The Boy Next Door: A Complete Mess

Noah: A woman like you should be cherished

Siapa yang sudah menonton The Girl Next Door pasti kecewa setelah menonton lelaki ABG sebelah rumah. Melihat teaser poster yang menggoda, sinopsis back-cover yang menggiurkan rasanya wajar saya berharap The Boy akan se-menggairah-kan The Girl. Sayangnya semua serba nanggung. Thriller nanggung, romance nanggung, drama apalagi. Karena serba nanggung itulah The Boy rasanya hambar.

Film dibuka dengan adegan yang menjanjikan. Claire Peterson (Jenifer Lopez) berlari sore hari dengan pakaian seksi, sesuai ciri film ini. Mengenakan pakaian tanpa lengan dan ear-phone terpasang, dia berkeringat. Tubuh seksinya masih (seolah) menjual. Sepintas diceritakan akibat pisah ranjang dengan suaminya, Garret Peterson (John Corbett). Tinggal dengan putra satu-satunya, Kevin (Ian Nelson). Suatu pagi saat Claire sedang mengeluarkan mobil dari garasi, tiba-tiba muncul remaja tanggung nan tangguh Noah (Ryan Guzman) yang membantu memperbaiki pintu garasi yang macet. Noah adalah tetangga barunya, yang membantu menjaga pamannya saat sakit. Dari perkenalan itulah muncul percikan asmara. Tatapan Noah terhadap tante-tante yang mengisyaratkan nafsu. Noah akhir belasan tahun, Claire sudah beranak satu.

Waktu bergulir, suatu akhir pekan saat suaminya sedang mengajak Kevin untuk berlibur panjang guna merayakan ulang tahunnya. Noah mengundang Claire untuk ke rumahnya, membantu memasak kue. Claire yang sedang mabuk setelah acara makan malam yang kacau datang. Terjadilah apa yang terlihat di trailer, menambah gelora dibumbui hujan rintik. Adegannya masih soft, tak ada gelora nafsu yang diperlihatkan secara vulgar. Wajar saja, Lopez ternyata adalah salah satu produser-nya jadi masih punya hak untuk ‘menjaga’ tubuhnya yang polos dari sorotan kamera. Saat pagi menjelang dan Claire sudah sadar sepenuhnya, dia sadar bahwa hubungan ini terlarang dan seharusnya tak terjadi. Namun Noah tak peduli, dia terlanjur cinta. Cinta mati penuh obsesi.

Cinta sebelah tangan ini akhirnya berbuntut panjang. Noah mengancam akan menyebarkan video panas mereka, yang ternyata di kamarnya dipasang cctv. Menyebarkan foto mesum di sekolah tempat Claire mengajar, dan ancaman mengerikan untuk membunuh bagi siapa yang menghalangi hubungan mereka. Rumit, psikopat, naif, sayangnya nanggung. Berhasilkah Claire menyelamatkan karir dan keluarganya dari ancaman ABG stress ini?

Secara keseluruhan The Boy jauh sekali kualitasnya dari The Girl. Setelah selesai menonton saya sempatkan diri menonton trailer-nya secara utuh. Dua menit yang sebenarnya sudah membuka benang merah cerita. Sayangnya film ini tak berani membunuh karakter utama, tak berani menampilkan sad ending, tak berani menampilkan bahwa fakta hidup dalam bayang-bayang nafsu itu pahit. Untuk sebuah film psikopat, kurang mencekam. Untuk film adult, jauh dari kata menggelora. Untuk film drama, tak ada sisi yang menyentuh. Akting Lopez tak bagus, akting Guzman kaku dan kurang mengintimidasi. Dan kita takkan pernah mendapatkan klimak (cerita) itu.

The Boy Next Door | Directed by: Rob Cohen | Written: Barbara Curry | Cast: Jenifer Lopez, Ryan Guzman, Ian Nelson, John Corbett | Skor: 2/5

Karawang, 120515

Iklan

17 thoughts on “The Boy Next Door: A Complete Mess

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s