10 Rahasia Sederhana Dari Percakapan – Dorothy Sarnoff

“Kebahagian yang sebenarrnya berasal dari pesahabatan dan percakapan dari beberapa teman” – Joseph Addison.

Dari buku lungsuran kakak saya, 15 tahun lalu. Buku berjudul ‘Bicara Dapat Mengubah Hidup Anda’ ini kembali saya baca dan pagi tadi saya sampaikan salah satu bab-nya di ‘briefing pagi inspirasi dan motivasi NICI’. Bab 12 yang berisi 10 rahasia sederhana dari percakapan:

Petujuk Pertama: Stimulasi Orang Lain

Anda berkewajiban bicara dengan orang lain sedemikian rupa sehingga Anda tidak hanya menarik perhatian namun juga merangsang mereka untuk berpartisipasi. Apakah Anda seperti mendempul kepercayaan diri atau menenggelamkan mereka? Apakah Anda menawarkan pembukaan untuk membuat sesuatu dengan cara pandang mereka sendiri atau mengunci mereka? Di atas itu semua, apakah Anda memperlihatkan minat pada mereka atau hanya pada diri sendiri. Percakapan, seperti permainan lempar-tangkap, tidak dapat hanya satu pihak. Jika seseorang melambungkan, ada satu kesunyian yang mendebarkan sampai bola tadi ditangkap dan dilemparkan kembali.

Sir Noel Coward sekali waktu berkata, “Peran saya pada dunia relative kecil. Sebaliknya peran saya terhadap diri sendiri luar biasa. Dengan diri sendiri saya harus bekerja, bermain, menderita dan bersenang-senang”. Makin hormat Anda pada orang lain maka makin hormat pula orang lain pada Anda. Jadi jangan ragu-ragu untuk memulai percakapan, dan tetaplah melambungkan bola itu sampai orang menangkap dan mengembalikannya pada Anda. Makin pandai anda melemparkannya maka permainan makin seru.

Petunjuk Kedua: Edit

“Jangan biarkan rumput liar menggangu tanaman yang Anda inginkan agar tetap hidup,” kata saya pada murid-murid. Tidak ada kebiasaan dalam berbicara yang lebih penting daripada mengetahui kapan waktu berhenti, atau kapan waktunya pergi. Orang berbicara tanpa diedit, yang mengulang-ulang, bertele-tele atau terlalu detail, akan segera merasakan bicaranya hanya untuk diri sendiri.

Meskipun ada perintah untuk membuat percakapan menjadi berapi-api apakah Anda sedang ngobrol dengan teman-teman atau berbicara di depan ribuan pendengar, tetaplah untuk: Berbicara ke pokok permasalahan dan tetaplah demikian. Jika menyadari kecenderungan berbicara terlalu lama, cobalah membayangkan Anda sedang berbicara melalui telepon jarak jauh dengan biaya tinggi.

Petunjuk Ketiga: Hindari Penyakit “Aku”

Dalam Bahasa Inggris aku adalah “I” yang merupakan huruf terpendek dalam abjad. Janganlah mengubahnya menjadi kata yang paling panjang dalam pembendaharaan, katakanlah seperti Socrates, bukan “saya pikir”, tapi “Apa yang anda pikirkan?” Seorang pembicara menggunakan 26 kata “saya” dalam tiga menit pertama pidato. Jika dia menggunakan kata “saya” tadi, maka dia hanya akan mengganti dengan kata “ku”: Kebunku… pagarku… semak-semak saya….”

Seperti pengemudi mobil, seseorang pembicara yang baik harus tetap menjaga kewaspadaannya terhadap tanda-tanda lalulintas. Baginya tanda-tanda dari ketertarikan para pendengar, minat, dan penerimaan secara umum di satu pihak, atau kebosanan, penolakan, dan frustasi di pihak yang lain. Jika tidak melihat lampu merah dan gagal berhenti berbicara, dia sendiri penyebab dari macetnya lalulintas percakapan. Harus ada satu pukulan untuk menyelamatkan kita dari pria atau wanita yang menderita – atau membuat kita menderita penyakit “aku” dan monopoli.

Petunjuk Keempat: Jangan Memotong

Salah satu pukulan adalah memototng pembicaraan. Bagaimana pun, pemotongan sebaiknya hanya menjadi satu jalan terakhir, biasanya menjadi penyembuhan yang lebih buruk dari penyakit. “Tidak ada yang lebih kasar”, kata John Locke, “dibanding memotong pembicaraan orang lain”.

Jangan memotong kecuali kegiatan benar-benar terjadi terlalu lama, saat pembicara tidak sedang mendapatkan perhatian atau membuat orang terkantuk-kantuk, saat dia bergerak maju menuju area percakapan yang mungkin secara serius tidak sopan, ketika sebagai akibatnya dia menjadi ejekan public. Jadi itu lain masalah dan bolehlah memberi pukulan.

Petunjuk Kelima: Hindari Topik Yang Membosankan

Sedikit orang yang terpesona saat Anda mengutarkan tentang: anjing, putra-putri, resep makanan, keluhan kesehatan, pukulan golf atau olah raga lain, keluhan rumah tangga.

Jagalah tetap mengeluh kesehatan pada dokter Anda, kirimkan resep melalui surat, mainkan golf di arena bukan di ruang tamu, jagalah kesulitan rumah tangga menjadi urusan keluarga.

Petunjuk Keenam: Jangan Menyinggung Perasaan

Jangan menyinggung urusan pribadi orang lain. Mungkin FBI boleh melakukannya, namun Anda jangan. Hindarilah pertanyaan yang pribadi,sempit dan menyelidik. Jika Anda berhasil mengurangi berat badan sampai 10 Kg atau berhasil berhenti merokok, mungkin akan menyenangkan untuk diceritakan pada orang gemuk atau perokok lain bagaimana cara Anda melakukannya. Namun jangan terlalu mendesak dengan menceritakan semua detail jika jelas terlihat Anda hanya membuat mereka merasa terganggu.

Petunjuk Ketujuh: Jangan Menggosip

Menggossip, kata Webster’s Second International, adalah “menyebarkan dan membuka rahasia, khususnya menceritakan keadaan orang lain” dengan kata lain menceritakan sesuatu tentang orang seseorang di belakang punggung. Jika Anda membasuh kotoran dari kain milik orang lain di depan umum, Andalah yang menjadi kelihatan kotor.

Petunjuk Kedelapan: Berdiskusi, Jangan Berdebat

“Pembawaan yang baik,” kata tokoh esie Joseph Addison, “lebih disukai dalam percakapan disbanding kecerdasaan”. Diskusi selama dilakukan dengan cara yang baik, adalah percakapan itu sendiri. Sebaliknya argumen yang dilakukan dengan kemarahan dengan masing-masing pihak yang bersikukuh dengan pendapat masing-masing adalah musuh utama dari percakapan yang baik.

Orang Cina memiliki pepatah, “orang yang berteriak terlebih dahulu adalah orang yang telah kehilangan argumentasi”. Ini bukan berarti orang yang marah itu salah pendapat, namun ia orang yang sama sekali tidak tahu bagaimana menahan diri sendiri dalam mengutarkan. Aturan yang baik untuk diskusi adalah menggunakan fakta yang keras dengan suara lembut. Cobalah tidak jengkel atau diam tapi meyakinkan.

Petunjuk Kesembilan: Libatkan Orang Lain

Kebanyaka kita cenderung mengabaikan seseorang yang pendiam yang mengasingkan diri di sudut ruangan dan lebih mendekatkan kita pada pendengar atau orang yang lebih ramah. Kita terlalu sering berkonsentrasi membuat kesan yang baik pada “singa-singa” pesta. Namun bagaimana rasanya bila Anda yang diabaikan? Di samping itu, bagaimana bila orang lain yang gagal Anda libatkan justru menjadi orang yang memenangkan hadiah? Rangkullah mereka semua, biarkan mata Anda berkomunikasi dengan ramah dengan semua orang.

Petunjuk Kesepuluh: Dengarkan

Tahu cara mendengarkan,” kata Plutarch, “Anda dapat belajar bahkan dari orang yang berbicara buruk”. 50% orang yang berbicara dengan baik dapat mendengarkan dengan baik – tidak hanya dengan telinga, namun juga dengan semua indera; dengan hati dan pikiran Anda. Mendengarkan sama pentingnya berbicara. Itu mudah, ketika berbicara kurang dinamis, mendapatkan diri Anda berpikir hal lain, kehilangan kata atau frasa kunci, salah tangkap tentang apa yang Anda dengar, memutuskan apa yang harus dibuat, dan gagal memperhatikan bahwa berubah menjadi hal yang berbeda sama sekali.

“Telinga yang mendengarkan dan mata yang melihat” kata sebuah pepatah. “Tuhan telah menciptakan keduanya, tetapi keduanya sering digunakan tidak pada semestinya”. Kemampuan mendengar merupakan daya tarik yang kuat bagi Raja Inggris. Dia duduk di seberang meja suami bersiku pada meja dan tangan menopang rahang, mata dan telinga tampak menyerap setiap kata yang diucapkan suaminya.dia seolah-olah berkata, “ceritakan padaku lenih banyak lagi – saya mendengarkan – ini menyenangkan sekali…”.

Lakukan lebih banyak dari hadir – hiduplah. Lakukan lebih banyak dari melihat – amati. Lakukan lebih banyak dari membaca – serap. Lakukan lebih banyak dari mendengar – simak. Lakukan lebih banyak dari menyimak – pahami. Lakukan lebih banyak dari berpikir – renungkan. Lakukan lebih banyak dari merencana – bertindaklah. Lakukan lebih banyak dari berbicara – katakan sesuatu!

Karawang, 070415

Advertisements

4 thoughts on “10 Rahasia Sederhana Dari Percakapan – Dorothy Sarnoff

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s