Atletico, Hebat!

image

Fairy tale Leicester City sang juara English Premiere League (EPL) bisa jadi berlanjut ke kejuaran Eropa. Atletico Madrid selangkah lagi meraih si Kuping Besar, satu pertandingan final di Milano, jika menang jadilah mereka jawara. Tiket di dapat setelah semalam dengan luar biasa menyingkirkan Hollywood Jerman dengan keunggulan gol tandang ketika aggregate 2-2 tercipta. Langkah hebat Atletico dibuat dengan mempesona penuh drama. Hiburan tingkat tinggi yang mendebarkan jantung pemirsa. Hasil leg 1 dengan keunggulan sebiji, Atletico bisa lolos dengan skor: menang atau seri berapa-pun. Bisa juga kalah nan lolos bila gap gol satu selain skor identik leg awal. Skor istimewa yang disusun ternyata adalah 2-1. Angka yang cukup untuk membuat perpisahan Pep jadi sendu.

AtleSedari awal saya sudah antisipasi pertandingan bakal berat sebelah. Munich butuh gol cepat, Atleti diharuskan menahan gempuran. Antisipasi jadi nyata saat peluit babak pertama berakhir persentase bola adalah 71-29, njomplang. Namun sang juru taktik Atleti bilang, dirinya ga akan bertahan total. Terbukti komposisinya memasang dua striker maut: Torres-Griezman. Tetap saja ini Alianz Arena, taman bermain sang Hollywood sehingga sedari menit awal mereka langsung ofensif. 10 menit pertama saya bilang, strategi semacam ini adalah favorit Diego, tinggal tunggu waktu ketepatan efektif serangan balik, tamat Pep. Setelah basa-basi, sentuh bola sana-sini, serang berbagai sudut, muncul juga peluang bagus menit 19 Lewy mendapat umpan enak Mueller, tendangannya dengan manis ditepis Oblak. Lima menit berselang, giliran Riberry yang mengetes sang kiper dari luar kotak pinalti. Oblak pamer skill lagi, buangan bola yang ada di kaki Lewy malah ditembak lebar.

Menit 30 melalui skema bola mati, Xabi akhirnya membuka skor. Tendangan bebasnya di antara pagar betis menceplos ke jala Atleti setelah deflek. Momen keunggulan itu diawali pelanggaran Augo kepada Alaba. Tendangan tipu dimana seorang pemain berlari kecil ke bola tanpa menendang, lalu second kicker Xabi-lah yang melakukannya. 1-0. Agregat sama kuat 1-1. Semenit kemudian terjadi handball di kotak Atleti, sayang si Cakir tak melihat jelas sehingga hanya untuk tendangan pojok. Bayern berpeluang memimpin lomba raih tiket ketika Javi dijatuhkan Gimenez, kali ini si Turki tak ambil maaf. Pinalti yang bisa saja membuka lebar kelolosan itu nyatanya malah dibuang, tendangan Mueller buruk, sangat buruk. Teori saya, tendangan pinalti yang hebat adalah tendangan pinalti kencang dalam jala, ambil sisi samping. Lihatlah Batistuta, dia sering ngamuk mengarahkan amarah ke kulit bundar saat 12 pas. Eh si Mueller malah memble, dengan mudah dihalau Oblak. Menit 36 skor masih 1-0. Nah dari aksi inilah, saya kagum sama Oblak. Tahun 2014 ini kiper antah, menggantikan Courti lalu rentetan rekor dibuat, instan dia menjelma hebat. Malam penuh aksi penjaga gawang Slovenia, penonton terhibur gayanya. Babak pertama ditutup dengan aggregate sama kuat. Dengan kondisi seperti ini, peluang lolos terbuka sama. Saya masak aer bikin kopi, lalu  cari sinyal buat update pasukan COC. Asem ditinggal tidur, desa saya kena serangan 81%, kehilangan 130.000an gold dan 80.000an elixer. Kopinya jadi makin pahit.

Babak kedua sudah dimulai ketika saya tenteng segelas kopi ke depan TV. Atleti merubah gaya, Augo si biang gol ditarik dengan memasukkan Carra. Diego mencoba lebih sabar kini, walau geriknya di pinggri lapangan tak sesabar pasukannya. Serangan Bayern tetap membabi buta, bola terus dilempar ke depan untuk Lewy-Mueller. Keasyikan main serang, pertahanan Bavarian luluh. Ini dia yang kumaksud efektif attact tadi. Melalui empat sentuhan lolos offside, Atleti berhasil membalas. Rinciannya empat sentuhan serang itu adalah, bola dibuang pemain Atleti setelah serangan Die Roten gagal. Bola buang itu pertama disundul balik oleh Griez, sentuhan kedua bola di kaki diumpan balik ke depan oleh Torres. Umpan di sela bek Bayern itu sejajar sehingga lolos jebakan. Sentuhan ketiga, Griez menyepak pelan maju sambil melihat kondisi Ok ga-nya. Setelah yakin dirinya menang sang hakim garis cuek, sentuhan keempat diceploskan di pojok gawang Neuer. 1-1. Kondisi ini mengharuskan Bayern cetak dua gol. Ke gawang Oblak? Mustahil!

Menit 73 Costa ditarik diganti Coman. Semenit berselang kegigihan serangan spartan menuai hasil. Bayern mendapat angin segar via gol balasan dari sundulan Lewy. Gol berkelas itu hadir melalui skema permainan terbuka. Gol yang menghentak seisi stadion itu tercipta dengan sangat cantik. Based on best position tiap karakter Bayern. Tendangan dari sisi kiri itu mengarah ke samping gawang, Oblak melangkah mendekat, Vidal memenangi lompat sundul dengan jeli mengarahkannya ke depan gawang sisi lain. Fokus para bek yang terpecah menghasil Lewy yang berdiri bebas sehingga dengan cool menerjangkan bola ke jala. 2-1. Gol asa itu membuat pertandingan makin saru, karena satu gol saja bisa terwujud sisi suka cita berbalik.

Keadaan yang membakar emosi. Hiruk-pikuk chant, teriakan instruksi Diego, koar-koar Pep. Semua tersaji demi gengsi ke Milano. Menit 81 sang Skorer ditarik, masuk Thomas. Bukti Diego mencoba lebih defens. Dua menit berselang suasana makin runyam buat tuan rumah saat lagi-lagi serangan balik cepat itu mencipta momen Torres dijegal Javi di antara garis pinalti. TKP-nya sih di luar namun El Nino ndelosor-nya di dalam. Diwarnai komplain pemain Bayern, namun Cakir keukeh menunjuk titik putih. Anehnya, Si mantan True Blue ini malah meng-copy paste tendangan buruk Mueller. Persis. Sehingga skor tak berubah. Setelah pertandingan, Fernando Torres berujar ke wartawan: “Saya sudah melihat rekamannya dan memang jelas pelanggarannya terjadi di luar kotak tapi itu tak mengubah hasil pertandinga.”

Nah, ini salah satu gaya hebat sang kiper. Kegagalan pinalti Torres berlogika membuat down teman-temannya. Tapi tidak buat pemain 23 tahun ini. Dirinya jungkir balik bergaya menahan gempuran. Menit 87 adalah momennya, sebuah tendangan luar kotak pinalti di antara kerumunan kedua belah pemain itu nyaris masuk. Alaba nendang kenceng, bola kesenggol Thomas sehingga sedikit berbelok. Oblak dengan luar biasa sambil menjatuhkan diri menyapu. Saya geleng-geleng kepala takjub. Komentator lebai teriak-teriak, “Amazing save (bukan sate ya) Oblak.” Sisa menit jadi tegang, Bayern menyerang, Atleti menahan. Saat  memasuki injury time, Diego coba buang waktu dengan melakukan pergantian terakhir. Koke diganti Savic. Sampai peluit Cakir terdengar nyaring, tak ada gol tambahan. Bayern bukan Liverpool ternyata. Tak bisa bikin twist Nolan di Allianz Arena. Skor 2-1 itu memberi tiket tim Atletico Madrid ke final. Pep tampak gusar, berjalan gugup dengan muka cemberut menyalami Diego lalu langsung masuk lorong. Menyisakan tangis peluk pasukan Bavarian, meninggalkan euphoria Godin dkk.

Man of the match nyaris saja saya berikan kepada Torres yang melakukan nostalgia final UCL 2012. Namun konsistensinya rusak gara-gara pinalti gagal. Griezman bisa jadi punya efektifitas hebat dalam finishing. Tapi bagiku Jan Oblak-lah sejatinya manusia paling tangguh di atas lapangan. Mantan kiper Benfica B ini kasih andil besar dalam kelolosan ke final. Senang, melihat kiper muda bisa segagah ini.

Kini mereka tinggal menanti lawan antara Madrid atau City yang laganya digelar malam ini. Apakah reuni Kun ataukah derbi ulangan dua tahun lalu? Apapun itu, siapapun nanti bagiku Atleti sungguh Hebat. Kuharap perjalan panjang melelahkan di liga para juara ini memberikan gelar buat Diego Simeone, sang Laziale era Scudetto 2000. Kami tunggu Anda ke Olimpico. Go Diego go!

Komentar Diego pasca pertandingan adalah, “Sangat emosional. Bayern bermain baik di babak pertama. Mereka tim hebat. Pinalti yang gagal memberi asa kepada kami. Pada akhirnya ini seperti film, menegangkan dengan waktu tambahan lima menit.”

Bayern Munich 2-1 Atletico Madrid (aggt 2-2, Atletico lolos gol tandang)
Susunan Pemain
Bayern Munich: Neuer, Alaba, Martinez, Boateng, Alonso, Lahm, Vidal, Costa (Coman 73), Ribery, Mueller, Lewandowski.
Atletico Madrid: Oblak, Juanfran, Godín, Gimenez, Felipe Luis, Gabi, Augusto (Ferreira-Carrasco 46), Koke (Savic 90+2), Saul, Griezmann (Thomas 81), Torres.

Karawang, 040516 #Sherina Munaf – Semoga Kau Datang #Happy Birthday my lovely May #MayTheForceBeWithYou #AtletiHebat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s