Aksara Amananunna #3

Featured image

12 Manusia. 12 Zaman. 12 Cerita. Dari penulis asal Solo, Rio Johan inilah buku yang dipilih Kompas sebagai sastra of the year 2014. Sebuah kumpulan cerpen yang (mencoba) ga biasa. Sayangnya banyak sekali ditemukan salah ketik. Untuk buku terbitan Gramedia ini sungguh sangat disayangkan. Dalam satu cerpen bahkan ada puluhan typo, editor-nya tidur? Penulisnya ga pengalaman? Kalau penerbit mikro sih masih bisa dimaklumi, ini Gramedia lho.

1.Undang-Undang AntiBunuhDiri

“Bunuh diri adalah pilihan hidup, nyawa itu hak asasi. UU antibunuhdiri itu adalah pelanggaran HAM!” Di sebuah negeri R di tahun 21xx jadi isu nomor satu. Pemerintah, dalam cerita ini diwakilkan oleh perdana menteri mencoba menanggulanginya. Sampai akhirnya dirinya frustasi. Ini bukan ide baru, disajikan dengan biasa tanpa ada kejutan cerita yang berarti.

2. Komunitas

Di George V Avenue semuanya bermula. Tokoh aku ditawari oleh seorang wanita asing yang mengaku sebagai seorang agen pencari bakat. Tanpa curiga aku mengikutinya, dalam mobil dijelaskan pekerjaan yang dibutuhkan. Sebuah sadisme penyimpangan. Disajikan dalam 7 bagian, sang aku menerima tawaran karena uang yang dijanjikan menggiurkan. Bukan tema baru juga.

3. Aksara Amananunna

Cerpen yang dipilih dijadikan judul buku ini juga biasa sekali. Tentang zaman pra-sejarah, setelah Tuhan mengacaukan bahasa, Amananunna seorang pemuda yang belum menemukan bahasanya sendiri. Misi menyelamatkan tata bahasa berkelana ke mana-mana dari Babel, Tanah Lullubi, kota Hamazi, Uri-ki, Susin sampai Shubur. Selamatkah bahasa tersebut? Disajikan dengan datar dan tak menyentuh.

4. Kevalier D’Orange

Lelaki cantik dengan kharisma kepemimpinan luar biasa. Kevalier D’Orange adalah panglima perang jagoan tak tertandingi. Prestasinya seabreg. Namun jenis kelamin sang panglima yang awalnya hanya isu apakah dia laki atau perempuan kini menjadi topik besar seisi negeri. Tema sederhana menjadi sensitif ini sebenarnya juga ga istimewa. Persamaan gender juga bukan barang baru kan, walau disini dibuat dengan sedikit rumit.

5. Ginekopolis

Di masa yang akan datang, tahun 8475 lelaki dijajah kaum perempuan. Sang tokoh aku yang terbangun dari tidurnya merasa bingung namun bergabung untuk melawan. Fanatics are picturesque, mankind would rather see gestures than listen to reasons. Slogan Friedrich Nietzsche dipakai dengan mengubah kata ‘mankind’ menjadi ‘womankind’. Bisakah tirani digulingkan?

6. Ketika Mubi Bermimpi Menjadi Tuhan Yang Melayang Di Angkasa

Mubi tiap malam bermimpi menjadi Pencipta yang melayang di angkasa yang putih. Saat terbangun dirinya menulis cerita, yang anehnya cerita yang ditulis menjadi nyata. Tulisannya dicetak dan menjadi best-seller. Obsesi tiada henti, sampai akhirnya teman-temannya terbahak saat dia bercerita tentang mimpi seorang penulis. Dunia aneh betul. Nah, kalau cerpen ini lumayan baguslah. Saya lebih suka cerita unik dengan jalan penyampaian ‘logis’.

7. Pisang Tidak Tumbuh Di Atas Salju

Di negeri bersalju, Jon bin Jondor hidup. Dirinya seorang pengelana yang terpukau dengan buah pisang. Buah yang biasa bagi kita yang hidup di alam tropis. Obsesi Jon menanam pohon pisang di tanah bersalju dari generasi ke generasi. Cerita unik namun tak istimewa. Penyampaian kisahnya kurang greget.

8. Riwayat Benjamin

Cerita panjang tentang seorang yatim piatu Benjamin yang diangkat anak oleh seorang bangsawan. Di kalimat pembuka, Ben mati gantung diri di puncak pohon elm. Ditemukan oleh tokoh aku di sore hari yang menuturkan riwayatnya secara runtut dari awal. Cerita dengan setting mundur seperti ini saya suka, walau yah kita sudah tahu akhir perjalanan hidup Ben.

9. Tidak Ada Air Untuk Mikhail

Era sekarang di sebuah kos dengan penghuni yang saling sinis. Mikhail adalah penghuni kos yang seakan selalu sial, mandi di akhir dari penghuni lain di kos yang airnya susah. Ga masuk akal. Bukan airnya yang tersendat, bukan antri mandinya, bukan pula bully yang membuat Mikhail selalu ngalah. Ga masuk akal rasanya dia ‘sial’ terus menerima nasib.

10. Robbie Jobbie

Inilah cerpen panjang dengan typo paling banyak. Seorang pegulat amatir semacam WWF memakai nama Robbie Jobbie, karena memang belum punya nama dirinya selalu mengalah. WWF kan sudah ada skenario-nya. Akting gulat yang diunggah di You Tube, pelan tapi pasti Robbie banyak yang menyukainya. Menuntut kemenangan dalam ‘sinetron ring’ seperti yang dijanjikan di surat kontrak.

11. “Apa Iya Hitler Kongkalikong Dengan Alien?”

Magde Kulesiute diwawancarai seorang wartawati lokal tentang kemungkinan kakeknya pernah bilang Hitler berkonspirasi dengan alien. Fakta ataukah gosip murahan? Namun dirinya gugup dan tak bisa langsung menjawab. Nah, ini cerpen terbaik dari 12 yang tersaji. Aku suka kejutan, walau sederhana namun selalu menyenangkan dikejutkan sesuatu yang menggelitik.

12. Susanna, Susanna!

Tahun 1712 di sebuah kota pelabuhan seorang wanita menyamar menjadi pria untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk melawan lapar semua orang bisa melakukan hal-hal nekat, termasuk aku ini. Suatu hari aku bertemu seorang yang senasib, Susanna yang juga menyamar mengajaknya hidup bersama. Awalnya normal, namun lama-lama jadi abnormal. Mereka saling mencinta, menikah dan berpisah. Dan kenangan selalu membuat kita rapuh. Bagaimana nasib Susanna?

“a true tactician that ‘winning with a few over many’ is simply a pipe dream” – Caesar Silverberg (Suikoden III)

Aksara Amananunna | Karya Rio Johan | Cetakan pertama, April 2014 | Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia | vii+ 240 hlm; 13,5 x 20 cm | ISBN: 978-979-91-0704-6 | Skor: 2/5

Karawang, 030615 – Midweek hari ke 5 agya

#3 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

4 thoughts on “Aksara Amananunna #3

    • skor akhir kan 2/5 jadi ya biasa saja.
      Yang melabeli sastra of the year Kompas, kalau saya sih ga setuju. Masih banyak yang lebih layak.
      Terima kasih sudah berkunjung di blog saya Ayu. Cari aja Frienemy udah ada review tahun lalu.
      >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s