Joy: En-Joy

image

Joy
Sekali lagi saya terkesan sama Jennifer Lawrence. Disandingkan dengan sutradara David O Russel lagi, dan berpasangan dengan aktor Bradley Cooper lagi. Untungnya kali ini mereka tidak sebagai pasangan kekasih. Haha.., kisahnya asyik diikuti. Mengalir lembut, upset down sampai di akhir yang american dream banget. Ini tentang keajaiban. Sejarah majic mop. Ada yang tahu sejarah pel yang setiap rumah pastinya punya itu? Tidak? Saya juga. Tapi ini bukan pel biasa. Pel ajaib.
Dituturkan oleh sang nenek, Joy kecil mempunyai impian besar. Lewat visualisasi mainan rumah-rumahan dunia anak yang penuh imajinasi. Cerita langsung lompat di masa Joy (Jennifer Lawrence) dewasa yang kini bercerai. Mantan suaminya, musisi ga jelas asal Venezuela Toni Mitanne (Edgar Ramirez) masih seatap, tinggal di ruang bawah. Kakeknya, Rudy (Robert De Niro) sedang bermasalah sehingga dipaksa ikut tinggal. Rudy sedang mengalami puber kedua. Tapi karena mantan suami dan Rudy kurang akur, mereka berselisih. Sementara ibunya adalah seorang pemimpi yang kesibukannya hanya nontooooon tv sepanjang hari. Putri Joy juga punya mimpi. Rumah kecil mereka penuh sesak.
Rudy punya usaha bengkel mobil di mana Joy bekerja paruh waktu sebagai akuntan di sana. Kesehariannya kerja di bank yang sangat membosankan sampai akhirnya dirinya frustasi. Keadaan rumah tangga yang rumit dan bermasalah ini makin berantakan ketika keuangan mendesak. Suatu hari Joy seperti tersadar, hidup yang dia jalani saat ini bukanlah impian masa kecil yang diharapkan. Sampai akhirnya ide yang bersemayan di kepala tentang membuat pel direalisasikan. Pel ajaib, kita tak perlu memeras langsung kain tapi cukup dengan menarik kaitnya, kering.
Perjuangan memasarkan lebih rumit lagi. Suatu ketika Joy dan keluarga sampai mejeng di depan toko syalawan untuk jualan majic mop dengan melakukan demo dekat parkiran. Diusir sekuriti. Jualan ke toko hasilnya kecil. Frustasi. Rudy lalu membantu, pasangan yang baik walau bercerai tapi tetap akur, dia menelpon temannya di bagian marketing sebuah tv untuk diberi kesempatan demo produk. Sang manager (Bradley Cooper) awalnya sangsi namun diberinya kesempatan. Kesempatan pertama saat tayang di shopping tv berantakan, sang aktor yang mendemontrasikan pel ajaib gagal menarik pengait sehingga macet. Hufh… Joy marah dan meminta sekali lagi kesempatan, kali ini dia sendiri yang akan jadi bintang. Sangat beresiko karena Joy tak pernah berangking di depan kamera, tapi seperti prediksi. Aksinya yang singkat sangat memukau. Bagian inilah yang membuatnya dilirik juri Oscar. Sangat natural, sangat menyentuh, sangat J-Law!
Kesuksesan menjual pel ajaib secara instan memberi dampak lain. Penyuplai bahan dasar dari kota California menaikkan harga yang otomatis memaksa Majib Mop harganya naik. Secara bersamaan ada anggota keluarganya meninggal, Joy berduka. Kenaikan harga itu membuat Joy marah karena tanpa persetujuannya. Peggy (Elizabeth Rohm) adiknya sudah menyetujuinya. “Never speak, on my behalf about my business again”. Sendiri dia datang ke California. Ternyata di pabrik itu mereka meniru produk Joy, merasa ini penipuan pencurian hak kekayaan intelektual, hak paten dia mencoba menuntut. Bagaimana nasib produk Majic Mop? Akankah keluarga ini bisa selamat dari ambang kebangkrutan? Sendirian bisakan Joy melawan birokrasi untuk bisa bahagia?
Endingnya sangat menyentuh, saat seorang ibu yang mencoba menjual produk hasil karyanya lebih dihargai dengan dipindahkan tempatnya menginap dari hotel kecil kumuh ke hotel yang lebih layak. I know that feeling. David O tak pernah mengecewakan. J-Law dan Cooper adalah pasangan yang serasi di layar. Sangat dinanti bagaimana trio ini suatu hari mengguncang panggung Oscar. Suatu hari kelak mereka harusnya lebih dihargai setelah Silver Lining Playbook dan American Hustle yang luluh lantak. Joy memang penurunan namun saya percaya suatu hari kelak trio ini akan sukses, tinggal tunggu waktu yang tepat, moemn yang pas dan keberuntungan.
Saya sempat khawatir J-Law menang piala lagi. Terlalu muda untuk aktris seusia dia menang dua piala bergengsi. Untuk kali ini mudah-mudahan feeling-ku salah.
Joy | Directed by David O Russel|Screenplay David O Russel | Cast Jennifer Lawrence, Bradley Cooper, Robert De Niro | Skor: 3,5/5
Karawang, 230216

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s