The Naked Face – Sidney Sheldon #2

image

Buku kedua Sheldon yang selesai kubaca di bulan ini. Setelah kurang menghentak di A Stranger in the Mirror buku kedua ini ternyata sama datarnya. Apakah ekspektasiku yang ketinggian? Dengan nada bombastis: Jago Cerita kelas dunia, lebih dari 200 juta eksemplar bukunya sudah beredar di pasaran dan diterbitkan dalam 73 bahasa di 100 negara, sebenarnya harapan tinggi yang kucanangkan seharusnya wajar.
Tentang dekektif. Mendengarnya saja sudah senang, saya suka semua buku Agatha Christie terlebih Sir Arthur Conan Doyle. Kisah-kisah detektif tiada duanya. Maka ketika di adegan pembuka, disebutkan sesorang dibunuh di tengah kerumunan lalu dua detektif menyelidikinya, saya langsung sumringah. Ada benang tipis yang menggelitik setiap baca kisah tebak sana-sini. Sayangnya untuk Wajah Sang Pembunuh, saya bisa menebak dan ternyata sampai halaman terakhirnya tebakan saya tepat. Sheldon kurang jeli menyembunyikan pelaku. Terutama sekali adegan di pemasangan bom di mobil korban, jelas itu blunder. Walaupun tebakan saya sudah tepat sejak awal, namun pas temuan bom mobil itu penegasan.
Kisahnya maju terus tanpa menengok ke belakang. Tentang seorang psikoanalis, Judd Stevens yang diburu. Dua orang dekatnya tewas dibunuh dengan sadis. John Hanson, pasiennya yang homoseksual suatu pagi ditusuk di punggungnya di tengah jalan yang ramai. Di bulan Desember yang dingin jelang Natal, John yang pulang dari terapi dengan Dokter Judd menyisakan tanya apakah motif sang pelaku? Hari itu juga datang dua detektif dari kepolisian setempat, McGready dan Angeli. Keduanya membawa jas hujan sang korban yang ternyata milik dokter. Judd bilang pagi itu jas hujannya dipinjam Hanson. Korban kedua muncul petang harinya, Carol Roberts sekretaris Dokter Judd dibunuh dengan keji di kantor saat dirinya sedang memberitahu keluarga Hanson. Saya justru mengapresiasi cara bercerita Sidney tentang latar belakang Carol yang runut enak dibaca. Carol adalah ramaja kulit hitam, seorang pelacur 16 tahun yang diselamatkan hidupnya. Disekolahkan, dididik untuk menata kesempatan kedua. Malam itu, akhirnya muncul kesimpulan bahwa target sesungguhnya adalah Dokter Judd. Hanson dan Carol adalah korban pembuka dan salah sasaran.
Paginya semua surat kabar memberitakan kasus ini. Lalu Judd menganalisis kemungkinan-kemungkinan pelaku. Dimulai dari para pasien. Pertama, Teri Washburn seorang wanita yang haus seks. Menikah berkali-kali, melakukan terapi untuk menenangkan pikirannya yang kalut. Mantan bintang Hollywood yang pernah membunuh selingkuhannya karena selingkuh itu selalu menggoda Judd. Kedua Harrison Burke, pasien yang mengalami paranoid. Seorang wakil presiden sebuah Perusahaan besar yang merasa bahwa orang-orang di sekitar selalu mencoba membunuhnya. Dia selalu takut setiap interaksi dengan karyawan, kalut kalau-kalau ada orang akan menembaknya. Dia merasa dijegal sehingga ga bisa promosi jadi nomor satu. Ketiga  Anne Blake, pasien yang cantik. Judd jatuh hati pada istri orang. Suaminya seorang pengusaha kontruksi yang sukses, baru menikah 6 bulan. Setiap kebutuhan materi Anne terpenuhi, namun keadaan jadi janggal karena Anne yang datang ke kantor Judd tanpa buat janji, tanpa tahu masalahnya, tanpa detail profil dan selalu membayar cash setelah berobat. Bayar tunai yang memunculkan dugaan agar tak terlacak identitasnya? Masuk akal kan. Keempat Skeet Gibson, pelawak yang dicintai Hollywood. Pernah ke rumah sakit jiwa, hobinya berkelahi di bar-bar karena dia bekas petinju.
Melalui rekaman-rekaman percakapan pasien, Judd mencoba menelaah semuanya. Namun selain mereka muncul dugaan lain, bisa jadi detektif McGready sendiri yang melakukannya. Bisa jadi dia punya motif balas dendam karena pernah mengirim Ziffren ke rumah sakit jiwa. Ziffren adalah pembunuh partner McGready beberapa tahun lalu. Padahal bisa saja Ziffren dihukum mati, hal ini membuat marah McGready. Angeli juga perlu dicurigai, sebagai partner baru McGready tingkah lakunya ganjil. Sakit flu, izin ga dinas tapi ternyata keluyuran. Selain nama-nama itu, Dokter Peter bisa juga masuk pusaran, sebagai sahabat terbaik tentunya tahu seluk beluk dokter Judd. Peter dan istrinya selalu mencomblangkan Judd dengan gadis-gadis cantik agar Judd menikah lagi. Semua karakter bisa jadi tersangka. Kepada siapa Sheldon akhirnya menjatuhkan antagonis sesungguhnya?
Well, separuh awal kisah digulirkan dengan enak sekali. Detail-detail yang memanjakan mata, pengenalan karakter yang membuka imaji, sampai tatanan ruang kejadian yang asyik diikuti. Sayang sekali Sheldon terpeleset, sebuah kisah detektif akan jadi seru kalau bisa mengecoh pembaca. Kenapa Sherlock begitu memukau? Karena pola pikirnya yang out the box tak bisa diikuti kebanyakn orang. Dengan brilian diceritakan partner-nya dokter Watson, pembaca nyaris selalu berhasil ditipu. Di kisah Wajah Sang Pembunuh, Sheldon memaparkan kemungkinan-kemungkinan motif daftar karakter yang sayangnya tak ada back-up kemungkinan kedua sehingga pembaca dengan leluasa menebak tersangka dengan mudah. Lubang plot paling besar adalah mematikan karakter detektif Moody yang sebenarnya masih bisa berkembang, Sheldon dengan gegabah menceritakan rencana liburan Judd kemudian membatalkannya dengan gamblang seolah-olah menunjuk ini dia pelakunya.
Ending-nya sendiri akan lebih menarik seandainya dibuat sedih. Dokter Judd diburu sekaligus dirinya memburu, setiap detik berharga. Ketika akhirnya diungkap pelakunya lalu menuju klimak cerita, sayang sekali pelaku utama yang terdengar bengis dan cerdik justru berlaku konyol. Cara mengakhiri orang ketika ada pistol di tangan adalah tembak kepalanya dalam jarak dekat. Bukan malah ngerumpi seolah-olah ketemu teman lama yang ngajak ngopi. Keputusan Anne di kala genting juga penting untuk menentukan hasil akhir. Sangat disayangkan ini kisah happy ending.
Namun Sidney tetaplah Sidney. Bagian pengungkapan Don Vinton itu ide cemerlang, tak terpikirkan akan dipecahkan dengan unik sambil lalu. Lalu karakter paranoid Harrison Burke itu mantab. Suka dengan orang yang menganggap dirinya istimewa, over confident, nyeleneh. Walau tampil sepintas, jelas sifat Judd akhirnya terduplikat darinya. Judd Stevens harus bisa menanggalkan topeng wajah tak berdosa yang dikenakannya dan menelanjangi gejolak-gejolak emaosinya yang paling dalam, ketakutan dan kengerian, dambaan, nafsu dan dengan demikian menampilkan wajah sang pembunuh. Berhasilkah?
Wajah Sang Pembunuh | diterjemahkan dari The Naked Face | copyright 1970 by Sidney Sheldon | alih bahasa Anton Adiwiyoto | GM 402 96.034 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan kesembilan, Oktober 1996 | 328 hlm; 18 cm | ISBN 979-403-034 | Untuk wanita-wanita dalam hidupku: Jorja, Mary dan Natalie | Skor: 3/5
#2/14 #SidneySheldon Next: Master of the Game, pencarian berlian di Afrika Selatan. Cover hitam yang terlihat cantik, tebalnya 764 halaman. Semoga seru.
Karawang, 221015 – Guardate che ha fatto il don vinton
E molto bene di ritornare a casa | Si, d’accordo | Signore, per piacere, guardatemi | Tutto va bene | Si, ma… | Dio mio, dove sono i miei biglietti? | Cretino, hai perduto i biglietti | ah, eccoli

Iklan

Berfikir Sederhana

image

Kisah I

Pada suatu hari, seorang pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa bahwa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Sang pemilik apartemen mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah tersebut.

Pakar I menyarankan agar menambah sejumlah lift, sedangkan Pakar II meminta pemilik untuk mengganti lift dengan yang lebih cepat dengan asumsi bahwa semakin cepat lift, orang yang terlayani akan banyak. Kedua saran tersebut tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Namun, Pakar III hanya menyarankan satu hal bahwa inti dari komplain pelanggan adalah mereka merasa menunggu terlalu lama. Maka disarankan kepada sang pemilik apartemen untuk menginvestasikan sebuah kaca cermin yang cukup besar di depan lift, supaya perhatian para pelanggan teralihkan dari pekerjaan “menunggu”, dengan harapan akan beraktivitas di depan cermin sehingga mereka merasa “tidak menunggu lift”. Dan ternyata… ide tersebut berhasil.

Kisah II
Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa mereka menemukan bahwa ternyata pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol karena tinta pulpen tersebut tidak akan mengalir ke mata pena.

Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu lebih dari satu dekade dan biaya sebanyak 12 juta dolar, untuk mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan ekstrim seperti gravitasi nol, terbalik dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal, dan dalam derajat temperatur, mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat celcius.

Dan apakah yang dilakukan para kosmonot Rusia? Mereka hanya menggunakan pensil! Sebuah pemikiran yang mudah dan murah meriah untuk memecahkan sebuah masalah yang dianggap rumit dan sulit.

Kisah III

Di salah satu perusahaan kosmetik, suatu saat mendapat keluhan dari seorang pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli sabun yang ternyata kosong. Dengan segera, para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas memindahkan semua kotak sabun yang telah di pak ke depatermen pengiriman.

Manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut dan dengan segera para teknisi bekerja keras untuk membuat mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh 2 orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut. Kedua orang tersebut ditugaskan untuk memastikan bahwa kotak sabun yang lewat tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dengan cepat, dan biaya yang dikeluarkan pun tidaklah sedikit.
Akan tetapi, pada saat yang sama ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama. Dia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit. Dia muncul dengan solusi yang berbeda. Hanya dengan membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Kemudian kipas itu dinyalakan, sehingga meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.

Sepertinya hal-hal diatas dianggap sebagai sesuatu yang mustahil, akan tetapi ternyata justru hal-hal kecil yang berangkat dari pemikiran sederhana itu menghasilkan sebuah pekerjaan yang optimal. Jadi mari berkreasi dengan berpikir sederhana namun efeknya luar biasa.

Bagi anda yg lagi berjuang ‘menjemput’ kemuliaan, sangat mungkin solusinya sangat sederhana, hanya selama ini ‘tertutup’ idealis & ‘mimpi-mimpi’

Dibacakan di Briefing Inspirasi dan Motivasi NICI
Oleh: Widy Satiti
Karawang, 201015

A Stranger In The Mirror – Sidney Sheldon #1

image

Akhirnya 1 dari 14 novel Sidney Sheldon selesai dibaca juga. Apa yang saya dapat dari novel ini adalah sebuah pengulangan dari kisah biografi Sidney di The Other Side of Me. Tak menemukan sesuatu yang wah, karena memang premis-nya sama. Mencoba sukses di Hollywood berangkat dari bawah, pahit manisnya perjuangan, mencapai puncak lalu menuruninya. Hanya fiksi yang berlebihan yang menjadi benang pembedanya. Dulu pas pertama baca The Other Side saya sempat bilang wah, seru sekali ternyata lika-liku perjalanan di tanah impian Amerika. Tapi untuk A Stranger biasa sekali. Sepertinya saya salah memilih mulai baca.
Kisahnya adalah sebuah impian seorang yang bercita-cita jadi selebritis. Benar-benar merangkak dari bawah, diceritakan dengan sangat detail khas Sheldon. Dibuka dengan prolog yang menjadi ending cerita ini. Walaupun sekilas namun ini jelas langkah salah karena sebuah bocoran utama akan ke mana kisah ini berakhir. Bahwa seorang chief purser Bretagne, Claude Dessard menceritakan pengalamannya menahkodai kapal Perancis SS Bretagne. Suatu hari dia mengalami tragedi besar karena salah seorang penumpangnya adalah Jill Temple, aktris yang sedang dirudung duka. Dalam kisah samar dia bertutur hari itu segalanya berjalan buruk, kapal mewahnya membawa petaka yang tak kan terlupakan oleh seluruh dunia.
Lalu kisah ditarik jauh ke belakang. Detroit, Michigan pada tahun 1919. Sebuah kota industri pasca Perang Dunia I mengalami kebangkitan. Paul dan Freida adalah pasangan Yahudi asal Polandia, segelintir manusia yang berharap perubahan nasib. Paul adalah lelaki kalem yang suka puisi namun kurang tegas sebagai kepala keluarga, Freida adalah wanita taat namun punya keberanian mengambil resiko hidup. Sifat bertolak belakang inilah yang mempengaruhi sifat anak pertama mereka. Toby Temple terlahir dengan anugerah kemaluan dengan ukuran di atas rata-rata. Saat dirinya menginjak remaja, di sekolah dia membuat masalah dengan menghamili teman sekelas. Bersiap tanggung jawab, namun sang ibu diam-diam menolak. Toby punya bakat dalam dunia entertaiment. Kalau dia menikah muda maka impiannya untuk terkenal bisa hancur ditikam kenyataan di kota kecil ini. Maka besoknya Toby berbekal seadanya diminta sang ibu untuk ke kota. Suatu saat ketika sudah sukses Toby diminta kembali membawa serta ibunya. Dan dimulailah petualangan Toby Temple di dunia hiburan.
Sementara itu di Odessa, Texas empat belas Agustus tahun 1939 lahirlah seorang bayi perempuan bernama Josephine Czinki. Melalui kelahiran yang berat, Josephine akhirnya menemui keajaiban untuk hidup. Orang tua Josephine sangat kolot, ibunya seorang religius yang menolak kemewahan dunia. Sehingga di Texas yang terbagi dalam dua kelompok keluarga, kelompok kaya disebut kelompok minyak dan kelompok biasa, non-minyak. Keluarga Josephine di kelompok kedua, ibunya bekerja sebagai penjahit. Namun jiwa petualang Josephine tak bisa bohong. Dirinya yang terlahir sangat cantik dan sering bermain dengan anak-anak orang kaya akhirnya sadar dirinya berpotensi sukses di dunia hiburan. Dia jatuh hati dengan David Kenyon, anak kelompok minyak. Awalnya mereka jalan bareng dan saling mencinta. Sayang, orang tua David tak setuju maka David dijodohkan dengan Cissy Toping yang juga anak orang kaya. Dengan perasaan kalut keesokan harinya Josephine kabur dari kota kecilnya menuju Hollywood.
Sampai di bagian ini saya sudah bisa menebak arah cerita ini. Kenapa? Karena sudah dibocorkan di prolog bahwa Josephine merubah namanya jadi Jill Castle. Nah, cocokkan dengan Toby Temple? Di pembuka sudah dikatakan Jill Temple terdiam menghadap laut lepas dengan pandangan hampa. Jelas sekali mereka berdua nantinya akan menikah. Kesalahan besar Sidney! Diperparah lagi di back-cover dibocorkan bahwa untuk mencapai sukses Jill Castle harus menjual diri karena sulitnya menembus batas glamor kemasyuran. Gadis frustasi bertemu lelaki kesepian, jadilah kisah buku ini. Jadi apa yang dijual buku ini? Ending jelas sudah diungkap.
Secara keseluruhan novel ini bagus. Sekedar bagus, tidak istimewa. Sinetron banget kisahnya, klise konfliknya. Beberapa hal kurang kuat dalam eksekusi keputusan tiap karakter. Dengan mudahnya perubahan-perubahan sifat ditampilkan. Seperti Jill yang tadinya gadis kere yang mudah pindah dari pelukan lelaki satu ke lelaki lain. Bagaimana mudahnya menolak berlian dari rayuan aktor besar? Walau sekedar akting, itu sesuatu yang mustahil. Lalu Toby dengan mudahnya mendapat kritik dan review bagus setiap tampil. Tak semudah itu menjadi komedian, harusnya keterpurukan bukan dari sakit namun dari profesi utama sang aktor. Jelas saya kurang suka kisah menye-menye semacam ini. Sinetron kita sudah memuakkan, jadi ketika ada kemiripan membacanya dari Penulis Besar jadinya bosan. Karakter yang seharusnya bisa digali lebih dalam malah disingkirkan dengan cepat, Alice Tanner misalnya. Setelah kesuksesan pertama Toby dia menghilang. Padahal dia sudah seatap dengannya masak tak ada ikatan emosi. Sam Winter, yang jadi atasannya saat Perang dunia II juga tak berkembang. Hilang dalam hingar bingar Hollywood. Yang paling parah al Caruso dengan Millie yang menyenangkan setiap mengikuti jejak kehidupan, hilang setelah tragedi ketika Toby ke Asia Timur. Musuh utamanya juga terlihat bodoh. Seorang agen bisa dengan mudahnya terjatuh. Klimak cerita ditampilkan dengan datar. Entah kenapa saya tak mendapat sesuatu yang wah dari sini.
Namun tetap, Sidney adalah Sidney. Novel ini tetap layak dilahap di kala santai. Ada beberapa kutipan yang sayang kalau dilewatkan. “Kau tak perlu memakan habis satu kilo kaviar untuk mengetahui enak atau tidak bukan?”. Sebuah nasehat bahwa sesuatu yang luar biasa bisa kita lihat hanya ketika melihat sebagian kecil.
Waktu bukanlah sahabat yang menyembuhkan segala luka, waktu adalah musuh yang mencabik-cabik dan membinasakan masa muda.
“Kau tahu bagaimana caranya agar keledai mau memperhatikan? Pertama kaupukul kepalanya.” Toby ditanya tangan mana yang sering digunakan? Dia jawab kanan, lalu tangan kanannya dihantam dengan besi sampai patah. Pause.
“Apakah aku sudah mendapatkan perhatian?” Toby mengangguk. Edian adegan ini seram sekali, sekaligus yang terbaik yang ditampilkan. Jadi apakah kalian masih akan percaya bahwa ketika bercermin, itu adalah wajah kalian? Ataukah orang asing yang menyamar jadi kalian? Think again!
Sosok Asing Dalam Cermin | diterjemahkan dari A Stranger In The Mirror by Sidney Sheldon | copyright 1976 | Alih bahasa Hidayat Saleh | GM 402 93.780 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan ke sebelas, Februari 2007 | 448 hlm; 18 cm |ISBN-10: 979-511-780-7 | ISBN-13: 978-979-511-780-3 | skor: 3/5
#1/14 #SidneySheldon Next: the Naked Face tentang pembunuhan di malam Natal, kisah detektif yang mengingatkanku pada Agatha Christie. Semoga seru.
Karawang, 191015
Bila kau ingin menemukan diri sendiri. Janganlah mencarinya dalam cermin. Karena hanya bayangan yang kau temukan di sana. Sosok asing… (Silensius, Ode to truth)

Final Piala Presiden: Di Jakarta Antara Bandung dan Palembang

image

Turnamen ini mendekati akhir. Siapa juara piala presiden 2015? Berikut prediksi teman-teman dari Football On Chat.
Persib vs Sriwijaya | Skor | Skorer
LBP 2-2 all
Analisis: Peuyem versus pek-pek yang ribut kerak telur. Pertandingan seru sejak awal. Diakhiri pinalti.
Aditya 2-3 Patrich Wanggai. Partai yang kelihatannya berpihak pada Maung. Tapi Sriwijaya yang diperkuat maskot Alangsari Titus Bonai akan berusaha bikin partai ini ‘enak yaa..’. Mental Sriwijaya yang sudah teruji di partai berat seperti Arema kemarin akan menguntungkan mereka.
Arif 1-0. Zulham. Saatnya persib juara. Djadjang Nurdjaman akan tersenyum. Zulham akan berekspresi ala CR7 lagi.
DC 2-0 Zulham. Partai yang ga diinginkan oknum fans Persija dimainkan di ibukota,  yang main siapa yang rusuh siapa hihihi, lebih berasa main di kandang jadi nilai lebih buat Persib,
Gentong 1-2 Musafri
Walau banyak yang dukung Persib juara, Namun SFC tak gentar. Bendol pelatih joss dan GBK pun jadi |akabaring.
Andy 1-2 Titus Bona
Walaupun Persib diunggulkan, tapi Sriwijaya punya bek yang solid, dan punya motivasi tinggi setelah mengalahkan Arema.
Andyka 3-1 Zulham
Permainan keras. nNntonpun malas. Lebih baik pulas.
Widi 3-2 Zulham
PARTAI seru di GBK. SRIWIJAYA GA TAKUT KALAH . PERSIB JUGA TAPI AKHIRNYA PERSIB YANG JUARA DAN MENANG.
Huang 2-3 Spasojevic
Analisis: Sejarah membuktikan Persib lebih baik. Secara geografis Maung Bandung juga diuntungkan. Tapi di bursa yang dijagokan seringkali malah gigit jari.
Gangan 2-0 Konate.
Persib nu aing. Maung nu aing. Wasit goblog.
Lik Jie 3-1 Zulham. Biar pak Emil senang. Bandung lagi tahunnya. Zulham lagi bagus-bagusnya. Forza cilok. *padahal nang kuis e pak Joko njago Persib kalah 😂*
JJ 2-1 Konate
Persib Bonek sama aja. Asal jangan the Jak. The jak itu Persija.
Deni 3-2 Konate. Kedua tim bermain sangat bersemangat. Apalagi Persib yang bermain di kandang Persija. Persib dengan kekuatan penuh berhasil mengalahkan Sriwijaya dengan skor tipis 3-2
Erwin 3-0 Konate
PERSIB nu Aing. Maung nu Kodim. Juara Deui.
Karawang, 181015

Bliss #1

image

image

Seperti yang sudah saya bilang, sebelum memulai petualangan 14 novel Sidney Sheldon saya harus menyelesaikan buku pertama trilogi Bliss. Novel ini saya beli bulan September lalu saat jenuh di rumah di Sabtu siang lalu iseng jalan ke toko buku Kharisma di Karawang Central Plaza (KCP) dengan budget mepet di dompet, selembar kertas biru. Serius, tak ada lembar uang lain di dompet selain kertas lima puluhan itu. Buku bagus banyak, buku mahal banyak. Tapi untuk mendapatkan buku bagus dengan harga murah itu susah-susah mudah. Makanya selama 2 jam mengelilingi rak novel, pilih-pilah, bongkar sana-sini, baca back-cover satu-dua, timang-timang ragu. Awalnya mau ambil Meet Your Maker-nya Jacob Julian namun saya butuh sesuatu yang wah saat itu juga. Akhirnya coba Bliss #1 dengan uang kembali 500 perak.
Saya tak terlalu memperdulikan kemasan saat membaca buku. Cover bisa jadi pertimbangan, namun tak selalu masuk kategori utama. Kualitas kertas apalagi, saya justru suka buku minimalis dengan isi kertas buram. Kurasa novel dengan kertas HVS itu pemborosan. Makanya, jelas pilihan Bliss bukan karena pertimbangan tampilan luar yang menggiurkan. Dengan warna biru dominan, kualitas cover luks timbul dan sangat cerah. Gambar yang ceria dengan set ‘Cup & Cupcake Bliss Bakery’. Dan baru kali ini saya punya buku dengan ujung kertas bagian terbukanya dilumuri biru bling-bling. Kalau ada kontes pemilihan best cover, pastilah novel ini juara 1. Tenang saja, bagiku first thing first story. Kualitas cerita nomor satu.
“Lezat dan sangat lucu.” Itu kata Wall Street Journal. Bisa jadi testimoni itu benar. Sedari awal kita langsung disuguhkan sebuah prolog yang membuat penggemar sihir melonjak girang. Rosemary Bliss saat ulang tahun yang ke sepuluh, melihat dengan kepala sendiri orang tua mereka membuat kue dengan sihir. Saat itu, Kenny tetangga mereka kesetrum yang membuatnya dirawat di rumah sakit sampai koma. Purdy Bliss, ibu Rose bergegas membuat ramuan ajaib sebelum terlambat. Hujan lebat yang tak memungkinkan meningkalkan anak-anak mereka ditinggal memaksa Albert Bliss, ayah Rose mengajak seluruh keluarga ikut ke puncak Calamity Fall dengan mobil Van untuk menangkap halilintar. Malam itu, ramuan sudah lengkap, dengan mantra “electro coreccto” Purdy merampungkan resep. Keesokan harinya, kue itu disuapkan paksa kepada Kenny yang tak sadarkan diri. Awalnya suapan pelan, lalu perlahan Kenny menelan satu demi satu sisanya. Dan ajaib dia pulih dan berkata, “kau punya susu?”
Pembuka yang hebat. Harapan pembaca langsung membumbung di langit. Dua tahun setelah itu, Rose melihat berbagai bencana besar atau kecil di kota kecil mereka dan diam-diam orang tuanya memperbaiki keadaan. Keluarga Bliss terdiri dari orang tua Albert dan Purdy, Ty si sulung yang tampan, Rose sebagai karakter utama dan sepanjang cerita akan diambil dari sudut pandangnya, Sage sang actor, dan si bungsu Leigh yang berusia 3 tahun. Lalu karakter lain ada Chip yang jadi karyawan Bliss Bakery, memiliki tubuh atletis dan macho. Mrs Carlson, orang tua yang menjaga Leigh selama ayah-ibu mereka pergi. Ya, kisah bergulir ketika suatu siang Rose melihat mobil polisi ke toko roti mereka untuk menjemput orang tua mereka. Walikota Hammer meminta bantuan, kota tetangga membutuhkan bantuan sehingga memaksa mereka pergi seminggu penuh. Albert berpesan apapun yang terjadi mereka dilarang membuka Bliss Bakery Booke, buku sihir yang disimpan di lemari besi ruang pendingin bawah tanah.
Ty yang jail dan Rose yang penasaran berat tentu saja tak akan tahan. Ini kesempatan langka di mana mereka memiliki waktu coba-coba ramuan ajaib. Siang di hari pertama kepergian orang tua mereka datanglah tamu asing. Dengan sepeda motor gede, sang tamu membuka helm-nya. Seorang wanita jangkung dan sensasional yang pernah dilihat Rose sepanjang hidupnya, selain di film. Lily, wanita itu memperkenalkan diri sebagai bibinya. Tak percaya, Rose mempunyai saudara secantik model. Orang tua mereka tak pernah cerita.
Sekalipun Rose curiga namun mengingat kesibukan seminggu yang akan datang rasanya Lily bisa membantu apalagi Ty, Sage dan Leigh akan lebih banyak merepotkan ketimbang menolong. Saya jadi ingat novel pertama trilogi The Good Earth, “wanita cantik akan lebih sering mengacaukan keadaan ketimbang memperbaikinya”. Bernahkah?
Sementara bibi Lily membantu Chip di toko kue, Ty dan Rose mulai iseng membuat kue sihir. Diawali Muffin Asmara untuk menyatukan dua sejoli pelanggan mereka yang saling cinta namun tak berani mengungkap. Bliss Booke ternyata memiliki resep yang rumit. Nyaris setiap menu dimulai dengan kisah pendahulu.
Muffin Labu Hijau. Untuk Melarutkan Berbagai Rintangan Berbagai Cinta: Pada tahun 1718 di kota kecil di Inggris yang bernama Gosling’s Wake, Sir Jasper Bliss menyatukan dua orang yang paling tidak beruntung, James Corinthian sang duda dan Petra Biddlebumme si penjahit yang, berturut-turut, terlalu sedih dan terlalu malu, untuk melompat ke kobaran cinta yang agung. Jasper secara khusus mengantar Muffin Labu Hijau ini ke rumah masing-masing, kemudian menunggu pada jarak yang aman dari rumah Petra Biddlebumme si penjahit. Dua jam setelah diantarkan muffin-muffin itu, James Corinthian sang duda berlari ke pintu  Petra Biddlebumme, yang mengundangnya masuk untuk minum teh. Mereka menikah sebulan kemudian.
Kisahnya apik bak dongeng pengantar tidur. Ramuannya rumit. Berhasilkah Ty dan Rose menyatukan Mr Bastable dan Miss Thistle? Lalu besoknya mereka geram sama Mr. Havegood yang suka koya, pesan kue mendesak karena akan ada tamu Presiden Kamboja. Kesal, mereka berusaha mengungkap kebenaran kata-kata lewat Cookie Kebenaran.
Koekjes van Waarheid (Cookie Kebenaran): Pada tahun 1618 di desa pertambangan di Zandvoort, Belanda, Lady Brigitta Bliss telah menyingkap perbuatan pencuri permata Gerhard Boots dengan memberinya sekeping Cookie Kebenaran. Si pencuri yang tadinya berkeras tidak bersalah selama testimoni penuh tangis ketujuh korbannya, yang semuanya petani miskin dan permata-permata yang dicuri itu warisan keluarga mereka. Kemudian, setelah memakan sekeping Koekjes van Waarheid Lady Brigitta, dia mengakui pencurian itu, bahkan sampai memukul-mukul kepala dan bahunya agar berhenti bicara.
Berhasilkah mereka membuat Mr. Havegood menghentikan omong kosongnya? Dari keisengan inilah segalanya kacau. Ty dan Rose harus segera memperbaiki keadaan, maka muncullah resep ketiga: Cake-Pemutar-Balik-Keadaan-Seutuhnya. Resep ini tanpa kisah pendahulu, namun ramuannya membutuhkan air mata Warlock. Menu sulit, resep janggal? Dan segalanya berjalan berantakan. Seisi kota mawut, Calamity Falls bagai kota mati. Siang hari tak ada aktivitas, malam hari warga berjalan bak zombie. Lalu bibi Lily mencoba membantu membereskan situasi. Akhirnya Lily memegang, membaca serta mempelajari Bliss Bakery Booke. Berhasilkah kota kembali normal sebelum ayah-ibu mereka pulang? Kecuriaan Rose sedari awal kepada bibinya apakah berbukti? Apa itu Kilabret?
Well, sungguh menarik. Idenya memang tak original. Kisah Bliss jelas mengambil banyak ide cerita lain lalu diramu jadi makanan lezat untuk pembaca. Kue berisi sihir? Ronald Weasley dan Hermione Granger sudah mempraktekannya. Mencuri resep rahasia? Plankton Sheldon sudah berjibaku mencoba masuk Krasty Krab berjuta kali. Kota mati? 28 Days Later membuktikan kota London, kota tersibuk di dunia itu bisa kosong melompong. Jadi apa menariknya? Kalau bicara konflik jelas bukan, ini kisah sederhana yang tak akan membuat salah satu anggota kelurga Bliss sekarat. Twits? Tak ada. Segalanya seperti prediksi. Saya sudah bisa menebak ke arah mana kisah ini akan berujung ketika kunjungan Lily di saat ortu merak tak ada. Jadi apa serunya? Pertama eksekusi, seperti cover-nya yang terlihat manis. Isi cerita ternyata juga setara gula. Pintar sekali Littlewood mengocok mixer sehingga kita bisa ikut merasakan kekhawatiran Rose. Kedua, endorsment tak bohong. Seluruh puja-puji yang disampaikan di lampiran halaman depan mulai dari Amazon.com, Kirkus review sampai School Library Journal semuanya apa adanya. Jadi saat saya selesai membaca saya merasa tak ditipu. Memang sedari awal saya sekedar butuh wah bukan wow dan itu terpenuhi. Bliss pertama termasuk sukses membuatku ingin melahap kelanjutannya. Jelas seri kedua dan penutup akan menyusul ke rak saya namun tak dalam waktu dekat. Antrian baca masih sangat panjang. Bliss memang bukan buku istimewa namun tetap layak koleksi, kelak biar dibaca Hermione Budiyanto. Saya yakin Hermione akan suka buku ini, namun terkadang –kelak—mendengarkan secara langsung dari mulutnya terasa penting bagiku. UKA UMIATNICNEM!
Bliss | By Kathryn Littlewood | Copyright 2012 by Inkhouse | Penerjemah Nadia Mirzha | Penerbit Mizan Publika (anggota Ikapi) | cetakan XII, April 2015 | cover art 2012 by lacopo Bruno | ISBN 978-979-433-690-8 |  untuk Ted | Skor: 3,5/5
Karawang, 171015 – The Naked face

Kind Word Great Mother

image

————-
Suatu hari seorang anak laki-laki pulang sekolah memberikan sepucuk surat tertutup kepada mamanya dari Kepala Sekolah.

Anak: “Mama, Kepala Sekolah memberi surat ini kepada saya, dengan pesan agar tidak membuka dan hanya mama yg boleh buka atau membacanya.”

Sang mama membuka dan membaca surat dimaksud dengan airmata berlinang. Namun dengan bijak selesai membaca sang mama membacakan untuk anaknya: “Anak kamu terlalu Jenius. Sekolah ini terlalu sederhana. Tidak cukup guru yang baik dan hebat di Sekolah kami untuk melatih dia ajari dan latih sendiri anak Anda secara langsung.”

Tahun demi tahun berlalu. Sang anak terus tumbuh dan berkembang. Seiring waktu, sang Mama sudah meninggal. Suatu ketika, anak laki-laki yang sudah dewasa itu, menemukan kembali surat yang dulu dibacakan sang Mama kepadanya. Diambilnya surat dari dalam laci meja Mamanya. Diapun membuka dan membaca surat itu dengan tangan bergetar. Berbeda dengan apa yang didengar dari Mamanya saat dia masih Kecil dulu: “Anak kamu punya masalah kejiwaan. Kami tidak mengizinkan lagi dia dating ke sekolah ini selamanya”.

Anak itu, adalah Sang penemu hebat sepanjang masa. Dialah Thomas Alva Edison. Dia Menangis berjam-Jam usai membaca surat itu, lalu menulis dalam buku hariannya: “Thomas Alva Edison, adalah anak gila. Hanya oleh karena seorang pahlawan, karena Mama, saya diubahnya menjadi Sang Jenius sepanjang masa”.

Pesan Moral :

(1) Sejarah membuktikan tentang kesaktian, kehebatan dan peranan/pengaruh seorang Ibu/Mama terhadap anak

(2) Sejarah juga membuktikan kesaktian dari sebuah kata atau ucapan terhadap psikologi dan mental anak-anak.

(3) Perkataan yang buruk sangat ampuh merusak moral dan mental seseorang.

(4) Perkataan yang baik dapat memotivasi dan menginspirasi (merubah) seseorang untuk Menjadi yang terbaik, apalagi oleh Ibu yang tulus, penuh kasih dan bertangan dingin mengelola keluarga.

Dari briefing pagi motivasi dan inspirasi NICI – Karawang.
Dibacakan di ruang Intergrity oleh: Widy Satiti
Pada Jumat, 16 Oktober 2015

Pahat Hati

image

Back cover-nya mengiurkan. Dengan berani menuliskan: Dari Penulis yang bersanding dengan JK Rowling dan Cassandra Claire sebagai nominator BEST AUTHOR IN SOCIAL MEDIA 2013, penulis Indonesia berbakat, Andi Tenry Ayumaya siap menggebrak dunia lewat karya fenomenalnya. Bayangkan, penulis Harry Potter disebut dan disandingkan. Walau penulis favoritku dijual, ekspektasiku tak tinggi. Biasanya jualan dengan omongan koya seperti ini isinya kosong. Mungkin Eka Kurniawan sedang sibuk sehingga tak masuk, mungkin Dee sedang liburan sehingga tak tercantum sehingga Penulis lokal yang masuk nominasi adalah Andi-who? Baru dengar? Saya juga.

Saya jadi teringat Jemy teman satu kos dulu. Tiap selesai baca buku buruk dia selalu melemparnya ke bak sampah. Dia berujar, “buku seperti ini berbahaya, lebih bagus dilenyapkan”. Saya tak setuju, karena kita membeli dengan uang jerih payah maka kita harus ‘memeliharanya’ di rak. Saya berpendapat, kalau buku ini buruk di mata kita berarti buku ini memang bukan untuk kita. Bisa jadi untuk orang lain yang nantinya berkesempatan membacanya memetik hal positif. Bisa jadikan.

Saya teringat pesan teman, “sesekali kamu harus keluar zona nyaman. Bacalah genre diluar favoritmu. Mungkin kamu akan menemukan sebuah sensasi yang menakjubkan.” Dan novel Pahat hati ini di tangan, kisahnya tentang cerita semasa SMA. Seorang gadis ceria sedang ke rumah Oma setelah minggat dari rumah orang tuanya. Sampai di rumah nenek, tak ada orang. Neneknya sedang ke Jepang untuk berobat. Dia dititipi tetangga amplop berisi uang GeDhe dan akan rutin kirim uang, ia gunakan untuk sewa apartemen. Ketika pulang secara tak sengaja rebutan taksi dengan pemuda, sewot saling usir. Kebetulan sang pemuda satu kamar dalam apartemen yang ia sewa karena kena tipu. Kebetulan lagi mereka satu sekolah. Sang pemuda memiliki mobil yang bisa setiap saat berangkat-pulang sekolah bareng. Sang pemuda adalah playboy stadium akhir, setiap minggu ganti pacar. Bah pembuka macam apa in, anak durhaka, nenek gila, nyinyir hanya rebutan taksi sewot seperti mau mengantar pasien ke IGD saja. Dengan santainya membuat susunan cerita anak sekolah naik mobil. Hello dunia, SIM A sudah bisa dibuat oleh remaja lho sekarang. Dari sini saya sudah bisa menebak ke arah mana cerita ini akan berlanjut. Andai ini buku sewa atau pinjam, tentu saja saya hentikan. Namun saya tegaskan setiap lembarnya saya bayar jadi ya harus dituntaskan. Dan segalanaya mulai berjalan kacau bahkan ketika saya belum sampai separo baca.

Biar terlihat keren, daftar isi menggunakan bahasa Inggris. Dari prolog sampai epilog, dari Sweet Cherries sampai 1 month later. Kalau kalian berharap akan ada dialog puitis ala Chairil Anwar, jelas ga akan ada. Jadi ceritanya Cherry ini anak baru di SMA Bhakti. Di hari pertama sudah jadi pahlawan bagi anak kembar Alda dan Andini. Kalau yang ada di bayangan Anda ketika saya ketik pahlawan adalah melawan begal, membasmi perampok, menahan petir atau mencegah kejahatan lain Anda salah. Cherry hanya mengusir anjing. Pahlawan? Ya, tahan muntah Anda. Ulasan baru dimulai.

Di bab 2 Andi memberi judul Robber Cat. Mungkin maksudnya adalah criminal cat, plesetan ala Tukul di Bukan Empat Mata, mungkin artinya kucing garong agar terdengar cool jadilah robber cat. Itu istilah diperuntukkan buat Dicky, teman seatap Cherry seorang playboy yang giginya dipagar. Bayangkan Ashton Kucher memakai kawat gigi lalu tersenyum, mungkin terlihat lebih tampan. Dicky baru saja memutuskan Nabilah, korban terbarunya. Sementara itu Ilham pemuda yang akan tunangan sedang patah hati setelah Hannie pacarnya tewas kecelakaan. Kejadian dibuat se-dramatis mungkin, sang kekasih meninggal dalam pelukan ala sinetron lokal. Kelas 2 SMA tunangan. Kerjaan Ilham ini setiap hari melihat danau yang ada di belakang sekolah merasakan semilir angin. Ya, tahan muntah Anda, tulisan masih panjang.

Lalu secara flash back kita diberi tahu kenapa Cherry minggat dari rumah. Alasan pertama adiknya Dea nyebelin, kedua dia dijodohkan dengan anak teman ayahnya. Ya ini bukan zaman Siti Nurbaya yang bisa menyatukan pasangan lewat orang tua, kejadian ini bisa saja terjadi. Namun menyodorkan konflik keluarga seburuk ini sungguh tak ada logika. Otak Cherry jelas perlu di-ruwat. Bisa-bisa Raam Punjabi pingsan saking shock-nya membaca kisah ini. Tahan lagi muntah Anda, ini belum separo tulisan.

Dalam kisah The Ring, cincin tunangan Ilham secara tak sengaja jatuh ke danau setelah disenggol Cherry. Bodohnya Ilham ini memandang danau cincin tunangannya di-ewer-ewer mulu. Merasa bersalah, malam hari dia nekat nyebur ke danau mencari. Sungguh konyol, di siang hari ngapain? Di panas terik saja ga ketemu apalagi dalam gelap malam. Dicky dengan gagah berani menyusul ke danau, mungkin maksdunya biar terdengar romantis ala A Lot Like Love, berdua kedinginan di bawah sinar rembulan. Besoknya mereka flu. Konyolnya lagi, cincin bisa ketemu dengan mudahnya kemudian, dan diperparah Ilham memberinya kepada Cherry. Andi bisa saja sekalian menulis itu cincin The Hobbit sehingga siapa yang pakai bisa ngilang, toh sampai di sini kisah mulai liar tak terkendali.

Hobi ganti pacar Dicky berlanjut kini giliran Alda jadi korban. Salah satu si kembar ini back street (tanpa boys) jadian, namun seperti yang sudah diduga mereka putus. Dalam judul Playboy’s Aware lalu Dicky ditantang teman-temannya yang kurang kerjaan (atau PR-nya sudah selesai dikerjakan) untuk bisa menaklukkan hati Cherry. Dengan pede dia yakin bisa menjadikannya pacar. Kesempatan itu datang saat acara kemah di Tangkuban Perahu, namun saat acara belum mulai Cherry menghilang. Saya sempat berharap dia diculik Smeagol biar seru, tapi ternyata dia sedang bergelayut di tepi jurang karena kecelakaan. Setelah diselamatkan, acara itu dibatalkan. Wah wah, hebat. Seakan ke Tangkuban Perahu hanya 5 menit perjalanan, dan dengan mudahnya bubar lantaran kekonyolan karakter ini. Duh! Dunia koma.

Akhirnya kepala Cherry kepentok pintu sehingga luluh dengan cinta Dicky, dia mau pacaran dengannya, syarat dia mengaku insyaf di sekolah. Karakter macam apa, masak sedari awal kekeuh membenci Dicky tiba-tiba mencinta. Kalau alasan berubah pikiran karena sesuatu yang kuat sih oke saja, toh banyak yang benci jadi cinta, namun cinta itu bersatu karena sesuatu yang konyol seakan cinta bisa dipetik di kebun belakang rumah. Besoknya Dicky memegang megaphone berteriak-teriak ke seisi sekolah dia tobat dari mempermainkan cewek. Ini lagi, makin ke sini makin ngawur. Coba dilogika, di mana para guru? Di mana nalarnya? Bagaimana sekolah bisa menjadi arena petak umpet dengan megaphone di tangan. Siswa teriak-teriak di sekolah dan tak ada yang protes? Mungkinkah satpamnya sedang cuti? Atau setting-nya di dunia ketiga sehingga hal semacam itu lumrah. Perkara makin ga jelas saat pak guru Dion yang ditaksir bu Erlin akhirnya akan menikah dengan pacarnya yang di Perancis. Uhuk.., guru zaman sekarang apakah gajinya setara keluarga Bakrie bisa macari cewek yang eek-nya aja di Paris. Dan tak ketulungan buruknya saat Ilham dengan mudah dikirim oleh pihak sekolah ke Jepang untuk Olimpiade Kepo. Wew, my God. Rasanya kini benar-benar tak tahan muntah. Tahan tahan, bentar lagi sobat.

Cherry pun diminta memilih antara Ilham yang cool, Reza yang pengagum rahasia (sudah ga rahasia dong dia mengungkapkannya – walau mundur juga), dan Dicky sang playboy. Siapa yang dipilihnya? Baca sendiri buku ini kalau Anda penasaran, pening tanggung sendiri.

Sekarang silakan muntah. Selesai baca buku ini saya jadi prihatin. Separah inikah sekolah sekarang? Zaman saya tak ada yang naik mobil, atau sekarang anak sekolah bisa punya izin mengemudi? Setahu saya jangankan mobil, motor saja seorang pelajar belum boleh punya SIM, kecuali pelajar yang oon-nya kebangetan sehingga saat SMA usianya kepala 2. Ini jelas pengaruh buruk sinetron kita yang tayang prime time. Tentang pacaran, tentang pergaulan bebas. Di Pahat Hati lebih parah lagi dua karakter utama satu atap, satu apartemen. Walau tak ada adegan macam Lust, Caution tetap saja ini sungguh pemikiran kisah yang buruk. Saat saya sebut: Bisma, Rangga, Dicky, Ilham, Reza apa yang ada di pikiran Anda? Apa Smash? kurang keras! Smash?! Ya ya, Anda bisa memasukkan nama-nama selebritis favoritmu dalam karangan Anda. Namun belum pernah saya menjumpai novel menaruh nama-nama karakter konyol senorak ini. Bukan, saya bukan anti-smash. Saya adalah Laziale, seandainya saya menjumpai novel dengan 11 nama karakter dengan 11 nama pemain Lazio, saya sendiri yang akan membakar buku itu.

Konfliknya mutu rendah. Kisahnya datar. Settingnya memang sekolah, namun tak satu kata pun menyebut algoritma atau statistik dasar. Gaya hedon seperti ini berbahaya, bukannya iri justru saya prihatin dengan yang ditampilkan. Sedemikian kacaukah remaja Indonesia sehingga yang ada di otaknya pacaran? Awalnya saya mau beri rate 0.5 namun 2 bab terakhir mulai menarik karena karakter penting akan dimatikan, makanya saya naikkan rate, namun eksekusi ending kembali menjatuhkan cerita sehingga ya kembali saya beri rate 0.5. kalau saya kasih 0 takutnya asosiasi penulis Indonesia akan menggugat saya. Emang ada? Cari saja sendiri. Seingat saya, saya belum pernah kasih nilai 0.5 seburuk-buruknya 1. Entah kenapa di tahun baru Islam ini saya berlakukan nilai itu, bisa jadi saya shock ada buku seperti ini di Indonesia.

Menurut buku Nyanyian Ilalang karya Andi berikutnya, Pahat Hati diklaim best seller. Ini tak bagus, kalau Pahat Hati dibaca dan ditiru remaja sekarang, Indonesia dalam darurat karya. Sedemikian minimkah pilihan sehingga editor meloloskannya? Sedemikian minimkah pilihan sehingga  sampah seperti ini laku? Kalau tulisan seperti ini berani menyandingklan diri dengan JK Rowling, mungkin Tere-Liye sudah mengklaim layak dapat Nobel Sastra.

Jadi kangen Jemy K. Untuk kali ini saja. Ya untuk kali ini saja saya setuju dengannya. Buku sebobrok ini lebih berbahaya ketimbang pengungkapan konspirasi Wahyudi dan layak dilempar ke tempat sampah. Benamkan ke lumpur terdalam sehingga anak cucu kita tak membacanya. Tetap semangat Andi, jangan patah hati.

Pahat Hati | karya Andi Tenry Ayumaya | copyright 2009 | cetakan II, November 2013 | ISBN: 978-602-1258-40-8 | Penerbit Matahari | Skor: 0.5/5

Karawang, 151015 – Sheldon rules