Inside OUT: We Know Riley’ Head.

image

Inside Out
Sebelum saya menontonnya, ada yang bilang harusnya film ini masuk jajaran nominasi best picture. Dan ketika semalam saya selesai menontonnya, jelas saya tak setuju. Film dengan ide kehidupan di kepala manusia memang bukan barang baru, namun emang sangat bagus. Animasinya juga bagus sekali. Saying sekali ini film Disney yang ending-nya harus happy. Kelemahan utama ada di konflik, terlalu sederhana. Kita sudah sering menontonnya di serial Doraemon saat Nobita ngambek lalu memutuskan kabur dari rumah. Dan seperti itulah garis besar yang disajikan.
Riley (disuarakan oleh Kaitlyn Dias) adalah remaja yang tinggal di Minnesota. Sedari bayi kita disuguhkan ‘kehidupan’ yang ada di kepalanya. Ada 5 karakter utama yang ada di epala Riley: Joy (Amy Poehler), Anger (Lewis Black), Disgust (Mindy aling), Fear (Bill Hafer), dan Sadness (Phyllis Smith). Kehidupan yang ada di kepala Riley selalu menangkap momen yang terjadi di hadapannya. Momen itu berbentu bola bening. Mulai dari terlahir di dunia, tumbuh kembangnya sampai momen yang memaksa keluarga ini harus pindah e San Fransisco. Otomatis Riley harus meninggalkan kehidupan yang menyenangkan. Meninggalkan teman mainnya. Sekolah yang dicintainya. Tim hoki yang seru. Kehidupan baru penuh tantangan menanti di depan.
Di San Fransisco ternyata tak sesuai harapan. Tinggal di apartemen yang sempit. Barang-barang terlambat dikirim. Sekolah yang kacau, bahkan hari pertama perkenalan berubah jadi tragedi. Kesal dengan keadaan, Riley ingin pulang. Kembali ke Minnesota. Apalagi saat chat dengan temannya, terlihat ia sudah punya teman baru, semakin membuatnya cemburu. Akankah Riley memutuskan kabur?
Sementara cerita di kepala Riley lebih seru. Ada  memori core yang disimpan dalam pulau-pulau kepribadian. Suatu hari sebuah memori inti sedih (perkenalan di kelas itu tuh) coba dibuang oleh Joy sebelum mencapai ke sub pusat. Namun dalam prosesnya Joy, Sad dan memori itu tersedot keluar dari Markas, terlepas sehingga terancam terjatuh di pembuangan. Joy tak mau kehilangannya sehingga terseret ke sebuah lokasi penyimpanan. Berdua mereka mencoba kembali ke ruang kendali utama. Sayang dalam perjalanan satu per satu pulau kepribadian terjatuh. Gaswat-kan kalau mereka tak bisa kembali. Di kenyataan bisa jadi membuat Riley selamanya sedih. Dalam perjalanan mereka bertemu makhluk imajinasi masa kecil Riley, Bing Bong. Salah satu adegan menyentuh adalah saat di Dumb Memori mereka mencoba kembali naik menggunakan wagon rocket. Itu sangaaat menyentuh sampai akhirnya membuat salah satu karakter harus dilepas. Berhasilkah mereka kembali? Karena ini adalah Disney, jelas itu pertanyaan Klise.
Banyak trivia-trivia seru yang nge-link dengan film Pixar lain. Seperti gambar dari film UP di memori bola, Saat Joy dan Sad berpetualang mereka menemukan game “Find Me” dari film Finding Nemo dan game “Dinosaur World” dari The Good Dinosaur. Sebuah majalah yang menampilkan wajah Colette Tatou dari Ratatouille. Ada teman sekolah Riley yang mengenakan t-shirt dari film Toy Story. The Luxo, Jr terlihat saat flash back dari karakter Bing Bong. Mobil Cars juga terlihat beberapa kali. Mobil pizza nyaris di semua film Pixar. Dan banyaaaaak lagi. Inilah salah satu keseruan yang membuat kita layak menonton ulang-ulang untuk benar-benar memperhatikan detail gambar.
Secara keseluruhan bagus. Walaupun beberapa detail diabaikan. Seperti fakta ilmiah bahwa emosi manusia dalam kepala sebenarnya ada 27 namun untuk menjaga focus Pete hanya menampilkan lima. Padahal kalau ditelusuri ada tiga emosi yang sangat disayangkan ga dibahas yaitu Surprise, Pride dan Trust. Karena review mayoritas yang bilang wow, keseluruhan tak bisa memenuhi ekspektasi yang kadung tinggi. Kisahnya sangat mirip tv seri Herman’s Head (1991-1994) tentang kehidupan di kepala. Ini adalah film pertama animasi Oscar yang saya tonton. Walau kurang puas tapi sudah bisa simpulkan Inside Out bakalan menang. Sang pemenang memang tak selalu yang terbaik di mata penonton. Namun jelas screenplay yang tak lazim sangat menarik juri Oscar. Empat film sisanya bisa saya skip. Pertanyaan hanya apakah selain best animated film ini bisa menggondol best screenplay? Mari kita lihat.
Inside Out | Directed By Pete Docter | Screenplay Pete Docter, Michael Arndt| Cast Amy Pehler, Lewis Black, Mindy Kaling, Bill Hader, Phyllis Smith, Diane Lane | Skor: 3.5/5
Karawang, 250216

Joy: En-Joy

image

Joy
Sekali lagi saya terkesan sama Jennifer Lawrence. Disandingkan dengan sutradara David O Russel lagi, dan berpasangan dengan aktor Bradley Cooper lagi. Untungnya kali ini mereka tidak sebagai pasangan kekasih. Haha.., kisahnya asyik diikuti. Mengalir lembut, upset down sampai di akhir yang american dream banget. Ini tentang keajaiban. Sejarah majic mop. Ada yang tahu sejarah pel yang setiap rumah pastinya punya itu? Tidak? Saya juga. Tapi ini bukan pel biasa. Pel ajaib.
Dituturkan oleh sang nenek, Joy kecil mempunyai impian besar. Lewat visualisasi mainan rumah-rumahan dunia anak yang penuh imajinasi. Cerita langsung lompat di masa Joy (Jennifer Lawrence) dewasa yang kini bercerai. Mantan suaminya, musisi ga jelas asal Venezuela Toni Mitanne (Edgar Ramirez) masih seatap, tinggal di ruang bawah. Kakeknya, Rudy (Robert De Niro) sedang bermasalah sehingga dipaksa ikut tinggal. Rudy sedang mengalami puber kedua. Tapi karena mantan suami dan Rudy kurang akur, mereka berselisih. Sementara ibunya adalah seorang pemimpi yang kesibukannya hanya nontooooon tv sepanjang hari. Putri Joy juga punya mimpi. Rumah kecil mereka penuh sesak.
Rudy punya usaha bengkel mobil di mana Joy bekerja paruh waktu sebagai akuntan di sana. Kesehariannya kerja di bank yang sangat membosankan sampai akhirnya dirinya frustasi. Keadaan rumah tangga yang rumit dan bermasalah ini makin berantakan ketika keuangan mendesak. Suatu hari Joy seperti tersadar, hidup yang dia jalani saat ini bukanlah impian masa kecil yang diharapkan. Sampai akhirnya ide yang bersemayan di kepala tentang membuat pel direalisasikan. Pel ajaib, kita tak perlu memeras langsung kain tapi cukup dengan menarik kaitnya, kering.
Perjuangan memasarkan lebih rumit lagi. Suatu ketika Joy dan keluarga sampai mejeng di depan toko syalawan untuk jualan majic mop dengan melakukan demo dekat parkiran. Diusir sekuriti. Jualan ke toko hasilnya kecil. Frustasi. Rudy lalu membantu, pasangan yang baik walau bercerai tapi tetap akur, dia menelpon temannya di bagian marketing sebuah tv untuk diberi kesempatan demo produk. Sang manager (Bradley Cooper) awalnya sangsi namun diberinya kesempatan. Kesempatan pertama saat tayang di shopping tv berantakan, sang aktor yang mendemontrasikan pel ajaib gagal menarik pengait sehingga macet. Hufh… Joy marah dan meminta sekali lagi kesempatan, kali ini dia sendiri yang akan jadi bintang. Sangat beresiko karena Joy tak pernah berangking di depan kamera, tapi seperti prediksi. Aksinya yang singkat sangat memukau. Bagian inilah yang membuatnya dilirik juri Oscar. Sangat natural, sangat menyentuh, sangat J-Law!
Kesuksesan menjual pel ajaib secara instan memberi dampak lain. Penyuplai bahan dasar dari kota California menaikkan harga yang otomatis memaksa Majib Mop harganya naik. Secara bersamaan ada anggota keluarganya meninggal, Joy berduka. Kenaikan harga itu membuat Joy marah karena tanpa persetujuannya. Peggy (Elizabeth Rohm) adiknya sudah menyetujuinya. “Never speak, on my behalf about my business again”. Sendiri dia datang ke California. Ternyata di pabrik itu mereka meniru produk Joy, merasa ini penipuan pencurian hak kekayaan intelektual, hak paten dia mencoba menuntut. Bagaimana nasib produk Majic Mop? Akankah keluarga ini bisa selamat dari ambang kebangkrutan? Sendirian bisakan Joy melawan birokrasi untuk bisa bahagia?
Endingnya sangat menyentuh, saat seorang ibu yang mencoba menjual produk hasil karyanya lebih dihargai dengan dipindahkan tempatnya menginap dari hotel kecil kumuh ke hotel yang lebih layak. I know that feeling. David O tak pernah mengecewakan. J-Law dan Cooper adalah pasangan yang serasi di layar. Sangat dinanti bagaimana trio ini suatu hari mengguncang panggung Oscar. Suatu hari kelak mereka harusnya lebih dihargai setelah Silver Lining Playbook dan American Hustle yang luluh lantak. Joy memang penurunan namun saya percaya suatu hari kelak trio ini akan sukses, tinggal tunggu waktu yang tepat, moemn yang pas dan keberuntungan.
Saya sempat khawatir J-Law menang piala lagi. Terlalu muda untuk aktris seusia dia menang dua piala bergengsi. Untuk kali ini mudah-mudahan feeling-ku salah.
Joy | Directed by David O Russel|Screenplay David O Russel | Cast Jennifer Lawrence, Bradley Cooper, Robert De Niro | Skor: 3,5/5
Karawang, 230216

The Revenant: He Knows How Far I Came To Find Him

image

Film ini jadi film pertama Oscar yang saya tonton tahun ini. Dengan harapan besar karena ini adalah sebuah film yang sedang memimpin nominasi dengan 12 kategori, akhir yang didapat anti-klimak. Saya sendiri baru tahu arti revenant setelah bertanya di forum film. Awalnya saya kira berarti balas dendam karena ada subkata revenge. Saya cek di google translate dan kamus tak ketemu. Akhirnya teman dari grup Bank Movie menjawabnya. Revenant kurang lebih berarti orang yang bangkit dari kubur, orang yang kembali dari kematian. Judul yang pas sekali dengan apa yang dialami oleh Glass.
Kisahnya sendiri sebenarnya sederhana. Hugh Glass (Leonardo Di Caprio) dan tim ekspedisi berburu kulit binatang terjebak dalam perselisihan dengan suku asli di daerah Montana dan Dakota Selatan, bersetting di tahun 1823. Berdasarkan kisah nyata film ini dituturkan dengan sudut pandang Glass diambil dari bukunya Michael Punke berjudul the Revenant: A Novel of Revenge. Aslinya Glass tak punya anak, namun untuk menambah daya balas dendam dimunculkanlah karakter  Hawk (Forrest Goodluck). Saat penjelajahan, pertumpahan darah terjadi. John Fitzgelard (Tom Hardy) beberapa kali menyelamatkan Jim Bridger (Will Poulter) dalam pelarian. Saya jelaskan ini dari awal karena akan jadi titik penting di eksekusi ending nantinya hubungan antara John dan Jim. Dipimpin oleh captain Andrew Henry (alumnus Hogwart Domhnall Gleeson) pelarian itu menyisakan segelintir pasukan. Terjebak di hutan yang seakan tak ada harapan untuk keluar hidup-hidup, mereka menyembunyikan kulit buruan di suatu tempat untuk mengurangi beban dan akan diambilnya saat keadaan sudah lebih aman. Melepaskan kapal untuk melanjutkan perjalanan. Suatu hari Glass yang sedang sendiri tiba-tiba diserang oleh seekor beruang. Adegan inilah yang memorable dan sangat membekas. Leo dengan segenap tenaga bertahan hidup. Dengan senjata seadanya dia terus melawan, berguling, terlempar, mengerang, berteriak gila. “Beri saya itu piala, please…”. Glass sekarat. Perjalanan berikutnya jelas lebih repot, dia ditandu mandaki gunung, turuni lembah, sungai mengalir indah ke samudra. Sampai akhirnya tim menyerah. Diputuskan perjalanan dilanjut dengan meninggalkan Glass ditemani oleh John, Jim, dan Hawk. Di sinilah drama besar terjadi, sampai ada perselisihan yang mengakibatkan salah seorang mati. Glass yang sekarat dan sepertinya mustahil hidup ditinggal karena hopeless. Jonh dan Jim melanjutkan perjalanan. Diluar duga Glass bertahan hidup yah karena judulnya kan bermaksdu itu, scene ketika Leo merangkak, meloloskan diri juga patut diacungi jempol. Jim meletakkan botol air minum di atas tubuh Glass, botol minum ini akan jadi barang bukti penting di akhir. Saat dirinya masuk ke tubuh kuda itu, sungguh tak tega kalau piala tahun ini terlepas dari Leo. Konon untuk membuat bentuk luka butuh waktu lima jam. Dia sudah totalitas. Ampun deh kalau gagal lagi. Mengingatkanku pada salah satu adegan film Seraphim Falls.
Apakah Glass berhasil menyusul tim dengan selamat. Dendam itu akankah terbalas. Bagaimana akhir dari perselisihan dengan suku pedalaman? Bagaimana nasib kulit buruan yang disembunyikan itu. Catat, ini penting dong karena tim ekpedisi ini kan ke sana demi kulit. Haha…
Sejujurnya saya kurang suka dengan cerita seperti ini. Sudah sangat umum, sudah banyak dibuat. Sementara saya tak menjagokannya sebelum menonton film lain. Saya justru terkesan sama Tom Hardy yang juga masuk nominasi aktor pendukung. Bisa jadi dia menang. Kabarnya Tom sampai menonton ulang film Platoon (1989) dan terinspirasi oleh Tom Berenger. Namun yang paling membuatku takjub adalah akting Will Poulter. Catet! Suatu hari dia akan menang Oscar. Tinggal tunggu waktu, peran dan momen yang tepat. Aktor yang pertama kali dikenal sebagai Rambo kecil ini adalah aktor favoritku di seri ketiga Narnia. Mimik dan setiap gelagatnya yang terlihat panik sungguh asyik diikuti. Jadi naga wow!
Yang menakutkan film ini berpeluang menjadikan Inarritu back-to-back menang best director dan best picture setelah tahun lalu secara mengagumkan bersama Birdman. Kalau bisa janganlah. Mending buat yang lain. Buat Tom Abrahamson atau Tom McCarthy aja. Atau Georgo Miller untuk Mad Max: Fury Road. Jarang-jarangkan film summer menang. Yah, karena saya belum nonton Mad saya belum bisa kasih penilaian keseluruhan. Revenant saya prediksi menang di sinematografi yang digawangi oleh senior emmanuel Lubezki.
Spotlight jelas ada pada Leonardo Di Caprio. Aktor yang total mendapat nominasi keempat ini masih saja jadi tanya, “kapankah pecah telur?”. Dari Catch Me If You Can, The Aviator, The Wolf of Wallstreet sampai Revenant ini. Sejujurnya dari keempat film itu Leo sangat layak dapat di the Wolf, terlihat total dan ekspresif. Yang sayangnya secara bersamaan ada Matthew. Di Revenant Leo jauh dari kata wow. Lebih banyak mengerang dan mengaduh ketimbang memainkan mimik muka yang biasanya disuka juri Oscar. Sebagai catatan tambahan, Leo sudah sapu bersih penghargaan bergengsi lainnya termasuk Golden Globe dan Bafta. Tanda-tanda kan. Namun sebelum tanggal 29 Feb nanti segalanya masih mungkin. Akankah ini adalah momen panjang yang dinanti Leo?
The Revenant | Director Alejandro G Inarritu| Screenplay Alejandro G Inarritu Screenplay Alejandro G Inarritu, Mark L Smith | Cast Leonardo Dicaprio, Tom Hardy, Will Poulter, Domhall Gleeson| Skor: 3,5/5
Karawang, 110216

Kutipan Terkenal Jobs

image

Salah satu kehebatan steve Jobs adalah apa yang diucapkan hiperbola. Ia adalah master hype (membesar-besarkan), frasa yang menarik dan mudah diingat. Bahkan saat bicara biasapun kata-kata dan ungkapan brilian sering keluar. Diketik ulang dari buku yang ditulis oleh Hermawan Aksan, Steve Jobs: Otak Jenius Dibalik Kesuksesan Apple, inilah  11 kutipan terkenal Jobs:
Jarang Anda melihat seniman dalam usia 30-an atau 40-an bisa benar-benar menyumbangkan sesuatu yang luar biasa. – Pada usia 29 tahun, Majalah Playboy, Februari 1985
Saya selalu ingin memiliki dan mengontrol teknologi utama dalam segala hal yang kami kerjakan. – Business Week Online, 12 Oktober 2004
Inovasi tidak ada hubungannya dengan berapa banyak Dollar SDM yang Anda punya. Ketika Apple muncul dengan Mac, IBM menghabiskan setidaknya 100 kali lebih banyak dalam SDM. Ini bukan tentang uang, ini tentang orang-orang yang Anda miliki, bagaimana Anda memimpin dan bagaimana Anda mencapainya. – Fortune, 9 November 1998
Sungguh sulit mendesain produk melalui focus group. Sering sekali, orang-orang tidak tahu apa yang mereka inginkan sampai Anda memperlihatkannya pada mereka. – Business Week, 25 Mei 1998
Obat bagi Apple bukanlah pemotongan biaya-biaya. Obat bagi Apple adalah menginovasi cara keluar dari keadaan sulit sekarang. – Apple Confidential 2.0: The Definitive History of the World’s Most Colorful Company, oleh Owen W. Linzmayer
Jika saya menjalankan Apple, saya akan memerah Macintosh – dan akan sibuk dengan hal besar berikutnya. Perang PC sudah berakhir. Selesai. Microsoft sudah lama menang. – Fortune, 19 Februari 1996
Apple memiliki aset yang luar biasa, tapi saya yakin tanpa banyak perhatian, perusahaan ini bisa, bisa, bisa – saya mencari keta yang tepat—bisa, bisa mati.-  mengenai kembalinya dia sebagai CEO sementara di majalah Time, 18 Agustus 1997
Saya beruntung masuk ke dunia komputer ketika (dunia komputer ini) masih sangat muda dan masih industri yang idealis. Tidak banyak gelar yang ditawarkan ilmu pengetahuan komputer sehingga orang-orang yang masuk dunia komputer adalah mereka yang hebat dalam matematika, fisika, musik, zoologi, apa saja. Mereka mencintainya, dan tak ada yang benar-benar berfikir tentang uang. – Fortune
Personal computer tercipta oleh revolusi perangkat keras pada tahun 1970-an. Perubahan berikutnya akan datang dari revolusi perangkat lunak. – Biografi Jobs
Macintosh merupakan produk hebat karena orang-orang yang mengerjakannya adalah para musisi, seniman, penyair dan sejarahwan yang juga hebat sebagai ilmuwan komputer. – The New York Times
Karawang, 220216

Wildmills Of The Gods – Sidney Sheldon #5

image

Akhirnya setelah dicari muncul juga skor 5/5 pertama dari Sidney. Sejujurnya masih ada beberapa bagian yang mengecewakan, namun di buku Wildmills konflik yang ditampilkan sungguh berat dan kejutan yang disajikan asyik diikuti. Bagian konspirasi yang memaksa sang tokoh utama berangkat ke Eropa dengan menghilangkan anggota keluarga itu sungguh biadab. Dan semakin berat konflik yang ditawarkan semakin menarik cerita diikuti. Identitas Angel yang mengejutkan dan sang antagonis yang tak terduga, jelas buku ini layak dapat puja-puji.
Dibuka dengan sebuah kutipan yang superb dari A Final Destiny, H.L. Dietrich: “Kita semua adalah korban, Anselmo. Nasib kita ditentukan oleh bergulirnya dadu jagat raya, pengaruh rasi bintang dan arah mata angin keberuntungan, yang diembuskan dari kincir angin para dewa.” Kutipan yang benar-benar pas bahwa seluruh cerita ini nantinya akan penuh kendali sebuah organisasi untuk mengatur dunia.
Cerita diawali sebuah prolog yang memukau. Langsung terbayangkan sebuah opening film penuh teka-teki. Sebuah pertemuan yang misterius karena semua anggota menggunakan nama sandi, Sigurd, Odin, Balder, Thor, Tyr, Freyr. Pertemuan di Perho, Finlandia itu menelurkan kesepakatan tentang pemilihan seseorang yang harus mengisi sebuah jabatan. Setelah dua jam empat puluh lima menit, meeting selesai pondok itu dibakar seolah tak pernah ada pertemuan. “Aku berburu di hutan ini minggu lalu. Waktu itu tak ada pondok di sini.” Wow, khas cerita suspence!
Kisah dituturkan dalam 3 bagian/buku. Di bagian pertama adalah pengenalan karakter utama. Kedua adalah eksekusi menuju puncak, lika-liku panjang dengan intensitas mendalam dan bagian ketiga adalah puncak ketegangan sampai akhirnya mereda menjelang akhir. Sidney seperti biasa, bermain dengan pembaca dengan memberi klu bahkan di paragraf pertama. Seorang calon presiden Amerika, Stanton Rogers yang digadang-gadang akan menang dalam pemilihan malah terjerebab karena hal yang tabu yaitu pernah selingkuh dan bercerai. Seperti kata orang-orang Washinton, “Stanton terjerumus karena nafsunya dan terlempar keluar dari kursi presiden.” Catat, ini adalah klu penting cerita Wildmills.
Teori Marshall McLuhan bahwa televisi akan membuat bumi menjadi suatu “kampung-bumi” telah menjadi kenyataan. Stanton dan Ellison bersahabat. Pelantikan presiden Amerika Serikat keempat puluh dua, Paul Ellison disiarkan oleh satelit ke lebih dari seratus sembilan puluh negara. Lalu kita disuguhkan dari beberapa sudut dunia tentang pidato sang presiden. Salah satu karakter yang mendengarkan pidato itu adalah, Mary Ashley. “Syukurlah aku memilihnya, Paul Ellison akan menjadi presiden yang hebat.”
Ternyata Mary adalah tokoh utama kisah ini. Setelah pembuka yang berbelit tentang birokrasi Gedung Putih, kita diajak mengenal lebih dekat Mary, seorang dosen yang sejarah modern. Mary lahir dan besar di Junction City. Walaupun dosen yang menerangkan tentang sejarah dunia, ia tidak pernah keluar negeri. Semua yang dipaparkan dalam kuliah adalah teori dari banyak membaca. Menikah muda dengan dokter Edward yang super sibuk. Bahkan saat bulan madu-pun tak bisa jauh dari Junction City karena Edward sedang dalam tugas. Saat bulan madu direncana liburan berikutnya, Beth lahir. Dua tahun kemudian Tim, anak keduanya lahir. Jadilah cita-cita keluar negeri itu gagal. Mempunyai suami yang baik, anak-anak yang sehat, keluarga sempurna. Tetangga yang baik, tempat tinggal nyaman. Karir yang membanggakan. Hidup Mary adalah gambaran sempurna warga Amerika. “Sampanye,” Mary berkata serak, “adalah balas dendam orang Perancis terhadap kita.”
Suatu hari dirinya ditunjuk oleh Presiden Ellison untuk menjadi duta besar negara Rumania. Negara yang berada jauh di Eropa sana yang saat ini sedang dipimpin Komunis Nicolae Ceausescu. Kejutan besar itu disampaikan kepada suaminya. Tentu saja suaminya bangga, namun keputusan terpecah. Dokter Edward tak bisa ikut ke Eropa karena tugasnya yang melimpah. Anak-anak sedang dalam masa sekolah yang menyenangkan. Sulit sekali melepas kesempurnaan hidup seperti itu. Dilema besar itu diakhiri dengan konspirasi yang memberi cerita keluarga sangat menyedihkan. Daya tarik utama buku ini ada di sini. Melibatkan, pembunuh bayaran dari Argentina, gerakan bawah tanah Patriots for freedom, sampai akal-akalan para pejabat Negara.
Singkatnya Mary berangkat ke Rumania sebagai duta besar yang awalnya diragukan karena nir pengalaman. Tak bisa bahasa Rumania, dan seorang wanita di tempatkan di negara konflik. Sebelum  Mary ke sana, terjadi kudeta gagal Marin Groza yang melarikan diri ke Perancis. Setiap saat perang saudara bisa pecah. Rumania dalam pengawasan ketat setiap gerak Mary disadap, nyaris tak ada privasi. Ditambah runyam tim staf-nya banyak yang diragukan loyalitas terhadap bangsa. Saling siku, saling manjatuhkan karena iri mereka dipimpin seorang wanita yang tak pengalaman. Karena kematian pasti akan terjadi dengan jalan apapun, mengapa tidak mengambil keuntungan darinya?
Belum lagi teror yang datang ke kantornya. Ada tulisan cat di dinding, “Pulanglah Sebelum Kau Mati”. Namun berjalannya waktu Mary bisa mengendalikan situasi. Dirinya seperti mandapat spotlight, sering muncul di majalah dan televisi. Keputusan-keputusan yang menguntungkan Amerika, pelan tapi pasti Mary mencapai puncak popularitas. Well, ternyata tak sepenuhnya itu kerja keras Mary sendiri. Kelompok yang disebutkan di awal adalah kelompok yang mengatur dunia, termasuk Mary ini. Ia bagai pion yang digerakkan di atas papan catur.
Ada adegan lucu yang disampaikan Sidney. Saat jamuan makan, tidak boleh meninggalkan pesta kalau tamu kehormatan belum pulang. Sayang sekali Mary tak tahu aturan tak tertulis itu. Saat jamuan wakil presiden, Mary pulang cepat padahal sang tamu masih ada di pesta. Besoknya dia ditegur. Nah suatu malam Mary jadi tamu kehormatan, dia harusnya pamit lebih cepat namun karena lupa dia terus saja di pesta sampai tengah malam dan tak satupun orang izin karena dia masih di sana. Sungguh anekdot bagus ala Sidney.
Bagaimana akhir dari petualangan Mary. Novel-novel Sidney (hampir) semua happy ending, jadi yah akhir bahagia pasti terbentang untuk Mary. Epilog-nya sendiri seperti menampar pembaca karena saat jaringan satu terjatuh muncul jaringan lain.
Wildmills mengingatkanku pada buku-buku Noam Chomsky. Di buku How the World Works, diceritakan betapa bangsa Amerika begitu digdaya mengatur dunia. Mulai dari hal remeh menentukan pimpian suatu negara sampai keputusan perang dengan siapa i. Keputusan Marin Groza yang melarikan diri saat gagal kudeta, jelas ini ada campur tangan Amerika. Saat perang dingin dengan Rusia pun, Rumania seperti boneka yang sesuka Amerika mainkan. Entahlah kebenaran tulisan Chomsky dalam bertutur, bisa jadi dia lebai, namun Wildmills memberi bukti bahwa dia tak omong kosong. Maju terus Amerika, Eh!
Kincir Angin Para Dewa| diterjemahkan dari Wildmills Of The Gods | copyright 1987 by Sidney Sheldon | alih bahasa Irina M Susetyo & Widya Kirana | GM 402 89.592 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan kelima, Agustus 1991 | 552 hlm; 18 cm | ISBN 979-403-592-0 | Untuk Jorja | Skor: 455
#5/14 #SidneySheldon Next review: The Time Of Sands
Karawang, 200216 – Creed and A War
Mark Twain berkata bahwa ia tidak menaruh hormat pada orang yang hanya dapat mengeja kata-kata dari kiri ke kanan.

Derby Kecil Fro-apa-tuh

image

Oh ya Udah kuis dibuka sekarang. Ditutup Minggu jam 18:00. Kali ini kita dijamu tetangga Fro-apa-tuh.
Semua sepertinya biasa. Good Luck Foc-ers!
LBP 0-3 all
Tetangga yang ini jinak. Walaupun kini permainan sudah membaik dan mulai menuai poin demi poin. Tetap #PioliOut

Arif Keles
Frosinone v lazio. 0-1 Candreva. Lazio tentu ingin menang. Tp kamis mesti lawan gala. Konsentrasi terbelah.

Erwin
Fro 1-0 Lajio
(Soddimo)
Pekan penangkapan. Ipul d tangkap. Hesty klepek2 d grebek lg di dlm kamar hotel bersama pelanggannya. Lajio terperangkap d kandang Fro apa tuh.

Lik Jie
Fro 0-2 laz candreva
Lazio menang.Frosinone who?Saatnya melaju.

Aditya
Frosinone 2-2 Lazio, Lulic. Frosinone selalu alot. Lazio masih kolot. Hasil seri serasa bolot.

Deni
Frosinone 0-3 lajio, ,,skorer :candreva,,,lajio berduel dgn tim lemah.frosinone bermain jelek.pemain the great menguasai semua lini.akhirnya fro kalah telak 3-0 👍🏻

Widi
FRO 1-3 LAJIO ,CANDREVA
Maen Dgn lawan tdk sepadan diyakini mudah buat Elang biru.Meski sulit dan pelik Gol akhirnya tercipta dibabak 2 sebanyak 2 gol.akhirnya skor akhir 1-3 milik Lajio

Dc
Fro 2-1 Lazio  candreva. Tuan rumah menang. Tim tamu kalah. Udah…itu aja.

Fahrur
Fro 0 1 lajio. Savic. Konsen lajio cuman dimlm jumat. Saipul jamil ketangkap juga dimlm jumat. Kemenangan lajio kemalangan ipul.

Huang
Frosinone 1-2 Lazio, keita
Ini partai penting utk keduanya. Kemenangan akan membuat frosi mentas dari zona merah. Sementara bagi lazio, mereka akan semakin dekat dng target 40 poin.

Panji
Fro v Lazio. 0-2 Matri.
Lazio coba jaga momentum untuk merangsek ke 5 besar. Pertandingan membosankan sampai kreativitas dari tengah berhasil dimanfaatkan oleh Matri.

Imunk
Fro-apa-tuh 1-1 lazio, felipe bale anderson.

The great lawan tim antah berantah lagi. Saya jamin saya gak nonton. Beda kelas getoooooo. Tapi apalah mau dikata. Di italia, dewa masih berkuasa, dan ternyata fro-apa-tuh masih dibela dewi fortuna. Fortuna? Gak keren ah. Fortuner baru keren.
Tapi yg namanya dewi fortuna tetap sakti. The great yg terkenal di langit dan bumi, bisa ditahan imbang oleh tim antah berantah bernama fro-apa-tuh.

Jokop
Fro 1-2 Lazio, Djordjevic.
Sepertinya dlu fro pernah ngalahin tim ppn atas. Klo mereka bruntung mungkin bisa menang. Tpi scra kans lazio lebih berpeluang.

Teguh WW
Fro 1-1Lazio, Djordjevic.
Betstatus fro bermain dikandang tentunya mereka takkan membiarkan kalaj di depan pendukunnya sendiri.Kesempatan untuk menfumpulkan poin demi terhindar dari zona merah.walaupun manahan lazio imbang yg penting dapat poin.

TAKDIR
Fro 0-4 Lazio
ga paham mau komen apa. Komen karena ditagih budy. Hidup kursus bahasa!

Prima
Fro 2 – 2 lazio, Konko
Lazio melemah, konsentrasi terbagi. Imbang udah untung.

Syamsudin
Fro 0 – 0 lazio
Lazio masih belom konsisten; laziale masih merindukan lazio jaman dulu yang menjadi penantang gelar juara; kali harus puas dengan skor kacamata.

Karawang, 210216 – Inside OUT wow.

Hidup Bersama Orang Sulit

image

Beberapa orang bertanya kepada saya, bagaimana cara menangani orang-orang yang sulit. Di lingkungan kerja, kadang kita bertemu dengan orang-orang semacam itu.
Pertama-tama, terapkan prinsip bahwa: kita tidak akan pernah bisa lolos dari orang sulit. Orang yang sulit adalah bagian dari hidup. Bahkan sekalipun saya meninggalkan keduniawian untuk menjadi biksu, saya pikir saya hanya akan hidup bersama orang-orang yang tercerahkan, namun sayangnya tidak semua biksu adalah orang yang tercerahkan. Sebagian besar biksu tidak langsung tercerahkan dan sebagian sangat sulit diajak hidup bersama.
Kenyataannya, sebagian biksu sepuh, saya sering mendapat surat permintaan untuk menampung biksu dari Wihara lain yang mengatakan, “Kami punya biksu ini…” Dan jika mereka menulis, “ia menyayangi kesunyian,” itu sesungguhnya sandi untuk mengatakan bahwa biksu itu tak bisa akur dengan siapa pun, atau “ia pekerja yang sangat baik”, artinya ia tidak bisa bermeditasi sekalipun terancam maut, atau “ia sangat instrospektif dan kontemplatif”, yang berarti ia mencari kesalahan-kesalahan orang dan mengatakannya kepada orang lain.
Jadi biasanya jika mereka bilang bahwa mereka ingin mengirim biksu dari Wihara lain, kami menelpon biksu yang bukan kepala Wihara itu, melainkan biksu lainnya untuk mencari tahu orang macam apa yang mereka kirimkan untuk memastikan orang itu tidak bakal menjadi pusat onar.
Jika entah bagaimana pembuat onar datang ke bisnis Anda, keluarga Anda atau Anda lahir bersama meraka, mereka anggota keluarga Anda, atau Anda jadi guru mereka, atau mereka muncul begitu saja dalam hidup Anda, apa yang bisa Anda lakukan? Ini adalah masalah yang setiap dari kita harus hadapi dari waktu ke waktu: berurusan dengan orang sulit.
Bagaimana kita menanganinya? Nomor satu: terimalah bahwa orang sulit adalah bagian dari hidup Anda. Alih-alih menjadi galau sendiri, “Aku tidak menginginkan ini… ini salah! Mengapa aku harus berurusan dengan ini? Mengapa harus saya?” ketimbang segala pemikiran negatif yang bikin masalah tambah rumit, kadang kita cukup belajar hidup bersama prang sulit.
Ketika saya masih muda, ketika belum banyak buku spiritual terbit. Saya ingat akan seorang guru spiritual tua yang istimewa. Ia tinggal di Perancis pada zaman antara Perang Dunia I dan II. Namanya Gurdjieff. Ia seorang pemimpin komunitas spiritual kecil. Nah dalam komunitas itu ada satu orang pembuat onar – orang yang begitu sulit untuk diajak tinggal bersama. Semua anggota komunitas itu sering kali mengeluh pada guru mereka. “Orang ini bagaikan duri dalam daging. Dia tidak pernah bersih-bersih, selalu bikin ribut, makan semua makanan enak-enak, benar-benar sulit dan egois. Dia sama sekali tidak spiritual. Bolehkah kami mengusirnya?” Gurdjieff selalu mengatakan, “Tidak. Jangan. Belajarlah dari hal ini. Sabarlah, miliki batin yang lebih lapang dan berbelas kasih.”
Setiap orang mengeluhkan orang ini, namun Gurdjieff tidak pernah mengusirnya. Sampai setelah guru besar ini meninggal, ketika mereka menelusuri surat-surat dan berkas miliknya, mereka menemukan buku catatan keungan komunitas. Setiap anggota komunitas membayar iuran agar bisa tinggal di sana, namun dalam catatan itu si pembuat onar adalah satu-satunya yang bukan hanya tidak membayar, namun malah mandapatkan uang dari Gurdjieff! Ternyata dia adalah anggota komunitas yang dibayar Gurdjieff untuk mengusik komunitasnya. Membuat orang kesal dan marah, untuk mengajari semua orang bagaimana menjadi toleran.
Sangatlah mudah berdamai dan memilliki cinta kasih kepada orang-orang yang kita sukai. Namun, ujian spiritual sejatinya adalah jika kita bisa memilki belas kasih dan kedamaian terhadap hal-hal – terutama orang-orang – yang tidak kita sukai. Mudah saja mentolerir orang baik, namun menolelir orang yang sulit? Itu baru perjuangan yang sebenarnya.
Itulah tantangannya. Itulah bagaimana kita bisa belajar dan berkembang. Jika kita belajar memilki toleransi terhadap orang yang sulit, maka kita juga bisa belajar menolelir berbagai kesulitan dalam hidup seperti penyakit, usia, tua, kekecewaan, jatuhnya bursa saham, dan segala kesulitan lain. Semua itu karena hidup ini memang sulit.
Singkatnya, cara pertama menangani orang sulit adalah selalu ingat bahwa apa pun yang kita lakukan, betapa pun kita berupaya dan berjuang, orang sulit akan selalu ada dalam kehidupan kita.
Selamat datang ke dunia! Ini bukan surga, Bung!
Diketik ulang dari buku ‘Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2!’ Karya Ajahn Brahm bab Penolakan Terhadap Dunia no 35 halaman 121-123.
Karawang, 200216 – 8 hari jelang Oscar 2016