Pawn Sacrifice: Better Than Expected – Exhilarating!

image

Paul Marshall: We lost China. We’re losing Vietnam. We have to win this one.
Jika ada profesi yang saya sesali tak kudalami saat di persimpang jalan di masa muda, mungkin itu adalah pecatur. Sempat jadi kebanggaan keluarga dengan memenangkan kompetisi, walau kelasnya lokal macam 17an, kompetisi antar sekolah sampai tanding antar RT. Catur sebenarnya sudah mendarah daging dalam keluargaku. Kegemaranku bermain catur perlahan meluntur saat kakakku, Mury berangkat merantau. Beliau adalah lawan tanding yang solid. Hanya sesekali bermain catur dengan teman atau tetangga dengan frekuensi rendah akhirnya papan hitam-putih itu benar-benar kutinggalkan. Ciri khas saya dalam tanding dua kemenangan: kelapa saya sangat prima di laga pertama. Di laga kedua kepalaku akan sangat panas dan sering kehilangan poin yang memaksa laga ketiga, di permainan penentu saya akan lebih defence sebelum menyusun serangan. Di tahun 90-an, setiap ke pasar saya suka sekali menganalisis “Judi Catur Tiga Langkah Mati”. Doeloe pejudi catur berserakan di sekitar pasar Kliwon, Bekonang, Sukoharjo. Kunci tiga langkah yang diberi adalah, fokus setiap bidak ke ratu dengan (minimal) lima kemungkinan serangan mematikan, di sini tentu saja langkah pertama akan sangat menentukan.
Maaf, sedikit nostalgia. Ini bukan mau bicarakan masa kelam laluku, tapi ini tentang film yang saya tonton seminggu lalu. Tentang catur. Olahraga otak yang sudah sangat lama kutinggalkan. Sungguh mengherankan saya sejauh ini belum pernah membaca satu-pun pecatur dunia. Hanya sesekali mendengar nama Bobby Fischer, Utut atau Kharisma. Semuanya hanya baca kisah hidupnya sepenggal-sebagian. Makanya saat kaset film Pawn Sacrifice di tangan, saya sama sekali awam kehidupan sang legenda catur Amerika, Bobby Fischer. Tanpa banyak ekspektasi karena beberapa hari sebelum nonton ada yang bilang ini film biasa. Makanya kelar nonton saya sungguh-sungguh-sungguh terkejut. Pawn Sacrifice ternyata luar biasa keren. Istilah di forum Bank Movie (BM), ini film keren bangsat!
Berdasarkan kisah nyata. Kisahnya sendiri sangat menyentuh. Dibuka dengan adegan Bobby Fischer (Tobey Maguire) yang paranoid, menyembunyikan diri dari kejaran paparazi atau sesuatu yang kasat mata? Di balik jendela mengintip keluar. Lalu muncul narator sebuah berita, bahwa Bobby menghilang dalam pertandingan catur kelas dunia memperebutkan juara satu melawan Spassky di pertandingan kedua. Kemanakah Bobby kabur? Kemudian kisah ditarik jauh ke belakang di masa kecil Bobby.
Kehidupan masa kecil yang kurang bahagia karena tak mengenal ayahnya yang menghilang. Bersama ibunya Regina Fischer (Robin Weigert) dan adiknya Joan Fischer (Sophie Nelisse), Bobby kecil (Seamus Davey Fitzpatrick) sudah sangat berbakat bermain catur. Satu per satu prestasi diraihnya hingga di usia yang baru 12 tahun ia sudah dapat gelar grandmaster catur muda Amerika. Sebagai pecatur, kesunyian adalah sahabat karib yang tak bisa ditawar. Maka suatu hari saat ibunya membawa teman lelaki ke rumah dan menggangu konsentrasi Bobby kecil mengusir ibunya.
Di tahun 1960-1970an di mana perang dingin melawan Uni Soviet sedang berlangsung, segala isu tentang komunis sungguh sangat sensitif. Pawn Sacrifice adalah film ketiga dengan setting perang dingin yang kutonton tahun ini setelah Bridge of Spies dan Trumbo. Saat itu Uni Soviet sedang digdaya dengan para pecaturnya, salah satunya nomor satu dunia, Boris Spassky (Liev Scheiber). Bersama pengacara Paul Marshall (dimainkan dengan sangat bagus oleh Michael Stuhlbarg) dan Father Bill Lombardy (Peter Sarsgaard), Bobby menapaki puncak dunia. Dan takdirlah yang mempertemukannya dengan Spassky. Bobby yang paranoid, merasa selalu diawasi, selalu dikuntit. Dia menuntut tak ada pers yang mengikutinya. Minta diantar dengan mobil limousen, tinggal di hotel mewah. Dirinya butuh kenyamanan seperti yang didapat orang-orang Rusia itu. Awalnya kesal, namun benar juga ya tuntutannya. Dalam sebuah adegan, Bobby yang sampai di bandara memutuskan kabur naik taksi meninggalkan kerumunan wartawan yang mengakibatkannya tak jadi bertanding. Paraoid berlebihan. Pertandingan tahun 1966 di Santa Monica itu kacau.
Di Reykjavik, Islandia tahun 1972 klimak cerita film ini ditampilkan. Kemenangan demi kemenangan menghantarnya menuju final. Bobby dan Spassky melibas lawan-lawan dan sampailah di puncak kompetisi yang mempertemukan mereka. Pertandinagn final gim 12,5 poin itu berjalan dengan sangat menegangkan. Di pertandingan pertama, yang dibuat dengan sangat dramatis mengantarkan kekalahan di pihak Fischer. Dia menyerah setelah salah mengambil langkah dan Spassky memperangkap bishop-nya. Pertandingan berikutnya, Fischer menuntut segala suara yang menggangu dihilangkan. Tak ada penonton, tak ada kegaduhan, tak ada intimidasi. Tentu saja permintaan itu ditolak, di pertandingan kedua Fischer tak muncul. Adegan inilah yang kita lihat di opening film. Kini Spassky leading 0-2. Uni Soviet berpesta, sampanye mereka dari abad 18 bahkan sampai dibuka buat merayakannya. Fischer terancar diskualifikasi. Rakyat Amerika cemas, Paul Marshall panik, penonton gelisah. Bagaimana akhir kisah seru sang pecatur hebat ini berlanjut?
Well, saya terkejut. Film ini sungguh luar biasa. Diluar ekspektasi. Brilian. Shocking. Penampilan Tobey sangat berkelas. Sebagai side kick, Michael Stuhlbarg juga tampil memukau. Peter Sarsgaard mengimbangi kekacauan itu dengan lebih lembut nan sarkatis. Liev menemukan tone garang dengan tatapan tajamnya. Setiap lihat Liev yang terlintas di benak adalah saudara Wolverine yang marah Sabertooth dalam Origins. Yang mengejutkan tentu saja, film ini tak muncul sama sekali di Academy Award. Ada beberapa kelemahan yang kurang akurat, di tahun 1965 saat Paul membual kepada Fischer tentang betapa ia adalah pengacara yang berhasil mempromosikan Jimi Hendrix dan Rolling Stones itu adalah kesalahan mendasar. Faktanya di tahun 1965 Jimi Hendrix belum terkenal. Lalu dalam pertandingan puncak di game ke-6, ada seseorang nyeletuk tentang “Sicilian Defence”. Fischer memainkan bidak putih saat itu, padahal fakta dalam catur “Sicilian Defence” hanya bisa dimulai oleh pecatur yang memainkan bidak hitam dengan posisi Raja di E4 dan Bishop di C5. Kelemahan lainnya adalah kesalahan dalam menentukan siapa yang memulai permainan dengan menentukan warna bidak. Dalam sebuah adegan pemilihan dilakukan sesaat sebelum pertandingan, ough.. dalam kejuaran dunia penentuan warna sudah dilakukan lima hari sebelum hari H. Kelemahan utama mungkin eksekusi ending, tapi itu tetap tak mengurangi kenikmatan cerita. Sungguh menggugah kisah Fischer ini. Sepintas setelah selesai menonton saya nyeletuk, dia harusnya diangkat sebagai pahlawan nasional, walau akhir hidupnya kurang bersahaja. Sepertinya film ini memberiku peringatan untuk membaca lebih lengkap biografi Fischer.
Bagi Anda penggemar catur, jelas film ini wajib tonton. Dan nikmatilah tiap langkah bidaknya, kawan!
Pawn Sacrifice | Directed by Edward Zwick| Screenplay Steven Knight | Cast Tobey Maguire, Liev Scheiber, Michael Stuhlbarg, Peter Sarsgaard, Lily Rabe| Skor: 4/5
Karawang, 140316 – Lady Antebellum – One Great Mystery

Brooklyn: Very Personal Film

Eilis: I wish that I could stop feeling that I want to be an Irish girl in Ireland | Father Flood: Homesickness is like most sicknesses. It will pass.

Inilah film dengan akting prima seorang aktris yang sangat kucinta, Saoirse Ronan. Putri pertamaku kunamani Najwa Saoirse Budiyanto. Sepanjang film fokus cerita akan terus ke Saoirse, lebih tepatnya ke wajah Saoirse. Perubahan dari gadis desa yang lugu, kangen rumah di perantauan sampai transisi kedewasaan ditampilkan dengan sangat istimewa. Tak heran dia akhirnya mendapatkan nominasi Oscar 2016 best actress. Sejujurnya film ini kurang kuat di cerita. Dari seluruh nominasi best picture, jelas Brooklyn adalah yang terlemah. Sehingga dengan berat hati saya tak menjagokannya,  terbukti Brooklyn (dan The Martian) bertangan hampa. Sesuai prediksi.

Kisahnya khas sinetron yang tiap malam wara-wiri di tv nasional. Tentang cinta ala remaja dengan problematikanya. Namun Brooklyn memiliki pengambilan gambar berkelas dengan akting memukau. Hal tak dimiliki sinetron kita. Berdasarkan buku karya Colm Tolbin yang sudah memenangkan Costa Novel award 2009, masuk nominasi 2011 Internasional IMPAC Dublin Literary Award dan 2009 Man Booker Prize. Bahkan di tahun 2012 The Observer memasukkannya dalam satu dari 10 novel histori terbaik. Dasar yang kuat untuk diadaptasi. Dengan setting waktu tahun 1950an, film dibuka dengan Eilis Lacey – dibaca “Ay-lish” (dimainkan dengan brilian oleh Saoirse Ronan) yang seorang remaja Irish bekerja di kampung Enniscorthy. Dalam buku Eilis adalah anak kelima dari lima bersaudara. Di sini ia adalah anak kedua dan hanya memiliki seorang kakak, hal ini tentu saja untuk mengefektifkan cerita. Bosan dengan rutinitas, ia memutuskan merantau ke negeri impian Amerika. Segalanya sudah diurus, sehingga dengan uang seadanya Eilis naik kapal menuju Brooklyn, New York. Dalam kapal tersebut ia bertemu dengan seorang wanita yang sudah berpengalaman, setelah berkenalan ia belajar beberapa hal sebagai gadis rantau. Hal ini akan menjadi trivia yang menggelitik di eksekusi ending.

Sesampainya di Brooklyn dimulailah kehidupan baru Eilis. Hidup di lingkungan religius, dapat bimbingan dari Father Flood (Jim Broadbent). Dalam pantauan induk semang yang bagus. Adegan makan malam akan beberapa kali muncul, setidaknya ada delapan kali dengan dialog kuat penuh petuah. Mengingatkanku pada film August: Osage County itu namun memang konflik utama bukan di sini. Konflik itu muncul dari dalam diri Eilis. Sebagai gadis perantau yang jauh dari keluarga, dirinya ditikam rindu. Rutin berkirim surat dengan kakaknya Rose Lacey (Fiona Glascott) dan ibunya Mary Lacey (Jane Brennan). Betapa kangennya Eilis akan rumah ditampilkan dengan bagus. Saat Saoirse membaca surat, saya jadi teringat kisahku sendiri dulu pas awal kerja di Cikarang, Bekasi. Beberapa kali saya menangis di malam hari saat homesick itu menyelubungi jiwa. Kangen ibu, kangen kakak, kangen kesunyian malam di desa. Makanya saya bilang film ini istimewa. Seperti hidupku yang kini sudah 12 tahun di tanah rantau, waktulah yang akan menyembuhkan rindu. Eilis perlahan namun pasti bisa menerima keadaan. Mulai menikmati rutinitas di kota Brooklyn. Bergabung dalam komunitas perantau Irish. Belajar dansa, bergaul lebih luas. Dalam sebuah adegan mengalun lagu Irlandia “Frankie’s Song” (disebut juga Casadh An Tsugain), di tanah rantau-pun kita bisa menikmati kenangan hidup dengan mendengarkan lagu-lagu asal kita. Makanya saya selalu tersenyum saat mendengar lagu Didi Kempot berkumadang di Karawang.

Di sinilah akhirnya ia mendapatkan cinta. Berkenalan dengan pemuda keturunan Italia, Antony “Tony” Fiorello (Emory Cohen) lalu memadu kasih. Keduanya benar-benar memiliki chemistry yang hebat. Cerita sedernaha ini jadi begitu menggugah. Eilis bekerja sambil melanjutkan pendidikan di akutansi. Keindahan romansa anak muda, keseimbangan berjuang dalam pendidikan dan cinta. Luar biasa. Jadi ingat masa laluku. Lalu kabar buruk datang dari Irlandia. Ada kerabat yang meninggal. Eilis langsung lemas. Waktu tak kan bisa mengejar untuk mengikuti upacara pemakaman. Namun setelah agak tenang, ia memutuskan mengambil cuti untuk pulang – mudik. Sebelum pulang ia dengan berani mengambil resiko besar.

Saat di kampung diapun bernostalgia. Bertemu teman-teman lama. Ke tempat kerja mendiang, dan menemukan fotonya dipajang di meja kerja. Sangat menyentuh hati. Lalu membantu pekerjaan alm. di sana. Menghadiri pesta nikah teman karibnya, Nancy (Eileen O’Higgins). Dan diajak jalan teman lama yang menghantarnya berkenalan dengan pemuda tampan nan kaya Jim Farrell (Domhnall Gleeson). Tresno jalaran soko kulino, lambat laun mereka dekat dan akrab. Orang-orang mulai menggunjing kedekatan mereka. Eilis sampai diajak makan keluarga. Dengan kehidupan baru yang sangat menjanjikan di kampung, atau cinta yang sudah menunggu di Brooklyn kemanakah hati Eilis akhinya berlabuh? Ya, konflik utama itu adalah ini. Cinta segitiga.

Well, saya sendiri akan melakukan hal sama seandainya terjebak dalam dilema seperti itu. Kisah panjang Eilis benar-benar refleksi hidupku, walaupun beberapa bagian dibalik. Pernah punya kekasih di kampung lalu saya ditinggal nikah. Kerja sambil ngumpulin duit untuk lanjut kuliah. Sakit sekali jauh dari orang tua. Ditelpon, ayah meninggal dunia ketinggalan ucacara pemakaman. Pilihan hidup, apakah akan tinggal di kampung ataukah melanjutkan di tanah seberang. Di sini Saoirse luar biasa, penampilan terbaiknya sejauh ini. Makin cinta. Film ini juga sangat personal bagi Saoirse yang terlahir di Bronx, New York namun dibesarkan di Irlandia. Dalam wawancaranya dengan David Poland, Saoirse berujar, “I felt like I can’t mess this up, because all of Ireland will be watching. I felt a huge responsibility to be country to really capture what the story was.” Untungnya Saoirse Ronan berhasil karena Brooklyn mendapat standing applus saat screening di Sundance Film Festival.

Dalam sebuah adegan Saoirse Ronan berujar kepada Eileen O’Higgins, kamulah gadis tercantik yang beruntung. Walau tentu saja saya tak setuju karena yang tercantik tentu saja Saoirse sendiri. Namun harus diakui Eileen yang melakukan debut film-nya di sini terlihat berhasil mencuri perhatian. Catat saja, dalam lima-enam tahun ke depan ia akan memiliki karir yang cemerlang.

Di Oscar memang sudah bisa ditebak kalah. First thing first story. Mengandalkan akting hebat tak cukup kalau ceritanya biasa. Konflik kurang nendang. Seperti yang saya bilang di awal, pengambilan gambar film ini sangat bagus. Perubahan suasana hati Eilis ditampilkan dalam tiga visual yang berbeda, yang pertama saat Eilis sebelum berangkat dengan tone warna hijau yang mengacu pada fotografi Irlandia tahun 1950an. Kedua perubahan itu tampak saat Eilis tiba di Brooklyn dengan warna yang lebih cerah menyesuaikan hiruk pikuk Amerika di tahun 1952. Yang ketiga saat kembali ke Irlandia, warnanya lebih glamor yang memperlihatkan betapa Eilis sudah jauh berubah. Lebih dewasa, lebih hidup. Gambar yang indah dan akting hebat memang tak cukup mencuri hari juri Oscar. Namun saat penganugerahan Oscar saya selalu bertepuk tangan saat sorot kamera mengarah ke Saoirse. Dia memang tak memenangkan piala, namun SELALU Saoirse Ronan juara di hatiku.

Brooklyn | Directed by John Crowley | Screenplay Nick Hornby | Cast Saoirse Ronan, Hugh Gormley, Jim Broadbent, Maeve McGranth, Fiona Glascott, Eileen O’Higgins, Julie Walters | Skor: 4/5

Karawang, 140316

Laga Pra-Praha II

image

Perkiraan Susunan Pemain
Lazio (4-4-2) : Berisha – Basta – Konko –
Mauricio – Hoedt – Parolo – Felipe Anderson – Cataldi – Ikonomidis – Matri – Dordevic
Pelatih : Pioli
Atalanta (4-3-3) : Sportiello – Paletta – Cherubin – Brivio – Cigarini – Gomez – Moralez – Raimondi – de Roon – Kurtic – Denis
Pelatih : Reja
LBP 3-0 all
Sepertinya Pioli akan memainkan pemain cadangan sejak menit pertama. Pemain muda mendominasi, harapanku. Morison ada di antaranya dan cetak gol. Ah ngimpi, paling Strikernya Djorje.
JJ
Lajio 2-0 atlatanta Matri
Pertandingan lajio untuk menentukan rangking entah ke berapa. Pun jalannya pertandingan tak seindah orang bertapa. Lomba makan ayam hanya untuk kaum papa.
Erwin
Lajio 1-2 Atalanta (Denis)
Suporter d PHP lagi. Pioli terancam lagi. Ternyata sudah pagi.
Bob
Lazio 3-1 Atalanta. (Klose)
Klose menggila lagi. Atalanta kalah lagi. Mari kita tidur lagi.
Deni
Lazio 2-1 Atalanta. (Matri)
Lajio bermain sempurna. Atalanta tidak berkutik. Akhirnya lajio menang lagi.👍
Aditya
Lazio 1-1 Atalanta (Pinilla)
Lazio main dibawah standar. Atalanta juga bermain standar. Hasilnya pun standar.
DC
Lazio 3-1 Atalanta  Djordjevic
Lazio menang besar kali ini. Dah lama ga ngegolin banyak. Sekarang waktunya.
Arief
Lazio v atalanta 1-0 candreva.
Lazio harus menang. Pioli harus out. Penalti candreva akan menentukan.
Iin (X)
Lazio vs atalanta 0-0
Lazio bikin eneg. Karena eneg, mainnya jd gk enak. Karena gk enak, jadinya imbang.
huang
Lazio 4-0 Atalanta, Felipe
analisa: di indonesia, Atalanta hanyalah nama obat maag. Jelas tak sebanding dengan si elang yang perkasa. Pertandingan ini akan berakhir dengan skor 3-0!
Jokop
lazio 1-0 atlanta, djorjepic.
Lazio mengejar defisit nilai. Lazio mengejar peringkat masuk eufa. Goodluck.
Widy
Lajio 4-1 Atalanta. CANDREVA
lajio br draw di Europa League.Sekarang maen Home.Kemenangan telak sepertinya menjadi Milik Elang Biru.

Takdir mana Takdir

Karawang, 130316

Trumbo: Inspirationally Triumphs

image

Dalton Trumbo : Friends? What friends? Who the hell has the luxury of friends? Saya selalu senang menonton film biografi penulis. Seluk beluknya dalam menghasilkan karya. Sejujurnya saya tak tahu siapa Dalton Trumbo itu, hanya tahu film ini memasang Bryan Cranston menjadi nominasi best actor Oscar 2016 lah yang membuatku memutuskan menikmatinya. Trumbo adalah penulis skenario era pasca Perang Dunia II sehingga terdengar asing di telingaku. Berkat film ini saya jadi tahu betapa masa itu perjuangan Amerika menegakkan kedaulatan penuh intrik layaknya era peralihan Indonesia dari Orde Lama ke Orde Baru. Ya setiap negara punya sisi gelap dalam sejarahnya, tak terkecuali Amerika. Trumbo adalah penulis yang terjebak dalam intrik politik di mana kekebasan masih sangat mahal.
Film dibuka dengan setting tahun 1940an, pengenalan betapa Dalton Trumbo (Bryan Cranston) adalah penulis skenario jempolan. Berkat kepiawaian ia banyak meraih Dollar, sampai menjadikannya screenplayer dengan bayaran termahal. Kehidupan keluarganya terlihat sempurna dengan seorang istri cantik Cleo Trumbo (Diane Lane) dan ketiga anak Niki Trumbo (Elle Fanning), Chris Trumbo (Mitchell Zakos) dan Mitzi Trumbo (Meghan Wolfe). Prestasinya di dunia perfilman membuatnya bergabung dalam sebutan istimewa Hollywood Ten. Hidup nyaman mulai terusik saat Amerika sedang gencar kampanye anti-komunis. Politik itu kejam. Menyapu bagai badai segala hal yang tak sejalan dengan pemerintah. Trumbo yang komunis dan teguh terhadap pendiriannya akhirnya terdesak. Kumpulan komunis satu-per-satu digiring ke pengadilan untuk dimintai saksi dan diadili, Trumbo dan (sebagian) kawan-kawan memutuskan menolak menjawab, “Apakah anda komunis” dan dianggap menghina pengadilan yang mengakibatkannya dijebloskan ke dalam penjara. Runtuh sudah kemapanan itu. Ada satu kenyataan unik dalam persidangan. Reporter yang ada dalam film menggunakan mikrofon, padahal mikrofon baru diperkenalkan tahun 1970an.
Ada satu aktor, teman Trumbo yang saat dimintai saksi terlihat ragu dan menjawab ia bukan komunis. Berkat bicaranya ia terbebas sehingga bisa melanjutkan karirnya. Berjalannya waktu Trumbo dan kawan-kawan akhirnya bisa keluar dari penjara. Sekembalinya dia ke dunia luar, dia memutuskan pindah rumah dan bekerja sebagai penulis skenario dengan nama samaran. Seperti yang bisa kita tebak, film-film yang berdasarkan skenario-nya sukses. Sukses yang menghantarkannya sampai menjadi nominasi best screenplay Oscar 1954. Saat pengumuman pemenang best screenplay, sebuah ironi dia juara dengan hanya menonton lewat televisi bersama keluarga. Publik lalu bertanya siapakah penulis skenario film Roman Holiday, Ian who. Yang unik dari film ini adalah, saat presenter berteriak, “and the Oscar goes to…” kalimat itu tak pernah digunakan sebelum era 1990. Karena faktanya di tahun 1950an pengumuman pemenang biasanya bilang, “and the winner is…”
Dalam sebuah momen yang mengharukan Trumbo bertemu sang aktor, tentang kesaksiannya di pengadilan kenapa tak menjawab seperti yang disepakati. Well, saya sempat menitikan air mata. Bahwa kalian para penulis masih bisa hidup dengan berkarya tanpa terlihat publik. Dengan nama samaran kalian masih bisa memberi makan keluarga. Mendekam dalam rumah bersama mesin tik tanpa harus menghadapi kejamnya dunia luar. Sementara seorang aktor harus tampil di depan sorot kamera. Bagaimana bisa dia mengaku komunis dan dijebloskan dalam penjara, itu namanya bunuh diri. Betul juga.
Satu lagi adegan memorable adalah saat Trumbo sedang mengetik di dalam bath-up sementara di ruang keluarga sedang merayakan ulang tahun Niki. Niki dan ibunya memutuskan memanggilnya untuk bergabung, namun Trumbo malah marah. Dia tetap sibuk mengetik dan memaki dengan kalimat yang sungguh menggugah, “I work in a bathup, surrounded by water. So I’m fairly certain that even if the whole goddam country was on fire, that I can still function as this family’s personal slave.” Jleeeb, dari adegan inilah saya meyakini Bryan sangat layak di Oscar.
Berjalannya waktu, Trumbo terus menghasilkan karya-karya terbaik. Di tahun 1959 film The Brave One mendapat nominasi Oscar dengan nama penulis samaran. Itu tulisan Trumbo tentu saja. Dan film itu menang. Lagi-lagi publik bertanya. Ironi lagi, dia hanya bisa menonton penyerahan piala itu di depan tv. Puncak cerita ini adalah film Spartacus yang terkenal itu. Di tahun 1959 saat menjelang Natal, Otto Preminger (Christian Berkel) membawa kabar bahwa Trumbo yang menulis skenarionya. Kirk Douglas (Dean O’Gorman) yang seorang aktor dan produser memutuskan inilah saatnya kembali mencantumkan nama Trumbo dalam credit title. Sebuah perjudian besar, akankah film itu sukses karena memajang nama mantan komunis? Maukan warga Amerika membeli selembar tiket dengan nama Trumbo di dalam filmnya? Berhasilkah Trumbo berjuang mendapatkan hak sebagai warga negara biasa tanpa diskrimasi?
Well, film ini sangat menyentuh. Ironi lagi, putri pertama Trumbo, Nikola adalah seorang aktivis yang memperjuangkan persamaan hak untuk warga kulit hitam. Bedanya Niki berjuang bersama teman-teman belajarnya lewat demo, Trumbo lewat tulisan. Kisah panjang ini mengingkanku pada penulis terbesar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer (1925 – 2006). Beliau pernah dinominasikan penghargaan Nobel Sastra berkat tetralogi Buru. Beliau di penjara dan diasingkan karena dituduh komunis oleh era Orde Baru. Beliau berjuang lewat tulisan. Benar-benar Trumbo-nya Indonesia.
Penampilan Bryan Cranston memang luar biasa, layak masuk nominasi best actor. Tapi memang tahun ini tahunnya Leo jadi wajar kalah. Diane Lane harusnya juga masuk nominasi supporting actress berkat konsistensinya sebagai ibu dan anak-anak yang terasing. Akting yang sangat kuat. Bagi kalian yang suka kisah hidup penulis, film ini wajib tonton. Endingnya sangat menggugah dengan menampilkan final speech Trumbo asli. Inspiratif!
Trumbo | Directed by Jay Roach | Screenplay John McNamara | Cast Bryan Cranston, Diane Lane, Hellen Mirren, Michael Stuhlbarg, David Maldonado | Skor: 4,5/5
Karawang, 130316 – Cranberries dini hari

Antrian Baca 7 Buku Terbaru

image

Tekanan ajang Oscar 2016 sudah berlalu, saatnya kembali ke rutinitas bola, film reguler dan buku. Beruntung saya punya teman-teman kerja yang baik, yang mau bertukar-pinjam buku sehingga tak pernah sepi daftar panjang buku baca gratis. Berikut 7 buku yang akan mewarnaiku dalam sebulan-dua-bulan ke depan. Beserta tulisan singkat back-cover-nya.
Pinjaman Putri Wedaswari
24 Wajah Billy — Daniel Keyes
Mereka semua akan Anda temukan dalam kisah nyata yang amat mengejutkan ini. Anda akan tertarik ke dalam pikiran lelaki muda tersiksa, beserta dunianya yang terpecah-belah dan menakutkan.
Pinjaman Sekar Ayu
Tuhan, Aku Ingin Menjadi Malaikat Kecil-MU – Eidelweis Almira
Kehadirannya bisa menjadi guru bagi orang-orang di sekitarnya. Tak banyak yang mengira apa yang dilakukannya begitu berguna dan memiliki makna sepeninggalnya.
Silent Love – Dien Ilmi
Setahuku, waktu tak pernah ingkar janji. Ia memang seringkali menyuguhkan kepedihan, kebahagian dan kepura-puraan. Tapi aku tahu satu hal. Ia tak akan ingkar janji.
Surga Kecil Di atas Awan – Kirana Kejora
Langit tempat bergantungnya semua pengharapan, cita-cita dan butuh ribuan sayap untuk menerbangkannya. Bisa dimulai dari mendaki bukit, lalu mencapai puncak, menggapai awan kecil yang akan menghantarkannya ke langit kuasa.
I Am Malala – Malala Yousafzai
Namaku Malala. Saat aku lahir, para tetangga bersimpati pada ibuku, karena melahirkan anak yang tak bisa meneruskan nama keluarga. Tapi bagi ayah, perempuan ataupun lelaki, sama. Sama-sama berhak tumbuh dan dididik setara.
Pinjaman Widy Satiti
Allegaint – Verinica Roth
Tak ada lagi faksi, tak ada lagi panduan, hanya ingatan akan penghianatan. Tirani lain mengancam, para fictionless yang selama ini terbuang mengambil alih kekuasaan.
Punyaku sendiri beli bulan lalu
Serigala Navajo – Tony Hillerman
Ketika Letnan Joe Leaphorn dari Navajo Tribal Police menemukan mayat dengan mulut penuh pasir di tempat kejadiannya kejahatan yang seolah tanpa jejak dan petunjuk, ia siap untuk mencurigai seorang pembunuh supernatural. Darah di atas karang… mayat di atas dataran tinggi yang sempit… Leaphorn harus memburu Wolf-Witch sepanjang jalan yang mengerikan di antara mistisisme dan pembunuhan.
Karawang, 120316 – Nikita Willy “Lebih Dari Indah”

Laga Pra-Praha

image

Kembali ke rutinitas setelah hingar bingar Oscar. Lazio ke kota Turin.

LBP 0-3 all
Analisis: Obat kecewa Laziale setelah main buruk lawan Sas. Serie A tetap nomor satu. Hantam mereka!

1. muji
Torino 2-0 lazio
Ciro immobile
Lazio menang.Torino pun menang.Jadi siapa yg menang aslinya hayooo…

2. widy
Torino 1-2 Lajio. Candreva
Main kandang Torino tetep kalah.Lajio berharap menang.tapi ya pd akhirnya menang jg 1-2✌

3. huang
Torino 2-0 Lazio, Belotti
analisa: saya ingat pada perayaan imlek tahun lalu, saya memberikan sumbangan berupa sepotong kue tanpa mengharapkan imbalan apapun. Selang setahun kemudian, secara ajaib saya memiliki keadaan ekonomi yang lebih baik sehingga mampu menyumbangkan 2 potong kue! Amazing! Kekuatan memberi benar-benar sungguh dahsyat! Itu artinya, lazio akan kalah lagi. 😎👌🏽

4. deni
Torino 0-1 lajio,candreva…duel sengit bakal terjadi di torino.lajio bakal sulit main diawal2.dgn semangat tiada henti akhirnya lajio menang tipis 1-0👍

5. dc
Torino 1-0 Lazio Immobile
Main dikandang banteng, emprit eeh elang akan ditanduk hingga terlempar jauh. 3 poin jadi milik banteng, dan Immobile jadi penentu

6. papwin
Torino 3-0 Lajio (Immobile)
Komen biar sah aja. Mudah2an bener tebakanya. Pioli lejen pokoknya

7. arief
Torino v lazio 0-1 felipe.. konsentrasi lazio terbelah jelang laga lawan sparta prague. Torino tak ingin malu di kandang. Pioli cepetan kek dipecat

8. mads
Torino 2 vs 1 Lazio
Immobile
Kekalahan Lazio merupakan kemenangan umat FOC.
Pesta besar besaran untuk bisa membully pembesar FOC.
Cuma disini Lazio ngaku tim besar.
Cuma disini fans sendirian tanpa teman.
Cuma disini bisa membully admin sepuasnya.ada peluang dpt pulsa lagi.        👍👍👍👍4 FOC

9. Aditya
Torino vs Lazio : 3-1, Immobile
Lazio keok lagi. Torino bangkit lagi. Lazio makin terpuruk lagi..

10. Jokop
Torino 0-2 Lazio, Candreva.
Duel klub middle .Torino maupun lazio masih kondisi gundah. Hanya kemenangan yg bisa menenangkannya.

11. Panji
Torino 1-2 Lazio, Felipe.
Partai sulit apalagi main di tandang. Tapi lajio main ngotot, tertantang sama tetangganya, Roma, yang makin trengginas. Siap-siap partai sradak sruduk.

12. Takdir
Torino 1-Lazio 2. Candreva.
Ga tau mau bilang apa. Baru bangun. Blom ngopi. Tapi harus pelatihan. Pengen kopi filmnya arief. Pengen ketemu betty van parlay.

13. Prima
Torino 5 – 1 lazio
Lazio kena 2 kartu merah. Torino langsung tancap gas. hattrick akan terjadi. Candreva cedera 6 bulan.

14. Bob
Torino 1-1 Lazio
Tim tuan rumah Torino wajib jaga gengsi agar tidak mendapat malu dikandang sendiri. Sementara The great sbg tim tamu jg berupaya memcuri poin untuk menjaga asa naik clasifica. Karena sama” mengharakan poin, sepertinya hasil imbang cukup adil buat kedua tim.

Karawang, 050316