Frank: Hestag Freak — Allow Us To Be Frank

Don: You play C, F, or G? | Jon: Yeah… | Don: You’re in

Tokoh utama adalah Frank, narator dan sudut pandang dari Jon dan sebuah band nyeleneh bernama Soronprfbs sebagai penggerak cerita. Apa yang ditampilkan Frank cukup unik. Perjalanan band menuju ketenaran yang diidam-idamkan.

Film dibuka dengan bagus layaknya sebuah cerita filsof penuh perenungan. Seorang pemuda menatap pantai dan mencari ide untuk membuat lagu. Adalah Jon (Domhnall Gleeson) sang pemuda galau, seorang pemain keyboard yang percaya suatu saat dia akan jadi musisi terkenal. Terlihat dari meja kerjanya yang memajang pin up Bon Jovi dengan tulisan: Never stop believing Jon.

Suatu senja yang cerah saat Jon mencari inspirasi di pinggir sungai, ada seseorang yang berniat bunuh diri. Dia mengancam menenggelamkan diri namun berhasil dicegah oleh polisi. Setelah diamankan, berdiri di samping Jon seorang nyentrik yang nyeletuk, “dia pemain keyboard kami”. Lalu Jon balas, “saya pemain keyboard.” Bersitatap sebentar lalu setelahnya, sang nyentrik itu bilang, “kamu diterima, datang ke café jam 09:00.” Tanpa audisi, tanpa seleksi ketat Jon jadi bagian Soronprfbs.

Saat manggung, personil muncul. Dan betapa kagetnya Jon saat tahu bahwa sang vokalis Frank ternyata mengenakan kepala boneka kartun palsu. Awalnya terdengar keren, namun malam itu berjalan berantakan. Akhirnya Don – sepertinya ketua band – mengumpulkan anggota Soronprfbs untuk ke pondok yang terpencil. Mereka lalu konsentrasi mencipta lagu dan berlatih lebih intens. Dari situlah akhirnya karakter setiap anggota terlihat. Don yang pendiam, Clara yang egois, Frank yang aneh karena sepanjang waktu topeng bonekanya ga dibuka, Nana yang unik serta Baraque yang berontak. Jon diam-diam merekam latihan mereka dengan memasang cctv lalu mengunggahnya ke Youtube. Keunikan mereka ternyata disukai netter. Banyak like dan komen positif. Langkah bagus menuju pentas.

Sebuah tragedi terjadi. Salah satu anggota ditemukan meninggal bunuh diri. Ternyata dia adalah pemain keyboard lama sebelum Lucas yang mencoba bunuh diri di awal film. Jon terkejut, dua pemain keyboard-nya stress dan (mencoba) mengakhiri hidupnya. Apakah dia akan jadi korban berikutnya? Mampukah band ini jadi terkenal? Siapa jati diri Frank yang misterius? Saat satu per satu anggota Soronprfbs mundur apakah band ini masih bisa diselamatkan?

Well, setelah menonton film ini saya jadi teringat film lama. Apakah ada yang kenal band Stillwater? Tidak? Saya juga. Sebelum nonton film Almost Famous. Stillwater adalah band angkatan Rolling Stones, band yang bagus yang sayangnya terpuruk sebelum menggapai kejayaan karena sebuah sebab, yang dalam film tersebut dituturkan dengan sudut pandang seorang remaja. Nah di Frank, sudut pandangnya seorang musician-wanna-be yang masih hijau. Soronprfbs, yang Jon sendiri tak bisa mengejanya terpuruk karena keegoisan anggota.

Dalam 5 atau 10 tahun ke depan saya yakin Frank akan jadi film Cult. Film aneh, yang sampai akhir apa yang ada dalam kepala Frank masih saja misterius. Namun sayangnya Frank tak mencapai harapan, anti-klimak. Karena (akan) seperti film musical tapi sayangnya tidak ada satu lagu pun yang nyangkut lama dalam ingatan.

Frank | Directed by: Lenny Abrahamson | Written by: Jon Ronson, Peter Straughan | Cast: |Michael Fassbender, Carla Azar, Domhnall Gleeson, Scott McNairy, Meggie Gyllenhaal | Skor: 3.5/5

Karawang, 150515 – Tanggal yang cantik

Iklan

3 thoughts on “Frank: Hestag Freak — Allow Us To Be Frank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s