24 Wajah Billy

image

Mereka yang punya kendali atas orang lain mungkin punya kuasa. Tetapi hanya mereka yang mampu mengendalikan diri sendirilah yang memiliki kekuatan sebenarnya. – Lao Tzu
Buku gratis berikutnya yang selesai baca. Sangat berat untuk menyelesaikan sebuah bacaan yang tak sesuai harapan, apalagi buku itu setebal lebih dari 600 halaman. Tapi saya selalu percaya semua yang saya baca tak ada yang sia-sia. 24 Wajah Billy adalah jenis bacaan yang butuh telaah, kajian lebih mendalam dan kesabaran. Karena dari judul kita sudah tahu bahwa ini adalah cerita dengan konflik pria berkepribadian majemuk, maka penyampaian kejutan saat di halaman yang mengungkapnya terasa hambar. Sangat hambar. Buku dipecah dalam tiga bagian. Pertama Masa Galau yang berisi pengantar kenapa William Stanley Milligan (panggilan Billy) ditangkap. Kedua tentang Menjadi Sang Guru yang menjelaskan asal usul munculnya kepribadian lain. Dan yang Ketiga Usai Kemelut yang menceritakan pemecahan masalah. Berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Amerika inilah untuk pertama kalinya seorang narapidana kasus berat lolos dari penjara karena divonis gila. Apakah saya spoiler? Tidak! Sedari cerita pembuka kita sudah dikasih tahu itu jadi yah, apa yang diharapkan lagi?
Kesepuluh sosok yang diharapkan: 1. Billy, 26 tahun – pribadi asli atau inti. 2. Arthur, 22 – Pria Inggris yang bijak. 3. Ragen Vadascovinich, 23 – dari kata rage again, seorang Yugoslavia berlogat Slavia ahli senjata dan karate. 4. Allen, 18 – orang kepercayaan. Satu-satunya yang tak bertangan kidal. 5. Tommy, 16 – escape artist, hali melepaskan diri dari kunci dan simpul ikatan. 6. Danny, 14 – anak yang selalu ketakutan, jireh. 7. David, 8 – penanggung rasa nyeri. 8. Christene, 3 – si anak sudut. 9. Christhoper, 13 – abang Christene. 10. Adalana, 19 – wanita lesbian, introver, pemalu dan selalu merasa kesepian. Sementara 14 sosok yang tak diinginkan: 1. Philip, 20 – penjahat brutal. 2. Kevin, 20 – sang perencana. 3. Walter, 22 orang Australia. 4. April, 19 – perempuan brengsek. 5. Samuel, 18 – Yahudi pengembara. 6. Mark, 16 – si kuda pekerja. 7. Steve, 21 – peniru gelagat orang lain. 8. Lee, 20 – sang pelawak. 9. Jason, 13 – katup menyalur tekanan. 10. Robert (Bobby), 17 – sang pemimpi. 11. Shawn, 4 – tuna rungu. 12. Martin, 19 – si pemalu snob. 13. Timothy, 15 – bekerja toko bunga. 14. Sang guru, 26 –  wujud kedua puluh tiga sosok alter ego di atas jika sudah melebur atau terfusi.
Ga usah pusing membayangkan bagaimana bisa satu orang dengan 24 kepribadian bisa seperti itu. Jadi sosok itu ceritanya muncul bergantian. Semacam ada lampu sorot di panggung, nah yang kena spotlight itulah yang muncul berinteraksi dengan lingkungan luar. Sementara yang lain ada disekitar panggung. Ada yang mengamati ada yang tidur ada yang cuek. Terus bagaimana bisa mereka ga berantem untuk memperebutkan hak sebagai sosok yang Paling Asli? Ga usah pusing juga karena fakta bahwa buku ini menceritakan satu orang dengan pribadi mencapai puluhan aja sudah terdengar rumit. Jelas buku ini tak cocok dibaca saat santai sambil dengar musik sendu.
Karena ini lebih kepada catatan laporan bukan novel maka saya merasa tertatih menyelesaikannya. Disusun runut dengan frasa yang biasa. Padahal saya sudah baca Flowers For Algernon (diterjemahkan dalam Bahasa menjadi Charlie Si Jenius Dungu) yang menurut saya sangat bagus maka kaget juga kenapa Billy bisa menjadi sangat membosankan. Apakah karena ini kisah nyata sehingga penulis dibatasi ruang geraknya? Hhmm… menurutku ga juga. Banyak di luar sana kisah nyata ditulis dengan sangat indah. Apakah konflik yang disajikan kurang nendang karena Billy bukan melakukan tindak kriminal berat nomor satu? Tetap ga juga, banyak buku dengan konflik sederhana ditulis dengan sangat brilian menghasilkan buku hebat. Jadi tetap kesalahan utama Billy adalah cara penyajian yang buruk. Keyes seperti dipaksa merunut kejadian sehingga kehilangan letupan.
Dalam sebuah artikel penutup cerita yang dinukil dari edisi koran mahasiswa Ohio University, The Post bertuliskan: … Milligan, yang jelas tidak diberi kesempatan yang adil dalam hidup ini, telah kembali ke Athens untuk dirawat oleh para ahli di sini. Dan masyarat ini, kalaupun ada yang mereka perbuat, seharusnya membantu memberikan atmosfer mendukung yang dia butuhkan… kami tidak meminta Anda untuk menyambut Milligan dengan tangan terbuka. Tetapi kami meminta Anda memahami. Itulah yang setidaknya berhak dia terima. Di akhir catatannya Keyes menulis: studi tentang kepribadian majemuk menawarkan kepada kita semua sesuatu yang terkait dengan kendali pikiran dan tubuh. Saya pikir, sesungguhnya para penderita kepribadian majemuk bisa saja merupakan satu dari sekian banyak eksperimen alamiah, yang akan menjelaskan jauh lebih banyak hal kepada kita, tentang kita sendiri… Athens – Ohio, 20 Juli 1982.
Kabarnya buku ini dalam proses adaptasi film (lagi) dengan bintang Leonardo Di Caprio. Wow, sehebat apakah kang Leo nantinya? Ada beberapa buku biasa saat dirubah ke film jadi bagus. Salah satu contohnya ya Brokeback Mountain. Itu novelet biasa bisa jadi film nominasi Oscar! Terakhir, dulu tahun 2007an setelah terpesona dengan Charlie saya pengen banget memiliki buku ini. Sekarang setelah baca pinjam punya Putri Wedaswari – teman kerja itu sudah cukup dan ga akan saya masukkan ke rak koleksi. Syukurlah saya hanya pinjam.
24 Wajah Billy | diterjemahkan dari The Minds of Billy Milligan | by Daniel Keyes | terbitan Bantam Book, New York – 1982 | Penerjemah Miriasti dan Meda Satrio | Penerbit Qonita – PT Mizan Pustaka | edisi baru, cetakan I, Desember 2009 | 668 h., 20,5 cm | ISBN 978-602-8579-05-6 | untuk anak-anak korban penganiayaan, terutama mereka yang tersembunyi… | Skor: 2/5
Karawang, 300316 – Promises-nya The Cranberries

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s