Menang Dan Mengecewakan

Featured image

Bermain di kompetisi kelas B untuk sebuah klub kelas A jelas ga sebanding. Setelah kekecewaan gagal ke Liga Para Juara, Lazio yang terperosok di Liga Malam Jumat (seakan) terpaksa mengejar asa kosong. Setelah mendapat 1 poin di laga perdana melawan Dnipro, pertandingan kedua yang berlangsung semalam dilalui dengan kemenangan. Melawan tim asal Perancis yang pekan lalu digasak 4 gol, kemenangan sepertinya akan mudah didapat. Saya bahkan nebak minimal gap 2 gol. Sayang 3 poin yang diperoleh dibarengi dengan permainan buruk. Memainkan pemain lapis dua di beberapa posisi adalah pilihan bagus mengingat target utama Serie A. Berisha di bawah mistar, disusul 4 bek: Basta, Mauricio, Hoedt dan Radu. Di tengah Pioli mempercayakan Onazi untuk menemani Biglia, Felipe, Mauri dan Savic. Dengan penggedor tunggal: Keita. Terlihat komposisi ini banyak mengalami perubahan dari saat menekuk Verona. Rotasi bagus untuk memberi semua kesempatan, namun mana Morisson.

Konsentrasi dari menit awal itu penting! Melalui sepak pojok gawang Berisha jebol di menit 6, gol mudah Sall yang hanya dibelokkan. Gol premature yang melecut perlawanan, Olimpico sesaat terdiam. Menit 11 hamper saja Biancoceleste menyamakan kedudukan, tandukan Hoedt bisa ditepis Stephane Ruffier. 2 menit kemudian Saint membuat jantung makin berdegup kencang, sundulan Nolan Roux kena mistar. Namun Lazio tak gugup, karena tak butuh waktu lama, Ogenyi Onazi pemain yang saat ini sedang dalam sorotan berhasil membalas kepercayaan Pioli. Gol yang unik, tendangan ‘kung fu’ menit 22 menyamakan kedudukan 1-1. Umpan silang Felipe yang gagal dimanfaatkan il Capitano justru malah jatuh di kaki Onazi yang dengan tenang menceploskan bola. Andai itu bola bisa disikat Mauri bias jadi malah gagal. Ada yang nyeleneh dari selebrasi Onazi, dirinya hormat pada Savic dan penonton seolah-olah bilang, “Saya masih ADA”.

Kejutan tak sampai di situ, menit 33 giliran Mauricio pemain yang sering saya kritisi itu giliran kasih andil. “pembuatannya” membuat Saint bermain dengan 10 pemain. Mauricio sampai berdarah kena sikut Robert Baric yang membuatnya langsung diusir. Oke, kita kasih kesempatan sampai Januari kalau masih bisa beri kontribusi positif silakan tetap di Lazio. Buktikan kalian berdua masih layak mengenakan jersey besar Elang Biru. Babak pertama ditutup imbang.

Babak kedua kita ambil inisiatif serangan. Mauricio yang cidera ditarik ganti Gentiletti, bek tengah ganti bek tengah, pas. Hanya butuh 3 menit gantian kita unggul, lewat tendangan bebas Biglia, kini Hoedt yang menyelesaikan bola mudah itu, 2-1. Ini adalah gol perdana pemain anyar Belanda untuk Lazio. Dari kesempatan minim, Hoedt selalu tampil prima (juga seakan) kasih lihat Pioli dirinya layak starter di laga penting. Unggul satu gol dan satu pemain harusnya Lazio tetap mempertahankan daya serang, mumpung waktu masih lama, mumpung main di kandang, mumpung momennya pas seharusnya tabung gol sebanyak mungkin. Mauri yang tampil dibawah perfoma diganti Matri, pemain tengah keluar, penyerang masuk, 2 striker pas. Sayangnya melempem, ada yang salah dalam cemunguth skuat. Bonus kekurangan pemain terjadi lagi di menit 77. Felipe dilanggar Sall sang skorer. Dengan 9 pemain. 3 menit kemudian Biglia mengkonversi keadaan dengan gol, 3-1.

Ini nih momen mengesalkannya, lengah! Bek tengah jadi sorotan utama karena hanya butuh 4 menit, Saint berhasil menipiskan keadaan lewat pemain pengganti Monnet-Paquet. Untungnya musuh hanya punya waktu 5 menit sehingga skor 3-2 bertahan sampai akhir. Kemenangan yang mengantar Lazio di puncak grup G bersama Dnipro dengan 4 poin.

Evaluasi utama ada di koordinasi pertahanan dan konsentasi menita awal-akhir. Lawan tim lemah saja kita kebobolan terus bagaimana nanti saat lawan top klaseman. Dengan 9 pemain saja mereka bisa bobol gawang, benar-benar bermasalah nih bek kita. Selain itu, Berisha juga main buruk. Heran, penampilannya konsisten tak membaik. Bagaimana nanti saat lawan tim besar yang ofensif, bagaimana nanti saat Derby, bagaimana nanti (saat kesempatan itu datang) lawan Barcelona. Kemudian hening. Stefan De Vrij ayo segera sembuh, kami sangat membutuhkanmu!

Sebagai catatan tambahan, secara bersamaan Fiorentina menang 4 gol di kandang lawan. Fiorentina adalah tim yang musim lalu kita bantai. Fio kini ada di puncak klasemen, gap hanya 3 poin. Kalau permainan tak seburuk semalam, bisalah kita kejar. Ada baiknya fokus ke Serie A, kompetisi lain pakai lapis kedua dan rotasi. Bisalah jadi nomor satu, bisalah pesta 15 tahun lalu terulang. Tak ada yang mustahil. Jangan puas untuk puncak grup G, menang lawan Saint itu memang selayaknya, kembali ketatkan tali sepatu Bro, Fro-apa-tuh sudah menunggu.

Lazio 3-2 Saint Ettienne (Onazi 22, Hoedt 48, Biglia 80; Sall 6, Kevin 84)

Lazio: Berisha; Basta, Mauricio (Gentiletti 46), Hoedt, Radu; Biglia, Onazi (Cataldi 74); Felipe Anderson, Milinkovic-Savic, Keita; Mauri (Matri 64) St-Etienne: Ruffier; Clerc, Sall, Perrin, Polomat; Pajot, Lemoine; Roux (Monnet-Paquet 74), Corgnet (Diomande 63), Hamouma (Bahebeck 63); Beric

Karawang, 021015 – sedang baca Hugo Chavez

Advertisements

4 thoughts on “Menang Dan Mengecewakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s