Harapan Itu Bernama Simone

Pecah juga akhirnya. Setelah berbulan-bulan gencar menyebar virus hastag #PioliOut akhirnya semalam setelah (kembali) tampil mengecewakan, manajemen SS Lazio resmi memecat Stefano Pioli. Datang dengan nada pesimis setelah “sukses” mengantar Bologna degradasi tahun 2014, Lazio secara mengejutkan menunjuknya sebagai pelatih kepala. Padahal sebelum dia ditunjuk, banyak nama beken jadi kandidat. Tak ayal dari Marcelo Lippi, Roberto Di Matteo, Cesare Prandelli sampai Sinisa Mihajlovic. Pemilihan Pioli tentu saja banyak kita cibir. Tak ada darah biru di tubuhnya, mantan pemain Juventus ini bergeming. Skuat kokoh peninggalan Edy Reja diramunya. Ditambah pemain-pemain bagus seperti Filip Djorjevic yang mentas dari Liga Perancis dengan label bomber subur dan lulusan primavera macam  Perea, Pranjo Prce, Guido Guerrieri akhirnya perahu Lazio mengarungi musim 2014/2015.

Diawali dengan hasil kurang memuaskan sampai bulan November 2014, Pioli lalu melakukan perubahan drastis dengan memposisikan Felipe Anderson sebagai playmaker dan mendorong Djorje sebagai target man. Hasilnya, perlahan Lazio bangkit. Saat pergantian tahun 2015 naas, world class striker Filip Djorjevic cidera parah. Saying sekali terjatuh saat dalam op performa. Tumbangnya Djorje sayangnya tak secepatnya diantisipasi, padahal tutup jendela transfer masih sangat lama. Memang penyakit lama Lotito terlalu menggenggam erat dompetnya. Melalui rekor 8  kemenangan beruntun dengan menantang Roma dan Juve dalam paju scudetto, sayangnya Pioli tak melakukan variasi strategi. Hasilnya pasca rekor dihentikan Juve, Lazio kembali limbung. Walau hasil akhir musim itu tak menghasilkan gelar, namun memang patut diapresiasi. Menempati posisi 3 sebagai batas zona Champion, sampai ke final Coppa Italia dan hanya kalah gap sebiji gol dari Juve. Bahkan di final itu kita nyaris menang karena tendangan Djorje nerpa mistar di extra time, sebelum gawang Machetti dijebol Matri. Sebuah hasil yang impressive.

Sayangnya ketika musim berganti dan skuat mengalami pasang-bongkar. The Great seakan kehilangan jati dirinya. Musim 2015/2016 benar-benar kacau, bahkan sedari awal mulai. Detail review akhir musim akan saya bahas nanti di pengujung Liga. Intinya musim ini hancur lebur. Saya sudah pasang #PioliOut sedari kalah dari awal tahun dan menginginkan Simone Inzaghi naik kelas. Hastag itu kembali saya dengungkan saat kita tersingkir dari EL setelah kalah memalukan di Olimpico dari Sparta. Dan akhirnya terealiasi malam tadi. Walau terlambat, setidaknya hal ini terpenuhi.

Berbekal hasil menyeramkan semalam, dikutip dari La Gazetto Dello Sport 400 Laziale turun ke jalan melakukan protes di Formello. Mereka dihadang polisi setempat. Terjadi baku lempar dan akhirnya masa dibubarkan dengan gas air mata. Beberapa saat setelah kekalahan itu, presiden Lotito membatalkan makan malamnya ketika di restoran bertemu seorang Laziale yang menghadang dan mencacimakinya. Bahkan dirinya diamcam dibunuh kalau tak melakukan perubahan. Setelah didesak berbagai pihak akhirnya keputusan itu diambil. Kursi pelatih diserahkan kepada kepala tim Primvera Simone Inzaghi. Sang mantan striker Biancoceleste ini mempunyai tugas berat dalam 7 partai sisa ini. Inzaghi termasuk sukses dengan mengantar juara primavera. Tentu saja yang utama adalah mengembalikan mental pemain. Bawa lulusan Primavera-mu dan buktikan kamu layak.

Yang pertama dalam pemilihan skuat, seandainya saya Simone adalah mendepak pemain tak berguna. Machetti ada diurutan pertama. Kiper petakilan ini sudah tak sat visi dengan target juara kita. Bisevac gagal memenuhi kelas tinggi kita. Lalu pemain yang hatinya sudah tak di sini silakan hengkang. Selama harga Ok, sebaiknya dievaluasi untuk dilepas. Candreva yang main buruk semalam. Biglia yang sudah mulai mendua. Keita yang bercita-cita di Barcelona, namun Keita ternyata punya banyak andil sebaiknya jangan dilepas. Klose bias jadi keluar, namun karir panjang nan menawannya saying sekali kalau ditutup dengan musim yang buruk, sebaiknya tambah semusim. Djorjevic suruh lebih banyak belajar kesabaran di bangku cadangan. Silakan segalanya dirombak, asal satu aja JANGAN JUAL FELIPE bale ANDERSON.

Pertama, kiper orbitan Guido  pasang sebagai nomor satu. Keberhasilan Milan melambungkan kipper tak ber KTP Dona-who harus diapresiasi dan ditiru. Guido mempunyai reflek bagus, tinggi dan untuk kipper semuda itu sangat tenang. Wajib dicoba dalam partai sisa Serie A. Bagian bek yang paling mengerikan. Setalh lima bek absen, semalam Hoedt menambah daftar itu. Patric saya yakini bias cepat menyesuaikan. Tengah, nah ini Cataldi sangat rupawan dalam menyerang dan bertahan. Godok terus sebagai starter. Depan Keita ada di top list untuk terus diberi menit bermain. Lihat semalam, setelah Keita dan Klose masuk permainan langsung hidup. Gol Parolo, belasan peluang  dan dua kali nerpa mistar adalah bukti. Biarkan Keita Balde meluapkan emosi mudanya di atas lapangan. Satu lagi, panggil Chris Oiko dari Salerno. Tempat terbaik belajar adalah di kerasnya Serie A. Saya percaya dia adalah the next best thing.

Simone Inzaghi adalah eks penyerang Lazio. Karir prosesionalnya dimulai dari tim yang SELALU mengandalkan pemain asli Italia. Di akhir musim 1999, saat Lazio sedang dalam top permainan ia berlabuh ke Olimpico. Di musim pertamanya langsung scudetto. Setelahnya adalah histori menakjubkan. Sempat setengah musim mampir ke Il Samp, Simone memutuskan mengakhiri karir di sini. Sesuatu yang harus kita apresisi ketika dunia bola banyak menawarkan gemerlap Lira di luar. Setelah tiga musim menjajal manajerial junior, Simone diangkat pelatih primavera Lazio. Dan kesempatan di tim besar hadir hari ini menggantikan Stefano Pioli. Harapan itu bernama Simone Inzaghi. Kepadamu kita percayakan kursi panas itu. Jadikan sisa musim ini sebagai pemanasan untuk mengaruhi lautan Serie A berikutnya. Mari Laziale kita eratkan pegangan, Curva Nord ayo kita kembali dukung Elang Biru. Kalau bukan kita siapa lagi? Happy Birthday Simone, kado dari kami adalah tim dengan skuta bintang yang butuh Anda poles.Good Luck Mister Simone!

Karawang, 040416

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s