Captain America: Civil War – Simply Awesome

image

Steve Rogers: I’m sorry Tony. If I see a situation pointed south, I can’t ignore it. Sometimes I wish I could | Tony Stark: Sometimes, I wanna punch you in your perfect teeth
Captain America, Iron Man, Hawkeye, Winter Soldier, Scarlet Witch, Ant-Man, War Machine, Black Widow, Vision, Black Panther, Spider Man. Film dengan pahlawan sebanyak ini bagaimana meramunya? Tenang, hebatnya film ini seru. Hhhmmm…, Hulk dan Thor setelah dinanti dari menit ke menit ternyata tak muncul. Tagline-nya sendiri terbaca unik, semacam peribahasa ‘Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh’
Apa yang bisa lebih diharapkan dari sebuah film yang sempurna? Kepuasan menonton adalah harga yang dituntut ketika kita memutuskan membayar selembar tiket. Captain America: Civil War adalah contoh film yang sukses mempesona penonton. Terpesona dari awal, tengah dan akhir. Sebuah pengakuan sebelum kalian membaca lebih jauh tulisan ini, saya belum sempat menonton Ant-Man dan Winter Soldier jadi ketika penonton tertawa ngakak ketika kemunculan pertama di layar Paul Rudd saya hanya bengong. Lalu identitas apa yang sebenarnya ada pada Bucky, tetaplah saya tahan. Namun apalah itu, tak perlu menjadi pembaca komik untuk paham segalanya. Sebuah film yang bagus tetaplah bagus dan ini semacam puncak dari serangkaian film Marvel yang bertubi rilis beberapa tahun belakangan.
Maaf untuk teman-teman NICI (Rani, Yuli, Ghofur, Sheren, Sekar), saya terlambat datang jam 19:00 sehingga saat masuk studio 4 CGV Blitz Festive Walk – Karawang, film sudah menggelegar dalam pertarungan di Lagos, Nigeria. Dalam ketergesaan mencari tempat duduk, di layar Steve Rogers sang kapten Amerika (Chris Evans) sedang bahu-membahu dengan Sam Wilson sang Falcon (Anthony Mackie) dan Wanda Maximoff si Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) bertarung memperebutkan sesuatu. Crossbones (Frank Grillo) yang mengenakan rombi bom bunuh diri itu akhirnya meledak. Dampak perkelahian ini menewaskan 11 warga sipil. Sementara Tony Stark – sang Iron Man (Robert Downey Jr.) sedang ceramah untuk amal di universitas MIT. Tentang teknologi, tentang dana sukarela Stark Industries untuk kaum muda, berkaryalah! Sayang Pepper Potts tak muncul (apa kabar Gwyneth Paltrow). Lalu kita diajak duduk dalam rapat yang dipimpin General Thaddeus ‘Thunderbolt’ Ross (William Hurt). Ini adalah tampilan pertama jenderal Ross pasca Incridible Hulk (2008) yang mengecewakan itu. Ia memperlihatkan kekacauan film-film Avengers sebelumnya: New York, Sokovia, Lagos, dan lainnya. Gara-gara segala kekacauan itu, muncullah draft Sokovia Accords yang akan dibahas di Wina, tiga hari lagi. 117 negera yang mengusulkan tim Avengers dibawah naungan PBB. Segala misi dan tugas harus dalam pengawasan mereka. Waaa…, Avenger masuk ke ranah politik.
Tony tentu saja setuju, mengingat pasca presentasi di MIT dirinya ‘dicegat’ seorang ibu yang ternyata Menteri Luar Negeri yang sedih putranya tewas di tragedi Sokovia. Rapat ambil suara para jagoan ini tertunda setelah Steve menerima kabar duka dari London. Peggy Carter meninggal dalam damai di usia tua. Peggy adalah kekasihnya puluhan tahun lalu sebelum dibekukan. Anaknya, Sharon Carter (Emily VanCamp) memberi pidato penghormatan terakhir yang menyentuh. Tentang almarhum, tentang S.H.E.I.L.D. Lalu konflik yang sebenarnya dibuka, teror bom di Wina. Natasha Romanoff alias Black Widow (Scarlett Johansson) yang mewakili Avenger dalam pengambilan keputusan menjadi saksi ledakan ketika King T’Chaka (John Kani) berpidato. Ledakan yang menewaskan 9 orang termasuk beliau. Kematian itu membuat putranya T’Challa (Chadwick Boseman) diliputi dendam. Ini adalah debut sang Black Panther live-action.
Sang pelaku yang tertangkap kamera ternyata adalah Bucky Barnes sang winter soldier (Sebastian Stan). Steve yang mendengar itu langsung ke sana untuk menyelamatkan teman kecilnya. Pemburuan Bucky itu ditampilkan dengan sangat keren. Steve mencoba menolongnya dari kepungan polisi dan Black Panther. Kejar-kejaran, lompat dari satu gedung ke yang lain. Terbang, dan melibatkan banyak ledakan. Pas sekali untuk sebuah film musim panas. Sensasi sesak nafas itu diakhiri dengan pengepungan Bucky dan Steve. Mereka berdua lalu digiring ke Berlin untuk diinterogasi. Sementara di tempat lain, Zemo (Daniel Bruhl) yang asing menyusun sebuah rencana jahat.
Sekali lagi Tony membujuk Steve untuk menandatangani Sokovia Accords. Dengan bolpoin era 1940 yang cantik, Steve sempat mengambilnya, sayang penjelasan kanapa Wanda tertahan dengan Vision (Paul Bettany) membuyarkan segalanya. Bucky berhasil kabur setelah dibantu oleh Zemo dengan ‘mantra’. Kejadian di Berlin ini membuat murka jenderal Ross. Tony diberi kesempatan 36 jam untuk kembali menangkap Steve dkk. Satu setengah hari yang didapat dari tawar-menawar lucu itu tak mungkin disia-siakannya. Direkrutnya sang bintang sesungguhnya film ini: Manusia laba-laba.
Kemunculan pertama Parker (Tom Holland – pemeran Spidey termuda sejauh ini, baru 19 tahun bro) di layar disambut tepuk tangan dan gumaman antusias penonton. Parker muda yang masih kere, eh emang selalu kere sih,  menenteng keybord komputer bekas mungut dari tempat sampah. Masuk rumah disambut oleh Tony yang sedang ngobrol dengan aunt May (Marisa Tomei). Wow, kejutan! Bibi May tercantik yang pernah diadaptasi ke layar lebar. Yaiyalah, selama ini kita disuguhi bibi yang tak muda. Kali ini saya tentu saja bisa bilang: I love you May! Dalam tampilan Parker muda, seorang siwa SMU masih 15 tahun, sehingga Tom Holland sangat pas. Masih ingat bulan Juni 2015 Tom meng-upload tangan dengan tanda laba-laba hitam sebagai konfirmasi ia sebagai Spidey. Banyak yang meragukan, banyak yang kesal estafet hebat Tobey dan Andrew terancam hancur. Dan ternyata Tom mementahkan segalanya. Sejak kemunculan Spiderman sampai akhirnya nanti dia dirumahkan lagi adalah suguhan film penuh kelas, penuh humor dan sangat amat memukau. Bagian terbaik film ini jelas tarung di parkiran pesawat.
Sebelum ke bagian heboh itu, kita diperlihatkan Wanda dan Clint Barton sang Hawkeye (Jeremy Renner) yang sudah bergabung bersama sang manusia semut (Paul Rudd). Face to face yang ada di trailer dan poster itu dibingkai. Steve cs ingin ke Siberia untuk mencegah kekacauan yang akan ditimbulkan Zemo, sementara Tony cs meminta sang kapten menyerah daripada kekacauan terjadi. Dan tentu saja penonton ingin melihat pertarungan dahsyat. Dan ta-daaaa terkabul teman-teman!
Adegan demi adegan yang terjadi di bandara Leipzig itu adalah salah satu frame film terbaik yang pernah saya tonton. Sesak, lucu, cerewet, hantam sana-sini, serang-tangkis, unjuk keunggulan tiap super-hero, main jaring, panah-sana-sini, seru seru saru! Kenikmatan cinema tiada dua. Pertarunagn gradiator yang katanya best ever itu bahkan terlihat hanya seperti adu jangkrik. Jauh, sangat jauh. Pokoknya harus nonton di bioskop dah tarung hero ini. Siapa yang menang? Siapa yang kalah? Siapa yang terluka? Siapa yang lolos? Siapa yang bertahan? Siapa yang kalian jagokan!? Saya jamin, hasilnya memuaskan semua pihak. Lalu kalau pahlawan-pahlawan kita pada berantem sendiri gitu, bagaimana dengan sang antagonis yang sedang gerilya di Siberia? Wahai kawan-kawan pecinta lazionebudy.wordpress.com Saksikanlah film Captain America: Civil War di bioskop, Sekarang!!!
Ketika nama-nama pemeran akhirnya muncul satu-satu saya tak beranjak, dan memang ada adegan setelah judul utama muncul. Adegan kelanjutan nasib tangan Bucky dan pilihannya. Lalu penonton pada bubar, menyisakan sekitar 7 orang di bioskop, saya tentu saja salah satunya. Credit title yang panjang itu saya nikmati tiap kata-nya. Saya pantengin siapa saja stunt man-nya, daftar lagu yang mengisis soundtrack, daftar panjang orang-orang yang berjasa membawa film ini. Sayang sekali tak kutemukan aktor Indonesia Ray Sahetapy, yang kena pangkas. Mungkin akan muncul di edisi director’s cut. Sampai akhirnya yang ditunggu muncul. Scene after credit itu memperlihatkan super-hero yang paling mencuri perhatian. Dan serangkaian film indah ini ditutup dengan tulisan ‘Spider-man will be return’, lampu pun menyala. Ketika seluruh penonton sudah benar-benar keluar, petugas membersihkan bungkus pop-corn dan minuman bekas, saya masih terpaku. Takjub. Seakan tanda spidey di langit-langit itu mempererat pantat saya. Membuat petugas bioskop menatapku sinis.
Kalau kalian pernah nonton konser musik bagus dan kelar lagu penutup, lalu penonton berteriak, “lagi…, lagi…, lagi…” Semacam begitulah yang saya alami. Tak banyak film yang kutonton di bioskop benar-benar membuat view-gasme. Prince Caspian, The Dark Knight, Harry-Potter 7: Part 2, dan jelas Civil War kini masuk ke jajaran elit itu.
Oh iya, saking semangatnya saya menulis, saya hampir melupakan Stan Lee. Tentu saja beliau hadir cameo seperti biasa. Kehadirannya mencairkan ketegangan sepanjang film.
Keistimewaan Civil War ada tiga: Pertama ekspektasi full-pack action itu terwujud. Pernahkah kalian membayangkan manusia menarik helicopter yang mau terbang dan menahannya untuk tetap di landasan? Berlari-lari saling kejar di antara kendaraan dengan kecepatan tinggi? Raksasa semacam Ultraman dibelit jaring? Membanting mobil layaknya melempar mainan? Well, semua ditampilkan dengan sangat megah. Tarung menakjubkan di Jerman bukan akhir, karena akan ada duel yang lebih emosional antara Tony, Steve dan Bucky. The final act is built around personal act between Tony and Steve. Yang kusaksikan sebagian kecil di trailer (Iron Man dihantam kepalanya, tertunduk balas meninju Steve, Bucky ikut serta tinju) itu muncul dengan wow. “I could do this all day.” Pertarungan yang sarat emosi, alasan yang lebih realistis ketimbang duel martabak. Ooppss! Kedua: Seluruh cast tampil dengan saaaangat pas. Banyaknya hero tak membuat film kehilangan kendali. Tony yang cengengesan itu bisa berubah jadi begitu menyeramkan penuh amarah. Steve yang bijak pun ternyata tak bijak-bijak amat, setelah kejutan besar terungkap dan Tony membaca surat itu kita yang respect ke sang kapten jadi kesal. Keharmonisan Tony-Steve mungkin adalah chemistry terhebat super-hero sepanjang masa. They love each other, and explosive! No one’s right, no one’s wrong. Batman-Robin? No no, kapasitasnya jelas sangat jauh. Scatlett Johansson memang memukau sedari awal. Olsen dengan rok di atas lutut yang terus berayun, tampak anggun. Boseman jelas bisa diandalkan untuk solo-hero-nya. Emily VanCamp, baru dengar ada aktris yang satu ini, tampil cantik dan tentu saja saya tandai untuk film-film berikutnya. Bruhl memang pas bertampang jahat. Oh si bibi May yang hot harus disebut dong. Serta jangan lupakan Martin Freeman yang tampil sebagai Everett K. Ross, walau tampil sepintas tapi itu adalah trivia penting untuk film Dr. Stange yang rencana rilis 2018. Keistimewaan ketiga: Spider-man. Thanks Sony, Enough Serpent society! Marvel pay the critics. Checkmate haters and sorry, it’s just not your year.
Captain America: Civil War | Year 2016 | Directed by Anthony Russon, Joe Russo | Screenplay Christopher Markus | Cast Tom Holland, Chris Evans, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Sebastian Stan, Anthony Mackies, Don Cheadle, Jeremy Renner, Chadwick Boseman, Paul Bettany, Elizabeth Olsen, Paul Rudd, Emily VanCamp, Daniel Bruhl, Frank Grillo, William Hurt, Martin Freeman, Marisa Tomei, Ray Sahetapy (uncredited) | Skor: 5/5
Karawang, 290416 – #Sherina Munaf – Bukan Cinta Segitiga

The Jungle Book: Run Mowgli Run!

Shere Khan: I can’t help but notice there’s this stange odor day. What is it, this scent? It’s almost like some kind of man-cub.

Dari buku favorit karya Rudyand Kipling diadaptasi oleh sutradara favorit Jon Favreau. Dibintangi aktor favorit Ben Kingsley. Inilah salah satu film yang paling saya tunggu tahun ini. Salah duanya tentu saja adaptasi buku favorit lainnya, “The BFG” karya Roald Dahl dan “Fantastic Beast and Where To Find Them” karya JK Rowling, Spin-off Harry Potter. The Jungle Book molor dari jadwal rilis semula yang seharusnya bulan Oktober tahun lalu. Banyak orang kecewa Iron Man 3. Saya tidak. Twist-nya sangat terkesan. Jon memang suka nyeleneh. Bahkan anak-anaknya diajak mengisi suara. Kalau kalian terkesima sama the wolf gray, itu yang isi adalah Brighton Rose, putri Jon. Selain Ben aktor-aktor besar lainnya ikut ambil andil. Film ini adalah reuni pertama Scarlett Johansson dan Bill Muray setelah Lost In Translation. Disney memang berusaha tak membuat kecewa fan.

Karena saya sudah membaca bukunya maka apa yang ditampilkan tak terlalu membuat tanya sedari menit pertama. Adegan pembuka menyiratkan bahwa kisah ini sudah sangat umum, jadi tanpa pengantar kita diajak langsung berlomba lari dengan Mowgli (diperankan dengan bagus oleh Neel Sethi) dan kawan-kawan. Mowgli adalah anak manusia yang tumbuh bersama kawanan serigala. Hidup di hutan Kanha, India. Hutan rimba ditampilkan dengan menakjubkan. Megah, indah. Setting memang India, namun segala nyuting di LA center studio, California. Dipimpin oleh serigala tua Akela (disuarakan oleh Giancarlo Esposito), dibesarkan oleh serigala Raksha (Lupita Nyong’o) dibawah pengawasan macan kumbang hitam Bagheera (Ben Kingsley) mereka hidup rukun. Batu perdamaian yang ada di sungai yang dangkal, di mana semua binatang dilarang menerkam satu sama lain. Indah sekali menyaksikan binatang-binatang itu rukun meminum air. Tampilan animasi visual memang jadi salah  satu kekuatan film ini.

Muncullah macan penuh dendam Shere Khan (Idris Elba) yang mengincar anak manusia karena dendam. Alasan dendamnya ditampilkan di bagian lain secara sepintas oleh Kaa. Selama batu perdamaian masih tampak, aturan masih berlaku. Nah saat musim berganti, hujan turun dan air sungai meluap menenggelamkan batu perdamaian. Pertarungan dimulai. Mowgli diminta untuk meninggalkan hutan karena nyawanya terancam. Shere Khan memburunya. Adegan saat di padang ilalang diantara hewan herbivora itu dibuat dengan megah. Bagheera yang mengantar Mowgli untuk ke perkampungan manusia waspada. Dan benar saja, “Run Mowgli, Run!” Shere Khan menerkam, Mowgli berlari, Bagheera menahan. Sangat dramatis, sangat seru. Mendebarkan. Dalam rintikan hujan, Mowgli terselamatkan berkat keberanian melompat jurang dan menaiki barisan kerbau.

Sampai di sini, jelas banyak sekali bagian dari bayangan buku dirubah ke frame visual. Tak ada pengorbanan kerbau, belum munculnya Baloo serta pengawal Shere Khan. Dalam kesendirian Mowgli bertemu ular Kaa (Scarlett Johansson). Kaa untuk pertama kalinya dibuat karakter perempuan dan kedua kalinya jadi karakter jahat. Sebelumnya selalu laki-laki, sebenarnya sayang sekali aktris sebesar Scarlett muncul sekilas. Suaranya memang merdu sehingga pas untuk menghipnotis, ia dililit dan akan diterkam. Detik itu juga muncullah karakter favorit pembaca/pemirsa, beruang madu Baloo (Bill Murray). CGI Baloo adalah yang paling real. Bulunya, ekspresinya, erangannya. Sangat istimewa. Seakan berhutang nyawa, Mowgli lalu membalas jasa sang beruang dengan mengambilkan madu lebah. Penuh resiko, penuh lelucon. Mungkin adegan saat Mowgli yang terayun dalam misinya mencuri madu adalah salah satu adegan paling memorable 2016 sejauh ini. Binatang-binatang di bawah ngerumpi, dari mangoose, landak, tupai takjub akan otak manusia. Dalam percakapan itu kita tahu, monyet pernah mencoba dan gagal. Lucu, aneh, menyenangkan sekali.

Setelah beberapa menit yang indah itu, konflik dibuka kembali. Kini giliran gerombolan monyet yang berperan. Diculiknya Mowgli, untuk dibawa ke king Louie (Christopher Walken) raja monyet bandar-log. Perwujudan imajinasi dari buku ke visual bagian ini juga sangat bagus. Monyet-monyet bergelantungan, Mowgli yang panik di punggung, diseret menghadap raja Louie. King Louie dibuat dengan fantastis. Besar bukan sekedar orang utan  namun seekor gigantopithecus, nenek moyangnya orang utan. Sehingga terlihat sensasional. Memang di buku diceritakan mereka tak punya pemimpin, namun sangat rasional melihat kawanan ini harus ada yang menggerakkan. Candi dan bangunan runtuh tempat sang bandar-log disetting dengan bagus. Lalu lagu lawas “I Wanna Be With You” didendangkan dengan unik. Kemunculan pertamanya yang dramatis mirip film King Kong (2005) saat Kong pertama kali ketemu Naomi Watts. Seperti di buku, bagian ini bisa dibereskan dan kembali ke hutan untuk menghadapi musuh utama Shere Khan. Dengan bunga api di tangan, dan ratusan binatang di belakang Mowgli mereka berduel. Siapa unggul?

Secara keseluruhan saya puas. Sangat puas. Menyenangkan sekali melihat sekumpulan binatang bicara, dan ada jiwa di dalamnya. Pantas sekali binatang-binatang itu terlihat hebat karena ternyata proses dubbing-nya menggunakan suara binatang asli dibalut motion-capture VFX dan para aktornya meniru geraknya! Neel Sethi, yang memenangkan audisi dari ribuan anak memainkan anak yang hilang dengan sangat pas. Aktor baru dari India ini punya masa depan cerah.ada trivia menarik di bahu Mwgli di kiri terbentuk luka “R” dan bahu kanan “K”. bentuk luka itu adalah singkatan Rudyand Kipling, sang penulis.  Filmnya sendiri rilis awal di India sebagai penghormatan The Jungle Book yang ditulis penulis Inggris kelahiran India. Dan tentu saja sukses besar di sana.

Saya nonton bareng May dan Hermione. Tak henti-hentinya Hermi teriak tiap ada binatang yang diketahuinya muncul. “Ada serigala Ayah!” “Ada burung…” “Ada sapi, bunyinya emoooooohhh…”. “Itu kura-kura!” dan seterusnya dan seterusnya. Kalau ada yang ga diketahui dia akan bertanya, “Itu apa Ayah?” atau diam dan ngeremeng menatap ke layar. Benar-benar berisik, aktif. Sampai kita berbisik ke Hermi, “susunya diminum” yang berarti dia akan minum dan tak ngoceh. Memang tujuan saya memaksa nonton film ini adalah untuk menyenangkan si Kecil. Sayang saat di bagian Bandar-log runtuh dan tempo film menurun Hermi tertidur sehingga dia tak melihat gajah bersatu di akhir. May sendiri bilang film ini bagus, jauh lebih bagus ketimbang Batman V Superman: Dawn of Justice yang bulan lalu juga kita tonton bareng. Yah, segmen memang beda, tapi tetap kepuasan adalah yang utama. Ketika film berakhir, jangan langsung pergi meninggalkan kursi. Ada potongan-potongan buku yang dibuat dengan indah diiringi lagu “I Wanna Be With You”. Sequel? Saya tunggu dengan tidak sabar.

The Jungle Book | Directed by Jon Favreau | Screenplay Justin Marks | Cast Bill Murray, Ben Kingsley, Scarlett Johansson, Neel Sethi, Idris Elba, Lupita Nyong’o, Christopher Walken, Giancarlo Esposito | Skor: 4/5

HR NICI Room, Karawang, 270416 #Sherina Munaf – Sing Your Mind

Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela (Tetsuko Kuroyanagi)

image

Amazing. Speechless-lah kelar membacanya. Kisah yang sangat menginspirasi. Kisah masa kecil yang dituturkan dengan jujur dan mengesankan. Sangat special. Buku wajib bagi pengajar atau orang tua dalam mendidik anak. Saya sudah tahu lama buku ini, namun baru diberi kesempatan menikmatinya akhir pekan ini berkat Miss Devi, guru English Training Center (ETC) yang berkenan meminjamkannya. Buku ini hanya sehari saya baca saking memikatnya. Tiap lembarnya memberi tanya apa yang akan terjadi berikutnya, petualangan apa yang akan dilakukan gadis kecil Totto chan? Buku dibuat sederhana, karena setiap bab hanya berisi 1-5 halaman. Tanpa perlu diminta berfikir keras karena tiap ganti bab kisahnya sudah berbeda. Sekarang saya paham, inspirasi asal buku Saga No Gabai Bachan yang saya baca beberapa hari yang lalu.
Dengan cerdas kisah dibuka dengan latar alasan kenapa Totto-Chan dikeluarkan dari sekolah, memulainya dengan setting sebuah stasiun kereta api Jiyugaoka. “Bolehkah aku menyimpannya?” Totto-Chan anak SD kelas satu itu meminta karcis kereta untuk disimpan kepada sang penjaga. “Kalau aku sudah besar aku ingin jadi penjual karcis kereta!”
Saat itu ia baru saja pindah sekolah. Totto-Chan adalah gadis yang periang, selalu ingin tahu, ceriwis sekali, untuk anak seusia itu sungguh istimewa. Saya membacanya dengan gemas, kesemsem. Pengen cubit pipinya. Dengan diantar mama, Totto-Chan menghadap sang kepala sekolah, Sosaku Kobayashi. Pria berambut tipis, beberapa giginya sudah tanggal, wajahnya terlihat segar. Meski perawakannya tidak terlalu tinggi, bahu dan lengannya tampak tegap. Dari pembuka dedikasi buku ini, kita tahu bahwa selain tentang sang tokoh utama, kepada kepada sekolah Tomoe Gakuen inilah kisah ini berpusat.
Dengan setting pra-perang dunia II, sekolah Tomoe Gakuen tampak revolusioner. Lain dari pada yang lain. Sekolah ini tak ada gerbang, adanya dua pohon yang pengapit pintu masuk. Dipenuhi tanaman rambat. Ruang kelasnya adalah gerbong kereta api yang sudah tak terpakai. Dimodifikasi sedemikian rupa sehingga murid-murid tak merasa bosan. Sistem pengajarannya lebih hebat lagi. Di era 1930an pemikiran untuk tak melulu terpaku pada kurikulum jelas sangat unik. Tempat duduk bebas memilih, siapa datang duluan silakan pilih. Pelajaran bahkan seakan seenaknya sendiri, dimana murid diminta memulai pelajaran dari yang paling disukainya. Jadi pagi para terdidik terasa menyenangkan. Hebat sekali. Nah, buku ini didominasi kisah itu. Tentang Totto-Chan yang takjub metode euritmik. Sang kepala sekolah yang pernah belajar ke Perancis dari seorang komposer besar Dalcroze tentang irama khusus ini. Benar-benar hebat Tomoe ini menerapkan dunia pendidikan yang tak membosankan. Makanya sedari pembuka saya bilang, buku ini rekomendasi untuk para pengajar.
Ayah Totto adalah seorang pemain biola. Setiap hari ia bersekolah dengan naik kereta terusan bersama kalung tiket identitas. Berangkat diantar oleh Rocky, anjing terrier dari Jerman, hewan  kesayangannya. Teman setia.
Nah berikut beberapa bagian layak dikutip:
“… Totto-Chan melepaskan karcis abonemen kereta dari lehernya dan memasangnya ke leher Rocky, Totto-Chan berjongkok dan berujar kepada anjingnya, “Benar, kan? Karcis ini sama sekali tak cocok untukmu.” Tali itu terlalu panjang sehingga dompet karcisnya terseret-seret di tanah. “Kau mengerti? Ini karcisku, bukan karcismu. Kau tak boleh naik kereta api. Tapi akan kutanyakan pada kepala sekolah dan petugas pengumpul karcis di stasiun, apakah mereka mengizinkan kau ikut ke sekolah.” – halaman 32
Totto-Chan heran kenapa bintang itu tak bersinar. Setelah berfikir sebentar, ia berkata “Mungkin dia sedang tidur.” | Dengan matanya yang bulat ia terbelalak lebar, Sakko-chan berkata, “Memangnya bintang bisa tidur?” | “Kurasa mereka harus tidur di siang hari, lalu bangun dan bersinar di malam hari,” kata Totto-Chan cepat karena sebenarnya ia tak yakin. – 50
Kebanyakan orang dewasa, jika mendapati Totto-Chan dalam situasi itu, akan bereaksi dengan berteriak, “Apa-apaan ini?” atau “Hentikan, itu berbahaya!” atau malah menawarkan bantuan. Bayangkan, kepala sekolah hanya berkata, “Kau akan memasukkan semua kembali kalau kau sudah selesai kan?” Sungguh kepala sekolah yang hebat, pikir mama ketika mendengarkan cerita kejadian itu dari Totto-chan. – 59
“Kakakku di Amerika bilang, di sana mereka punya sesuatu yang disebut televisi. Kalau televisi sudah masuk Jepang, kita bisa duduk di rumah dan menonton sumo. Kata kakakku televisi bentuknya kotak.” Saat itu Totto-Chan tak mengerti betapa besar artinya ini bagi Yasuaki-chan, yang tak pernah bisa pergi jauh untuk bisa melihat banyak hal hanya duduk di rumah. Totto-Chan hanya heran membayangkan bagaimana pemain sumo bisa masuk ke dalam kotak kecil yang akan di rumah. Badan pegulat sumo kan besar sekali! Sungguh menarik. Di masa itu televisi belum dikenal di Jepang. Yasuaki-chan adalah orang pertama yang memberitahunya tentang benda itu. – 84
Tangis Totto-Chan meledak. Ia berjalan pulang dengan air mata meleleh membasahi pipinya. Begitu sampai lagi ke jalanan gelap, ia terisak-isak, “Belum pernah aku sangat menginginkan sesuatu seumur hidupku. Aku takkan pernah lagi minta dibelikan sesuatu. Tapi, belikan aku satu anak ayam, ya Ma! Pa?” Akhirnya mama papa menyerah. – 109
Sayangnya, dia tak pernah berhasil. Meski demikian, Totto-Chan yakin, suatu hari kelak dia pasti bisa melihat Osaka. Karena itu, setiap kali pamannya datang, Totto-Chan berkata, “Perlihatkan Osaka padaku.” Begitulah, Osaka menjadi kota yang paling diimpi-impikannya. Dan Takahashi berasal dari sana! “Ceritakan tentang Osaka!” Katanya pada Takahashi. – 117
Mungkin diambil tikus tanah, pikirnya. Atau, apakah aku memimpikannya, ya? Atau, mungkin Tuhan melihatku menyembunyikannya. Tapi waktu ia telah berfikir sekeras apapun, kejadian itu memang benar-benar aneh. Kejadian amat misterius yang tak mungkin dilupakannya. – 146
“Wah! Jadi Anda akan menjadi guru kami hari ini?” seru anak-anak penuh semangat. | “Tidak!” kata pria itu sambil menggoyang-goyangkan kedua tangan di depan wajahnya. “Aku bukan guru! Aku hanya petani. Kepala sekolah kalian memintaku mengajarkan apa yang aku tahu. Itu saja.” | “Oh, itu tidak benar, dia guru. Dia guru pertanian kalian,” kata kepala sekolah yang berdiri di samping petani itu, “Dengan senang hati ia akan mengajarkan kalian bagaimana bercocok tanam.” – 178
Totto-Chan berkata dengan manis dan pelan-pelan. Nada bicaranya seperti seorang kakak atau ibu, “Aku ingin mengajar di sekolah ini kalau sudah dewasa. Sungguh.” | Totto-Chan berharap kepala sekolah akan tersenyum, tapi guru itu bertanya dengan sungguh-sungguh, “Janji?” | Mr Kobayashi tampak benar-benar ingin Totto-Chan berjanji, Totto-Chan mengangguk penuh semangat dan berkata, “Aku berjanji.” Tekadnya sudah bulat, ia akan menjadi guru, apa pun yang terjadi. – 235
Saya jadi ingat masa-masa saya SD. Dunia yang menyenangkan, tak ada beban tak ada tekanan. Dunia senang-senang itu harusnya memang membuat anak-anak senang. Belajar tak ada paksaan, belajar sambil bermain, belajar sangat penting namun metode yang benar jauh lebih penting. Saya sendiri merasa dulu saat SD metodenya sangat kaku. Segalanya diatur dengan ketat. Kreativitas dibatasi, padahal anak-kecil adalah dunia yang menakjubkan. Contoh, kita menyuruh anak kecil mandi. Kebanyakan susah-kan, coba bilangin, “Ayo kita main air.” Intinya sama saja mandi tapi cara penyampaiannya berbeda. Contoh lagi, anak susah makan sayur. Kita ajak main pesawat-pesawatan, “Ngeeeeengg… ketika pesawat sudah di depan gua ada bel, guanya dibuka. Sendok itu bilang ‘tin tin’ lalu lahaplah makanan itu kepada si kecil.”
Sayangnya identitas Totto-Chan terlalu prematur diungkap. Andai itu disimpan di akhir kita akan mendapat kejutan yang wow. Kemudian eksekusi endingnya terlalu tergesa-gesa. Pasca bom dijatuhkan, kisahnya seakan secepatnya harus diakhiri dengan menampilkan epilog nasib para karakter. Namun tetap buku ini istimewa, kualitas memang tak bohong.
Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela | judul asli Totto Chan: The Little Girl At The Window | by Tetsuko Kuroyanagi | copyright 1981 | ilustrasi Chihiro Iwasaki | published by arrangement with Kodansha International, Ltd. | alih bahasa Widya Kirana | GM 106 03 006 | sampul oleh Marcel A.W. | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | cetakan kedelapan: Mei 2004 | 272 hlm; ilustrasi; 20 cm | ISBN 979-22-0234-x | Untuk mengenang Sosaku Kobayashi | Skor: 5/5
Karawang, 240416 #Taylor Dane – Love will lead you back

Gandhi

image

Zaman dahulu kala ketika Gandhi sedang belajar hukum di University College, London ada seorang professor yang bernama Peter, yang kurang menyukai Gandhi.

Suatu hari ketika Prof. Peter sedang makan siang di kantin kampus, Gandhi datang dab duduk di sampingnya sambil membawa makan siangnya.

Prof. Peter berkata, “Gandhi, apakah Anda tidak mengerti bahwa seekor babi dengan seekor burung tidak duduk berdampingan untuk makan?”
Gandhi bagai orang tua yang menatap anak nakal menjawab, “Jangan khawatir Prof. Saya akan segera terbang” & Gandhi segera ngeloyor ke meja lainnya.

Muka Prof. Peters memerah penuh kemarahan dan memutuskan untuk balas dendam.

Hari berikutnya di dlm kelas dia sengaja mengajukan pertanyaan ke Gandhi: “Gandhi, andai kamu sedang berjalan tiba-tiba menemukan paket berisi satu tas penuh uang dan satu tas penuh dengan kebijaksanaan: mana yang kamu ambil?”
Tanpa ragu Gandhi menjawab “Ya uang lah.”
Prof. Peters, tersenyum sinis dan berkata “Jika itu aku, maka aku akan mengambil kebijaksanaan.” Gandhi menjawab: “…seseorabg itu mengambil apa yang tidak dia punya.”

Prof. Peters hilang akal, tidak bisa berkata apa-apa.
Dengan penuh kemarahan dia menulis kata “idiot” pada lembar jawaban ujian Gandhi dan memberikan ke Gandhi.
Gandhi mengambil dan duduk sambil berusaha keras tetap tenang.
Beberapa menit kemudian Gandhi berdiri dan menghampiri sang professor seraya berkata dengan sangat sopan, “Prof. Peter, Anda hanya menandatangani lembar jawaban saya tapi belum memberi nilai.” 🙂

🌴Perlakukanlah  orang lain hanya dengan apa yang kita ingin orang lain lakukan pada kita!

💕Bersikaplah tenang dab bijak apabila ada orang yang membenci kita. Sebab semakin dia membenci kita semakin banyak kebodohan yang akan dibuatnya.

🌿Di dalam dunia yang penuh dengan kompetisi, ingatlah untuk tetap rendah hati sehingga kejadian berikut ini bisa terjadi :
“First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win.” 🍎
💖Mahatma Gandhi🌾

Tuhan Memberkati…🎵🌲

Dibacakan di NICI briefing pagi
Hari Selasa, 260416
Oleh Widy S

Klose Dan Kekuatan Bertahannya Di Olimpico

image


Kuis reguler the Great dibuka. Lawan kali ini Il samp. Semua seperti biasa. Ditutup Sabtu jam 00:00. Good Luck Foc-ers!
Lbp 0-3 all
Ah Il Samp, eks tim besar ini kasihan sekali. Ketemu semangat Simone dan anak didiknya. Akan jadi tempat latih tanding Palombi dan Rosi. Good Luck Eagles!

Mads
Il samp 1-1 Laz
Klose
Mereka dulu saudara. Sering tukeran pemain. Seperti Signori dengan Mancini.

Adytia
Sampdoria 1-2 Lazio, Candreva
Lazio mau kalah lagi? Mau jadi pecundang lagi? Sekarang saatnya menang lagi!

Dc
Sampdoria 0-2 Lazio Candreva
Hari kemenangan datang lagi. Bermain dirumah sendiri melawan tim menengah menguntungkan lazio. Kekalahan dari calon scudetto pekan lalu jadi hilang tanpa bekas.

Deni
Il samp 1-3 Lazio
Klose
Duel sengit bakal terjadi.lajio sangat membutuhkan point penuh buat bisa ke el.pemain lajio pun bersemangat tinggi.akhirnya lajio bisa menang 3-1 👍🏻

Imunk
Sampdoria 0-1 Lazio klose
Seperti biasa, simone tampil menyerang. Tapi tapi tapi, pertahanan samp kuat bgt hlo (apa penyerang lazio yg mandul?) tua tua tuaaaaaa
Keladi. Iya si klose. Dia ini yg jd penyelamat lazio. Gol heading yg membunuh.

Huang
Sampdoria 2-2 Lazio, Quagliarella
Analisa: lazio adalah tim paling bikin amsyong musim ini. The most amsyong team to bet! Dijago kalahan, diremehin menangan! :evil:😤
Brothers : A Tale Of Two Sons — Love it, Love it, Love it! | MYHOBI
http://myhobi.blogspot.co.id/2015/09/brothers-tale-of-two-sons-love-it-love.html

Andi H
Sampdoria 1-2 Lazio
Candevra
Lazio baru aja kalah dr juve…simone pasti menyuruh pasukannya untuk bermain lepas…dan akhirnya lazio menang dengan skor tipis.

Rinaldy (X)
Sam vs Laz 1-0 Muriel
Menang kan samp n bikin tenang para fans nya. — ulasan kurang

Takdir
Sampdoria 0 lazio 1. Palombi
Tower ga rubuh. Sinyal kuat indosat. Jangan meremehkan ani.

Widy
Il Samp 4-1 Lajio, Klose
Lajio baru aja menderita kekalahan.Partai berikutnya melawat Sampdoria.Diatas kertas sptnya berimbang,tp ternyata IlSamp punya semangat lebih utk menambah derita Elang biru.Akhirnya Skor benar 4-1 milik Il Samp.

Panji
Il samp 0-2 Lazio, Matri
Tersengat setelah dihajar Juve. Atau malah jadi memble. Mereka sendiri yang menentukan.

Lik Jie
Paman sam 3-1 laz
Candreva
Merah putih biru lawan biru putih.Ada inzaghi.Semoga selamat.

Erwin
Samp 2-0 Lajio (Muriel)
Lajio kembali ke tradisi kalah. Ketidak adilan posting foto kembali terjadi. Pengalihan isu kekalahan kembali terjadi.

Jokop
Samp 0-1 Lajio, Candreva.
Pembuktian yg musti terbukti. Cukup hanya 1 goal. Prove it Simone !

Arif
Samp v lazio 1-1 candreva. Lazio akan bangkit setelah dibantai juve. Samp akan kesulitan meski main di kandang. Hasil imbang sepertinya.

Karawang, 230416

Midah – Pramoedya Ananta Toer #1

image

Buku pertama beliau yang pertama kubaca: Midah, Simanis Bergigi Emas. Dibaca cepat karena memang buku tipis. Sebenarnya kisah ini sederhana, tentang seorang gadis bernama Midah yang galau. Namun ini hebatnya Pram, kisah biasa ini di tanganya jadi luar biasa. Butuh kehebatan imajinasi dan olah kata tak wajar untuk bisa membuat cerita menjadi seru. Di Midah kita mungkin bisa menebak ke arah mana nasibnya dibawa, kita bisa dengan mudah menduga-duga takdir itu mengarah, namun setiap kalimat yang disusun memang dibuat istimewa. Tak lazim, tak ala kadarnya.
Sebagai satu-satunya Penulis Indonesia yang pernah dinominasikan Nobel Sastra, buku-buku Pram memang jadi patokan sastra kita. Kalau kita ngomogin sastra Indonesia  berkualitas, orang pertama yang disebut tentunya beliau. Back kover bukunya selalu bertanda “Sumbangan Indonesia Untuk Dunia”. Dan itu ternyata tak bohong. Midah telah mempesonaku, terhanyut dalam kisah hidup seorang wanita bertahan hidup di kerasnya ibu kota pasca Kemerdekaan.
“Ah, saudara, manusia ini kenal satu-sama-lain, tapi tidak dengan dirinya sendiri… memang tidak ada hasilnya untuk kemakmuran kita hendak mengenal diri, karena dia takkan menghasilkan kekayaan.”
Kisahnya Midah adalah anak tunggal dari haji Abdul dari Cibatok yang hijrah ke Jakarta. Dirinya terlahir dari keluarga berada, ayahnya fanatik agama dengan lagu-lagu arab Umi Kalsum, Midah dimanja dan dipangku, gambaran orang kaya di Indonesia tahun 50an. Semua itu berubah kala berusia 9 tahun, dirinya memiliki adik. Haji Abdul merayakan kelahiran anaknya dengan bermewah-mewah. Disambut dengan gegap gempita keluarga dan sanak saudara. Adiknya menyita perhatian miliknya. Kelahiran yang disambung kelahiran lain itu telah mengubah segalanya. Midah mulai menyendiri, jarang dipangku dan dimadu. Midah akhirnya menemukan pelarian oleh keroncong keliling. Pengamen jalanan itu membuatnya terpesona. Suatu hari ia mengikutinya sampai petang, pulang terlambat ternyata tak membuat orang tuanya marah. Sampai dirinya membeli piringan musik yang diharamkan ayahnya dan memutarnya di rumah. Dalam sekejap ia hafal lagu-lagu.
Naas, ayahnya suatu ketika memergoki musik setan itu, piringan dipatahkan ia ditampar dan dimaki. Tamparan yang sakit itu bukan di pipi tapi di hati. Dirinya merasa telah menemukan cinta, larangan itu bukannya membuatnya jauh tapi malah makin cinta musiknya menggila.
Selepas remaja, dirinya sudah siap menikah. Jodoh pilihan ayahnya adalah orang berada, beragama baik dan dari kota kelahirannya Cibatok. Haji Terbus pun meminangnya. Naas seakan memang jadi nama tengah Midah, setelah hamil tiga bulan ia baru tahu kalau suaminya punya banyak bini. Haji Terbus  yang digambarkan gagah, berkumis, berperut buncit, tua dan poligami sepertinya sebuah kritik buat titel haji yang di mata masyarakat kita seakan jaminan orang soleh. Keputusan nekat dibuat, Midah kabur ke Jakarta. Kembali ke orang tuanya akan membawa malu, dia pun ke Riah bekas babu yang pernah menolongnya dari amukan ayah tentang masalah musik keroncong.
Selepas dari tempat tinggal Riah, dia memutuskan mencari kelompok pengamen yang dulu dilihatnya. Sebuah pilihan hidup. Berani mengambil keputusan penting. Awalnya tak ketemu, namun terus dicari akhirnya bertatap juga. Sempat bersitegang dengan vokalis aslinya Nini, yang bergigi emas, Midah bergabung. Mulailah ia hidup di kerasnya jalanan ibu kota. Dengan paras ayu, muka bulat, muda dan hamil. Dirinya dilindungi sang kepala rombongan, Rois. Bahkan dipinangnya. Namun status Midah yang masih resmi bersuami, serta prinsipnya yang tak mau diikat karena trauma tentu saja menolaknya.
Dari grup pengamen jalanan inilah ia akhirnya bertemu dan berkenalan dengan seorang polisi lalu lintas Ahmad. Polisi muda yang baik itu lalu melatih vokalnya. Midah yang kini mempunyai anak namun minggat dari suami, jatuh hati kepadanya. Cinta yang mustahil bersatu. Ahmad adalah polisi, seorang pemuda baik-baik sedang Midah hanya penyanyi jalanan. Namun siapa yang bisa menolak pesona kecantikannya?Midah hamil dan si pemuda tak bertangung jawab. Dasar lelaki pengecut. Dengan kehamilan ini ia dipaksa pulang. Berhasilkah ia melawan kerasnya hidup?
Well, cerita sederhana namun jadi begitu berjiwa di tangan Pram. Konfliknya disusun dengan rapi. Keluarga terpandang dengan agama yang kuat, Midah yang lebih berfikiran terbuka dan siap mewujudakn keinginan sekalipun itu bertentangan dengan orang tua. Terlunta-lunta untuk jadi nyata. Sungguh novel pembuka yang mempesona. Tak berlebihan, buku-buku beliau bertuliskan ‘Sumbangan Indonesia Untuk Dunia’. Kelemahan buku ini adalah eksekusi ending yang singkat namun merubah segalanya. Awalnya saya mau kasih skor sempurna, namun penuturan paragraf-paragraf penutup itu seperti membalik telapak tangan sifat dan kekuatan Midah yang digenggamnya.
Beberapa kutipan layak disimak:
Keinginannya untuk mempunyai anak lagi, selalu ditindasnya. Apabila Tuhan telah menakdirkan, demikian selalu ia berpendapat, pada suatu kali yang baik dia akan datang ke rumah kami untuk menjadi anak kami. – halaman 11
Untuk anak ini – biar dia pilih sendiri kelak apa yang dikehendaki – 26
Midah mencoba tersenyum oleh pandangan itu. Tetapi pikatannya belum juga berhasil. Dan dalam hatinya ia berjanji akan memperbaiki usahanya. Kembali ia mengusap perut dan berbisik penuh kepercayaan: Tidak Nak, engkau tidak akan Emak rusakkan. Tidak raja, tidak. – 30
Apakah aku punya tampang buaya? – 80
Aku tak rela! Aku tidak rela! Walau bagaimanapun jua cintaku padamu, bisiknya. Kemudian ia tenggelam. Ahmad tenggelam. Midah tenggelam. Begini cantik enkau, Midah. Begini manis. Tak ada satu cacatpun merusak kulitmu. Midah hanya memperdengarkan keluhan. Midahku! Midahku! – 94
Setidak-tidaknya ia mengerti, bukan engkau tidak mengakui anakmu sendiri. Bukannya engkau membimbangkan cintaku padamu. Tetapi kini aku mengetahui bahwa seseorang yang kucintai itu adalah pengecut yang tak punya keberanian sedikitpun jua. Itupun aku tak menyesal, karena tka ada gunanya lagi. Biarlah semua ini terjadi. Hanya satu yang tak akan dilupakan olehmu: anak ini adalah anakmu. – 110
Anggapnya ia orang paling suci di dunia ini dan paling dikasihi Tuhan, dan paling baik serta paling beribadah, kini hilang sama sekali. Ia merasa menjadi kecil dalam hubungan segala-segalanya. Pandangan hidup dan dunianya berubah hingga seratus delapan puluh derajat. – 74
Oiya, buku ini terasa istimewa karena tak menggunakan tanda petik untuk kalimat langsung. Walau bukan buku pertama yang saya baca dengan pola seperti ini, namun ini sungguh istimewa karena ditulis oleh Penulis lokal. Kita dibiarkan menebak siapa yang bicara, siapa yang menyanggahnya. Imaji kita diminta lebih aktif. Sekali lagi, Pram benar-benar hebat. Midah tentu saja adalah buku pembuka untuk membaca buku-buku beliau selanjutnya. Mahal memang terbitan Lentera, namun sangat worth it.
Midah, Simanis Bergigi Emas | oleh Pramoedya Ananta Toer | copyright @2003 | ilustrasi buku: M Bakkar Wibowo dan Ong Hari Wahyu | Penerbit Lentera Dipantara | pernah diterbitkan tahun 1954 oleh NV Nusantara, edisi Indonesia | De Gues, 1992 edisi Breda, Belanda | Manus Amici, 1992 edisi Amsterdam, Belanda | Midah, het Liefje de Gouden Tand | cetakan 5, Februari 2010 | ISBN 13: 978-979-97312-2 | ISBN 10: 979-97312-7-5 | 134 hlm; 13×20 cm | Skor: 4/5
Karawang, 230416 – #MaddiJane – Secrets

5 Buku Pinjaman

image

April 2016 mendekati akhir, bulan besar Mei sipa menyambut. Alhamdulillah sebelum gajian, dapat pinjaman buku baru. Selalu antusias membaca gratis! Ibarat penjajakan, kalau bagus tinggal dicari di toko buku untuk dikoleksi, kalau jelek setidaknya tak mengeluarkan uang. Dua buku dari Putri Wedaswari, teman kerja yang dulu meminjamkan 24 Wajah Billy. Tiga buku dari pengajar Bahasa Inggris, Miss Devi. Seperti yang lalu-lalu, akan saya nukil se-paragraf tulisan di back-cover sebagai penyemangat membaca nantinya.
Pinjaman Putri:
Midah, Si Manis Bergigi Emas – Pramoedya Ananta Toer
Midah, pada awalnya berasal dari keluarga terpandang dan beragama. Karena ketidakadilan dalam rumah, ia memilih kabur dan terhempas di tengah jalanan Jakarta tahun 50-an yang ganas. Ia tampil sebagai orang yang tak mudah menyerah dengan nasib hidup, walaupun ia hanya penyanyi dengan panggilan “si manis bergigi emas” dalam kelompok pengamen keliling dari satu resto ke resto, bahkan dari pintu ke pintu rumah warga.
A Beautiful Mind – Sylvia Nasar *dipinjam lagi sama Rani W makanya tak ada di foto
Tentang John Forbes Nash Jr. Yang menemukan teori perilaku rasional dan teori permainan. Pemenang Nobel yang kisahnya sudah difilmkan tahun 2001 dengan bintang Russel Crowe.
Supernova (Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh) – Dee
Di dunia dengan jarak yang kian menyusut dan pikiran yang dituntut untuk semakin mengglobal. Supernova bisa memberikan beberapa alternatif persepsi untuk memandang eksistensi manusia dengan relasinya dengan seluruh aspek kehidupan makro. Karena Supernova adalah virus. Virus pikiran. Tinggal satu pertanyaan: Siapkah Anda terinfeksi?
Shiloh: Persahabatn Sejati – Phyllis Reynolds Naylor
“Malam ini, ia akan kubiarkan, tapi jika ia keluyuran lagi, aku akan memukulinya habis-habisan. Kujamin itu!”
Bagaimana perasaanmu mendengar seseorang berkata demikian mengenai sesuatu yang kamu cintai? Marty nyaris tak kuasa menahan tangis saat mendengar Judd Travers mengucapkan kata-kata jahat tersebut mengenai anjing kecil yang dia temui siang itu. Anjing manis dan lucu yang mengikutinya sesiangan, yang berlari menghampiri saat Marty bersiul, yang benar-benar telah merebut hati Marty. Anjing yang telah ia beri nama Shiloh, yang ternyata kepunyaan Judd Travers, tetangga yang tak segan-segan menyiksa binatang demi kegemaran berburu. Anjing yang ia ingin miliki, tapi tak mungkin karena keadaan keluarganya yang pas-pasan.
Totto Chan: Gadis Cilik di Jendela –
Ibu guru menganggap Totto-cahn nakal, padahal gadis cilik itu hanya punya rasa ingin tahu yang besar. Itulah sebabnya ia gemar berdiri di depan jendela selama pelajaran berlangsung. Karena para guru sudah tak tahan lagi, akhirnya Totto-chan dikeluarkan dari sekolah.
Karawang, 220416 – Selamat hari Kartini #TheAdams – Pagi Siang Malam