Kinderjaren / Pengharapan

Featured image

#30HariReviewBuku #5

Lagi, kekejaman nazi dilukiskan dalam cerita, kini dengan sudut pandang anak kecil. Novela karya Jona Oberski ini menceritakan era saat Nazi berkuasa yang mencoba membumihanguskan kaum Yahudi. Bersetting di Belanda tahun 1938. Dengan sudut pandang ‘aku’, seorang anak tunggal dari pasangan Yahudi yang menjadi korban keganasan perang. Buku yang berdasarkan kisah nyata ditulis atas ingatannya semasa kecil di kamp konsentrasi Westerbork di Belanda dan Bergen-Belsen di Jerman. Sayangnya kata pengantar yang ditulis oleh Pengajar Bahasa dan Sejarah dari Universitas Indonesia (UI) oleh Dr. Lilie Suratminto, memberikan bocoran besar atas cerita ini. Jadi kejutan yang disimpan terungkap saat buku belum mulai ku baca. Beliau dengan entengnya bercerita sejarah buku ini dan bilang, karakter penting akhirnya mati. Duh, sungguh disayangkan cerita bagus ini bocor, sehingga kenikmatan cerita berkurang.

Aku, dalam kisah ini diawali dengan kebahagian bersama kedua orang tuanya. Dari keluarga berada, merayakan ulang tahun dengan kue dan hadiah-hadiah, tumbuh dengan kecupan sayang setiap hari. Kebahagian masa kecil yang terenggut karena perang, saat Nazi berkuasa kaum Yahudi disingkirkan dari masyarakat lalu dikumpulajn di kamp konsentrasi. Westerbork adalah kamp konsentrasi yang didirikan Belanda untuk menampung pengungsi Yahudi dari Jerman. Aku dalam kisah ini tak disebutkan nama, hanya aku anak kecil yang bersama ayah dan ibu terpaksa mengungsi. Terdiri dari lima bab yang dijelaskan secara kronologis dan dipisahkan sub bab yang dinamis.

Bab pertama mengenai keluarga yang bahagia. Bab kedua mengenai pengungsian. Bab ketiga mengenai kehidupan di kamp konsentrasi. Bab keempat mengenai keruntuhan Nazi yang berarti mereka kembali merdeka. Bab kelima mengenai pengharapan di masa depan. Alurnya maju terus, kekejaman perang tak digambarkan secara detail. Hanya disebutkan sepintas, seperti saat serdadu memanggul bedil, lalu menembaki para tahanan yang mencoba kabur. Lalu dalam sebuah sub bab yang panjang, dijelaskan mayat-mayat yang ditumpuk dalam ruang ketel (knekel) yang sudah mulai membusuk. Ga ada yang implinsit dan berdarah-darah, buku ini sangat aman dikonsumsi remaja.

Dalam sebuah cerita yang singkat, Aku dalam kisah ini ditipu oleh Trude, teman seperjuangan bertahan. Bahwa sesuatu yang mengerikan telah terjadi, nanti saat kamu dewasa akan mengerti.  Dan buku ini ditutup dengan sangat manis, bahwa saat kita terpuruk pun, selalu ada harapan.

Detail ini tak ada dalam cerita, namun sebuah fakta yang terjadi di akhir bab: tanggal 9 april 1945 sebanyak 2500 tawanan diangkut dari Bergen-Belsen ke Theresienstadt. Nasib tawan tak menentu karena pertempuran antara sekutu dan Jerman semakin seru. Kereta pengangkut ini sulit mencapai tujuan selama, dua minggu berganti-ganti arah sebentar ke utara, lalu balik ke selatan. Ke timur, lalu tiba-tiba kereta terhenti di hutan dekat desa Trobitz di Jerman Timur. Tawanan inilah yang kemudian dibebaskan oleh tentara Rusia. Titik akhir kereta adalah Mokum, sebutan lain kamun Yahudi untuk kota Amsterdam yangartinya “tempat berlindung yang mana”. Inilah yang terjadi saat tokoh Aku kebingungan mengapa kereta terhenti di hutan tanpa kejelasan. Aku sendiri akhirnya tertidur lama, setelah terserang demam saat tahu fakta yang menyakitkan.

Sekali lagi, bukti bahwa perang banyak membuat orang menderita.

Pengharapan / Kinderjaren | a novela by Jona Oberski, Amsterdam copyright 1978 First publised by Uitgeverij BZZTOH, Den Haag, 1978 | Penerjemah: Laurens Sipahelut | Penerbit Pionir Book | cetakan pertama, Maret 2012  | x + 86 hlm; 14 cm x 21 cm | ISBN 978-979-15417-4-9 | Skor: 3/5 Karawang, 120415

Iklan

Kiss The Lovely Face of God: Aku Adalah Rahasiamu

image

#30HariReviewBuku #4
Hanya dalam semalam, novel ini selesai kubaca. Setiap lembarnya memberi  tanya apa yang akan terjadi berikutnya. Salah satu syarat buku bagus adalah, pembaca penasaran dan ketertarikan itu diganjar dengan kejutan yang bagus. Hebatnya buku ini mewujudkannya, padahal ketika beli saya ga tahu siapa itu Mustapa Mastoor. Hanya karena ada embel-embel ’23 kali cetak ulang’ dan ‘pemenang kalam Zarim award’ dengan hiasan daun khas penghargaan tentunya.
Dengan sudut pandang orang pertama, Yunes mengalami kehampaan hidup dan menghadapi pertanyaan besar semesta ini, ‘Apakah Tuhan ada?’. Cerita dibuka dengan Yunes menjemput sahabat lamanya di bandara, sahabat karib yang sudah 9 tahun tak bertemu. Mehrdad ke  Amerika setelah terjerat cinta sahabat pena sehingga harus keluar dari kuliah. Suka puisi dan romantis. Tak berubah, saat Yunes menyambutnya di pintu bandara dia dipeluk dengan bunga mawar dalam genggaman. Dua sahabat lama itu lalu bernostalgia. Bahwa di Amerika sama saja, banyak orang gila. termasuk Julia, istri Mehrdad yang ditinggalnya sementara. Ternyata Julia kena kanker, yang membuat frustasi. “Apa yang hilang dari mayat yang ada pada orang hidup. Apa yang membedakan mayat dengan orang hidup?”
Yunes yang kini sedang terjerat tugas akhir doktoral tentang motivasi bunuh diri yang dilakukan seorang fisikawan senior. Sedang dilema, mau sampai kapan tesisnya selesai? Padahal gelar tersebut adalah syarat mutlak dari orang tua Sayeh untuk meminangnya. Hidupnya seakan tergantung pada seonggok mayat. Keharusan segera lulus tersebut membuatnya stress. Suatu malam dia mengalami panas yang hebat. Terjaga dari tidur, dia mencoba mengambil minum. Rasa panas bertubi-tubi mengalir di sekujur tubuh. Keringat mengalir, rasa haus mencekik. Namun sebelum mendapati minuman dia terjatuh, seperti ada yang mengayun ke atas dan ke bawah. Perlahan dia mencoba duduk lagi, lalu mengambil air untuk meredam kakinya. Suhu dingin mulai menjalar, namun tak lama tiba-tiba kembali panas menusuk. Apakah aku akan mati? Sampai sekarang aku belum manjadi apa-apa, sebelum mati aku harus mendapatkan posisiku, menancapkan kuku-kuku ini ke bumi agar jika nyawa merenggutku ada yang tersisa di bumi. Jika hari ini tidak ada prestasi yang kuukir, di hari mendatang siapa yang akan mengenang keberadaanku? Jika jejak langkahku tidak dapat lagi dilacak, artinya aku tidak pernah ada. Aku tak ingin seperti kebanyakan orang yang datang dan pergi tanpa melakukan apa-apa, terpinggirkan oleh sejarah. Tidak, Yunes tidak meninggal. Belum, masih banyak hal yang harus diperbuatnya.
Dengan bergulirnya waktu, Yunes mulai mempertanyakan agamanya. Mulai menggunakan logika dalam menganalisa kenyataan hidup. Salah satu puncak yang membuat greget adalah ketika Yunes akhirnya bertengkar hebat dengan Sayeh sampai akhirnya pernikahan mereka terancam kandas. Yunes mempertanyakan ‘dongeng’ nabi Musa saat berdialog dengan Tuhan. Apakah itu nyata ataukah cerita pengantar tidur? Sayeh sebagai seorang muslim yang taat tentu saja marah besar. “Aku yang mana, aku yang sekarang sudah begitu berjarak dengan aku yang dulu. Yang sekarang kupahami semua hanyalah dongeng belaka.”
Yunes yang tinggal pasangannya mencoba bangkit dengan memberi bukti bahwa dirinya harus segera lulus. Kembali ditelusurinya kasus kematian sang fisikawan. Penelusuran yang menghantarnya kepada Doktor Mirnashr. Doktor muda yang berfikiran open minded namun punya disiplin tinggi , “Di dunia yang begitu besar ini masih banyak hal menyenangkan ketimbang radio dan televisi, setuju?”
Lalu muncul karakter ali yang religius yang katanya bisa mencium bau kematian. Karakter paling cool dalam novel ini. Dalam sebuah adegan Ali mendengar bisikan lirih dari sebuah tembok yang berlubang, lalu dia pun mengamatinya ternyata ada kecoa yang berbalik sambil memegang makan berusaha bangkit. Dengan sekali sentuh Ali membalikkannya, bisikan tersebut adalah erangan kematian yang bisa didengarnya. Lalu ketika ketemu seorang perempuan frustasi yang ditinggal suaminya, dia dengan suka rela memberikan seluruh uang yang ada di kantongnya. Dan muncullah dialog yang membeberkan arti judul novel ini.
Akhinya apakah Yunes berhasil menyelesaikan gelar S2 nya? Apakah Mehrdad bisa bangkit dari keterpurukan rumah tangga? Apakah arti tagline “Oh.. neraka lebih baik asalkan bersamamu daripada surga tanpamu”? dan pertanyaan besar semesta, “Apakah Tuhan ada?” semuanya disimpan rapat sampai lembar akhir yang mengejutkan. Sungguh buku yang komplit. Selain ilmiah, novel ini juga romantis. Berikut puisi yang dibacakan Yunes yang luar biasa disadur dari karya Furugh Farakhzad:
“Aku bermimpi melihat seseorang, aku bermimpi berkencan dengan bintang kejora, bola mataku seakan berloncatan, lalu diriku membuta, mungkinkah aku berdusta, seseorang itu datang, seseorang yang berbeda dan lebih baik, seseorang yang tak mirip siapa pun, seseorang yang demikianlah adanya, wajahnya bersinar terang laksana wajah para Nabi, namanya kerap disebut ibuku di setiap akhir salatnya, wahai yang memenuhi setiap hajat, dengan mata terpejam ia mampu mengeja aksara, kuseka tangga tangga menuju atap rumah, kutuang perasaan anggur merah dalam cawan dan aku sedang bermimpi”
Overall tanpa ragu saya memberi nilai 5 dari 5 bintang. Setelah membacanya saya sempat berujar ini sepadan novel Dan Brown, ‘Da Vinci Code’. Menukil salah satu review-nya, “Novel yang akan mengguncang iman Anda!” dan kurasa tak berlebihan. Kalau yang ini versi Islam, namun dibawakan catchy tanpa membuat kening berkerut. Sebagai penutup, Meski keberadaan Tuhan sama sekali tak ada hubungannya dengan keimanan kita, tetapi untuk dapat merasakan kehadiranNya sangat dipengaruhi oleh kadar kayakinan kita. Catat itu!
Kiss The Lovely Face of God | a novel by Mustafa Mastoor copyright 2006 | cetakan pertama April 2010 | Penerjemah: Bundahakim | penerbit Ufuk Press | ISBN 978-602-8224-88-8 | skor: 5/5
Karawang, 080415
Laz4-0Emp

Derby Manchester

image

Oke kuis dibuka sekarang. Derby Manchester Merah v Biru. Tebak skor akhir. Salah satu skorer, analisa minimal 3 kalimat. Ditutup Sabtu jam 23:59. Skor 1-1 milik bandar. Good luck foc-ers!
Penebak | Mu vs Mc | skorer
LBP 1-1 all
Analisa: Pengengnya keduanya kalah, tapi ga mungkin. Pengennya keduanya ga menang, tapi ga mungkin. Seri sajalah.
Aditya 3-1 Rooney.
Ana: Partai yang akan berjalan seru + sengit. MU yang masih ingin finish di posisi 2 tentu ingin memanfaatkan situasi City yang sedang down. Selama tetap bermain serius & fokus, MU diyakini akan menang melalui gol penentu dari Rooney.
Deni 2-1 Rooney
Analisa: Derby manchester kali bakal terjadi sangat seru, hasil baik  sedang dialami Utd. Namun hasil buruk sedang dialami City. Dengan hasil baik yang sedang dialami Utd, akan membuat kepercayaan diri para pemain Utd untuk dapat mengalahkan City di Old tarafford. Hasil akhir Utd akan mengalahkan City dengan skor tipis 2-1.
Erwin 2-0 Roo
Analisa: MU langsung menggebrak. Motivasi untuk meninggalkan City di klasemen senak dan makin menambah motivasi. Langit Manchester adalah merah.
Naufal 3-1 Mata
Analisa: United lagi dalam momentum baik. Sebaliknya, City sedang buruk di laga tandang. United akan bermain cukup menyerang dengan mengandalkan counter attack.
Gus Wid 1-0 Herrera
Analisa: Manchester United harus bisa memanfaatkan momentum main di kandang sendiri saat menjamu City. Selain masalah faktor harga diri yang akan di bela, MU patut waspada jika posisinya tergusur dari peringkat 3 lagi. Cukup 1- 0 untuk United (herera).
Zul 1-2 Aguero
Analisa: Mancit belum habis, derby ini akan menjadi ajang pembuktian kapasitas Palegrini sebagai pelatih tahan banting yang tak kan menyerah sampai titik penghabisan. Merdekaaaaaa !!!!!
Jacobs 1-3 Aguero
Pasukan Pellegrini akan terlihat tangguh. Pasukan Van Gaal terlihat membosankan. Pasukan Ultron terlihat penuh pesona.
Takdir 0- 2 Aguero
Analisa: Pellegrini pake pelet sehingga Rooney tak berkutik. Aguero jadi kancil mencuri ketimun dan Na$ri senggol bacok. Mpok Siti rules.
Gentong 3-0 Roo
Analisa: City lagi jelek. Mu lagi bagus. Laga panas dimenangkan Mu.
Lik Jie 4-2 Hererra…

Widi 3-1 Rooney

Analisa: Laga derby Manchester yang sarat gengsi. MU punya ambisi lolos langsung UCL. Laga kandang akan dimaksimalkan oleh semua penggawa MU. Menang 3-1  cukup untuk tetap diposisi aman 4 besar.

Dc 0-3 Aguero,

Analisa: Derby yang sepertinya akan berjalan sangat menarik, saling serang dari ke 2 kubu hingga terjadi banyak peluang dan kali ini yang bisa mengoptimalkan peluang itu adalah dari sisi biru, Aguero akan menjadi salah 1 skorernya.

Saha 2 – 1 Fellaini

Analisa: Kekalahan di pertemuan pertama akan dibalas mati-matian oleh Red Devils. City masih limbung karena hasil buruk belakangan. Manchester akan kembali merah.

Teguh WW 2-1 Herrera

Analisa: Makin padunya permainan Mata and Herrera menjadi kunci sukses kemenangan United beberapa pekan ini. Ditambah super sub Angel Di maria yang akan memberikan assist berbahaya. Yang pasti kemenangan menjadi mutlak bagi United.👍

Aji 1-3 Yaya

Analisa: Biru akan kembali berjaya atas merah. Ball possesion City membuat Mu tak berdaya. Rooney masih kesulitan membuat gol ke gawang Hart.

Arif 1-0 Rooney

Analisa: United lagi onfire dengan 5 kali kemenangan. Dementara City tanpa diperkuat Kompany. Rooney akan cetak gol lagi.

Jokop 0-0 –

Analisa: Laga krusial. Saling serang. Saling bertahan. Hasil imbang 0-0 pantaslah.

Huang 4-2 Rooney

Analisa: Setan merah akan menari-nari di langit yang biru. Rooney dkk akan sukses menjaga momentum kemenangannya. Sementara Aguero cs justru akan sukses melanjutkan tren kemerosotannya. Pellegrini diambang pintu keluar.

William 2 – 2 Fellaini

Analisa: City akan cenderung defensif memanfaatkan counter attack. MU akan menguasai serangan tapi finishing krg bagus. Gol MU lahir dari set piece, dan setelah unggul barulah City akan keluar menyerang dan membalas ketinggalan.

Karawang, 120415

10 Hal Penghambat Rejeki

image

Rejeki di sini bukan berarti hanya uang. Bisa juga karir, anak, pendidikan, pasangan hidup, dll. Dari ‘briefing pagi motivasi dan inspirasi NICI’, berikut 10 penghambat rejeki (diambil dari bukunya ust. Yusuf Mansur):

1. Syirik

Syirik bukan berarti hanya men-dua-kan Tuhan namun bisa juga ke hal-hal yang mendekatinya. Ke dukun misalnya, 40 hari pahala tidak diterima.

2. Meninggalkan Sholat

Jelas 5 waktu yang fardhu jangan sampai terlupakan. Masalahnya kebayakan kita, ibadah itu hanya sebagai penggugur kewajiban. Harusnya dijadikan sebagai kebutuhan. Harusnya.

3. Durhaka Terhadap Orang Tua

Doa ibu itu mujarab. Sangat ampuh, bahkan jangan sekali-sekali bilang ‘ah..’ terhadap beliau. Kita tak akan bisa membalas segala kebaikan orang tua, setidaknya mencoba membahagiakannya.

4. Zina

Bukan hanya zina dalam arti sebenarnya, zina disini bisa juga yang mendekatinya. Ber-kholwat, pacaran, pegangan tangan dengan yang bukan muhrim. Hindari hal-hal yang menjurus kea rah zina, itu lebih bijaksana.

5. Makan Rejeki Haram

Di NICI ada spanduk tertuliskan, “Halal is my choice”. Kita sepakat, berapa-pun rejeki yang kita peroleh harus halal. Titik.

6. Miras

Jadi ingat lagunya bang Haji, “Mirasantika”. Minuman keras apapun bentuknya hindari. Apapun alasannya, jangan pernah meracuni tubuh ini dengan minuman keras.

7. Memutuskan Tali Silaturahmi

Kelihatannya sepele, namun menurutku ini yang paling berat. Bersilaturahmi, berkunjung ke rumah teman atau saudara. Sekedar sms menanya kabar. Saya orangnya suka mendekam di rumah, setiap ada ajakan keluar main ke teman, sering saya jawab, “kapan-kapan”.

8. Bohong

Memberi keterangan palsu, berkata tak sesuai fakta. Ada dua jenis kebohongan yang diperbolehkan, selain itu jangan.

9. Kikir, Pelit

2,5 % rejeki kita adalah hak mereka yang membutuhkan uluran tangan. Sisihkan. Tips dari saya, kalau ibaratnya 100.000 itu terasa berat, bagi jadi 4 masukkan ke kotak amal setiap sholat Jumat. Ada cerita dari ust. Yusuf Mansur: uang yang kita sumbangkan akan dikalikan 10. Contoh: kita punya uang 100.00, kita masukkan ke kotak amal 50.000. Sisanya berapa? Mulai sekarang kita jangan nanya sisanya, namun tanya, “jadi berapa?”. 50.000 x 10 = 500.000 plus 50.000 = 550.000. Mari beramal.

10. Ghibah

Bergosip ria, membicarakan orang lain yang baik saja sebaiknya dihindari apalagi yang buruk. Nanti di akhirat ada orang yang keheranan karena mendapat banyak pahala padahal dia tak melakukan kebaikan itu. Ternyata sewaktu hidup, dia sering digunjing. Pahala orang yang menggunjing akan dialihkan kepada penggunjing. Hati-hati.

Karawang, 100415 – Hermione 8 bulan

Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta

image

#30HariReviewBuku #3
Kumpulan sajak yang sangat biasa dari penulis produkstif Tere Liye. Ga tahu kenapa awal tahun  buku ini bisa masuk daftar beli, padahal sudah sering dikecewakan bung Darwis. Dan buku ini menambah daftar tersebut. Berisi 24 sajak pilihan disertai ilustrasi, ga ada sesuatu yang wah sama sekali dari buku tipis ini.
Dibuka dengan ‘Sajak UN’, isinya sepele “Jangan mengeluh, jangan risau, hanya orang-orang terbaik yang akan lulus”. Lalu kedua ‘Saat Hujan’, ini juga bukan sesuatu yang baru saat Tere bilang, “Dan menangislah saat hujan, ketika air membasuh wajah agar tidak ada yang tahu kau sedang menangis, Kawan”. Ratusan cerita, puluhan lagu sudah mengulas orang membiaskan diri menangis di bawah hujan. Lalu ‘Rahasia Kecil’ yang sederhana sekali, “sssttt tapi ini rahasia kecil, jangan bilang siapa-siapa” sampai diakhiri ‘Bilang’, “Dan tidak mengapa kita tahu persis, tidak berkurang nilainya”.
Dari empat sajak itu saja kita sudah tahu ini akan mengecewakan. Dan benar saja setelah 30 menit membacanya, rasanya hambar. Saya heran apa daya jual buku ini? Ilustrasinya? Juga biasa. Dari 10 gambar hanya 2 yang ku suka, ‘Angin, Hujan, dan Sakit Hati’ dengan gambar seorang gadis menatap bintang di tepi telaga dengan posisi membelakangi. Ini misteri, apa yang ada dalam pikiran si gadis? Dan saya memang suka memandang langit. Satu lagi ilustrasi, ‘Sendiri’ dengan pose (lagi-lagi) membelakangi kita, ada 4 orang sekeluarga: ayah, ibu, 2 orang anak sedang memandang purnama. Kalau yang ini ga misteri karena sudah dijabarkan (penjabaran yang klise dan berulang ) mereka melihat bulan yang indah namun (berprasangka) bulan itu kesepian. Selain dua gambar itu ga ada yang istimewa.
Sajaknya? Jelas tidak. Sajak sederhana seperti ini bisa dibuat dalam semalam, dan bisa lebih dari 24 buah, kalau mau… Ga ada yang ambigu, ga ada penafsiran ganda. Ga ada yang puitis, padahal sajak kan nilai utamanya di sana. Lurus dan klise. Kalau mau baca puisi atau sajak indah, baca Rabindranath Tagore. Tulisannya jleb dan berarti sangat mendalam. Eh kejauhan ya pembandingnya, yah karena saya memang jarang baca puisi jadi ga tahu mau bandingin siapa. Nanti deh akan saya review salah satu buku Tagore.
Tere? Ya bisa jadi. Dengan nama mentereng daya jual buku ini jelas bung Darwis. Ibaratnya beliau nulis resep makanan saja pasti laku. Namun tetap, yang utama adalah kualitas. Saya jadi ingat salah satu penulis favorit saya, Jonathan Stroud. Karena keterpukauan saya terhadap ‘Bartimaeous Trilogy’ saya beli banyak buku lainnya. Tapi ternyata memang nama penulis ga sebuah jaminan sepenuhnya. Seperti piring yang terhempas di lantai, saya kecewa berat dengan ‘The Last Seige’. Amburadul.
Yang mengherankan, buku dengan 72 halaman ini dijual dengan bandrol Rp 35.000,- termasuk mahal. Sebagai pembanding, bulan lalu saya beli ‘A Russian Affair’ nya Anton Chekhov dengan 174 halaman hanya Rp 25.000,- jadi penasaran pakai resep apa ya beliau. Jadi apakah buku ini worth it untuk dibeli? Nope! Kecuali Anda adalah fan berat Tere dan menginginkan koleksi lengkapnya di rak. Lebih baik silakan ke toko buku dan baca di sana. Sederhana. Dan ‘Kesedihan Dihabisi Oleh Waktu’
Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta | Kumpulan sajak oleh Tere Liye terbit tahun 2014 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama cetakan ketiga, November 2014 | ISBN 978-602-03-0718-3 | 72 hlm; 20 cm | Skor: 1/5
Karawang, 090415
Lazio the Great

Who Can Stop US Now – 7 Wins a Row in Serie A, In Finale Copa and Impressive!

Featured image

Sebuah gol dari pemain pengganti Senad Lulic di menit 79 sudah cukup untuk mengantar Lazio the Great ke final copa Italia 2015. Setelah seri 1-1 di leg pertama, Napoli hanya butuh skor 0-0 untuk melaju. Hal itu membuat skuat asuhan Benitez lebih bermain aman. Setelah sepasang peluang emas di babak pertama gagal berbuah gol, babak kedua Lazio mulai mencoba membongkar pertahanan lawan dengan lebih inten. Dimasukkannya sang kapten Mauri, hasilnya langsung terasa. Sebuah umpan lambung berhasil disundul il capitano, sayangnya masih bisa dimentahkan. Selanjutnya Lulic masuk menggantikan Candreva. 11 menit sebelum waktu normal habis, dia berhasil cetak gol. Melalui serangan dari sisi kanan, Felipe Anderson mengirim umpan silang dan langsung dihajar Lulic. Gol yang membuat jagat lini masa social media gempar. Tak lama setelah gol itu, Lulic lagi-lagi menyelamatkan Lazio. Melalui serangan balik cepat, Insigne mendribel bola dari tengah lapangan. Mauricio yang mulai kelelahan berhasil dilewati. Pasukan Elang Biru langsung turun semuanya, Insigne lalu mengecoh 2 bek dan langsung berhadapan dengan Berisha. Disepaknya bola menyilang ke gawang yang sudah kosong, dan duuuerrr… tiba-tiba Lulic sudah di depan gawang untuk menyapu bola yang 99% masuk tersebut. Selamatlah gawang the Great. Sisa menit begitu mendebarkan, senam jantung, namun Lazio memang bermain cantik malam ini. Begitu peluit panjang wasit terdengar. Seluruh Laziale bersorak, “Hooorreeeee… kita ke partai puncak!”

Kemenangan yang berarti sangat banyak untuk kita. 7 partai tanpa pernah menang lawan Napoli kita patahkan. Hebatnya lagi terjadi di San Paolo. Tiket final ini juga layak kami dapat, setelah melalui pekan demi pekan yang luar biasa. 7 partai Serie A dilibas dengan sempurna. Ketujuh partai tersebut kita lalui dengan permainan impressive. Salah satunya saat menumbangkan Fiorentina yang saat itu lagi dalam top performa 4 gol tanpa balas. Tiket final ini seperti de javu 2 tahun lalu saat di final kita menumbangkan Roma lewat gol semata wayang Lulic!

Dengan permainan yang indah dari kaki-ke-kaki, segala peluang sungguh berpotensi gol. Sundulan, terobosan, bola mati, tendangan spekulasi jarak jauh, sampai one-two segalanya pernah. Target kini adalah menumbangkan Juventus di Olimpico dan menjungkalkan Roma dari posisi kedua. Target yang sangat sangat sangat realistis. Felipe Anderson dalam 14 pertandingan terakhir telah mencetak 8 gol dan 9 assist. Sangat luar biasa. Pemain terbaik Eropa saat ini bukan Messi atau Ronaldo, tapi Felipe. Selama Felipe ada dalam skuat, siapapun bisa kita kalahkan. Musim depan menumbangan Barca di Liga Champion, tandang kandang? Kenapa tidak? Kita pasti bisa! Forza Lazio!

Karawang, 090415

Heretic: Tidakkah Kita Sudah Cukup Menderita Karena Agama Kita?

image

#30HariReviewBuku #2
Saya membeli novel ini tahun 2008, 6 tahun yang lalu dan baru kelar membacanya 3 hari yang lalu saat libur akhir pekan. Entah kenapa bisa molor selama ini, kebiasan saya membeli buku dan menumpuknya benar-benar keterlaluan. Dalam tempo 2 hari novel karya Sarah Singleton ini selesai. Dulu saya memasukkan daftar beli karena sinopsis back cover-nya yang mengundang penasaran di mana seorang anak kecil bisa bertahan hidup ratusan tahun di dunia peri.
Diceritakan seorang anak perempuan bernama Elisabeth menemukan makhluk berkulit hijau di hutan dan takjup ternyata dia seorang gadis yang usianya ga jauh darinya. Gadis bernama Isabella hidup di dunia peri selama 300 tahun, dia bersembunyi dari kejaran orang-orang yang menuduhnya sebagai seorang penyihir.
Cerita bersetting tahun 1500-an di Inggris, di mana saat itu terjadi pergolakan antara Ratu Inggris Elisabeth dengan Raja Inggris Henry. Saling klaim dan tuduh karena perbedaan paham. Tepatnya tahun 1530-an Raja Henry memutuskan menutup 800 biara dan mengambil alih pemimpin tertinggi karena tak mengabulkan permintaan cerainya lalu mengangkat dirinya menjadi pemimpin tertinggi gereja. Kemudian tahun 1558 saat putri raja Elisabeth menjadi dinobatkan menjadi ratu Inggris diputuskan mereka kembali memeluk Protestan. 12 tahun berselang ratu Elisabeth dikucilkan Paus Pius V dan menyeru untuk seluruh pemeluk Katolik menggulingkannya. Perseteruan berlanjut tahun 1584 akhirnya Parlemen memutuskan bahwa menjadi pastor Katolik di Inggris adalah penghiatan, dan mereka-pun diburu.
Konflik cerita ada pada perseteruan keyakinan. Yang kuasa mencoba membinasakan yang minoritas, yang tertindas berusaha bersembunyi dalam doa. Kejar-kejaran, pembunuhan dan merasa agamanya yang paling benar membuat dendam turun-temurun. Namun jangan khawatir, buku ini diambil dari sudut pandang seorang gadis remaja jadi ga akan serumit ritual kepercayaan. Ga ada detail kekerasan, walau rasa frustasi menyelingkupi hampir sepanjang cerita. Selalu, ya selalu ada harapan. Itulah pesan utama buku ini. Sejarah mencatat pergolakan agama membuat banyak korban berjatuhan. Bahkan hingga sampai sekarang di beberapa negara masih saja terjadi konflik agama.
Judul tulisan ini mungkin sedikit provokatif, saya ambil dari salah satu dialog antara Jane dan putra-nya Robert yang membawa Thomas — Pastor ke rumahnya. Sebuah larangan di zaman itu, lalu sang ibu marah, “Tahukah kau bahaya apa yang kau bawa kepada kami? Tahukah kau apa yang akan terjadi jika orang-orang tahu kita menampung pria ini? Astaga! Tidakkah kita sudah cukup menderita karena agama kita? Mengertikah kau apa yang bisa mereka lakukan terhadapmu?”
Lalu bagaimana bisa Isabella bertahan ratusan tahun dan masih hidup? Karena waktu di dunia biasa mengalir seperti arus yang tetap, tapi di negeri bayangan waktu bisa dibentuk dan diubah, dilipat, dipercepat atau diperlambat. Di dunia peri waktu bisa berupa arus deras atau danau tenang. Kau melihat segalanya berhenti bergerak? Hanya saja sebenarnya tidak ada yang berhenti bergerak. Jika kita kembali, kita akan kembali ke detik itu.
Dengan dasar cerita seperti itu, banyak hal bisa terjadi di luar batas logika manusia. Sebuah cerita dengan potensi besar. Namun sayangnya apa yang ditawarkan Heretic tak sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Konflik yang sedari awal dibangun bagus tak bisa mencapai klimak di ending. Gaya bertutur Sarah juga kurang luwes, meletup-letup namun sebatass percikan sehingga ledakan yang dinanti tak terjadi. Sampai akhirnya kejutan yang sudah dipersiapkan tersaji, saya sudah bisa menduganya. Buku ini dengan cepat saya lahap, dengan cepat dingat namun dengan cepat pula ceritanya dilupa. Ga usah sampai akhir tahun ini, sampai pertengahan tahun saja pasti sudah tak terbekas di kepala karena akan tergusur cerita-cerita yang lebih kuat. Heretic, here we go.
Kita berfikir dunia bayangan adalah refleksi dunia kita sendiri, dan tentu saja mereka menganggap dunia kita adalah refleksi dunia mereka. Mungkin.
Heretic | a novel by Sarah Singleton copyright 2006 | Penerjemah: Poppy Damayanti Chusfani | Penerbit Gramedia Pustaka Utama, cetakan pertama: Oktober 2007 | 328 hlm; 20 cm | ISBN-10:979-22-3214-1 | Skor: 2/5
Karawang, 040415