The Happy Prince – Oscar Wilde

image

Buku pertama yang kubaca dari Penulis legendaris Irlandia, Oscar Fingal O’Flahertie Wills Wilde. Lahir 16 Oktober 1954 di Dublin dan meninggal di Paris 30 November 1900. Terlahir dari pasangan ayah dokter ahli bedah dan ibu seorang Penulis Jane Francesca Agnes atau yang lebih dikenal dengan nama pena Elgee (1921-1989). The Happy Prince adalah kumpulan cerpen yang terbit tahun 1888 dan sangat berpengaruh dalam dunia literatur. Buku yang berisi 5 cerita ini saya baca cepat tak kurang dari sejam. Bahasanya yang sederhana, analogi yang bagus tentang benda mati yang bisa berfikir benar-benar membuat kita terhanyut dalam imaji yang tak terbatas. Seperti dongeng tidur yang kita bacakan untuk anak, penuh pesan moral.
Pangeran Nan Bahagia
Sebuah patung berdiri megah di sebuah bukit di atas kota. Patung pangeran nan bahagia itu seperti malaikat yang mengawasi kota. Dilapisi emas, dengan mata sepasang batu nilam dan sebutir batu delima di ujung gagang pedangnya. “Aku senang ada seseorang di dunia ini yang benar-benar berbahagia.”
Suatu hari datanglah burung layang-layang. Burung yang unik ini jatuh hati dengan burung alang-alang, sudah ditinggalkan teman-temannya ke Mesir. Nah, ketika pasangannya pergi diapun bersiap menyusul. Karena malam menjelang ia pun berteduh di patung sang Pangeran. Saat berteduh itulah ia merasa ada tetesan air, padahal cuaca sedang tidak hujan. Tetesan air yang datang dari mata patung yang ternyata sedih menyaksikan penduduk kota.
Lalu sang Pengeran meminta tolong kepada burung layang-layang untuk membantu penduduk yang kurang beruntung itu. Dimintanya burung itu mengambil emas, batu delima dan batu nilam untuk diberikan kepada yang fakir. Tanpa itu, patung itu kini tampak bobrok dan menyedihkan. Apakah tanpa perhiasan, sang Pangeran tetap bahagia? Di mata Tuhan? Bagaimana nasib rencana sang burung ke Mesir?
Burung Bulbul Dan Bunga Mawar
“Dia bilang mau berdansa denganku kalau aku membawanya setangkai mawar merah. Tapi di seluruh tamanku tak ada mawar merah.” Seorang pelajar muda sedang galau ketika Pangeran akan mengadakan pesta dansa, kekasihnya mau dengannya kalau diberi setangkai mawar merah. Sementara burung bulbul yang senang menyenandungkan lagu cinta berupaya membantu. “Ini dia seorang pecinta sejati. Malam demi malam telah kukidungkan lagu tentang pecinta sejati. Walau aku tak mengenalnya, malam demi malam telah kuceritakan kisahnya pada bintang-bintang dan kini aku bertemu denganya. Rambutnya sehitam malam, dan bibirnya semerah mawar hatinya, tapi hasratnya telah membuat wajahnya sepucat gading, dan kesedihan mengerutkan keningnya.”
Lalu burung bulbul pun berupaya membantu mencarikan bunga mawar merah. Dia terbang ke taman satu ke taman yang lain, menanyakan kepada binatang dan pohon-pohon. “Kalau kau ingin mawar merah. Kau harus membuatnya dari musik yang diciptakan bulan purnama, dan mewarnainya dengan darah jantungmu sendiri. Kau harus bernyayi untukku dengan dadamu menancap pada duri. Sepanjang malam kau harus bernyayi untukku, dan duri itu akan menembus jantungmu dan darah kehidupanmu akan mengalir ke dalam urat-urat nadiku dan menjadi milikku.”
Berhasilkah burung bulbul membatu sang pemuda? Sanggupkah dia berdansa dengan kekasih pujaan hati?
Raksasa Yang Suka Mementingkan Diri Sendiri
“Kebunku ya kebunku,” kata si raksasa, “semua orang tahu itu dan aku tak akan mengizinkan siapapun bermain di sana kecuali diriku sendiri.” Ini adalah kutipan cerita yang menghantuiku selama 7 tahun terakhir. Pertama membacanya di buku Inkheart yang mengutip quote beberapa buku lainnya, salah satunya ya dari The Selfish Gaint. Nah, syukurlah saya akhirnya bisa tahu arti secara menyeluruh kutipan itu setelah membacanya.
Bahwa raksasa yang kikir ini tak mau kebunnya untuk bermain anak-anak, sehingga dibuatnya pagar tinggi mengelilinginya. Kebun indah penuh bunga dan burung-burung itu suatu masa paceklik musim semi sehingga bunga-bunga menghilang. Nah sang raksasa yang bersedih suatu kali melihat anak kecil lalu dia berubah pikiran dengan mengizinkannya bermain di kebun. Kehidupan di sanapun kembali normal, sayangnya itu tak lama. Kenapa?
Teman Yang Setia
Ini kisah yang absurb. Sungguh aneh sekali. Suatu hari ada seekor tikus air tua bertemu dengan itik, dan burung kecil. Mereka bertukar cerita. Burung nuri pun akhirnya berkisah tentang suatu masa seorang manusia yang jujur bernama Hans, memiliki kebun bunga yang sangat elok. Hans punya banyak teman, namun taman yang paling setia adalah Hugh si juragan penggilingan gandum. “Teman sejati seharusnya sama-sama saling memiliki segala hal yang dimiliki teman yang lainnya.”
Demikianlah Hans bekerja di musim semi, gugur dan panas. Namun ketika musim dingin tiba, dirinya tak bisa bercocok tanam sehingga kekurangan bunga dan buah untuk makan. Ia sangat kedinginan dan lapar. Saat seperti inilah Hugh ga datang ke kebun Hans karena tidak bisa diminta apa-apa. Begitu juga dia tak berniat mengundangnya ke rumah nyamannya. “Kalau si Hans kecil datang kemari dan melihat pendiangan kita yang hangat, dan makan malam kita enak dan berkerat-kerat anggur merah, ia akan iri. Dan iri adalah hal yang paling buruk karena bisa merusak perilaku manusia. Ayah tak akan membuat perilaku Hans rusak. Ayah adalah sahabatnya, dan ayah akan selalu mengawasinya. Dan melihat supaya ia tak terjerumus pada godaan apapun. Lagipula kalau Hans datang kemari, mungkin ia akan berhutang tepung, dan itu tidak boleh terjadi. Tepung adalah satu hal, dan persahabatan adalah hal lain, dan keduanya tidak bisa dicampuradukkan. Lihatlah ejaannya saja sudah berbeda, semua orang juga tahu itu.”
Begitulah prinsip Hugh. Ketika musim dingin berakhir, ia pun kembali berkunjung ke rumah Hans untuk meminta tolong. Hans yang polos menyambutnya dengan tangan terbuka. Sesuatu yang tak adil memang, bagaimana akhir dari kisah yang diceritakan burung nuri ini?
Roket Yang Hebat
Cerpen ini tak kalah absurb-nya. Bagaimana bisa roket kembang api bisa berdiskusi dan saling klaim yang terhebat? Suatu ketika putra sang raja akan menikah dengan putri dari Rusia yang menempuh perjalanan via Finlandia. Perayaan pernikahan yang megah segera digelar, tiga hari tiga malam. Akhir pesta itu akan ditutup dengan kembang api. Nah kisah ini bukan tentang para bangsawan tadi, namun tentang kembang api yang sudah dipersiapkan raja untuk diluncurkan.
Percakapan terjadi di antara mereka. Petasan kecil berujar, “dunia memang indah” setelah melihat tulip-tulip kuning. Lalu ditimpali kembang api lilin-romawi yang besar, “dunia adalah tempat yang sangat luas dan perlu waktu tiga hari supaya kau bisa melihat keseluruhannya.”
Kembang api kincir catherine berujar, “tempat manapun yang kau suka adalah dunia bagimu. Tapi cinta sudah tak lagi jadi tren, para penyair membunuhnya. Mereka menulis banyak sekali tentang cinta sehingga tak seorang pun percaya padanya. Dan aku tak heran. Cinta sejati menderita dan sunyi. Aku ingat aku pernah , tapi sekarang sudah tidak apa-apa. Percintaan itu dari masa lalu.”
Perdebatan itu dipotong oleh roket besar yang sombong. Roket besar itu seperti politisi yang congak dan jumawa bahwa dia akan diluncurkan di saat yang tepat di pernikahan sang putra raja. Banyak bicara dan berandai membuatnya lupa diri. Di hari H sesuatu yang buruk menimpa. Bagaimana akhir kisah para kembang api ini?
Well, buku tipis yang sangat berkesan. Memanusiakan binatang dan benda mati di abad 18 adalah sebuah pencapaian luar biasa. Salut ide-idenya yang original dan nyeleneh.
The Happy Prince dan Kisah-Kisah Lainnya | by Oscar Wilde | copyright 1888 | judul asli The Happy Prince and Others Stories | Penerjemah Ratna Setyaningsih | Design sampul Andy FN & Meta | ISBN 978-602-95977-5-2 | Cetakan I, Agustus 2010 | Penerbit Portico Publising | skor: 4/5
Karawang, 290516 – NSYNC – Tearin’ Up My Heart

What I Talk About When I Talk About Running – Haruki Murakami

image

Pain is inevitable. Suffering is optional | Rasa sakit itu pasti. Penderitaan adalah pilihan.
Ini bisa jadi semacam memoar atau biografi tipis seorang Penulis Besar dunia yang hingga saat ini masih hidup. Buku kedua beliau yang saya baca, yang pertama jelas Norwegian Wood yang fenomenal itu. Dan yah, setelah mengetahui detail kehidupan beliau saya tak ragu lagi memasukkannya sebagai Penulis favorit. Tak banyak orang bisa melakukan pekerjaan diimbangi dengan olahraga. Haruki Murakami adalah orang langka itu, dan setelah membaca buku saya jadi semakin salut ternyata dia sangat rendah hati. Tak jumawa, dan ini yang semakin membuatku cinta: Lakukan apa yang ingin kamu lakukan. “Aku akan bahagia jika aku dan lari dapat menua bersama.”
Saya sedikit tahu tentang Murakami lewat googling riwayatnya setelah membaca Norwegian. Tahu awal dia memutuskan menulis dengan menutup kelab jazz-nya. Tahu bahwa betapa dia mengoleksi piringan hitam. Tahu musisi favoritnya the Lovin’ Spoonful. Tahu betapa dia aktif berlari mengikuti banyak perlombaan lari marathon. Namun semua itu jadi begitu sangat jelas lewat buku ini. Detailnya mengagumkan. Bagaimana perasaannya, seluk beluk kehidupannya yang luar biasa. Betapa dia seorang yanga anti-sosial, mendapatkan kedamaian dengan kesendirian. Menantang takdir dengan menjadi penulis, yah kalau gagal dia akan membuka toko kecil-kecilan, begitu dia meyakinkan istrinya. Luar biasa. Salute!
Bukunya tipis. Tak sampai 200 halaman. Memang akan lebih fokus ke hobi beliau tantang lari, jadi jangan harap akan menemukan nostalgia asmara sejarah cintanya. Tentang proses kreatif menulisnya. Tak akan ada. Setidaknya jelas, ini bisa menjadi pegangan penggemar Murakami.
Berisi 8 bab dengan prakata dan penutup, buku dibuka alasan kenapa dia menulis memoar ini. Kalimat bijak yang mengatakan bahwa laki-laki sejati tidak akan pernah membahas perempuan yang pernah putus dengannya atau jumlah tagihan yang harus dibayar. Satu lagi menurut beliau untuk jadi lelaki sejati harusnya tidak membicarakan cara yang dilakukan untuk menjaga kesehatan. Seorang pria harusnya tidak bicara terus soal bagaimana dirinya tetap bugar. Namun Murakami, malah bercerita panjang lebar tips hidup sehatnya. Sebuah pembuka yang seakan bilang dirinya bukan pria sejati. Sungguh rendah hati.
Berlari dengan mendengarkan musik, memakai walkman berisi lagu-lagu The Lovin’ Spoonful selalu indah di telinga. Suatu hari dia bertanya pada dokter, “Apakah ada orang di dunia ini yang tidak akan mengalami rabun dekat?” Lalu dokter itu melihatku dengan mimik aneh dan sambil tertawa menjawab, “Aku belum pernah menemukannya.” Untungnya puncak kekuatan fisik tiap seniman bervariasi. Misalnya novelis Rusia, Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky yang berhasil menyelesaikan dua novel penting dalam kesusastraan Demons dan The Brothers Karamazov pada usia akhir 60-an tahun. Komposer legendaris Italia Domenico Scarlatti menciptakan karya agung, “555 Keyboard Sonatas” selama hidupnya, dan sebagian besar sonata-sonata itu ditulisnya pada usia 57 hingga 62 tahun. Saat ini beliau berusia 67 tahun. Lahir di Kyoto pada tanggal 12 Januari 1949, saat Jepang sedang melakukan politik isolasi pasca bom atom.
Dirinya memang tak hebat dalam olahraga berkelompok, sehingga lebih memilih olahraga individual. Lari, squash, bersepeda, berenang. Sambil berlari ia memilih lagu-lagu yang iramanya sederhana untuk menemani. Red Hot Chilli Pappers, Gorillaz, Beck, Carla Thomas, Otis Redding serta band-band lawas Creedence Clearwater Revival dan Beach Boys. Apa yang aku pikirkan saat berlari? Biasanya yang menanyakan itu adalah orang-orang yang tidak punya pengalaman berlari jarak jauh. Kemudian aku akan berfikir keras untuk menemukan jawabannya. Jadi, apa yang kupikirkan saat berlari? Terus terang aku tidak mampu mengingat kembali hal apa saja yang kupikirkan saat berlari. – halaman 21
Mick Jagger ketika masih muda pernah sesumbar, “Lebih baik aku mati daripada masih menyanyikan ‘Satisfaction’ saat aku berumur 45 tahun.” Nyatanya sampai berumur 60 tahun pun dia masih saja terus menyanyikan ‘Satisfaction’. Tentu saja ada yang menanggapnya lucu, tapi aku tidak berani menertawakannya. Mick Jagger tidak bisa membayangkan dirinya berumur 45 tahun. Saat muda, aku juga sama. – halaman 23
Bab 2 tentang ‘rahasia’ bisa menulis dan berlari sangat motivatif. Murakami yang mengelola bar sedari muda, awalnya diragukan banyak orang bakal maju. Untungnya istrinya lahir dari keluarga pedagang, sehingga saling mengisi. Cerita awal beliau menulis juga sangat unik. Sambil mengurus bar, dirinya iseng menulis cerita. Ide menulis didapat ketika beliau menonton olahraga baseball di pinggir lapangan. Dengan sempitnya waktu dia berhasil menulis cerita setebal 400 halaman. Bingung mau diapakan, dirinya memutuskan mengirimnya ke majalah sastra Bungeishi. Sayangnya dia lupa membuat rangkapnya, sehingga draft itu hilang tak tentu rimba. Draft itu suatu hari diketik ulang menjadi buku berjudul Kaze No Uta o Kie (Hear the Wind Song). Waktu berlalu, dia menulis lagi. Pada musim semi tahun berikutnya, dia mendapat telpon dari majalah sastra bulanan Gunzo bahwa naskahnya masuk penilaian tahap akhir. Mendapat review yang lumayan bagus dan terbit dalam bentuk bunkobon – buku saku. Saat itu ia berumur 30 tahun, dan mendapat predikat penulis yang sedang naik daun. Setelah itu sambil terus mengelola bar, Murakami menulis 1973-Nen no Pinboru (Pinball, 1973). Dua buku debut yang mendapat pengakuan itu membuatnya mengambil langkah nekad. Bayangkan, pagi sampai tengah malam mengelola bar, selesai itu menulis sampai subuh. Tidur sebentar, lalu aktivitas lagi. Gila! Meluangkan waktu 30 menit, 1 jam, mencuri sedikit waktu kerja. Langkah nekad itu adalah menutup bar dan fokus menulis. Padahal waktu itu pendapatan mengelola bisnis jauh lebih besar dari menulis. Well, inillah titik balik beliau. Lagi-lagi, Salut!
Waktu itu tahun 1981, dan direstui istrinya. Dengan waktu yang lebih banyak, pertaruhan hidup itu dimulai. Melakukan riset, konsentrasi penuh. Dan mengahasilkan buku ketiga Hitsuji o Meguru Boken (A Wild Sheep Chase). Aku menyadari tak ada kesempatan kedua, jadi diputuskan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk berkarya. Fokus itu diganjar review positif dan majalah Gunzo meminta untuk menulis lebih mainstream. Nah kebiasan berlari mulai setelah buku ketiga terbit. Untuk mengimbangi berlama duduk ia memutuskan mulai olahraga.
Hal yang paling membahagiakannya sebagai penulis adalah ia bisa tidur cepat dan bisa bangun pagi. Tidur saat hari manjadi gelap dan bangun saat matahari akan terbit. Tidur sebelum jam 10:00 dan bangun jam 05:00. Benar-benar Pola hidup sehat. Dia juga meluangakn tidur siang selama 30 menit yang menyehatkan.
Kutipan bagus perubahan pola ini ada di halaman 55: Kamu bisa hidup dengan menjadi seorang novelis, bekerja di rumah, menetapkan jam kerja sendiri sehingga kamu tak perlu pergi-pulang naik kereta yang penuh sesak atau duduk pada suatu rapat yang membosankan. Bukankah kamu menyadari betapa beruntungnya dirimu? Dibanding semua itu berlari selama satu jam di area perumahan bukanlah apa-apa.
Tidak ada satupun dalam kenyataan yang seindah ilusi yang dibayangkan orang yang hampir kehilangan kesadaran. Tak peduli sebanyak apapun pengalaman yang kumiliki, tak peduli menjadi setua apa diriku, semua yang terjadi dalam hidup ini hanyalah pengulangan yang sudah-sudah. – halaman 77-78
Otot manusia seperti binatang pekerja yang cepat belajar. Jika kamu meningkatkan jumlah lari selangkah demi selangkah, otot-otot itu akan belajar menerimanya. – 81
Jika aku terbiasa menggunakan sibuk sebagai alasan untuk tidak berlari, aku tidak akan pernah berlari lagi. Aku hanya punya sedikit alasan untuk berlari, tetapi punya segudang alasan untuk berhenti. Semua yang perlu kulakukan adalah hanyalah memoles yang sedikit itu dengan baik. – 83
Mereka selalu menjalani latihan berat seperti itu, dan kini kemana perginya pikiran, harapan, dan mimpi-mimpi mereka? Setelah meninggal dunia, apakah pikiran-pikiran manusia juga menghilang bersama mereka? – 86
Dan masih banyak lagi kutipan bagus dari buku ini yang rasanya kalau ditulis akan memenuhi beranda blog. Salah satunya tips menulis dari beliau yang nantinya akan saya buat ditulisan terpisah. Bagian penutup buku ini juga sangat hebat, dimana dia berwasiat: suatu hari nanti, jika aku punya batu nisan dan bisa memilih kata-kata untuk diukir di atasnya, aku ingin tertulis:
Haruki Murakami (1949 – 20…) – Penulis dan Pelari, Setidaknya Tidak Pernah Berjalan Kaki Hingga Akhir.
Salut juga sama kualitas terjemahannya yang bagus. Nah Bentang, terima kasih kalian melakukan hal yang luar biasa. Jelas buku ini diterjemahkan dengan hati, tak asal translate. Enak sekali dibacanya, lembut dan membuat terhanyut pilihan katanya. Saya tak menemukan satu-pun typo. Saya tak terusik dengan catatan kaki yang kurasa sudah pas. Saya benar-benar menikmati buku ini. Cover-nya juga bagus, sedap dipandang dan cocok dipajang di rak. Tak heran disampulnya dinulik dari The New York Time, “Buku ini akan membuat fan Murakami tergila-gila, bahkan sebelum ke kasir.” Sebagai catatan, jarang-jarang lho saya memuji kualitas terjemahan.
Terakhir, saya ingin mengikuti jejak Haruki Murakami. Lari sebagai teman hidup. Mungkin tak dalam waktu dekat, karena minggu depan sudah memasuki bulan puasa. Saya ingin berlari, suatu saat saya ingin mengikuti lomba lari marathon. Tahun 1982 ia mulai berlari. Bagaimanapun, begitulah awalnya aku mulai berlari. Saat itu umurku 33 tahun. Masih cukup muda meskipun tak bisa lagi disebut anak muda. Usia ketika Jesus Kristus meninggal dunia. Usia ketika Penulis Amerika Serikat Scott Fitzgerald mulai redup. Usia yang mungkin menjadi persimpangan jalan dalam hidup seseorang. Pada saat itulah aku memulai berlari, dan meskipun terlambat, saat itulah titik awal diriku bersungguh-sungguh menjadi novelis. – halaman 56. Well, saya 33 tahun dan saya siap menulis dan berlari! Terima kasih Haruki Murakami, anda luar biasa. Sangat inspiratif! 15, 20, 30 tahun lagi saya ingin bilang betapa buku ini sangat mempengaruhi saya, kuharap!
Setelah gagal di tahun 2015, Nobel Sastra untuk Haruki Murakami, please….!
What I Talk About When I Talk About Running |by Haruki Murakami | diterjemahkan dari Hashiru Koto Ni Tsuite Kataru Toki Ni Boku No Kataru Koto | terbitan Bungeishunju Ltd., Japan, 2007 | Penerjemah Ellnovianty Nine Sjarif & A. Fitriyanti | Perancang sampul Fahmi Ilmansyah | Penerbit Bentang Pustaka | Cetakan pertama, April 2016 | vi + 198 hlm; 20,5 cm | ISBN 978-602-291-086-2 | Skor: 5/5
Karawang, 280516 – Utada Hikaru – Automatic

Final Champion 2016: Derby Madrid Jilid II

image

Derby Madrid di final UCL. Skor skorer, analisis tiga kalimat.
Pulsa sepuluh ribu. Ditutup Sabtu 00:00. Saya nebak Atleti 2-1 Madrid. Jadi skor itu haram. Good Luck Foccers.

1. LBP
Madrid 1-2 Atleti
Dendam derby final UCL terbalas. Simeone eks Laziale hebat. Sebuah pencapaian luar biasa. Apa kabar Torres?

2. Aditya
Madrid 2-1 ATM, CR7
Madrid akan berjaya. Atletico gagal bergaya. La Decima terlewati ya.

3. Fahrur
Madrid 2 3 Atm, torres
Atleti pecah perawan. Ttorres tampil menawan. Dan pulsa akhirnya ditangan.

4. William
Madrid 0-2 Atm, Griezmann
ATM kembali ke pengulangan final 2 thn yg lalu dgn pertahanan yg jauh lebih kuat. Madrid akan terpancing menyerang habis2an dan akan dihabisi oleh counterattack ATM. Simeone pindah ke arsenal.

5. Arif
Madrid 1-1 ATM, CR7. Partai seru akan terjadi di final. Madrid akan berusaha meraih gelar ke 11. ATM tentu ingin memburu rekor. Adu penalti akan terjadi.

6. Deni
Madrid 3-1 ATM, CR7. Duel seru bakal terjadi..madrid bakal menguasai lini tengah ..ATM sesekali melakukan serangan balik..akhirnya walau fans barca gak ada yg nonton, madrid bisa menang telak :mrgreen:

7, Erwin
RM 0-2 ATM (Torres)
Selalu ada yg pertama. Dan selalu ada pembalasan. Go… gooo Diego

8. Bob
Madrid 0-1 ATM, Torres
Pressing ketat bakal diterapkan simeone. madrid kesulitan membombardir lini pertahanan Atletico. Lagi” Torres menjadi pahlawan 😁

9. Huang
Madrid 1-4 ATM, griezmann
The biggest shocking football final. Jidan out! Sim(e)one in! The biggest shocking football switch.

10. Arif Soleh
Madrid 2-0 atletico bale.
Dari pengalaman kedua tim pada final lisbon. Kedua tim sangat hati2 dalam melakukan serangan dan kedisplinan pertahanan. Walaupun atletico diunggulkan menang, karena telah menenggelamkan barca n bayern. Tapi akhirnya dua gol bersarang ke gawang atletico, pengalaman beserta mental madrid yg berbicara dan akhirnya undecima pun jadi milik mereka 😘😘😘😘😘

11. DC
Madrid 1-0 ATM CR7, juara eropa ke 11 didepan mata. Akan terjadi pertempuran hebat, tapi Madrid akan menang.

12. Imunk
Madrid 0-1 ATM, koke
Final ucl kali ini mengingatkan saya ketika milan berhasil membalas kekal dari liverpool. Edisi 2005, milan kalah lewat miracle of istambul yg terkenal. Edisi 2007, milan lebih superior lewat gol super pippo yg cantik dan unik.
Eh ini kan madrid vs ATM, kenapa saya bahas milan vs liverpool? Intinya, ATM bakal membalas dendam kekalahan 2 tahun lalu. Kali ini gawang oblak gak bakal oblak.
ATM bikin sejarah dengan menjuarai ucl edisi 2016. Yeah..

13. Jokop
Madrid 1-1 Atm – Torres.
Atletico has Torres. Better than Suarez.
Benzema Ronaldo Bale pun merengez.
Yg kuat fisik taktik kan jdi the Best.

14. Gangan
Madrid 1-4 Atleti. Griezmann.
Seperti rindu, dendam juga harus dibayar tuntas. Oblak bergejolak. Saul makin gaul. #DelAtletiSoy

15. Sapin
Madrid 3-3 ATM. Griezmann

Bingung. Saya mengharapkan duel final yg penuh drama disepanjang 120 menit. Saling tukar serangan, berakhir pada kiper siapakah yg paling kokoh.

16. Aji
Madrid 2-1Atleti. Bale
final derby akan berlangsung seru. Pressing ketat atm gak akan di ladeni madrid yg akan memanfaatkan bola-bola lambung. Bale menjadi skorer dg counter attack ala Zidane.

17. Andi H
Madrid 3-2 Atletico Griezman
Derby madrid akan sengit.pertahanan atletico sangat bagus.tp maennya sama” hati” jadi banyak tercipta gool.madrid lah yg jd juara.

18. Joko Gentong
madrid 1-0 atm,benji
ulangan final 2 th lalu.cr7 di ambang rekor gol.tp sayangnya bek atm terlalu tangguh.dan tetiba saja benji cetak gol mudah…😶

19. Arifin
Madrid 1 – 3 Atm.
Griezman.
Lg tren juara baru. BPL, leicester. Thomas, Denmark. UCL, atletico. 😂😂😂.

20. Widy
Madrid 4-2 Atm, Cr7
Madrid sang pemilik Trophy terbanyak akan melawan seteru sekota.Skor besar mewarnai laga ini.Akhirnya Madrid yg jadi juaranya.

21. Teguh WW
Madrid 0 – 1 atleti ,griezman
Seperti biasa madrid akan menguasai jalannya permainan.tapi keberuntungan masih berpihak kepada anak asuhan simeone. Skor tipis untuk kemenangan atteti.

22. Panji
Real Madrid 0-2 Atleti Torres
Torres menunjukan tuahnya pada laga2 penting seperti ini. Sama seperti ia menjadi golden charm pada CL dan Euro 2012. Saatnya bagi Atletico.

Bung Tak ga ikut kuis, Hiks…

Karawang, 280516

Lomba Tiup Monyet

image

Kisah Inspiratif
—————
💥💥  💥💥

 LOMBA TIUP MONYET
Seekor monyet sedang bergelayutan di pucuk pohon kelapa…

Dia tdk menyadari kalau ia sedang diintai oleh tiga angin besar…💭💭💭
Angin Topan💭
Angin Tornado💭💭
Angin Bahorok💭💭💭

Tiga angin itu rupanya sedang bertaruh siapa yg bisa paling cepat menjatuhkan si monyet dari pohon kelapa…

Angin Topan berkata, “aq cuma perlu waktu 45 detik…”
⏰
Angin Tornado tidak mau kalah, “kalau aq cukup dg 30 dtk…”
⏰
Angin Bahorok, dengan nada mengejek berkata, “kalau aq 15 detik, pasti jatuh tuh si monyet…”
⏰

Lalu dimulailah pertaruhan diantara mrk bertiga💭💭💭

Angin TOPAN yang pertama, dia tiup angin sekencang-kencangnya…
Wuuss…😗💭
Merasa ada angin yg bertiup kencang, si monyetlangsung berpegangan pada batang pohon kelapa dengan sekuatnya…
Stlh berusaha meniupkan anginnya dg keras, ternyata si monyet tetap tdk bergerak…
Dan Angin Topan pun menyerah…

Giliran Angin TORNADO… Wuuusss… Wuuusss…
😗😗💭💭
Ia juga meniupkan anginnya lebih keras..dengan sekencang-kencangnya…
Namun si monyettetap tidak terjatuh juga…

Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih keras dan kencang… Wuuuss… wuuuss…wuuss…
😗😗😗💭💭💭
Si monyet malah makin kuat berpegangannya…
Dan tetap saja tidak jatuh

Ketiga angin itu akhirnya mengakui, kalau si monyet memang hebat..
Tangguh, kuat & daya tahannya luar biasa…


Tidak brp lama, tiba2 datang Angin Sepoi – Sepoi
Dia mengungkapkan keinginannya untuk ikut bertaruh…

Ternyata niat angin sepoi-sepoi hanya dijadikan bahan ejekan dari ketiga angin lainnya…
“Angin yg besar spt kami aja tdk bisa, apalagi yang kecil…”
😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆

Tanpa banyak bicara, angin SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si monyet.
Wuuuuuiiiisss…
😙😙😙😙
Enaaaaaak…🙊
Adeeeeem…🙈
Segeeeeer…🙉

Mata si monyet…merem melek…
Tdk lama si monyet mulai tertidur…dan tanpa disadari terlepaslah pegangannya…
Kemudian, jatuhlah si monyet dari pohon kelapa…

Sahabat, 💕💕💕💕💕💕💕💕

Boleh jadi…ketika kita,
Diuji dengan KESUSAHAN…
Dicoba dengan PENDERITAAN…
Didera MALAPETAKA…
Kita kuat bahkan kuat dari sebelumnya.


Tapi ketika kita diuji dengan…..
KENIKMATAN…
KESENANGAN..
KELIMPAHAN…:mrgreen:
PUJIAN…………..😆
Saat itulah kita “terjatuh”…


So, jangan sampai kita terlena…
Tetap rendah hati dan mawas diri…
Ingatlah hidup kita di dunia hanya sementara…
😎😎😎😎😎😎😎😎😎😎

Ingatlah akherat kita, krn itulah masa depan kita yang sesungguhnya.
Semua akan diminta pertanggung jawabannya.


Mari kita jadikan DUNIA KITA sebagai BEKAL
Jangan jadikan BEBAN…
💕💕💕💕💕

Dibacakan oleh Widy Satiti
Dalam briefing pagi Motivasi dan Inspirasi NICI pada Hari Rabu, 26 Mei 2016

7 Tips Menulis Roald Dahl

image

Roald Dahl adalah salah satu Penulis favoritku. Setiap hari saya menanamkan ke Hermione untuk bilang: Pramoedya Ananta Toer, Roald Dahl, Rudyand Kipling dan JK Rowling saat saya tanya kalau udah besar pengen jadi Penulis seperti siapa.

AS Laksana kurasa salah satu Penulis hebat kita. Saya baru baca satu buku beliau yang Murjangkung dan cerpennya bagus bagus.

Nah semalam pas buka Facebook, saya temukan mereka berbagi tips di status salah satu toko buku daring, Buku Pagi. Makanya saya bagikan di blog ini karena kurasa sangat bermanfaat dan bagus.

Saya copas langsung dari HP. Gambar diambil dari Wikipedia, Patricia Neal dan Roald Dahl.

Agar sampean bisa menjadi penulis bagus dan selalu menyadari bahwa tulisan yang berguna di dunia fana ini adalah tulisan yang bagus, maka
tujuh saran dari Roald Dahl di bawah ini patut dibaca. Ia penulis yang amat mahir dan produktif dan jenaka. Dan saya kira ia orang yang besar sekali jasanya bagi anak-anak karena tahu
bagaimana cara membuat cerita yang memikat dan ia pintar membuat mereka tertawa. Berikut adalah 7 sarannya:
1. Imajinasi sampean harus bagus. Ini jelas. Kalau imajinasi sampean menyedihkan tapi sampean senang mengetik, lebih baik bekerja sebagai tukang ketik di kantor kelurahan.
2. Tulisan sampean harus bagus. Maksud saya, sampean harus sanggup membuat adegan yang hidup di benak pembaca. Tidak setiap orang punya kemampuan ini. Suka atau tidak, inilah
yang disebut bakat.
3. Sampean harus punya stamina. Dengan kata lain, sampean harus bisa khusyuk bekerja dan pantang menyerah, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, dan bulan demi bulan.
4. Sampean harus punya hasrat yang menyala- nyala untuk menulis bagus. Maksud saya, jangan cepat puas dengan draft yang sudah selesai
sampean tulis. Sampean harus mau menulis ulang satu kali lagi, satu kali lagi, satu kali lagi sampai naskah itu sangat bagus menurut sampean.
5. Jadilah orang yang sangat disiplin. Sampean bekerja sendiri, tidak di bawah perintah siapa pun, tidak ada yang menghukum sampean kalau sampean tidak menyelesaikan pekerjaan, tidak
ada yang akan mengomel jika sampean bermalas-malasan.
6. Baik sekali jika sampean punya selera humor. Kakek-kakek mungkin tidak memerlukannya, tetapi anak-anak dan kebanyakan orang menyukai humor.
7. Sampean harus punya kerendahan hati. Penulis yang merasa karyanya hebat, ia akan tampak seperti orang kekenyangan dan perlu diperiksakan ke Puskesmas.
(dikutip dari blog AS Laksana)

Karawang, 260516

The Sands Of Time – Sidney Sheldon #6

image

Sejauh ini sudah dua belas buku yang saya baca dari Sidney, sepuluh diantaranya beruntun dan ini yang paling lemah. Dari segi cover sudah tak meyakinkan. Seorang lelaki memegang senjata dengan wajah kusam, di belakangnya close up wajah wanita yang sepertinya menatap hampa. Dan di halaman pertama kita disuguhkan tentang latar empat biarawati yang tiba-tiba dilempar ke dunia luar. Megan, Lucia, Graciela dan Teresa. Dengan setting negara Spanyol dengan segala pemberontakannya, inilah kisah panjang sebuah gerakan pemberontakan dan perebutan kekuasaan.
Kehidupan orang-orang besar, semuanya mengingatkan kita bahwa kita bisa membuat kehidupan kita gilang-gemilang. Dan sewaktu pergi, kita meninggalkan jejak langkah di butir-butir waktu – Henry Wadsworth Longfellow, sebuah Mazmur kehidupan
“Yang mati tidak perlu bangkit. Mereka menjadi sebagian dari bumi kini dan bumi tak pernah dapat ditaklukan karena bumi adalah abadi. Dia akan mengungguli segala bentuk tirani. Mereka yang telah masuk ke bumi dengan terhormat, dan tak seorang pun masuk ke bumi secara lebih terhormat daripada mereka yang mati di Spanyol, telah memasuki kehiduapn kekal” – Ernest Hemingway
Sedari awal kita sudah diberitahu bahwa ini adalah karya rekaan, namun… lalu Sidney memaparkan fakta di Spanyol yang bergolak. Tentang perang saudara antara Republiken dan pemberontakan Nasionalis. Perang saudara tahun 1936-1939. Pembunuhan politik, pembakaran Gereja, gerakan Basque yang menuntut otonom sampai sejarah panjang gerakan terorisme. Ya ini karya rekaan yang dibalut fakta, seperti biasa dibuat dramatis.
Cerita dibuka dengan sangat indah. Tentang rekayasa pelarian tahanan, seperti serial Prison Break yang mendebarkan. Tak ada yang namanya kebetulan. Jamie Miro adalah sebuah legenda. Seorang pahlawan Basque dan musuh terkutuk bagi pemerintah Spanyol. Sebuah kota Pamplona tahun 1976, adu banteng tak terkendali sampai ke penjara gedung Carcel, sebuah bangunan tingkat dua yang menyeramkan. Tahanan politik Felix Carpio dan Ricardo Mellado akan dihukum mati, satu orang sudah tewas karena dihajar sampai babak belur Zamora. Seorang pastor memberkati mereka sebelum eksekusi. Namun dalam injil yang dikalungkan itu sang pastor menyembunyikan belati yang digunakan untuk merobohkan para pengawal, tudung dibuka dan ternyata adalah Jamie. Mereka meloloskan diri tepat ketika kerumunan banteng menyerbu penjara. Kocar-kacir, hingar bingar, tahanan politik itu melarikan diri. “terbanglah, pajarito, semua makhluk hidup harus bebas.”
Kabar itu sampai di Madrid, sang perdana menteri Leopoldo Martinez berang. Teroris Jamie dan anteknya harus dihentikan. Mereka harus ditangkap. Pasukan dibentuk, GEO – Grupo de Operaciones Especiales yang dipimpin oleh Ramon Acoca dikerahkan. Dia adalah pimpinan yang tegas nan kejam, seorang fanatik jenderal Franco. Berusia enam puluhan yang berarti sudah melewati banyak perang saudara, persekutuan kelompok nasionalis yang terdiri atas kaum bangsawan, jenderal pemberontakan, tuan-tuan tanah, hirarki Gereja, seta golongan fasis Falangis di pihak lain. Dan kelompok pemerintah Republiken, termasuk golongan sosialis, komunis, liberal, serta separatis Basque dan Catalania. “Kita hanya bertanggung jawab terhadap Tuhan dan sejarah.”
Kalau kelompok Gereja menolong para pemberontak, maka mereka adalah musuh pemerintah. “Tak seorang pun di Spanyol peduli akan kepentingan umum. Setiap kelompok hanya mementingkan masalah masing-masing. Gereja, kelompok Basque, rakyat Catalania. Masing-masing tidak mementingkan kelompok lain. Gereja merupakan salah satu ironi terbesar dalam sejarah kita. Kisah ini adalah tentang pengejaran Jamie Miro dan kelompoknya yang melarikan diri ke dalam Gereja, sehingga banyak tempat ibadah digeledah dan dibakar. Sampailah di sebuah kota Avila, tempat empat biarawati yang disebutkan di awal tadi. Sang perdana menteri memberi perintah, “Lakukan penggeledahan!”
Tak perlu saya jelaskan kekejaman dalam misi itu. Para biarawari berasal dari berbagai latar kelakang keluarga dan bangsa. Ada yang dari kalangan bangsawan, petani, tentara… mereka datang ke biara sebagai orang miskin, atau kaya terpelajar, kesal maupun penuh harapan namun dalam satu tujuan dan harapan untuk menjadi mempelai Jesus yang abadi. Kehidupan di biara sangat keras. Lalu sampailah kita pada pengenalan empat karakter biarawati.
Pertama Suster Lucia adalah yang paling aneh. Muda, berpikiran kotor. Ternyata dia adalah anak mafia yang kini jadi buronan melarikan diri bersembunyi di biara sampai pemburuan mereda rencana dia akan ke Swiss mencairkan uangnya.
Kedua Suster Teresa adalah yang (kelihatannya) paling bijak. Berusia enam puluhan dan berpikiran kolot. Ternyata dibalik semua itu kita tahu, dia-pun ke sana karena melarikan diri dari kehidupan yang kejam. Dihianati pria yang akan menikahinya. Pernah ke Eze, Perancis dan nyaris mempunyai masa depan cerah.
Ketiga suster Megan, seorang anak yatim-piatu. Dididik mandiri sedari kecil. Pikirannya encer dan sangat cerdas. Sangat lain dari pada anak lainnya di panti asuhan. Tak tahu siapa orang tuanya jadi ketika ditanya, jawabnya selalu berbeda. Ayahkau seorang pencuri permata yang lihai. Ayahku adalah tentara dalam perang saudara. Ayahku seorang pemain banteng yang ulung. Khayalan itu tidak ada habisnya. Nantinya di eksekusi ending, suster Megan punya peranan yang sangat penting karena identitas orang tuanya sungguh diluardugaan. Dia jatuh hati dengan Jamie Miro
Keempat suster Graciela, masa lalu yang buruk. Ibunya adalah pelacur yang suatu hari datanglah lelaki Mor. Merusak segalanya membuat ibunya naik pitam. Dirinya tak sadarkan diri dan tahu-tahu di rumah sakit, setelah sembuh dia tak tahu harus ke mana namun akhirnya memutuskan masuk biara.
Kenapa mereka datang ke biara? Mereka datang dengan berbagai alasan. Sebagain terbesar datang untuk membaktikan diri kepada Tuhan. Tetapi sebagian lagi datang karena merasa putus harapan. Biara memberi mereka harapan. Ada yang datang karena merasa tiada ada alasan untuk hidup. Kami menunjukkan kepada mereka bahwa Tuhan adalah alasan buat mereka hidup. Ada juga yang datang karena melarikan diri. Yang lain datang ke sini karena merasa terbuang dan ingin menemukan lingkungan yang mau menerima mereka.
Bersama Miro dan kawan-kawan. Bersama para suster dengan salib emas yang akan diselamatkan. Berhasilkah mereka kabur dari kejaran sang jenderal? Apa yang terjadi saat suster yang sepanjang hidupnya dikurung ketatnya aturan biara akhirnya harus menghadapi kejamnya dunia luar?
“Itu tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Perbedaan antara seorang patriot dan pemberontak tergantung pada siapa yang berkuasa saat itu. Pemerintah menganggap kami teroris. Kami menyebut diri kami pejuang kemerdekaan. Jean Jacques Rousseau mengatakan bahwa kemerdekaan adalah kekuasaan untuk memilih ikatan kita sendiri.”
Tentu, keluarga adalah cinta kita pertama kta bukan?
Butir-butir Waktu| diterjemahkan dari The Sands Of Time | copyright 1985 by Sidney Sheldon | alih bahasa Threes Susilastuti | GM 402 90.779 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan I, Januari 1990 | 576 hlm; 18 cm | ISBN 979-403-776-6 | Kepada Frances Gordon, dengan cinta | Skor: 3/5
#6/14 #SidneySheldon Next review: Konspirasi Hari Kiamat
Karawang, 230516 #Seether – Careless Whisper

The Last Dragonslayer – Jesper Fforde

image

“Jangan biarkan seseorang memberitahumu bahwa masa depan sudah tertulis.”
Sebuah buku sihir di era modern lagi. Yang terlintas pertama kali saat melihat sampulnya bergambar naga dengan Volkswagen kuning di atas butuhnya adalah kisah Harry Potter yang fenomenal itu. Dengan latar gedung Big Ben jelas setting yang diambil jugalah kota London. Kisah menjadi makin menarik ketika tahu melibatkan detektif Norton dan Villiers, kerajaan dan para hulubalang-nya dan potensi perang yang terjadi di antara bisingnya ibu kota Inggris. Raja Snodd IV dan Duke Brecon, sayangnya mereka terlampau lembut. Ekspektasi yang tinggi itu langsung drop ketika sampai di halaman 26 yang menyatakan bahwa tongkat, sapu dan topi kerucut adalah untuk buku dongeng. Well, terus terang saya langsung marah. Kalaupun dunia sihir Fforde tak mengenalkan hal itu setidaknya jangan ’mengejek’ dunia sihir lainnya.
Kisahnya runut. Enak dibaca. Benar-benar bacaan ringan yang menarik. Tentang seorang remaja perempuan yang menjalankan usaha sihir. Jennifer Strange adalah anak terlantar dari panti asuhan milik Bunda Zenobia yang mendapat kerja wajib ke menara Zambini. Di usianya yang 15 tahun, dirinya ditunjuk Mr Zambini memimpin usahanya karena beliau harus menghilang. Sampai halaman berakhir, kalian tak akan tahu menghilang ke mana beliau. Walau diberi jawab kabur karena menjalankan usaha menggelikan mempertontonkan sulap di depan anak-anak, namun itu tidaklah terlihat jelas.
Cerita dibuka dengan sebuah tugas dari Mr. Digby untuk membenahi gedung. Awalnya dia sangsi, Jenny terlampau muda untuk menjalankan sebuah agensi. Namun setelah diyakinkan bahwa pekerjaan akan selesai sesuai jadwal, pembetulan pipa pun dimulai. Sihir di sini diakui oleh masyarakat, namun sihir rendah yang digunakan untuk semisal mengantar piza dengan kapet terbang atau membetulkan saluran air yang tersumbat. Bah, sampai di bagian karpet terbang saya sempat marah, kenapa dia mengolok tongkat sihir sementara tetap mencatut aturan permadani? Ini tidak fair!
Di menara Kazam terdiri dari beberapa lantai yang dihuni oleh para penyihir dengan keahlian masing-masing. Ada Lady Mawgon yang pemarah dan cemberut. Ada Full Prince yang nyentrik, nama aslinya Dennis dan memiliki saudara kembar David. Ada Kevin Zipp. Karamazov bersaudari – Deirdre dan Deirdre. Jenny sebagai manager pengganti sementara Mr Zambini memiliki binatang Quarkbeast yang aneh sekali. Binatang yang makannya besi, aluminium dan sejenisnya. Tercipta seperti anjing namun dari benda mati. Bisanya bilang “Quark”. Nantinya ini binatang punya peranan penting di penentuan akhir cerita. Menara Zambini baru saja menerima anak baru bernama Horton Prawns, mereka memanggilnya Tiger. Jadi setiap anak terlantar menjalankan kewajiban selama enam tahun di Kazam sampai usia 18 tahun.
Setelah basa-basi panjang lebar mengenalkan para karakter dan aturan dunia sihir milik Fforde kita benar-benar memasuki cerita sebenarnya saat di tengah halaman. Setelah kabar ramalan yang mengatakan bahwa naga Maltcassion akan mati Minggu tengah hari, Jenni menyelediki kebenarannya. Karena kalau naga terakhir mati maka sihir akan punah, Jenni mencoba melawannya. Mencegah agar tak sampai terjadi. Dia bertemu orang tua asuhnya Bunda Zenobia. Sang bunda bercerita panjang lebar mengenai sejarah naga, perjanjian naga dan sang penyihir hebat Mu’shad Waseer dan Shandar Yang Perkasa. Tentang para pembantai naga, dan betapa dunia bisa damai tanpa binatang penyembur api. Di sini naga persis seperti gambaran hikayat, namun bijak dan bisa bicara dengan bahasa Naga yang bisa dipelajari manusia. Naga yang ternyata tinggal satu itu tinggal di tanah naga yang dikelilingi batu sihir, siapa saja yang melewatinya akan melebur jadi abu. Hanya pembantai naga dan asisten magangnya yang bisa. Termasuk naga tak bisa keluar dari wilayahnya. Perjanjian yang ditulis empat ratus tahun yang lalu penuh legenda. Alasan sebenarnya sungguh mengejutkan, nantinya di akhir akan membuat kalian shock.
Jenni diminta bunda untuk bertemu si tua aneh William dari Anorak di stasiun. Si tua yang selalu berbicara dengan fakta dulu baru mengutarkan maksudnya itu lalu meminta Jenny pergi ke bar Dog and Ferret di jalan Wimpole bertemu Brian Spalding. Nah inilah bab paling memukau, cara bertemunya yang elegan. Pengungkapan faktanya seru. Keterkejutan Jenny akan sebuah tugas berat. Dan seperti di gambar ilustrasi di halaman pertama, Brian meleleh jadi abu dengan hanya menyisakan tongkat, baju, dan topinya sebagai bukti bahwa dia pernah ada. Mendapat tugas maha berat itu berhasilkan Jennifer Strange melawan takdir?
Ada tiga puluh tiga bab yang panjang dan melelahkan, namun worth it kok untuk dilahap. Cerita yang ringan dan yah, dengan aturan sihir yang tak baku sang Penulis bisa saja menjalankan imajinasinya sendiri. Eksekusi ending-nya kurang seru, karena seakan dipaksa happy untuk semua pihak. Eksekusi penting ketika di tanah naga ketika sebuah kejutan dari Gordon juga lemah sekali. Sempat berharap karakter penting tewas, atau sebuah kerusakan besar melanda akibat perang atau sebuah tempur naga penuh keseruan. Sayangnya tidak, endingnya akan menyenagkan para Raja dan rakyatnya. Para penikmat cerita Disney yang lembut. Sayang sekali, harusnya jangan nanggung. Setelah jalinan kisah panjang yang seru, cerita malah anti-klimak. Fforde jelas menyiapkan lanjutan, ataukan prequel. Apapaun itu patut disayangkan, kisah Miss Strange harus seperti ini.
Banyak karakter yang tak berkembang. Tiger Prawns yang digadang-gadang punya peran besar, tenggelam. Full Prince yang melakukan penelitian sihir yang bisa mengubah logam menjadi emas juga terlantar. Mr Zambini yang terdengar hebat juga tak muncul. Rasanya benar-benar disimpan untuk lanjutan?
“… bahwa sihir seperti emas yang berbaur di dalam pasir, berharga tapi tidak berguna jika kau tidak bisa mengambilnya.” – halaman 37
“Raja tidak bergurau Miss Strange. Dalam kesempatan langka ketika beliau akan bergurau beliau mengedarkan memo sebelumnya untuk menghindari kesalahpahaman.” – 161
“Namaku Jennifer Strange,” kataku seanggun mungkin. “Dengan dua huruf N.” | “Di Strange atau Jennifer?” | “Jennifer.” | “Oh,” kata sang Naga. “Cuma memastikan.” – 135
“Aku tidak tahu siapa yang memasang iklan di surat kabar, tapi itu bukan aku.” | “Biar kujelaskan dengan mudah,” seraya menyeringai. “Itu aku.” | “Kau? Mangapa?” | “Aku ingin menjadi yang pertama di dalam antrean. Pembantai-Naga perlu asisten, jadi kupikir aku akan menghindarimu dari masalah pemasangan iklan.” – 146
The Last Dragonslayer | by Jesper Fforde | terbitan Houghton Mifflin Harcourt, New York 2012 | cotyright 2010 | Penerjemah Ingrid Dwijani Nimpoeno| Penyunting Dyah Agustie| Proofreader Emi Kusmiati | Cetakan 1, Oktober 2015 | Penerbit Mizan | design sampul Windu Tampan | ISBN 978-979-433-904-6 | untuk Stella Morel (1897 – 1933 | 2010 – …), Nenek yang penah kukenal – Putri yang akan kukenal | Skor 3,5/5
Karawang, 210516 #Nikita Willy – Pantas Untukku

Ilmu Yakin – Kisah Inspiratif

image

Kisah Kisah Inspirasi dan Motivasi
Kumpulan Kisah Kisah Inspirasi yang terbaik, penuh hikmah dan motivasi. Kami kumpulkan kisah yang terserak untuk jadi inspirasi dan motivasi Anda.

Sabtu, 23 Januari 2016
Ilmu Yakin – Kisah Inspiratif
Oleh Saptuari Sugiharto
Minggu lalu saya dapat rejeki, waktu pulang dari satu tempat saya melihat seorang simbah-simbah berkain jarik membawa tenggok bambu sedang berjalan di pinggir jalan aspal yang ramai, langsung motor saya pepetkan di depan simbah itu..

“Ajeng ten pundi mbah? Monggo sareng leh kulo..” Saya mengajak simbah itu untuk saya boncengkan.

“Inggih mas, matur nuwun..” Tanpa ragu simbah itu naik ke boncengan, siuuutt! PW.. Posisi wuenak!

Motor saya gas pelan, ternyata siang itu saya akan dapat ilmu baru..

Namanya mbah Muji, sehari-hari jualan toge di sebuah pasar di Jogja. Kalau pagi mbah Muji diantar oleh cucunya naik motor sejauh 6 kilometer, cucunya lanjut kerja sampai sore sehingga tidak bisa menjemput mbah Muji ke pasar. Bubaran pasar jam 11 siang, mbah Muji pulang dengan naik bis, turun di perempatan jalan besar, lalu harus berjalan kaki 3 kilo sampai ke rumah di siang hari yang panas itu..

Whottt! Jalan kaki pulangnya?

Begini terjemahannya dari bahasa Jawa,

“Simbah dulu naik sepada mas tiap ke pasar, cuman sudah 5 tahun ini simbah diantar, pulangnya ngebis, sudah nggak kuat naik sepeda pulang-pergi..”

“Lho bukannya kalau pulang juga jalannya jauh mbah, 3 kilo lho sampai dusun nya simbah..”

“Mboten mas, selama 5 tahun ini hanya 3-4 kali simbah jalan sampai rumah, selalu tiap hari ada saja yang memboncengkan simbah, gonti-ganti orangnya, simbah diantar sampai depan rumah..

Simbah juga gak kenal mereka, ada yang tentara, ada yang cah kuliah, bergantian mereka memboncengkan simbah, padahal simbah juga tidak mengenal mereka..

Simbah yakin saja, pasti Allah yang akan memilihkan dari ratusan orang yang lewat di jalan itu untuk mengantar simbah setiap hari.. Biar jadi pahala mereka semua, simbah tidak bisa membalasnya…”

Wow.. Ilmu yakin Mbah Muji ini mengalahkan teknologi gojek, yang harus pakai gadged untuk memanggil jemputannya.

Seperti siang ini, ilmu yakin mbah Muji yang menarik motor saya dapat giliran mendekat dan merapat di depan langkahnya..

Besok pasti ada orang lain yang akan merapat lagi, mengantarkan simbah untuk pulang ke rumah.. Yakin deh! Dengan perbandingan 5 tahun hanya sesekali jalan kaki, simbah membuktikan Allah hadir setiap hari..

Bagaimana dengan kita?

Ketika “ilmu yakin” belum nancep di dada, kita sering ragu ketika berhadapan dengan masalah, yang dicari selalu solusi, bukan Allah.. Padahal Allah lah pemilik segala solusi.

Jadinya Allah dilupakan, solusi malah gak datang-datang..

Ketika masalah-masalah tak kunjung selesai, kita bersandar pada manusia yang juga lemah, curhat kesana sini, malah seperti mengumbar aib sendiri..

Padahal pesan Allah sangat jelas,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”
[QS. Ath Tholaq: 2-3]

Hutang belum selesai, sabarrr.. Bersandar terus pada Allah biar dikasih jalan keluar..
Ibadahnya makin digenjot habis, habissss sehabis-habisnya!

Masalah-masalah seperti buntu, gak ada jalan keluar, sabarr.. Minta ke Allah langsung semua solusinya, yakin pasti ada jalannya..

Ilmu yakin, “Aku ini diciptakan oleh Zat Yang Maha Kaya, kenapa aku harus takut menjadi miskin..”

Simbah sudah sampai di depan rumah, saya pamitan langsung, sambil menyalaminya, simbah mengguyuri saya dengan doa-doa yang membuat saya merinding mendengarnya..

Jogja yang panas siang ini, entah mengapa jadi terasa sejuk tembus ke hati.
Salam,
@Saptuari
— redaksi ambil dari fanpage beliau

Dibacakan oleh Widada
Di briefing pagi Motivasi dan Inspirasi
Hari Senin 16 Mei 2016
NICI Bisa!

Silent Love – Dien Ilmi

image

WTF! Kembali saya membaca sampah. Bagaimana bisa buku sejelek ini dicetak? Dunia remaja boleh saja dipenuhi cinta-cintaan dan ke-klise-annya, namun tak senorak ini juga kali. Kisah yang sangat tak menginspirasi. Tentang anak kuliahan dengan problematika pacaran yang benar-benar aduh, tak bagus ditiru. Kutemukan banyak typo, kurasa lebih dari 50 kata, sesuatu yang mengerikan karena buku ini tipis 140 halaman. Entah bagaimana bisa lolos edit, kulihat tak ada proofreader-nya. Kutemukan banyak kata tak baku yang tak pada tempatnya. Kutemukan banyak keganjilan logika. Ini buku ketiga dari terbitan Euthenia, ketiganya kukasih rating busuk.

Dengan embel-embel Romance Story buku ini bahkan tak terdengar romantis, menurut saya. Lebih ke norak. Seperti yang tercantum di judul – Silent Love, kisah ini tentang seorang pemuda yang mencintai teman kuliahnya diam-diam. Cinta buta, cinta bodoh. Sampai heran ada pemuda sebodoh itu, bahkan di dunia fiksi sekalipun tetap tak masuk akal. Semua sudah buruk sedari prolog, kenapa? Sebuah prolog mengungkap akhir kisah! Entah apa yang ada di benak Penulis mencantumkan eksekusi ending di depan.

Prolog itu berisi sepasang muda-mudi di pantai Sanur di kala matahari terbit. Mereka mengikatkan diri dalam cinta – secara harfiah dengan pelukan, setelah lama tak bertemu. Well, Dirga – si cowok bodoh itu dan Yisha – si cewek ga jelas itu diungkapkan bersatu ketika bahkan saya belum membuka bab satu-pun. Gila!

Terdiri dari lima belas bab yang pendek-pendek, diceritakan Yisha, seorang mahasiswi di kota Surabaya jadian dengan cowok playboy, Romi. Dalam cerita ini jangan berharap bertemu dengan seorang kere, anak kos dengan kebingungan makan di akhir bulan, tak ada keakraban dengan mie instan. Romi jelas digambarkan anak orang kaya, punya mobil dan di otaknya hanya masalah pacaran. Tak beda dengan Yisha, cewek berpunya tentunya, karena digambarkan tinggal di Perumahan elit. Sampai di sini tentu saja, cerita ini SANGAT Sinetron. Saya tetap melanjutkan baca ya karena saya sudah memulai, dan harus dituntaskan.

Yisha punya teman sejati, Andin tempat curhatnya. Dan Dirga, cowok pendiam yang jadi tokoh utama buku ini. Ada cinta dalam persahabatan. Sayang, Yisha keburu ditembak Romi sehingga Dirga patah hati. Entah logikanya di mana. Dirga beberapa kali memergoki Romi jalan sama cewek lain, diberitahukan kepada Yisha, namun dia tak percaya. Hello, kalian kan berteman masak tak percaya? Setidaknya cek and ricek dulu baru ambil keputusan. Andin juga sudah berusaha kasih tahu. Namun yah, Yisha kan emang cewek ga jelas padahal dia tahu sejarah Romi. Sampai akhirnya dengan mata sendiri memergoki Romi jalan sama Ayunda.

Kebodohan tidak sampai di sini. Ayunda juga karakter dungu, tahu Romi playboy jalan sama Yisha eh saat diputus malah dendam. Laki-laki, dunia seakan hanya terdiri hitungan jari. Kisah makin tak jelas ketika Dirga yang hatinya hancur drop out kuliah, dirinya tak kuat melihat pujaan hatinya jalan dengan orang lain, bahagia dengan orang lain. Seperti yang kubilang, jelas ini bukan cerita inspirasi yang baik. Kuliah cabut gara-gara cewek? Cemen sekali! Di dunia sana, banyak orang untuk sekolah saja harus banting tulang. Harus sambil kerja, peras keringat demi pendidikan. Ini dengan entengnya malah melepas. Dunia ini keras bung. Walau setting-nya dunia kampus, kalian tak akan menemukan satu kata-pun yang menyebut mata kuliah. Tak ada kepanikan untuk sidang, tak ada pemikiran bagaimana pemecahan masalah belajar.

Dirga kabur ke Bali, tanah impian! Membantu kerja usaha pamannya usaha katering. Dalam pelarian itu, dirinya berkenalan dengan Luna, karakter bodoh lainnya. Berjalannya waktu Luna meng-klaim Dirga adalah tunangannya. Setelah diputus pacarnya dia menginginkan seorang yang lebih serius. Katanya, Luna adalah cewek cantik yang ibaratnya tinggal tunjuk cowok untuk jadi kekasih, nyatanya malah terjebak dengan keklisean. Bayangkan! Seorang cewek penuh gaya, mencoba mencium cowok yang bahkan terang-terangan menolaknya. Karena ini kisah antara Dirga dan Yisha, tentu saja cinta Luna bertepuk sebelah tangan. Dirga juga dikisahkan sudah sukses dengan usahanya, sudah membuka cabang di empat kota. Hebat! Sukses itu seperti membalik telapak tangan. Tak lulus kuliah, jadi buruh ketering pamannya dan ta-daaa! Beruang.

Sementara, Yisha mulai menemukan kenalan baru bernama Hilal. Ini mungkin satu-satunya karakter yang agak benar. Walau memberi harap kepada cewek tetap saja tak benar. Mereka dekat, sampai mulai ada rasa dalam diri Yisha. Sayangnya dalam sebuah adegan yang tak romantis, saat Hilal memintanya menemani ke toko emas untuk beli cincin kawin. Yisha yang mulai salting, karena akan dikira akan ditembak eh ternyata Hilal sudah punya kekasih bernama Leonita. Sehingga Yisha tetap jomblo.

Meski berjuta waktu terlampaui tanpamu, aku tak pernah jemu menunggumu. Penat akan hidup, Yisha berlibur. Coba tebak berlibur ke mana? Betul! Bali. Dan epilog pun dituturkan, sebagian adalah prolog-nya sehingga jelas ketebak ke mana cerita ini ditutup. Bah! Cerita apaan ini! Sampah. Tak ada konflik yang kuta, tak ada alur penuh tanya, tak ada sesuatu yang bagus untuk dipetik, tak ada logika. Selesai baca, buang! Buku ini berbahaya untuk generasi muda, bahkan Raam Punjabi-pun akan takut karena sinetron noraknya kalah norak. Yang mengejutkanku, bagaimana bisa cerita seburuk ini bisa dicetak? Please Penulis muda buatlah karya yang sedikit lebih berguna. Pikirkan ketika menulis dari sudut pandang pembaca. Kalian juga bertanggung jawab untuk Generasi Indonesia yang lebih baik.

Selamat Hari Buku Nasional. Satu hari ini saya akan baca buku lokal. Karena saya cuti, pulang lagi pagi tadi setelah kejebak macet di Cidomba, Karawang. Sayang sekali buku pembukanya tak bagus. Buku tipis yang hanya butuh sejam kubaca, dan muntah. Silent Love, Death Silent!

Silent Love | oleh Dien Ilmi | Editor: Geulis | Design sampul Usman | Penata letak Kuraki | Cetakan 1, 2015 | Penerbit Euthenia | IV, 148 hlm | 13 x 19 cm | ISBN 978-602-1010-29-7 | Skor: 0,5/5

Karawang, 170516 #Delon feat Irene – Indah Pada Waktunya #Selamat Hari Buku Nasional

I Am Malala – Malala Yousafzai & Chistina Lamb

image

Beginilah seharusnya sebuah biografi dibuat. Seru, menegangkan, dan sangat inspiratif. Tak banyak buku biografi saya baca – Sir Alex Ferguson, Muhammad Al Fatih, Soe Hok Gie, Valentino Rossi, Merry Riana, JK Rowling, Chris Gardner. Semua tak semenarik buku ini, The Other Side of Me –nya Sidney Sheldon tetap biografi terbaik yang pernah kubaca. Lalu Hugo Chavez baru I Am Malala.
Kisahnya runut, enaaaak sekali dibaca. Buku setebal 383 halaman ini memang tebal dan melelahkan, saya butuh seminggu dan waktu khusus sampai begadang untuk menyelesaikannya. Dengan ekspektasi tinggi, yang untungnya terpenuhi. Saya memang rada awam sejarah Timur Tengah, jadi bagiku buku ini sangat bervitamin. Saya jadi tahu sejarah Pakistan, yang ternyata pecahan India merdeka tahun 1947. Pecah karena dipisah perbedaan agama, Muslim dan Hindu. Sebagai negara Muslim pertama yang didirikan oleh Muhammad Ali Jinnah, yang setahun kemudian meninggal. Sejarah berdirinya Bangladesh. Bagaimana Alexander yang Agung sampai di sana. Kudeta-kudeta yang terjadi, perang tiada henti, sampai bagaimana detail Osama Bin Laden tewas. Segalanya disajikan dengan sangat indah, seakan kisah fiksi ratusan tahun lalu. Padahal sejarah itu tak lebih dari sedekade yang lalu. Betapa dunia berputar sekelebat.
Sebelumnya saya sudah dengar, bahwa remaja ini mendapatkan nominasi Nobel Perdamaian. Wanita termuda yang pernah mendapatkannya. Betapa dunia terkejut akan kematian mantan perdana menteri wanita Pertama Pakistan, Benazir Bhuto yang kembali dari pengasingan dibunuh oleh serangan teroris. Saya saat itu masih di Cikarang dan seluruh koran nasional memberitakannya sebagai headline. Betapa Taliban berjuang di Afganistan – setelah baca buku ini saya tahu Taliban juga menguasai Pakistan – untuk mererapkan sistem Pemerintahan Islam. Di buku Kite Runner perang Afgan lawan Uni Sovyet yang panjang, tentu saja disinggung. Dan karena saya Muslim, setidaknya sedikit tahu masalah syariat yang coba disampaikan di buku ini. Semua dikemas dengan sangat mendebarkan.
Kisah dipecah dalam lima bagian, pertama: Sebelum Taliban yang menceritakan sejarah Pakistan. Kedua: Lembah Kematian tentang Taliban yang mencoba membuat Pakistan menerapkan syariat. Ketiga: Tiga Anak Perempuan, Tiga Anak Peluru yang mengkisahkan perjuangan Malala dalam bersekolah sampai akhirnya terjadi upaya pembunuhan. Keempat: Antara Hidup Dan Mati tentang upaya bertahan hidup sampai diterbangkan ke Inggris dan yang terakhir: Kehidupan Kedua tentang upayanya memperjuangan pendidikan bagi kaum perempuan. Dibagian pembuka ada peta Swat, Pakistan dan area sekitar yang sangat membantu untuk mengimajinasikan kejadian yang dituturkan. Dibagian tengah ada foto-foto Malala untuk menunjang cerita.
Dari pembuka, buku ini sudah terbaca hebat, jelas ditulis oleh seorang pengalaman yang saya yakini Christina Lamb lebih dominan menulisnya. Seorang jurnalis Sunday Times, wartawan kawakan yang sudah mendapat banyak penghargaan. Prolog-nya mengguncang dan suatu saat saat difilmkan, adegan penembakan itu pastinya sangat dramatis dengan musik skore yang menghentak. Kenapa? Judul ‘I Am Malala’ bukanlah sembarangan pilihan. Ternyata itu adalah jawaban yang tak terucapnya terhadap sang penembak. Saat itu di siang hari sepulang sekolah, Malala naik bus sekolah Khushal yang disopiri Usman Bhai Jan. Bus itu dijejali dua puluh anak perempuan dan tiga guru. Malala duduk di antara temannya Shazia Ramzan dan Moniba. Setelah melewati pos pemeriksaan Bus mereka dihentikan sebuah truk, sang sopir ditanyai. Lalu pemuda dengan topi pet dan sapu tangan menutupi hidung dan mulutnya masuk. Memeriksa beberapa saat dan berujar, “Yang mana Malala?” Tak seorang-pun bicara, namun beberapa anak perempuan memandang Malala, dialah satu-satunya anak perempuan yang wajahnya tak tertutupi. Saat itulah pemuda itu mengangkat pistol Colt .45. saat itu Selasa, 9 Oktober 2012, prolog ditutup dengan kalimat: Yang mana Malala? Aku Malala dan inilah kisahku. []
Malala adalah anak kedua dari seorang ayah yang cerdas Ziauddin dan seorang ibu yang cantik namun buta huruf. Mereka dari klan Dalokhel Yousafzai. Anak pertama meninggal, Malala mempunyai dua adik laki-laki: Atal dan Khushal. Dinamai mengikuti nama Malalai dari Maiwand, pahlawan wanita terbesar Afganistan. Ayahnya adalah seorang pendiri sekolah, penceramah yang hebat dan berpengaruh, turunan kakeknya yang lulusan India. Dari dasarnya saja, kita tahu Malala mirip ayahnya. Menyukai bacaan dari Twilight, Sherlock Holmes, The Alchemist, buku-buku Charles Dickens. Romeo-Juliet sampai The Wonderful Wizard of Oz. Sebuah akar yang bagus.
Terlahir dan besar di lembah Swat, sebuah wilayah yang awalnya berdikari namun saat Pakistan merdeka wilayah ini bergabung. Dari jejak sejarah, lembah Swat pernah dihuni umat Budha karena adanya patung-patung Budha di sana. Di Pakistan, hidup terasa tidak adil bagi kaum perempuan, seakan mereka terlahir hanya untuk mengurus suami dan anak. Nah poin utamanya adalah ini, kesetaraan gender. Hak pendidikan yang sama. Ternyata Pemerintahan di sana tak jauh beda dengan di Indonesia saat ini. Korupsi merajalela, pemerintahan terpusat di ibu kota dan kota besar lainnya. Wilayah terpencil, semacam Swat jarang didengar. Para politisi akan berkunjung hanya jelang Pemilu. Bedanya, di sana terjadi kudeta berulang kali. Perebutan kekuasaan lebih sadis, teroris di mana-mana. Tembakan dan dentuman peluru adalah musik yang menghiasi malam. Sungguh mencekam. Melihat detail mengerikan itu membuatku syukur tinggal di Indonesia. Yah, walaupun di Negeri ini disiplin rendah, pejabat yang tak bisa diandalkan, atau egoistis yang tinggi. Setidaknya, di Negeri ini tak terjadi perang.
Dari buku ini saya juga akhirnya tahu. Di Timur Tengah sana, sedikit yang bisa bahasa Arab. Di Pakistan, yang bahasa utamanya Urdu ternyata penafsir Al Quran-pun dianggap sangat agamis, dan dipuja saat orang ngomong Arab. Peristiwa 9/11 yang mengguncang dunia itu, di sana ditanggapi beragam pula. Seperti yang kita tahu, Osama Bin Laden tewas di kota Abottabad, Pakistan. saya hanya selintas nonton Zero Dark Thirty, di buku ini dijelaskan kronologi sesungguhnya dari sudut pandang Pakistan. Betapa bobroknya militer di sana.
Malala menangkapnya dengan jitu melalui pemikiran seorang remaja perempuan. Perempuan dilarang sekolah, harus memakai burqa – menutup wajah sehingga hanya kelihatan matanya. Harus ditemani saudara laki-laki saat keluar rumah. Hukuman cambuk bagi seorang lajang yang zina, dan rajam bagi seorang yang sudah menikah. Tak boleh ada patung, tak boleh ada lukisan. Kaset, CD, DVD dibakar. Televisi dibumihanguskan. Dan seterusnya dan seterusnya.
Saya jadi tahu, sejarah Taliban di Pakistan yang didirikan Fazrullah yang slogannya terkenal: Shariat Ya Shahadat – Syariat atau Syahid. Menyebarkan Islam lewat Mullah FM. Berperang melawan pemerintahan yang sah, melakukan bom bunuh diri di tempat-tempat strategis, sekolah-sekolah perempuan diledakkan. Yang paling terkenal dari kisah Taliban adalah pengepungan Masjid Merah tanggal 3 Juli 2007.
Salah satu kutipan yang layak saya bagikan adalah ini. Ayah Malala yang juga diburu Taliban selalu membawa kertas bertuliskan sajak karya Martin Niemoller seorang Jerman yang hidup di bawah tekanan Nazi. Sajak yang menginspirasi bahwa jika semua orang diam maka tidak akan ada yang berubah. Sajak itu berbunyi: Pertama-tama mereka datang memburu komunis dan aku tidak bersuara karena aku bukan komunis | Lalu mereka datang memburu sosialis dan aku tidak bersuara karena aku bukan sosialis | Lalu mereka datang memburu serikat buruh dan aku tidak bersuara karena aku bukan serikat buruh | Lalu mereka datang memburu orang Yahudi dan aku tidak bersuara karena aku bukan Yahudi | lalu mereka datang memburu orang Katolik dan aku tidak bersuara karena aku bukan Katolik | Lalu mereka datang memburuku, dan tak seorang pun tersisa untuk membelaku.
Malala juga rajin menulis kisahnya dengan nama samaran Gul Makai. Tulisannya lebih banyak mengkritisi kebijakan Pemerintah tentang pendidikan. Sebenarnya kehebatan Malala adalah buah kerja keras ayahnya yang teguh akan pentingnya menyuntik ilmu sedari kecil kepada anak. Ayah yang hebat selalu mendukung apa yang bagus buat putrinya.
Keluarga ini memang luar biasa, melawan ketidakadilan dengan aksi nyata. Walaupun tak semua saya setuju, seperti tak mau memanjangkan janggut karena Taliban. Well, alasan yang kurang bijak karena ada hadist yang bilang ‘peliharalah janggut.’ Lalu bagian yang menjelang akhir ada kalimat, “Jika Malala meninggal berarti aku membunuh Ibu Teresa-nya Pakistan.” Menurutku terlalu berlebihan. Ingat buku ini ditulis bersama, sehingga kalau sampai ada kalimat bombastis yang tak wajar seharusnya tak dicantumkan.
Terakhir, bagi kalian yang menginginkan buku penuh vitamin saya rekomendarikan untuk membacanya. Buku ini saya pinjam dari Sekar Ayu, sehingga pekan ini setelah saya selesai baca dan review akan segera saya kembalikan. Namun suatu saat pasti akan nangkring di Perpus Keluarga-ku. Layak koleksi, layak diajarkan kepada anak-cucu sebuah perjuangan yang menginspirasi. Siapa tahu suatu hari kelak putriku berujar, “Saya Hermione dan ini kisah tentangku…”
I Am Malala: Menantang Maut Di Perbatasan Pakistan-Afganistan | diterjemahkan dari: I Am Malala: The Girl Who Stood Up For Education And Was Shot By The Taliban | Karya Malala Yousafzai & Chistina Lamb | copyright 2013 by Salarzai Limited | Penerjemah Ingrid Dwijani Nimpoeno | Penyunting Esti A Budihabsari | Proofreader Ine Ufiyatiputri dan Yunni Y.M. | Cetakan 1, Mei 2014 | Diterbitkan oleh Penerbit Mizan | Design sampul Mario J. Pulice dan Ploy Siripant | Fotografer sampul Antonio Olmos | Sampil 2013 Hachette Book Group, Inc | ISBN 978-979-433-840-7 | Untuk anak-anak perempuan yang menghadapi ketidakadilan dan dibungkam. Bersama-sama kita akan didengar | Skor: 4/5
Karawang, 160516 #Linkin Park – My Suffering