Dracula Untold: Bend the History

“To fight evil, a hero will turn to darkness”

Film bukan sekedar film. Banyak makna tersirat dari sebuah gambar berjalan. Dracula Untold mencoba membengkokkan sejarah.

Film berkisah tentang Vlad (Luke Evans) bersama keluarganya terancam. Sultan Mehmed II yang sudah menaklukkan Kontantinopel meminta setiap keluarga yang memiliki putra untuk dididik menjadi prajurit Persia, seribu anak muda. Vlad, sebagai seorang penguasa Transylvania berkewajiban untuk melindungi warga dari ketakutan tersebut. Namun dia juga mencoba menenangkan Ingeras (Art Parkison), putranya yang beranjak remaja. Vlad meminta bantuan monster yang hidup di gua, dimintanya Vlad meminum darah untuk perjanjian hitam. Setelah meminumnya, Vlad menjadi kuat namun kekuatan tersebut juga yang membuatnya lemah, takut sinar. Kesakitan luar biasa, dan harus meminum darah untuk bertahan hidup. Persekutuan yang mengerikan. Dengan power luar biasa, Vlad yang menolak menyerah mengajak warga untuk hijrah. perjalanan yang penuh darah dan harus dibayar mahal, sangat mahal.

Buruk. Sebagai seorang muslim saya benar-benar muak dengan film ini. Sejarah hebat Islam dalam penaklukan Kontantinopel dibuat rusak. Menurut sejarah yang pernah saya baca, Muhammad Al-Fatih (dalam film disebutkan Sultan Mehmed II) adalah sultan dari kerajaan Utsmani yang paling hebat, beliau tidak mati di tangan dracula. Justru sebaliknya Dracula yang kalah perang.

Dalam hadist diriwayatkan bahwa Rosullah bersabda: “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan” (HR Ahmad bin Hanbal al-Musnad 3/335). Pemimpin yang dimaksud itu tak lain adalah Muhammad Al-Fatih, lalu beliau menjadikan Kontantinopel sebagai ibu kota dan mengubah namanya menjadi Islambul – Negeri Islam. Akhirnya berubah nama menjadi Istanbul. Rencanya beliau memperluas penaklukkan menuju Romawi di Italia, sayangnya niat tersebut tidak kesampaian karena di usia 52 tahun beliau meninggal.

Bayangkan sejarah hebat tersebut dirusak oleh Untold! Berikut beberapa penyimpangan sejarah:

1. Film: Sultan Mehmed II dan pasukannya begitu kejam membunuh prajurit musuh, terlihat jasad dipanggang dan ditusuk dari ubun-ubun sampai bawah. Fact: Justru sebaliknya, Vlad dikenal sebagai the Impaler – sang penyula. Kekejamannya sudah terkenal bahkan rakyatnya sendiri ketakutan.

2. Film: Sultan Mehmed II meninggal digigit Dracula Fact: Al-Fatih meninggal dalam perjalanan menuju Romawi Italia karena sedang sakit. Ada yang bilang dokter meracuninya, ada yang bilang beliau memaksakan berjihad padahal masih sakit, yang pasti tidak digigit Dracula. Vlad kalah perang, pasukannya kocar-kacir.

3. Film: Vlad berkuasa di Transylvania. Fact: Vlad hanya menguasai daerah Wallachia, Rumania.

Dracula Untold | Director: Gary Shore | Screenplay: Matt Sazana, Burk sharplee | Cast: Luke Evans, Dominic Cooper, Sarah Gadon | Skor: 2/5

Karawang, 160315

Iklan

Kalimat Bijak

image

Bila engkau baik hati bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih. Tapi bagaimana pun berbaik hatilah. Bila engkau jujur, mungkin saja orang lain menipumu. Tapi bagaimana pun berbuat jujurlah. Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja sudah dilupakan orang. Tapi bagaimana pun berbuat baiklah. Bagaimana pun berikan yang terbaik dari dirimu. Pada akhirnya, engkau akan tahu. Bahwa ini adalah urusan antara  engkau dengan Tuhanmu. Ini bukan urusan antara engkau dengan mereka.
Karawang, 190315
Audit day – diambil dari grup BBM BM

Doraemon stand By Me: Just Collecting The Bits From Serial and Bundle It

Serial Doraemon adalah legenda. Sejak saya masih SD kelas 4 sampai kini sudah punya anak, serial ini masih ada di RCTI. Bahkan sekarang Nobita-pun masih sama, kelas 4 SD. Sebuah langkah bagus ketika dengar Doraemon dibuat film bioskop. Berbondong-bondong penggemar di Indonesia menantinya dengan sangat antusias. PP BBM teman-teman saya, banyak memakainya. Lini masa social media ramai membicarakannya. Adik ipar saya adalah fan beratnya, segala aksesoris mengenai di biru dibelinya. Kamarnya penuh dengan poster dan stiker si kucing. Tak terkecuali saya. Walau saya lebih condong menyukai si kuning, tapi tetap Doraemon adalah legenda besar.

Film dibuka dengan Nobita yang bangun kesiangan, terlambat sekolah, nilai ujian jeblok, di-bully Giant. Sepertinya segala nasib buruk berafiliasi menghampirinya. Melalui monitor, dua robot masa depan memperhatikannya. Melalui laci, keluarlah mereka. Mereka membawa misi untuk membuat bahagia Nobita. Doraemon ditinggal, misi harus berhasil agar dia bisa kembali ke masa depan. Saat dia melihat  masa depan Nobita akan menikah dengan siapa. Ternyata tak sesuai harapan, karena dia menaksir teman sekelasnya Sizuka. Sementara Sizuka menyukai Dekisugi, siswa terpintar. Tak terima dengan nasib itu, dia meminta Doraemon membantu mengubah masa depan. Berhasilkah?

Ini adalah pertanyaan retorika. Kita semua tahu, segalanya jadi BISA dengan kantong ajaib. Baling-baling bambu, pintu ke mana saja, ramuan bohong, ramuan cinta, segalanya dikerahkan untuk membuat Nobita bahagia. Peralatan canggih yang sudah akrab, karena menemani kita dua dekade lebih. Sebuah nostalgia yang pantas. Sayangnya Stand by Me sepertinya salah eksekusi. Cerita kurang kuat, konflik terlalu sederhana. Bagi Doraemon, melawan takdir bukanlah sebuah hal sulit apalagi sekedar memodifikasi jodoh. Tak ada yang mustahil.

Film ini juga kurang greget, karena dirunut dari awal pertemuan Doraemon di keluarga Nobi. Taka da yang baru, semua ada dalam serial, mencomotnya lalu dijarut dalam  satu setengah jam. Dengan beragam alat yang ada di kantong, wajar dong kita berharap lebih. Sayangnya saat kredit title muncul, hanya suara “lho kok gitu doing…” yang mewakili keseluruhan. Bloopers di ending tak bisa menyelamatkan, karena sebuah kartun hal tersebut jelas modifikasi, ga natural. Mending mempertontonkan di balik layar atau menyimpan scene after credit atau sesuatu yang bisa membuat fan berharap sequel, bukan malah blooper ala Jackie Chan.

Secara keseluruhan tetap layak lahap, namun karena ekspektasi kita yang terlampau tinggi Stand By Me gagal memuaskan saya. Mari kita lihat apa yang akan dilakukan orang Jepang terhadap franchise besar ini.

Stand By ME | Director: Tony Oliver, Ryuichi Yagi | Screenplay: Takashi Yamazaki | Cast (voice by):, Wasabi Mizuta, Megumi Oohara, Yumi Kakazu, Kaiji Tang | Skor: 3/5

Karawang, 180315

Tips Bahagia ala ‘Yes We Can’

1. Syukur

Syukuri yang ada saat ini. Anda single? Syukuri itu, masih bisa jalan ke mana saja tanpa ada yang melarang. Anda sudah menikah, syukuri punya teman hidup. Anda sudah menikah dan punya anak, namun anaknya bandel? Syukuri, berarti anak Anda aktif. Selalu bersyukur atas karuniaNya.

2. Senyum

Senyum adalah kosmetik terbaik yang pernah dicipta. Murah senyum, banyak teman. Kalau kalian susah tersenyum, sering-seringlah membayangkan adegan lucu dalam film, komedi yang pernah ditonton atau lawakan yang pernah didengar. Otak kita tak bisa membedakan mana nyata mana khayal. Setelah berhasil, mulailah tersenyum pada orang-orang sekitar.

3. Ramah

Semesta adalah cermin dari tindakan kita. Kalau kita ramah pasti dunia akan ramah. Coba tiap ketemu teman, sapa dengan ramah. Maka otomatis pasti akan membalasnya. “selamat pagi pak…”, pastinya beliau akan membalas dengan ramah pula. Begitu juga sebaliknya.

4. Nikmati

Yang ada saat ini nikmatilah. Berangkat kerja jalan kaki, nikmatilah idep-idep sambil olah raga. Berangkat kerja naik motor, nikmatilah bisa lebih cepat sampai kantor. Berangkat kerja naik angkot, nikmatilah bisa sapa senyum dengan orang lain. Berangkat kerja naik mobil, nikmatilah bisa terhindar dari terik dan hujan. Selalu meniikmati momen yang ada saat ini.

5. Menyikapi Perbedaan

Setiap orang dicipta dengan bentuk dan sifat yang berbeda. Ga ada yang sama persis, bahkan untuk orang kembar sekalipun. Pernah lihat orang kembar yang benar-benar identik? Apakah mereka ga ada perbedaan? Tentunya ada. Minimal sidik jari, jadi kesimpulannya tak ada manusia yang sama. Maka dari itu kita harus menyikapi perbedaan dengan bijak. Jangan pernah menyombongkan diri.

6. Jangan Khawatir

Masa depan adalah misteri, kita tak tahu apa yang akan terjadi. Lakukan yang terbaik saat ini, yang ada di depan kita tanpa mengkhawatirkan esok. Pikiran khawatir hanya akan memberi rasa cemas dan negative, ingat pikiran negative bisa menggerogoti kesehatan. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Jadi lupakan masa lalu, jangan khawatirkan masa depan, lakukan apa yang bisa membuatmu berguna saat ini.

7. Rileks

Pekerjaan memang melelahkan, memusingkan, bikin kepala pening. Saat pulang, letakkan semua itu. Buat pikiran rileks, kalau perlu no HP untuk urusan kerja off. Bbm/WA/Line urusan bisnis deactive. Sampai di rumah, temui keluarga Anda dengan ceria. Tontonlah film, bacalah buku, bercanda dengan anak. Dan seterusnya. Hidup ini singkat, pekerjaan penting tapi keluarga jauh lebih penting. Dengan pikiran rileks besok paginya saat kembali aktivitas badan dan pikiran akn jauh lebih fresh dan sehat. Good Luck!

Karawang, 180315 – Dibawakan oleh FM di briefing pagi inspirasi dan motivasi NICI pada tanggal 18 Maret 2015 – NICI? Yes We Can!

First Reader GoT Indonesia

image

Sabtu malam ibu datang, kasih kabar: “Ada kiriman buku buatmu”
Thank penerbit Fantasious. Thank GF. Thank Zul.

image

Bersanding dengan GoT edisi English.

image

Seribu halaman dengan cetakan huruf kecil. Cover oke, jilid bagus. Layak koleksi.

image

Target seminggu. Minggu depan selesai. Tunggu review saya di sini.

Sudah sangat lama menanti A Game of Throne kapan diterjemahkan ke Indonesia? Teman saya sampai bilang, mustahil. Penerbit kita tak akan ambil resiko menerjemahkan buku setebal itu, berseri lagi. Tapi harapan selalu ada, tak kusangka bulan Februari 2015 lalu muncul kabar, novel keren ini diambil oleh Fantasious. Sebuah gebrakan bagus. Saya sangat sangat yakin, novel ini akan sukses di sini. Fan base besar jadi pegangan utama. Semalam saya mulai baca, baru dapat 4 bab. Sejauh ini bagus, jilid kuat. cover kece. Sayangnya Minggu pagi ini saya ada tugas di kantor, sehingga tertunda baca sampai malam nanti. Perebutan Takhta!

First Reader GoT Indonesia. Edisi perdana GoT udah di tangan. Tulisan kecil kecil nyaris seribu halaman. GoT akan terbit 16 Maret 2015. I am so excited to finish it. all hail #GoTIndonesia.
Karawang, 150315

Divergent: Sad, Happy and Revengeful – One of Best 2014

Tori: You’re different. You don’t fit into a category. They can’t control you. They call it Divergent. You can’t let them find out about you.

Sekali lagi, adaptasi novel best-seller menemukan ‘klik’ yang tepat. Divergent sepertinya (akan) mengikuti gerbong sukses: Harry Potter, Narnia, The Hunger Games dan (eheeemmm…) Twilligt. Cerita solid, karakter OK, eksekusi pas. Catat: Cerita yang bagus itu penuh konflik lalu penyelesaiannya masuk logika. Veronica Roth melakukannya dengan luar biasa. Dari awal sampai akhir permasalahan tiada habis, saya suka cerita fantasi yang begini. Saya heran dengan penonton yang komplain akan cerita sebagus ini. Suatu saat koleksi lengkap novelnya pasti masuk rak saya.

Dengan setting kota Chicago masa depan. Beatrice (Shailene Woodley) bersama kakaknya Caleb (Ansel Elgort) mengikuti tes untuk menentukan di faksi mana mereka akan hidup. Terdiri atas lima faksi: 1. Faksi Amity – hidup sebagai petani dan damai. 2. Faksi Erudite – kumpulan orang cerdasyang haus akan pengetahuan. 3. Candor – menyukai kejujuran. 4. Abnegation – suka membantu sesama. 5. Dauntless – kumpulan para pemberani. Setelah tes, Beatrice ternyata ga cocok di-lima faksi tersebut yang disebut divergent. Hasilnya ada tiga faksi: Erudite, Abnegation dan Dauntless. Karena divergent dianggap berbahaya, maka dia diminta untuk merahasiakan hasil tes.

Saat upacara pemilihan faksi, (mengingatkanku pada cerita The Giver) Caleb memilih Erudite. Sementara Beatrice secara mengejutkan memilih kumpulan pemberani. Dimulailah petualangan pelatihan untuk menjadi seorang Dauntless sejati. Beatrice berganti nama menjadi Tris. Naik kereta yang sedang jalan, melompat dari ketinggian, bertarung, menembak, memanjat gedung tanpa pengaman. Singkatnya pelatihan Dauntless ala militer, karena mereka dididik untuk menjadi pasukan keamanan. Kematian selalu mengintai, dan itu terlihat wajar oleh Dauntless. Ada dua pelatih utama, Four (Theo James) yang masih menggunakan perasaan dan Eric (Jai Courtney) yang kejam tanpa ampun. Dalam perjalanan, Four dan Tris menjalin kasih.

Sementara dari kaum Erudite yang dipimpin Jeanine (Kate Winslet) memulai misi penyeimbangan faksi. Mencoba memusnahkan kaum Abnegation. Tris yang asli dari faksi tersebut mencoba menyelamatkan orang tuanya. Berhasilkah?

Premis cerita young adult seperti ini sudah banyak dibuat. Ada yang sukses, banyak yang flop: Golden Compass, Eragon, misalnya. Walaupun fan terbelah, banyak yang suka namun lebih banyak yang kesal, saya percaya Divergent akan sukses ke depan. Satu hal yang perlu dicatat, cerita Divergent sangat solid. Saya belum membaca bukunya, dan (baru akan) membacanya. Dengan pondasi yang kuat harusnya Insurgent dan seterusnya bisa membumbung tinggi. Divergent series surely going to be big hit in future. Yup, I am not teenager. 31 + straight male. How do you like that?

Divergent | Director: Neil Burger | Screenplay: Evan Daugherty | Cast: Shailene Woodley, Ansel Elgort, Jai Courtney, Theo James | Skor: 4/5

Karawang, 140315 — catatan: Saat ini Insurgent sedang tayang di bioskop.

The Drop: Classic Suspence

Perlu diketahui, penulis naskah film ini adalah orang yang sama telah memukau kita lewat The Mystic River dan Shutter Island. Premis penyampaian cerita ga jauh beda, jadi kalau kalian suka dua film tersebut kalian juga akan suka film ini.

Bob: He gonna hurt our dog

Film dibuka dengan deskripsi ‘drop’ yang ada di judul. Seorang bartender kesepian, Bob Saginowski (Tom Hardy) bersama sepupunya Marv (James Gandolfini) yang bekerja di bar milik Chovka (Michael Aronov) mengalami perampokan. Dua rampok menggondol uang dari meja kasir. Seorang petugas bar Rardy (Michael Esper) terluka di kepala. Dua perampok yang mengenakan topeng, teridentifikasi salah satunya mengenakan jam tangan rusak. Detektif Torres (John Ortiz) berusaha menyelediki kasus ini.

Dalam perjalanan pulang kerja, Bob menemukan seekor anjing yang meringkik terluka di tong sampah di komplek perumahan. Mencoba menyelamatkannya, sang pemilik rumah Nadia (Naomi Rapace) menghampirinya. “ngapain ngulik-ulik tong sampah gue?” anjing jenis pitbull tersebut akhirnya akan dirawat Bob. Anjing yang akan jadi sebab utama konflik film. Pitbull yang dikasih nama Rocco tersebut beberapa hari kemudian sudah sembuh dan jadi anjing yang imut. Pada suatu hari ada pria asing yang menyapanya saat jalan-jalan di taman, “anjing yang cantik”. Eric Deeds (Matthias Schoenarts) ternyata adalah pemilik Rocco, dia lalu meminta kembali atau Bob harus membayar mahal.

Sementara sang pemilik bar yang marah, meminta uangnya dilacak dan ditemukan. Saat pagi yang bersalju, di samping bar ditemukan potongan tangan (dengan jam tangan mati) dalam kresek. Kresek yang berisi duit hasil rampokan. Dalam penuturan akhirnya kita tahu bahwa perampokan tersebut sebenarnya sudah dirancang oleh mereka sendiri lalu hasil rampokan akan dibagi. Marv yang merasa resah dan bersalah akhirnya mengambil tindakan, tindakan yang sangat beresiko.

Tom Hardy menampilkan pesona yang luar biasa. Dari tatapan diamnya saja sudah menyiratkan banyak makna. Bisa jadi karakter Bob adalah satu penampilan terbaiknya. Rada aneh juga membayangkan seorang Bane di Batman yang bad-ass dan tangguh namun di sini freak dan takut sama penjahat kelas teri. Begitu juga saat melihat Naomi, sang gadis bertato naga tersebut rapuh sampai menitikan air mata. Dan ini mungkin adalah penampilan terbaik James Galdolfini. “I had something once. I was respected. I was FEARED”. Menghentak ngeri, You’re got it sir, dialog yang bagus. Dituturkan dengan meyakinkan.

Secara keseluruhan film ini bagus. Walau tensi menurun dari dua script yang saya sebut di awal, tapi tetap layak tonton. First thing first: story. Dan The Drop memenuhi ekspektasi itu.

The Drop | Director: | Screenplay: | Cast: Tom Hardy, Naomi | Skor: 4/5

Karawang, 130315