Kingsman: The Secret Service – Manners Maketh Man

Eggsy: So, are we going to stand around here all day, or are we going to fight?

Untuk menikmati film yang kualitas bagus, terjemahan dan gambar yang sudah sip, saya butuh waktu beberapa bulan setelah rilis. Beda dengan Danef – teman di Bank Movie yang selalu selang ke depan, dimana film baru rilis dia sudah buat review. Kalau saya kebalikannya, selalu terlambat, maklumlah di Karawang belum ada bioskop. Untuk kasus Kingsman terlambatnya lama, saya sampai bosan sama abang lapak film yang saya tanya berkali-kali kapan ‘kualitas ori’ nya datang? Film ini termasuk yang terlambat dari jadwal tiba di lapak. Jadi saat dua hari lalu saya tonton, hype sudah mereda. Gemuruh penonton paling besar ya jelas adegan bad-ass di Gereja yang akhirnya saya tonton full. Pure violence. Kingsman dibuka dengan menawan, sebuah serangan ke sebuah gedung. Batu-bata runtuh sebagian-sebagian yang membentuk tulisan cast and crew film ini. Dalam penyergapan tersebut member Kingsman tewas. Harry Hart (Colin Firth) adalah agen rahasia senior yang menyampaikan duka tersebut kepada istri dan anaknya yang masih kecil yang diberi semacam lencana dengan kata kunci.

Setting  waktu diputar di masa kini, Gerry ‘Eggsy’ Unwin (Taron Egerton) kini sudah dewasa. Tumbuh dalam lingkungan yang keras sehingga membentuknya menjadi berandal. Dalam kasus perkelahian dia di penjara, di sana dia lalu menelpon dan memberi kode ‘kingsman’. Dan datanglah Hart menyelamatkannya. Eggsy lalu direkrut untuk menjadi anggota agen rahasia. Dilatih secara intens bersama rekrutan baru lainnya. Tipe latihan mengingatkanku pada film Divergent. Penuh bahaya, penuh gaya dan terlihat keren. Sebuah kamar di pagi hari tiba-tiba meluapkan air sampai langit-langit, terjun payung berkelompok lalu diumumkan salah satunya tak ada parasut, sampai disandera terikat dengan posisi di atas rel saat kereta api akan lewat. Seru, gregetan, mendebarkan.

Dalam latihan, setiap anggota yang gagal akan otomatis tersingkir, sampai akhirnya anggotanya menyisakan satu. Dalam waktu bersamaan, muncullah sang penjahat unik Valentine (Samuel L Jackson). Dengan kalung dan topi ala rapper, L Jackson memberikan penampilan unik sebagai antagonis yang kejam. Bersama Gazella (Sofia Boutella) yang ciamik, dimana kedua kakinya adalah pedang, mereka berencana menguasai dunia. Berhasilkah misi mereka? Atau Agen rahasia Kingsman bisa mengagalkannya? Klise banget ya pertanyaannya? 😀

Secara keseluruhan aksinya bagus. Seru. Dimanis. Sudah memenuhi ekspektasi walau ga Wow juga. Banyak adegan diluar nalar. Chip dipasang di leher? Meh! Walau di masa depan tidak memungkiri kemungkinan itu, tapi sampai menempatkan karakter penting ikut terjebak memakainya itu sebuah blunder. Ga beda jauh sama simulasi di Divergent. Lalu kepala-kepala meledak itu juga meh! Macam mainan Lego aja bisa dimodifikasi. Kejutan yang disajikan pasca adegan gila di tempat beribadah itu baru cool. Sebuah cerita bagus harus ada drama yang menyakitkan. Atau otak saya yang salah, suka kalau ada karakter penting tewas? Entahlah. Satu lagi nilai plusnya, ending yang ditampilkan di bar saat Eggsy meniru gaya Bart untuk menghajar musuh. Oh itu cerdas sekali. Gaya 007 slengekan dipadu dengan Kick-Ass!

Kingsman: The Secret Service | Director: Matthew Vaughn | Screenplay: Jane Goldman, Matthew Vaugghn | Cast: Colin Firth, Mark strong, Taron Egerton, Samuel L Jackson, Michael Caine | Skor: 4/5

Karawang, 21052015

Advertisements

7 thoughts on “Kingsman: The Secret Service – Manners Maketh Man

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s