2009 #Nostalgia

Berikut adalah 4 catatan yang saya rangkum dari tahun 2009. Lucu ya, pikiran masih suka hura-hura ga kayak sekarang. Pikiran udah rumit cari duit, Hermione, Mey, cicilan rumah, kredit, bla bla bla…
1. Tentang Dragon Ball yang bikin nangis
Sebagai penggemar berat Dragon Ball aku kecewa berat sama film live action yang baru keluar. Terlalu banyak perubahan yang dibuat divisi kreatif film ini, hingga hal-hal yang sangat mendasar. Film yang gagal total dari semua segi. Tidak layak tonton. Ada banyak alasan aku harus memaki James Wong (directed). Berikut perbedaan yang kumaksud:
– Mai bisa shapeshifter (berubah wujud) harusnya Oolong dan Pu er.
– Goku mengetahui perihal DB dari kakek, kan Bulma yang kasih tahu.
– Goku sekolah? Siapa itu Casey Fuller, Emi, Weaver? Aneh.
– Kulit picollo berwarna hijau pucat kekuningan harusnya kan hijau gelap.
– Rambut Bulma brunette dengan layer biru, bukahkan di ori harusnya warna biru gaya bop?
– Chi chi dan Goku ketemu di sekolah? Harusnya mereka pertama kali ketemu waktu Goku nolong Chi chi dari serangan moster.
– Jin kura-kura mati? Alamak! Mau dibawa kemana film ini?
– Yamucha menggoda Bulma? Harusnya kan dia takut ma cewek.
– Di mana karakter2 penting Krilin, Tien Shinhan, Oolong?
Dan masih banyak hal yang harus dipertanyakan kenapa DBE dibuat. Aku bahkan nangis seteleh nonton ini film. Mahakarya Akira Toriyama dirusak Hollywood! Huhuhuhu. . . .
2. Tentang wanita yang membingungkan
Wanita itu. . .
Jika dikatakan cantik dikira menggoda, jika dibilang jelek disangka menghina.
Bila dibilang lemah dia protes, bila dibilang perkasa dia nangis.
Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng nolak (sambil ngomel masa disamakan dengan cowok). Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut (sambil ngomel, egois
amat sih cowok ini tidak punya perasaan).
Jika ditanyakan siapa yg paling dibanggakan, kebanyakan bilang Ibunya, tapi kenapa ya mereka lebih bangga jadi wanita karir. Padahal ibunya adalah ibu rumah tangga.
Bila kesalahannya diingatkankan, mukanya merah. Bila diajari mukanya merah. Jika marah mukanya merah. Kok sama semua? Bingung!
Ditanya ya atau tidak, jawabnya diam. Ditanya tidak atau ya, jawabnya diam. Ditanya tidak atau tidak, jawabnya diam. Ditanya ya atau ya, jawabnya diam. Ketika didiamkan malah marah. Repot kita disuruh jd dukun yang bisa nebak jawabnya.
Dibilang ceriwis marah. Dibilang berisik ngambek. Dibilang banyak mulut tersinggung. Tapi kalau dibilang supel, wadow seneng banget. Padahal
sama saja maksudnya.
Dibilang gemuk engga senang, padahal maksud kita sehat gitu lho! Dibilang kurus malah senang, padahal maksud kita “kenapa elo jadi kerempeng gini?”
Itulah WANITA makin kita bingung makin seneng dia. Well, it’s true!
3. Tentang sekuel Transformer yang bikin kepala pening
Nonton ini film membuatku pusing. Perang antar robot yang rumit dan slow motion ala Michael Bay yang berlebihan. Sebenarnya mudah membedakan mana Autobot mana Deceptiton. Mata biru berarti baik, mata merah berarti jahat.Tapi jadi rumit karena ada 2 robot eks Decepticon yang jadi baik. Robotnya juga makin banyak daripada yang pertama. Ada Jetfire, Arcee, Mudflap and Skids dikubu Optimus Prime. Sedang dari Megatron ada Sideswipe, Soundwave, Ravage, Demolishor, Devastator (robot paling gede dengan mata hijau) dan The Fallen.
Nah yang robot terakhir adalah Villain Elemental. Dia adalah 1 dari 13 robot ras transformer. Ini adalah film gabungan antara Drama, komedi, dan action. Sayangnya Michael Bay terlalu le-Bay dalam menampilkan scene slow motion. Lumayanlah, pengobat stress. Autobots, Roll on!
4. Dan tentang catatan buku
Dikutip dari Buku ‘Bicara mengubah hidup anda’ karya Dorothy Sarnoff: “Saya pikir tidak pernah berakhir. Berhentilah selagi anda masih disukai. Selalu tingalkan selagi mereka masih ingin lebih. Pastikan anda telah selesai berbicara sebelum pendengar berhenti mendengar”
+ Berdiri untuk dilihat.
+ Bicara untuk didengar.
+ Berhenti untuk dihargai.
Karawang, 030415
#nostalgia Jumat sunyi

Iklan