Hateful Eight: “Who-Done-It” Murder Mystery

image

John Ruth: One of them fellas is not what he say it.
Wow wow wow. Inilah film kedua Oscar 2016 yang saya beri nilai 5/5 setelah Mad Max. Film berdurasi 2:47:38 ini sempat membuatku was-was akankah waktu selama itu akan setimpal diluangkan untuk menikmatinya? Hasilnya adalah sebuah film yang (hampir) semenakjubkan Pulp Fiction. Seru!
Film dibagi dalam enam bagian layaknya sebuah buku. Chapter one: Last Stage to Red Rock. Chapter two: Son of Gun. Chapter three: Minnie’s Haberdashery. Chapter four: Domergue’s Got a Secret. Chapter five: The Five Passengers. Dan chapter six: Black man, White hell. Satu jam pertama adalah dialog-dialog panjang yang hebatnya asyik sekali diikuti. Seperti judulnya film ini mengisahkan delapan orang saling benci yang ‘terperangkap’ dalam satu ruangan. Kedelapan karakter utama itu adalah empat penumpang kereta kuda: Mayor Marquis Warren (Samuel L Jackson – kolaborasi keenamnya dengan Quentin Taratino, duanya sebagai narator), John Ruth “The hangman” (Kurt Russel) keduanya pemburu hadiah, Daisy Domergue (Jennifer Jason Leigh) sang borunan dan Chris Mannix (Walton Goggins) karakter muda yang sepertinya menyebalkan, karakter sempalan yang ternyata punya peran sangat penting di akhir cerita ini. Empat yang lainnya adalah tokoh yang sudah menunggu di kedai Minnie: Jenderal Sandy Smithers (Bruce Dern), Oswaldo Mobray (Tim Roth), Joe Gage (Michael Madsen) dan Bob (Demian Bichir). Mereka memainkan peran dalam kisah misteri “who-done-it” pembunuhan. Semua tampak absurb layaknya sebuah cerita detektif.
Bersetting di Wyoming, Amerika yang dingin bersalju. Cerita dibuka dengan pertemuan absurb seperti di Django Unchained. Menuju Red Rock city, awalnya sang bounty hunter, John Ruth membawa buronan Daisy seharga 10.000 Dollar dalam kereta kuda yang dikendarai O.B. Di tengah jalan mereka bertemu Mayor Warren yang membawa dua mayat borunan, Warren ingin menumpang kerena terjebak badai. Dengan menunjukkan surat Linconl sebagai bukti keakraban dengan sang presiden. Lalu muncul satu lagi penumpang Chris yang juga terjebak badai salju. Sebagai sherif baru Red Rock yang masih hijau. Awalnya saling curiga karena melibatkan hadiah besar dalam kereta itu. Rute menuju Red melewati kedai Minnie.
Di Minnie’s Haberdashery ternyata sang pemilik tak ada di tempat sedang ada keperluan, sementara kedai dipercayakan kepada Bob sang Mexican (nantinya jadi poin penting membuka misteri). Di sana sudah ada tamu “yang sudah menunggu” rombongan ini. Jenderal Sandy, koboi penyendiri Joe, sang Englishmen Mobray dan kakek pemurung di depan perapian. Saat masuk ke kedai semua memang sudah terlihat tak lazim. Pintu yang rusak yang ketika masuk harus didobrak, saat ditutup harus dipaku. “Orang bodoh macam apa yang merusak pintu ini”. Umpatan yang nantinya akan dijawab dengan brilian di chapter akhir. Setelah ngumpul, mulailah kita diperkenalkan para karakter lebih jauh lagi. Cerewet, ngobrol panjang nan berbelit namun sangat penting untuk menarik minat kita. Saya sampai berujar, “suatu saat saya HARUS bisa bikin cerita dengan kekuatan dialog sehebat ini.” Kekuatan kata-kata yang tiada duanya. Salah satu yang membuatku terkesan adalah, dialog tentang pembunuhan anak sang kakek. Itu angan kosong pembuka kacaunya kedai Minnie. Tiap karakter dimainkan dengan pas oleh para aktornya. Samuel L Jackson sebagai leading role, Tim Roth yang logat Inggrisnya terkesan sombong. Daisy menyimpan letupan mengerikan. Sampai akhirnya terpecahlah misteri pembunuhan. Siapa dan mengapa? Tonton segera film hebat ini.
Selesai menontonnya saya hanya bisa bilang ‘speechless’. Kehabisan kata-kata untuk memujinya. Bagaimana bisa ada cerita sebrilian ini. Heran, screenplay serapi dan seindah ini tak sampai masuk ke Oscar. Tarantino menjadi narator yang suara beratnya khas. Seperti membacakan dongeng kepada kita. Dan kita memang sedang mendengarkan dongengnya. Hatefull hanya mendapat 3 nominasi: best cinematografi yang sayangnya sudah disegel Revenant, best supporting actress Jennifer Jason Leigh, dan best skoring. Tak akan rela ini film tangan hampa. Minimal satu piala harus digondol. Saya prediksi dua untuk Jennifer dan Ennio Morricone. Suka sekali sama lagu”Jim Jones at Botany Bay”. Butuh kesabaran memang menonton film Tarantino, 2/3 adalah ngobrol ngalor-ngidul tapi percayalah itu sangat layak. Sebagian besar emang omong kosong namun selalu was-was karena poin-poin penting muncul tak terduga di bagian mana. Endingnya sendiri sangat manis mengungkap tanya apa isi surat presiden Abraham Linconl. Dan apapun genre yang kalian suka, apapun kategori film yang kalian ekpekstasi. Tak peduli kalian fan Taratino atau bukan, kalau kalian ingin film berkualitas Hatefull Eight WAJIB tonton. Serta mulailah berdoa Jennifer Jason Leigh akan menyelamatkan piala itu. Eh film ini juga dibintangi oleh Channing Tatum. Kemana anak itu ditempatkan?
Hatefull eight | Directed by Quentin Tarantino | Screenplay Quentin Tarantino | Cast Samuel L Jackson, Tim Roth, Kurt Russel, Jennifer Jason Leigh, Walton Giggins, Demian Bichir, Micahel Madsen, Bruce Dern, James Parks, Dana Guerrier, Zoe Bell, Lee Horsley, Gene Jones, Belinda Owino, Craig Stark, dan Channing Tatum | skor: 5/5
Karawang, 280216 – pergilah kau, pergi dari hidupku (munaf)

Iklan

3 thoughts on “Hateful Eight: “Who-Done-It” Murder Mystery

  1. bagus tapi kesuwen,,, adegan kopi seharusnya udah terjadi satu jam sebelumnya. Death Proof yang paling parah itu film2nya quentin, cerewetnya kebangetan ngomong ngalur ngidul gk ada juntrungnya padahal inti ceritanya sederhana dari A ke B doang. prett :v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s