Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta

image

#30HariReviewBuku #3
Kumpulan sajak yang sangat biasa dari penulis produkstif Tere Liye. Ga tahu kenapa awal tahun  buku ini bisa masuk daftar beli, padahal sudah sering dikecewakan bung Darwis. Dan buku ini menambah daftar tersebut. Berisi 24 sajak pilihan disertai ilustrasi, ga ada sesuatu yang wah sama sekali dari buku tipis ini.
Dibuka dengan ‘Sajak UN’, isinya sepele “Jangan mengeluh, jangan risau, hanya orang-orang terbaik yang akan lulus”. Lalu kedua ‘Saat Hujan’, ini juga bukan sesuatu yang baru saat Tere bilang, “Dan menangislah saat hujan, ketika air membasuh wajah agar tidak ada yang tahu kau sedang menangis, Kawan”. Ratusan cerita, puluhan lagu sudah mengulas orang membiaskan diri menangis di bawah hujan. Lalu ‘Rahasia Kecil’ yang sederhana sekali, “sssttt tapi ini rahasia kecil, jangan bilang siapa-siapa” sampai diakhiri ‘Bilang’, “Dan tidak mengapa kita tahu persis, tidak berkurang nilainya”.
Dari empat sajak itu saja kita sudah tahu ini akan mengecewakan. Dan benar saja setelah 30 menit membacanya, rasanya hambar. Saya heran apa daya jual buku ini? Ilustrasinya? Juga biasa. Dari 10 gambar hanya 2 yang ku suka, ‘Angin, Hujan, dan Sakit Hati’ dengan gambar seorang gadis menatap bintang di tepi telaga dengan posisi membelakangi. Ini misteri, apa yang ada dalam pikiran si gadis? Dan saya memang suka memandang langit. Satu lagi ilustrasi, ‘Sendiri’ dengan pose (lagi-lagi) membelakangi kita, ada 4 orang sekeluarga: ayah, ibu, 2 orang anak sedang memandang purnama. Kalau yang ini ga misteri karena sudah dijabarkan (penjabaran yang klise dan berulang ) mereka melihat bulan yang indah namun (berprasangka) bulan itu kesepian. Selain dua gambar itu ga ada yang istimewa.
Sajaknya? Jelas tidak. Sajak sederhana seperti ini bisa dibuat dalam semalam, dan bisa lebih dari 24 buah, kalau mau… Ga ada yang ambigu, ga ada penafsiran ganda. Ga ada yang puitis, padahal sajak kan nilai utamanya di sana. Lurus dan klise. Kalau mau baca puisi atau sajak indah, baca Rabindranath Tagore. Tulisannya jleb dan berarti sangat mendalam. Eh kejauhan ya pembandingnya, yah karena saya memang jarang baca puisi jadi ga tahu mau bandingin siapa. Nanti deh akan saya review salah satu buku Tagore.
Tere? Ya bisa jadi. Dengan nama mentereng daya jual buku ini jelas bung Darwis. Ibaratnya beliau nulis resep makanan saja pasti laku. Namun tetap, yang utama adalah kualitas. Saya jadi ingat salah satu penulis favorit saya, Jonathan Stroud. Karena keterpukauan saya terhadap ‘Bartimaeous Trilogy’ saya beli banyak buku lainnya. Tapi ternyata memang nama penulis ga sebuah jaminan sepenuhnya. Seperti piring yang terhempas di lantai, saya kecewa berat dengan ‘The Last Seige’. Amburadul.
Yang mengherankan, buku dengan 72 halaman ini dijual dengan bandrol Rp 35.000,- termasuk mahal. Sebagai pembanding, bulan lalu saya beli ‘A Russian Affair’ nya Anton Chekhov dengan 174 halaman hanya Rp 25.000,- jadi penasaran pakai resep apa ya beliau. Jadi apakah buku ini worth it untuk dibeli? Nope! Kecuali Anda adalah fan berat Tere dan menginginkan koleksi lengkapnya di rak. Lebih baik silakan ke toko buku dan baca di sana. Sederhana. Dan ‘Kesedihan Dihabisi Oleh Waktu’
Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta | Kumpulan sajak oleh Tere Liye terbit tahun 2014 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama cetakan ketiga, November 2014 | ISBN 978-602-03-0718-3 | 72 hlm; 20 cm | Skor: 1/5
Karawang, 090415
Lazio the Great

Iklan

Who Can Stop US Now – 7 Wins a Row in Serie A, In Finale Copa and Impressive!

Featured image

Sebuah gol dari pemain pengganti Senad Lulic di menit 79 sudah cukup untuk mengantar Lazio the Great ke final copa Italia 2015. Setelah seri 1-1 di leg pertama, Napoli hanya butuh skor 0-0 untuk melaju. Hal itu membuat skuat asuhan Benitez lebih bermain aman. Setelah sepasang peluang emas di babak pertama gagal berbuah gol, babak kedua Lazio mulai mencoba membongkar pertahanan lawan dengan lebih inten. Dimasukkannya sang kapten Mauri, hasilnya langsung terasa. Sebuah umpan lambung berhasil disundul il capitano, sayangnya masih bisa dimentahkan. Selanjutnya Lulic masuk menggantikan Candreva. 11 menit sebelum waktu normal habis, dia berhasil cetak gol. Melalui serangan dari sisi kanan, Felipe Anderson mengirim umpan silang dan langsung dihajar Lulic. Gol yang membuat jagat lini masa social media gempar. Tak lama setelah gol itu, Lulic lagi-lagi menyelamatkan Lazio. Melalui serangan balik cepat, Insigne mendribel bola dari tengah lapangan. Mauricio yang mulai kelelahan berhasil dilewati. Pasukan Elang Biru langsung turun semuanya, Insigne lalu mengecoh 2 bek dan langsung berhadapan dengan Berisha. Disepaknya bola menyilang ke gawang yang sudah kosong, dan duuuerrr… tiba-tiba Lulic sudah di depan gawang untuk menyapu bola yang 99% masuk tersebut. Selamatlah gawang the Great. Sisa menit begitu mendebarkan, senam jantung, namun Lazio memang bermain cantik malam ini. Begitu peluit panjang wasit terdengar. Seluruh Laziale bersorak, “Hooorreeeee… kita ke partai puncak!”

Kemenangan yang berarti sangat banyak untuk kita. 7 partai tanpa pernah menang lawan Napoli kita patahkan. Hebatnya lagi terjadi di San Paolo. Tiket final ini juga layak kami dapat, setelah melalui pekan demi pekan yang luar biasa. 7 partai Serie A dilibas dengan sempurna. Ketujuh partai tersebut kita lalui dengan permainan impressive. Salah satunya saat menumbangkan Fiorentina yang saat itu lagi dalam top performa 4 gol tanpa balas. Tiket final ini seperti de javu 2 tahun lalu saat di final kita menumbangkan Roma lewat gol semata wayang Lulic!

Dengan permainan yang indah dari kaki-ke-kaki, segala peluang sungguh berpotensi gol. Sundulan, terobosan, bola mati, tendangan spekulasi jarak jauh, sampai one-two segalanya pernah. Target kini adalah menumbangkan Juventus di Olimpico dan menjungkalkan Roma dari posisi kedua. Target yang sangat sangat sangat realistis. Felipe Anderson dalam 14 pertandingan terakhir telah mencetak 8 gol dan 9 assist. Sangat luar biasa. Pemain terbaik Eropa saat ini bukan Messi atau Ronaldo, tapi Felipe. Selama Felipe ada dalam skuat, siapapun bisa kita kalahkan. Musim depan menumbangan Barca di Liga Champion, tandang kandang? Kenapa tidak? Kita pasti bisa! Forza Lazio!

Karawang, 090415