Kiss The Lovely Face of God: Aku Adalah Rahasiamu

image

#30HariReviewBuku #4
Hanya dalam semalam, novel ini selesai kubaca. Setiap lembarnya memberi  tanya apa yang akan terjadi berikutnya. Salah satu syarat buku bagus adalah, pembaca penasaran dan ketertarikan itu diganjar dengan kejutan yang bagus. Hebatnya buku ini mewujudkannya, padahal ketika beli saya ga tahu siapa itu Mustapa Mastoor. Hanya karena ada embel-embel ’23 kali cetak ulang’ dan ‘pemenang kalam Zarim award’ dengan hiasan daun khas penghargaan tentunya.
Dengan sudut pandang orang pertama, Yunes mengalami kehampaan hidup dan menghadapi pertanyaan besar semesta ini, ‘Apakah Tuhan ada?’. Cerita dibuka dengan Yunes menjemput sahabat lamanya di bandara, sahabat karib yang sudah 9 tahun tak bertemu. Mehrdad ke  Amerika setelah terjerat cinta sahabat pena sehingga harus keluar dari kuliah. Suka puisi dan romantis. Tak berubah, saat Yunes menyambutnya di pintu bandara dia dipeluk dengan bunga mawar dalam genggaman. Dua sahabat lama itu lalu bernostalgia. Bahwa di Amerika sama saja, banyak orang gila. termasuk Julia, istri Mehrdad yang ditinggalnya sementara. Ternyata Julia kena kanker, yang membuat frustasi. “Apa yang hilang dari mayat yang ada pada orang hidup. Apa yang membedakan mayat dengan orang hidup?”
Yunes yang kini sedang terjerat tugas akhir doktoral tentang motivasi bunuh diri yang dilakukan seorang fisikawan senior. Sedang dilema, mau sampai kapan tesisnya selesai? Padahal gelar tersebut adalah syarat mutlak dari orang tua Sayeh untuk meminangnya. Hidupnya seakan tergantung pada seonggok mayat. Keharusan segera lulus tersebut membuatnya stress. Suatu malam dia mengalami panas yang hebat. Terjaga dari tidur, dia mencoba mengambil minum. Rasa panas bertubi-tubi mengalir di sekujur tubuh. Keringat mengalir, rasa haus mencekik. Namun sebelum mendapati minuman dia terjatuh, seperti ada yang mengayun ke atas dan ke bawah. Perlahan dia mencoba duduk lagi, lalu mengambil air untuk meredam kakinya. Suhu dingin mulai menjalar, namun tak lama tiba-tiba kembali panas menusuk. Apakah aku akan mati? Sampai sekarang aku belum manjadi apa-apa, sebelum mati aku harus mendapatkan posisiku, menancapkan kuku-kuku ini ke bumi agar jika nyawa merenggutku ada yang tersisa di bumi. Jika hari ini tidak ada prestasi yang kuukir, di hari mendatang siapa yang akan mengenang keberadaanku? Jika jejak langkahku tidak dapat lagi dilacak, artinya aku tidak pernah ada. Aku tak ingin seperti kebanyakan orang yang datang dan pergi tanpa melakukan apa-apa, terpinggirkan oleh sejarah. Tidak, Yunes tidak meninggal. Belum, masih banyak hal yang harus diperbuatnya.
Dengan bergulirnya waktu, Yunes mulai mempertanyakan agamanya. Mulai menggunakan logika dalam menganalisa kenyataan hidup. Salah satu puncak yang membuat greget adalah ketika Yunes akhirnya bertengkar hebat dengan Sayeh sampai akhirnya pernikahan mereka terancam kandas. Yunes mempertanyakan ‘dongeng’ nabi Musa saat berdialog dengan Tuhan. Apakah itu nyata ataukah cerita pengantar tidur? Sayeh sebagai seorang muslim yang taat tentu saja marah besar. “Aku yang mana, aku yang sekarang sudah begitu berjarak dengan aku yang dulu. Yang sekarang kupahami semua hanyalah dongeng belaka.”
Yunes yang tinggal pasangannya mencoba bangkit dengan memberi bukti bahwa dirinya harus segera lulus. Kembali ditelusurinya kasus kematian sang fisikawan. Penelusuran yang menghantarnya kepada Doktor Mirnashr. Doktor muda yang berfikiran open minded namun punya disiplin tinggi , “Di dunia yang begitu besar ini masih banyak hal menyenangkan ketimbang radio dan televisi, setuju?”
Lalu muncul karakter ali yang religius yang katanya bisa mencium bau kematian. Karakter paling cool dalam novel ini. Dalam sebuah adegan Ali mendengar bisikan lirih dari sebuah tembok yang berlubang, lalu dia pun mengamatinya ternyata ada kecoa yang berbalik sambil memegang makan berusaha bangkit. Dengan sekali sentuh Ali membalikkannya, bisikan tersebut adalah erangan kematian yang bisa didengarnya. Lalu ketika ketemu seorang perempuan frustasi yang ditinggal suaminya, dia dengan suka rela memberikan seluruh uang yang ada di kantongnya. Dan muncullah dialog yang membeberkan arti judul novel ini.
Akhinya apakah Yunes berhasil menyelesaikan gelar S2 nya? Apakah Mehrdad bisa bangkit dari keterpurukan rumah tangga? Apakah arti tagline “Oh.. neraka lebih baik asalkan bersamamu daripada surga tanpamu”? dan pertanyaan besar semesta, “Apakah Tuhan ada?” semuanya disimpan rapat sampai lembar akhir yang mengejutkan. Sungguh buku yang komplit. Selain ilmiah, novel ini juga romantis. Berikut puisi yang dibacakan Yunes yang luar biasa disadur dari karya Furugh Farakhzad:
“Aku bermimpi melihat seseorang, aku bermimpi berkencan dengan bintang kejora, bola mataku seakan berloncatan, lalu diriku membuta, mungkinkah aku berdusta, seseorang itu datang, seseorang yang berbeda dan lebih baik, seseorang yang tak mirip siapa pun, seseorang yang demikianlah adanya, wajahnya bersinar terang laksana wajah para Nabi, namanya kerap disebut ibuku di setiap akhir salatnya, wahai yang memenuhi setiap hajat, dengan mata terpejam ia mampu mengeja aksara, kuseka tangga tangga menuju atap rumah, kutuang perasaan anggur merah dalam cawan dan aku sedang bermimpi”
Overall tanpa ragu saya memberi nilai 5 dari 5 bintang. Setelah membacanya saya sempat berujar ini sepadan novel Dan Brown, ‘Da Vinci Code’. Menukil salah satu review-nya, “Novel yang akan mengguncang iman Anda!” dan kurasa tak berlebihan. Kalau yang ini versi Islam, namun dibawakan catchy tanpa membuat kening berkerut. Sebagai penutup, Meski keberadaan Tuhan sama sekali tak ada hubungannya dengan keimanan kita, tetapi untuk dapat merasakan kehadiranNya sangat dipengaruhi oleh kadar kayakinan kita. Catat itu!
Kiss The Lovely Face of God | a novel by Mustafa Mastoor copyright 2006 | cetakan pertama April 2010 | Penerjemah: Bundahakim | penerbit Ufuk Press | ISBN 978-602-8224-88-8 | skor: 5/5
Karawang, 080415
Laz4-0Emp

Advertisements

4 thoughts on “Kiss The Lovely Face of God: Aku Adalah Rahasiamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s