Murjangkung (A.S. Laksana) – Cinta Yang Dungu dan Hantu-Hantu

image

Jadi buku pertama yang saya baca dari tuan A.S. Laksana. Karena sudah sering mendengar betapa unik buku-buknya, maka tak salah dong ekspektasiku tinggi. Awalnya kukira adalah sebuah novel, eh ternyata kumpulan cerpen. Ini adalah kumpulan cerpen kedua setelah “Bidadari Yang Mengembara” buku perdana itu bernasib mujur menang sastra terbaik Tempo 2004. Murjangkung berisi 20 cerpen yang dinukil dari beberapa media yang sudah terbit dalam 10 tahun terakhir.
Untuk mendapatkan rasa penasaran agar kalian juga berniat membacanya (dan memang layak dinikmati), saya hanya akan menukil sedikit kutipan dari cerpen-cerpen itu. Berikut ulasanku:
Bagaimana Murjangkung Mendirikan Kota dan Mati Sakit Perut
Ini adalah cerita tentang pemabuk, tetapi kau bisa membacanya dengan pikiran tenang menurut caramu sendiri. Bah kalimat pembuka yang tak lazim, dan memang buku ini dari pembuka sampai habis penuturan kisahnya aneh. Tentang Tuan Mur yang berkuasa dengan angkuh membuat patung singa memeluk dunia. Setiap keangkuhan harus dilawan, sehingga suatu malam penduduk mengendap-endap ke tengah lapang dan merobohkan patung itu. Maka lapangan itupun mereka sebut Lapangan Singa. Namun karena patung singa itu mirip anjing pudel dan keseleo lidah, jadilah Lapangan Anjing Pudel. Dan tahukah kamu nama itu di kemudian hari jadi Lapangan Benteng. Sebuah nama yang akrab di telinga bagi warga Jakarta dan sekitarnya.
Otobiografi Gloria
Kisah tentang kakek Bob dan Leli yang mengharapkan cucu. Warga Semarang ini bermasalah dengan anak-anaknya. Dari sudut pandang Gloria, si miss X inilah yang menuturkan kekacauan keluarga. Anak pertama, jadi bujang lapuk. Kedua seorang perempuan yang menikahi karyawan asuransi yang mandul, sudah berusaha ke orang sakti, alternatif sampai yang diluar nalar, namun tetap tak segera diberi momongan. Anak yang ketiga perempuan yang berusia 28 tahun dan tak menikah jua dan seterusnya. Cucu itu akhirnya terlahir, namun bukan dari anak kedua. Kegembiraan datang bersama keruwetan. Keruwetan itu disajikan A.S. Laksana dengan jitu dan sendu.
Dongeng Cinta Yang Dungu
Tentang Fira karyawan baru yang selingkuh dengan atasannya. Tentang nyawa yang tertukar. Tentang pasangan selingkuh yang akhirnya menikah. Tentang asal usul pelawak, yang laki jadi melambai yang perempuan jadi berotot. Tentang mereka yang kesal rutinitas dan kisah ini dibuat dengan sangat bagus karena disampaikan dengan tak wajar, tanya saja pada pekik burung. Benar-benar cinta dungu!
Perempuan Dari Masa Lalu
Seto. Nama ini bersama Alit, akan sering dipakai sang pengarang. Kali ini Seto adalah pemuda yang mengikuti anjuran sebuah buku dalam memikat perempuan. Cara berkenalan ga lazim itu dipakainya untuk menjerat perempuan asing yang dijumpainya. “Mungkin Anda adalah gadis kecil dari blab la bla… di masa lalu, kita adalah sepasang kekasih. Aku mengingatnya…” jurus itu ampuh saat ia praktekkan di sebuah halte. Namun kali ini Seto kena getahnya. Apa pedulimu asu!
Bagaimana Kami Selamat Dari Kompeni dan Seterusnya
Setiap tukang cerita pastilah berniat memukau orang sejak kalimat pertama. Ini kisah yang lagi-lagi tak biasa. Kisah tentang orang-orang Cina dan hujan, tentang kakus dan neneknya, tentang siluman dan jin Sulaiman, tentang kompeni yang bermain ayunan dan kakekku yang tak menjadi nabi.
Seto Menulis Peri, Pelangi, dan Para Putri
Ini adalah cerpen terbaik dari kumpulan ini, menurutku. Seto yang beruntung ataukah buntung? Heroism-nya menyelamatkan anak sang Mayor dari tawuran ga jelas itu berentet panjang. Diminta tinggal di rumah sang Mayor sebagai balas jasa, lalu kita dijejali cerita para karakter di sekitar Seno, tentang keluarga sang Mayor. Tentang yah, jangan sembarangan bernyanyi!
Dua Perempuan di Satu Rumah
Tentang Seto lagi, namun ini Seto yang lain yang nasibnya dibuat pendongeng kita apes. Dicipta dengan enam perbuatan tak pantas, memecahkan tempurung lutut anak buah yang berhianat, dan menulis 37 puisi yang menyedihkan.  Cerpen paling biasa dari kumpulan ini.
Bukan Ciuman Pertama
Pamali untuk suami saat istrinya hamil. Memiliki daftar yang panjang ternyata, dan masyarakat kita memang begitu, bukan? Jangan membunuh binatang, jangan memancing, pakai gunting yang dicantolkan dibaju buat tolak bala, jangan potong kuku di malam hari, dan seterusnya dan seterusnya. Salah satunya menyapa, memandang orang cacat. Pamali tau!
Tuhan, Pawang Hujan, dan Pertarungan Yang Remis
Ini cerpen yang tak biasa (lagi). Alit yang kikuk menjadi pesulap yang mempesona sang gadis. Alit selalu menjadi kikuk ketika ditonton gadis cantik itu. Bakat dan kecantikan adalah anugerah dari Tuhan. Lalu sang Alit merasa tak berbakat sulap karena tentu saja seorang entertainer tak boleh gugup. Namun setelah panjang lebar kita dijejali tentang Alit, fokus tiba-tiba dirubah dan itu sungguh keren sekali. “Biar Tuhan dan ikan-ikan tahu bahwa aku tidak menyukai keputusan yang keliru dan pertarungan yang curang.”
Kisah Batu Menangis
“Aku dihancurkan oleh musuhku.” Tentang politikus goblog yang (seakan) selalu menyalahkan keadaan. Tak ada untungnya menghancurkan pegawai negeri kecil-kecilan di kota kecil Grobogan. Nah kalau kita sebut Grobogan dan cerita ini tentang batu, tentu saja kalian tahu ke mana arahnya. Setidaknya bagi kalian yang mengikuti berita Malam.
Seorang Utusan Memotong Telinga Raja Jawa
Seto lagi. “Itu menunjukkan bahwa kau pernah ke tempat itu, pada kehidupan yang lalu, dan mengalami kejadian tak menyenangkan di sana, dan itu membuatmu tak mengingkan lagi ke sana.” Cenayang, kepala kadal, raja Uganda, prajurit Mongol dan dilempar jauh ke Trenggalek. Apa-apaan ini? Tenang, beliau akan merajutnya dengan kisah telinga yang disabet itu.
Lelaki Beristri Batu
Ketahuilah wahai asu, bahwa menumbuhkan rasa cinta itu  tak mudah. Bahkan jalan yang paling mudah sekalipun sama sekali tak mudah. Tetapi kau datang dan pergi sesukamu. Lelaki brengsek yang mati dengan dua patung batu, satu perempuan dewasa dan satu gadis kecil.
Efek Sayap Kupu-Kupu
“Apakah kepak sebelah sayap kupu-kupu di Brazil menyebabkan badai Tornado di Texas?” tahun 1960 seorang peramal cuaca diganggu pikirannya dengan teori itu dan kini banyak dikutip, efek sayap kupu-kupu. Tentang kegaduhan politik, “apakah kepak sebelah bibir di Jakarta menyebabkan banjir besar di Semarang, membawa kelaparan di Kupang, dan melongosrkan gunung sampah di Jawa Barat?” Karakter bernama Alit, kini konflik dibangun dengan ayahnya.
Ibu Tiri Bergigi Emas
Alit yang ditinggal ibu kandungnya, tampak muram. Kini ia punya ibu tiri yang dalam pikiran masyarakat kita seorang yang kejam. Gugat saja film Ratapan anak Tiri itu. Apalagi saat tersenyum punya gigi emas, macam mak lampir. Namun mantra-mantra itu tak berguna di tangan Alit sebab ibu tiri ini luar biasa.
Seorang Lelaki Telungkup Di Kuburan
Kisahnya absurb. Kisah ‘aku’ yang punya anak-istri ini tak dijelaskan dengan runut, telaah yang lebih dalam harus dilakukan guna tahu maksud sesungguhnya, kenapa lelaki itu telungkup di kuburan. Well, walaupun sejatinya gamblang, sudut pandang yang dibangun A.S. Laksana seakan tak ketara.
Malam Saweran
Dari sebuah headline berita “Nonton Penari Bugil nyawer Lima  Juta” seorang pejabat membuat heboh nyamuk pers gara-gara saweran. Walaupun seperti biasa, pejabat yang ahli mengelak namun data-fakta dibeberkan. Unik, sungguh unik cerita ini. Lihai bagai lidah ulat.
Cerita Untuk Anak-Anakmu
“Saya sudah tidak tahan.” Lagi-lagi kritik politik untuk pejabat yang terhormat yang suka berdangdut ria kala senggang. Politikus menikahi pedangdut, cerai dan masing-masing bahagia. Politikus merayu pedangdut lagi untuk Pemilu yang sudah dekat. Jelas bukan cerita untuk anak-anak, kawan.
Kuda
Paragraf pembukanya nakal. Perempuan yang memanggil lelakinya kuda dalam bersatu berahi. Alit itu muncul dalam balutan asing. Main judi, main perempuan, main janji. “Naiklah ke punggungku”. Sayang sekali, ini kisah yang sederhana yang dicoba rumit. Faktanya memang sederhana.
Peristiwa Kedua, Komidi Putar
“Aku merasa ada iblis di rumah ini.” Sayang sekali kumpulan cerpen ini ditutup oleh dua kisah yang sederhana. Perselingkuhan pembantu dan majikan, lika-likunya. Seto sang pemimpin masa depan, terlahir di Semarang, mempunyai garis tangan ke arah sana. Tunggu dulu, itu adalah paragraph penutup jadi kita diajak berputar dengan komidi asal usul Seto.
Sebagai penutup, kumpulan cerpen ini sangat layak dikoleksi. Layak dibaca dan diajarkan kepada anak cucu. Penulis-penulis Indonesiah ayo belajar kepada beliau. Sungguh membanggakan kita punya penulis sehebat A.S. Laksana. Karena saya penggemar Tarantino, maka yang disampaikan beliau sangat mirip pola berceritanya. Tak lazim, membuat bingung pembaca. Lalu disambung dengan brilian. Ini buku perdana beliau yang saya nikmati dan jelas, buku-buku yang lain akan kuburu. Jadi bung Laksana, kapan kita ngopi bareng sambil bertukar isi kepala?
Murjangkung: Cinta Yang Dungu dan Hantu-Hantu | oleh A.S. Laksana | design kover: Levina Lesmana | Penerbit GagasMedia | gagasmedia.net | distributor tunggal TransMedia | cetakan pertama, 2013 | vii + 216 hlm; 13×19 cm | ISBN 979-780-644-8 | Untuk Eka, Raya, Karebet, dan Nara | Skor: 4/5
Karawang, 210416 #Sherina Minaf – Akan Ku Tunggu

Iklan

Juve, Kami Datang!

image

Laga ketiga Simone, melawat ke Juventus arena.
Prakiraan formasi lawan juve 4-3-3
Marchetti -Basta-mauricio-hoedt-lulic
SMS-biglia-parolo FA-djordjevic-keita
Update:
Pemain yang dibawa ke Torino:
Portieri: Marchetti, Berisha, Guerrieri;
Difensori: Basta, Braafheid, Gentiletti,  Hoedt, Mauricio, Patric;
Centrocampisti: Biglia, Cataldi, Felipe Anderson, Lulic, Milinkovic, Morrison, Onazi, Parolo;
Attaccanti: Djordjevic , Keita, Klose, Palombi, Rossi.
Palombi pake nomor 77
Rossi pake nomor 46

LBP 0-2 all
Menang. Seri. Kalah. Lazio Ti amo.

1. jokopik
upe 3-0 lajio,pogba
partai ga imbang.calon kuat scudetto melawan calon lawane barka(ngimpi).semua tentu sudah tau hasilnya….

2. papwin
uve 4-0 Lajio (Juki)
Latihan ketajaman striker Juve. Alegri duduk manis. Buffon ngopi d gawang sm hakim garis Gol.

3. muji
Jupe 1-0 lazio
Marjuki
In simone we Trust.In inzaghi we rust.In inzana maknyus…:'(

4. sahala
Jupe 3 0 Lajio
Dybala
Simone ngerasain sakitnya dibantai. Bulan madu pelatih baru berakhir. Juve mengunci scudetto.

5. widy
Juve 5-1 Lazio (Mandjukic)
Juve maen home.Lawannya elang biru.Juve menang besar dan saya dpt bonus 5 rb dr pak  Press

6. tawil
Jupe 2-1 Lazio , Pogba.
Jupe menang lagi . simone akhirnya kalah . tower dirobohin .

7. arsol
Jupe 1-2 lajio. Klose
Si elang tetap menjaga hanimun mereka d kandang jupe, skaligus siapa tau pak manpress nambahin insentive😂

8. parwanto
Jupe 0-1 Lajio. F.Anderson.
Tim sekelas jupe sebenarnya mudah dikalahkan. Asal ada beberapa syarat. Bukan tidak mungkin simone tahu itu. Waspada jupe dgn platih anyar ini!

9. bob
Juve 3-1 Lazio. Pogba
Tuan rumah mengincar 3 poin buat memuluskan langkah meraih scudeto. Babak pertama berjalan seimbang. Babak 2 zebra berhasil mengungguli elang.

10. imoenk
Jupe 1-1 lazio, dybala
Jagoin jupe, dikira memihak pak pres, jagoin lazio dikira memihak pak manpres. Lebih adil kalo hasil imbang. Biar kejar2an poin lazio dan milan tambah saru.
😁😁😁

11. arief
Juve v lazio 2-0. Morata. Kejutan bila lazio bisa menang di juventus stadium. Kejutan bila buffon kejebolan. Morata akan cetak gol, sang kekasih alice campello pun turut senang😍.

12. deni
Jupe 2-0 lajio..pogba..jupe kali ini bakal sedikit kerepotan saat bertemu lajio..lajio bermain sedikit agak bertahan..namun dgn skuad jupe yg on fire..jupe berhasil mengalahkan lajio dgn skor 2-0 👍🏿

13. mads
Jupe 0 – 1 Lazio
Klose
Buffon ngopi,bek jupe maen kartu. Mereka terlena ada elang yg datang menyerang.
Lazio menang sampahpun senang.1×24 jam sampah memenuhi rumah foc..

14. fahrur
Jupe 4 0 lajio. Pogboom.
Permainan yg digadang2 akan menjadi pembuktian pelatih anyar lajio juatru akan berakhir menjadi pesta pembantaian elang kota roma. Setelah tersingkir di ucl jupe mencari pelampiasan dlm kekecewaannya. Gemuruh riuh suara para juventini menciutkan nyali para punggawa lajio. Felipe? Kalah bersinar drpd mega bintang semacam pogboom. Boom.

15. huang
Juve 3-2 Lazio, klose
Allegri terkejut dan tergaga-gaga dengan performa the new lazio. Juve selalu berhasil unggul lebih dulu di game ini tapi selalu dapat dikejar. Klose membuktikan bahwa dirinya tak kalah tua dari Bung Tak dan Bung Buffon. Pertandingan yang luar biasa, seluruh penonton memberikan standing applause meski akhirnya gol terakhir Nyonya Tua tak lagi dapat dibalas.

NB: Karena belum ada artikel baru dari kami, Anda dapat membuktikan betapa kami belum kehilangan sentuhan prediksi akurat kami. Cekidot gan — http://myhobi.blogspot.co.id/2016/04/leicester-city-vs-west-ham-united.html

16. Suardi
Juve 2 – 0 Lazio
Moratta dopietta buat menggaet hati Marota supaya masalah klausul buy-outnya terselesaikan agar ga balik lagi ke Bernabeau.

17. Panji
Jupe 4-1 Lazio , Lemina
Semua trengginas demi Marchisio. Simone menjanjikan, tapi di hadapan power Juve, dia belum bisa apa-apa. Scudetto ke-5 beruntun di depan mata.

18. Sapin
Juve 3-0 Lazio. Mandzukic.
Hentikan lelucon ini. Sampai kapan kalian menutup mata? Kita butuh udara segar.

19. Dc
Juve 1-1Lazio Pogba
Match yg sulit buat Lazio.
Tetapi aroma pelatih baru masih tercium hangat. Dan hasil imbang adalah jawabannya

20. Aditya
Juve vs Lazio : 3-0, Morata
Zebra patenkan arah. Lazio mulai payah. Juve menang mudah..

21. Gangan
Juve 4-1 Lazio. Mandzukic.
Juve hebat. Lazio juga hebat. Siapa tau mau baca ganganjanuar.com/sejarah-mitos-kutukan-dan-ronaldo :).

TaKarawangdir, 190416 – Sherina Munaf

Surga Kecil Di Atas Awan – Kirana Kejora

image

“Akan tersaji keelokan istana dengan taman agungnya di langit kuasa bagi mereka yang meniti hidup tanpa keputusan.”

Buku kedua terbitan Euthenia yang kubaca. Hasilnya sama saja, datar. Isinya hanya berputar tentang seorang anak cerdas kelas 3 SMP dengan pelbagai probematikanya. Dituturkan dengan monoton, tanpa konflik, tanpa membuat penasaran Pembaca. Benar-benar cerita sederhana.

Jamus, sebuah nama bukit. Memiliki arti yang tersirat penuh ‘kawruh’ atau pengertian suci akan makna hidup, untuk dibaca setiap hamba dengan baik agar tak ‘kemeruh’ atau tidak merasa tahu.

Awan adalah anak tunggal, asli Ngawi, Jawa Timur. Ayahnya pekerja buruh dengan penghasilan pas-pasan. Ibunya seorang guru yang kakinya sakit sampai harus beberapa kali operasi. Mereka dari keluarga sederhana. Awan diceritakan sangat cerdas, dapat rangking satu terus. Berotak encer. Yanu, teman akrabnya berkebalikan. Ia selalu dapat nilai rendah dalam akademik. Ayahnya minggat. Ibunya mengadu nasib jadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Malaysia. Ia tinggal sama neneknya. Dengan kesederhanaan wong ndeso, kita diajak mengenal seluk beluk Ngawi, sebuah lereng Selatan Gunung Lawu yang legendaris itu.

Seperti yang saya sampaikan di awal, ceritanya datar. Sangat monoton, mungkin karena penututurannya yang biasa jadi pembaca tidak diajak terlibat. Kita hanya seperti baca selebaran iklan kota Ngawi dengan keramahannya. Padahal ini kan sebuah buku cerita, tertulisnya novel lho bukan pamflet.

Seperti asal mula nama kota Ngawi. Itu entah karena penuturannya yang ga bagus atau memang susunan sajinya ga oke? Padahal itu jadi potensi tambahan vitamin ilmu buat pembaca. Saya sendiri baru tahu. Yah walaupun ketika kita googling akan dengan mudah menemukan banyak jawab.

Ngawi, berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu awi yang berarti bambu lalu mendapat tambahan huruf sengau, yaitu ‘ng’ sehingga jadi Ngawi. Bambu yang banyak tumbuh di sekitar sungai Bengawan Solo. Bambu bagi masyarakat desa mempunyai peranan penting, apalagi dalam masa sekarang. Banyak orang butuh bambu.

Ada juga yang bilang Ngawi dari kata ‘ngawiwiti’ artinya memulai. Semua hal memang selalu ada permulaan, disitulah awal semua perjuangan kehidupan. Ada juga yang bilang ‘ngawiyat’ yang berarti tempat yang tinggi. Kita berada di tempat yang tinggi, bahkan ditinggikan pada saatnya nanti sama Gusti Allah.

Pada suatu Minggu pagi, duo ini Awan dan Yanu ingin ke Museum Trinil dengan nebeng paklik Darmo. Setelah di-drop di jalan mereka melanjutkan perjalan dengan jalan kaki. 3 Km bro. Dibuatlah skenario itu, Yanu diserempet mobil VW (Volks Wagen) Beetle. Namanya juga cerita, mereka berdua pun diajak sekalian naik itu mobil mewah karena ternyata dua bule Londo itu juga mau ke museum. Arga yang mengendari, Berg dan Alva duo bule. Setelah dari museum Trinil mereka lanjut ke Benteng Pendem dan kebetulan lagi Awan dan Yanu juga ingin ke sana. Udah gitu ditraktir pecel, dikasih uang transport buat pulang. Boleh sih bercerita tentang keberuntung yang terus menghampiri gitu, asal dituturkan dengan seru. Sayang sekali di sini tidak.

Sesampai di rumah, mereka dapat kabar duka. Sang ayah kecelakaan sampai akhirnya meninggal dunia. Kronologinya, beliau ingin membeli gitar KW 2 untuk kado prestasi Awan dapat rangking kelas. Dengan menggadaikan motor bututnya, ia pun beli alat musik itu. Sayang sekali, terjadi insiden. Kehilangan orang yang dicinta tentu saja penuh duka. Seminggu penuh mereka terpuruk. Kehidupan harus terus berjalan. Kini ibu-anak itu mengarungi kerasnya hidup. Dengan penghasilan yang pas-pasan sebagai guru berhasilkah Awan Rojo Panemu menyelesaikan pendidikannya?

Mendaki bukit selalu berawal dari lereng sini untuk bisa mencapai puncaknya. Buku itu bukan hanya jadi jendela dunia, namun juga akan jadi sayapmu untuk terbang mengangkasa, menjelajah dunia.

Buku seperti dengan cepat akan terlupakan. Sekali cetak, menghilang. Lebih layak disebut novelet karena tipis. Sekali baca, lupakan. Nyaris semua pengetahuan (yang mungkin jadi tujuan ditulisnya buku ini) yang disampaikan dengan mudah ditemukan di internet. Asal usul kota Ngawi. Sejarah museum Trinil, Sangiran, Benteng Pendem, arti lambang kota Ngawi. Wait, arti lambang kota Ngawi dituturkan juga? Yup, kalian sedang belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bukan?

Ojo gumunan, ojo getunan, ojo kagetan, ojo aleman. Urip iku urup.

 

Surga Kecil Di atas Awan | oleh Kirana Kejora | editor Cahyaning | Penerbit Euthenia | Cetakan I, 2015 | III, 184 hlm | 13×19 cm | ISBN 978-602-1010-45-7 | Skor: 1,5/5
Karawang, 200416 # TheAdams – Gelisah

Notevole, Lazio!

Kalian terkejut atas penampilan menawan Lazio semalam? Ya, saya juga. Karena saya ketinggalan debut sensasional Simone Inzgahi pekan lalu. Apa yang saya saksikan kala menjamu Empoli sungguh menggembirakan. Hebat, tranformasi singkat dari Pioli ke Simone ternyata berjalan keren. Terlihat di tribun sang kakak, Fillipo Inzaghi kasih dukungan.

Memainkan pola 4-3-3 Lazio menang meyakinkan. Di bawah mistar entah kenapa Machetti masih dipercaya. Pengen lihat Guido atau Matosevic turun padahal. Lulic yang sudah kembali di bek kiri. Gentiletti dan Hoedt di sentral serta Patric di kanan. Senang sekali menonton anak muda lulusan primavera the Great ini akhirnya manjadi pemain inti. Di tengah Biglia jadi playmaker, Parolo gelandang kiri dilengkapi Onazi di kanan. Akhirnya Onazi kembali menemukan kepercayaan dirinya setelah tersingkir. Sektor penyerang, mengejutkan. Pemain sebesar Felipe dicadangkan, padahal dia fit. Diganti oleh striker masa depan, Keita Balde. Pos striker murni diisi sang senior Klose untuk melengkapi Candreva di kanan. Formasi ini persis dengan yang dipakai kala menumbangkan Palermo. Sang tamu tak menurunkan Tonelli, pemain yang saat ini santer diberitakan akan berbaju Lazio.

Mendengar pekan lalu kita main ofensif, maka saya menuntut hiburan yang memikat. Dan Simone menyajikan dengan mewah. Tepat ketika bola resmi digulirkan, pemain Lazio langsung bergerak cepat seakan mengejar maling. Bola dimanapun di-uber. Seperti pekan lalu yang bisa unggul cepat, kali ini juga berhasil. Menit keenam, sepakan keras Parolo mengenai tangan pemain belakang Empoli di kotak terlarang. Semenit berselang, Candreva sukses mengecoh Pelagoti. 1-0. Setelahnya adalah hiburan kelas atas. Mirip strategi Sven Goran Eriksson. Pressing ketat, saat menyerang semua pemain terlibat jadi jangan heran Lulic dan Patric bukan sekali-dua-kali berjibaku di kotak lawan. Begitu jua saat bertahan. Klose dan Keita sampai bentrok dengan Piu. Benar-benar semangat 1900. Yang paling menonjol tentu saja Keita Balde. Striker keling ini seakan pamer skill. Serangan nyaris selalu ke kiri ke kakinya. Dalam sebuah adegan, Keita memperagakan gaya Dinho di mana ia menyepak bola, mengoper  tanpa melihat rekan. Indah, sungguh menawan.

Keita menari-gocek bola seakan menampar Pioli bahwa keputusan mencadangkannya salah. Laziale terus dihibur, dan ini yang mengejutkanku: ia tak egois. Saya pernah berujar dalam rencana serang jangan sekali-kali menempatkan Keita-Candreva dalam satu segmen. Analisis itu dimentahkannya karena ia memanjakan Klose. Sementara Can masih sama, egois paksa shoot. Onazi kembali, pemain dengan sprint yahud ini juga kembali menemukan bentuknya. Sayangnya semangat itu ternoda oleh Leandro Paredes. Pemain pinjaman tetangga ini selalu memprovokasi, sering guling-guling ga jelas. Setiap bola menyentuh kakinya seisi Olimpico mem-b000. Emosi itu menghasilkan tiga kartu kuning dalam enam menit untuk Keita, Biglia dan Parolo.

Setengah jam berjalan belum tambah gol. Umpan lambung di depan gawang yang jadi posisi favorit Klose, tumben ditanduk melebar. Lazio the Great memperagakan permainan jelas dan lepas. Komposisi seperti ini menguras energi karena pemain terus bergerak. Wajar Onazi kini jadi pilihan. Dan semenit jelang turun minum ia bikin gol. Melalui skema saru bermain one-two dengan Klose yang tak egois. Onazi menyepak bola yang tak terjangkau kiper. 2-0. Gairah resafel.

Babak pertama mutlak milik kita. Njomplang. Babak dua Inzaghi tetap memperagakan permainan posisi. Bola terus dikejar. Lawan tak dikasih kesempatan memainkan rencana. Namun sejam berjalan Lazio mulai kehabisan bensin. Waspada kalau lawan tim kuat. Skor masih 2-0, kita melakukan pergantian beruntun Keita diganti Felipe dan Djordjevic mengganti Klose. Pergantian ini ternyata makin menurunkan tempo. Sepertinya mereka mulai lelah. Bahkan Candreva ga mau turun ke belakang saat keserang, hanya jalan dan meminta minum. Energi mereka terkuras di babak pertama. Patric lalu digantikan Basta. Patric terlihat sedikit pincang karena salah blok. Praktis pertandingan selesai tanpa ada shot on goal dari kubu Empoli, b

Kemenangan yang wajar. Inzaghi dalam jumpa press pasca laga berujar: Lazio wins not easy. It’s now time to look ahead, we played well today and could have scored more. Dua kali main dua kali menang, clinsit. Inilah pertama kalinya musim ini kita bisa beruntun clinsit. Kemenangan yang menjadikan poin sama dengan Sasso dan tetap berjarak 4 poin dengan Milan yang semalam menang tipis di debut Brocchi. Man of the match saya pilih Klose, pemain ini menampilkan ketenangan yang luar biasa. Tidak egois, finishing bagus. Pemain lain harus belajar darinya. Miro selalu bermain dengan hati, menunjukkan kebanggan berbaju Elang biru. Sangat layak diperpanjang kontraknya. Sangat layak pensiun di Lazio.

Laga sesungguhnya adalah Kamis dini hari nanti saat bertandang ke Juventus stadion. Bisakah Inzaghi memutus kekalahan dari si Zebra? Oke, lets put your henad together, a round of applause please, Juventus is await. See…

Lazio 2-0 Empoli (Candreva 7’ – pen, Onazi 44’)

Lazio: Marchetti; Patric (Basta 83), Hoedt, Gentiletti, Lulic; Onazi, Biglia, Parolo; Candreva, Klose (Djurdjevic 70), Keita (Felipe Anderson 63)
Empoli: Pelagotti; Laurini (Bittante 19), Cosic, Costa, Mario Rui; Buchel, Paredes (Diousse 68), Croce; Saponara; Pucciarelli, Piu (Mchedlidze 59)

Karawang, 180416 * Pram – Midah

Saga No Gabai Bachan (Yoshichi Shimada)

image

Ini buku dari Negeri Matahari Terbit. Kuharap dapat sesuatu yang wah, namun ternyata hanya cerita sederhana. Seperti membaca diari penulis semasa kecil. Tak semua yang impor dan best seller itu dapat memukau, bukan? Nah buku ini salah satunya. Sama saja, di luar sana juga banyak yang memakai nama pena. Nama asli Yoshichi Shimada adalah Akihiro Tokunaga.
Kisahnya bergulir lancar tanpa konflik berarti. Mungkin karena penceritaannya yang monoton sehingga apa yang disajikan jadi datar. Dengan sudur pandang orang pertama, Akihiro menceritakan masa kecilnya. Bermula dari latar belakang keluarga. Tinggal di kota besar Hiroshima bersama ibu, ia adalah seorang yatim karena ayah sudah meninggal ketika ia masih kecil. Hiroshima, dari buku-buku yang kita pelajari di Sekolah adalah kota pertama yang dijatuhi bom atom tahun 1945, beberapa hari kemudian Nagasaki menyusul. Nah cerita ini menyinggung sejarah itu. Hiroshima pasca tragedi, masih terindikasi radio aktif yang tinggi. Seperti yang dituturkan di pembuka bab pertama, “… aku berkata demikian karena kalau saja bom atom itu tidak dijatuhkan, ayahku tak akan mati dengan menderita.”
Saat Akihiro kelas dua SD, datanglah bibi Yoshiko-can dari Saga. Kedatangan bibinya itulah yang mengubah segalanya. Kunjungan yang tak biasa karena saat di stasiun kereta api, saat kereta mulai bergerak si kecil Akihiro didorong ibunya ikut masuk kereta. Ternyata ibunya tanpa sepengetahuannya, menitipkan Akihiro ke neneknya di Saga. Karena kemiskinan, dan takut pergaulan di kota, ia tinggal di rumah nenek. Anak sekecil itu, tentu saja awalnya panik jauh dari orang tua. “Aku sedih. Aku merasa sepi. Aku merasa merana karena terpisah dari ibu. Aku ingat aku berfikir bahwa seumur hidup takkan pernah lagi ada perasaan yang lebih berat dari itu.”
Adaptasi di tempat asing pun dimulai. Di Saga, Akihiro dikenal sebagai anak kota. Sekolah di SD Akamatsu ternyata sederhana, belajar hanya dilapisi tikar dan murid-murid duduk di atasnya. Seolah-olah ia terlempar di masa zaman dahulu kala. Wah, tempat yang bagus untuk belajar. Tempat yang sederhana adalah tempat yang bagus untuk menempa hidup. Akihiro yang merasa miskin, namun di Saga kehidupan satu tingkat lebih miskin. Beruntungnya ia mempunyai nenek yang tangguh. Nenek Osano menghadapi hidup ini dengan ceria.
Nah kisah ini akan didominasi ide-ide cemerlang sang nenek. “Kita turun-temurun miskin.” Ia sudah mengusung hidup miskin garis keras. Ide-ide beliau yang terlihat sederhana itu ternyata jadi hebat. Ia berjalan dengan magnet di belakangnya. Magnet yang ditarik di jalan itu akan membawa besi-besi di jalan, besi yang tertangkap akan dikumpulkan lalu dijual. Ia memasang jala di sungai dekat rumah, jala itu akan menangkap barang-barang yang dibuang dari pasar yang ada di hulu. Barang-barang itu dipilah dan dipilih, ada makanan, buah, sampai sayuran. Lalu dibersihkan dan jadi menu. Terdengar menjijikkan? Nope! Yang mengejutkanku, Jepang di zaman itu ternyata seperti Indonesia era sekarang ya, buang sampah sembarangan bahkan di sungai!
Akihiro yang ingin klub olahraga akhirnya gagal bergabung di karate, anggar atau sejenisnya yang membutuhkan peralatan. Neneknya menyarankan mending olahraga lari. Murah, sehat. Terpaan itulah yang membuatnya jadi hebat dalam atletik. Berjalannya waktu, saat ia kelas lima akhirnya ia ikut klub baseball. Baseball di sini mungkin semacam kasti karena skalanya kecil, bola ala kadarnya, pemukul seadanya. Dengan keunggulan berlari, ia pun menjelma jadi pemain hebat.
Nah saat di SMP barulah dia lebih fokus baseball. Merasa kurang bagus dalam nilai akademi, ia fokus ke hal lain sampai akhirnya diangkat jadi kapten tim. Sebuah kemewahan yang jarang didapat Akihiro adalah sang nenek yang tahu cucunya kapten langsung membelikan sepatu atletik seharga 10,000 Yen. Dan seterusnya dan seterusnya, kisahnya adalah semacam buku harian yang dituturkan datar. Bagaimana bisa Yoshichi Shimada bukannya jadi atlit baseball malah jadi pelawak “B&B”?
Untungnya buku ini ditutup dengan kutipan-kutipan bagus dari sang nenek, saya nukil beberapa yang menarik:
Jangan bicara sedih di malam hari. Kisah sulit jika dibicarakan siang hari, tidak akan terasa begitu sulit | Nilai rapor apa pun asal bukan nol tidak masalah. Kalau satu dan dua dijumlahkan, hasilnya tetap akan jadi lima | Bebaikan sejati dan tulus adalah kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang yang menerima kebaikan | Pelit itu payah! Hemat itu jenius! | Berhentilah mengeluh “panas” atau “dingin”. Musim panas berhutang budi pada musim dingin, demikian pula sebaliknya | Hiduplah miskin dari sekarang. Bila sudah kaya, kiat jadi pelesir, jadi makan sushi, jadi menjahit kimono, hidup jadi kelewat sibuk | Jangan terlalu rajin belajar. Bisa-bisa nanti jadi kebiasaan | Jangan terus berfikir hari esok di hari ini. Pikirkan seratus-dua-ratus ke depan. Bakal ada 500 orang cucu dan cicit yang terlahir, sungguh membahagiakan, bukan?! | Ada dua jalan buat orang miskin. Miskin muram dan miskin ceria. Kita ini msikin yang ceria | Orang pintar maupun orang bodoh. Oarng kaya maupun orang miskin. Lima puluh tahun kemudian, semua bakal sama-sama berusia lima puluh tahun | Sampai mati, manusia harus punya mimpi. Kalaupun tidak terkabul, bagaimanapun itu kan cuma mimpi? | “Nenek aku sama sekali tidak mengerti Bahasa Inggris” – “Kalau begitu kau tulis saja ‘Aku orang Jepang’ – “Aku juga ga suka huruf Kanji” – “Tulis saja ‘Aku hidup dengan Hiragana dan Katakana’” – Aku juga benci sejarah” – “Sejarah juga? Tulis saja, Aku tidak menyukai masa lalu!’”
Nenek Hebat Dari Saga | terjemahan dari Saga No Gabai Bachan | By Yoshichi Shimada | copyright 2001, ilustrasi copyright 2004 Jiro IHA | originally published by Tokuma Shoten publishing Co., Ltd in Japan | Penerjemah Indah S Pratidina | koordinator penerjemah Mikihiro Moriyama | Penerbit Kansha Books – a division of Mahda Books | Cetakan kedua, Mei 2011 | ISBN 978-602-97196-2-8 | Skor : 2/5
Karawang, 170416 – Rio H on track Grand Prix Shanghai, China 2016

Laga Kedua Simone

image

Kuis reguler the Great dibuka. Lawan Empoli. Seret Skuat bung Adit. Semua seperti biasa. Ditutup Sabtu jam 20:00. Good Luck Foc-ers!

Pemain-pemain yang disiapkan Simone Inzaghi:
Portieri: Marchetti, Guerrieri, Matosevic;
Difensori: Basta, Bisevac, Gentiletti, Germoni, Hoedt, Mauricio, Mattia, Patric;
Centrocampisti: Biglia, Candreva, Cataldi, Felipe Anderson, Lulic, Milinkovic, Morrison, Onazi, Parolo;
Attaccanti: Djordjevic, Keita, Klose, Matri

Empoli (4-3-3) : Skorupski; Laurini, Tonelli, Ariaudo, Mario Rui; Buchel, Zielinski, L. Paredes; Saponara, Pucciarelli, Maccarone

LBP 3-0 all
Semangat tinggi resafel Pelatih terus menghasilkan poin. Berikutnya Empoli bakal dihancurkan. Klose makin menawan.

Fahrur
Lajio 2-1 empoli goal candreva
Analisis: Lajio bwermain di bwh tekanan. Empoli bermain tertekan. Saling menekan sampai pingsan.

Widy
Lajio 3-1 Empoli,Candreva
Lajio maen lagi.Lawannya Empoli.Punya pelatih anyar sepertinya bakalan menang nih Injhagi 3-1

Dc
Lazio 2-0 Empoli Klose
Awal yg bagus telah dimulai oleh Simone. Kali ini main kandang versus tim lemah sepertinya 3 angka bisa diambil. Laziale bisa berharap dari laga ini

Mads
Lazio 3- 0 empoli sama skor  (X)
Klose
Aku wes nyerah bud.Lazio menang.klin sit.artikelpun merajalela.😥

Sapin
Lazio 1-1 Empoli. Felipe.
Asa lazio pasti padam. Empoli akan menghadang. Simone geram.

Zulk
Lazio 4-1 Klose
Dibawah tangan panas Simone, Lazio dalam semangat baru, kemenangan besar pekan lalu akan menjadi awal kemenang2an besar lainnya.

Lik Jie
Lazio 1-0 empoli
Klose
Aslinya mau nebak menang empoli.Tapi ga tau pemainnya.Ya sudahlah buat lazio sajalah.

Erwin
Lajio 2-2 Empoli (Macarone)
Elang masih galau. Simone juga galau. Arief hrs buat kuis.

Aditya
Lazio 2-1 Empoli, Klose
Lazio akan menang susah payah. Empoli siap berdarah-darah. Menang akan terasa sangat lelah.

Panji
Lazio 1 – 2 empoli
macarone
Main di tandang, empoli main ngotot. Sementara Lazio stuck. Simeone musti kerja keras untuk selanjutnya.

Takdir
Lazio 1- Empoli 1. Klose.
Entahlah. Dunia semakin aneh. Ngantuk belum ngopi. Felipe setara cristiano ronaldo.

Huang
Lazio 2-1 empoli, biglia
Sebenarnya kedua tim sama2 bermain bagus. Hasil 1-1 bertahan sampai menit 89. Lalu lazio teringat sundulan dejan lovren di menit2 sekarat. Dan gol kemenanganpun tercipta. Lazio tenggelam dalam yuforia kemenangan nan dramatis. Mereka tak ingin lagi bertemu barca, mereka ingin pergi ke anfield. Mereka rindu liga malam jumat.

Andi
Lazio 2-0 Empoli Anderson
Maen dikandang akan lebih semangat…apalagi pelatih yang baru…bakal ngaseh kemenangan buat lazio..

Teguh WW
Lazio 1-0 Empoli
Klose
Pelatih baru motivasi baru dan yentunya semangat baru.poin penuh akan di raih si biru langit kala menjamu tim kasta bawah empoli.skor tipis 1 – 0 untuk biancoceleste.

Saepul
Lazio v Empoli, 3-1 keita
Pelatih baru, semangat baru, apalagi main Home, pasti seruuu…
#forzalazio

Takdir man… Eh sudah!

Karawang, 170416

Mind Blowing, Anfield

image

Divock Origi: “Klopp told us to create a 2nd half that our grandchildren remember.”
Drama tujuh gol. Ini bukan pertama kalinya Liverpool membuat penonton berdecak kagum akan sebuah pertandingan yang sarat keseruan. Laga yang sangat membara, bakar! Bakar! Bakar! Setidaknya di separuh kedua itu tersaji dengan determinasi dan kualitas tinggi. Sesak, tegang, jantung berdegup, panik, sebutkan saja segala jenis kosa kata perasaan yang pernah tercipta layaknya Anda menanti kedatangan seorang kekasih yang lama tak bertemu. Sungguh celaka, orang-orang yang terlelap di malam Jumat kala Liverpool bentrok BVB di stadion Anfield (13/4) dalam tajuk perempat final leg 2 UEL. Pertandingan gila semacam ini hanya muncul dalam 5 atau 6 tahun sekali. Dan beruntunglah saya jadi salah satu saksi Anfield membara yang menakjubkan itu.
Pertama yang harus kalian ketahui, di tulisan ini saya ga akan bermain dalam detail data dan statistik karena di era sekarang informasi semacam itu akan dengan mudah kalian dapat di ribuan situs. Kedua, saya Laziale. Sehingga keputusan saya menyaksikan pertandingan ini semata-mata dari sudut pandang seorang penyuka bola jadi tenang, saya akan tetap (mencoba) objektif. Jumat dini hari Liverpool yang mengantungi satu gol tandang akan bisa lolos bila skor akhir 0-0 atau menang dengan angka berapapun. Memakai ban hitam sebagai penghormatan tragedi 27 tahun Hillsborough, Klopp menyimpan Sturridge. Sementara BVB memainkan seorang target man Emerick Aubameyang, jelas Dortmund mengincar gol secepat mungkin.
Dan harapan itu terkabul. Sesaat setelah kick-off Aubameyang mendapat peluang pertamanya namun sepakan melebar. Tak lama dari itu tepatnya menit kelima sukses Mkhitaryan menaklukkan Mignolet. 0-1. Melalui serangan balik, Miss yang terjadi antara Countinho dan Moreno menjadikan Mkhitaryan bebas mencetak nilai. Start yang buruk. Skor yang sulit buat tuan rumah. Keadaan makin berat ketika Reus  berhasil merebut bola di tengah kemudian Aubameyang menjadikan papan angka 0-2 hanya berselang lima menit. Bahkan kalau mau jujur, harusnya ada 4 gol ke gawang Mignolet sebelum turun minum. Eksekusi akhir Dortmund sedang kurang Oke. Sampai di sini kalian harus tahu, aggregat 1-3 sehingga Reds membutuhkan tiga gol. Ke gawang Weidenfeller? Rasanya mustahil. Babak pertama yang memilukan publik Anfield itu ditutup.
Babak kedua Liverpool yang butuh gol cepat untuk asa mengejar, dan terkabul di menit 47 oleh Origi. Umpan Can dengan sukses dikolong ke Weiderfeller. Gol yang membuat saya menyingkirkan selimut untuk ikut konsentrasi menonton. Origi kepada pers ketika ditanya apa yang Klopp lakukan di tengah babak? “Ayo ciptakan momen agar bisa dikisahkan kepada anak cucu. Buat malam ini menjadi spesial untuk fans!” Berharap mendapat pertandingan yang lebih bermutu. Sayang, konsentrasi pada usaha di depan membuat bagian belakang kecolongan. Melalui serangan balik, Reus yang menerima umpan lambung jeli menempatkan bola di jala Reds menit 57. Skor 1-3, aggt 2-4 keadaan kembali reset di awal babak dua, butuh tiga gol. Saya menarik selimut, untuk menonton sambil tiduran. Menit 62 Klopp melakukan double sub: Firmino dan Adam ditarik diganti Allen dan striker maut Daniel sturridge. Sebenarnya kuncinya di sini. Klopp sukses dalam menangani situasi. Tahu apa yang dibutuhkan saat situasi sulit. Respon cepat guna mengejar ketinggalan. Sang pelatih terus meminta anak asuhnya ofensif. Serangan terus digeber.
Dukungan mengalir, terus bernyanyi ‘You’re Never Walk alone’ jelas membuat tamu semakin gugup. Gol balasan dengan cepat tercipta, wow. Menit 66 melalui umpan Milner, Coutinho mencetak aggt 3-4. Gol khas jarak jauh. Dua gol lagi. Saya ke dapur masak aer. Kelar buang air kecil, papan skor sudah 3-3, Liverpool benar-benar tak menyerah. Reds kini hanya butuh satu gol. Melalui sebuah replay saya lihat gol Sakho tercipta dengan cantiknya. Bek incaran Lazio itu, menanduk bola dari sepak pojok Coutinho. Bek keling itu berdiri bebas di depan gawang sehingga sundulannya membuat gemuruh seisi Anfield. Pertandiang memanas, sepanas kopi yang saya seduh. Malam Jumat yang menegangkan.
Pemain BVB mencoba mengulur waktu. Pemain Liverpool memaksimalkan waktu tersisa. Menit 80 Emre Can cidera. Memaksa Klopp menggantinya dengan Lucas. Tim tamu merubah strategi ke defensif dengan double sub di menit 83. Castro dan Reus ditarik. Si Merah mencoba bola dipaksa secepat mungkin aktif di kala tersisih keluar. Dalam sebuah serangan Reds, umpan lambung ke sisi kiri,  terlalu deras bola keluar lapangan. Sturridge dengan gesit mengambilnya membawa si kulit bundar ke titik tendang Weiderfeller. Kejadian seperti ini saya lihat bukan sekali-dua-kali. Origi melakukan hal yang sama di sisi kanan. Kerja keras yang luar biasa. Tidak manja. Saya yang tadinya ngantuk jadi fokus ke pertandingan. Pemain BVB jumpalitan menahan serangan. Pemain Livepool mengocok serangan spartan. Berondongan peluru yang berharap salah satunya mengenai sasaran itu berkat dorongan semangat Klopp di pinggir lapangan, berkat dukungan penuh suporter. Fan Reds bernyayi, fan Bvb tak mau kalah terus membakar Anfield.
Ternyata malam itu, TAKDIR berkata “Kun” untuk doa-doa fan Liverpool. Yang terjadi, terjadilah. Peluru yang diharap Klopp itu akhirnya benar-benar kena sasaran. Memasuki menit pertama injury time. Detailnya, bola free kick Milner disepak rendah ke arah Sturridge yang ada di kotak penalti, ia berlari menyongsongnya, lalu Daniel menggoreng di sisi kanan. Milner maju membuka ruang dan menerima bola kembali, dengan jeli mendorong bola ke dekat garis dan masih dalam pengawalan ketat, ia menyepak lambung ke tengah gawang. Lomba lompat terjadi, dan beruntunglah Dejan Lovren. Dia memenangi duel udara itu untuk menempatkan bola di pojok yang tak terjangkau kiper. Dan pecahlah seisi stadion. Lovren berlari ke pojok lapangan diikuti pemain lain merayakan klimak cerita. Nyelorot. Merayakan gol yang ajaib, mind blowing Anfield. Kopiku tumpah saking terkejutnya. Semacam analogi klimak bukan?
Twit resmi dari  Liverpool FC (@LFC):
GOALLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL,  saya ketik persis jumlah ‘g’, ‘o’, ‘a’ dan ‘l’ nya. 3 menit tersisa di injury time berbalik. Dengan skor 4-3 atau aggt 5-4, kini BVB yang terus mengejar bola. Reds membuangnya. Dan yah, apalah tiga menit itu saat sudah di titik puncak. Hanya pemulihan stamina tanpa shot on goal. Fan BVB terdiam, bahkan ada yang menangis. Saat peluit akhir terdengar para pemain Liverpool merayakannya seakan sudah juara. Klopp seperti biasa, agresif ikut dalam euforia. Menyapa penonton, kasih applaus, senyum ceria sebuah tiket semifinal. Keadaan sebaliknya BVB. Fan BVB mungkin berfikir, Klopp jahat terhadap mantan. Inilah hiburan sejati, profesionalisme dibalut thriller. Nolan twist. No no no, skenario Nolan memang kerap mengejutkan namun ini lain. Ini kejutan yang aneh. Tarafnya di atas menumbangkan Norwich City 5-4 awal tahun ini. Tapi tetap yang terbaik final Champion kala menekuk Milan.
Fan BVB, mereka mungkin melakukan sumpah serapah dalam 50 bahasa yang berbeda kepada Klopp, melihat jahatnya sang mantan. Dan saya percaya salah satunya akan terkabul.
Dari 50 itu tentunya tak semua sumpah buruk, bukan? Bisakah ini jadi tropi pertama Klopp di Liverpool? Total kalau lancar masih ada 3 pertandingan. Sebelum ke sana, Reds terlebih dulu harus berhasil menenggelamkan Kapal Selam Kuning. Klopp sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Komentator RCTI berujar, “coba bayangkan seandainya Klopp memegang kendali sedari awal musim, bukan di tengah musim menggantikan Brendan Rodgers.”
Liverpool 4-3 BORUSSIA DORTMUND ( aggregat 5-4)
0-1 Mkhitaryan 5′
0-2 Aubameyang 9′
1-2 Origi 48′
1-3 Reus 57′
2-3 Coutinho 66′
3-3 Sakho 78′
4-3 Lovren 90′
LIVERPOOL: Mignolet; Clyne, Lovren, Sakho, Moreno; Can (Lucas 80′), Milner, Lallana (Allen 62′), Coutinho; Firmino (Sturridge 62′), Origi
BORUSSIA DORTMUND: Weidenfeller, Piszczek, Papastathopoulos, Hummels, Schmelzer, Mkhitaryan, Castro (Guendogan 83′), Weigl, Reus
(Ramos 83′), Kagawa (Ginter 77′), Aubameyang.
Congrats  Reds family on FOC: Jokop, Mads, Iin & Andhika CB
Karawang, 160416 * Peterpan – Ku Katakan Dengan Indah