The Walk: Reach The Clouds

Philippe Petit: So, picture with me it’s 1974, New York city and I am in love with two building – two towers.

Butuh script berkelas untuk sebuah film yang sudah kita ketahui akan ending-nya. Kita (nyaris) semua tahu film ini tentang apa. Mau kemana arahnya, tujuan utamanya apa. Bahkan untuk seorang awam sekalipun pasti tahu bahwa The Walk inti kisahnya adalah orang yang berjalan di atas tali yang terbentang di antara dua gedung. Setidaknya lihatlah posternya, kover filmnya. Judul awalnya adalah “To Reach the Clouds” lalu diganti “To Walk the Clouds” namun akhirnya dipilih hanya “The Walk”. Jadi sebuah tantangan besar penulis skenario agar penonton bisa puas. Nyatanya film ini gagal. Mengandalkan akting hebat Joseph Gordon-Lewitt tak cukup.

Berdasarkan kisah nyata. Dari orang yang sudah membuat film Back to The Future, Flight dan Forrest Gump yang terkenal itu. Film dibuka dengan Philippe Petit (Joseph Gordon-Lewitt) menarasikan kisah hidupnya di puncak patung Liberti, suara Petit di cawan itulah narasi film akan terus menemani penonton. Menceritakan masa kecilnya di kota cantik Paris, Perancis. My story begins in another one of the world’s most beautiful cities, se Paris.. Sedari kecil Petit memang menggemari sirkus keliling. Menyaksikan dengan kagum atraksi badut yang bejalan di atas seutas tali sambil melempar-lempar target bowling. Petit juga suka beratraksi di jalan untuk mencari receh. Dari atraksi jalanan itulah dia berkenalan dengan Annie (Charlotte Le Bon). Seorang seniman jalanan dengan biola di tangan. Bisa ditebak mereka jadian. Annie mendorong Petit untuk terus mengembangkan kehebatannya di atas seutas tali. Suatu siang, datanglah seorang fotografer amatir lokal yang kemudian bergabung. Jean-Louis (Clement Sibony) sering mengabadikan gambar-gambar Petit. Satu per satu orang-orang pendukung bergabung dalam tim. Di bawah bimbingan papa Rudy (Ben Kingsley) bagaimana simpul tali yang kuat. Bagaimana mengatur nafas dan betapa pentingnya ketenangan dalam setiap atraksi. Setelah dirasa cukup, tim yang merencana menaklukkan Menara kembar WTC (World Trade Center). Mereka berangkat ke Amerika dengan persiapan sematang mungkin. Ditetapkanlah tanggal 7 Agustus 1974.

Seluk beluk menuju hari H yang sibuk ditampilkan dengan cepat. Mulai cara mengelabui petugas, membeli peralatan, sampai menyamar jadi pekerja kontruksi. Semua dilakukan dengan detail yang seru. Sila, kaki Petit terluka menginjak paku. Akankah ditunda atau tetap dilanjut? Malam sebelum mulai aktraksi, Petit menyiapkan peti matinya. Jaga-jaga. Berhasilkah dia memenuhi ambisi berjalan di atas tali yang terbentang di Menara kembar itu dengan selamat?

Kabarnya JGL sampai dilatih langsung oleh Petit asli untuk mendapatkan gambaran yang sempurna. Well, pantas saja terlihat hebat. Ini adalah akting pertama JGL memerankan seorang tokoh. Satu lagi tahun ini ia akan beraksi sebagai Snowden tahun ini. Selain kekuatan akting JGL yang wow kelebihan lain film ini tentu saja 3D-nya yang nampol. Saya menonton di dvd saja pop-ping banget. Saat di atas tali Petit melempar target bowling itu seperti dilempari benda. Saat di atas gedung, Zemerick banyak mengarahkan kamera ke bawah dengan gemuruh yang membuat penonton ikut merinding, bagai terombang-ambing di udara. Karena saya termasuk orang yang takut ketinggian, perutku beberapa kali mual. Sebuah keberhasilan tersendiri tentunya, sayangnya tak kusaksikan di bioskop. Satu lagi yang menarik bagiku adalah kutipan ini, “people ask me, ‘why do you risk death?’ For me, this is life”. Ya, pandangan orang beda-beda, ada banyak orang yang suka sekali menantang maut untuk memacu andrenalin, demi kesenangan, kebanggaan dan atau ambisi. Petit jelas salah satu dari itu.

Namun tetap, yang utama adalah cerita. Saya sendiri belum nonton “Man On Wire” tahun 2008 yang ceritanya sama. Semua sudah ketebak sedari awal. Tak ada yang baru, tak ada yang wow. Dalam sebuah narasi Petit pernah berujar, “orang akan mengingat saya ketika disebut kata WTC”. Benar juga orang akan selalu mengingat aksi gilanya itu. Itu sebelum tahun 2002 tentunya. Karena tragedi 9/11 mengubah paradiga itu. Sekarang yang terlintas pertama kali tentu saja tragedi pilu pembajakan dua pesawat yang menabrakkan diri ke WTC.

Film ini tetap seru dinikmati asal jangan berharap terlalu tinggi saja, takut jatuh.

The Walk | Directed by Robert Zemeckis | Screenplay Robert Zemeckis, Christopher Browne| Cast Joseph Gordon-Lewitt, Ben Kingsley, James Badge Dale, Steve Valentine, Charlotte Le Bon | Skor: 3/5

Ruang HR NICI Karawang, 150316 – Balon udara Sherina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s