A Russian Affair #1

Featured image

Juni tiba, biasanya di bulan 6 kita komunitas’ Film dan Buku dan Bola’ mengadakan event #30HariMenulis di catatan Facebook. Tahun ini saya ingin migrasi ke blog dengan catatan khusus review buku. Hari pertama dari 30. Mudah-mudahan bisa.

Kisah-kisah cinta di Rusia, sebuah buku kumpulan cerpen karya Anton Chekhov. Sebelum mereview 5 cerpen ini perlu diketahui, penulis Rusia ini meninggal di usia 44 tahun, 3 tahun setelah menikah karena penyakit paru-paru. Tulisannya tak sebanyak dan seterkenal Tolstoy dan Gorky, tapi ini karya klasik yang sarat makna. Lahir tahun 1860, Anton dibesarkan di kota Tanangog, Rusia Selatan, dekat laut Azov. Anak ketiga dari enam saudara, anton tumbuh besar bekerja di toko milik ayahnya. Tahun 1876 usaha ayahnya bangkrut yang memaksa mereka pindah ke Moskow, namun Anton tetap tinggal. Semasa bekerja di toko, anton paling suka mengamati pelanggan, mendengar gosip mereka, harapan mereka, dan keluhan. Dari kegemaran mengamati itulah ia tumbuh dengan ketrampilan yang berharga dalam mendongeng. Sebagian besar penuturan dalam cerita mendetail secara personifikasi, dan setting tempat yang dibangunnya adalah tempat-tempat Anton pernah tinggal. Berikut 5 cerpen yang ada:

1. Tentang Cinta

Kaum bujangan yang tinggal di kota pergi ke pemandian umum dan restoran hanya untuk berbincang dengan seseorang. Kisah cinta yang disajikan antara Pelageya dengan Nikanor. Saling mencinta namun tak menikah. Sudah seatap namun tak beranjak ke pelaminan. Nikanor seorang juru masak, berbadan tinggi dan wajahnya yang kurang tampan mempunyai kebiasaan buruk minum dan suka memukul. Sedang Pelageya yang cantik entah kenapa bisa tetap mencintanya. Misteri apa dibalik itu?

2. Rumah Berloteng

Cerpen dibagi menjadi 4 bagian. Dari sudut pandang orang pertama, dia bercerita Pyotr mempunyai cerita tentang Lidiya Volchaninov seorang gadis dari keluarga baik dan terpandang. “Yang paling sulit kalau pekerjaanmu tak dihargai siapapun. Kau tak mendapatkan ucapan terima kasih sama sekali”. Lidiya mempunyai seorang adik yang sepertinya tak peduli sama dunia sekitar. Saat bangun pagi, ia akan mengambil buku dan duduk membaca di kursi goyang di teras dengan kaki telanjang menyentuh lantai. Atau ia akan membawa buku ke jalan berpagar pohon limau, atau ke luar gerbang menuju lapangan terbuka. Ia membaca sepanjang hari, membaca buku dengan rajin. Orang bisa bilang dari keadaannya yang ada kalanya lelah dan matanya yang berkaca serta mukanya yang pucat, betapa ini sangat membebaninya. Bukankah sehat itu keajaiban? Juga hidup itu sendiri? Apapun yang tak bisa kita mengerti adalah keajaiban. Seluruh kengerian situasi mereka adalah mereka tak punya waktu untuk memikirkan jiwa mereka, tak ada waktu untuk ingat bahwa mereka diciptakan menurut cintra dan kesamaan dengan Pencipta mereka. Kelaparan, ketakutan irasional, kerja keras tanpa henti – semua itu adalah seperti longsoran salju, membuntu semua jalan ke aktivitas spiritual yang tepat membedakan manusia dari hewan sehingga membuat hidup berharga dijalani.

Tugas yang paling suci dan mulia bagi orang beradap manapun adalah membantu tetangganya. Dan kami membantu semaksimal mungkin di rumah berloteng itu.

3. Kunjungan Ke Teman-teman

Kisah cinta lewat surat-menyurat, klasik sekali – baca romantis. Namun sayangnya akhir kisah ini tak semanis dan seceria sang kekasih saat menerima sepucuk surat dari pak pos. Tatyana, Varvara dan sang tokoh utama (laki-laki) adalah teman sebaya. Saat berkenalan sang tokoh masih seorang mahasiswa sedang Ta dan Va adalah orang biasa. Sekarang Saya sudah menjadi pengacara dan sudah tumbuh uban. Saya sudah melewati banyak pengalaman hidup dan hampir lupa mereka berdua, sampai akhirnya pada suatu pagi di bulan Juni datanglah sepucuk surat dari mereka berdua yang isinya memohon Saya untuk datang berkunjung. “… kami mohon padamu tuan, dengan berlutut. Perlihatkan kami matamu yang bercahaya.Tidak bisa menunggu untuk melihatmu…”.

Sebelum ia punya waktu untuk mengerang.Seekor beruang muncul dan membuatnya terjengkang. Sebuah puisi yang membuatnya ingat masa lalu. Memori itu diputar, lalu apakah Misha akan datang?

4. Ionych

Ivan Petrovich Turkin adalah seorang yang tampan dengan istri yang sangat berbakat dan mempunyai anak tunggal yang sangat menarik. Keluarga sempurna karena setiap individu memiliki kelebihan untuk ditampilkan. Mr. Turkin mempunyai kegemaran mengundang warga untuk makan malam di rumahnya, sambil menikmati pertunjukan. Mr Turkin pintar membuat pendengar tertawa dengan lelucon-lelucon yang ditampilkannya, semacam stand up comedy. Istrinya Vera Iosifovna  jago mengarang cerita, dengan membacakan novel karyanya yang menghipnotis. Dan putrinya Yekaterina Inanovna pandai memainkan piano.

Lalu muncullah karakter utama, Dr. Dmitry Ionych Starsev, seorang dokter lokal yang dihormati. Suatu hari Ionych menerima undangan makan malam Mr Turkin dan langsung jatuh hati terhadap Yekaterina. Sayang cintanya bertepuk sebelah tangan, sang putri yang merasa masih muda ingin  mengembangkan karirnya di dunia musik dengan merantau ke kota. Kecewa dengan penolakan tersebut, Dr. Ionych merasa konyol dengan cinta remaja. Waktu yang menyembuhkan luka itu, empat tahun kemudian ia berhasil menjadi dokter yang sukses. Tak disangkanya suatu hari ia ketemu sang putri, ternyata karir musiknya tak sesuai harapan sehingga memutuskan pulang. Ia lalu malah menyatakan bahwa Dr Ionych adalah orang yang paling baik yang pernah ditemuinya. Dan ia berniat membuka hatinya. Ahhh… dasar cewek saat terpuruk baru ingat cinta yang dulu dicampakkannya. Sesuatu yang terlambat ataukah cinta itu bisa dirajut?

5. Wanita Dengan Anjing Kecil

Dari kelima cerita yang ada, ini baru cerita affair yang sebenarnya. Sebuah selingkuh penuh nafsu yang berakhir tragis. Dmitri Dmitrich Gurov berkunjung ke Yalta 2 minggu, bertemu seorang wanita dengan seekor anjing kecil. Gurov terpikat. Pengalaman berulang dan pahit telah lama mengajarinya bahwa tiap affair yang semula menambah bumbu dan variasi terhadap kehidupan dan variasi terhadap kehidupan dan tampaknya menjadi petualangan yang memikat dan menyenangkan, tak terelakkan berkembang menjadi masalah kompleks yang luar biasa dengan orang-orang terhormat – khususnya bagi orang Moskow yang peragu dan pemalu – dan semua tampak mudah dan menghibur. Dari Yalta itulah, Gurov memberanikan diri untuk berkenalan. “bolehkah aku memberinya tulang?”. Dan perselingkuhan dimulai, “waktu begitu cepat berlalu, tapi masih begitu menjemukan di sini”.

Perselingkuhan itu membawa banyak masalah. Tampaknya –dengan sedikit waktu—akan ditemukan solusi lalu kehidupan baru dan indah akan dimulai. Mereka berdua benar-benar menyadari tujuan itu masih jauh, jauh sekali dan bagian sulit dan yang paling rumit baru saja dimulai.

Karawang, 01 Juni 2015 – Lazio goes to Champion League

#1 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

The Vow: Weak Take And Just So So

Leo: How do you look at the woman you love, and tell yourself that its time to walk away? 

Menikmati film drama cinta-cintaan itu gampang-gampang susah. Banyak faktor, salah satunya mood saat menonton. Berawal dari rekomendasi teman kerja yang bilang ini film superb sekali saya ‘dipaksa’ menontonnya. Karena ini film (katanya) romantis maka saya ajak si May nonton bareng. Ceritanya sederhana, namun ternyata berdasarkan kisah nyata jadinya ikut terharu atas apa yang menimpa sang tokoh.

Cerita dibuka dengan naratif Leo (Channing Tatum) tentang sebuah teori yang seakan bilang ‘aku ini nasibnya apes tenan’. Mereka mengalami kecelakaan di saat salju turun. Naas, sang istri Paige (Rachel McAdams) kepalanya terbentur kaca sehingga sakitnya lebih parah. Leo sudah sepenuhnya sembuh, namun Paige tidak. Benturan di kepala membuat dia menderita hilang ingatan. Memori sebelum kecelakaan terhapus. Saat suami menjenguknya, dia ga mengenali. Keadaan bertambah runyam saat orang tuanya datang dan mereka tak saling mengenal. Paige ragu, siapa yang dipercaya? Seseorang yang mengatasnamakan suaminya atau kedua orang yang mengklaim ayah-ibunya.

Paige mencoba berdamai dengan kenyataan, dia lalu memilih tinggal di rumah Leo. Pendalaman karakter, Leo mencoba kembali menyusun kepingan demi kepingan masa lalu istrinya. Namun bukannya makin percaya Paige malah meragukan atas masa lalunya. Ada tato di punggung. Bukannya kuliah hokum seperti yang dia harapkan malah ke kuliah seni. Studio Leo yang berantakan. Kemudian orang tuanya menawarkan kembali pulang. Pelan tapi pasti terungkap juga akhirnya tanda tanya tersebut. Apa alasan dia pergi dari rumah. Alasan kenapa dia drop out kuliah hukum dan memilih kuliah seni. Alasan kenapa dia menikahi Leo. Alasan kenapa dia bermasalah dengan temannya. Namun semua terlambat, keputusan penting terlanjur sudah diambil dan adakah jalan kembali?

Secara keseluruhan the Vow biasa saja. Tema pasangan yang kehilangan ingatan lalu coba dibuka kembali memorinya, itu bukan barang baru. The Notebook mungkin yang paling keren (bagiku) karena emang yang pertama kutonton. 50 First Dates lebih mengena. Setelahnya biasa. Kelebihan the Vow mungkin adalah ini kisah nyata sehingga lebih terasa menyentuh. Jadi ingat dulu pernah ada tetangga yang mengalami hilang ingatan setelah kecelakaan, orang tersebut bisa pulih setelah diajari dari awal segalanya. Dikenalkan benda-benda. Saudara yang menjenguk coba membantu mengingat Walau ga sepenuhnya ingat namun dia bisa kembali tahu siapa pasangannya, siapa anak-anaknya.

Akting Rachel biasa, Tatum juga biasa. Plot, setting, dan cerita biasa. Semuanya biasa saja. So so.. film ini mudah diingat begitu juga mudah dilupakan. Atau mungkin karena saya nya yang kurang romantis ya?

The Vow | Director: Michael Suscy| Screenplay: Jason Katims, Abby Kohl| Cast: Rachel McAdams, Channing Tatum, Sam Neill | Tahun Rilis: 2012 | Skor: 2.5/5

Karawang, 290515 – Lazio goes to Champion League