Tips Menulis Dari Stephenie Meyer

Kalau ingin menulis buku laris jangan ingin menulisnya. Ini tips yang ganjil dan mungkin tak akan diajarkan di kelas-kelas menulis. Tetapi merujuk pada kisah sejumlah penulis besar yang bukunya laris-manis, pertimbangan ini pantas dimasukkan ke dalam daftar.

Tengoklah cerita sukses Stephenie Meyer. Nama ini terbilang baru di dunia karya tulis popular. Tetapi merujuk pada bukunya, banyak yang kagum pada karya yang membuatnya kaya raya dan popular. Remaja-remaja di dunia pasti tahu serial film layar lebar Twilight yang sampai dibuat serinya sebanyak enam seri. Ide pembuatan film itu berasal dari sukses novelnya, terjual sebanyak 120 juta kopi di seluruh dunia.

Dari mana ide cerita cemerlang didapat Meyer hingga berkat bukunya itu majalah Time sampai memasukkannya sebagai salah satu dari 100 most influential people in 2008. Meyer adalah anak yang lahir dari keluarga besar pada tanggal 24 Desember 1973 di Hartford, Connecticut, AS. Ia memiliki lima saudara dan masa kecilnya dihabiskan di Phoenix, Arizona, AS.

Suatu kali guru Bahasa Inggrisnya menemukan bakat menulisnya saat Meyer duduk dibangku SMA. Tetapi bakat itu tak begitu terang. Ungkapan gurunya adalah, “Punya bakat menulis, tetapi tidak begitu kuat.” Mungkin karena itulah Meyer tak begitu antusias mengembangakn bakat tersembunti itu. Tetapi pendidikannya justru ditempuh di bidang Bahasa Inggris. Ia lulus dari Brigham Young University dan meraih gelar BA tahun 1997.

Sampai sejauh itu hidupnya biasa saja. Ia menikah dengan teman masa kecilnya di Arizona pada usia 24 tahun. Mereka memiliki tiga orang anak, Meyer selepas kuliah bekerja sebagai resepsionis di sebuah Perusahaan properti.

Suatu kali di bulan Juli 2003 ia bermimpi aneh, mimpi tentang perempuan muda cantik tetapi berdarah vampir. Perempuan muda itu memilki kekasih yang kemudian timbul pertentangan dalam dirinya karena secara bersamaan ia haus darah manusia. Mimpi itu mengejutkan sekaligus mengganggunya. Ketika bangun ia segera menulisnya dalam cerita. Ia menulisnya tanpa merujuk pada  cerita atau novel. Sebelumnya bahkan ia tak pernah membuat cerita selain dari tugas dari sekolah. Karena cerita vampir itu didapat dari mimpi maka ia menulisnya sesuai selera saja.

Tulisan pertama selesai. Karya awalnya ia buat 13 bab. Selesai bab itu ia mengembangkan ide. Hingga dalam waktu tiga bulan karyanya layak disebut novel. Lalu ia menyimpannya karena tak ada niat untuk menerbitkannya. “Itu buat kesenangan pribadi saja.”

Tetapi saudaranya melihat lain. Mereka meminta Meyer menawarkan pada agen-agen penulis. Setelah mempertimbangkan banyak hal akhirnya Meyer mengajukan surat lamaran ke-15 agen. Lima agen awal tak memberi respon, sembilan lainnya menolak. Akhirnya ada agen lain yang tertarik, Jodi Reaner. Berkat tangannya draft novel Twilight diperebutkan delapan penerbit. Reaner sampai melelangnya.

Bulan November 2003 hak penerbit dimenangkan oleh Little, Brown, and Company dan ia menandatangani kontrak dengan nilai U$750 ribu Dollar untuk tiga buku. Tahun 2005 terbitlah Twilight, disusul New Moon (2006) dan Eclipse (2007). Dilanjutkan Breaking Dawn (2008). Seminggu setelah terbit Twilight menduduki peringkat 5 New York Times Best Seller. Sejak saat itulah bukunya popular.

“Saya tumbuh di komunitas di mana tak ada kekecualian untuk jadi anak perempuan yang baik. Dan semua teman-teman saya adalah perempuan yang baik. Teman laki-lakinya juga. Itulah yang mempengaruhi saya menulis cerita karakter-karakter itu. Tak ada begitu banyak orang jahat di novel saya.” Katanya. Itulah yang membuat cerita vampir di bukunya berbeda dengan cerita vampire di buku lain yang menebarkan ketakutan. Di tangan Meyer vampir menjadi terbalur perasaan saling mengasihi yang menggelitik. Keunikan itu yang membuat bukunya laris.

Karawang, 150216

Diketik ulang dari majalah Luar Biasa edisi No. 64 tahun VI | April 2014 halaman 33