The Jungle Book: Run Mowgli Run!

Shere Khan: I can’t help but notice there’s this stange odor day. What is it, this scent? It’s almost like some kind of man-cub.

Dari buku favorit karya Rudyand Kipling diadaptasi oleh sutradara favorit Jon Favreau. Dibintangi aktor favorit Ben Kingsley. Inilah salah satu film yang paling saya tunggu tahun ini. Salah duanya tentu saja adaptasi buku favorit lainnya, “The BFG” karya Roald Dahl dan “Fantastic Beast and Where To Find Them” karya JK Rowling, Spin-off Harry Potter. The Jungle Book molor dari jadwal rilis semula yang seharusnya bulan Oktober tahun lalu. Banyak orang kecewa Iron Man 3. Saya tidak. Twist-nya sangat terkesan. Jon memang suka nyeleneh. Bahkan anak-anaknya diajak mengisi suara. Kalau kalian terkesima sama the wolf gray, itu yang isi adalah Brighton Rose, putri Jon. Selain Ben aktor-aktor besar lainnya ikut ambil andil. Film ini adalah reuni pertama Scarlett Johansson dan Bill Muray setelah Lost In Translation. Disney memang berusaha tak membuat kecewa fan.

Karena saya sudah membaca bukunya maka apa yang ditampilkan tak terlalu membuat tanya sedari menit pertama. Adegan pembuka menyiratkan bahwa kisah ini sudah sangat umum, jadi tanpa pengantar kita diajak langsung berlomba lari dengan Mowgli (diperankan dengan bagus oleh Neel Sethi) dan kawan-kawan. Mowgli adalah anak manusia yang tumbuh bersama kawanan serigala. Hidup di hutan Kanha, India. Hutan rimba ditampilkan dengan menakjubkan. Megah, indah. Setting memang India, namun segala nyuting di LA center studio, California. Dipimpin oleh serigala tua Akela (disuarakan oleh Giancarlo Esposito), dibesarkan oleh serigala Raksha (Lupita Nyong’o) dibawah pengawasan macan kumbang hitam Bagheera (Ben Kingsley) mereka hidup rukun. Batu perdamaian yang ada di sungai yang dangkal, di mana semua binatang dilarang menerkam satu sama lain. Indah sekali menyaksikan binatang-binatang itu rukun meminum air. Tampilan animasi visual memang jadi salah  satu kekuatan film ini.

Muncullah macan penuh dendam Shere Khan (Idris Elba) yang mengincar anak manusia karena dendam. Alasan dendamnya ditampilkan di bagian lain secara sepintas oleh Kaa. Selama batu perdamaian masih tampak, aturan masih berlaku. Nah saat musim berganti, hujan turun dan air sungai meluap menenggelamkan batu perdamaian. Pertarungan dimulai. Mowgli diminta untuk meninggalkan hutan karena nyawanya terancam. Shere Khan memburunya. Adegan saat di padang ilalang diantara hewan herbivora itu dibuat dengan megah. Bagheera yang mengantar Mowgli untuk ke perkampungan manusia waspada. Dan benar saja, “Run Mowgli, Run!” Shere Khan menerkam, Mowgli berlari, Bagheera menahan. Sangat dramatis, sangat seru. Mendebarkan. Dalam rintikan hujan, Mowgli terselamatkan berkat keberanian melompat jurang dan menaiki barisan kerbau.

Sampai di sini, jelas banyak sekali bagian dari bayangan buku dirubah ke frame visual. Tak ada pengorbanan kerbau, belum munculnya Baloo serta pengawal Shere Khan. Dalam kesendirian Mowgli bertemu ular Kaa (Scarlett Johansson). Kaa untuk pertama kalinya dibuat karakter perempuan dan kedua kalinya jadi karakter jahat. Sebelumnya selalu laki-laki, sebenarnya sayang sekali aktris sebesar Scarlett muncul sekilas. Suaranya memang merdu sehingga pas untuk menghipnotis, ia dililit dan akan diterkam. Detik itu juga muncullah karakter favorit pembaca/pemirsa, beruang madu Baloo (Bill Murray). CGI Baloo adalah yang paling real. Bulunya, ekspresinya, erangannya. Sangat istimewa. Seakan berhutang nyawa, Mowgli lalu membalas jasa sang beruang dengan mengambilkan madu lebah. Penuh resiko, penuh lelucon. Mungkin adegan saat Mowgli yang terayun dalam misinya mencuri madu adalah salah satu adegan paling memorable 2016 sejauh ini. Binatang-binatang di bawah ngerumpi, dari mangoose, landak, tupai takjub akan otak manusia. Dalam percakapan itu kita tahu, monyet pernah mencoba dan gagal. Lucu, aneh, menyenangkan sekali.

Setelah beberapa menit yang indah itu, konflik dibuka kembali. Kini giliran gerombolan monyet yang berperan. Diculiknya Mowgli, untuk dibawa ke king Louie (Christopher Walken) raja monyet bandar-log. Perwujudan imajinasi dari buku ke visual bagian ini juga sangat bagus. Monyet-monyet bergelantungan, Mowgli yang panik di punggung, diseret menghadap raja Louie. King Louie dibuat dengan fantastis. Besar bukan sekedar orang utan  namun seekor gigantopithecus, nenek moyangnya orang utan. Sehingga terlihat sensasional. Memang di buku diceritakan mereka tak punya pemimpin, namun sangat rasional melihat kawanan ini harus ada yang menggerakkan. Candi dan bangunan runtuh tempat sang bandar-log disetting dengan bagus. Lalu lagu lawas “I Wanna Be With You” didendangkan dengan unik. Kemunculan pertamanya yang dramatis mirip film King Kong (2005) saat Kong pertama kali ketemu Naomi Watts. Seperti di buku, bagian ini bisa dibereskan dan kembali ke hutan untuk menghadapi musuh utama Shere Khan. Dengan bunga api di tangan, dan ratusan binatang di belakang Mowgli mereka berduel. Siapa unggul?

Secara keseluruhan saya puas. Sangat puas. Menyenangkan sekali melihat sekumpulan binatang bicara, dan ada jiwa di dalamnya. Pantas sekali binatang-binatang itu terlihat hebat karena ternyata proses dubbing-nya menggunakan suara binatang asli dibalut motion-capture VFX dan para aktornya meniru geraknya! Neel Sethi, yang memenangkan audisi dari ribuan anak memainkan anak yang hilang dengan sangat pas. Aktor baru dari India ini punya masa depan cerah.ada trivia menarik di bahu Mwgli di kiri terbentuk luka “R” dan bahu kanan “K”. bentuk luka itu adalah singkatan Rudyand Kipling, sang penulis.  Filmnya sendiri rilis awal di India sebagai penghormatan The Jungle Book yang ditulis penulis Inggris kelahiran India. Dan tentu saja sukses besar di sana.

Saya nonton bareng May dan Hermione. Tak henti-hentinya Hermi teriak tiap ada binatang yang diketahuinya muncul. “Ada serigala Ayah!” “Ada burung…” “Ada sapi, bunyinya emoooooohhh…”. “Itu kura-kura!” dan seterusnya dan seterusnya. Kalau ada yang ga diketahui dia akan bertanya, “Itu apa Ayah?” atau diam dan ngeremeng menatap ke layar. Benar-benar berisik, aktif. Sampai kita berbisik ke Hermi, “susunya diminum” yang berarti dia akan minum dan tak ngoceh. Memang tujuan saya memaksa nonton film ini adalah untuk menyenangkan si Kecil. Sayang saat di bagian Bandar-log runtuh dan tempo film menurun Hermi tertidur sehingga dia tak melihat gajah bersatu di akhir. May sendiri bilang film ini bagus, jauh lebih bagus ketimbang Batman V Superman: Dawn of Justice yang bulan lalu juga kita tonton bareng. Yah, segmen memang beda, tapi tetap kepuasan adalah yang utama. Ketika film berakhir, jangan langsung pergi meninggalkan kursi. Ada potongan-potongan buku yang dibuat dengan indah diiringi lagu “I Wanna Be With You”. Sequel? Saya tunggu dengan tidak sabar.

The Jungle Book | Directed by Jon Favreau | Screenplay Justin Marks | Cast Bill Murray, Ben Kingsley, Scarlett Johansson, Neel Sethi, Idris Elba, Lupita Nyong’o, Christopher Walken, Giancarlo Esposito | Skor: 4/5

HR NICI Room, Karawang, 270416 #Sherina Munaf – Sing Your Mind

Advertisements

3 thoughts on “The Jungle Book: Run Mowgli Run!

  1. Pingback: Best Film 2016 | Lazione Budy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s