Selamat Datang Serie A

image

image

Selamat datang Serie A. Musim 2015/2016 akan dimulai Minggu ini. Pekan pertama selalu memberi antusiasme yang tinggi. Tahun ini Lazio mempunyai skuat hebat, semua lini berisi bintang. Bologna berkesempatan menjajal the Great di Minggu dini hari nanti (23/8) jam 01:45 Wib. Berikut prediksi dan analisis warga Football On Chat (FOC).
Lazio vs Bologna | Skor | Skorer
LBP 3-0
Analisis: Setelah kemenangan gemilang atas Bayer Leverkusen di leg 1 kualifikasi UCL memberi semangat menyambut musim baru. Si biru tancap gas dari awal laga. Giliran pemain anyar Kishna akan jadi bintang.
Erwin 2-2 Klose
Lazio bakalan gamang di laga pembuka. Untung mereka bermain di kandang sendiri. Draw hasil yang adil.
Widi 2-1 Klose
Laga awal pembuka Serie A 2015-2016. Kemenangan Atas leverkusen jadi modal segar menjalani serie A dengan semangat. Poin penuh di kandang sepertinya mudah diraih Lazio. Skor 2-1 milik Lazio
William 2 – 2 Acquafresca
Lazio penuh percayadiri setelah kemenangan atas Bayer. Lazio akan full attack tapi kelemahan di lini belakang akan dieksploitasi permainan counter Bologna. Bologna akan mencuri gol kemudian main bertahan.
Arif 1-0 Candreva
Lazio tentu ingin meraih start bagus. Sementara delio rossi akan kembali ke olimpico. Peringkat 4 serie B Musim lalu itu akan mengincar poin di olimpico.
Huang 2-1 Felipe
Prtandingan pembuka tidak pernah mudah. Bologna bahkan sempat unggul sebelum felipe menyamakan kedudukan jelang turun minum. Sang wonderkid complete the comeback for the Eagle setelah mencetak gol di awal babak ke-2.
Deni 2 – 0 Felipe
Dengan persiapan yg matang lazio bakal menang mudah di laga perdana seri A melawan Bologna. Apalagi main di kandang sendiri. Lazio bakal main menyerang abis2 an …👍
Dc 2-0 Klose
Laga pertama serie A lazio akan menang. Main kandang memberi nilai lebih. Juga ngadepin tim yang ga terlalu bagus. Jadi 3 poin dibungkus.
Gangan 2-0 Morisson.
Bermain di kandang pada laga perdana membuat Roma bermain tandang. Semangat tuan rumah sedang tinggi karena selangkah lagi berada di fase grup UCL. Tim tamu akan bermain dengan 10 orang.
Aji 1-1 Felipe
Pertandingan perdana selalu sulit. Meski finis posisi 3, Lazio akan kesulitan memenangkan pertandingan. Permainan bertahan bologna membuat penguasaan bola tidak berimbang.
Fahrur 0-0, no skorer
Permainan akan berjalan monoton. Dan tim bertabur talenta msh blm mampu menunjukkan taringnya.
Jacob 1-0 Klose
Membosankan seperti Fant4stic. Tidak menghibur seperti Battle of Surabaya. Lupakan saja menonton ini.
Zulk 3-1 Felipe Anderson.
Duel akan berjalan berat sebelah, Lazio bahkan tertinggal terlebih dahulu 1 gol, tapi entah apa yang terjadi Lazio mampu mencetak 3 gol di satu menit trakhir pertandingan
Andyka 1-1 Onazi
Lazio bakal bermain aman tentram dan damai, mengingat bakal bertandang ke BayArena , Bologna akan mencuri 1 point dikandang Elang yang mengeram.
Joko Gentong 3-1 Keita
Partai yang timpang. Lazio mendominasi. Bologna ga berkutik.
Imunk 3-1 De vrij
Lazio bakal nyari kemenangan di partai pembuka. Pertahanan rapat Bologna memaksa lazio memainkan bola2 pakjang. De vrij bakal bikin gol dari skema bola mati. Wis ngono wae.
Jokop 1- 0 Candreva
Pekan pertama serie A. Semangat-semangatnya pemain Lazio. Begitu pula Bologna mencoba mencuri poin.
Prediksi starting line up:
Lazio : E. Berisha, D. Basta , Mauricio , S. de Vrij, L. Biglia, A. Candreva, S. Lulic, M. Parolo, O.
Onazi, Felipe Anderson, M. Klose
Bologna : A. Mirante, L. Rossettini, M.
Oikonomou, A. Masina, M’baye, M. Brighi, L. Crisetig, L. Rizzo, F. Brienza, R. Acquafresca, D. Cacia
Karawang, 220815

Iklan

Boyhood – Once In A Lifetime Experience

Mason: I just feel like there are so many things that I could be doing and probably want to be doing that I’m just not.

Film yang digadang-gadang di Oscar 2015 ini akhirnya ketonton sudah. Durasi panjang nan melelahkan, sehingga harus mengalokasikan waktu khusus untuk menikmatinya. Untungnya saya menonton setelah perhelatan Oscar, coba kalau sebelumnya,bisa jadi saya akan menjagokannya meraup banyak piala. Film karya Richard Linklater memang layak bersaing dalam best picture, semua syarat untuk menang ada padanya hanya ketidakberuntungan yang membuatkanya ditendang Birdman. Yang melewati masa 2000-an dalam puncak kegalauan pasti menyukai film ini. Dan saya adalah salah satunya…

Seperti di adegan pembuka, kita langsung disuguhi gambar di poster film dengan iringan lagu syahdu, Coldplay. Mason Jr (Ellar Coltrane) masih SD dijemput ibunya (Patricia Arquette) pulang sekolah. Catat, Coldplay di masa jaya ada dalam adegan. Sepanjang film kalian akan bernostalgia. Bersama kakaknya Samantha (Lorelei Linklater) suatu hari dijemput ayahnya (Ethan Hawke) untuk berlibur. Mason dan Sam terlahir di keluarga broken home, orang tua mereka cerai. Sehingga ayah hanya sesekali bertemu untuk meluangkan waktu bersama. Nah adegan saat Mason dan Sam gundah setelah sebelumnya dmarahi ayah tiri, saat berbincang dengan ayahnya di mobil itu, dialog-nya mirip dengan adegan film ‘Before Midnight’ saat di bandara Jesse yang juga diperankan oleh Etahn Hawke menghantar anaknya terbang. Linklater copy-paste nih. Sam yang diperankan oleh keluarga Linklater mencuri perhatian, terutama pas masih kecil. Imut, lucu sekaligus menyebalkan.

Selanjutnya cerita akan fokus ke Mason, yaiyalah judulnya aja Boyhood. Kalau judulnya Girlsmile pasti fokus ke Samantha. Atau Dadcool ya ke Ethan. Ih garing, biarin! Mason beranjak dari anak-anak ke dewasa. Ibunya menikah lagi, 2 kali keduanya kacau. Yang pertama bahkan lebih parah, seorang dosen bertangan besi, berakhir seram mereka bertiga kabur dari rumah. Yang kedua dengan marinir yang tak beda dari si dosen, galak. Namun kini Mason sudah bisa ‘melawan’. Kisahnya sebenarnya sederhana, menangkap keseharian sebuah keluarga di barat dari sudut pandang seorang anak. Titik hebat film ini ada di drama yang menyentuh. Dan wajar Patricia memenangkan satu piala untuk ‘best supporting actress’, yang sayangnya jadi satu-satunya piala yang disabet Boyhood.

Mason dari SD, SMP, SMU sampai akhirnya kuliah hebatnya film ini adalah diperankan oleh orang yang sama. Pembuatannya memakan waktu 7 tahun, hal yang selayaknya diganjar penghargaan tertinggi. Saya sendiri ga berani bayangin betapa sabar Richard yang penuh dedikasi untuk sebuah film. Keseruan ada di tiap scene yang penuh nostalgia. Ada saat premiere Harry Potter, saya langsung teringat saat pertama kali membaca buku ke 5 Harpot sampai demam. Lalu pas Pemilu Presiden, ingatkan euphoria Barract Obama? Merinding dengan slogan: ‘Change’ –nya. Dan seterusnya dan seterusnya, tak salah saya menyebutnya film yang memberi pengalaman tak terlupa. Namun saat ada yang sampai bilang Boyhood dirampok di Oscar, saya ga sependapat. Ingat, Birdman memberi semua syarat jadi pemenang. Salah satu kelebihan film istimewa untuk menang piala adalah: kasih ending yang ambigu dan Boyhood tak memberikannya.

Boyhood | Directed by: Richard Linklater | Writter: Richard Linklater | Cast: Ellar Coltrane, Ethan Hawke, Patricia Arquette, Elijah Smith, Lorelei Linklater | Skor: 4.5/5

Karawang, 200815

Anak Bertanya

Pada suatu malam saat hujan deras, dengan petir yang menggelegar dan angina badai yang keras, seorang ibu mengantarkan anaknya ke tempat tidur. Dia hendak mematikan lampu ketika anak bertanya dengan suaranya yang gemetar, “Mama, apakah mama akan tidur menemaniku malam ini?”

Sang ibu tersenyum dan memeluknya, meyakinkannya, “Mama tidak bisa sayang, mama harus tidur di kamar dengan papa.”

Sebuah keheningan panjang yang akhirnya rusak karena anak tersebut berbicara lirih dan gemetar, “Mama itu sudah dewasa kok masih penakut…”

Sepenggal kisah di atas adalah ceita yang dibacakan oleh Aless di ‘briefing pagi NICI motivasi dan inspirasi’ hari ini. Ceritanya sederhana, namun komentarnya lebih mendalam. Seorang anak akan sering bertanya dengan polosnya kepada kita. Saat hal tersebut terjadi, apa yang akan kita berikan sebagai jawaban, akan berpengaruh kepada sang anak. Sering kali pertanyaan yang disampaikan sama dan berulang, kita harus bijak menjawab. Jangan membentak atau menjawab dengan ketus, sabar.

Seperti jawaban pak Widada, saat anaknya sudah kelas 2 SD maka akan dibiasakan untuk tidur sendiri agar mandiri. Biar bisa bangun sendiri tanpa dibangunkan, belajar mengatur waktu. Sesekali anak bertanya, “apa itu?” Jawab dengan sabar, “kertas”. “Apa ini?” “Pensil”. Besoknya menanyakan hal yang sama, jawab dengan senyuman. 10 kali bertanya, 10 kali pula kita harus menjawab.

Seandainya bertanya untuk hal-hal yang belum saatnya jangan berbohong, “nanti saat kamu tumbuh besar, akan ada masanya tahu.” Tak usah membentak karena anak kecil kalau kita bentak akan ada ‘sel tanya’ yang terputus, rasa penasaran itu wajar. Biarkan segalanya mengalir alami.

Hermione yang kini setahun usianya sering kali, bertanya dengan menunjuk dinding yang berisi foto-foto keluarga. Saya dengan sabar menjawab sebanyak dia bertanya. Tiap minta gendong, dia pasti nunjuk ke langit-langit untuk mencari cicak lalu menghitungnya. Hal ini yang sama setiap malam dan dengan senyum saya menghitung cicak-cicak di dinding. Sebuah kebahagian menjadi seorang ayah, saat anak teriak, “Yaaaah…”.

Karawang, 190815 – HR NICI

Menyiasati Waktu Baca

Beberapa hari yang lalu teman kantor ada yang nanya, “bagaimana kamu bisa baca buku? Padahal waktu yang tersedia begitu sempit.” Saya sempat memandangnya beberapa saat sebelum menjawab, sekedar memastikan dia serius nanya atau menguji keaslianku mencintai buku. Setelah yakin dia serius saya pun jawab dengan jujur.

Mungkin karena teman saya ini pengantin baru, sehingga rada shock atas sempitnya waktu. Sama seperti saya dulu, pas awal menikah ‘kemerdekaan’ saya dirampok. Saat lajang kita bisa dengan leluasa mengatur waktu seenak udel-le dewe. Mau baca buku atau nonton film jam berapa-pun terserah. Sebelum saya jawab saya nebak dulu apakah waktu sendirinya menghilang. Ketika kita memutuskan berkeluarga, kita menyatukan dua individu yang berbeda. Saya dan Mey sering kali bentrok argumen, dan harus ada yang ngalah.

Kita mulai dari pagi. Kami berdua kerja, saya 5 hari kerja Mey 6 hari kerja. Pagi kita antar Hermione ke rumah neneknya lalu nge-drop Mey di titik jemputan. Ada waktu sekitar 30 menit, biasanya saya buat lanjut baca sambil ngopi baru berangkat kerja. Saat istirahat jam 12:00 saya akan cepat-cepat ke kantin makan lalu sholat Dzuhur. Ada waktu sekitar 30 menit, biasanya saya buat lanjut baca di meja kerja sambil dengerin musik. Pulang jam 17:00 langsung ke Blok H, rumah ibu. Hermione dan Mey, yang pulangnya langsung ke sana, udah menunggu buat pulang. Selepas Isya, kita bertiga sampai di rumah Greenvil tercinta. Ada waktu 2 jam sebelum jam 22:00 yang saya gunakan untuk bermain dengan Hermione yang kini sudah setahun. Jam 22:00 saya harus tidur, mau ngantuk atau ga saya akan berusaha tidur. Saat Hermione belum juga terlelap, saya minta Mey yang jagain.

Jadi total berapa jam saya baca buku dalam sehari? Dari cerita di atas waktu yang saya alokasikan hanya 1 jam. Yup, hanya sejam di jam sibuk. Jawabannya ada di dini hari. Saat orang-orang terlelap, saya PASTI terbangun oleh alarm 03:01. Di jam inilah saya menyiasati baca buku. Ada waktu 2 jam sebelum kembali beraktivitas. Total sekitar 3 jam dalam sehari, dan itu sudah cukup untuk menikmati novel. Saya bilang cukup karena dalam berkeluarga, quality time bersama orang-orang tercinta sungguh membahagiakan dan itu tetap harus kita sempatkan. Ingat ya, saya belum menghitung weekend, dimana waktu luang tinggal dimodifikasi bersama yang tentu saja waktu baca bisa 2-3 kali lipat dari weekday.

Seperti 2 buku yang saat ini sedang saya nikmati, Sultan Mehmet II sang Penakluk dan Wusthering Hesth. Keduanya mau punya waktu luang berapa menit-pun pasti saya selesaikan baca. Bagaimana dengan Anda?

Karawang, 140815 – tepuk Pramuka