Boyhood – Once In A Lifetime Experience

Mason: I just feel like there are so many things that I could be doing and probably want to be doing that I’m just not.

Film yang digadang-gadang di Oscar 2015 ini akhirnya ketonton sudah. Durasi panjang nan melelahkan, sehingga harus mengalokasikan waktu khusus untuk menikmatinya. Untungnya saya menonton setelah perhelatan Oscar, coba kalau sebelumnya,bisa jadi saya akan menjagokannya meraup banyak piala. Film karya Richard Linklater memang layak bersaing dalam best picture, semua syarat untuk menang ada padanya hanya ketidakberuntungan yang membuatkanya ditendang Birdman. Yang melewati masa 2000-an dalam puncak kegalauan pasti menyukai film ini. Dan saya adalah salah satunya…

Seperti di adegan pembuka, kita langsung disuguhi gambar di poster film dengan iringan lagu syahdu, Coldplay. Mason Jr (Ellar Coltrane) masih SD dijemput ibunya (Patricia Arquette) pulang sekolah. Catat, Coldplay di masa jaya ada dalam adegan. Sepanjang film kalian akan bernostalgia. Bersama kakaknya Samantha (Lorelei Linklater) suatu hari dijemput ayahnya (Ethan Hawke) untuk berlibur. Mason dan Sam terlahir di keluarga broken home, orang tua mereka cerai. Sehingga ayah hanya sesekali bertemu untuk meluangkan waktu bersama. Nah adegan saat Mason dan Sam gundah setelah sebelumnya dmarahi ayah tiri, saat berbincang dengan ayahnya di mobil itu, dialog-nya mirip dengan adegan film ‘Before Midnight’ saat di bandara Jesse yang juga diperankan oleh Etahn Hawke menghantar anaknya terbang. Linklater copy-paste nih. Sam yang diperankan oleh keluarga Linklater mencuri perhatian, terutama pas masih kecil. Imut, lucu sekaligus menyebalkan.

Selanjutnya cerita akan fokus ke Mason, yaiyalah judulnya aja Boyhood. Kalau judulnya Girlsmile pasti fokus ke Samantha. Atau Dadcool ya ke Ethan. Ih garing, biarin! Mason beranjak dari anak-anak ke dewasa. Ibunya menikah lagi, 2 kali keduanya kacau. Yang pertama bahkan lebih parah, seorang dosen bertangan besi, berakhir seram mereka bertiga kabur dari rumah. Yang kedua dengan marinir yang tak beda dari si dosen, galak. Namun kini Mason sudah bisa ‘melawan’. Kisahnya sebenarnya sederhana, menangkap keseharian sebuah keluarga di barat dari sudut pandang seorang anak. Titik hebat film ini ada di drama yang menyentuh. Dan wajar Patricia memenangkan satu piala untuk ‘best supporting actress’, yang sayangnya jadi satu-satunya piala yang disabet Boyhood.

Mason dari SD, SMP, SMU sampai akhirnya kuliah hebatnya film ini adalah diperankan oleh orang yang sama. Pembuatannya memakan waktu 7 tahun, hal yang selayaknya diganjar penghargaan tertinggi. Saya sendiri ga berani bayangin betapa sabar Richard yang penuh dedikasi untuk sebuah film. Keseruan ada di tiap scene yang penuh nostalgia. Ada saat premiere Harry Potter, saya langsung teringat saat pertama kali membaca buku ke 5 Harpot sampai demam. Lalu pas Pemilu Presiden, ingatkan euphoria Barract Obama? Merinding dengan slogan: ‘Change’ –nya. Dan seterusnya dan seterusnya, tak salah saya menyebutnya film yang memberi pengalaman tak terlupa. Namun saat ada yang sampai bilang Boyhood dirampok di Oscar, saya ga sependapat. Ingat, Birdman memberi semua syarat jadi pemenang. Salah satu kelebihan film istimewa untuk menang piala adalah: kasih ending yang ambigu dan Boyhood tak memberikannya.

Boyhood | Directed by: Richard Linklater | Writter: Richard Linklater | Cast: Ellar Coltrane, Ethan Hawke, Patricia Arquette, Elijah Smith, Lorelei Linklater | Skor: 4.5/5

Karawang, 200815

Iklan

2 thoughts on “Boyhood – Once In A Lifetime Experience

  1. Ping balik: Prediksiku Di Oscar 2018: #SacramentoProud | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s