sama inter.jadi hasil yg adil sih seri.forza crotonema.

12. Joko gentong
lajio 0-5 inter,icardi
demi tiket eropa.inter siap membantai emprit.percayalah.

13. Imunk
Lazio 2-1 inter, felipe anderson
Lazio lawan tetangga sebelah. Tetangga sebelah bakal kalah. Akhirnya pemain lazio turu mlumah.

14. Fahrur
Lajio 1 3 inter.  Icardi. Inter trengginas. Pertandingan panas.  Simone out.

15. Jokop
Lazio 1-4 Inter, Icardi.
Tadinya mw nebak 0-4. Tpi trend inter suka kebobolan di menit2 akhir. 1 Gol hiburan aja, bak burung melayang2.

16. Andi H
Lazio 1-2 Inter,Icardi
Walaupun lazio main dikandang,inter ada tren positif mainnya,jd inter akan memberi kekalahan lg bt simone.

17. Deni
Lajio 2-2 inter…icardi..duel seru bakal terjadi…lajio bakal menguasai permainan..namun inter sedang on fire..hasil imbang pun jadi hasil akhir yg didapet oleh kedua tim 👍🏻

Karawang, 010516 – May Day