Misi Menuju Puncak

image

Lazio menghadapi pekan padat. Tiga hari sekali the Great harus berlaga sampai puncaknya di Derby Roma. Ayooo tren bagus ini kita lanjutkan.
Penebak | Atalanta v Lazio| Skorer
LBP 0-3 all
Menang adalah kewajiban buat terus menuju puncak. Laga tandang sudah pernah poin penuh. Kini kita lanjutkan saja 3 poin itu.
Rekap Kuis LBP (Rekaper dapat bonus plus-plus kalo menang)

1. Arief
Atalanta v lazio 0-1. Felipe
Kemenangan 3-0 lawan Torino akan jadi modal berharga di Atleti azzuri d’italia. Atalanta belum terkalahkan di kandang musim ini. Felipe akan kembali menjadi pembeda. Forza Lazio!

2. Deni
Atalanta 0-2 Lajio Felipe
Kemenangan minggu kemarin membuat semangat pemain Lajio menjadi-jadi. Atlanta pun tidak dapat berkutik. Walaupun main tandang, the great akhirnya akan berhasil meraih poin penuh.

3. DC
Atalanta 0-2 Lazio Biglia
Performa bagus Lazio kali ini akan diuji. Tetapi sepertinya tren kemenangan bakal berlanjut. 3 poin lagi

4. Widy_10
Atalanta 2-2 Lazio; Biglia
Laga paling menjanjikan. Atalanta akan berusaha memetik kemenangan dari Lazio. Lazio juga tertantanng, tapi skor akhir draw 2-2.

5. Erwin
Atalanta 2-0 Lajio. Denis.
Lajio pede menggebrak Atalanta. Tuan rumah gak gentar. Gol Denis bikin Lajio kalem lagi.

6. Aditya W.
Atalanta vs Lazio : 2-1 Pinilla
Atalanta cukup solid di kandang. Walau Lazio lagi ON ga akan mudah main tandang. Denis akan jadi pembeda.

7. Huang (the famous number seven shirt)
Atalanta 2-0 Lazio ; Mauricio Pinilla.
Analisa: Di Olimpico, Lazio adalah elang yang perkasa. Sayangnya di luar sangkar, Felipe dkk berubah menjadi burung pipit yang menggemaskan. Dewi laut Atalanta mungkin tak sesakti Ratu Nyi Roro Kidul. Tapi apalah artinya burung pipit di hadapan Sang Dewi. ☺

8. Jack P.
Atlanta 0-0 Lazio.
Atlanta lumayan bagus di kandang. Lazio mungkin ngotot menang. Hasil draw cukup realistis.

9. Zul
Atalan 1-3 Lazio, Felipe.
Lazio akan menang mudah karena lawannya kali ini sangat sulit dikalahkan. Pertandingan yang berlangsung seru.

10. Imoenk
Ata-apaan 1-2 lazio, Felipe
Ata-apaan? Klub apaan tuch? Bermimpi menang lawan the Great? Ngimpi aja kalee. Ada Felipe (seharga Bale) Lazio oke. Ata-apaan bisa menang lawan the Great kalo Felipe seharga Bale sedang duduk di bale bale.
(Edisilebaybanget).

12. Djoqovic
Atalanta 1-0 Lajio, Pinilla
rekor tandang yg buruk bagi Lajio.100% kalah. Akan terulang lagi. Mimpi buruk terus berlanjut.

13. Muji
Atalanta 1-1 Lazio Felipe
Sik, pemaine Lazio sopo ae sih? Felipe ae lah.
Seri satu.seri dua. Seri tiga. Tampaknya bakalan seri nih, masak menang terus.

14. M. Aji
Atalanta 1-2 Lazio, Matri
Kemenangan akan didapat Lazio dengan susah. Walaupun mengguasai ball posesion. Matri sebagai pemain pengganti akan menjadi penentu kemenangan.

15. Enzoen
Atalanta 0-2 Lazio Klose
Lazio dalam performa terbaik. Kemenangan kemarin akan membuat bangkit Lazio. Walaupun maen tandang lazio akan menang mudah.

16. Tawil
Atalanta 1-1 Lazio , Pemain terbaik dunia 2015… (Cristiano Ronaldo?) 😂
Atalanta menjebol gawang Lazio. Lazio membalas menjebil gawang Atalanta. Hasil imbangpun menutup laga.

Karawang, 281015 – Sumpah Pemuda

Buku Baru

image

5 Buku baru di akhir Oktober 2015. Ditengah gempuran Sidney Sheldon yang kini memasuki buku keempat, sudah jadi kewajiban beli buku baru setelah gajian. Kali ini adalah:
1. Zarathustra – Nietzsche
Sudah sepuluh tahun lebih saya mencarinya. Ingin sekali segera memulai petualangan sang ‘nabi’. Seberapa kontroversikah buku yang terkenal karena ungkapan ‘ Tuhan telah mati’ ini.
2. Prajurit Schweik – Jaroslav Hasek
(dulu) Ini buku langka, susah sekali mencarinya. Terbit sebelum Perang Dunia I, katanya satire tentang prajurit yang kocak. Seberapa nyeleneh akan saya buktikan segera.
3. 100 Year Old Man Who Climbed Out Of The Window and Disappeared – Jonas Jonasson
Ini buku fenomena dalam dua tahun terakhir. Ternyata sudah diangkat ke layar lebar. Gaungnya terlambat sampai di telinga ku, yah maklumlah bukan film Hollywood. Seberapa seru petualangan sang kakek?
4. Murjakung – AS Laksana
Cinta yang dungu dan hantu-hantu, kumpulan cerpen setelah Bidadari Yang Mengembara. Disanding-sandingkan dengan Eka Kurniawan tentunya bukan karya yang sembarangan. Akan jadi pengalaman pertamaku bersama Mister Laksana.
5. The Brave New World – Aldous Huxley
Buku futuristik yang katanya sangat visioner ini hanya kalah dari karya George Orwell, 1984! Sebegitu besarkah dunia baru ini?
Karawang, 281015 – Sumpah Pemuda

Bagaimana Mungkin Mereka Tahu?

Dari edisi September 2013 majalah Reader Digest Indonesia, saya ketik ulang salah satu artikel yang menarik. Ditulis oleh Alison Caporimo dengan judul ‘Bagaimana Mungkin Mereka Tahu’. Inilah Sembilan peramal berbagai teknologi canggih yang ada di masa kinii.

  1. Mark Twain (1898) meramalkan kelahiran internet

Penulis dengan gaya bahasa tajam ini meramalkan kemunculan internet satu abad sebelum internet muncul. Dalam cerita pendeknya, From The ‘London Times’ of 1904, Mark Twain mendeskripsikan teletroskop, alat yang belum diproduksi pada abad 19 dan dibuat menggunakan jaringan telepon yang luas untuk menghubungkan dunia.

2. Jules Verne (1865) meramalkan pendaratan di Bulan

Novel Jules Verne, From Earth to the Moon and Around the Moon meramalkan apa yang akan terjadi. Novel itu menampilkan pesawat luar angkasa bernama Colombiad yang diluncurkan di sebuah area peluncuran di Florida dan membawa tiga astronaut ke luar angkasa. Setelah menyelesaikan perjalanan yang menakjubkan ke Bulan, pesawat itu mendarat di Samudra Pasifik. Terdengar familier? Penggambaran itu hampir sama dengan misi pertama AS ke Bulan, Appolo 8 yang terjadi lebih 100 tahun kemudian pada tahun 1968. Yang menarik, NASA menamakan modul komando Appolo 11 sebagai Colombia, terinspirasi dari pesawat fiksi karangan Jules Verne yang terkenal.

3. Ray Bradbury (1953) meramalkan layar datar

Dalam novelnya Fahrenheit 451, ahli fisika ilmiah ini menuliskan bahwa para anggota komunitas futuristiknya terobsesi dengan televisi besar berlayar datar (yang baru muncul di pasaran pada 1997). “berapa lama kira-kira kita harus menabung untuk menjebol tembok dan menggantinya dengan tv sebesar dinding? Harganya hanya dua ribu Dollar,” kata tokoh Mildred kepada suaminya. Untung saja Ray juga tak terlalu meleset dalam menebak kisaran harga TV itu.

4. Star Trek (1966) meramalkan Bluetooth

Para awak pesawat luar angkasa Enterprise adalah yang pertama menggunakan perangkat semacam Bluetooth, alat komunikasi hands-free yang baru diciptakan pada tahun 1994, dan membuka jalan bagi kemunculan ponsel. Untung para awak pesawat tersebut terbebas dari biaya roaming.

5. Francis Ford Coppola (1991) meramalkan YouTube

Dalam sebuah wawancara untuk film dokumenter Hearts of Darkness: A Filmmaker’s Apocalypse. Sang sutradara berkata, “Tiba-tiba suatu hari nanti seorang anak kecil dari Ohio akan menjadi Mozart yang baru dan membuat film bagus dengan menggunakan kamera kecil milik ayahnya. Seluruh profesionalisme tentang film akan hancur, selamanya, dan karyanya menjadi tempat bentuk seni yang baru,” YouTube diperkenalkan 14 tahun kemudian.

6. The Simpsons (1995) meramalkan tren pemprosesan makanan

Penjualan makanan dari kedelai meningkat lima kali lipat antara 1996 dan 2011. Tetapi siapa sangka popularitas makanan itu berawal pada 1995? Pada musim keenam serial kartun The Simpson, episode berjudul, “Lisa’s Wedding” meloncat jauh ke masa depan, ke tahun 2010 di mana setiap rumah dilengkapi dengan satelit, permainan video yang dikendalikan dengan gerakan dan setumpuk camilan dari kedelai.

7. James Berry (1968) meramalkan belanja online

Penulis fiksi ilmiah ini mendiskripsikan belanja dari rumah dengan sekali klik dalam Mechanix Illustrated edisi November. “Daripada berdesak-desakan di tengah keramaian, para pembeli bisa melihat secara daring (online) barang-barang dari toko mana pun.” Katanya meramalkan tren konsumen yang sudah dimulai sejak 1995 hingga saat ini.

8. Total Recall (1990) meramalkan full-body scanner

Transporting security administration merekam berita utama pada 2010 tentang kontroversi penggunaan full-body scanner di sejumlah bandara, perangkat yang anehnya mirip alat yang mampu melihat menembus kulit Arnold Scwarzenegger dalam film futuristik ini.

9. John Elfreth Watkins (1900)

“Ramalan ini akan tampak aneh, bahkan mustahil,” kata insinyur teknik sipil, John Elfreth Watkins menegaskan dalam “What May Happen in the Nest Hundred Years” artikel dalam Ladies’ Home Journal edisi Desember 1900. Yang tak diketahui, prediksinya itu sama sekali tak aneh atau msutahil. Malah, kebanyakan dari ramalan itu menjadi kenyataan.

  • Televisi. John berkata, “Manusia akan melihat seluruh dunia. Bernagai jenis orang akan dibawa dalam satu fokus kamera yang dihubungkan secara elektronik dengan banyak layar di ujung sirkuitnya, terhubung dalam jarak ribuan Kilometer.” TV muncul pertama pada tahun 1927
  • Fotografi Warna Digital. John Berkata, “Foto bisa dikirimkan tanpa batasan jarak. Jika ada pertempuran di Cina ratusan tahun lalu, dokumentasi peristiwa menarik itu akan diterbitkan di berbagai koran satu jam kemudian. Semua foto akan diproduksi ulang dengan warna alami.” Foto warna muncul pertama pada tahun 1957
  • Kereta Cepat. John berkata, “Kereta akan bergerak dengan kecepatan 3,2 km per menit. Kereta cepat melesat 241 km per jam.” Kereta Cepat muncul pertama pada tahun 1960-an
  • Tank Militer. John berkata, “Kendaraan pertahanan besar akan beraksi di tempat terbuka dengan kecepatan kereta ekspress yang ada saat ini.” Tank pertama muncul pada tahun 1916
  • Makanan Kemasan. John berkata, “Makanan siap saji akan banyak dibeli dari toko yang sama seperti toko roti kita hari ini.” Muncul pertama tahun 1945

Dibacakan oleh LBP. Di Briefing pagi motivasi dan Inspirasi NICI

Karawang, 271015 – HR Room

Olimpico 100% Ampuh

image

Olimpico 100% Ampuh

Roma (Italia) – Lazio mencatatkan kemenangan 100 % di kandang sendiri musim ini setelah dengan meyakinkan menekuk Torino tiga gol tanpa balas. Kemenangan yang diyakini akan krusial dalam perebutan takhta juara Serie A musim ini.

Lazio menerapkan strategi yang sudah paten musim ini dengan pola 4-3-2-1. Posisi Lulic sudah nyetel di bek kiri. Sisi bek tengah, Gentiletii dan Mauricio tak tersentuh sedang Basta adalah bek kanan paling hebat sejauh ini. Lugas, fisik prima, sapu bersih tanpa kompromi dan rajin dalam menyokong bola ke depan. Di sisi tengah, Biglia sudah tak tergantikan. Onazi yang masih diragukan kontribusinya diberi kesempatan starter. Sementara sisi playmaker adalah pemain pujaan Laziale Felipe Anderson. Bagian penyerang selalu mengalami perubahan. Savic sudah nyetel dengan skuat, Candreva yang pekan lalu kembali dari cidera kembali mengambil hak-nya sebagai starter. Klose mengganti  Djordjevic yang dalam tahap pemulihan. Komposisi ini masih timpang, namun seperti yang saya selalu bilang: Selama Felipe ada dalam skuat tidak tidak pernah takut lawan siapapun.

Pertandingan berjalan 5 menit, Mauricio langsung menghajar lawan. Luar biasa ini pemain tak belajar dari laga lawan Rossenberg. Awal-awal laga sangat monoton, kedua tim masih menjajaki area lawan dengan sangat hati-hati. Sampai menit ke 20 tak ada peluang bersih. Semenit berselang Antonio Candreva mendapat bola dari tengah lapangan, sudah kuduga bola disikat sendiri dan melambung tinggi. Mauricio akhirnya dapat kartu kuning juga, kolektor sejati. Sampai setengah jam Lazio mulai merasakan tandukan Torino, ternyata mereka susah sekali dibongkar. Menit 32 Candreva berhasil menyundul bola hingga gawang Padeli bergetar, sayang offside. Menit 40 gol yang ditunggu terjadi juga, melalui umpan lambung yang cantik dari sisi kanan, Basta melayangkan bola tepat di depan gawang. Klose yang lolos jebakan offside langsung menyundul balik ke Lulic lalu dengan brilian disepak ke tanah dan masuk. Bola yang bergerak liar karena dipantulkan ke bawah itu disambut sorak sorai Laziale, 1-0.

Babak kedua tak ada perubahan, dengan komposisi yang sama unggul satu gol Lazio makin bernafsu menambah gol. 10 menit berlangsung, lagi-lagi Candreva menembak burung. Torino melakukan pergantian setelah satu jam berselang, Maxi Lopez in Baletti out. Klose yang kurang menyengat di laga ini kasih bukti bahwa dia masih layak jadi striker nomor satu. Dari tengah lapangan, Klose mengirim bola datar ke Felipe. Felipe dengan sedikit sentuhan lalu berlari ke kiri untuk melewati bek lawan sehingga tinggal berhadapan dengan kiper, area terbuka itu mencipta gol kedua. Gol ini mengingatkannku pada sosok Christian Vieri. Trade mark Bobo adalah lari menyilang lalu menempatkan bola jauh dari jangkauan kiper dengan bola datar. Walau pelan, kalau posisinya pas, bola seperti ini memang susah ditaklukkan. Felipe malam ini memang luar biasa.

Pergantian pertama Lazio dilakukan untuk Kishna in Candreva out. Kishna adalah pemain keren, skillnya di atas rata-rata. Sayang sebenarnya jarang starter. Menit 78 dia kasih bukti, melalui dribel yang menawan menyusuri garis gawang lalu melambungkan bola tepat di depan gawang, sayang umpan silangnya tak ada yang menyambut. Semenit berselang, Klose out Matri in. 10 menit terakhir nyaris tak ada hal yang istimewa. 2 gol sudah aman buat Lazio, 2 gol sudah susah dikejar. Menit pertama injury time, serentak public Olimpico gemuruh. Ravel Morison in Onazi out. Entah apa yang ada di benak Pioli, seruan Laziale untuk lebih sering memberi kesempatan kepada British Bad Boy selalu dicuekin. Bahkan harapan itu diwujudkan dengan memberi 2 menit saja buat sang nomor 7. Seakan-akan menantang dan berujar, “sayalah Bos-nya”. Dalam hati saya berdoa semoga Ravel tak sakit hati dan lebih berjuang memperebutkan posisi. Saat laga sepertinya tak akan berubah, Felipe menambah golnya di detik terakhir. Melalui umpan pendek Lulic dari sisi kiri, Felipe dengan elegan mencocor bola yang dengan manisnya merobek jala Torino. FT 3-0. Fantastis Felipe, pemain terbaik dunia saat ini bukan CR7, atau Messi tapi Felipe Anderson!

Dua gol Felipe ke gawang Torino ini mengingatkanku pada laga Maret tahun ini. Saat itu Felipe cetak dua gol indah, saat itu Lazio sedang menyusun rekor kemenangan demi kemenangan sebelum dihentikan Juventus.

4 laga ke depan akan sangat padat karena hanya berselang 3 hari. Atlanta sudah menunggu tengah pekan, Milan siap dijamu di kandang. Tengah pekan depan kembali ke EL lawan Rossenberg dan puncaknya tanggal 8 November dalam derby Roma. Roma kini di puncak, derby yang mendebarkan. Derby could be a Scudetto clash. Melihat penampilan istimewa Lazio, 4 laga ini akan bisa dilalui dengan poin sempurna. Saya yakin, kalian yakin?!

Lazio (4-2-3-1): Marchetti, Basta, Mauricio, Gentiletti, Lulic, Onazi (Ravel Morrison), Biglia, Candreva (Ricardo Kishna), Milinkovic-Savic, Anderson, Klose (Alessandro Matri).

Torino (3-5-2): Padelli, Bovo, Glik, Moretti, Bruno Peres, Acquah, Vives (Sanjin Prcic), Baselli, Molinaro, Belotti, Quagliarella.

Karawang, 261015

Lazio Dan Kemenangannya di Kandang

image

Kuis reguler the Great. Pekan ini akumulasi ke 3 jadi pulsa 15.000 dipertaruhkan. Kali ini Torino jadi target berikutnya untuk 100% kemenangan di Olimpico. Ditutup Minggu jam 15:00. Good luck FOC-ers!
Expected Starting XIs
Lazio : Marchetti; Basta, Mauricio, Gentiletti, Lulic; Onazi, Biglia; Candreva, Milinkovic-Savic, Felipe Anderson; Klose
Torino : Padelli; Bovo, Glik, Moretti; Peres, Acquah, Vives, Baselli, Molinaro; Belotti, Quagliarella
Penebak | Lazio vs Torino | Skorer
LBP 3-0 all
Analisis: Di kandang Lazio selalu menang. Tak ada kata seri apalagi kalah. Jelas tak ada keraguan untuk kemenangan ke 6 di Serie A. 3 gol cukup buat lahan latih kembalinya Klose.
DC 2-0 Biglia
Partai yang sepertinya bakal berjalan menarik, kedua tim lagi on fire, tetapi faktor kandang akan memenangkan Lazio
Jokop 1-0 Candreva
Lazio harusnya bisa menang. Apalagi di kandang sendiri. Lawannya hanya Torino.
Erwin 1-3 Baselli
Rekor pecah. Lajio merana. Torino menanjak.
Arif Keles 1-0 Felipe Lazio akan bangkit usai kekalahan dari Sassuolo. Torino akan mengalami teror di Olimpico. Lazio akan meraih kemenangan ke 8 beruntun di Olimpico.
Imunk 1-1 Baselli
Lazio 100% di Olimpico?
Ah sepertinya rekor bakalan pecah. Torino lagi hangat, Baselli unjuk gigi. Torino biasa bermain rapat, pertahanan sulit ditembus. Hanya Candreva yang bermain gemilang, setelah Baselli tentunya.
Aditya 1-2 Baselli.
Baselli ini talenta lokal Italia paling kinclong, jebolan Atalanta yang langsung jadi key player. Conte pasti akan bawa dia di Euro 2016. Oase Italia akan regenerasi mulai ada secercah harapan. Kehadiran Baselli akan bikin Lazio kelimpungan. Sekali lepas gawang Lazio pasti jebol.
Deni 2-1 Baseli Lajio tidak akan menyia-siakan main di kandang. Semangat tempur sedang meninggi. Hanya melawan Torino Lajio bakal memenangkan duel tersebut.
Sapin Lazio 1-4 Torino. Baselli. Baselli is love. Baselli is life. Turin is home.
Gentong 0-2 Keita og
Kekalahan pertama Lajio di kandang. Torino calon scudetto. Klose baru masuk kartu merah.
Huang 2-2 Felipe
Hasil draw sebenarnya adalah kerugian. Peluang keduanya masuk zona europa menjadi terjal gara-gara hasil ini. Lazio tidak terkalahkan di kandang, tapi juga bukan berarti akan selalu menang. El toro impazzito!
Lik Jie 1-2 Quagliarela
Baselli is live. Baselli is maroon. Maroon is five.
Widi 2-2 Klose. Laga sengit. Lazio main kandang dengan semangat tinggi pasca menang di EL. Final score 2-2 saja
Jacky 3-0 Flipe Lazio is the best, Lazio is the best, Lazio is the best.
Aji 2-1 Candreva
Dengan bermain di EL, akan menguras stamina. Lazio akan susah payah melawan membongkar pertahanan Torino. Hadiah Penalti akan memenangkan tim ibukota.
Andi H 3-1 Felipe
Lazio bakal bangkit setelah kalah di Serie A, menang di liga Europa akan jadi motivasi. Lazio akan menang mudah dikandang.
Fahrur 0-0 — Pertandingan berjalan lambat, para pemain tak ada gairah, wasit kena red card dan wisata ke Thailand buat pijet.
Karawang, 251015

Peter Pan

image

Peter Pan
“Mengapa burung-burung gereja suka membangun sarang di bawah cucuran atap rumah? Karena ingin mendengar cerita-cerita. Oh Wendy, ibumu pernah mengisahkan sebuah cerita yang sangat indah.”
Tiba-tiba pengen review buku ini setelah berbincang dengan Rani Wulandari, teman sekerja kemarin. Dia baru saja nonton Pan, film yang diadaptasi dari kisah karya JM Barrie. Dongeng Peter Pan dan Wendy Moira Angela Darling abadi, dan semua orang tahu petualangan mereka di Neverland. Eh maaf ralat, hampir semuanya. Karena ternyata ketika diskusi dengan Rani dia bilang temannya nonton ternyata ga tahu siapa itu kapten Hook. Dengan polosnya bilang, “mungkin nanti kalau Pan sudah dewasa akan berteman dengan Hook”.
Peter Pan ditulis dengan runut nan menawan. Seperti impian setiap anak-anak bisa pergi ke negeri ajaib penuh suka cita. Dikisahkan Mrs Darling diberi bunga oleh anaknya yang berusia 2 tahun, Wendy dan terharu berujar, “Oh, mengapa kau tak bisa seperti ini selamanya.” Kata-kata mirip yang ternyata pernah saya ucapkan kepada Hermione beberapa hari setelah umur setahun. Sepulang kerja dengan tubuh lelah di petang itu, saya disambutnya di depan gerbang rumah. Dia berlari dengan kaki kecilnya untuk memelukku, minta digendong. Sesaat setelah saya gendong, dia mencium pipiku dan berujar, “mau…”. Lelahku langsung hilang, dengan gemas saya kecup pipinya. “jika bisa waktu dihentikan, aku ingin momen ini yang abadi.”
Di rumah nomor 14 itu, keluarga Darling mempunyai 3 orang anak: Wendy, John lalu Michael. Mereka mempunyai anjing Newfoundland bernama Nana. Nana tinggal di kamar anak-anak sebagai pengasuh yang setia dan menyenangkan. Suatu hari Wendy bercerita kepada ibunya tentang Neverland. Sebuah pulau yang semula dianggapnya imaji, tentang Peter Pan, tentang peri, tentang impian liar anak-anak. Mrs. Darling cuek saja mendengar kisah Peter Pan yang mengunjungi rumah nomor 14 di malam hari. “Tak seorang pun bisa masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu.”
“Menurutku dia masuk memalui jendela. Di lantai tiga.”
Malam di mana kisah ini menemukan titik awal keseruan, Mr. Dan Mrs. Darling mendapat jamuan makan tetangganya di nomor 27. Malam itu ketika mereka pergi, Peter Pan datang mengajak anak-anak ke Neverland. Peter Pan menangis karena bayangannya terlepas. Setelah dibantu Wendy dengan menjahitnya kembali. Mereka terbang ke Neverland dengan bubuk ajaib. Bersama Tinker Bell, peri rapuh, kecil nan sombong. Bersama adik-adiknya juga Michael dan John. Mereka terbang jauh tinggi dan kisah yang sesungguhnya dimulai.
Peter Pan adalah anak istimewa. Suka berpetualang, “menurutmu apa aku akan membunuhnya (bajak laut) sementara dia tidur? Tentu saja aku akan membangunkannya dulu lalu membunuhnya. Itulah yang selalu dilakukannya.”
Waspadalah apabila ada yang menawarimu petualangan dan kau menerimanya maka kau akan jatuh ke jurang yang sangat dalam. Sesampai di Neverland, satu per satu karakter diperkenalkan. Pertama, Tootless si melankolis. Nibs periang dan perlente. Slightly si congak yang suka menari dengan peluit dari pepohonan. Curly si kikuk yang selalu merasa bernasib malang. Dan terakhir si kembar yang tak tergambarkan karena kita pasti keliru menggambarkannya.
Ada ribuan petualangan yang sudah dilewati oleh Peter Pan, namun yang paling seru dan mendebarkan adalah saat melawan bajak laut Kapten James Hook yang memiliki tangan dengan ujung pengait. Di pihak Hook ada Cecco, orang Italia yang tampan. Lalu Bill Jukes, lelaki bertato di sekujur tubuhnya. Ada Cookson, konon saudara si Murphy Hitam. Gentleman Starkey mantan pembina di sekolah negeri. Skylight, orang Irlandia. Mandor kapal, Smee. Noodler yang kedua tangannya kepuntir di belakang. Robt. Mullins dan Alf Mason dan penjahat-penjahat yang ditakuti di negeri Spanyol.
Di tengah-tengah dua pihak ada pasukan Indian yang dipimpin oleh Tiger Lily yang pemberani. Putri kepala suku yang rupawan. Wanita tercantik di seluruh negeri Piccaninny. Cantik, centil, dingin dan manis. Semua orang ingin mempersuntingnya, namun sejauh ini tak ada yang bisa menaklukkan hatinya. Satu lagi karakter penting yang membawa kita mengarungi sisi gelap Kapten Hook yaitu seekor buaya yang menghantui. Buaya raksasa yang mengejar sang kapten. Tangannya ditebas Peter Pan lalu tangan itu dilahap sang buaya. “dia sangat menyukai lenganku, Smee. Jadi dia selalu mengikuti kemanapun semenjak saat itu, dari samudra ke samudra, dan dari pulau ke pulau. Menjilati bibirnya tak sabar mencicipi sisa diriku. Buaya itu seharusnya sudah melahapku sebelum ini, tapi kebetulan saja karena nasib mujur dia justru melahap jam yang berbunyi tik, tik,tik di dalamnya, jadi sekarang sebelum dia bisa mendekati aku akan mendengar suara berdetak itu dan melarikan diri.”
Selain ingin membalas Peter Pan, itulah perasaan takut yang menghantui sang kapten. Di Neverland yang penuh anak-anak dan peri, Wendy menjadi semacam ibu yang tiap malam mendongengkan kisah sebelum tidur. Ada banyak petualangan yang dilewati, kisah mana yang akan dipaparkan? Mungkin petualangan yang lebih menarik adalah serbuan malam hari orang-orang Indian di rumah bawah tanah, ketika beberapa dari mereka terjepit di lubang-lubang pohon dan terpaksa ditarik keluar seperti sumbat-sumbat botol. Atau kisah tentang Peter Pan yang menyelamatkan Tiger Lily di Telaga Putri Duyung, sehingga menjadikannya teman. Atau kisah tentang kue yang dibuat para bajak laut yang membuat anak-anak itu ingin melahapnya sampai mati? Namun Wendy berhasil merampas kue-kue itu sebelum dimakan sehingga kue nya jadi keras membuat Hook tersandung dan jatuh di kegelapan. Atau kisah tentang burung-burung Never yang menjadi teman Peter terutama burung Never yang membuat sarang di atas dahan-dahan Telaga. Atau petualangan keisengan Tinker Bell yang memindahkan Wendy saat tidur. Atau kisah Peter melawan singa-singa, dengan enteng singa-singa ditantang Peter melewati garis yang dibuatnya sementara Wendy dan teman-teman gemetar ketakutan di atas pohon. Ternyata kisah yang akhirnya dipilih untuk diungkap JM Barrie, setelah melempar koin adalah kisah di Telaga Putri duyung.
Kisahnya sangat-sangat-sangat bagus. Hebat sekali bisa membuat kisah sedemikian seru. Sampai akhirnya Wendy ingat rumah. Ingat ibu dan ayahnya. Kangen Nana, anjing pengasuhnya. Ditikam rindu orang tua Wendy ingin pulang. Bagaimana Barrie mengakhiri petualangan di Neverland agar tak ada yang kecewa?
Well, mungkin ini adalah salah satu ending kisah terbaik yang pernah kubaca. Pilihan hebat dengan berlaku adil tanpa membuat air mata harus dikuras dalam-dalam. Kutipan paling terkenal yang menghantuiku selama bertahun-tahun ini akhirnya terjawab.
Peter berujar: “siapa itu Tinker Bell? Jumlah mereka sangat banyak. Kurasa dia sudah mati.” Kurasa Peter benar, karena peri-peri berumur pendek dan mereka begitu mungil sehingga waktu yang pendek itu terasa cukup lama bagi mereka. Dulu saya selalu bertanya di mana kutipan itu akan diletakkan dalam kisah. Dan saya temukan jawabnya dengan brilian dalam buku ini beberapa bulan yang lalu.
Ketidaktahuan memberikan kebahagian satu jam lebih lama pada mereka. Sampai akhirnya buku ini kututup dan akan saya estafet-kan kepada Hermione yang kini berumur satu tahun dua bulan. Beruntung sekali saya diberi kesempatan membaca kisah abadi ini dan kuharap kelak anak dari Hermione, cucu-cicit dan sampai 7 turunan berikutnya bisa membaca juga sesenang saya menikmati tiap lembarnya. “Akan kemana lagi kau nak, Peter Pan si bocah abadi berpetualang? Di dalam pikiran setiap anak-anak yang mencintai orang tua mereka!?”
Peter Pan | By JM Barrie | GM 40201140047 | Alih bahasa Julanda Tantani | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan pertama, 2014 | ISBN 978-602-03-0347-5 | 240 hlm; 20 cm | Skor: 5/5
Karawang, 241015
Begitulah seterusnya, sepanjang anak-anak tetap ceria, polos dan tanpa beban.

Kekuatan Sedekah

image

Selamat hari santri, 22 Oktober 2015. Berhubung temanya tentang agama yang kita sharing ini tentang pengalaman Ustadz Yusuf Mansur yang sering bercerita kekuatan sedekah. Kisah nyata yang diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur di Kampus UI beberapa bulan lalu. Dengan gaya khas beliau bercerita :

“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi ‘Pengusaha Tambang’. Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah.

  • Tahajud oke
  • Dzikir oke
  • Wirit oke
  • Sedekah pun oke juga…

Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi ‘Ahli Tambang’. Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap Rahmat dan kelancaran dari Allah untuk tes anaknya.

Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga. Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari ‘Pertambangan & Metalurgi’ sebab udah jadi cita-citanya dari dulu. Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN. Masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri.

Mandiri ITB pun gak lolos. Si bapak bingung “kok Allah gak ngabulin impiannya sih?” Dia kepengen anaknya jadi ‘Ahli Tambang’ biar punya manfaat buat umat di kemudian hari. Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini dan itu pasti perlu banyak biaya. Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja. Ga jadi tukang tambang tapi ‘Jadi Supir Pribadi’. Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya. Si anak Tawakkal kepada Allah. Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah. Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.

Nah… Kebetulan si anak ini jadi ‘Supir Bos Besi’ di Surabaya. Tiap hari ini anak anterin bos-nya ke tempat-tempat pengumpul ‘Besi Bekas’ di daerah Jawa. Dari Banten sampe ke Jatim udah di datengin semua buat ketemu klien. Si Bos ngajarin ini anak :
» gimana memilih besi yang Bagus,
» dimana beli besi bagus,
» dan kemana harus dijual.

Singkat cerita…
2 tahun sudah ini anak kerja jadi ‘Supir si Boss Besi’. Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya: “Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia aja yg pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”. 

Hati anak ini bergetar. Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya. Ia sekarang jadi ‘Pengusaha Tambang Besi! Subhanallah. Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yang kemarin gak lolos ‘Udah Jadi Pengusaha’.

Lucunya. Ketika si anak ini meng-interview calon karyawannya lalu melihat CV, ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB yang seangkatan dengannya, gumamnya dalam hati: “ehmmm saingan gue dulu nih.”. 

Yang lolos masih jadi karyawan tapi yang ga lolos malah jadi bos. Herankan? Ga usah heran! Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu. Ente bisa punya mimpi jadi dokter. Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, maka :
~~~~~~~~~~~~~~~~~
‘Kegagalan’
bukanlah Penghalang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yang telah Allah rencanakan. Yusuf Mansur 3 kali ditolak di IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak di UI, tapi sekarang. Alhamdulillah. Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI. Yang waktu itu lolos? Belum tentu.

Yuk terus doakan anak-anak kita. Semoga memotivasi kita semua. Semangat menginspirasi!” Insya Allah jika semua yang kita kehendaki  terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata. Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN. Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT Biarlah ALLAH SWT yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK. Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN. Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN. Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN. Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN. Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN

Tetap Semangat. Tetap Sabar. Tetap Tersenyum. Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN. ALLAH SWT menaruhmu di “tempatmu”  yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN.” Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

Dibacakan Oleh: Widigdo
Pada Kamis, 12 Oktober 2015
Di Briefing Inspirasi dan Motivasi NICI

The Naked Face – Sidney Sheldon #2

image

Buku kedua Sheldon yang selesai kubaca di bulan ini. Setelah kurang menghentak di A Stranger in the Mirror buku kedua ini ternyata sama datarnya. Apakah ekspektasiku yang ketinggian? Dengan nada bombastis: Jago Cerita kelas dunia, lebih dari 200 juta eksemplar bukunya sudah beredar di pasaran dan diterbitkan dalam 73 bahasa di 100 negara, sebenarnya harapan tinggi yang kucanangkan seharusnya wajar.
Tentang dekektif. Mendengarnya saja sudah senang, saya suka semua buku Agatha Christie terlebih Sir Arthur Conan Doyle. Kisah-kisah detektif tiada duanya. Maka ketika di adegan pembuka, disebutkan sesorang dibunuh di tengah kerumunan lalu dua detektif menyelidikinya, saya langsung sumringah. Ada benang tipis yang menggelitik setiap baca kisah tebak sana-sini. Sayangnya untuk Wajah Sang Pembunuh, saya bisa menebak dan ternyata sampai halaman terakhirnya tebakan saya tepat. Sheldon kurang jeli menyembunyikan pelaku. Terutama sekali adegan di pemasangan bom di mobil korban, jelas itu blunder. Walaupun tebakan saya sudah tepat sejak awal, namun pas temuan bom mobil itu penegasan.
Kisahnya maju terus tanpa menengok ke belakang. Tentang seorang psikoanalis, Judd Stevens yang diburu. Dua orang dekatnya tewas dibunuh dengan sadis. John Hanson, pasiennya yang homoseksual suatu pagi ditusuk di punggungnya di tengah jalan yang ramai. Di bulan Desember yang dingin jelang Natal, John yang pulang dari terapi dengan Dokter Judd menyisakan tanya apakah motif sang pelaku? Hari itu juga datang dua detektif dari kepolisian setempat, McGready dan Angeli. Keduanya membawa jas hujan sang korban yang ternyata milik dokter. Judd bilang pagi itu jas hujannya dipinjam Hanson. Korban kedua muncul petang harinya, Carol Roberts sekretaris Dokter Judd dibunuh dengan keji di kantor saat dirinya sedang memberitahu keluarga Hanson. Saya justru mengapresiasi cara bercerita Sidney tentang latar belakang Carol yang runut enak dibaca. Carol adalah ramaja kulit hitam, seorang pelacur 16 tahun yang diselamatkan hidupnya. Disekolahkan, dididik untuk menata kesempatan kedua. Malam itu, akhirnya muncul kesimpulan bahwa target sesungguhnya adalah Dokter Judd. Hanson dan Carol adalah korban pembuka dan salah sasaran.
Paginya semua surat kabar memberitakan kasus ini. Lalu Judd menganalisis kemungkinan-kemungkinan pelaku. Dimulai dari para pasien. Pertama, Teri Washburn seorang wanita yang haus seks. Menikah berkali-kali, melakukan terapi untuk menenangkan pikirannya yang kalut. Mantan bintang Hollywood yang pernah membunuh selingkuhannya karena selingkuh itu selalu menggoda Judd. Kedua Harrison Burke, pasien yang mengalami paranoid. Seorang wakil presiden sebuah Perusahaan besar yang merasa bahwa orang-orang di sekitar selalu mencoba membunuhnya. Dia selalu takut setiap interaksi dengan karyawan, kalut kalau-kalau ada orang akan menembaknya. Dia merasa dijegal sehingga ga bisa promosi jadi nomor satu. Ketiga  Anne Blake, pasien yang cantik. Judd jatuh hati pada istri orang. Suaminya seorang pengusaha kontruksi yang sukses, baru menikah 6 bulan. Setiap kebutuhan materi Anne terpenuhi, namun keadaan jadi janggal karena Anne yang datang ke kantor Judd tanpa buat janji, tanpa tahu masalahnya, tanpa detail profil dan selalu membayar cash setelah berobat. Bayar tunai yang memunculkan dugaan agar tak terlacak identitasnya? Masuk akal kan. Keempat Skeet Gibson, pelawak yang dicintai Hollywood. Pernah ke rumah sakit jiwa, hobinya berkelahi di bar-bar karena dia bekas petinju.
Melalui rekaman-rekaman percakapan pasien, Judd mencoba menelaah semuanya. Namun selain mereka muncul dugaan lain, bisa jadi detektif McGready sendiri yang melakukannya. Bisa jadi dia punya motif balas dendam karena pernah mengirim Ziffren ke rumah sakit jiwa. Ziffren adalah pembunuh partner McGready beberapa tahun lalu. Padahal bisa saja Ziffren dihukum mati, hal ini membuat marah McGready. Angeli juga perlu dicurigai, sebagai partner baru McGready tingkah lakunya ganjil. Sakit flu, izin ga dinas tapi ternyata keluyuran. Selain nama-nama itu, Dokter Peter bisa juga masuk pusaran, sebagai sahabat terbaik tentunya tahu seluk beluk dokter Judd. Peter dan istrinya selalu mencomblangkan Judd dengan gadis-gadis cantik agar Judd menikah lagi. Semua karakter bisa jadi tersangka. Kepada siapa Sheldon akhirnya menjatuhkan antagonis sesungguhnya?
Well, separuh awal kisah digulirkan dengan enak sekali. Detail-detail yang memanjakan mata, pengenalan karakter yang membuka imaji, sampai tatanan ruang kejadian yang asyik diikuti. Sayang sekali Sheldon terpeleset, sebuah kisah detektif akan jadi seru kalau bisa mengecoh pembaca. Kenapa Sherlock begitu memukau? Karena pola pikirnya yang out the box tak bisa diikuti kebanyakn orang. Dengan brilian diceritakan partner-nya dokter Watson, pembaca nyaris selalu berhasil ditipu. Di kisah Wajah Sang Pembunuh, Sheldon memaparkan kemungkinan-kemungkinan motif daftar karakter yang sayangnya tak ada back-up kemungkinan kedua sehingga pembaca dengan leluasa menebak tersangka dengan mudah. Lubang plot paling besar adalah mematikan karakter detektif Moody yang sebenarnya masih bisa berkembang, Sheldon dengan gegabah menceritakan rencana liburan Judd kemudian membatalkannya dengan gamblang seolah-olah menunjuk ini dia pelakunya.
Ending-nya sendiri akan lebih menarik seandainya dibuat sedih. Dokter Judd diburu sekaligus dirinya memburu, setiap detik berharga. Ketika akhirnya diungkap pelakunya lalu menuju klimak cerita, sayang sekali pelaku utama yang terdengar bengis dan cerdik justru berlaku konyol. Cara mengakhiri orang ketika ada pistol di tangan adalah tembak kepalanya dalam jarak dekat. Bukan malah ngerumpi seolah-olah ketemu teman lama yang ngajak ngopi. Keputusan Anne di kala genting juga penting untuk menentukan hasil akhir. Sangat disayangkan ini kisah happy ending.
Namun Sidney tetaplah Sidney. Bagian pengungkapan Don Vinton itu ide cemerlang, tak terpikirkan akan dipecahkan dengan unik sambil lalu. Lalu karakter paranoid Harrison Burke itu mantab. Suka dengan orang yang menganggap dirinya istimewa, over confident, nyeleneh. Walau tampil sepintas, jelas sifat Judd akhirnya terduplikat darinya. Judd Stevens harus bisa menanggalkan topeng wajah tak berdosa yang dikenakannya dan menelanjangi gejolak-gejolak emaosinya yang paling dalam, ketakutan dan kengerian, dambaan, nafsu dan dengan demikian menampilkan wajah sang pembunuh. Berhasilkah?
Wajah Sang Pembunuh | diterjemahkan dari The Naked Face | copyright 1970 by Sidney Sheldon | alih bahasa Anton Adiwiyoto | GM 402 96.034 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan kesembilan, Oktober 1996 | 328 hlm; 18 cm | ISBN 979-403-034 | Untuk wanita-wanita dalam hidupku: Jorja, Mary dan Natalie | Skor: 3/5
#2/14 #SidneySheldon Next: Master of the Game, pencarian berlian di Afrika Selatan. Cover hitam yang terlihat cantik, tebalnya 764 halaman. Semoga seru.
Karawang, 221015 – Guardate che ha fatto il don vinton
E molto bene di ritornare a casa | Si, d’accordo | Signore, per piacere, guardatemi | Tutto va bene | Si, ma… | Dio mio, dove sono i miei biglietti? | Cretino, hai perduto i biglietti | ah, eccoli

Berfikir Sederhana

image

Kisah I

Pada suatu hari, seorang pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa bahwa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Sang pemilik apartemen mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah tersebut.

Pakar I menyarankan agar menambah sejumlah lift, sedangkan Pakar II meminta pemilik untuk mengganti lift dengan yang lebih cepat dengan asumsi bahwa semakin cepat lift, orang yang terlayani akan banyak. Kedua saran tersebut tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Namun, Pakar III hanya menyarankan satu hal bahwa inti dari komplain pelanggan adalah mereka merasa menunggu terlalu lama. Maka disarankan kepada sang pemilik apartemen untuk menginvestasikan sebuah kaca cermin yang cukup besar di depan lift, supaya perhatian para pelanggan teralihkan dari pekerjaan “menunggu”, dengan harapan akan beraktivitas di depan cermin sehingga mereka merasa “tidak menunggu lift”. Dan ternyata… ide tersebut berhasil.

Kisah II
Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa mereka menemukan bahwa ternyata pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol karena tinta pulpen tersebut tidak akan mengalir ke mata pena.

Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu lebih dari satu dekade dan biaya sebanyak 12 juta dolar, untuk mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan ekstrim seperti gravitasi nol, terbalik dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal, dan dalam derajat temperatur, mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat celcius.

Dan apakah yang dilakukan para kosmonot Rusia? Mereka hanya menggunakan pensil! Sebuah pemikiran yang mudah dan murah meriah untuk memecahkan sebuah masalah yang dianggap rumit dan sulit.

Kisah III

Di salah satu perusahaan kosmetik, suatu saat mendapat keluhan dari seorang pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli sabun yang ternyata kosong. Dengan segera, para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas memindahkan semua kotak sabun yang telah di pak ke depatermen pengiriman.

Manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut dan dengan segera para teknisi bekerja keras untuk membuat mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh 2 orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut. Kedua orang tersebut ditugaskan untuk memastikan bahwa kotak sabun yang lewat tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dengan cepat, dan biaya yang dikeluarkan pun tidaklah sedikit.
Akan tetapi, pada saat yang sama ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama. Dia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit. Dia muncul dengan solusi yang berbeda. Hanya dengan membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Kemudian kipas itu dinyalakan, sehingga meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.

Sepertinya hal-hal diatas dianggap sebagai sesuatu yang mustahil, akan tetapi ternyata justru hal-hal kecil yang berangkat dari pemikiran sederhana itu menghasilkan sebuah pekerjaan yang optimal. Jadi mari berkreasi dengan berpikir sederhana namun efeknya luar biasa.

Bagi anda yg lagi berjuang ‘menjemput’ kemuliaan, sangat mungkin solusinya sangat sederhana, hanya selama ini ‘tertutup’ idealis & ‘mimpi-mimpi’

Dibacakan di Briefing Inspirasi dan Motivasi NICI
Oleh: Widy Satiti
Karawang, 201015

A Stranger In The Mirror – Sidney Sheldon #1

image

Akhirnya 1 dari 14 novel Sidney Sheldon selesai dibaca juga. Apa yang saya dapat dari novel ini adalah sebuah pengulangan dari kisah biografi Sidney di The Other Side of Me. Tak menemukan sesuatu yang wah, karena memang premis-nya sama. Mencoba sukses di Hollywood berangkat dari bawah, pahit manisnya perjuangan, mencapai puncak lalu menuruninya. Hanya fiksi yang berlebihan yang menjadi benang pembedanya. Dulu pas pertama baca The Other Side saya sempat bilang wah, seru sekali ternyata lika-liku perjalanan di tanah impian Amerika. Tapi untuk A Stranger biasa sekali. Sepertinya saya salah memilih mulai baca.
Kisahnya adalah sebuah impian seorang yang bercita-cita jadi selebritis. Benar-benar merangkak dari bawah, diceritakan dengan sangat detail khas Sheldon. Dibuka dengan prolog yang menjadi ending cerita ini. Walaupun sekilas namun ini jelas langkah salah karena sebuah bocoran utama akan ke mana kisah ini berakhir. Bahwa seorang chief purser Bretagne, Claude Dessard menceritakan pengalamannya menahkodai kapal Perancis SS Bretagne. Suatu hari dia mengalami tragedi besar karena salah seorang penumpangnya adalah Jill Temple, aktris yang sedang dirudung duka. Dalam kisah samar dia bertutur hari itu segalanya berjalan buruk, kapal mewahnya membawa petaka yang tak kan terlupakan oleh seluruh dunia.
Lalu kisah ditarik jauh ke belakang. Detroit, Michigan pada tahun 1919. Sebuah kota industri pasca Perang Dunia I mengalami kebangkitan. Paul dan Freida adalah pasangan Yahudi asal Polandia, segelintir manusia yang berharap perubahan nasib. Paul adalah lelaki kalem yang suka puisi namun kurang tegas sebagai kepala keluarga, Freida adalah wanita taat namun punya keberanian mengambil resiko hidup. Sifat bertolak belakang inilah yang mempengaruhi sifat anak pertama mereka. Toby Temple terlahir dengan anugerah kemaluan dengan ukuran di atas rata-rata. Saat dirinya menginjak remaja, di sekolah dia membuat masalah dengan menghamili teman sekelas. Bersiap tanggung jawab, namun sang ibu diam-diam menolak. Toby punya bakat dalam dunia entertaiment. Kalau dia menikah muda maka impiannya untuk terkenal bisa hancur ditikam kenyataan di kota kecil ini. Maka besoknya Toby berbekal seadanya diminta sang ibu untuk ke kota. Suatu saat ketika sudah sukses Toby diminta kembali membawa serta ibunya. Dan dimulailah petualangan Toby Temple di dunia hiburan.
Sementara itu di Odessa, Texas empat belas Agustus tahun 1939 lahirlah seorang bayi perempuan bernama Josephine Czinki. Melalui kelahiran yang berat, Josephine akhirnya menemui keajaiban untuk hidup. Orang tua Josephine sangat kolot, ibunya seorang religius yang menolak kemewahan dunia. Sehingga di Texas yang terbagi dalam dua kelompok keluarga, kelompok kaya disebut kelompok minyak dan kelompok biasa, non-minyak. Keluarga Josephine di kelompok kedua, ibunya bekerja sebagai penjahit. Namun jiwa petualang Josephine tak bisa bohong. Dirinya yang terlahir sangat cantik dan sering bermain dengan anak-anak orang kaya akhirnya sadar dirinya berpotensi sukses di dunia hiburan. Dia jatuh hati dengan David Kenyon, anak kelompok minyak. Awalnya mereka jalan bareng dan saling mencinta. Sayang, orang tua David tak setuju maka David dijodohkan dengan Cissy Toping yang juga anak orang kaya. Dengan perasaan kalut keesokan harinya Josephine kabur dari kota kecilnya menuju Hollywood.
Sampai di bagian ini saya sudah bisa menebak arah cerita ini. Kenapa? Karena sudah dibocorkan di prolog bahwa Josephine merubah namanya jadi Jill Castle. Nah, cocokkan dengan Toby Temple? Di pembuka sudah dikatakan Jill Temple terdiam menghadap laut lepas dengan pandangan hampa. Jelas sekali mereka berdua nantinya akan menikah. Kesalahan besar Sidney! Diperparah lagi di back-cover dibocorkan bahwa untuk mencapai sukses Jill Castle harus menjual diri karena sulitnya menembus batas glamor kemasyuran. Gadis frustasi bertemu lelaki kesepian, jadilah kisah buku ini. Jadi apa yang dijual buku ini? Ending jelas sudah diungkap.
Secara keseluruhan novel ini bagus. Sekedar bagus, tidak istimewa. Sinetron banget kisahnya, klise konfliknya. Beberapa hal kurang kuat dalam eksekusi keputusan tiap karakter. Dengan mudahnya perubahan-perubahan sifat ditampilkan. Seperti Jill yang tadinya gadis kere yang mudah pindah dari pelukan lelaki satu ke lelaki lain. Bagaimana mudahnya menolak berlian dari rayuan aktor besar? Walau sekedar akting, itu sesuatu yang mustahil. Lalu Toby dengan mudahnya mendapat kritik dan review bagus setiap tampil. Tak semudah itu menjadi komedian, harusnya keterpurukan bukan dari sakit namun dari profesi utama sang aktor. Jelas saya kurang suka kisah menye-menye semacam ini. Sinetron kita sudah memuakkan, jadi ketika ada kemiripan membacanya dari Penulis Besar jadinya bosan. Karakter yang seharusnya bisa digali lebih dalam malah disingkirkan dengan cepat, Alice Tanner misalnya. Setelah kesuksesan pertama Toby dia menghilang. Padahal dia sudah seatap dengannya masak tak ada ikatan emosi. Sam Winter, yang jadi atasannya saat Perang dunia II juga tak berkembang. Hilang dalam hingar bingar Hollywood. Yang paling parah al Caruso dengan Millie yang menyenangkan setiap mengikuti jejak kehidupan, hilang setelah tragedi ketika Toby ke Asia Timur. Musuh utamanya juga terlihat bodoh. Seorang agen bisa dengan mudahnya terjatuh. Klimak cerita ditampilkan dengan datar. Entah kenapa saya tak mendapat sesuatu yang wah dari sini.
Namun tetap, Sidney adalah Sidney. Novel ini tetap layak dilahap di kala santai. Ada beberapa kutipan yang sayang kalau dilewatkan. “Kau tak perlu memakan habis satu kilo kaviar untuk mengetahui enak atau tidak bukan?”. Sebuah nasehat bahwa sesuatu yang luar biasa bisa kita lihat hanya ketika melihat sebagian kecil.
Waktu bukanlah sahabat yang menyembuhkan segala luka, waktu adalah musuh yang mencabik-cabik dan membinasakan masa muda.
“Kau tahu bagaimana caranya agar keledai mau memperhatikan? Pertama kaupukul kepalanya.” Toby ditanya tangan mana yang sering digunakan? Dia jawab kanan, lalu tangan kanannya dihantam dengan besi sampai patah. Pause.
“Apakah aku sudah mendapatkan perhatian?” Toby mengangguk. Edian adegan ini seram sekali, sekaligus yang terbaik yang ditampilkan. Jadi apakah kalian masih akan percaya bahwa ketika bercermin, itu adalah wajah kalian? Ataukah orang asing yang menyamar jadi kalian? Think again!
Sosok Asing Dalam Cermin | diterjemahkan dari A Stranger In The Mirror by Sidney Sheldon | copyright 1976 | Alih bahasa Hidayat Saleh | GM 402 93.780 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan ke sebelas, Februari 2007 | 448 hlm; 18 cm |ISBN-10: 979-511-780-7 | ISBN-13: 978-979-511-780-3 | skor: 3/5
#1/14 #SidneySheldon Next: the Naked Face tentang pembunuhan di malam Natal, kisah detektif yang mengingatkanku pada Agatha Christie. Semoga seru.
Karawang, 191015
Bila kau ingin menemukan diri sendiri. Janganlah mencarinya dalam cermin. Karena hanya bayangan yang kau temukan di sana. Sosok asing… (Silensius, Ode to truth)