Wildmills Of The Gods – Sidney Sheldon #5

image

Akhirnya setelah dicari muncul juga skor 5/5 pertama dari Sidney. Sejujurnya masih ada beberapa bagian yang mengecewakan, namun di buku Wildmills konflik yang ditampilkan sungguh berat dan kejutan yang disajikan asyik diikuti. Bagian konspirasi yang memaksa sang tokoh utama berangkat ke Eropa dengan menghilangkan anggota keluarga itu sungguh biadab. Dan semakin berat konflik yang ditawarkan semakin menarik cerita diikuti. Identitas Angel yang mengejutkan dan sang antagonis yang tak terduga, jelas buku ini layak dapat puja-puji.
Dibuka dengan sebuah kutipan yang superb dari A Final Destiny, H.L. Dietrich: “Kita semua adalah korban, Anselmo. Nasib kita ditentukan oleh bergulirnya dadu jagat raya, pengaruh rasi bintang dan arah mata angin keberuntungan, yang diembuskan dari kincir angin para dewa.” Kutipan yang benar-benar pas bahwa seluruh cerita ini nantinya akan penuh kendali sebuah organisasi untuk mengatur dunia.
Cerita diawali sebuah prolog yang memukau. Langsung terbayangkan sebuah opening film penuh teka-teki. Sebuah pertemuan yang misterius karena semua anggota menggunakan nama sandi, Sigurd, Odin, Balder, Thor, Tyr, Freyr. Pertemuan di Perho, Finlandia itu menelurkan kesepakatan tentang pemilihan seseorang yang harus mengisi sebuah jabatan. Setelah dua jam empat puluh lima menit, meeting selesai pondok itu dibakar seolah tak pernah ada pertemuan. “Aku berburu di hutan ini minggu lalu. Waktu itu tak ada pondok di sini.” Wow, khas cerita suspence!
Kisah dituturkan dalam 3 bagian/buku. Di bagian pertama adalah pengenalan karakter utama. Kedua adalah eksekusi menuju puncak, lika-liku panjang dengan intensitas mendalam dan bagian ketiga adalah puncak ketegangan sampai akhirnya mereda menjelang akhir. Sidney seperti biasa, bermain dengan pembaca dengan memberi klu bahkan di paragraf pertama. Seorang calon presiden Amerika, Stanton Rogers yang digadang-gadang akan menang dalam pemilihan malah terjerebab karena hal yang tabu yaitu pernah selingkuh dan bercerai. Seperti kata orang-orang Washinton, “Stanton terjerumus karena nafsunya dan terlempar keluar dari kursi presiden.” Catat, ini adalah klu penting cerita Wildmills.
Teori Marshall McLuhan bahwa televisi akan membuat bumi menjadi suatu “kampung-bumi” telah menjadi kenyataan. Stanton dan Ellison bersahabat. Pelantikan presiden Amerika Serikat keempat puluh dua, Paul Ellison disiarkan oleh satelit ke lebih dari seratus sembilan puluh negara. Lalu kita disuguhkan dari beberapa sudut dunia tentang pidato sang presiden. Salah satu karakter yang mendengarkan pidato itu adalah, Mary Ashley. “Syukurlah aku memilihnya, Paul Ellison akan menjadi presiden yang hebat.”
Ternyata Mary adalah tokoh utama kisah ini. Setelah pembuka yang berbelit tentang birokrasi Gedung Putih, kita diajak mengenal lebih dekat Mary, seorang dosen yang sejarah modern. Mary lahir dan besar di Junction City. Walaupun dosen yang menerangkan tentang sejarah dunia, ia tidak pernah keluar negeri. Semua yang dipaparkan dalam kuliah adalah teori dari banyak membaca. Menikah muda dengan dokter Edward yang super sibuk. Bahkan saat bulan madu-pun tak bisa jauh dari Junction City karena Edward sedang dalam tugas. Saat bulan madu direncana liburan berikutnya, Beth lahir. Dua tahun kemudian Tim, anak keduanya lahir. Jadilah cita-cita keluar negeri itu gagal. Mempunyai suami yang baik, anak-anak yang sehat, keluarga sempurna. Tetangga yang baik, tempat tinggal nyaman. Karir yang membanggakan. Hidup Mary adalah gambaran sempurna warga Amerika. “Sampanye,” Mary berkata serak, “adalah balas dendam orang Perancis terhadap kita.”
Suatu hari dirinya ditunjuk oleh Presiden Ellison untuk menjadi duta besar negara Rumania. Negara yang berada jauh di Eropa sana yang saat ini sedang dipimpin Komunis Nicolae Ceausescu. Kejutan besar itu disampaikan kepada suaminya. Tentu saja suaminya bangga, namun keputusan terpecah. Dokter Edward tak bisa ikut ke Eropa karena tugasnya yang melimpah. Anak-anak sedang dalam masa sekolah yang menyenangkan. Sulit sekali melepas kesempurnaan hidup seperti itu. Dilema besar itu diakhiri dengan konspirasi yang memberi cerita keluarga sangat menyedihkan. Daya tarik utama buku ini ada di sini. Melibatkan, pembunuh bayaran dari Argentina, gerakan bawah tanah Patriots for freedom, sampai akal-akalan para pejabat Negara.
Singkatnya Mary berangkat ke Rumania sebagai duta besar yang awalnya diragukan karena nir pengalaman. Tak bisa bahasa Rumania, dan seorang wanita di tempatkan di negara konflik. Sebelum  Mary ke sana, terjadi kudeta gagal Marin Groza yang melarikan diri ke Perancis. Setiap saat perang saudara bisa pecah. Rumania dalam pengawasan ketat setiap gerak Mary disadap, nyaris tak ada privasi. Ditambah runyam tim staf-nya banyak yang diragukan loyalitas terhadap bangsa. Saling siku, saling manjatuhkan karena iri mereka dipimpin seorang wanita yang tak pengalaman. Karena kematian pasti akan terjadi dengan jalan apapun, mengapa tidak mengambil keuntungan darinya?
Belum lagi teror yang datang ke kantornya. Ada tulisan cat di dinding, “Pulanglah Sebelum Kau Mati”. Namun berjalannya waktu Mary bisa mengendalikan situasi. Dirinya seperti mandapat spotlight, sering muncul di majalah dan televisi. Keputusan-keputusan yang menguntungkan Amerika, pelan tapi pasti Mary mencapai puncak popularitas. Well, ternyata tak sepenuhnya itu kerja keras Mary sendiri. Kelompok yang disebutkan di awal adalah kelompok yang mengatur dunia, termasuk Mary ini. Ia bagai pion yang digerakkan di atas papan catur.
Ada adegan lucu yang disampaikan Sidney. Saat jamuan makan, tidak boleh meninggalkan pesta kalau tamu kehormatan belum pulang. Sayang sekali Mary tak tahu aturan tak tertulis itu. Saat jamuan wakil presiden, Mary pulang cepat padahal sang tamu masih ada di pesta. Besoknya dia ditegur. Nah suatu malam Mary jadi tamu kehormatan, dia harusnya pamit lebih cepat namun karena lupa dia terus saja di pesta sampai tengah malam dan tak satupun orang izin karena dia masih di sana. Sungguh anekdot bagus ala Sidney.
Bagaimana akhir dari petualangan Mary. Novel-novel Sidney (hampir) semua happy ending, jadi yah akhir bahagia pasti terbentang untuk Mary. Epilog-nya sendiri seperti menampar pembaca karena saat jaringan satu terjatuh muncul jaringan lain.
Wildmills mengingatkanku pada buku-buku Noam Chomsky. Di buku How the World Works, diceritakan betapa bangsa Amerika begitu digdaya mengatur dunia. Mulai dari hal remeh menentukan pimpian suatu negara sampai keputusan perang dengan siapa i. Keputusan Marin Groza yang melarikan diri saat gagal kudeta, jelas ini ada campur tangan Amerika. Saat perang dingin dengan Rusia pun, Rumania seperti boneka yang sesuka Amerika mainkan. Entahlah kebenaran tulisan Chomsky dalam bertutur, bisa jadi dia lebai, namun Wildmills memberi bukti bahwa dia tak omong kosong. Maju terus Amerika, Eh!
Kincir Angin Para Dewa| diterjemahkan dari Wildmills Of The Gods | copyright 1987 by Sidney Sheldon | alih bahasa Irina M Susetyo & Widya Kirana | GM 402 89.592 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan kelima, Agustus 1991 | 552 hlm; 18 cm | ISBN 979-403-592-0 | Untuk Jorja | Skor: 455
#5/14 #SidneySheldon Next review: The Time Of Sands
Karawang, 200216 – Creed and A War
Mark Twain berkata bahwa ia tidak menaruh hormat pada orang yang hanya dapat mengeja kata-kata dari kiri ke kanan.

Iklan

2 thoughts on “Wildmills Of The Gods – Sidney Sheldon #5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s