Bridge Of Spies: Very Spielberg Motion Picture

image

James B Donovan: Aren’t you worried? | Rudolf Abel: would it help?
Sekali lagi sutradara kawakan Steven Spielberg memukau kita. Tanpa tahu ini kisah tentang apa dan bagaimana, saya dibuat terpesona oleh kisah panjang tentang pertukarang mata-mata saat perang dingin Amerika dan Uni Soviet pasca Perang dunia II. Berdasarkan buku karya Vin Arthey berjudul Abel. Adegan pembukanya khas film spy. Seorang pelukis tua sedang melukis dirinya sendiri lewat bantuan cermin. Adegan ini berdasarkan lukisan Norman Rockwell triple self-portrait. Dicurigai sebagai mata-mata oleh pemerintah, FBI menguntitnya. Awalnya tak terlacak namun akhirnya ditangkap. Di sinilah akting Mark Rylance memukau. Sebagai mata-mata Rudolf Abel dengan tatapan hampa, tak banyak bicara namun permainan mimik dan gesture menjelaskan semuanya. Seakan tak mengkhawatirkan apapun.
Menjelang persidangan, James B Donovan (Tom Hanks – kolabolasi keempatnya dengan sang sutradara setelah Saving Private Ryan, Catch Me If You Can, dan The Terminal) ditunjuk oleh perusahaan bantuan hukum untuk menjadi pembelanya. Sesuatu yang sulit karena sebagai warga Amerika jelas mustahil membela musuh, apalagi saat itu perang dingin sedang berlangsung. Isu sensitif dua negara adikuasa. Proses jelang persidangan yang panjang memberi kesempatan penonton mengenal karakter-karakternya. Blow-up media makin memanaskan situasi yang membuat James khawatir para juri akan terpengaruh untuk mengambil keputusan. Mata-mata musuh, ancamannya hukuman gantung. Karena saya sudah membaca bukunya Sidney Sheldon, “Malaikat Keadilan” saya jadi tahu seluk beluk ruang pengadilan, jadi saya sangat menikmati proses itu. Diluar duga masyarakat, Abel lolos dari hukuman mati, James sendiri kaget dia bisa “memenangkan” pertarungan. Warga marah, suatu malam rumah James diteror. Petugas yang seharusnya menjaga malah membuat runyam ikut menghujatnya karena dianggap penghianat. Saat scene makan malam, James berujar kepada keluarganya, “Every man deserves a defense” kutipan yang sama dipakai tom Hanks dalam film The Green Mile. Pengacara memang profesi dua mata pisau, antara jadi pahlawan atau pecundang sangat tipis.
Hasil persidangan itu ternyata tepat. Sesuai prediksi James, suatu saat siapa tahu kita bisa menggunakannya sebagai pertukaran tawanan dengan musuh. Sementara angkatan udara Amerika sedang melatih timnya untuk sebuah misi. Nama pesawat yang dipakai adalah U2, ya diambil dari band legendaris itu. Eve Hewson, putri Bono vokalis U2 ikut ambil abgain di film ini. Francis Gary Powers (Austin Stowell) salah satu pilot tertembak lawan dan dijadikan tawanan Uni soviet. Sempat tak mengaku dirinya hanya pilot biasa, namun fakta bahwa pesawat yang dikendarainya penuh kamera. Sementara di tempat lain, seorang mahasiswa Amerika yang sedang di Jerman Frederic Pryor (Will Rogers) ditangkap karena dicugai terlibat politik. Masa dimana Jerman mulai dipisahkan tembok Berlin, masa pasca Hitler itu masih sangat mencekam. Terlihat dalam sebuah adegan sekelompok pemuda mencoba melompati tembok dan diberondong peluru. Seram sekali.
Disusunlah sebuah kesepatakn untuk tukar tawanan. Tempat yang ditetapkan untuk negosiasi di Jerman Timur. Masa saat setiap orang asing yang lewat dicurigai. Digeledah dan interogasi. Pihak Uni Soviet meminta pertukaran antara Abel dan Francis. Pihak Jerman Timur sebagai tuan rumah meminta pertukaran Abel dan Pryor. Sementara Amerika meminta pertukaran tawanan Abel untuk Francis beserta Pryor. Dua untuk satu. Satu untuk dua. Rumit. Tegang. James Donovan yang seorang pengacara tentu saja lihai berbicara namun tetap saja ini pertaruhan nyawa. Berhasilkah misi ini?
Well, saya terkejut Tom Hanks tak ada di daftar nominasi Oscar. Bandingkan dengan aksi Matt Damon yang so so. Atau Michael Fassender yang melow. Mark tampil memukau dengan mimik wajah tanpa dosa. Tenang yang mengintimidasi. Layak menang, saya jagoin dia. Untuk screenplay juga juara, namun persaingan sangat ketat. Film ini khas sekali Spielberg. Scene-scene sunyi, dialog bagus. Sempat dengan judul palsu saat syuting dengan nama St. James Place. Dan walau temanya berat ditampilkan dengan bagus tanpa banyak perlu berfikir keras. Jembatan yang dipakai untuk syuting adalah jembatan yang sesungguhnya dipakai dalam pertukaran tawanan di tahun 1960an. Dan sering dipakai untuk pertukaran tawanan lain berikutnya. Jembatan mata-mata, ungkapan yang pas sekalipun ending di jembatannya itu sangat tertebak. Film sebagus ini jangan sampai bertangan hampa di Oscar nanti. Minimal satu piala dan sekali lagi saya tebak piala itu untuk Mark.
Bridge Of Spies | Directed by Steven Spielberg | Screenplay Coen brother, | Cast Tom Hanks, Mark Rylance, Joshua Harto, alan alda, Amy Ryan | Skor: 4/5
Karawang, 280216

Iklan

One thought on “Bridge Of Spies: Very Spielberg Motion Picture

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s